DIARY TRIPLET N

DIARY TRIPLET N
menjadi bestie pembuli


__ADS_3

Pertengkaran si kembar berlanjut walau sudah dinasehati Bu Putri mereka sama-sama egois untuk diri sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain.


Saat diperjalanan menuju sekolah yang biasanya diisi keributan Naila dan Nirbita kini benar-benar sunyi,tidak ada yang berniat bersuara sama sekali,untuk dua abang mereka kini mengantar bersama untuk memantau Triplet agar tidak baku hantam seperti tadi pagi.


Ya Naila dan Nirbita baku hantam saat hendak sarapan keduanya berhenti karna ancaman Rangga yang akan mengurung mereka jika terus bertengkar sekaligus memotong uang jajan,jika masalah uang mereka akan mengalah pada musuh sekalipun.


Kedua gadis itu memiliki hasil perarungan seimbang mereka berupa memar kebiruan didahi keduanya.


Jika biasanya Naila duduk dipertengahan antara Naya dan Nirbita kini bertukar tempat dengan Naya.


"Lebih tenang sih tapi enek juga liat mereka membisu kaya sakit gigi"ujar Rangga yang mengemudi.


"Nikmatin dululah mumpung mereka ga buat masalah,gue yakin setelah ini kita bakal kewalahan" ujar Elesky,"Mereka pasti buat drama besar!"yakinnya karna pertama kali kedua kembar itu tidak saling sapa seharian ini.


Triplet memang selalu serba salah kalem salah bar-bar juga salah entahlah mungkin bernapas juga disalahkan.


Setelah sampai disekolah Naila terburu-buru pergi lebih dulu menuju kelasnya disusul Nirbita dengan langkah malas bahkan mereka tidak menghiraukan inti Algaskar yang menyapa,mereka nyelonong begitu saja dengan tatapan lurus kedepan bersama dengan wajah yang ditekuk.


"Cewe kalo marahan serem juga"ujar Rezaldi disetujui teman-temannya.


Nirbita melempar tasnya dimeja membuat suara gedebum yang cukup keras dan beberapa teman sekelas Nirbita terusik.


Nirbita duduk di kursinya dimana ia duduk berdampingan dengan Naila tapi entah kemana gadis itu yang seharusnya sampai lebih dulu dikelas,tapi tidak terlihat sama sekali tasnya pun tidak ada,entah kemana!,bodoamat!.


Nirbita sedang berada dirasa keegoisannya ia juga lelah jika harus terus mengalah,menurutnya Naila terlalu kekanak-kanakan memperbesar masalah sepele.


Untuk apa mendengarkan omongan orang lain toh kita tidak makan nasi orang itu,seharusnya biarkan saja masuk telinga kanan keluar telinga kiri,tidak perlu didengarkan,netizen selalu julit tanpa tau kenyataan.


Hidup itu simpel yang ribet mah tetangga teori baguskan?.


Nirbita pikir membiarkan Naila marah untuk beberapa hari kedepan adalah jalan keluarnya untuk saat ini agar gadis itu sadar bahwa ia terlalu kekanak-kanakan,manja dan selalu ingin diturut,biarkan saja ia tau bagaimana rasanya tidak mendapatkan apa yang ia ingin setelah selama ini semua keinginannya selalu terpenuhi.


Semua keinginan terkadang tidak bisa dimiliki lebih tepatnya hanya bisa dipandang namun tidak bisa digenggam.


Pusing memikirkan pertengkaran antar sodara gadis itu merebahkan kepalanya dimeja dan terlelap,semalam ia tertidur jam empat pagi setelah semalaman tidak bisa tidur memikirkan nasihat dari Bu Putri padanya.


Apa dia egois jika marah?


Entahlah.


Remaja yang mendatangi kelas 10b IPA mendadak membuat seisi kelas sunyi,hanya terdengar bisikan kekagumanan pada kakak kelas mereka yang tengah menghampiri nirbita yang tertidur dimeja nya.


"Hmm tidur" gumannya sebari mengusap dahi n6irbita yang dipenuhi keringat lalu mengedarkan pandangan,melihat seseorang yang dikenal orang itu menghela nafas,"Gue titip Nirbita"ujarnya sebari menepuk pundak Davri yang baru saja duduk di kursinya.


"Tenang bang ga lo suruh juga gue bakal jagain,kan serem kalo dia terjun dari rooftop" jawab Davri sebari terkekeh membuat orang itu menatapnya tajam.


"Becanda gue bang" ujar cepat Davri sebelum dibuat mati oleh bos gengnya itu.


Gara sengaja menemui Nirbita untuk mengecek keadaan gadis itu yang sedang tidak baik-baik saja,Gara ingin menjadi sosok yang berguna bagi Nirbita,bisa menghibur gadis itu dan selalu ada dikondisi apapun gadis itu adalah tujuannya sekarang,cukup hanya untuk dijadikan sandaran untuk Nirbita sudah membuat Gara senang,Gara akan menjaga gadisnya eh,,


"Naila kemana?" tanya Gara kembali menatap Nirbita yang tidak terusik dengan keributan dikelasnya sama sekali.


"Gatau bang gue kan baru datang" jawab Davri seadanya,"Huuuff kayanya masalah mereka kali ini besar banget,sampe bertengkar seharian bang"ujar Davri menatap Nirbita dengan tatapan sendu.


"Mereka emang suka berantem tapi bukannya membisu kaya gini malah ngereog abis-abisan dan mereka baikan lagi,ini pertama kalinya mereka membisu satu sama lain bahkan terkesan saling menghindar" sambungnya.


"Semoga mereka baikan lagi hari ini" harap Gara kembali mengusap dahi Nirbita yang kembali dibasahi buliran keringat padahal gadis itu hanya tidur.


"Aminn gue harap juga begitu bang" harap Davri sebari mendengus kesal mengingat semalaman Naila meneleponnya untuk mendengarkan curhatan gadis itu sampai pagi,"Huaaa"Davri menguap lebar sebari ditutupi telapak tangannya"Semoga jam kos"gumannya agar bisa tidur mengganti tidur malamnya.


Naila berjalan tergesa-gesa melewati kelasnya begitu saja bahkan sekedar menyimpan ranselnya dimeja saja tidak ia lakukan,gadis itu terus berjalan hingga sampai dikelas iPA 10c yang hanya terhalang dua kelas dari kelasnya.


Gadis itu mengedarkan pandangan saat diambang pintu,saat menemukan siluet orang yang dicari gadis itu bergegas berteriak memanggilnya,"Sherli"


Naya duduk di kursinya sebari memandang kesal kearah ponsel dimana chat dari seseorang yang baru saja mengirim bukti yang ia cari beberapa hari ini tentang seseorang,"Ck bukan diflm tapi banyak drama"gumannya berdecak kesal.


Tadinya ia sempat tidak percaya namun firasatnya tidak pernah salah membuat Naya meminta bantuan seseorang untuk menyelidiki kecurigaannya,setelah mendapatkan bukti yang ternyata benar Naya merasa berada di area syuting menjadi aktor yang sedang memainkan flm,hidupnya ini terlalu banyak drama.


"Kenapa lo?,belum baikan?" tanya Farel yang datang bersamaan dengan Vania.


"Hmm"jawaban Naya hanya berdehem tampa melihat siapa yang bertanya Naya sudah mengetahui orangnya.


"Tumben amat biasanya cuma sedetik atau beberapa menit paling lama,lah ini rekor baru sih kalo udah gini"pekik Farel heboh menarik perhatian murid dikelas.


Naya mendelik ke arah sahabatnya yang menjabat menjadi ketua osis itu,"Dan lo harus siap dengan frekuensi yang akan terjadi selanjutnya"


Farel yang mendengar itu dibuat terdiam dengan wajah ditekuk,"Gila"gumannya.


"Kenapa yang?",tanya Vania bingung dengan perubahan wajah kekasihnya lalu menatap naya," Lo gapapa kan Nay?"


"Sekarang gue gapapa mungkin beberapa menit kedepan gue maupun pacar lo gabakal tertolong" jawab Naya sebari mengedikan bahunya.

__ADS_1


Farel memdengus,"Yang bolos sekolah yu"ajaknya untuk menyelamatkan diri.


"Eh ko bolos sih ah gamau" tolak Vania mentah-mentah.


"Yang ini demi keamanan masa depan kita yang,ayo kita bolos" kekeh Farel bahkan memegang tangan Vania untuk segera pergi.


"Gabisa yang,kamu lupa hari ini ada pertandingan basket persahabatan sama sekolah sebelah? " tanya Vania membuat Farel menepuk keningnya frustasi.


"Kenapa harus sekarang sih!"rutuknya.


"Emang kenapa sih?,kamu aneh banget"ungkap Vania heran sekaligus bingung," Terus magsud omongan lo apa Naya?,beberapa menit lagi kalian ga tertolong emang kalian mau kritis?"tanya beruntun Vania.


"Ini pertama kalinya Nirbita sama Naila berantem seharian lebih yang ga kaya biasanya,maka dari itu mereka pasti buat ulah yang membuat aku maupun naya pasti dalam keadaan kritis yang,kamu gabakal paham pokonya jangan ketemu Naila ataupun Nirbita sampe mereka baikan,,,kalo berpapasan kamu menghindar aja kalo bisa sembunyi aja,yang,jangan sampe mereka liat kamu pokonya bahaya!"ujar Farel panjang lebar membuat naya mendengus.


"Itu ade gue ya bege!" hardik nya kesal seolah adiknya adalah monster yang akan melahap siapa saja yang ditemui padahalkan tidak! palingan mereka bakal dibuat memilih terjun dari rooftop dari pada meladeni dua gadis yang tengah diluar kendali emosi masing-masing itu.


"Gue ga bilang dia ade gue,gue juga ogah punya ade kaya mereka amit-amit dah" ujar Farel sebari mengetuk pelan kepalanya beberapa kali lalu mengetukan kemeja.


"Udah lama banget gue ga latihan taekwondo" guman Naya sebari menyisingkan lengan bajunya.


Walau terdengar lirih namun begitu jelas ditelinga Farel gumanan Naya itu membuatnya meneguk salivannya susah payah dengan tubuh merinding demi keselamatannya Farel memilih kabur, "Yang aku pergi dulu" pamitnya sebari berlari meninggalkan kelas.


Farel berlari tunggang-langgang takut Naya mengejarnya,satu fakta yang pernah dikatakan tentang triplet mereka itu walau terlihat polos,imut dan terlihat lemah nyatanya ketiga gadis itu hebat dalam beladiri,apalagi mengingat ibu kandung Nirbita mantan atlit internasional pencaksilat dulu dan sempat menjadi pelatih ketiga gadis itu sebelum meninggal,setelah satu tahun Bu Celin meninggal triplet masuk kelas taekwondo dan sering ikut perlombaan.


Dari kabupaten maupun kecamatan dalam pertandingan selalu ada menang dan kalah tapi tidak bagi Naya,gadis itu selain juara dalam pelajaran tapi juga selalu juara dari taekwondo,namun ketiganya memiliki nama samaran karna alesan ingin menjadi misterius itu saja.


Ingat Triplet itu biang rusuh,aneh dan selalu mereog dan absurd jangan lupakan fakta menyebalkan yang sejak lahir mereka miliki.


Jika ditanya kekurangan triplet juga banyak kekurangan namun bisa saling melengkapi satu sama lain,lalu bagaimana dengan sekarang apa hubungan mereka masih bisa diperbaiki?.


"Ogah banget gue kalo digebugin si Naya,dia emang udah lama ga ikutan turnamen tapi masih suka latihan bisa aja kemampuannya melebihi dulu" guman Farel setelah yakin Naya tidak mengejar menghentikan lari nya dengan napas tersenggal.


Ia ingat betul ketika dirinya membuat Naya kesal hingga gadis itu sangat marah,al hasil ia bonyok dengan memar kebiruan diseluruh tubuhnya hasil gebugan Naya seorang,mampu membuat Farel malu sebagai seorang pria digebugin Naya tanpa bisa melawan.


Farel emang tidak akan melawan karna sehebat apapun wanita jika lawannya pria maka tenaga wanita tidak akan ada apa-apanya,Farel menyesal mengatakan itu karna kenyataannya tenaga Naya saat menggebukinya seperti tenaga pria sakit woy,sesakit itu sampai ia dirawat seharian dirumah sakit.


Walaupun begitu Farel tidak pernah kapok mengusik Naya dan adik-adiknya ia selalu kabur saat Naya sudah tersulut seperti tadi,,ia tidak mau kejadian menyakitkan sekaligus memalukan waktu itu terulang lagi,big no.


Bisa diejek teman-temannya jika itu terjadi,lebih parahnya diputuskan Vania pokonya big no!.


Hari ini sekolah melakukan jamkos selama tiga hari sebelum pengumuman libur panjang setelah ujian,murid-nuridnya bebas melakukan apapun tapi tetap harus datang kesekolah walau tidak melakukan absen.


Seperti yang dikatakan Vania sekolah Widudarma akan kedatangan tamu dari sekolah Bima sakit,dari pihak anggota basket karna mereka ada permainan persahabatan.


Banyak kendaraan yang memasuki halaman parkir sekolah Widudarma sebagian yang datang sudah memakai jersey basket milik Bima sakti dan sebagiannya lagi masih memakai seragam sekolah,sepertinya mereka datang untuk mendukung tim sekolah mereka.


Dilihat dari kendaraan mereka pastilah murid Bima sakti adalah kalangan anak orang kaya.


Sekolah bisak juga memiliki geng motor yang terkenal tukang buat onar bernama Firaun yang diketuai Cakra sicowo badboy sekaligus Playboy Ketua basket buhungan mereka dengan geng Algaskar cukup baik apalagi mengingat Cakra sepupu dari Bintang.


Hampir semua anak basket adalah anak geng inti Firaun,soal nama geng mereka entahlah author asal aja hehe..


Mereka berdua tos ria ala-ala cowo bersama geng inti Algaskar yang sudah siap juga dengan pakaian basket mereka yang diketuai Gara.


Setelah berbincang sebentar mereka segera memulai permainan dengan guru olahraga menjadi wasitnya.


"Kak Garaaa pasti bisaaaa!"


"Bintang aku padamu"


"GO go kak Rezaldi"


Pekikan para murid terdengar menyoraki kedua belah pihak memekak telinga,panas hujan badai sekalipun akan mereka trobos untuk menonton kumpulan serbuk berlian bermain dilapangan.


"Huaaaa kak Cakra ganteng banget" puji Tara sebari memekik histeris dan menggigit ujung bajunya karna gemas dengan ketampanan milik Cakra.


"Masih gantengan kak Bintang gue tau" saut Sherli,"Kak Bintang masukin bolanya kak!"


"Terserah pokonya bagi gue kak Cakra paling ganteng" ujar Tara kekeh Cakra lah paling tampan dibanding Bintang,tidak ada yang tau mereka saudara kecuali geng inti Algaskar.


"Ck kak Bintang paling ganteng" ujar Sherli kekeh tak mau kalah.


Rini menatap dua temannya dengan tatapan polos lalu melihat kearah lapangan,"Mereka ganteng-ganteng semua ko"ujarnya tidak di dengan dua temannya itu.


"Hooh" setuju Naila yang duduk disamping Rini,"Mereka kaya tokoh fiksi semua tau,ganteng,tinggi,suka basket,geng motoran udah cocok banget punya cerita sendiri"sambungnya diangguki rini.


Woy mereka emang tokoh fiksi beserta dirimu,gasadar diri banget!.


Jika Sherli berdebat dengan Tara tentang siapa yang paling tampan berbeda denganNnaila dan Rini yang malah main ludo menggunakan ponsel bukannya menonton pertandingan,jujur Naila tidak paham peraturan bermain basket dari pada hanya ikut bersorak membuang-buang suara saja lebih baik bermain ludo saja walaupun ia juga pecinta cogan hehe,Rini mah iya-iya aja dirinya juga tidak paham tentang peraturan pertandingan basket,setiap menonton ia hanya mengikuti dua temannya yang pecinta cogan itu lalu bersorak mengikuti penonton lain walau tidak paham apa yang ia soraki itu saja tidak lebih.


Rini tipikal dekat dengan siapa saja karna ppkm kalo kata Ranggabmah,polos-polos kaya monyet,Rini contoh anak manusia salah pergaulan jika saja dia tidak berteman dengan Sherli dan Tara yang dikenal tukang bully itu maka Rini pasti menjadi anak baik yang emang mudah dibodohi.

__ADS_1


Jika ditanya kenapa Naila bersama mereka jawabannya karna Naila sudah ikutan circle Sherli bukan untuk belajar membuli hanya saja Naila ingin mewujudkan cita-citanya untuk memiliki geng itu saja ko,,masalah diijinkan atau tidak oleh kakak-kakaknya maka jawaban Naila tidak peduli,,ini hidupnya dan akan berjalan sesuai keinginannya!.


"Ila punya Rini jangan dimakan dong!" kesal Rini karna kuda miliknya kembali ke gudang setelah naila merebut tempat berdirinya.


"Suka-suka ila dong,mau makan ke dibuang ke ditendang sekalipun terserah ila kan hp-hp ila" jawab Naila ketus.


"Rini bales nanti" ancam Rini hanya dibalas kedikan bahu oleh Naila.


Naila celingak-celinguk mencari seseorang di keramaian penonton pertandingan basket,gadis itu mendengus ketika melihat sosok yang ia cari sedang menonton serius acara pertandingan,"Ck pertandingan lebih penting dari pada adiknya"guman keselnya.


"Aku mau kekantin dulu ya Rini mau beli minum aus banget" keluh Naila diangguki Rini.


"Gue ikut deh,gue juga haus banget" keduanya pergi tanpa disadari Sherli yang masih pokus menatap pertandingan hanya alibi untuk melihat Bintang yang sedang dibasahi keringat membuat ketampanan pria itu semakin menguar aaaaaaaaa.


Naila berjalan sebari menghentak-hentakan kakinya kesal apalagi melihat kakaknya yaitu Naya sedang asik menonton pertandingan bersama Vania padahal kakaknya itu tau Naila bergabung dengan geng Sherli yang dikenal suka membully,apa kakaknya itu tidak akan melarang?,apalagi sasaran bullyan Sherli selalu dirinya apa Naya tidak peduli?.


"Kak Naya nyebelin!" hardik Naila dalam hati.


Selain itu Naya juga tidak menemui ataupun mencari dirinya setelah pertemuan terakhir mereka saat datang kesekolah,bahkan chat saja tidak padahal hanya tinggal ngetik apa susahnya jika tidak ingin mencarinya menggunakan kaki!,kemarahan Naila semakin berkoar-koar rasanya ingin meruntuhkan sekolahan tapi Naila ga kuat,Naila kan bukan monster ataupun Pak Tarno yang bisa prok-prok-prok jadi apa terus gedungnya roboh.


"Lo kenapa si la?,kelihatan kesel banget" tanya Rini otaknya hampir sebelah dua belas dengan Naila,namun otak Rini sudah terkontaminasi kejahatan dari Sherli dan Tara apakah Naila juga akan ikut terkontaminasi setelah ini?.


"Ila emang lagi kesel rin" jawab Naila jujur.


"Kenapa?"


"Ila tuh lagi berantem sama kak Naya sama kak Nirbita,tapi bukannya bujukin ila biar ga marah lagi mereka malah asik sendiri,anteng-anteng aja kaya Naila tuh emang ga pernah ada dikeseharian mereka,apa mereka lebih seneng ila gaada ya makanya anteng-anteng aja sampe sekarang?" tanya Naila dengan mata berkaca-kaca jika tebakannya benar maka kakak-kakaknya itu sangat jahat dan tidak berprikemanusiaan.


"Eh jangan mikir buruk dulu,mereka kan sodaranya Naila,lo setiap hari sama mereka,ke mana-mana selalu bareng jadi udah tau dong sikap mereka gimana,emang menurut Naila kakak-kakak kamu sejahat itu sampe kamu berpikir gitu?" tanya Rini dengan mode so dewasa padahal asal ceplos aja.


Naila menggelengkan kepalanya,"Engga,kak Naya sama kak ita selalu ngalah,manjain Naila,baik,pinter tapi Naila kesel sama mereka"jawabnya sebari menunduk.


"Kesel kenapa?" bingung Rini,bahkan kebingungannya tidak terjawab sejak Naila menemui Sherli dan mengajukan diri bergabung dengan gengnya yang selalu membully Naila dan Nirbita,aneh.


"Mereka tuh ga punya kekurangan bikin ila iri" jawab Naila jujur.


Rini menggaruk lengannya,"Iri itu sifat manusia sih jadi wajar kalo kamu iri sama dua saudara kamu,tapi keirian kamu jangan sampe merusak persaudaraan yang udah terjalin lama,,,kamu tuh sebenernya beruntung tau punya sodara yang sayang banget sama kamu,gue aja iri"Rini itu definisi petrik dunia nyata,bisa bijak ketika dibutuhkan di keadaan buntu.


Naila mengangkat kepalanya yang tertunduk lesu menatap rini heran,"Iri kenapa?"


"Iya iri kan sifat alamiah manusia,,banyak ko yang iri sama lo karna disayang Saudara-saudara lo itu bukan cuma gue!,,kalo sampe rusak gue kecewa banget,gue bakal jadi orang terkecewa pertama sebagai orang yang iriin lo jika itu terjadi" jawabnya serius membuat Naila terkikik.


"Orang mah kalo iri seneng liat yang di iriin hancur inimah malah kecewa paling pertama" cibir Naila kini sebari terbahak.


"Iyakan gue sepesies langka,jadi wajar" saut Rini.


Setelah sampai dikantin keduanya memesan minuman botol untuk segera kembali kelapangan untuk menonton pertandingan basket sebelum Sherli dan Tara mencari mereka dan keduanya diamuk mereka pula.


Sedangkan yang ditakutkan masih asik memberi sorakan dukungan untuk Bintang sebari terpekik kagum pada pria idolanya itu,hingga suara deringan ponsel mengganggu aktifitasnya.


"Ck ganggu" gumannya sebari mengabaikan panggilan di ponselnya.


Sekali dua kali masih sherli abaikan sampai yang kelima kalinya,"Ck b*ngsat!"hardiknya membuat Tara melirik.


"Kenapa? " tanyanya sebari mengangkat dagu sebagai gerakan tanya.


"HP gue ganggu!" jawabnya ketus sebari merogoh ponselnya yang ingin ia lempar sekarang juga agar ponsel itu tidak mengganggu,"Siapa sih bikin kesel aja,kalo ga penting gue banting nih ponsel!"


Sherli jadi ingin menendang si pemanggil yang sudah membuat ponselnya berdering panjang,saat melihat siapa yang menggangunya Sherli semakin ingin mencekik orang itu,Sherli mengedarkan pandangan mengelilingi area penonton,saat menemukan sosok yang sudah mengganggunya yang sedang berdiri dengan salah satu anggota triplet yang juga tengah menonton berlangsungnya pertandingan.


Sherli mendengus kesal bukannya menjawab Sherli malah mematikan ponselnya agar tidak bisa lagi dihubungin sebari mulutnya komat-kamit,"Ular gatau diri pengen gue gencet tuh orang"gumannya tanpa suara,Sherli belum memutuskan akan menendang,mencekik atau menggencet si ular berbisa tadi eh salah ular bermuka dua,eh salah lagi manusia bermuka dua.


Ga pusing apa?,satu aja susah rawatnya jerawatan mulu!,lah ini malah dua.


Sherli memasukan ponselnya kedalam saku sebentar gadis itu menatap ke arah pertandingan ditengah lapangan,"Kantin dulu yuk Tara,gue mau beli minum buat ayang"ajaknya diangguki Tara.


"Cus ah gue juga mau beli buat ayang Cakra"setuju Tara penuh binar kebahagiaan semoga minumannya akan diterima cakra apalagi mengingat Cakra itu badboy yang terkenal playboy disekolahannya.


"Eh si bocil-bocil kemana?" tanya Tara heran tidak menemukan Rini dan Naila disamping Sherli.


"Lah tuh dua bocah kemana?,ga mungkin hilang kan?" ujar Sherli malah bertanya bukannya menjawab karna ia juga tidak tau dua bocan berotak sama itu pergi kemana.


"Malah balik nanya,kan mereka berdiri dideket lo tadi" ujar Tara bingung.


"Ck ga engeh gue kalo mereka pergi,,mereka juga gamungkin hilang ko pasti diarea sekolah mungkin ke toilet" ujar Sherli.


"Bisa aja si,tuh bocah kalo beneran hilang berabe bener mana otak dua-duanya sama-sama elor" ujar Tara meringis mengingat Rini yang selalu bikin emosi dengan kepolosannya dan kini malah ditambah Naila,yang dengan polosnya ingin masuk geng mereka setelah selalu menjadi sasaran bulian dirinya dan Sherli jika Rini hanya selalu ikut-ikutan.


Oke Tara sadar diri kalo tingkah mereka berpengaruh buruk pada anak polos seperti Rini dan Naila.


Bahkan Rini sudah sedikit terkontaminasi kejahatan mereka sudahlah bukan seutuhnya salah Tara dan Sherli kan?,toh mereka tidak pernah memaksa untuk berteman.

__ADS_1


"Gue sih malah seneng kalo keduanya hilang,beban hidup berkurang" saut Sherli membuat Tara mendengus.


Lumayankan?,hidupnya bisa sedikit tenang tidak mendengar ocehan Rini yang unfaedah dan selalu diulang-ulang dan ditambah hilangnya Naila yang polosnya minta dijitak,maka Sherli akan sukuran tujuh hari tujuh malam saja jika beneran terjadi.


__ADS_2