
Tamu direpsepsi di kediaman Fricia selesai jam setengah dua belas dan hari ini waktunya resepsi di kediaman Rangga.
Bahkan tamu yang datang dua kali lipat dari tamu yang datang direpsepsi Fricia,,entah jam berapa akan selesai jika begini bisa dua hari dua malam baru selesai,melelahkan.
Banyak relasi bisnis yang datang dari perusahaan milik Rangga,Pak Jeje dan dari kepolisian dan juga ada beberapa yang datang dari relasi Pak Smit dari kemiliteran tempat Elesky bekerja sebagian komandan menghadiri acara pernikahan Rangga.
Pernikahan ini sangat istimewa,jangan dianggap penggerebekan karna banyak polisi yang datang dan juga atasan dari Elesky.
Triplet sudah membayangkan keramaian ini,tiga gadis itu bukannya membantu acara malah kabur tidak mau dijadikan babu dadakan di resepsi sang abang,emang bocah gemblung!.
Bukannya membantu malah kabur,mereka hanya akan bantu doa saja semoga acaranya lancar,amin!..
"Kaya ada yang kurang" guman Rangga dipelaminan sebari mengedarkan pandangan melihat acaranya yang begitu ramai.
"Kurang apanya?,rame iya!,ini banyak banget astagfirullah,yang kemarin aja rasanya kakiku sakit lah ini dua kali lipat dari tamu bapakku kemarin mas,kaki ku bisa copot" keluh Fricia sudah mengubah panggilan pada suaminya sesuai kesepakatan dimalam pertama.
"Sabar ya yang,ini resikonya kalo pertama kali nikahin anak,effort orang tua gede banget sampe mereka ngundang masing-masing" ujar Rangga meminta pengertian padahal kemarin Rangga lah yang terus mengeluh saat tamu Pak Hendra berdatangan tak henti-tenti,sekarang malah meminta istrinya sabar,huh mana bisa.
"Emang berapa surat ondang yang keluarga kamu sebarin mas?" tanyanya kepo.
Rangga tidak menjawab ia takut jika menjawab istrinya akan langsung pingsan mengetahui berapa banyak orang yang diundang para orang tuanya sedangkan dirinya hanya mengundang relasi bisnis dan teman kuliah saja.
Meninggalkan pasangan yang baru sehari menjadi suami istri itu,ditempat lain namun masih diresepsi nikahan Rangga dan Fricia.
"Tarik,ponakan lo pada kemana? batang idungnya ga keliatan dari tadi" tanya Bastian sejak tadi mengelilingi Ka'bah,eh salah mencari triplet maksudnya keringat sudah membasahi baju tapi tidak juga ketemu.
"Meneketehe,lo pikir gue babysitter mereka!" jawab Antariksa sebari mendengus sebal sebab acara pacarannya diganggu dengan kedatangan Bastian.
Ya kerjaan Antariksa dinikahan abangnya hanya pacaran sejak kemarin,remaja itu selalu memonopoli Risa sejak datang ke resepsi abangnya,tidak ia lepaskan untuk bertemu triplet,jika sudah bertemu tiga bocah kematian itu maka dirinya akan di lupakan,tidak boleh,,untuk Elesky pria itu pagi sekali sudah kembali ke kemiliteran untuk bekerja.
"Kamu namanya siapa?" tanya Bastian
Pada Risa yang berpenampilan cantik dengan sedikit polesan diwajahnya masih memakai kaca mata minus miliknya.
"Aku kak?" tanya Risa memastikan takutnya pria yang tadi bertanya pada kekasihnya tidak bertanya padanya,jika ia langsung jawab saja kan bisa malu jika pertanyaan itu bukan untuk nya,mencegah lebih baik dari pada mengobati,Bastian mengangguk mengiyakan,"Namaku Risa kak"jawabnya.
"Bastian" ujar Bastian sebari menyodorkan tangannya untuk salaman,Risa tersenyum sebagai respon ia hendak menerima ukuran tangan itu tapi keduluan.
Ya tangan Antariksa lebih dulu menggenggam tangan Bastian dengan kencang,"Antariksa bumi pacarnya Risa!"ujarnya bangga agar pria itu tidak caper pada kekasihnya.
"Pacar belum tentu sampe nikah" ejek Rezaldi yang nongol tiba-tiba layaknya tuyul mau beraksi.
"Cakep" puji Bastian setuju,"Sebelum janur kuning melengkung Bastian bebas menikung"ujarnya bangga sebari merangkul Rezaldi layaknya teman akrab padahal mereka baru bertemu kemari saat dirumah Fricia.
"Janur kuning melengkung Rezaldi siap mematahkan" timpalnya sebari terbahak.
Sedangkan Antariksa mendengus sebari mengumpati dua orang beda usia itu,sedangkan bastian menatap Rezaldi dengan jijik,"Lo berniat jadi pembinor?"
Rezaldi menghentikan tawanya dan melirik Bastian,"Gue mau buat terobosan baru bang dari playboy jadi pembinor "jawabnya bangga.
"Cih najis"umpat Antariksa ya geng inti algaskar sudah melihat wajah Antariksa namun entah mereka sadari atau tidak siapa Antariksa itu sebenarnya.
Jika dilihat dari respon mereka sih,geng inti algaskar belum tau kalo Antariksa ini ikut geng orion diakan bukan geng inti jadi wajar jika tidak terkenal,,,tapi dari kaum hawa dirinya sangat terkenal buktinya aleta sangat terobsesi dengannya.
Membahas tentang Aleta gadis itu sudah dikeluarkan dari sekolah dan pak kepala sekolah tidak dipecat dari jabatannya,bahkan pak Aldebaran papah angkat Aleta sempat di penjara selama dua hari dan kehilangan sekolah yang selalu ia banggakan,,,ya sekolah wddm sudah berpindah tangan maka dari itu pak kepala sekolah tidak jadi dipecat dan Aleta dikeluarkan dari sekolah.
Bukan karena membuli Naila saja namun karena kejahatan Aleta sudah terlalu banyak membuly anak murid lainnya ketahuan,lebih tepatnya para korban melapor.
Untuk Risa gadis itu menerima Antariksa sebagai pacarnya,ia ingin membalas budi sebab hanya Antariksa yang selalu menemaninya sejak kecil,untuk perasaan akan tumbuh seiring berjalannya waktu,Risa juga sudah tidak tinggal dirumah Pak Aldebaran,,kesabaran yang dimiliki Risa selama ini sudah habis,Risa tinggal dirumah kakek,neneknya yang sangat menyayangi dirinya sejak bayi tidak seperti orang tuanya,,untungnya,jika kakek neneknya ikut tidak menyukainya entah Risa harus pergi kemana sekarang.
Bastian mendelik mendengar jawaban Rezaldi,"Ga baik jadi pembinor kaya gaada yang lajang aja sih"dengusnya sebari melepas rangkulannya pada pundak Rezaldi saking kesalnya.
"Ye si abang kan istri orang lebih berpengalaman" kilah Rezaldi kekeh.
"Kutunggu jandamu aela" saut Devan yang baru saja nongol dan nyambut begitu saja,Devan datang bersama Agnes.
"Gue kaget bego,padu nyambar aja tuh cong*r!" umpat Rezaldi kaget mendengar suara Devan yang tiba-tiba menyauti perkataannya tadi
"Lebay" cibir Devan,Devan terdiam saat matanya tidak sengaja melihat Risa yang duduk disamping Antariksa dengan anggun sebari tersenyum saat menyapa Agnes.
"Cantik" gumannya dalam hati ada perasaan aneh dalam dirinya,sesak,sesal entahlah Devan tidak mengerti,namun sejak dua bulan terakhir semenjak risa berpacaran dirinya merasa tak rela..
Arggg,Devan sudah memutuskan untuk memusatkan hatinya untuk Agnes,tidak-tidak ia tidak boleh mengosting Agnes apalagi tidak mungkin dirinya jadi ppo(perebut pacar orang),sudahlah seperti keputusan awalnya saja,tidak ada penyesalan.
Disana hanya kurang Aril bukan?,ya pria itu sedang mengantri di parasmanan untuk mendapat makanan,ayolah masa datang ke acara nikahan hanya nyumbang amplop rugi dong!.
"Hore menang! Aku menang kak Bintang harus ngabulin permintaan ila!" seru Naila girang bukan main sampe lompat-lompat kaya kodok saking senangnya dengan kemenangan yang baru ia dapatkan dari permainan ular tangga bersama Bintang dirumah Danis.
Ya Naila memilih minggat dari pada di acara resepsi abang dirumahnya,disana terlalu rame membuat sesak saja mana banyak bocil lagi,alias bocah yang umurnya sekitar tujuh tahun kurang atau lebih,anak para tetangganya yang ikut merusuh dirumah,naila kan jadi pengen tauran sama mereka.
Bukan tauran Naila malah ikut merusuh seperti para bocah itu,karena Naila sedang baik ia memilih minggat untuk sementara waktu.
__ADS_1
"Iya aku kabulin ko,kamu mau apa?" tanya Bintang santai ia malah ikutan senang melihat Naila yang senang,Naila mah selalu senang apalagi kalo dikasih bungabank.
Sejak kemarin baru kali ini bintang memiliki waktu berduaan dengan naila bukan karna dirinya sibuk,Naila nya saja yang malah sibuk sendiri tanpa melakukan apapun,untung saja Bintang engeh pas Naila ngendap-ngendap minggat dari rumah jadi ia bisa berduaan dirumah orang,hehe.
"Ila mau main motoran kak,ila tuh pengen banget jalan-jalan naik motor tapi om tarik selalu aja gamau ajak ila,katanya gamau ila masuk anginlah,alesan banget kan!,padahal ila kan ga mangap mulu pas dimotor,ila mingken biar ga masuk angin" jawab Naila sebari mercak-mercak mengingat penolakan Antariksa jika dirinya ingin main motoran.
Bintang hanya terkekeh ia pikir Naila akan memintanya membelikan makanan atau boneka mungkin seperti karakternya yang suka makan dan selalu membuat setatus WA boneka quisy bermacam ragam yang disimpan dikamarnya,bintang pikir naila akan meminta salah satu dari itu tapi nyatanya triplet emang ga ketebak.
Bintang mengangguk pasti,"Apalagi?"tanyanya.
"Emang permintaan nya boleh dua kak?,tiga aja gimana?" ujar Naila malah menawar sudah dikasih dua malah minta lagi emang ga tau diri nih bocah.
Bintang lagi-lagi terkekeh,"Aku kaya jin botol aja ngasih kamu tiga permintaan setelah kamu bukain botolnya biar aku bisa keluar"oceh nya membuat Naila mengangguk setuju.
"Iya-iya kak Bintang jadi jin botol aja biar bisa selalu ngabulin permintaan ila tanpa alesan" serunya senang.
"Gamau lah,aku mau jadi pangeran aja kamu putrinya gimana?" ujar Bintang jelas tidak mau menjadi jin botol yang visualnya memiliki ekor,ga napak ditanah,badannya gembul,alisnya besar pake topi,ais membayangkan nya saja membuat Bintang kesal,POKONYA JIN JELEK!.
Naila mengangguk pasti jika ditawari jadi Putri mah mau kalo ditawari jadi tukang kebun baru tidak mau,enak saja,"Mau-mau ila mau jadi putri"
Bintang tersenyum senang keduanya duduk di teras rumah Danis tanpa gangguannya jika ada pemilik rumah pasti Naila diusir,sebab Danis tidak mau pusing dengan keberadaan bocah tengik itu di rumahnya untung saja danis sedang membantu acara resepsi Rangga.
Sedangkan para adiknya malah minggat..
"Terus kapan mau jalan-jalan pake motornya,sekarang?" tanya Bintang.
Naila terdiam memikirkan waktu yang tepat agar ia bisa jalan-jalan,sekarang atau nanti saja,tapi jika nanti belum tentu ada waktu sendiri,magsudnya Naila belum tentu bisa pergi berduaan dengan bintang mengelilingi kota menggunakan kuda besi mengingat dirinya selalu dalam pengawasan,Bintang hanya menunggu,kapan saja ia akan siap jika untuk Naila.
"Sekarang aja deh kak kalo nanti belum tentu dapet izin" jawabnya diangguki Bintang sebagai persetujuan.
"Tapi pakaian kamu gimana?,kamu kan pake rok panjang mana ketat lagi pasti ga nyaman nanti duduknya"
Naila menatap rok yang panjangnya semata kaki,Naila menaikan rok yang ia pakai sampai membuat Bintang terpekik,"Naila kamu mau ngapain?"tanya Bintang was-was sebari memejamkan mata tidak ingin melihat Naila yang menaikan rok yang dia pakai.
Naila menyergit bingung lalu manatap rok yang ia jingjit sampai ke lutut,"Kenapa kak?"ujarnya malah bertanya.
"ITU kamu kenapa rok kamu dinaikin,ga baik turunin lagi nanti ada yang liat!" ujar Bintang memberi tahu dengan was-was takut ada yang melihat aksi Naila yang absurd dan malah menimbulkan fitnah nantinya.
"Disini ga ada siapa-siapa ko,cuma ada aku sama kak Bintang doang jadi gaada yang liat" jawabnya sebari melihat sekitar memastikan jika yang dia katakan tidak salah,disana hanya ada dirinya dan Bintang.
"Maka dari itu Na,aku liat!,mending turunin lagi rok nya,kamu pulang dulu aja buat ganti rok jadi celana biar aman!" pintanya yang terbaik.
Naila mendengus,"Gamau,kalo ila pulang dulu nanti dirumah ga bisa keluar lagi,dirumah tuh lagi rame banget kakak kan tau,disana juga ada sepupu-sepupu dari pihak ibu yang nyebelin abis,apa-apaan mereka bahasnya pacar terus kan telinga ila jadi ternodai"tolak nya tidak mau pulang selain tidak ingin repot membantu acara,Naila juga ogah ketemu sepupunya dari pihak ibu alias anak dari saudara-saudara Bu kasih yang menyebalkan abis.
"Kakak tenang aja nanti pas naik motor aku pegangan sama kakak,aku peluk kakak deh biar aku ga jatuh,aku juga pake celana panjang nih" ujar Naila kekeh,memang benar naila memakai celana panjang dibalik rok panjang ketat yang dia pakai.
Bintang tercekat mendengar perkataan Naila tadi,peluk,ah membayangkannya saja sudah membuatnya senang,"Beneran kamu pake celana panjang na?"tanyanya memastikan agar Naila tidak angkat rok dan memperlihatkan kulit kakinya,oh no.
"Beneran kak,makanya kakak jangan tutup matanya biar liat,nih liat sendiri"jawabnya.
Bintang mengintip untuk memastikan jika Naila memang memakai celana panjang,remaja itu menghela napas dengan kejujuran Naila," Kenapa ga bilang dari tadi!"
"Is kakak ga nanya yah,kakak malah tutup mata terus nyuruh aku pulang,kakak ga boleh ingkar janji walaupun kakak gamau ajak aku jalan-jalan tapi kakak ga bisa nolak ini udah perjanjian kita sebelum main ular tangga,kalo kakak ga tepatin janji berarti kakak cemen" ujar Naila menggebu tidak ingin keinginannya tidak terkabul,lagi.
Siapa juga yang nolak,Bintang mah malah seneng itu artinya dirinya bisa berduaan dengan Naila lebih lama lagi,,ahhh hari ini memang keberuntungannya,,untung saja dirinya datang tadinya ga akan datang mengingat kemarin tidak bisa bertemu Naila,Bintang jadi kecewa,ternyata hari ini berbeda dari kemarin.
"Aku ga bakal ingkar janji ko,apa yang kamu mau pasti aku turutin,, yaudah aku ambil motor dulu diparkiran kamu tunggu aja disini"ujar Bintang.
"Gamau mau ikut aja,takuknya kak bintang ingkar janji trus bukannya jemput aku pake motor kak bintang malah pulang" tolak Naila negatif tingging.
Bintang tidak kesal dituduh ia malah tersenyum,Bintang rasanya tidak akan pernah mengingkari janji pada Naila,apapun yang gadis itu inginkan akan bintang usahakan,"Yaudah ayo"tidak mau berdebat yang akan membuatnya lebih lama membawa kabur Naila,eh,membawa jalan-jalan magsudnya.
Jika terus diladeni berdebat dengan triplet sampai subuh pun tidak akan kelar.
.
.
.
Kita beralih pada pasangan gantung siapa lagi jika bukan Naya dan Jastin,dua sejoli yang belum jelas setatusnya karna Naya belum memberi jawaban.
Kedua sejoli itu kini sedang dibelakang rumah disana bukan hanya berdua tapi ramai dengan anak muda lainnya,anak muda keponakan ibunya orang-orang yang malas naila lihat.
Disana ada sekitar lima orang cewe beserta Naya,sejak tadi keempat cewe itu terus mencari perhatian jastin membuat Naya ingin melempar mereka ke rawa atau diajak baku hantam aja gimana!,seru tuh lumayan latihan gratis.
Jastin sendiri hanya menanggapi dengan normal saja ia tidak mau dicap jelek oleh saudara Naya yang membuatnya malah berkesempatan kecil menjadi pacar Naya,huh imagenya harus terjaga,padahal isi hatinya terus mengumpat,dirinya datang diacara ini ikut dengan ayahnya.
Ya Ahmad Abraham teman bisnis Pak Jeje yang diundang untuk datang diacara ini,Jastin tak sengaja melihat surat undangan itu,ia memang sudah tau tentang pernikahan Rangga dari Naya tapi tidak diundang,jadi demi menemui Naya,Jastin menurunkan gengsinya untuk meminta ikut dengan sang ayah yang selalu ia ajak debat pilkada jika bertemu sapa.
Kali ini saja Jastin mengalah demi Naya,inget demi Naya!.
__ADS_1
"Stop" teriak Naya sebari menggebrak meja, oke kesabarannya sudah habis sampai disini saja sisanya tinggal amarah doang,"Tamu itu raja kalo kalian ganggu terus kaya gini,raja alias tamunya ga bakal nyaman nanti malah menimbulkan keburukan untuk tuan rumah,jadi kalian mending pergi aja sana hus-hus"usir Naya kesal.
"Apasih,mending kamu tuh yang pergi disini cuma ganggu aja!kamu tuh kaya nyamuk doang mending sana pergi,cari sana dua saudari kamu!" ujar salah satu cewe seusia Naya.
Hidung Naya kembang kemping siap menghajar, "Ouh kamu ngatain aku nyamuk,oke fine,aku bakal hisap darah kalian sampe abis!" ancam Naya dengan wajah siap menelan magsa hidup-hidup.
"Mati-mati kalian! " maki Naya membuat ke empat cewe seumurannya disana bergidig ngeri,,walaupun mereka tidak dekat dengan Naya,Naila ataupun Nirbita sebab tiga gadis yang dijuluki triplet itu sulit didekati,mereka tau jika triplet memiliki kepribadian masing-masing,Naila yang polos-polos bodoh,Nirbita yang polos ada pinter-pinternya sedangkan Naya si sumbu pendek,kesamaan triplet salah satunya bermulut cabe,dan ada ke istimewaan yang tidak diketahui tentang triplet oleh mereka.
Lebih tepatnya author belum membuka keistimewaan mereka,setiap orang punya kekurangan dan kelebihan masing-masing,jadi jangan pernah merendahkan diri sendiri karna merasa lebih rendah dari orang lain dan juga jaga merasa paling pintar karna memiliki kemampuan sebab dari langit diatas langit.
Intinya saling menghargai saja.
Mereka saling tatap sebelum kabur dari sana dengan tunggang langgang sebelum kehabisan darah seperti yang naya ancam bukan dihisap seperti nyamuk,atau vampir difilm-film tapi bakal naya kuras darah mereka menggunakan infus rumah sakit aja.
"Jangan balik lagi atau aku masukin kalian keliang lahat!" peringat Naya tentunya hanya bercanda,Naya mungkin sumbu pendek tapi jika sampai membuat anak orang meninggal,mon maaf dia tidak ada niatan menjadi pendosa besar yang membunuh orang.
"Kejam amat yang" gurau Jastin namun tak ayal dirinya senang Naya sudah mengusir para hama pengganggu,dirinya kan ingin berduaan dengan calon pacar,hehe.
"Yang-yang,yang haus atau sayang burung hah?!"sentak Naya kekesalannya tidak hilang begitu saja walau mereka sudah tidak didepannya malah membuat dirinya semakin kesal,seharusnya baku hantam dulu baru pergi gitu,eh.
Jastin hanya mendengus kesal,Jastin menarik Naya untuk duduk disamping saat mengancam tadi Naya berdiri sebari berkaca pinggang sudah seperti ibu kos yang belum dibayar setahun.
"Gausah tarik-tarik dong tinggal gomong,duduk gitu! "Gerutu Naya tidak suka ditarik.
"Guduk Naya sayang"pinta Jastin dengan senyum manisnya.
"Udah gausah pikun lo,lo yang narik gue sampe duduk sekarang malah nyuruh gue duduk,gue udah duduk ini" gerutu Naya ketus.
Ais keketusan Naya itu candu bagi Jastin.
"Kata orang kalo marah-marah itu bikin cepet tua,kita marahnya barengan oke biar bisa menua bersama"ujarnya malah menggombal.
Naya menganga mendengar gombalan jastin yang terdengar aneh di telinganya,"Idih gombal,belajar dari Google pak"goda Naya dengan wajah mengejek.
Jastin malah mendengus emang Naya ini lain dari yang lain makanya dirinya suka,eh, saat gadis lain kejer digombal pria tampan naya malah meledek.
"Big no,lewat di pp ig gue" jawabnya sebari cemberut.
"Pantesan pernah denger"
Jastin mendengus mempertahankan cemberut dibibirnya dengan wajah ditekuk kesal,seharusnya naya bersikap normal gituloh kalo digombali baper memang cewe lain dari yang lain.
"Gue ngambek" ungkap Jastin memberi tahu bahwa dirinya ngambek atas respon Naya tentang gombalannya tadi.
Naya sendiri malah terbahak,"Ngambek ijin dulu"ejeknya sebari terbahak.
"Gue bukan ijin,ngasih tau!" dengusnya Jastin semakin kesal.
"Wkwkwk udah kaya Naila aja lo,ngambekan,baperan tapi peka kaga" cibir Naya menilai adiknya yang emang gitu.
"Lo tuh yang ga peka,udah dua bulan lebih gue digantung untung aja gue masih idup sampe sekarang,sadis banget" cibir Jastin atas kesabaran menunggu jawaban dari naya untung saja spesies seperti Naya cuma satu jadi sulit untuk mencari gantinya jika ingin seperti Naya.
"Lo mau jawaban pasti dari gue?" tanya Naya membuat Jastin yang kesal menatap sekitar beralih menatap Naya dengan tatapan pasti.
Jastin mengangguk cepat,jujur saja digantung itu menyebalkan untung dirinya ga meninggol kalo sampe innalillahi artinya naya menjadi pembunuh tanpa menyentuh...
"Gampang ko,lo tinggal minta ijin sama ayah gue buat ajak gue pacaran,udah deh nanti gue jawab ajakan lo waktu itu" jawab Naya santai tidak dengan jastin yang hanya mengedip lucu,"Itu juga kalo lo berani sih"sambungnya sebari mengedikan bahu seolah meremehkan.
Jastin tidak suka diremehkan,"Oke aku minta ijin ayah lo sekarang juga!"setuju Jastin setelah terdiam beberapa detik,Jastin berdiri tegap menghela napas untuk menyiapkan mental meminta ijin pada calon mertua masa depan.
Ia pernah bertemu Pak Jeje waktu pertama kali bertemu Naya lalu tadi pas salaman pada pengantin,dan otw sekarang dengan tujuan meminta ijin mengajak putrinya pacaran,rasanya dag dig dug ser gitu,gimana ini jantung Jastin rasanya mau pindah tempat.
Jastin mengatur napasnya masih untuk menyiapkan mental sekaligus mengatur kata-kata untuk ia ucapkan saat bertemu Pak Jeje nanti,permintaan nya harus dengan perkataan sopan dan menyanjung agar Pak Jeje tidak menolak.
"Okeh gue temuin bapak lo sekarang juga buat minta ijin pacarin anaknya sekarang nikahin dimasa depan" ujarnya mencoba percaya diri lalu hendak melangkah tapi dihentikan Naya.
"Eh jangan sekarang dodol gue ga mau nikahan abang jadi ricuh gara-gara ijin lo itu" cegat Naya memang tidak mau ada keributan.
Jika Jastin mengungkapkan keinginannya sekarang ada kemungkinan dua hal yang akan pak Jeje ucapkan'ya' dan 'tidak'.
Keduanya memiliki resiko mendalam,kita bahas pilihan kedua dulu yaitu tidak,jika Pak Jeje menjawab tidak maka dirinya akan diserang Bu Kasih dan Bu Putri yang menginginkan triplet merasakan pacaran namun tentu saja dibatas normal,kedua wanita itu ingin triplet pacaran untuk mengukur kedewasaan mereka saja,,dan jika dirinya diserang istrinya dan Bu Putri maka matilah dia.
Jika menjawab ya,maka yang mengamuk bukan dua manusia tapi sekitar lima cowo akan mengamuk masa pada dirinya,kedua pilihan itu membawanya kejurang kematian,Elesky,Rangga,Pak Smit dan Pak Dimas akan memusuhinya jika menjawab ya,jika menjawab tidak maka ratu di rumahnya yang akan mengamuk,,,,bisakan pilihan gandanya tiga atau empat gitu,a,b,c,d, udah kaya ulangan.
"Gue mau sekarang Naya gamau ditunda-tunda lagi,katanya mempersegerakan yang baik itu bakal dapat pahala nah gue cuma melakukan itu doang" kekeh Jastin padahal tadi sempat nerpes tapi jika ditunda lagi maka Jastin tetap digantung.
"Yang ada digetok Jas,pala lo bisa berubah jadi segi empat kali lo ngomong sekarang,,,udah mending lo duduk" pinta Naya kekeh agar Jastin mengurungkan niatnya padahal Naya tadi yang menyuruhnya meminta ijin orang tua untuk pacarnya,Jastin kan cuma menuruti keinginan Naya,kurang baik apalagi coba Jastin ini!.
Naya menarik tangan Jastin untuk kembali duduk disampingnya,Jastin emang tidak bisa dipancing-pancing seperti tadi,"Udah mending lo duduk lagi aja sini,gue gombalin balik deh kaya lo gombalin gue tadi."
Jastin mengerutkan kening memangnya Naya bisa menggombal,coba kita liat cus,,, Jastin duduk kembali ingin mendengar gombalan gadis ketus disampingnya yang kini terlihat berpikir.
__ADS_1
"Nih dengerin!,, gue itu langka cuma ada satu didunia maka lestarikanlah aku dihatimu" gombalnya terdengar menyanjung diri.
"Ck itu namanya menyanjung diri Naya bukan gombal!" dengus Jastin kesal,Naya memang ada-ada saja ulahnya