DIARY TRIPLET N

DIARY TRIPLET N
Nabrak!


__ADS_3

Lengan Nirbita dicekal seseorang dari lorong lain yang berlawanan dari arah langkahnya,Nirbita berontak dengan cara memukul tanpa arah orang yang mencekam tangannya sebari memejamkan mata.


"Hei-hei ini aku"ujar orang itu menenangkan Nirbita sebari menepuk-nepuk pundaknya pelan.


Mendengar suara yang familiar Nirbita dengan ragu membuka sebelah matanya setelah yakin barulah sebelah matanya lagi ia buka lalu menghembuskan nafas lega,"Huhh kak GG nakutin ih"


Gara yang melihat itu terkekeh gemas dengan apa yang dilakukan Nirbita,Gara ingin bertemu dengan Nirbita namun saat dekat kelas gadis itu,ia melihat Nirbita pergi dari kelas dan mengikutinya.


Melihat Nirbita masuk kedalam toilet gara menunggunya dilorong ia menjadi khawatir saat melihat geng Sherli yang bermusuhan dengan triplet masuk kedalam toilet juga,tapi ia tidak mungkin menerobos masuk ia hanya bersiaga dilorong tanpa diketahui siapapun.


"Kamu gapapa?" tanya Gara sebari menggerakan tubuh Nirbita kekanan dan kekiri.


"Ita gapapa kak" jawab Nirbita memegang kedua tangan gara di pundaknya agar tidak menggerakan tubuhnya lagi,"Udah kak ita pusing!"


Gara menghentikan pergerakannya namun tidak melepas pegangan pada bahu Nirbita dan tangan Nirbita bertumpu disana,"Kamu beneran gapapa?


"Iya ita gapapa ko,emang kenapa?" tanya Nirbita heran.


"Beneran gapapa?,tadi ada yang ganggu kami ditoilet?"tanyanya lagi membuat Nirbita menaikan sebelas halisnya.


"Engga" jawab Nirbita sebari menyipitkan matanya,"kakak kenapa tanya kaya gitu?,kakak ngikutin ita ya?"


Gara yang ditanya langsung kelabakan gugup,"Mmm itu"


"Hhh" Nirbita tertawa membuat gara yang gugup terdiam melihat tawa Nirbita yang membuat wajah gadis itu tambah berseri,"Aku becanda kali ka,kan ga mungkin kak gara ngikutin ita sampai ke toilet"


Gara menggaruk rambutnya tidak gatal karna memang begitu faktanya,gara hanya bisa tersenyum kaku.


"Kak Gara dari toilet juga ya?" tanya Nirbita menghentikan tawanya dilorong yang menjadi pemberhentian terpaksa Nirbita arah toilet menuju toilet wanita dan pria.


"Mmm iya" jawab gara bohong tidak mungkin ia menjawab'engga aku nungguin kamu dari toilet'ouh mau ditaruh dimana muka tampan es kulkas tujuh pintu ini.


Nirbita menganggu mengerti,"Mau trus disini ka?"sindirnya membuat Gara meringis.


"Engga,kamu mau ke kantin?"


"Engga kak aku mau ke kelas" jawab Nirbita.


"Kenapa ga ke kantin aja?,bareng aku yuk" ajak Gara.


Nirbita menggelengkan kepala sebagai jawaban,"Engga deh kak aku mau ke kelas aja,soalnya aku tadi nitip beli cilok sama Naila pasti udah dikelas sekarang"


"Ouh gitu padahal aku mau makan bareng kamu,Mmm tapi kita bisa bicara sebentar aja?"ujar Gara penuh harap.


"Dari tadi kan ngomong kak"ujar Nirbita dengan wajah polosnya membuat gara meringis gemas.


"Iya emang dari tadi ngomong,tapi sekarang kita ngomongnya ditaman mau?" tanya Gara kikuk.


"Mmm kalo di beliin eskrim sih mau" jawab Nirbita sebari tersenyum menunjukan deretan giginya dan membuat Gara terkekeh lalu mengusap rambutnya gemas.


"Ih jangan diacakin!"


"Maaf-maaf abisnya kamu gemesin" sesal gara sebari terkekeh dan membantu Nirbita merapikan rambutnya.


"Maaf ya,yu ke taman nanti aku beliin eskrim" sambungnya membuat Nirbita yang cemberut kembali tersenyum.


"Janji" ujar Nirbita sebari menunjukan kelingkingnya.


"Kenapa?" tanya heran gara melihat kelingking Nirbita yang disodorkan kearahnya.


"Ih kak Gara mah ga peka" cibirnya lalu mengambil tangan gara yang dua kali lebih besar dari milik Nirbita.


Gara hanya memperhatikan pergerakan yang Nirbita lakukan dengan tangannya hingga mereka melakukan janji promise,"Nah gini kan bener,kakak udah janji promise harus ditepati,janji itu hutang"oceh Nirbita membuat Gara terkekeh lalu pergi ke taman sekolah,dengan Nirbita yang bertautan dengan tangannya.


"Iya kakak pasti tepati ko,nanti kakak beliin eskrim"


Disisi Naila yang baru saja membeli cilok digerbang sekolah diantar Bintang yang tidak sengaja berpapasan dengannya tadi.


"Kak Bintang enakan ciloknya?" tanya naila disela langkah mereka sebari mendongkak sekedar melihat wajah Bintang.


"Enakko,kenapa punya kamu ga dimakan?" tanyanya.

__ADS_1


"Punya ila nanti dimakan bareng kak Naya sama kak ita, kak" jawab Naila sebari tersenyum.


Bintang mengangguk lalu menyodorkan cilok miliknya kearah Naila,"Buat kamu"


"Itukan punya kakak kenapa dikasih keila?"


"Kamu gamau?" tanya Bintang dijawab tidak dengan gelengan kepala oleh Naila,"Kalo gitu aku buang aja"


"Eh ko dibuang?"cegah Naila sebari mengerutkan keningnya.


"Aku kenyang soalnya"


"Yaudah biar ila aja yang abisin,gabaik tau buang-buang makanan!" Naila mengambil cilok ditangan Bintang sebari mencibir,"makanya kak Bintang belinya secukupnya aja,ini malah beli dua puluh ribu buat sendiri kan malah ga abis gini!"


Bintang meringis tadi ia hanya ingin berdekatan dengan Naila memakai alibi membeli cilok kesukaan gadis itu.


"Kamu abisin ya biar ga mubajir"


"Iya!"


"Mmm kamu beneran ga marah kan soal tadi pagi?"Bintang kembali bertanya soal pertengkaran bersama Naya dikantin tadi.


Naila menggelengkan kepalanya sebagai jawaban sebari memakan cilok bekas Bintang tanpa rasa jiji,"kakak udah nanya kaya gitu udah,,,lima kali" cibir Naila.


"Kan aku memastikan naila takutnya kamu marah gitu"


"Kalo kakak nanya kaya gitu terus Naila bakalan marah aja deh" ujar Naila.


"Eh jangan,yaudah kakak ga bakal nanya kaya gitu lagi"Bintang kelabakan lalu membuat gerakan mengunci bibir dengan tangannya.


"Pulang sekolah nanti dijemput ayah kamu nai?" tanya Bintang mengalihkan pembicaraan.


"Mmm gatau,ayah belum ngabarin" jawab Naila tadi ia sudah menceritakan alasan ia berangkat bersama Jastin dan teman-temannya.


"Kalo ayah kamu ga jemput,kamu kabarin aku aja,biar aku yang anter"


"Kalo kakak yang anter,kak Naya sama kak ita bareng siapa?"Naila dan Bintang yang berjalan bersama menjadi sorotan fans Bintang yang menatap iri Naila,bahkan mencemooh Naila dengan tatapan mereka.


"Gampang kan ada Gara sama Farel"Naila hanya mengangguk mereka terus berbincang hingga sesekali tertawa dan sampai dikelas Naila.


"Iya"jawab Naila yang masih asik memakan cilok yang dibeli Bintang tadi.


Naila masuk kedalam kelas menenteng cilok yang ia bawa dan kini ia taruh di meja dimana Naya duduk sendirian disana,"Kak ita kemana kak?"


Naya mendongkak manatap naila sebentar barulah menaruh ponselnya di meja dan mengambil satu bungkus cilok yang dibeli Naila,"Toilet mungkin"jawabnya sebari mengedikan bahu.


"Ko mungkin si kak?"tanya Naila sebari duduk di kursi depan yang ditempati Naya.


"Iya tadi dia ga bilang mau kemana,kakak cuma asal tebak doang soalnya sebelum pergi dia megangin perut,mungkin kebelet"Naila mengangguk mengerti.


"Kak tadi ka Bintang nanya kenapa ila datang bareng sama geng orion" ujar Naila membuat Naya yang pokus dengan ciloknya menatap Naila penuh tanya.


"Terus?"


"Ila jawablah gini jawabnya"ujar Naila sebari menegakan tubuhnya dengan wajah serius seolah ia berbicara dengan bintang,"Hmm tadi pagi mobilnya ayah mogok terus ga sengaja ketemu kak jus,yaudah ayah titipin kami sama mereka buat dianter kesekolah gitu kak jawabnya"


"Terus?"


"Nabrak!,,kakak nyebelin terus-terus mulu kaya tukang parkir!" sentak Naila sebari cemberut.


Naya terkekeh,"Maaf,lain kali ga perlu dijelasin kaya gitu,bilang aja ga sengaja ketemu udah simpel "


"Kenapa harus gitu kak?"


"Sebelum kakak jawab,kakak mau tanya dulu sama ila,,bagi ila Bintang itu siapanya ila?" tanya Naya sebari menaruh bungkus ciloknya dan menunjukan wajah serius.


"Temennya kak sosis" jawab Naila polos.


"Kalo bagi ila Bintang cuma temennya Farel itu artinya dia ga punya hak untuk tahu apa yang terjadi sama kamu,apa yang kamu lakuin,itu semua bukan urusan dia,dia ga berhak buat tahu bahkan ngelarang kamu melakukan sesuatu,namun jika sesuatu itu masih dalam kurung kata positif,namun jika kamu melakukan hal negatif dan Bintang nasehati kamu,maka kamu harus dengerin dia dan pertimbangkan perkataan Bintang" Naya menjeda ucapannya sebentar.


"Namun untuk mengetahui kehidupan kamu dia ga punya hak untuk tau dia bukan siapa-siapa kamu,kamu paham?" tanya Naya membuat Naila mengusap lehernya.

__ADS_1


"Kita boleh berteman dengan siapa aja kan kak?" tanya Naila menatap Naya yang masih menunjukan wajah serius.


Naya mengangguk membuat naila melanjutkan perkataannya,"Seperti yang ustazah bilang kan,kita bebas berteman dengan siapa saja tapi harus dengan orang baik agar menular kebaikannya,jika kita berteman dengan seorang pencuri kita pasti akan terbawa kejelekannya walau kita tidak melakukan itu,tapi nama baik kita akan tercoreng karna teman kita orang jahat,jadi kita harus memilihkan dalam berteman?"


"Iya"jawab Naya dan Naila tidak lagi berbicara sedangkan Naya melanjutkan memakan ciloknya.


"Kalian ko ga nyusul ke kantin sih?"tanya Agnes yang baru masuk ke kelas dengan kesal,"Aku disana nungguin kalian tapi ga dateng-dateng"sambungnya sebari menghentakan kakinya melangkah ke kursinya.


DI dalam kelas 10 IPA ada beberapa murid termasuk triplet kecuali Nirbita.


Triplet tanpa Nirbita meringis mendengar nada kesal dari Agnes,"Tadi kami beli cilok"ujar Naya sebari menyantap ciloknya.


"Agnes mau?" tanya Naila sebari menyodorkan sebungkus cilok kepada Agnes dan diterima gadis itu dengan baik.


"Kalo gratis mah ga bakal nolak" ujarnya sebari menerima sodoran Naila dengan terkikik.


"Udah ga kesel lagi?"


"Keselnya dipending bentar" jawab Agnes sudah terkontaminasi otak triplet.


"Ok lanjutnya besok aja!" ujar Naila.


"Kurang satu Nirbita kemana?" tanya Agnes yang sudah duduk disamping Naila.


"Toilet"jawab Naya.


"Uhuk"Agnes yang sedang mengunyah tersedak cilok.


"Makannya pelan-pelan ga bakal diminta lagi ko" ujar Naila sebari menyodorkan botol minum.


Setelah minum dan merasa baik-baik saja setelah tersedak Agnes tersenyum kikuk kearah Naila dengan hidung yang sudah memerah.


"Selamat pagi anak-anak" teriak Nirbita dari arah luar kelas membuat mereka yang disana mengalihkan atensi menatapnya.


"Siang kali" cibir Naya membuat Nirbita meringis.


"Salah sedikit kak"


"Mau sedikit ke banyak ke salah ya salah aja!" cibir Naya membuat Nirbita cemberut.


"Iya deh iya"dengus Nirbita sebari mengambil satu bungkus cilok yang tersisa hanya untuknya,yang dimakan Agnes milik Naila karna ia sudah kenyang.


"Hayo gibahin aku ya yang cantik pari purna,baik dan rajin menabung ini" ujar Nirbita narsis membuat ketiga gadis disana memutar mata malas.


"Dari toilet?" tanya Naya memastikan membuat Nirbita terdiam sejenak barulah menjawab.


"Iya" jawabnya membuat seseorang disana menghela nafas,"Tadi dari taman juga hehe"sambungnya sebari tersenyum menunjukan deretan giginya.


"Kakak ngapain ketaman?gaajak-ajak lagi!" tanya Naila sebari cemberut karna tidak di ajak ketaman,ila kan mau cek pohon mangga apa sudah berubah menjadi pohon jambu?.


"Tadi kan kamu beli cilok ila,aku disana sebentar ko" jawab Nirbita sebari memakan cilok bagiannya.


Naila masih cemberut membuat Nirbita menghela nafas,jika dibiarkan terus Naila pasti akan marah padanya,"Besok kita ketaman belakang sekolah ya,kalo sekarangkan sebentar lagi bel"ujar Nirbita menyiku Naya yang duduk disampingnya untuk membantu mengalihkan pembicaraan.


Naya memutar matanya malas,"Hari ini hari pertama kamu latihan cilider kan?"


Mendengar kata cilider membuat Naila kembali bersemangat,"Iya dong,ila keterima dan hari ini latihan horeee"


"Wah beneran?" tanya Agnes diangguki triplet,"selamat ya Naila"sambungnya semangat.


"Makasih Agnes,kamu ga mau ikutan eskul Agnes?" tanya Naila,"gimana kalo kamu jadi cilider aja sama aku,biar kita bisa bareng,se-ma-ngat gitu"sambung Naila sebari memperagakan gerakan cilider dibagian semangat yang tereja.


"Mmm aku berminat sih sebenarnya,tapi nanti aku pikirin lagi deh" jawab Agnes.


"Langsung aja ikutan kebanyakan mikir nanti pendaftarannya keburu tutup" ujar Naila"yayayaya ikutan aja"


Agnes terdiam memikirkan ajakan Naila sedangkan Nirbita menghela nafas syukur melihat naila yang teralihkan dari acara ngambeknya.


"Okedeh" jawab Agnes membuat Naila memekik senang lalu melompat-lompat kecil bahkan memeluk Agnes saking senangnya.


Melihat tingkah bungsu triplet membuat mereka terkekeh bahkan terhibur dengan gadis caby nan imut itu namun tidak semua orang suka dengan orang yang melebihi mereka.

__ADS_1


Kebanyakan dari mereka banyak yang iri dan bisa melakukan apapun untuk menghancurkan orang yang dirinya anggap saingan.


"Naya bunga!" guman seorang gadis yang selintas beradu tatap dengan Naya dari jendela dengan tatapan tajam,Naya hanya menailan halisnya tidak mengerti lalu mengedikan bahunya acuh.


__ADS_2