
Sebulan berlalu kondisi Nirbita tidak seperti dulu yang ceria dan banyak omong sekaligus pembuat onar,sudah sebulan ini Nirbita benar-benar belum pernah mengeluarkan suaranya,dia hanya merespon dengan anggukan kepala atau gelengan kepala selama sebulan ini.
Beruntungnya Nirbita memiliki keluarga yang selalu menemaninya disaat-saat ini.
Setiap hari keluarganya selalu mengajak Nirbita mengobrol walau tidak ada respon,teman-temannya juga setiap hari mampir untuk menjenguk Nirbita apalagi Gara,Gara setelah meminta ijin mendekati Nirbita sebagai pria semakin gencar menjenguk Nirbita walau tidak ada tanggapan.
Hubungan Naya dan Jastin juga sudah membaik mereka berdua sepakat untuk berteman, tapi bisa saja ikatan pertemanan itu berubah sebab Jastin masih berharap lebih.
Hanya hubungan Naila dan Bintang yang sebulan ini terlihat aneh,Bintang terlihat menjauhi Naila mereka menyadari itu,Naila selalu merasa bodoamat tapi ia juga risih dengan sikap bintang yang tiba-tiba berubah.
"Bu ila boleh minta bawa bekel roti isi telur ga?"tanya Naila dimeja makan.
"Tumben banget mau bawa bekel"ujar Antariksa.
"Gapapa mau aja,sebenernya bekelnya bukan buat ilat tapi buat kak Bintang" jawab Naila jujur.
"Kamu ngapain bawain bekel anak orang dia ga dinafkahin bapaknya?" Ujar Rangga mendengus tidak suka.
"Gatau,Ila cuma mau bawain bekel doang,sekali-kali aja boleh kan bu?" Ujar Maila.
"Boleh,ibu siapin gausah dengerin omelan abang sama om kamu itu biarin aja" ujar Bu Kasih diangguki Naila sebari menjulurkan lidah pada om dan abangnya itu mengejek kalo dirinya didukung sang ibu dan mereka jelas kalah.
"Ita mau nambah" tanya Bu Putri menatap Nirbita penuh kelembutan.
Nirbita hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban satu keluarga itu menghela nafas dengan respon Nirbita selama sebulan ini tidak ada peningkatan.
"Kak ita ga bosen puasa diem mulu?,ila aja gatal banget kalo sedetik ga ngoceh" ujar Naila mengajak Nirbita berbincang.
"Iya tuh ta,kamu kan seneng banget debat sama Naila,udah sebulan kalian ga debat emang kamu ga kangen? " timpal Naya.
Hening
Setelah sarapan Naila dan Naya diantar Rangga pegi ke sekolah tanpa Nirbita selama sebulan ini karena kondisi Nirbita tidak memungkinkan.
"Kalian jaga diri baik-baik kalo ada apa-apa langsung telepon abang" ujar Rangga setelah menurunkan adik-adiknya disekolah mereka.
Naila mengikuti langkah Naya untuk ips untuk memberikan bekal bawaan naila pada Bintang,sesampainya disana ternyata Bintang belum datang jadi Naila menitipkannya pada kakaknya,lalu pergi menuju kelasnya rencananya Naila mau nyontek pr pada Davri,biasanya Naila maupun Davri nyontek pada Nirbita tapi,,,.
Semoga Davri udah ngerjain pr!.
"Davri" teriak Naila menggelegar didepan pintu kelas membuat orang sekitar segera menutup telinga untuk keamanan telinga mereka itu.
"Woy toa masjid berjalan!,ngapain lo manggil-manggil hah?!" Hardik davri sebari mendengus.
Naila cengengesan berjalan menghampiri temannya itu,"Davri yang gantengnya kaya pangeran dongeng,baik juga rajin menabung "pujinya sebari duduk di kursi yang menjadi tempat Nirbita.
"Terus" pinta Davri sebari tersenyum pogah.
"Anaknya pak RT yang bijaksana dan juga aga-aga"
"Aga-aga apaan!"desis Davri menyela.
"Aga-aga pinter magsudnya" jawab Maila membuat Davri kembali tersenyum pogah dan berkata.
"Lanjutkan pujianmu anak muda"
"Palingan juga lo ada maunya iyakan la?"cibir Rayhan menghampiri temannya itu.
"Ouh tentu saja" jawab Naila membenarkan.
"Gue tau dia muji gue kaga iklas!,syirik aje si lo ah,udah diem lanjutkan Naila!"dengus Davri tau seluk beluk buluk sahabatnya itu.
"Dih bangga" cibir Rayhan.
"Ketua kelas diem deh ah!,ila tuh lagi berusaha bujuk Davri pake bahasa mutiara" ujar Naila kesal.
"Bahasanya buat lo aja gue mau mau mutiara nya aja,mau gue jual" saut Davri.
"Ila kayanya salah mintol dah" guman Maila lalu berkata,"Itu berumpaan Davri anak pak RT yang gantengnya kaya pemeran utama dongeng beauty end thebis"desis Naila dengan senyum kesal.
"Thebis dong" ejek Rayhan.
"Ck lo bedua emang nyebelin dari orok" cibirnya pada Maila dan juga Rayhan,"Lo mau mintol apa?"tanyanya.
Naila tersenyum cerah mendengar pertanyaan Davri,mau semarah apapun trio wikw*k mereka selalu membantu tripet jika dibutuhkan.
"Davri emang sohib ane" puji nNaila sumringah,"Ila pinjem buku prnya dong!"pintanya sebari menggeladahkan tangannya didepan muka Davri dengan wajah menunjukan pupeleyes.
Davri memutar matanya malas sebari merogoh tasnya,"Kebetulan gue juga belum ngerjain pr,join nyontek ah"ungkap Rayhan siketua kelas.
"Nih" ujar Davri menyodorkan buku miliknya membuat Naila semakin sumringah.
Naila mengeluarkan buku dari dalam tasnya untuk menyalin pr dari buku Davri begitupun Rayhan.
__ADS_1
"La, kondisi Nirbita gimana?" Tanya Rayhan lirih.
Pergerakan Naila terhenti lalu menghela napas dan menggelengkan kepalanya lirih,"Belum ada perubahan "jawabnya sedih.
"Gue kangen banget sama tuh bocah,lo yang sabar ya Naila semoga Nirbita cepet sembuh" ungkap Rayhan sedih.
"Amin" jawab keduanya.
Naila menaruh buku miliknya dimeja disusul Rayhan mengambil buku yang Davri berikan tadi,Rayhan membukanya membolak-balikan beberapa kali dengan wajah bingung.
"Gaada isinya bego!" Kesel Rayhan sebari membanting buku itu keatas meja.
Davri terbahak,"Lah siapa yang bilang gue udah ngerjain pr"jawabnya.
Naila dan Rayhan mendengus,"Trus sekarang gimana?"
"Ngasal aja ngasal,gue udah kebiasaan join sama Nirbita" ungkap Davri,"Gue kangen banget sama tuh bocah,gue ga nyangka bakal ngomong gue kagen b*cot Nirbita "
"Apalagi aku" ungkap Naila sebari melipat dua tangannya diatas meja.
"Trus ni pr gimana?" Tanya Rayhan.
"Terima takdir berakhir dilapangan aja!" Jawab Naila.
.
.
Saat jam istirahat Naila pergi menemui bintang dikelasnya dan mereka berpapasana di Koridor.
"Kak Bintang" teriak Naila sumringah melihat bintang.
"Hai Naila,kamu mau kemana?" Tanyanya saat Naila menghampiri.
"Mau nemuin kak Bintang,kak Bintang udah dapet bekel dari ila belum kak?,tadi pagi ila titipin ke kak Naya karena kak Bintang nya belum datang" tanya Naila dengan senyum ceria.
"Nih" Bintang menunjukkan kotak bekal dari Naila"Aku bawa,makan bareng yu"ajaknya.
Naila mengangguk,"Ayo,kita ke kantin"seru Naila sebari menggandeng tangan Bintang tapi Bintang menahan langkahnya,"Kenapa kak?"
"Kita makan di taman belakang sekolah aja yu" ajaknya sebelum dirinya tidak bisa lagi berduaan dengan Naila karena suatuhal.
Naila mengangguk saja dan mereka pergi ke taman belakang sekolah dengan bergandengan tangan,bahkan naila dengan senang mengayunkan tangan mereka, Bintang juga sedang tapi remaja itu tersenyum getir melihat tautan tangan mereka.
Bintang ingin mengungkapkan perasaan nya tapi tidak bisa,ia tidak ingin menyakiti Naila,Satu-satunya cara hanya menjauhi naila agar hatinya tidak sakit,Bintang tidak bisa apa-apa selain menjalankan takdir ia harap Naila tidak membencinya setelah tau apa yang terjadi nanti.
"Ayo kita makan bareng" ujar Bintang setelah mereka duduk ditaman belakang sekolah.
Bintang membuka kotak bekal dari Naila disana terdapat dua Sandwich lalu menyodorkan nya pada Naila,tapi Naila menggelengkan kepalanya,"Buat kak bintang semua"
"Ini ada dua Nai,aku bisa makan satu satunya lagi buat kamu, nih" Bintang menyodorkan satu sandwich yang ia ambil dari dalam kotak bekal.
Naila lagi-lagi menggelengkan kepalanya menolak,"Buat kak Bintang semua,aku sengaja bawain bukan buat aku tapi buat kak Bintang,kalo aku ikutan makan nanti kak Bintang ga maafin aku"ungkap Naila sedih.
"Hah?" Bintang bingung,"Aku ga marah sama kamu Nai kenapa kamu mau aku maafin? "Ujarnya.
Naila menatap Bintang dengan sendu,"Ila tau Ila banyak salah sama kak Bintang sengaja ataupun engga,tapi Ila yakin ila udah buat kesalahan besar sampe kak Bintang hindarin ila terus,tapi ila gatau kesalahan ila kak,kakak bisa ngasih tau aku kan biar aku bisa perbaiki" ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Jujur saja dengan Bintang yang terasa seperti menjaga jarak dengan membuat naila merasa aneh,Naila merasa sedih,entahlah.
"Ila minta maaf" sambungnya membuat Bintang tercekat.
Bintang merasa canggung lalu menaruh sandwich kembali kedalam kotak bekal dan menatap naila dengan sedih,"Kamu ga salah ko Nai,beberapa hari ini aku cuma sibuk jadi gaada waktu buat kamu"jawabnya berbohong.
Naila menatap Bintang,"Kak Bintang sibuk bukan beberapa hari tapi udah sebulan"keluh Naila,"Kalo gitu aku salah paham sama kakak,aku pikir kak Bintang mau jauhin aku ternyata kak Bintang lagi sibuk ya,Mmm yaudah deh Ila gamau ganggu kak Bintang biar urusan kak bintang cepet selesai terus bisa nemenin Ila lagi,,,kak Bintang Ila beneran minta maaf ya udah ganggu kak Bintang itu bekelnya dimakan,ibu udah siapin buat kak Bintang harus dihabisin gaboleh buang-buang makanan,,"ujar Naila dengan senyum dibibirnya,"Ila mau ke kak Naya dulu dah kak Bintang bekelnya diabisin"sambungnya sebari berlari pergi.
Naila tidak mau menggangu Bintang yang ternyata tengah sibuk
"Naila" panggil Bintang tapi Naila sudah berlari pergi dari sana,Bintang hanya bisa menghela napas,sebenarnya ada sesuatu selama sebulan ini yang mengharuskan bintang menjauhi Naila,Bintang mencoba menjauhi Naila dari menjaga jarak tidak membalas pesan atau mengangkat telepon tapi, gagal!.
Bintang tidak bisa melakukan itu,setiap bertemu Naila, Bintang ingin langsung berlari dan menemui Naila,setiap Naila mengiriminya chat bintang segera membalasnya dan jika menelepon langsung ia angkat,tapi bintang berusaha dengan cara mematikan ponselnya kecuali ada hal penting baru ia nyalakan,demi menjauhi Naila.
Bintang menghela napas menatap kotak bekal dengan lembut,"Maaf Naila aku udah coba tapi gagal "lirihnya berguman sebari mengambil satu sandwich dan menatapnya dengan tatapan aneh.
Saat jam pulang sekolah mereka berjalan bersama menuju parkiran," Naila kondisi Nirbita gimana?"tanya Sherli ya hubungan triplet dan geng Sherli sudah membalik dan berteman.
"Belum ada perubahan,aku minta doanya biar kak ita cepet sembuh"
"Amin"
"Trus si Agnes berapa lama dipenjara?" Tanya Risa.
"Gatau,Agnes masih dibawah umur jadi kata papih aga sulit prosesnya" jawab Naila.
__ADS_1
"Semoga si Agnes dipenjara itung-itung kena karma" cibir Tara.
"Azab sama karma beda ga si Tara?"celetuk Rini tidak mereka tanggapi karena jika dijawab akan panjang lagi.
Mereka berpapasan dengan Naya dan geng inti algaskar.
"Kak Naya kata abang ga bisa jemput nanti om Dan yang jemput" ujar Naila memberitahu.
Naya mengangguk,"Yaudah ayo"sesampainya diparkiran triplet melihat Danis yang tengah celingak-celinguk kaya maling.
"Om dan mencurigakan banget" guman Naila lalu berteriak,"Maling!"
Semua orang diparkiran panik mencari maling yang Naila teriaki kecuali Naya yang hanya mampu tepok jidat.
"Mana malingnya mana?" Danis itu celingak-celinguk mencari maling.
"Naila mana malingnya? " tanya Danis ketika Naila menghampirinya.
"Maling nanyain maling" jawabnya membuat Danis kicep.
"Bentar" pintanya loading.
Para warga sekolah masih mencari maling yang Naila teriaki entah mana,dimana dan siapa.
"Gue ga konek Naila" ungkap Danis bingung.
"Magsudnya om Dan malingnya" jawab Naya mendahului Naila yang baru membuka mulutnya.
"Sekate-kate orang ganteng kaya gini dipanggil maling,halu banget" dengus Danis.
"Maling mandang fisik ya" cibir Naya.
"Woy neng mana malingnya" tanya pak satpam menghampiri Naila.
"Bapak salah denger pak" jawab Farel dari pada masalah ini diperpanjang mending stop demi keamanan jiwa dan raga.
"Masa sih? ,perasaan bapak jelas banget tadi teriak maling"
"Beneran pak,mungkin pendengar bapak udah berkurang aja kali makanya salah denger bapakan usah tua" timpal Naya.
"Bapak masih empat puluhan neng belum tua-tua amat,pendengaran bapak masih baik" ujar satpam itu tidak terima dikatain tua.
"Lah masih mudaan saya pak,saya baru enam belas tahun lah bapak udah empat puluh selisihnya dua puluh empat taun,jauh banget" cibir Naya dengan mulut cabenya.
"Iya juga" ungkap satpam itu,"Iya kali ya saya salah denger kalo gitu saya balik ke pos lagi aja deh"ujarnya sebari pergi dari sana.
"Bocah kurang ajar"desis Danis dari pada dibikin malu lebih baik segera mengamankan mereka," Yo balik!"ajaknya.
Mereka mengangguk,"Gaes kita duluan ya"pamit keduanya pada teman-temannya,baru saja mereka hendak melangkahkan kaki mendekati mobil suara nyaring mengalihkan tatapan mereka.
"Bintang sayang!"
Deg
Wajah bintang terlihat tidak enak dipandang ketika seorang gadis belari kearahnya sebari memanggil namanya.
Mereka menatap bintang dengan tatapan menggoda.
"Sayang" sapa gadis asing itu lalu bergelayut manja dilengan Bintang.
"Wow emejing" goda Rezaldi dengan tatapan nakal,"Siapa nih pak bisa kali kenalin sama kita,masa punya cewe diumpetin kaya tagihan utang aja"godanya bergurau.
Gadis itu menatap dengan wajah dengan malu-malu,"Hai kalian pasti temennya bintang ya?"tanyanya.
"Binggo,anda siapanya Bintang ya?"tanya Aril.
"Kenalin nama aku Raya Puspita tunangannya Bintang" mereka terbelalak mendengar pengakuan gadis bernama raya itu.
Bintang cuma dekat dengan satu gadis yaitu Naila mana mungkin tiba-tiba punya tunangan bernama Raya Puspita?'pikir mereka.
"Kalian belum pulang? " celetuk Bu Sarah saat melewati mereka yang masih tercengang,suara Bu Sarah menyadarkan lamunan mereka.
"Ah eh belum bu" jawab Tara.
"Kenapa belum dijemput?" Tanyanya menatap mereka.
"Halo ibu guru cantik, bu guru cantik mau pulang?" sapa Danis bertanya akhirnya orang yang dicari-cari nongol juga.
Ya sejak tadi Danis mencari Sarah gadis yang ia gebet sejak nikahan Rangga sekaligus teman dari Fricia.
"Eh ada Pak Danis,iya Pak saya mau pulang,bapak jemput anak-anak?"
"Bukan anak saya bu,saya masih muda dan lajang ini,boro-boro punya anak istri aja kaga ada,kalo Bu Sarah mau jadi istri saya,baru saya mau punya anak" jawab Danis jika dibilang jemput anak-anak kesannya dirinya sudah punya anak padahal mana mungkin punya anak istri aja kaga ada.
__ADS_1
Saat Danis dan Bu Sarah malah mengonrol berdua,Naila,Naya,geng Sherli,Risa dan geng inti Algaskar menatap Bintang dengan tatapan selidik dan tuntutan untuk sebuah jawaban.