
Dahi Nirbita berkerut sebagai tanda ia sedang berpikir keras,ia tidak mengerti semua itu,apa semua berhubungan?.
"Hubungannya apa kak?" tanya Nirbita cemberut tidak mengerti.
Naya mengusap tengkuknya,"Kamu ga ngerti?"Nirbita menjawab dengan anggukan kepala,"Kamu ga ngerti yang bagian mana?"sambungnya melihat respon sang adik sepupu.
"Bagian ALGASKAR sama ORION,hubungan nya apa?,ita ga ngerti sekaligus ga paham!"dengusnya tiba-tiba kesal.
"Gini ita,algaskar sama orion itu musuhan"Nirbita menyela ucapan kesal.
"Apa hubungannya kak?!"selanya tidak sabaran.
"Makanya dengerin dulu" cibirnya,"Kakak singkat kamu cerna yang baik!"
"Emang makanan"guman Nirbita dengan nada mencibir.
"Mereka kan musuhan,dan kak Jus itu ketua dari geng orion!,makanya geng algaskar ngelarang kita deket sama mereka "jelas Naya membuat Nirbita mengangguk.
"Terus kenapa kakak kaya marah pas kak sosis ngomel di kantin?"
"Karna mereka terlalu ikut campur! "Sentak Naya jadi kesal membuat nirbita terperanjat,"Mereka bukan siapa-siapa kita kecuali Farel yang seorang sahabat bagi kita,selebihnya mereka ga punya hak melarang kita bergaul dengan siapa pun itu,mau musuh mereka atau saudara mereka"sambung Naya menggebu.
"Selow bos gausah emosi!" cibir Nirbita,"ita sekarang ngerti ko,sekarang kakak jangan terlalu marah sama kak sosis bagaimanapun dia itu tempat kita berhutang"mengingat itu membuat Nirbita terkikik geli,"jadi jangan terlalu lama marah sama dia merugikan pihak kita soalnya"Naya mengangguk setuju.
"Bilang aja kamu takut sosis nagih utang dua puluh ribu kamu itu"cibir Naya dengan wajah meledek.
"Is bukan begitu ya!,nanti juga ita gantiko tapi ga sekarang"sentak Nirbita mengingat tentang hutang pada Farel triplet tukang jajan yang selalu mendapat hukuman potong uang jajan jika merusuh,sedangkan keseharian mereka adalah biang rusuh,Farel adalah tempat mereka menarik uang secara instan walau melewati banyak perdebatan sebab sikap tidak tau diri triplet yang harus ditagis jika ingin uang kembali.
"Udah kakak bayar kemarin "ujar Naya sebari mengambil ponselnya yang sempat ia taruh di meja.
"Beneran?" tanya nirbita penuh binar
"Hmm"
"Yes"teriak Nirbita sebari tersenyum ceria bahkan hingga melompat kecil,"makasih kakak"
"Hmm"
"Kakak baik deh"puji nya membuat Naya memutar matanya malas,Nirbita berdiri tegap setelah melompat kecil,gadis itu meringis sebari memegangi area perutnya beberapa detik setelah itu ia berlari.
"Mau kemana?"teriak Naya bertanya sebab nirbita berlari seorang sedang dikejar setan.
__ADS_1
Sedangkan yang ditanya sepertinya tidak mendengar dan terus berlari masih dengan memegangi area perutnya masih juga mempertahankan ekpresi meringis menahan sakit.
Dirinya juga tidak sadar ada seseorang yang kini mengikuti langkahnya dengan terburu-buru.
Brak
Nirbita menutup pintu toilet dengan kencang lalu memasuki salah satu bilik toilet entah kebetulan atau apa tapi toilet kini sedang sepi,biasanya selalu berpenghuni,banyak para siswi yang sekedar memperbaiki riasan atau membuli disini tapi kali ini sepertinya Nirbita memiliki ketenangan tanpa harus mendengar atau melihat mereka,mungkin juga toilet ini sedang dihuni sosok tak kasat mata,ehh ko jadi merinding!!,udah ah jangan dibahas serem juga kalo beneran berpenghuni.
Nirbita mengusap lengannya merasa merinding membayangkan jika toilet sedang dihuni sosok kasat mata walau sudah pasti begitu,dan nirbita hanya bisa berharap mereka para mahluk tidak menunjukan diri demi ketenangan Nirbita sendiri yang sedang buang hajat.
Sayup-sayup Nirbita mendengar pintu dibuka dan ditutup beserta langkah kaki terdengar,nirbita tidak terlalu takut jika yang datang sosok yang ia bayankan sejak tadi,ia yakin itu manusia karna suara langkah mereka terdengar.
"Kesel banget gue!,,,bisa-bisanya Naila deketin kak Bintang"suara itu terdengar familiar ditelingan Nirbita.
"Bukannya kak Bintang ya yang deketin Naila?"
Tara memukul kepala Rina yang asal bicara, "Ngomong di filter dulu!"
"Emang gue salah ya?,kan bener emang ka Bintang ko yang terlihat deketin Naila,iyakan Sher?"tanyanya pada Sherli tanpa sadar dengan tatapan tajam yang dipancarkan gadis itu.
" Kak Bintang itu mirip sama kak GAra kalo soal cewe mereka selalu acuh malah terkesan ga nganggap ada cewe dideket mereka,mereka itu cuek bebek soal cewe,pas Bintang dideketin Sherli aja dia ga anggap keberadaan Sherli,tapi pas ketemu Naila kak Bintang langsung sigap,perhatian lagi,sudah dipastikan yang deketin duluan itu kak Bintang bukan Naila!"sambung Rina dengan wajah polos berbeda dengan dua temannya yang sudah memancarkan aura permusuhan apalagi Sherli yang terlihat memerah dengan nafas naik turun.
Sebelum meledak dan membuat kedua temannya itu gelut Tara menendang kaki Rina hingga gadis itu berteriak sakit,"Taraaaaa sakittt"rengeknya malah membuat tara menatap tajam kearah rina lalu mendelik pelan kearah Sherli sebagai peringatan.
Sherli si tukang bully memiliki kesabaran setipis tisu semakin marah dengan apa yang dikatakan temannya itu,entah itu bener atau tidak bodo amat!,menurutnya yang mendekati crush nya lebih dulu adalah naila dan itu artinya naila mencari ribut dengannya walau setiap bertemu mereka memang tidak pernah akur.
Sherli menendang kaki Rina tepat dimana Tara tadi menendang,"auhh"ringis Rina sebari memegangi lututnya yang membiru ulah kedua teman lucnatnya,"lo pada kenapa si nendang gue?,sakit tau!,kesurupan ya!"
"Heh bego lo kalo ngomong jangan asal,ga level banget kak Bintang deketin Naila,iuh n*jis cewe dempes sok imut kaya gitu jadi crush nya kak Bintang,engga banget,pantesnya kak Bintang itu sama gue!,cewe cantik penuh pesona!"ujar Sherli dengan tatapan tajam kearah Rina.
Rina yang belum menyadari keberadaan bom yang bisa saja meledak kapan saja malah memperkeruh keadaan,"Faktanya!,lo ga pernah dianggap sama kak Bintang"Tara mendengar itu hanya mendengus kesal,sial temannya yang satu ini memang b*go bin jujurnya kelewatan,udah tau Sherli kaya bom bisa meledak kapan aja pikir Tara.
*njing lo"hardik Sherli sebari meraih rambut Rina hingga terjadilah acara jambakan sebenarnya hanya Sherli yang menjambak sedangkan Rina mencoba melepas tangan Sherli dari rambutnya dibantu Tara.
"Udah sherli!,lo sabar,lo kan tau temen lo satu ini gilanya gimana!"sanggah Tara mencoba melepas jambakan Sherli dari rambut Rina yang sejak tadi meringis sakit.
"Iya sherli sory gue ga magsud ko,beneran!,yang cocok sama kak Bintang itu cuma lo!beneran!"sanggah Rina yang baru menyadari sudah membuat bom meledak dan menyakitinya.
Sherli sakit rambut gue lepasin!"Rengek Rina namun Sherli engga melepaskan ia menganggap Rina kini menjadi tempat menguapkan emosi yang ia tahan sejak melihat interaksi Bintang dan Naila di Koridor tadi.
"Ga asik banget!,gelut ko satu komplotan"guman Nirbita yang sudah selesai dengan hajatnya namun tidak keluar dari bilik toilet,bukan takut dibully hanya saja malas meladeni.
__ADS_1
'Ga guna!"suara seseorang yang baru datang seketika menghentikan gerakan Sherli namun tangan gadis itu masih melayang di rambut rina.
"Magsud lo apa?!"tegas Sherli menatap tajam gadis yang baru datang itu,melihat kesempatan untuk lepas Rina menarik rambut nya dari tangan Sherli dan untungnya berhasil.
Rina mengelus-elus kepalanya yang berdenyut sakit,"sakit elah"
"Makanya punya mulut dijaga!"cibir Tara berbisik membuta Rina mencebikan bibirnya.
Gadis yang baru datang itu mengedikan bahunya lalu menatap remeh kearah Sherli dan antek-antek nya membuat kilatan marah dimata sherli terus berkobar mengajak perang,"Pantes aja lo ga mendapatkan apa yang lo mau,sama temen sendiri aja berantem"cibirnya.
'Gausah banyak b*cot lo!,karna lo datang sendiri jadi gausah salahin gue kalo lo gue tandain jadi orang yang bakal gue buly"ancam Sherli dengan seringgaian.
"Ga guna ya ga guna!,tadinya gue pikir kalian geng ampuh yang bully orang tanpa ampun sayangnya kalian hanya boneka"cibir gadis itu yang terdengar familiar ditelinga Nirbita yang masih dibilik toilet tanpa disadari siapapun tapi ia lupa,suara siapa itu?.
"Hah kebanyakan ngomong lo!"geram Sherli dengan marah lalu tangannya hendak meraih rambut gadis yang mencibirnya,namun sebelum menyentuh rambut gadis itu yang tergerai,tangan Sherli berhasil ditangkap tangan gadis itu lalu memutarnya kebelakang hingga membuat Sherli meliris dan dua temannya juga begitu.
"Lo gil* lepasin temen gue *njing"pekik Tara dengan wajah waspada menatap gadis itu yang menunjukan wajah terkekeh.
"Apa yang lo ketawain bich?,gaada yang lucu lepasin tangan Sherli dia kesakitan!"ujar Rinan L walaupun ia tidak pernah diperlakukan baik oleh Sherli namun ia menganggapnya sebagai sahabat yang memang harus saling melindungi,eeeh salah dia yang harus melindungin sedangkan dirinya siapa yang melindungi?.
"Kalian bener-bener bego!,gue bakal lepasin dengan satu syarat!"
"Lepasin *njing"umpat Sherli menahan sakit sekaligus marah,tidak ada yang pernah melakukan hal ini selama dua bulan menjadi murid disekolah ini,bahkan tidak ada yang berani menantangnya karna dia ratu bully sejak dua bulan itu,ia merasa harga dirinya dipertaruhkan.
"Diem bich kalo tangan lo gamau patah!"ujar gadis itu dingin,"Gue mau kalian kerja sama sama gue!,kerja sama yang gue tawarin sangat menguntungkan lo,lo tau kenapa? "Tanyanya sebari sebelah tangan yang lain menarik rambut Sherli agar mendongkak.
"Lo bisa dapetin kak Bintang yang lo incar itu jika nurut sama gue!,dan lo juga bisa ngancurin Naila,lo pasti setuju sekali tepuk dua nyamuk mati!" sambungnya sebari menyeringgai Tara dan Rina yang melihat itu dibuat bergidig.
Gadis itu mendorong tubuh herli sebari melepaskannya,"Gue hubungin lo saat rencananya dimulai"ujarnya sebari berbalik meninggalkan toilet.
Sherli mengusap tangannya yang sakit dan dua temannya menghampiri dengan raut khawatir.
"Lo gapapa Sher?"tanya Rina membuat tara lagi-lagi berdecak kesal.
"Udah tau tangan gue memar lo tanya gapapa,otak lo dimana?!"sentak Sherli kesal lalu meninggalkan toilet lebih dulu dan disusul anteknya.
Mendengar suara langkah menjauh Nirbita keluar dari tempatnya dengan wajah tidak bisa diartikan,ia menatap ponselnya yang sempat ia jadikan tempat menyimpan bukti.
"Orang jahat mati orang baik mati,tapi kebanyakan penghianat teman sendiri,ihhh ngomong apa si aku" gumannya sebari berpikir lalu meninggal toilet dengan langkah lebar ia ingin segera menemui kakak dan adik sepupunya lebih tepatnya menemui Naila untuk memperingatkan agar gadis itu bisa lebih berhati-hati.
Nirbita sangat sadar geng Sherli dan orang yang baru mengajak Sherli bekerja sama itu menandakan hal buruk akan terjadi pada mereka,ia jadi semakin mempercepat langkahnya agar segera bertemu dua saudaranya.
__ADS_1
Disela-sela langkahnya ada yang mencekaL lengan Nirbita hingga terhuyung dan mengikuti langkah lebar orang yang menariknya sebari berontak.