DIARY TRIPLET N

DIARY TRIPLET N
Asisten cantik


__ADS_3

Rangga meninggalkan posronda untuk mengambil camilan dirumah nya ditemani Devan sekaligus pendekatan pada calon adik ipar,mengingat itu Rangga jadi terkikik geli.


Bisa-bisanya ia jatuh cinta pada pandangan pertama sama gadis bar-bar yang menyangkanya sebagai jambret dan seperti kejatuhan durian adik-adiknya juga mengenal gadis itu,proses pdktnya kali ini bisa lancar jaya.


"Masuk Devan"ujar Rangga membuka kunci pintu rumahnya.


"Ambil semua camilan nya buat kita bergadang"ujar pria itu kini sudah didepan kulkas tempat penyimpanan jajanan triplet.


"Ini kulkas apa minimarket mini"ujar kagum Devan.


"Sisain susu kotak rasa coklatnya tiga"Devan mengangguk sebari memasukan jajanan dari kulkas.


"Abang ko udah pulang?,ita pikir maling tadi"ujar Nirbita mengagetkan mereka.


Kedua pria itu melirik jam yang ternyata sudah jam dua belas malam,"Kamu belum tidur?"tanya Rangga.


"Udah ini mau lanjut tidur mau minum dulu tapi haus"jawabnya langsung diambilkan air hangat oleh Rangga.


Devan menatap Nirbita dengan penampilan menggemaskan gadis itu memakai baju tidur bergambar doraemon dengan wajah bantal dan mulut sesekali menguap.


"Eh kak acep disini juga?"tanya Nirbita melihat Devan.


"Mmm panggil Devan aja ita"pintanya sebari meringis dipanggil acep.


"Gamau kan panggilan acep dari keluarga kakak,biar sama sebagai calon saudara bener ga bang?"


"Iya"jawab Rangga sebari memberikan minum.


"Makasih "ujar Nirbita sebari mengembalikan gelas semua itu tidak lepas dari pandangan Devan,ia merasa kagum dengan Rangga yang bersikap lembut pada adiknya yang menguras emosi.


"Sana tidur lagi" ujar Rangga sebari mengusap rambut Nirbita yang memang berantakan.


"Iya,eh kak acep bawa aja semua tapi susu kotak punya ita sisain tiga ya"pintanya diangguki Devan setelah itu kembali pergi menaiki tangga untuk pergi ke kamarnya.


"Kamu tidur sama siapa?"tanya Rangga menghentikan langkah Nirbita yang sedang menaiki tangga.


"Sama kak Naya sama ila bang"jawabnya.


Setelah mengambil amunisi bergadang mereka kembali keposronda.


"Nih makanan hasil ngerampok dari rumah abang Rangga"ujar Devan sebari menyodorkan dia kresek besar berisi jajanan.


"Wih ini beneran ngerampok dong"ujar Aril sebari mengambil beberapa jajanan.


"Ah enaknya jadi adik bang Rangga,boleh dong jadi adik iparnya"ujar rezaldi sebari menaik turunkan alisnya menatap Rangga.


"Boleh gue gibeg lo!"ujar Rangga sebari menunjukan kepalan tangannya.


"Wow boleh dicoba lah bang,gue hebat ko bela diri"ujar nya sombong.


"Wah nantangin tuh bos,secara tidak langsung dia bilang lo ga bisa bela diri bos"kompor Danis


"Sini lo!,kita gelut"ujar rangga membuat Danis bersemangat.


"Iya tuh bos,tunjukin lo itu hebat merekamah bukan apa-apa cuma anak ingusan,tunjukin bos"ujar Danis masih memprovokasi agar ada keributan.


"Iya tuh bang,tonjok aja mukanya yang kaya pantat wajan emaknya Devan biar kinclong"cibir Farel ikut memprovokasi.


"Iya tuh bang biar ingsaf sok jiwa playboy nya padahal kejiwaan udang"setuju Devan.


"Heh bego seharusnya kalian dukung gue dong anjir"ujar Rezaldi.


"Ogah mending dukung bang Rangga yang lebih meyakinkan"ujar Aril.


'Lo juga kampret ga dukung gue!, heh lo dukung guekan?"tanyanya pada jastin si musuh.


"Najis"cibir pria itu lalu bergeser kearah Rangga yang sudah mendapat empat dukungan.


"Emang b*s*t lo pada,bos lo dukung gue kan?"tanya Rezaldi kini menatap sang bos yang tidak menjawab hanya menggeser tubuhnya kearah Rangga.


"Emang temen gelo kalian,bukannya dukung temen!,oke fine gue ga butuh lo pada!"ujar nya sebari mengambil beberapa jajanan dan beralih duduk didekat dua security mantan preman.


"Gue sama om-om security aja"


Dipos ronda mereka tidak tidur dan malah bergibah tentang dua geng motor bermusuhan itu,bukannya berkeliling kampung, terkadang kedua geng itu saling bercikcok,dan dilerai,mereka juga mendengarkan masa remaja rangga dan danis yang kenakalan nya sama dengan mereka, mereka juga mendengarkan masa-masa security baru menjadi preman,hingga adzan berkumandang.


Mereka menyegerakan solat subuh di masjid.


Setelah selesai mereka bergegas untuk pulang.


"Abang"panggil Nirbita pada sang kakak.


"Kakak pikir ga kemasjid"ujar nya sebari menyodorkan tangan pada setiap adiknya untuk disalimi lalu beralih pada pak Jeje.


"Ayah nanti anterin kami kesekolah ya"pinta Naila.


"Emang ga mau bareng abang aja?"tanyanya.


"Engga yah,abang harus segera kekantor ada tujuan demi masa depan"ujar Nirbita.


"Masa depan apasih?"heran pak Jeje.


"Masa depan buat dapet cucu yah"ujar naya membuat pak Jeje heran.


"Dan untuk om dan,hari ini libur!"ujar Nirbita.

__ADS_1


"Beneran?,alhamdulillah "syukurnya.


"Ga bisa gitu dong,abang bos nya,kamu gaboleh ngijinin dia libur gitu aja" ujar Rangga.


"Eh inget bos,bos pernah berkata kalo semua yang bos miliki itu milik neng nirbita dan kedua saudaranya "ujar Danis.


"Udah deh bang ijinin aja ini demi masa depan abang dan kami semua udah nurut aja,sekarang abang pulang dandan yang ganteng,pake baju yang udah ita siapin dikamar,pake minyak yang super duper wanginya bikin pingsan" ujar Nirbita sebari sedikit mendorong sang kakak.


"Jadi pengen disiapin juga"guman seseorang dalam hati melihat Nirbita dengan penuh cinta.


"Dan untuk om Dan yang ganteng,ayo ikut kami"ujar Nirbita sebari mengapit tangan Danis dan Naila mengikuti pergerakan saudaranya.


"Lapor kami akan mengamankan penggangu dunia"ujar keduanya menghadap Naya.


"Laksanakan"


"Siap laksanakan"ujar keduanya.


"Mulai bertingkah"guman Davri.


"Bau-baunya akan ada masalah "guman Farel.


"Ga,ga kakak mau pulang awas lepasin" ujar Danis mencoba melepaskan cekalan dua adik bosnya.


"Ga!,om dan harus bantuin kami titik "ujar triplet bersamaan.


"Bantuin apasi gamau kakak mau pulang" ujar nya


"Ga akan!"kekeh Nirbita"dadah kakak ganteng "sambungnya melambaikan tangan pada ketua geng ALGASKAR.


"Ga usah genit!" pekik Rangga.


Entah tujuan triplet itu apa tapi Rangga benar-benar dibuat serapi dan sewangi mungkin hari ini,dan dia hanya bisa menurut saja.


Triplet juga memintanya untuk turun tangan untuk cek karyawan baru entah tujuannya apa setiap ditanya mereka hanya menjawab,"Untuk masa depan kita semua"


Walaupun mereka menyebalkan tapi Rangga selalu menuruti keinginan mereka walaupun jika tidak dilaksanakan mereka tidak akan tau,tapi ia tidak ingin membuat mereka kecewa selama ia bisa melakukannya.


Rangga turun dari mobilnya dengan penuh wibawa,banyak yang menatap penuh kagum pada ceo mereka itu,mereka juga berharap bisa menjadi istri ceo muda itu namun mereka banyak yang mengurungkan diri karna harus melawan triplet.


"Jesy bawa semua data calon karyawan keruangan saya" ujar nya kepada wanita bernama Jesy.


"Baik Pak"


Tok-tok-tok


Suara pintu diketuk terdengar.


"Masuk! "


"Kau boleh Keluar!"


"Baik Pak"


Setelah wanita itu persi Rangga mengecek satu persatu berkas yang ia minta tadi,"Tu bocah tiga ngapain nyuruh cek beginian kan ada HRD, kalo gue yang cek tuh HRD makan gaji buta!,,si danis juga malas enak-enakan libur"gerutunya sebari mengecek map.


"Kalo begini gue jadi bos teraniaya,astagfirullah sabar-sabar"gumannya sebari mengusap dada,hingga retinanya menatap satu nama yang tiba-tiba membuatnya berpikir.


"Fricia Angraini,ini cewe bar-bar kemarin kan?,ahh gue dapet jekpot kalo gitu" ujar nya tersenyum senang lalu membulak-balik kertas seolah ia takut hanya salah baca.


"Ternyata ini yang mereka magsud,masa depan kami semua"sambungnya.


Setelah beberapa menit ia meminta atas nama Fricia Angraini akan menjadi asistennya pada HRD dan setelah menandatangani kontrak,gadis itu diminta pulang dan akan berkerja mulai besok.


Rangga begitu senang hingga tidak melunturkan senyumnya itu walau kerjaannya begitu menunpuk dan asistennya entah dimana sekarang.


Disisi Fricia gadis itu kini berada di angkot untuk pulang setelah melamar kerja,ia sangat bingung dengan apa yang terjadi hari ini.


"Apa nirbita,Naya dan Naila bisa meramal masa depan?"gumannya.


Sebab semalam dia dan triplet mengobrol lewat vidio call,disana Fricia menceritakan akan melamar kerja di perusahaan Gutama grup,yang membuatnya heran bagaimana bisa omongan ketiga gadis kecil itu benar bahwa dirinya akan diterima kerja dan bahkan menjadi asisten ceo persis seperti yang mereka katakan.


Padahal ia tidak melamar untuk posisi itu,ia juga sudah menolaknya tadi bukan tidak tahu diri hanya saja sadar diri,ia bahkan tidak tau pekerjaan asisten ceo bagaimana,tidak mungkin ia menerima jika hasilnya akan langsung dipecat sebab tidak bisa bekerja,namun anehnya HRD pihak perusahaan malah membujuknya dan membuatnya percaya diri.


Tentu saja ia tetap menolak namun dipikir-pikir tidak ada salahnya juga jika mencoba jika gagal ya bukan salahnya karna ia sempat menolak"pikirnya.


"Hai girl kakak beneran keterima kerja hari ini dan sesuai perkataan kalian semalam,apa jangan-jangan kalian bisa meramal ya?"tanya fricia diruang grup yang dibuat triplet.


Chatnya itu hanya centang satu menandakan tidak ada yang aktif kecuali dirinya.


"Mereka pasti masih belajar"gumannya.


Sedangkan disisi Danis ia bukannya berleha-leha dirumahnya seperti yang dikatakan Rangga,namun nasibnya begitu mengenaskan.


Ia memang disuruh libur dari pekerjaan kantor namun ia diminta ke gunung mencari rumput untuk makan peliharaan triplet.


Dari pagi sampai jam sebelah siang dia baru pulang dari gunung mencari rumput,pria itu bergegas membawa rumput kebelakang rumah Pak jeje sebari menggerutu.


"Emang dasar gaada ahlak,kalo tau begini mening gue kerja aja dikantor lebih enak nyaman dan damai, disini panas wajah gue gosong kelamaan nyari rumput"ocehnya sebari melangkah.


"Nih bocah tiga ya mereka itu cewe bisa ga sih sadar dikit!,cewe biasanya peliharaannya yang imut kaya kucing,kelinci,emang namanya kucing tapi nama doang dasar triplet gaada ahlak"cibir nya terus menggerutu.


Danis menaruh rumput ditempat penyimpanan biasanya ia juga mengambil sebagian untuk diberikan kehewan yang bersuara.


Mbeeeee-mbeeee-mbeee

__ADS_1


"Heh kambing sabar dong ini juga mau gue kasih makan!,kalo lo ga diem gue sembelih baru tau rasa!"


"Heh kenapa si marah-marah mulu?"tanya bu Kasih yang melihat Danis dari pintu belakang rumahnya.


"Nih liat bu,ulah anak ibu,masa saya yang ganteng pari purna ini harus cari rumput buat makan mereka"jawab Danis mercak-mercak.


"Kerja yang iklas Danis kamu ini kebiasaan suka ngomel"


"Ya gimana bu,anak-anak ibu terlalu beda dari spesies kita"


"Mulutnya"cibir bu Kasih.


"Hehe becanda bu,saya kira anak ibu lagi dapat pencerahan waktu minta saya libur eehhh taunya dipaksa cari rumput!"ujar Danis.


"Gausah ngomel-ngomel sini mending masuk,ibu baru selesai masak kamu pasti laper sini makan sebagai upah nyari rumput "


"Pelit ama si bu masa upahnya dikasih makan doang dikasih duit juga saya ga bakal nolak bu"ujar Danis.


"Terserah kalo kamu gamau ibu ga maksa! "Ujar bu Kasih sebari berlalu kedalam rumah.


"Eh saya mau bu"ujar Danis.


Sedangkan disekolah widudarma triplet tengah menatap heran kumpulan remaja yang sedang tidur di taman belakang sekolah tempat yang suka mereka tempati didekat pohon mangga.


"Mereka pada tidur apa simulasi kematian si?" tanya Naila sebari sedikit menendang kaki ketua OSIS.


Naila mencondongkan wajahnya pada remaja yang seorang diri tidur dikursi diaana,"Masih napas"


"Kita bangunin atau biarin kak?"tanya Naila menatap silih berganti pada kakanya dan kakak sepupunya.


Naya hanya mengedikan bahunya acuh.


"Kalo dibangunin kasian kak, kayanya mereka ngantuk banget ga tidur semalaman"ujar Nirbita kini melambaikan tangannya diwajah gara.


"Hmm kita ke kantin aja"ujar Naya diangguki keduanya.


Saat Nirbita hendak menghentikan lambayannya diwajah Gara,tiba-tiba ada yang mencekal tangannya.


"Ehh maaf ka,kakak keganggu tangan aku yah,maaf -maaf nih tangan suka nakal emang"oceh Nirbita tidak enak saat melihat Gara terbangun dan mencekal tangannya dengan lembut.


"Engga ko,emang aku mau bangun aja"ujar Gara sebari tersenyum dan melepas tangan Nirbita.


"Kalian ngapain disini?"tanyanya sebari mengubah posisinya yang terbaring menjadi duduk.


Jika teman-teman pria ini mendengar Gara berbicara panjang mereka pasti akan heboh dengan kejadian langka ini.


"Cuma lewat"jawab Naya lalu menarik Nirbita agar berjarak dari Gara.


Jika tidak ada Rangga maka dirinyalah yang akan menjadi posesif untuk kedua adiknya itu.


"Sekarang udah jam istirahat?"tanya Gara sebari merapikan rambutnya.


"Iya,emang kakak tidur disini dari kapan kak?"tanya Nirbita.


"Mmm pagi"


"Ehh kalian bolos dong "ujar Naila diangguki Gara sebagai jawaban.


"Ih ga ajak-ajak dasar sosis" cibir Naila sebari menendang kaki Farel sedikit kencang tapi tidak sampai mengusik tidur pria itu.


"Udah yu ah ke kantin ila laper! "Ajaknya sebari menarik Nirbita dan disusul Naya tanpa berkata-kata.


Sejak kejadian dimana Gara meminum minuman Nirbita sejak saat itu juga triplet dijadikan bahan sorotan mereka suka mencibir secara terang-terangan,namun bangusnya sampai saat ini tidak ada yang berani membuli mereka secara fisik.


Setelah sampai dikantin mereka tidak menemukan kursi kosong kecuali milik geng inti ALGASKAR yang tidak boleh ditempati orang lain.


"Gaada tempat duduknya ka" ujar Naila menoleh kearah Naya.


Sedangkan Nirbita sedang menunduk melihat kearah ponselnya dengan wajah berbinar.


"Kakak liat nih"ujar nya sebari menunjukan layar ponsel pada Naya.


"Kakak Fricia jadi kerja dikantor abang sebagai sekretaris? "Tanya Naya memastikan.


"Beneran?" kini Naila yang bertanya sebari merebut ponsel dari tangan Naya.


"Wih abang udah punya sekretaris cantik,,tinggal langkah selanjutnya"sambungnya.


"Iya bener"


"Langkah selanjutnya cuma bang Rangga yang bisa lakuin,kita cuma bisa pantau"ujar Naya membuat kedua saudarinya menghela napas.


"Huh abang cemen kalo soal cewe,kalo kita ga turun tangan bisa-bisa kak Fricia jatuh ke tangan om Danis lagi"cibir Naila.


"Jangan!,pokonya kita harus buat tim khusus untuk menyatukan dua insan itu "ujar Nirbita penuh tekad.


"Setuju,kita harus menamakan tim khusus kita ini ka biar keren"


"Namanya apa?,emang kamu kepikiran namain tim kita apa?"tanya Nirbita menatap Naila.


"Pikirin nanti aja,sekarang kita pesen makan dulu lanjut obrolin ini dirumah"ujar Naya disetujui kedua saudarinya.


"Kak kita traktir teman-temannya kak sosis yu sebagai rasa syukur rencana awal untuk menyatukan kak Fricia sama abang berjalan lancar"usul Naila.


"Ide bagus tuh kak,kita juga bisa bikin kak acep setuju sama hubungan mereka kita kan calon saudara"jawab setuju Nirbita.

__ADS_1


"Yaudah ayo,mau makan apa tapi?"Naya ikut berpikir dengan pertanyannya sendiri,"gimana kalo pesen bakso dipelastikin nanti kita pinjem mangkuknya biar gampang dibawa ke taman"sambung gadis itu disetujui.


__ADS_2