
"Mohon perhatiannya pada pengunjung mall,kami diinformasikan bahwa ada anak kecil hilang bernama Aldi Djuhardian jenis kelamin laki-laki usia lima tahun,memakai baju berwarna biru,jika ada yang menemukannya tolong segera bawa ke ruang informasi disini ada keluarga nya yang tengah mencari!"
"Heh cil nama lo Aldi Djuhardian kan?" tanya Jastin dengan nada jutek.
Anak kecil itu mengangguk.
"Bagus deh ga perlu pusing nyari,keluarga lo nunggu diruang informasi noh,sana samperin!" sambungnya langsung mendapat sikuan dari tangan Naya.
"Kita anterin lah!"
"Biarin aja si,ilangnya kan sendiri ketemunya juga harus sendirilah,kenapa jadi kita yang repot!" dengus Jastin membuat Naya jengah sejak menuju ruang informasi Jastin terus mercak-mercak.
Naya tidak ingin meladeni tingkah Jastin,gadis itu berjalan cepat sebari mengendong aldi meninggalkan jastin.
"Malah ditinggal!,gara-gara tuh bocah gue dikacangin Naya!" serunya kesal.
"Permisi" ujar Naya saat berada di ruang informasi disana ada dua orang berbeda jenis kelamin dan juga generasi.
"Aldi" seru seorang wanita sebari menghampiri naya dan mengambil alih tubuh Aldi,"Kamu kemana si kakak kan udah bilang tunggu kakak bentar,kamu malah pergi"
Naya menyipitkan matanya gadis yang kini mengendong aldi terlihat familiar dimatanya,"Vania? "
"Naya"ujar Vania sebari menurunkan gendongannya pada aldi.
"Kakak kenal kakak ini,kakak ini yang udah nemuin Aldi telus bawa kecini"ujar Aldi dengan bahasa cadel nya.
"Iya kenal, Mmm Naya makasih lo udah jagain ade gue dan bawa kesini,tadi gue khawatir banget pas dia ilang"ungkapnya tulus.
"Sama-sama Van,ko lo bisa kepisah sama ade lo si?"
"Ah iya,tadi gue lagi jalan berdua sama ade gue,eh gue kebelet jadi gue ke toilet dulu,,gue suruh ade gue nunggu didepan toilet" ujarnya jujur saat ia keluar dari toilet ia tidak menemukan adiknya itu,saat bertanya pada orang disekitar mereka mengatakan adiknya itu sudah pergi,,disitulah kepanikan vania ia takut adiknya diculik apalagi maraknya penculikan,ditengah kepanikan nya ia berpikir untuk meminta bantuan pihak mall.
"Ouh gitu" ujar naya mengangguk mengerti lalu berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan adiknya Vania wakil ketua OSIS disekolah widudarma,"Lain kali kamu gaboleh pergi sendiri ya,bahaya!,kalo orang dewasa bilang untuk kamu nunggu itu artinya kamu harus nunggu oke"sambungnya sebari tersenyum kearah Aldi membuat Aldi ikut tersenyum dan mengangguk.
"Oke kak"
"Janji" ujar Naya sebari menunjukkan jari kelingkingnya dan disambut antusias bocah itu hingga menbentuk promise "Janji" serunya.
"Heh Naya lo malah ninggalin gue!"mercak-mercak jastin menghampiri naya yang sedang berjongkok didepan Aldi," Mana orang tua ni bocah sih?"tanyanya dengan nada sewot.
Vania sebagai kakaknya karna ia yang mengajak sangat adik berjalan-jalan dimall merasa kikuk saat remaja itu mercak-mercak,"Mmm saya kakaknya mas"
"Ouh lo kakaknya,apa lo bilang tadi mas,heh lo pikir gue tukang bakso apa mas-mas,mas korun!"Jastin seperti gadis yang sedang dalam kondisi haid bawaannya emosi!.
Naya memijat pelipisnya dia pusing sendiri saat melihat tingkah aneh jastin sejak bertemu Akdi,seperti pria yang melihat pacarnya diselingkuhin.
"Gausah ditanggepin Van anggep aja setan lagi ngoceh!" ujar Naya membuat Jastin mendelik.
"Setan-setan mulutnya minta dicip*k" sentak Jastin absurd membuat Naya malu bukan main.
"Mulutnya minta gue gampar!" deliknya menatap tajam Naya malu sudah ia ditatap vania dan mas-mas pegawai mall,yang berdehem menanggapi tingkah remaja itu.
Walaupun dirinya sudah kebal karna selalu bikin malu saat bersama dua saudarinya tapi masih dalam artian tidak pernah mesum!,jika mesum beginikan naya jadi malu apalagi otaknya ini masih suci dari pikiran negatif seperti itu,ya walau sudah sedikit terkontaminasi film drakor!,yang ada adegan tertentunya,ehhh
"Hmm" Naya berdehem untuk membuang situasi yang akrwdddd,"Vania kita pergi dulu ya"sambungnya memilih kabur tanpa menunggu jawaban Naya menarik tangan jastin untuk segera pergi.
"Sekarang ditarik-tarik tadi gue ditinggal!"ungkap Jastin yang sepertinya sedang kelebihan hormon.
"Yaudah kita pulang yah" ajak Vania pada adiknya lalu memanggu sangat adik,dan berpamitan pada petugas yang sudah membantunya tadi,"Pak makasih sudah bantuin saya,saya pamit kalo begitu"
"Iya de lain kali adiknya dijaga ya jangan sampe ilang lagi"
"Iya Pak, terimakasih,permisi" ujar Vania lalu pergi dari ruang informasi.
Disisi Naya dan Jastin kedua remaja itu kini sudah duduk disalah satu restoran dimall menunggu pesanan mereka dengan jastin yang cemberut sebari bersedekap dada menatap kearah naya.
"Lo kenapa si jus?" tanya heran Naya.
"Gue kesel sama lo!,apa-apaan lo kacangin gue demi bocah gajelas tadi" sentaknya.
"Gajelas gimana?orang tuh anak kecil cakep ko,lucu lagi" ungkap Naya membuat Jastin mendengus.
"Masih cakepan gue kemana-mana!" selanya.
"Kenapa si lo cemburu?" tanya naya membuat raut wajah Jastin kelabakan.
"Apaan?,gue cemburu?,kaga!,"elaknya "Seorang Jastin cemburu ga mungkin,lo kan bukan siapa-siapa gue" entah kenapa saat mengatakan'bukan siapa-siapa'hati Jastin seperti dihantam batu tak kasatmata,menyesakan!.
"Nah itu sadar,gue bukan siapa-siapa lo jadi bebas dong kalo gue mau sama siapa aja,terserah gue,gue bebas-bebas aja" ujar Naya dengan wajah polosnya.
Deg
"Ya ya emang iya terserah,gue juga ga peduli ko"gelagap Jastin menjadi jutek,"tapi karna sekarang lo lagi jalan sama gue jadi lo cuma harus perhatiin gue doang"sanggahnya
"Gitu ya,yaudah deh lain kali gue ga jalan sama lo lagi"ungkapnya membuat raut wajah Jastin datar.
Deg
"Kenapa?,lo ga seneng jalan sama gue?" tanyanya dingin.
"Seneng,,tapi gue lebih suka jalan-jalan tuh merhatiin tempatnya bukan orang yang bawa guenya,jadi kalo harus merhatiin lo selama kita jalan gue gamau" ungkap Naya entah kenapa membuat Jastin menghembuskan napas lega
Dia pikir Naya tidak suka jika berduaan dengannya,Ehhh'jastin menggelengkan kepalanya entah kenapa jadi berpikiran seperti itu ingat semua ini demi rencananya'pikirnya
.
.
.
Tepat sebelum jam 12:00 siang hari ketiga remaja sudah berada didalam rumah sebari merebahkan tubuh mereka di karpet bulu.
"Solat sana udah azan tuh" ujar bu Putri keluar dari kamarnya selesai mengerjakan ibadah solat zuhur.
"Iya mih"jawab serempak mereka sebari beranjak pergi untuk menunaikan ibadah solat zuhur.
Mereka berjamaan mengerjakan solat zuhur dengan Naya menjadi imannya setelah selesai mereka melipat mukena walau tidak rapi mereka menyimpannya di meja dengan sejadahnya sekalian.
"Kak jenguk harimau yu,ila kangen sama dia,ila takut disana dia ga dikasih makan nanti tubuhnya jadi kurus,nanti kalo kurus dikurbaninnya tulang doang" cerocos Naila
"Iya tuh kak,aku juga mau cek kondisi kambing,aku takut dia di aniaya sama kak didi" sela Nirbita.
"Didi siapa ta?" tanya naya heran sebab ia baru mendengar nama didi.
"Singkatan nama kak Rezaldi biar gampang,,mau ya ka" ujar Nirbita kembali merengek untuk menemui peliharaan mereka yang diungsikan.
__ADS_1
Sedangkan ditempat dimana hewan-hewan itu mengungsi sekarang tengah dipenuhi tawa mengolok-olok kejadian tadi pagi dimana Rezaldi dan aril dikejar-kejar harimau sampai harus rela naik pohon jambu dihalaman belakang agar tidak diseruduk.
"Gue sumpel mulut kalian sini!" pekik Rezaldi menggebu sebari memegang kain berwarna hitam untuk ia jejelkan pada mulut bi*dab teman-temannya itu,yang malah tertawa disaat ia menderita.
Habisnya melihat Rezaldi dizalimi sudah pemandangan yang biasa jadi mereka adem-adem aja nontonnya ga iba sama sekali ehh.
Rezaldi terus misuh-misuh sejak tadi pagi,baru saja bangun tidur seharusnya mandi dan berdandan,,eh ia malah harus olahraga,ya emang olahraga di pagi hari itu bagus tapi tidak ditemani kambing naila yang gatau diri juga!,udah ditampung eh malah mau nyeruduk,emang minta disembelih itu kambing!.
Sedangkan Aril sudah kabur pulang sejak kambing milik Naila itu diamankan anggota lain yang mungkin sudah puas tertawa,Aril akan berjauhan dari berbagai jenis kambing mau itu kucing,harimau ataupun bernama anjing,pokoknya semua jenis kambing akan Aril jauhi mulai detik ini!.
Rasanya ia menjadi trauma huaaaa
Rezaldi duduk dengan gerakan kasar sebari menoyor kepala Devan yang terus mengulang vidio dirinya dan aril dikejar harimau,"Hapus beg*"
"Berani bayar berapa lo suruh gue hapus vidio ini?" tanya Devan dengan wajah menyebalkan.
"Emang kampret ya hidup lo ga bisa lepas banget dari duit" cibir Rezaldi sebari mengutak atik ponselnya.
"Hidup tanpa duit bagai sayur tanpa garam,hampa,hambar dan tidak bisa apa-apa" ujar Devan bernada puitis
"N*jis,,lo udah nipu gue sama Aril dan sekarang lo minta dibayar,gatau diri banget hidup lo!" cibir Rezaldi.
Devan mengerutkan keningnya,"Kapan gue nipu lo sama Aril?"tanyanya heran.
"Gausah pura-pura lupa lo!,atau gue minta balik duit lima juta gue!" ungkap Rezaldi sebari melotot.
"Lima juta"beo Devan sebari berpikir, saat teringat pria itu terbahak," Gimana hot ga vidio yang gue kirim?"tanyanya sebari menaik turunkan kedua halisnya.
Rezaldi berdecak kesal,"Hit banget!,pokonya abis itu gue langsung solat"ungkapnya.
"Nah kan gue itu pembawa kebaikan" bangga Devan,"Lain kali gue kirim lagi kalo punya vidio yang lebih bagus dari vidio alam siksa yang kemaren"ujarnya membuat Rezaldi mendengus.
Memang kesalahan Rezaldi jika percaya Devan memiliki vidio yang Enak-enak hingga berani membayar lima juta,yang nyatanya vidio yang Devan kirim seketika membuatnya ingsaf dalam hitungan detik setelah menonton vidio itu.
Alhamdulillah Devan memang top.
Saat Rezaldi buka vidio itu, vidio itu berisi siksaan alam kubur yang begitu mengerikan disotrek dengan lagu 'ingsaf lah wahai manusia siksa kubur'.
Emang Rezaldi dan Aril ini harus selalu diingatkan agar tidak selalu menonton yang khmm enak-enak.
"Lo hapus atau gue minta balik duit gue!" ancam Rezaldi.
"Iya-iya gue hapus" ujar Devan memilih menghapus vidio kejar-kejaran antara Rezaldi,Aril dan kambing dari pada harus kehilangan uang lima juta hasil nipunya.
Doeng hehe
"N*jis banget itu kambing,pokonya bakal gue bales suatu hari nanti" sungut Rezaldi sebari merebahkan diri.
Davri menghampiri Rezaldi yang sedang rebahan sebari mercak-mercak mengumpati harimau.
Eits sampai lupa,Davri dan Wahyu sudah menjadi anggota Algaskar walau bukan inti.
"Bang minjem topeng maling yang lo pegang tadi dong" ujarnya membuat Rezaldi menatap adik kelasnya itu dengan datar.
"Buat apa lo?,jangan bilang mau lo pake buat maling di rumah sebelah" tuduhnya membuat Devan yang duduk disamping pria itu menendang bokong Rezaldi hingga mengaduh.
"Apasih tendang-tendang,kalo pantat gue yang bohai ini rusak gimana?" mercak-mercak Rezaldi sebari mengusap bokongnya.
Devan bergidik,"Seharusnya si harimau nendang pantat lo itu sekalian burungnya!"
"Nih,mau lo apain emang?" tanya Devan yang mengambil pembungkus kepala berwarna hitam dari samping Rezaldi.
"Mau dipake bang" jawab Davri sebari mengambil alih dari tangan Devan.
"Lo beneran mau maling?,dimana?,ajak gue dong!" pintar Rezaldi antusias.
"Si beg* masalah buat dosa aja lo semangat!" cibir Devan.
"Anak pak Hendra ga diajak" cibir Rezaldi.
"Ini bang gue sama Wahyu mau foto-foto pake topeng ginian" ungkap Davri.
"Foto-foto gue ikut lah" ujar Rezaldi sebari mengubah posisinya menjadi terduduk.
"Gausah!,ada gambar lo bikin aib foto kita,udah gausah ajak dia,yu cabut kita foto-foto" seru Devan tanpa diajak dia langsung pergi merangkul Davri,melihat itu membuat Rezaldi kesal,enak saja dibilang aib, dia tuh kesayangan para wanita!.
Rezaldi menyusul setengah berlari.
Mereka mulai berfoto ala-ala maling hehe,magsudnya dengan penutup kepala berwarna hitam dipadukan dengan kaca mata hitam,mereka juga memakai jaket hitam jadilah seba hitam-hitam,entah jaket siapa yang jelas mereka ambil saja yang menyampai disofa,akan mereka kembalikan ketika aksi foto-foto mereka selesai!.
"HP nya taro dimeja Dav" ujar Rezaldi mengintruksi dan dituruti Davri.
Davri mengambil gelas kaca berukuran besar untuk di jadikan sandaran ponsel yang ditaruh dimeja,setelah menentukan waktu mereka mulai bergaya,dengan salah satunya Wahyu dan Davri duduk di kursi,sedangkan Devan dan Rezaldi berdiri dibelakang mereka,dengan Devan bergaya seolah menarik penutup kepala milik Davri dan Wahyu,dan untuk Rezaldi ia membentuk pistol tengan tangan dan menodongkan ke kepala dengan tangan lainnya merangkul Devan.
Cekrek
Foto berhasil di ambil dan mereka mengganti gaya.
Mereka kembali ke ruang depan dimana anak-anak algaskar lain tengah berkumpul dengan aktifitas masing-masing,ada yang sedang rebahan sebari bermain game,bernyanyi,memakan camilan juga bergosip ria ala-ala cowo hehe.
"Nanti malem jadi balapan ga bang?" tanya salah satu anak algaskar bernama Jean.
"Kata si bos sih jadi" jawab Devan sebari mengambil kacang garuda.
Jean menganggu mengerti,"Datangnya bareng bang?"
"Iya kaya biasa,napa si lo banyak tanya amat padahal udah setiap kali ikut,gakaya si Wahyu sama Davri yang belum pernah ngikut"tuturnya.
"Jelas ga pernah ngikut orang gue gabung baru dua mingguan bang" saut Davri yang sedang main game,iya dan Wahyu memang baru dua minggu ini resmi menjadi anggota Algaskar suatu keberuntungan!.
Jean cengengesan,"Gue mau balik dulu sih bang,dirumah ada sodara datang nyokap gue nyuruh balik"
"Balik aja dulu susah amat,surga ada ditelapak kaki ibu ga nurut lo ditendang keneraka" saut Devan yang sedang memainkan gitar.
"Eh si Bintang kelabu kemana ga keliatan dari tadi?" tanya Rezaldi yang sedang bergosip ria dengan anak lainnya.
"Bintang kelabu mah nama autor kali bang"ujar Jean.
"Iya biar sekalian nama autor kita bawa-bawa biar ga iri" bahak Rezaldi"autor juga pasti seneng ko"
"Iyasi,tadi bang Bintang keluar kalo ga salah mau jemput cewenya"
"Cewenya?" beo mereka.
"Bintang punya cewe?,trus masih deketin si bocil Naila?,wah bener-bener minta ditempeleng sibintang!" hardik Rezaldi sebari menyisingkang lengan bajunya nampak sangar.
__ADS_1
"Lo ga salah denger Jean?" tanya Devan memastikan soalnya Bintang tipikal pria setia.
"Engga ko bang orang gue denger dengan mata kepala pundak lutut kaki" Jean terbahak ketika perkataannya disela dua geng inti Algaskar.
"Sebutin usus sekalian!" hardik serempak mereka.
"Sory bang" bahaknya,"Tapi gue beneran denger kaya gini khmmm"Jean berdehem untuk mengikuti cara bicara Bintang,"Biar gue aja yang jemput mereka gitu bang"
Rezaldi menggeplak kepala Jean hingga mengaduh kesakitan,"Lo ngasumsisin sendiri bege,mana tau si Bintang mau jemput emanya arisan"
Jean mengelus bekas templengan tangan kasar rezaldi sebari mencebikan bibirnya kesal,"Dia ngomong kaya gitu sama bang Farel bang"
"Sama si Farel,sekarang tuh anak kemana?" tanyanya terhenti ketika melihat siluet tiga gadis yang sudah membuatnya berolahraga raga setelah bangun tidur.
Melihat Bintang berjalan masuk membuat otak jail devan langsung bekerja"Bintang si Rezaldi mau nantang lo gelut!"teriak Devan.
Bintang menatap selidik kearah Rezaldi dengan menentang dua keresek berisi jajanan yang dibeli triplet diperjalanan tadi.
"Kapan bego" sentak Rezaldi menatap tajam kearah Devan yang suka subhanallah bersamaan dengan astagfirullah.
"Tadi dia mau tempeleng pala lo bang" kompor Davri.
Devan terbahak sekarang bukan hanya Aril yang membantunya menganiaya Rezaldi juga ada Davri yang siap membantu,yang namanya sama-sama berinisial D.
Devan yang bisa alim bersamaan dengan zolim dipertemukan dengan sesama jenisnya,ibarat gas ketemu api, bomm!,meledak.
.
.
.
Dicafe melati seorang remaja tengah duduk di kursi depan kaca sebari minum jus alpukat yang ia pesan,sesekali gadis itu mendongkak dari layar ponselnya menatap sekitar.
"Sory gue telat" ujar seseorang yang menghampiri gadis itu dan mengambil duduk didepan gadis yang sudah menunggunya.
"It's okay,minum dulu udah gue pesenin"
"Ga deh,gue mau lo langsung the depoin aja,lo mau apa minta ketemu sama gue?"tanya gadis yang baru datang dengan nada ketus.
Gadis yang sudah menunggunya itu terkekeh lalu meminum jus alpukat nya,"Santai aja kali,anggap aja gue ngajak lo nongkrong"
"Gue ga punya waktu buat nongkrong sama lo!" jawab gadis itu.
"Jutek amat si kitakan calon bestfriend,eh udah bukan calon lagi dong udah bestfriend nan sekarang mah iya dong" tanyanya dengan wajah menyebalkan dimata gadis yang baru datang tadi.
"Kalo lo ga mau langsung ke intinya gue cabut!" sentak gadis yang baru datang itu sebari beranjak pergi.
"Gausah emosi gitu dong Sherli,,duduk dulu" ujar gadis itu membuat Sherli kembali duduk masih dengan wajah juteknya.
"Apa?" tanya Sherli kesal dengan gadis didepannya ini,gadis yang sudah memelintir tangannya ditoilet tempo hari.
"Ketus amat sih,tapi gapapa,gue cuma mau lo bantuin gue buat hancurin Nirbita!,dengan permainan gue" ujarnya menyeringai.
"Kalo gue gamau?" tanya Sherli menatap jijik gadis didepannya.
Gadis itu bersedekap dada dengan angkuh,"Lo ga punya alasan buat nolak,kerja sama kita sama-sama menguntungkan,lo bantuin gue hancurin Nirbita dan gue bantuin lo hancurin Naila,sama-sama menguntungkan bukan?"ujarnya menyeringai.
Sherli menatap jijik gadis angkuh yang mengajaknya bekerja sama menghancurkan triplet,"Caranya?"
"Kita rusak mental Naila maka otomatis mental dua saudarinya juga rusak" ungkapnya tersenyum remeh
"Lo yakin?" tanya Sherli dengan tatapan menyelidik.
"Seratus persen!,jika salah satu dari tiga saudari itu hancur maka sisanya juga akan hancur,lo paham umpama satu kali dayung tiga empat pulau terlampaui?,itu cara main gue"
Sherli menganggu mengerti.
"Jadi sekarang kita kerja sama?" tanya gadis itu,Sherli menatap uluran tangan gadis didepannya dengan tatapan cemooh lalu ia terima.
"Gue terima ajakan lo?"ujar Sherli membuat gadis didepannya tersenyum menang.
"Gue mau tanya satu hal sama lo?" tanya Sherli dengan tatapan menyelidik.
"Minum dulu jus nya ga gue kasih racun ko,tenggorokan lo pasti seret kalo ngomong doang ga dikasih air,kalo lo ga suka jus jeruk bisa pesen yang lain gue teraktir!" ujar gadis didepan Sherli sebari terkekeh.
"Gue minum"Sherli memutar matanya malas dan juga terpaksa meminum jus jeruk yang sudah dipesankan gadis didepannya ini sampai tandas,lalu menatap gadis didepannya.
"Kenapa lo mau ngehancurin triplet?" tanya Sherli.
"Pertanyaan yang bagus" ungkapnya lalu tatapan matanya menunjukan kebencian,"Yang mau gue hancurin cuma Nirbita karna gue benci banget sama cewe itu,kalo kedua saudarinya juga hancur maka itu bonus buat gue!"ujarnya penuh kebencian bahkan Sherli bergidig melihat perubahan gadis didepannya ini.
Sherli terhenyak melihat sikap penuh kebencian gadis didepannya ini biasanya ia hanya melihat tatapan polosnya saja,tapi mengingat gadis didepannya ini mengajaknya kerja sama menghancurkan seseorang sudah mengartikan gadis didepannya ini memiliki teka-teki dalam hidupnya.
"Kebencian lo pasti punya alasan kan?" tanya Sherli lagi dan gadis itu mengangguk.
"Lo ga perlu tau alasan gue,yang perlu lo tau gue benci banget sama Nirbita,hanya mendengar namanya aja udah bikin gue pengen cakar wajah so manisnya itu!" sentak gadis itu.
"Lo kan yang udah buang air got sama sampah-sampah dimeja Naila?" ujar Sherli mengalihkan pembicaraan dari pada harus melihat sisi lain gadis didepannya yang terlihat menyeramkan.
Gadis itu mengangguk antusias,"Hebat kan permainan gue?,gaada saksi,bahkan CCTV juga ga rekam pas gue ngelakuin hal itu"
"Tapi gue yang jadi tersangka,warga sekolah nuduh gue yang bully Naila kaya gitu!" sela Sherli dengan nada kesal.
Gadis didepan Sherli berbahak,"Tenang lo ga akan gue kambing hitam kan ko,gaada bukti yang bakal nyudutin lo atau gue tenang aja permainan gue bersih"ungkapnya membuat Sherli menghela napas lega.
"Bagus deh gua gamau ya bertanggung jawab sama hal yang engga gue lakuin,gue juga mau rencana kita sampe ketahuan" ungkap Sherli.
"Tenang aja gabakal ada yang tau ko" jawab gadis didepan Sherli dengan pasti.
"Bagusdeh,kalo gaada yang mau lo omongin lagi gue mau cabut?" tanya sherli mempertahankan nada ketusnya.
"Engga ada,tapi lo harus inget pergerakan kita jangan sampe dilihat warga sekolah,diluar sana kita harus kaya orang asing!,dan gue bakal deketin triplet!"
Sherli berdehem sebagai jawaban,"Hmm gue cabut!"ujarnya lalu beranjak pergi,sampai diluar cafe sherli melihat siluet gadis yang mengajaknya bekerja sama tadi dengan tatapan jijik dan berguman,"Gadis ular!"
Gadis yang tadi bertemu Sherli masih duduk ditempatnya dengan senyuman yang tidak luntur sejak tadi,"Tunggu permainan gue bict!"gumannya sebari membenarkan letak kaca mata nya dan beranjak dari sana dengan senyum kemenangan.
______________________________________________
foto virtual Rezaldi,Devan,Wahyu dan Davri.
waktu selfi-selfie
__ADS_1