DIARY TRIPLET N

DIARY TRIPLET N
Depresi dan kecurigaan!


__ADS_3

Kejadian tentang Tara dituduh sudah mendorong Nirbita hingga hampir jatuh dilantai empat dekat ruang guru bomeng digrup sekolah.


Beritanya sangat panas.


Hari yang sama Tara,Sherli,Rini diinterogasi kepala sekolah untuk penyelidikan lebih lanjut.


Kepala sekolah bersikap adil tanpa memandang bulu,mau anak pemilik sekolah sekalipun jika salah tetap harus dihukum.


Setelah diinterogasi untuk sementara Tara diliburkan untuk hari ini,saat dirumahnya Tara mengurung diri dikamar,bahkan sampai tidak mau menemui Sherli ataupun Rini.


"Sherli kita ga bisa kaya gini terus,gue yakin bukan Tara yang udah dorong nirbita kemarin" ujar Rini mereka sejak tadi tengah membujuk Tara,agar keluar kamar untungnya orang tua Tara tidak curiga karena masalah ini belum bocor ke pihak luar sekolah ataupun ke orang tua para murid.


"Gue juga yakin begitu,tapi lo tau sendiri buktinya ngarah ke Tara, gue ga tau harus apa!"


Rini mengangguk lirih,"Tara keluar yu,kita percaya ko sama lo beneran,kita yakin lo ga buat sejahat itu,keluar dong jangan buat hal aneh,, gausah bundir nanti dirumah lo jometan lo ga bisa ikutan makan"oceh Rini memaksa Tara untuk keluar kamar.


Sherli menjitak jidat Rini hingga mengaduh,"Tara keluar dong kita obrolin baik-baik,kita percaya sama lo,kalo lo ngurung dikamar terus masalahnya ga bakal ilang"ujarnya.


"Sherli ko jitak kepala Rini sih?" Gerutu Rini sebari mengusap bekas jitakan Sherli.


"Ya elo ngomongnya bawa-bawa bundir,kalo si Tara tadinya ga kepikiran buat bundir trus denger perkataan lo tadi dia jadi bundir beneran lo mau?!,,entar Tara gentayangin elo karena udah kompirin dia buat bundir semasa hidup" jawab Sherli.


"Eh eh ya jangan dong,serem amat,Tara jangan hppppm" Sherli membekap mulut Rini saat melihat ibunya Tara menghampiri mereka.


"Taranya belum mau keluar Sherli, Rini?" Tanyanya.


"Belum tante" jawab mereka serempak.


Ibunya Tara mengangguk,"Sayang keluar yu kasian ini Sherli sama Rini dari tadi nunggu disini,berantem boleh tapi selesaikan baik-baik jangan ngehindar gini "pintanya sebari mengetuk pintu kamar Tara.


Mereka mengatakan bahwa sekolah diliburkan mendadak dan mereka bertengkar dengan Tara agar ibunya Tara tidak curiga dengan apa yang mereka hadapi sekarang.


Bisa amsyong kalo ibunya Tara tau.


Suara kunci diputar terdengar lirih dari arah luar mereka menatap pintu penuh harapan," Kalian ngapain masih disini?,mamah juga ngapain disini?"Tanya Tara dengan wajah linglung.


"Lo kejedot tembok, atau pintu Tara?" Tanya Rini.


"Hah engga,gue ga kejedot ko" jawabnya.


"Kalo ga kejedot ko bisa amnesia dadakan sih" celetuk Rini bingung.


"Lo sehat kan Tara?" Tanya Sherli memastikan takutnya Tara mengalami syok berlebihan hingga beralih menjadi trauma dan membuang sebagian ingatan dikepalanya.


Tara mengangguk pasti,"Alhamdulillah gue sehat wal afiat,kenapa lo peduli banget kaya gitu ga kaya biasanya?!,lo ga lagi persiapan matikan?"cerocos Tara bingung.


"Gue tonjok juga tuh bibir" desis Sherli kesal sebari pergerakan ingin menonjok tapi gerakannya ia sengaja tahan.


Tara ini emang minta dihajar udah di khawatirin temennya malah nuduh otw meninggal.


"Tara kalo kamu sama Sherli sama Rini ada masalah omongin baik-baik jangan menghindar kaya gini,dari setengah jam lalu mereka bujukin kamu depan pintu " ujar ibunya Tara.


"Hah?" Tara cengo,"Rajin banget kalian nungguin gue depan pintu,kalian nungguin gue bukan lagi cosplay jadi depcolektorkan?"tuduh Tara menyebalkan.


Sepertinya emang Tara mengalami trauma yang membuatnya melupakan sebagian ingatannya deh.


"Sherli kayanya itu bukan Tara deh,Tara tuh ga pelupa kayanya itu demitnya Tara" bisik Rini bergidig nyeri.


"Kalian lanjut aja ngobrolnya mamah mau kebelakang dulu" pamit ibunya Tara meninggalkan mereka.


Selepas ibunya Tara pergi, Sherli menghampiri Tara lebih dekat sampai tangan Sherli ditempelkan dijidat Tara,"Panas"ujarnya.


"Kalian beneran dari tadi nungguin gue depan pintu?" Tanya Tara sebari menyentak tangan Sherli dari jidatnya.


"Iya,lo ga amnesiakan Tara lo baik-baik ajakan?!,ini Tara aslikan bukan demitnya doang,kalo lo demitnya,Tara temen gue dikemanain Woy?!" Tanya Rini sebari menggeser tubuh sherli dan mengubah posisinya berhadapan dengan Tara,barulah mengguncang kedua bahu tara hingga tubuh Tara bergoyang.


"Woy apaansi lo?!,pusing gue!"


"Tara lo baik-baik aja kan?,lo mengalami trauma tar?,perlu gue bawa ke dukun ga?" Tanya beruntung Sherli.


"Ais kagalah,gue baik-baik aja,kalian tumben rajin amat nungguin gue depan pintu sampe setengah jam" puji Tara tak percaya.


"Kita takut lo bundir tar makanya kita nungguin lo disini,kita panggil-panggil sampai mulut berbusa lo ga keluar"ujar Rini.


"Bundir apaan?!"Tara mendengus,


"Gue ga mungkin lakuin itu ya,bego kaliah gue sampe bundir gara-gara dijadiin kambing gosong," rutuk nya.


"Lo ga depresot gitu?" Tanya Sherli dengan nada santai.


"Kagalah,dari pada gue depresot mikirin tuduhan orang yang sama sekali ga gue lakuin mending cari bukti,kalo gue sampe depresot trus bundir beneran gue gentayangin si Naya yang udah nampar gue,mana sakit lagi!"ujarnya tersungut-sungut.


"Terus dari tadi lo dikamar ngapain?"Tanya serius Sherli.


"Mancing"jawab Tara sebari bersandar pada kusen pintu.


"Hah!" Kedua temannya cengo sedangkan Tara berdecak,"Jelas tidur lah gimana si kalian!"


"Ouh jadi setengah jam kita berdiri di luar kamar lo teriak-teriak manggil nama lo,lo didalam enak-enakan tidur?" Desis Sherli menggebu diangguki Tara.


"Kurang ajar!" Pekik Sherli emosi sebari menyisingkan lengan bajunya untuk menghajar Tara.


"Aaaaaa" Tara berlari menghindari amukan temannya itu.


Tara emang memb*gongkan Sherli dan Rini udah bela-belain nunggu sambil teriakin nama Tara didepan pintu kamar,mulit mereka sampai berbusa berbau dan berbeo,keduanya cemas pada kondisi Tara yang takutnya terguncang karena tuduhan yang dituduhkan padanya,tapi yang dicemasin malah enak-enakan tidur!.


Emang Tara salah?,kan daripada depresi mikirin tuduhan orang mending mencari bukti yang menyatakan dia tidak bersalah,mental Tara ga selemah itu ya!,disentil dikit langsung tumbang, kaga!.


Mental BAJA senggol dong bos,eh.


Keesokan paginya Sherli dan Tara sengaja menunggu Agnes untuk menanyakan apakah yang terjadi pada Nirbita itu ulahnya,jika ia tidak akan mereka biarkan!.


Enak saja menjadikan Tara kambing gosong tarakan manusia!.


Sherli mencegat Agnes didepan kelasnya disana sudah ada beberapa murid yang datang pagi ini.


"Ngapain kalian ngalangin jalan gue?!" Tanya Agnes dengan mata melotot.


Sherli memiringkan kepalanya sebari membalas pelototan agnes,"Lo kan yang udah dorong Nirbita dari lantai empat?!"desis Tara the de poin.


Agnes terkekeh,"Lo nuduh gue?,punya bukti?"tanyanya dengan nada mengejek.


Tara tergagap bingung dirinya hanya menebak karena yang jelas musuh dalam selimut dipertemukan triplet cuma Agnes yang dirinya tau dan tak punya bukti.


"Kita sekarang emang ga punya bukti tapi gue yakin lo kan yang udah lakuin itu semua!" Desis Sherli tidak akan tinggal diam jika temannya dijadikan kambing hitam, bagaimana pun Tara terseret dengan si ular ini karena ulah Sherli.


"Woy ngapain kalian cegat jalan Agnes" teriak Naila yang menghampiri mereka dengan tergesa bersama Nirbita yang sudah kembali sekolah.


"Kalian mau ancam Agnes hah?!,kalian mau jahatin Agnes!,kalian ga ada kapoknya ya udah jahatin kak ita sekarang mau jahatin Agnes,kalian masih aman sampai sekarang bukan berarti kalian akan bebas dari hukuman tapi kepala sekolah lagi mutusin buat keluarin kalian dari sekolah" ujar Naila berkaca pinggang didepan Sherli dan Tara.


"Kita ga ancem dia,asal kalian tau dia itu musuh dalam selimut,selama ini dia yang udah jahatin kalian tapi didepan kalian pura-pura baik,munafik, bermuka dua" rutuk Sherli memberitahu.


"Kalian gausah memutar balikkan fakta,aku ga mungkin jahatin Nirbita!" Saut Agnes dengan nada tercekat matanya berkaca-kaca.


"Gausah ngelak lo,selama ini yang jahatin kalian itu dia,dia yang udah kotorin meja kalian waktu itu dan banyak lagi paling parah dia juga yang dorong Nirbita dilantai empat kemarin!" Ujar Sherli.


"Kamu gausah fitnah Sherli,aku diam karena aku mau berterima kasih sama kamu udah bantuin aku waktu itu,ga lebih,tapi mulut kamu jaga dong jangan belain yang salah mentang-mentang dia temen kamu!" Ujar Nirbita geram.


"Tapi bukan gue Ta,gue ga dorong lo waktu itu,"bantah Tara tidak terima dengan tuduhan yang dilayangkan padanya.


"Bubuk roti dina mata bukti sudah ada di depan mata"ujar Naila sempat sempatnya berpantun, " Kamu tinggal ngaku aja Tara, mungkin hukuman kamu bakal diberi keringanan dan ga berakhir dijeruji besi"


"Tapi gue ga lakuin itu La,gue ga akan pernah ngakuin yang ga gue lakuin,terserah kalian mau percaya atau engga tapi gue bakal bawain buktinya sama kalian,kalo gue ga salah,dan dia temen lo ini" ujar Tara mendesis kesal lalu menunjuk Agnes,"Dia itu sebenarnya ular yang cosplay jadi manusia polos!"

__ADS_1


"Tong kosong nyaring bunyinya,kalo kamu mau tunjukin bukti siapa yang bener dan salah tunjukin aja ga usah banyak omong" cibir Nirbita.


Agnes senang bukan main sudah dibela sikembar beda orang tua itu,sudah ia bilang bukan triplet tetap akan mempercayainya kalo sherli mengungkap sikap aslinya sekalipun.


Sherli memang bodoh!,sama saja mendorong diri sendiri untuk masuk jurang.


"Udah lah Ila,Ita,kita gausah ladenin mereka,buang-buang waktu aja,mending kita masuk ke kelas aja ayuk" ajak Agnes tak ayal ada rasa cemas dalam dirinya,takut nNirbita tiba-tiba terbujuk Sherli untuk mencurigai dirinya.


"Bener banget ayok masuk kelas aja disini banyak setan berbisik" cibir Naila mengapit tangan Nirbita untuk segera membawanya masuk kedalam kelas.


Naila sengeja membenturkan bahunya pada tubuh Tara hingga Tara sedikit terhuyung,"K*mprett "umpatnya.


Sementara Agnes tersenyum smirk dengan tatapan kemenangan pada Sherli dan Tara,Agnes berjalan sengaja melambatkan langkahnya disamping Tara dan berbisik,"Mending lo ngaku aja siapa tau hukuman lo diringankan" ujarnya mengejek.


Tara mengepalkan tangannya dan menjawab, "Gue bakal tunjukin bukti kalo gue ga salah!"


"Terserah" ungkap Agnes berbisik sebaik mengedikan bahunya dan menyusul Nirbita dan Naila masuk kelas.


Diluar kelas Tara menatap sherli dengan tatapan permusuhan,"Ini semua gara-gara lo!"makinya geram.


"Ko lo jadi nyalahin gue"


"Iyalah kalo lo ga setuju buat kerjasama sama si Agnes gue ga bakal jadi kambing gosong sekarang!," jawabnya geram sekaligus marah,"Pokonya lo harus dapetin bukti kalo gue ga salah!"


Sherli menjawab,"Dari kemarin udah gue usahain lo tau sendiri gue belum dapet buktinya".


"Bodoamat pokonya gue ga salah titik, lo harus tanggung jawab" desis Tara lalu pergi meninggalkan Sherli dengan hentakan kaki mengiringi langkahnya.


Didalam kelas Naila mendengus kesal, "Agnes kalo sherli nuduh kamu kaya tadi bales jangan diam aja,mereka kalo didiemin malah ngelunjak!"


"Aku udah ngelawan ko tapi mereka terus salahin aku,padahal aku aja tau Nirbita mau jatuh dari lantai empat saat Nirbita mau dibawa kerumah sakit" jawab Agnes.


"Seharusnya Tara ngaku aja biar hukumannya bisa dikurangi,kata papih kalo pelakunya ngaku sendiri hukumannya bakal dikurangin" ujar Naila.


"Beneran papih kami bilang gitu La?" Tanya Agnes mematikan diangguki Naila.


"Iya papih bilang gitu"


"Agnes kamu udah lakuin apa?,magsud aku kenapa sherli sama Tara nuduh kamu yang udah dorong aku?" Ujar Nirbita duduk di kursinya.


Agnes tersentak wajahnya terlihat panik,"Engga tau mungkin mereka mau buat aku jadi kambing hitam biar Tara ga dihukum"jawabnya.


"Tapikan pasti ada sebab kenapa mereka nuduh kamu,kalo soal dijadikan kambing hitam juga" ujar Nirbita curiga.


"Aku gatau,kenapa kamu malah ngomong gitu?,kamu ga percaya sama aku?" Tanya Agnes resah.


Nirbita menggeleng cepat,"Bukan gitu tapi aneh aja kenapa mereka malah mau jadiin kamu kambing hitam nya, padahal jelas-jelas hoodie yang dipake pelakunya ditemuin di loker milik Tara,seharusnya kalo mereka mau jadiin kamu kambing hitam hoodienya bisa disimpen di loker kamu bukan di loker Tara"ungkap Nirbita menjelaskan.


"Mungkin Tara ga sempet nyimpen hoodie nya di loker Sherli,Tara keburu panik terus nyimpen di loker sendiri"saut Naila.


"Iya gitu ta,aku ga mungkin lah buat jahat sama kamu" ungkap Agnes gelagapan.


"Tautuh kak Ita,Agnes ga mungkin jahat udah pasti pelakunya itu Tara" bela Naila lalu bergumam,"Dari pada jadi kambing gosong kan mending makan kambing guling beh sedaaap"


Nirbita mengangguk saja saat Bu Sarah datang pelajaran dimulai dan saat bel istirahat mereka bubar dari kelas masing-masing,,, singkatnya begitu!.


"Bi" panggil Gara yang baru saja menemui Nirbita dikelasnya.


"Kak Gara" teriak Nirbita memanggilnya.


"Mau kekantin?" Tanyanya sebari mengusap dahi Nirbita yang berkeringat.


"Alah film live burung biru" cibir Davri melihat tingkah teman dan kakak kelasnya itu bermesraan.


"Mau" jawab Nirbita antusias, "Kak Gara ganteng deh" puji Nirbita membuat Davri yang masih duduk disampingnya bergidig,triplet itu bersikap baik kalo ada maunya doang!, Davri sudah kenal otak teman-temannya ini.


"Ceelah so muji ada maunya lo!" Cibir Davri.


Nirbita mendengus, "Davri diem deh, Davri tuh ga diajak ngomong jadi ga usah nyambung!"


"Emang kamu Mau apa Bi?" Tanya Gara.


"Kak Gara percaya sama Davri kalo ita puji kak Gara cuma ada maunya?" Tanya Nirbita dengan wajah sedih.


Gara menggelengkan kepala,"Beneran juga gapapa ko,kalo aku bisa kasih kamu bilang aja Mau apa"jawabnya.


"Awas aja aku laporin abang kalo kak ita manja-manjaan sama cowo" gumam Naila kesal karena diabaikan kakak sepupunya itu.


"Dasar bucin" cibir Davri.


Nirbita menahan senyumnya "Tapi aku ga muji kakak karena ada maunya ko,aku cuma jujur kalo kak Gara ganteng pake banget malahan kalo ga percaya Tanya aja sama Agnes, iyakan Agnes?"


"Hah" Agnes gelagapan,"Iya Nirbita bener kak Gara emang ganteng"jawabnya jujur sebari bersemu merah.


"Tuh bener kan,jadi kak Gara gausah percaya sama Davri sibiang kezoliman!"


"Lo tuh biang kesesatan" sanggah Davri mendengus.


"Iya aku tau ko aku ganteng pake banget," narsisnya semakin membuat Davri pengen minggat saja dari sana,"Kamu mau aku beliin eskrim?"tawar Gara karena dia tau kalo Nirbita punya keinginan.


Nirbita mengangguk,"Tapi nanti aja kak,sekarang aku mau makan dikantin tapi gamau jalan cape"


"Ngesot aja ngesot"usul Davri geram.


"Minjem ochobot sana sama BoBoiBoy biar bisa teleportasi" saut Naila sebari memitar matanya.


Nirbita mengkerucutkan bibirnya,"Mau aku gendong?"tawar Gara seketika membuat Nirbita senyum cerah.


"Aaaaaaa kak Gara yang paling peka" teriak heboh Nirbita sebari memeluk Gara.


"Woy-woy jangan peluk-peluk!,aku laporin abang nih Woy" teriak heboh Naila.


"Khilaf" jawab Nirbita sebari melepas pelukannya apda tubuh Gara.


"Modus lu bangbang!" Cibir Davri dan Agnes hanya mengepalkan tangannya dengan senyum palsu.


"Gimana kalo kita balap gendong aja,aku sama kak Gara,Naila sama Davri, kita balap ke kantin yang kalah bayarin makan yang menang,gimana?" Usul Nirbita tersenyum cerah dengan idenya.


Naila tentu saja setuju"Ogah!,kalo si Naila yang gendong gue baru mau!"yang berkata tentu saja Davri.


"Cowo kurang ajar yang harusnya digendong itu aku!,masa aku yang gendong kamu cupu banget!" Dengus Naila tidak senang.


"Gue ga cupu!" Sanggah Davri tersentil jiwa cowonya dibilang cupu,"Ayo naik gue gendong sampe ke Jakarta sekalian! "Songongnya sebari berjongkok dihadapan Naila.


Naila tersenyum cerah berhasil memprovokasi Davri untuk menggendongnya," Gitu dong"


"Ayo kak Gara kita balap sama Naila sama Davri" seru Nirbita antusias dibalas senyuman Gara.


"Ayo naik" Gara Berjongkok didepan Nirbita agar gadis itu lebih mudah untuk naik Kepunggungnya.


"Agnes kamu jadi wasitnya,ayo itung!" Pinta Nirbita.


"Satu" ujar Agnes mulai menghitung.


"Tiga!" Teriak Naila menyerobot, Davri berlari membawa Naila dipunggungnya susah payah.


"Wou-woy curang!" Teriak Nirbita menyusul digendongan Gara.


Selepas kepergian Naila digendongan Davri dan Nirbita digendongan Gara, Agnes mengeram marah,"Si*lan!"umpatnya sebari menyusul mereka tanpa pasangan dengan suara hentakan kaki.


"Lo berat banget La" keluh Davri sebari sempoyongan membawa Naila dipunggungnya.


Davri ini so-soan mau gendong Naila baru melangkah beberapa aja udah ngeluh,emang bocah kebanyakan omong!.

__ADS_1


Naila menulikan pendengaran yang penting digendong,,dibelakang nya Gara mulai menyusul langkah mereka tanpa disadari Naila dan Davri,saat mereka berpapasan Nirbita dengan iseng mendorong tubuh Naila.


"Woy-woy " teriak heboh Davri karena tubuhnya tidak lagi seimbang.


Sedangkan Gara dan Nirbita meninggalkan mereka sebari tertawa mengejek.


"Aaaaaaaa"Naila berteriak heboh ketika tubuhnya dan Davri limbung,Naila hanya pasrah detik-detik mencium lantai.


Bruk.


Suara gedebuk terdengar nyaring tapi Naila tidak merasa sakit,ya emang kan Naila digendong di punggung Davri kalo jatuh kedepan otomatis Naila tidak akan merasa sakit kecuali kalo jatuhnya kebelakang,,bisa encok tubuh Naila ketimpa Davri.


"Woy turun lo berat Naila!"pekik Davri dibawah tubuh Naila.


Naila mendengus sebari mengejek,"Davri lemah banget disenggol dikit aja langsung jatoh"ujarnya sebari bangkit dari tubuh Davri.


"Aduh punggung gue encok anj*r"keluh Davri memegang punggungnya lalu bangkit perlahan.


"Davri harus banyak-banyak olahraga biar ga lemah!,huh gara-gara jatoh kita jadi kalahkan!,pokonya Davri yang bayarin makan kak Ita sama kak Gara" cebik Naila berkaca pinggang.


Emang naila temen set*n temennya lagi kesakitan malah ngomel,tuker tambah ada yang mau ga sih?!.


"Ga bisa gitu dong,kita harus bayar berdua masa gue doang yang nanggung,kita kalah gara-gara lo kelebihan bobot badan"tolak Davri mencibir.


"Enak aja tubuh ila langsing ga gemuk,berat badan ilatuh cuma tigalima jadi yang salah itu Davri,lemah banget jadi cowo"


"Pokonya kita bayar berdua!" Putus Davri berkaca pinggang dua orang itu bersitengang membahas bayaran makanan karena kalah dari permainan gendong gara-gara jatuh.


Tentu saja tidak ada yang mau menghentikan mereka lumayan kan tontonan gratis.


"Stop!" Teriak naila sebari menutup mulut Davri dengan tangannya,"Kita bayar masing-masing aja,kita kalah gara-gara kak ita yang senggol-senggol!"putus Naila diangguki Davri.


Davri melepas tangan Naila dari mulutnya,"Setuju gue,yu susul kantin!"


Contoh manusia menolak salah dan kalah ya gitu tak patut ditiru!.


.


.


.


Setelah makan di kantin Nirbita meminta ditemani untuk pergi ke kelas Tara untuk membicarakan sesuatu.


Nirbita,Naila,Naya,Agnes, Risa dan Vania berjalan bersama kesana,entah apa yang ingin dibicarakan Nirbita pada Tara,tapi Agnes khawatir jika Nirbita tidak percaya Tara pelakunya maka ia harus mencari orang lain untuk disalahkan lagi,Agnes tidak mau ketahuan!.


"Kamu sakit Agnes?" Tanya Risa melihat wajah Agnes pias.


"Iya Mes lo sakit muka lo pias banget" timpal Vania.


"Kalo sakit ke UKS aja Agnes,biar aku anter,ayo!" saut Naila.


"Eh engga ko aku kayanya kecapean doang makanya pias gini" jawab Agnes menyanggah.


"Kalo sakit ke UKS aja Nes gausah ikut kita kekelas Tara,kesehatan lebih penting" ujar Naya dengan wajah datar.


"Iya Nes ke UKS aja dianter naila,aku juga mau ketemu Tara cuma mau tanya-tanya doang" timpal Nirbita.


"Gausah, aku ikut aja sama kalian,aku baik-baik aja ko"jawabnya mengelak.


Mereka tidak lagi membahas itu jika pemilik tubuh berkata baik-baik saja ya maka baik.


Sesampainya dikelas Tara mereka langsung menghampiri Tara yang sedang bersama Sherli dan Rini tengah membahas mencari bukti tidak bersalah.


"Ngapain kalian kesini hah?!,mau labrak gue lagi?!,gue udah bilang bukan gue!" Sentak Tara melihat kedatangan Nirbita dan teman-temannya.


"Aku kesini memang mau obrolin soal itu sama kalian,sekaligus mau minta maaf" jawab Nirbita berkata jujur.


"Minta maaf?,lo udah tau gue bukan pelakunya?," tanya Tara antusias.


Nirbita mengangguk.


Deg


"Aku yakin ko kamu bukan pelakunya maaf ya udah nuduh kamu" jawab Nirbita menyesal.


Deg


Wajah Agnes semakin pias,"Kamu ko bilang gitu Ta?,kamu udah yakin kalo bukan Tara yang dorong kamu?,kamu punya buktinya kalo bukan Tara,Nirbita!,Tara yang udah dorong kamu! "Sanggah Agnes terkesan ketakutan.


"Heh lo b*ngsat!,kenapa lo ketakutan gitu?!, kalo Nirbita bilang bukan temen gue ya bukan!" Desis Sherli.


"Iya emang bukan Tara ko,Tara ga mungkin berbuat senekat itu" Timpal Rini membela temannya.


"Berisik! " Teriak Naya dengan nada tinggi membuat mereka kicep.


Agnes yang hendak menyanggah kembali mengatupkan bibirnya begitupun Tara.


"Kalo kalian debat terus masalahnya ga bakal nemu titik terang,kita samperin kalian bukan buat debat tapi mau ngomongin semuanya biar ga ada yang dirugikan,,trus masalahnya selesai!" Desis Naya dengan mata melotot.


"Kak Naya bener,kalo kalian mau berantem aku mau ngomong berdua aja sama Tara,biar kalian ga ribut terus" ujar Nirbita.


"Engga!,kalian omongin aja aku bakal diem ko" sela Agnes ketar ketir lebih baik tau apa yang dibicarakan mereka agar jika dirinya dicurigai ia bisa mengelak dan menuduh orang lain,jadi Agnes bisa selamat.


Efek dari kecemasan berlebihan membuat Agnes berkeringat dingin dan semua itu disadari Nirbita, tapi Nirbita mengacuhkan dan berpikir positif saja,siapatau Agnes memang sedang tidak enak badan saja seperti yang dia bilang.


Nirbita mengajak mereka untuk berbicara di UKS agar tidak didengar orang yang tidak berkepentingan...


"Aku yakin banget bukan Tara yang udah dorong aku,dari rekaman yang ada dicctv , perawakan orang itu cowo,jelas bukan Tara soal hoodie yang ditemukan di loker Tara, bisa aja ada orang yang mau jadiin Tara kambing hitam" ujar Nirbita menjelaskan apa yang dia pikirkan.


Ia sudah membicarakan ini sebelumnya pada keluarganya.


"Kalian pikir deh,kalo beneran pelakunya Tara hoodie itu pasti ga bakal disimpen di loker sendiri,kalo kaya gitukan cari mati, pelakunya kalo ga mau nunjuk buat fitnah orang dia pasti udah buang hoodie nya biar ga ditemukan,,tapi ini malah ada di loker Tara,,,jelas dari motifnya dia mau nuduh Tara soal kejadian itu" sambungnya.


Sherli dan Tara menatap Agnes permusuhan mereka ingin mengatakan kecurigaan mereka tentang Agnes tapi tidak punya bukti..


"Pas kejadian kamu lagi ada dimana Tara?" Tanya Nirbita menatap Tara yang masih menatap Agnes.


Tara mengalihkan pandangannya,


"Waktu itu gue kan main loncat tali sama kalian, trus ngikut Sherli kekelas,abis itu gue sakit perut,gue pergi ke toilet dan ternyata gue mens jadi gue ditoilet la banget" jawabnya jujur.


"Tuh kan Tara juga punya alibi kuat banget kalo dia bukan pelakunya,,rekaman CCTV juga sebagian ilang,,rekamannya cuma ada pas Ita didorong, tapi gaada vidio saat orang yang dorong itu naik ke lantai empat ataupun turun dari sana,,dari sana aja udah jelas kalo dia mau nunjukin kalo aku emang didorong dan mau kita cari pelakunya" ujar Nirbita.


"Tapi bisa aja Tara yang ngelakuin semua itu dengan cara bayar orang" sanggah Agnes masih mencoba meyakinkan mereka kalo Tara lah pelakunya.


"Gue ga sekejam elo ya b*gsat!"bantah Tara tidak terima.


"Gausah berantem!" Tegur Naya.


"Intinya emang bukan gue yang dorong Nirbita, dan sekarang spekulasi Nirbita juga dukung gue bukan pelakunya,pokonya gue mau pelakunya ketangkep biar nama baik gue kembali bersih!" Pinta Tara melihat Agnes dengan ujung matanya.


"Iya pelakunya pasti ketemu ko,bangkai mau disembunyikan gimanapun baunya pasti kecium juga" jawab Nirbita.


"Kalo pelakunya ketemu lo mau maafin dia Ta?" Tanya Vania.


"Selama ini tripet cuma memberi satu kali kesempatan untuk seseorang yang buat jahat sama kami untuk mengubah diri,," jawabnya membuat mereka terdiam.


"Kalo dia udah jahatin lo berkali-kali gimana Ta?" Tanya Sherli.


"Kita pernah musuhan kan Sherli?,dulu pas pertama kamu buly kami, kami diamkan tapi yang kedua kamu taukan apa yang kami lakukan begitupun seterusnya" jawab Nirbita,"Tapi khusus untuk pelaku yang satu ini aku bakal lepaskan,aku bakal minta agar dia ga dihukum kalo mengakui kesalahan dan juga mau berubah"sambungnya menatap kedepan dengan tatapan penuh harap namun ada kekecewaan didalamnya,dimana Agnes duduk disana.


"Aku ke toilet dulu" celetuk Agnes sebari bergegas pergi dengan terburu-buru.

__ADS_1


Mereka yang masih satu ruangan hanya saling tatap lalu sama-sama mengedikan bahunya sampai Sherli mengatakan sesuatu yang membuat mereka harus berpikir.


"Kapan kalian ungkap?"


__ADS_2