DIARY TRIPLET N

DIARY TRIPLET N
Bikin emosi


__ADS_3

Seperti rencana tadi pagi setelah pulang sekolah triplet berencana untuk mengunjungi makan Bu Selin dan Pak Candra orangtua kandung Nirbita dan Rangga.


Sebelum sampai disana mobil yang dikendarai Rangga berhenti ditoko bunga untuk membeli buket bunga mawar merah kesukaan sang ibu.


Bukan hanya mereka berempat yang menuju pemakaman tapi bersama keluarga Pak Dimas,kakak pertama dari Pak Candra dan Pak Jeje,ternyata panggilan triplet emang turunan dari orang tau mereka.


Jika bersama Pak Jeje dan Bu Kasih maka akan komplit namun kedua orang itu masih diluar negri jadi tidak ikut berkunjung.


Sesampainya disana mereka langsung menuju makam Pak Candra dan Bu Selin disana juga ada makam kakek,nenek triplet,mereka membaca doa dengan harapan bisa tersampaikan pada ahli kubur dan membantu meringankan siksaan mereka.


Setelah satu jam disana keluarga itu memutuskan pulang setelah melihat hari semakin sore.


"Papih sama mamih mau pulang kemana?"tanya Naila di sela-sela langkah menuju mobil.


"Kerumah la masa kehutan" jawab Pak Dimas sebari memutar matanya malas.


"Magsud Naila bukan itu,mamih sama papih mau pulang kerumah abang apa engga?" tanya Naila sekali lagi.


"Makanya kalo nanya yang jelas gituloh" cibir Pak Dimas.


"Udah salah gamau ngaku,dasar orang tua" cibir Naila lirih namun terdengar Nirbita yang berjalan di samping gadis itu.


Ingat!,dimana ada Nirbita disitu ada Naila begitupun sebaliknya!.


"Hayo ngejek papih,kualat nanti baru tau kena azab" ledek Nirbita menakut-nakuti.


"Is jangan serem banget,tadikan ila keceplosan" sanggah Naila takut.


Nirbita mengedikan bahunya,"Keceplosan atau bukan sama aja udah ejek papih,nanti dikutuk jadi m*nyet karna udah kualat"Nirbita semakin menakut-nakuti.


"Jangan kak,ila gamau jadi m*nyet" sentak Naila.


"Salah sendiri ngejek papih,hayo kualat" Nirbita semakin menjadi menakuti naila.


"Kak!" rengek Naila takut,"ila ngaku salah maafin ya,ila gamau dikutuk jadi m*nyet"


"Minta maaf ko sama aku,akukan bukan papih yang kamu ejek tadi" jawab Nirbita sebari mendahului langkah Naila,selepas aga jauh dari Naila,Nirbita terkikik bisa mengerjai adik sepupunya itu.


Sesampainya dimobil tidak biasanya triplet anteng seperti ini membuat Rangga dan Elesky bergidig,memang lebih baik mereka diam dari pada ngereog tapi kalo diemnya dari kuburan aga lain.


"Kalian aman kan?" tanya rangga selidik begitupun Elesky yang memperhatikan ketiga adiknya lewat spion.


"Kita emang kenapa bang?" tanya Nirbita heran sepertinya yang masih waras hanya dia di kursi belakang sedangkan dua saudarinya sedang melamun dengan raut wajah masam.


"Aga lain!,ga kaya biasanya" jawab dua pria dewasa itu serempak.


Nirbita mengkerucutkan bibirnya,"Aku sih gapapa,gatau dua adik abang yang onoh,emang aga lain sih dari tadi"ujarnya sebari menunjuk Naya dan Naila menggunakan bibirnya.


"Naya,Naila kalian kenapa?,ga kesurupan kan?" tanya Rangga namun tidak ada jawaban dari kedua gadis itu.


"Kalian kesurupan?,ko ga ajak-ajak"pekik Nirbita membuat dua pria dewasa mendengus.


"Aneh-aneh aja kamu,malah mau ikutan kesurupan segala" dengus Elesky.


"Kan dari pada sendiri mending kesurupan berjamaah biar ita ga bingung gini" jawab Nirbita sebari memepetkan tubuhnya pada pintu menjauhi Naila yang duduk ditengah.


"Bacain ayat kursi terus tiup dikepala mereka" usul Elesky.


"Okeh" Nirbita menurut dan membaca Ayat Kursi seperti saran Elesky tadi,"Ada air ga bang?"tanyanya setelah selesai membaca Ayat Kursi.


"Buat apa?,disuruh tiupin ayat kursi dikepala mereka malah nanyain minum" cibir Elesky.


"Jangan souzon dulu bang,aku nanyain air biar ruqyah mandirinya ampuh sambil disembur-sembur" jawab Nirbita.


"Yaelah gaada air ta" ujar Rangga membuat sang adik mendengus,gagalah acara sembur-menyembur tadi huhh.


"Yaudah deh gapapa,acara ruqiah ala Nirbita dimulai" ujarnya lalu mulutnya membaca Ayat kursi.


"Bismillahir rahmanir rahim.


Allahu la ilaha illa huwa,alhayyul qayyum,lata'khuzuhu sinatu walanaum,lahuma fis samawati sama film ard,man Zal lazi yasyfa'u 'indahnya illa bi'iznih,ya'lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum,wa la yuhituna bisyai'im min'ilmihi illa Bima sya', wasi'a kursiyyuhus samawati wal ard,wa la ya'uduhu hifzuhuma,wa huwal'aliyyul azim "


Setelah membaca Ayat Kursi dengan benar Nirbita menepuk jidat Naila kencang hingga gadis itu memekik,"Kakak ko tepok-tepok jidat ila sih"gerutu gadis itu.


"Diam aku lagi ruqyah kamu biar setannya minggat" ujar Nirbita membuat Naila mencebikan bibirnya.


"Aku ga kesurupan kak!"


"Maling mana ngaku" cibir Nirbita kembali menepuk jidat naila kencang sekali lagi gadis itu memekik,bukannya memisahkan Rangga dan Elesky malah menjadi penonton.


Melihat mereka ngereog lebih baik dari pada adem ayem kaga jelas,padahal jika biasanya mereka ngereog kedua abang mereka itu akan memerintahkan mereka untuk diam!,disini yang aneh siapa sih?,triplet atau abangnya?.


"Huaaaa" Naila nangis kejer hingga Naya yang melamun tersentak dan langsung menoleh kearah suara.


"Kamu kenapa ila?" tanya Naya panik melihat Naila menangis kejer,sedangkan Nirbita kembali membaca ayat Kursi ia meyakini setan dalam diri Naila sedang menunjukan diri.


Kedua abang mereka juga gelagapan,"Woy kamu beneran kesurupan?"ujar Rangga sempat-sempatnya bertanya.


Elesky memberhentikan mobilnya lalu turun untuk memeriksa naila yang semakin kencang menangis, "Turun dulu ta"pinta Elesky pada Nirbita.


"Gamau bang,aku lagi ruqyah Naila biar setannya minggat" kekeh Nirbita membuat Elesky membopong gadis itu agar turun.


"Abang!" dengus Nirbita tidak terima diturunkan paksa dari mobil.


Untuk Rangga ia sudah berada disisi naila sebab Naya tidak banyak tingkah seperti kedua adiknya,rangga membacakan beberapa surat pendek dan ditiupkan pada ubun-ubun sang adik.


"Aku ga kesurupan bang" isak Naila,"aku mau ketemu papih"rengeknya.


Rangga dan Elesky saling pandang,"Kami bakal pertemukan kamu sama papih tapi keluar dulu dari tubuh ade gue!"


"Abang gue gue an sama ila huaaa" Naila kembali menangis kejer ketika mendengar kata gue yang diperuntukkan pada dirinya,padahal mereka sepakat tidak memakai kosa kata 'lo gue'jika bicara pada triplet,jika melanggar tentu saja ada hukumannya.


"Abang harus dihukum huaaa"


Mobil dibelakang yang mengikuti mereka ikut berhenti,pak dimas dan bu Putri menghampiri mobil yang diisi anak-anak mereka.


"Kenapa sayang?" tanya Bu Putri pada Nirbita yang bersedekap dada sebari cemberut.


"Tuh Naila kesurupan" jawabnya sebari mendengus karna kesal tidak bisa melanjutkan acara meruqyahnya gara-gara sang abang.


Bu Putri loading sebentar bersama Pak Dimas saat mendengar jawaban Nirbita lalu menatap Naya meminta penjelasan.


"Gatau mih Naila tiba-tiba nangis kejer" jawab Naya dengan wajah khawatir.

__ADS_1


Tanpa bertanya lagi kedua paruh baya yang awet muda itu menghampiri mobil berisi naila yang sedang ditenangkan kedua abangnya.


"Ini kenapa?" tanya Pak Dimas pada anak lelakinya.


"Kebanyakan ngelamun pih makanya kesurupan" jawabnya.


"Coba biar papih yang urus kamu turun dulu" ujar Pak Dimas walau keberatan tapi Elesky tetap menuruti keinginan sang papih.


Pak Dimas masuk kedalam mobil duduk disamping naila yang sedang dipeluk rangga,"Nama kamu siapa?"


"Naila flores" isak nya menjawab.


Pak Dimas bingung sendiri jika kesurupan bagaimana jawabannya benar,Pak Dimas menghela nafas ini pasti kerusuhan baru dari anak-anak gadisnya.


"Kalo kamu Naila kenapa nangis?"


"Naila salah,Naila minta maaf,ila udah ngatain papih tua,Naila minta maaf huaaa,ila gaakan ulangin lagi jangan kutuk ila jadi m*nyet" isak Naila setengah jelas.


Kedua pria beda usia didalam mobil tercengang begitupun mereka yang berada disamping pintu mobil.


"Ada yang bisa jelasin?" tanya pak dimas menatap Rangga disebrang arahnya namun pria itu menggelengkan kepala sebagai jawaban tidak mengerti,lalu beralih pada orang-orang di luar.


Nirbita menggaruk rambutnya tidak gatal,"Mmm gini pih,tadi naila ejek papih udah tua pas diperjalanan mau kemobil,,ita iseng bilang kalo Naila berani ejek papih kaya gitu nanti ila dikutuk jadi m*nyet,,ita gatau kalo ila ternyata mikirin itu dari tadi"ujarnya menjelaskan sebari cengegesan.


Mereka menghela nafas,"Bener-bener"cibir Naya apalagi sejak tadi siang moodnya sedang buruk.


Pak Dimas menatap Naila,"Jadi kamu ga kesurupan?"


"Engga kan ila udah bilang tadi,kalian aja yang ga percaya" isak Naila.


"Udah nangisnya jangan diterusin" ujar Rangga diangguki naila.


"Papih maafin Naila ga? " tanya Naila penuh harap.


Pak Dimas mengangguk,"Iya papih maafin,lain kali jangan ejek orang tua kaya gitu nanti kualat"


"Iya pih,maafin ila"


"Iya"


"Udahkan dramanya?" tanya Pak Dimas,"Sekarang ayo pulang"


"Beli eskrim dulu lah pih" bujuk Nirbita dari luar mobil.


"Setuju" pekik Naila bersemangat, kesedihan itu menghilang mendengar eskrim.


Mereka berdecih kecuali Naya yang mengangguk menyetujui usulan kedua adiknya itu,triplet itu selalu kompak apalagi bikin orang emosi.


"Sekalian makan ya pih,Naya laper nih belum makan dari tadi siang" keluh naya membuat mereka menatap cengo gadis itu.


Pantas saja pias.


.


.


.


Disisi lain dijam yang sama Agnes sudah sampai dirumah beberapa menit yang lalu,gadis itu melepas softlens dari matanya dan memakai kaca mata minus sebagai gantinya,"Huhh cape banget"keduanya sebari berbaring diatas ranjang.


Tok Tok Tok


Suara ketukan diluar kamar membuat Agnes mau tidak mau bangkit untuk membuka pintu,"Mah"sapa nya.


"Sayang mamah pikir kamu belum pulang,,kenapa belum mandi?" tanya mamah Agnes melihat putrinya yang masih memakai seragam sekolah.


"Udah pulang dari tadi mah,nanti aja ah Agnes masih cape" jawab Agnes sebari kembali keranjang disusul sang mamah.


"Gimana sama ujiannya?"


"Aman ko mah" jawabnya.


"Kalo butuh sesuatu bilang aja sama mamah,mamah pasti bantu ko,walaupun kamu bukan anak kandung mamah tapi mamah sayang sama kamu kaya anak sendiri" ujar mama Agnes bernama Jesi.


"Makasih mah" jawab Agnes sendu,ibu kandung Agnes sudah meninggal saat usianya lima tahun dan ayahnya menikah lagi saat dirinya usia remaja,Agnes bersyukur mamah tirinya ini menyayanginya seperti anak sendiri membuat Agnes nyaman dan menganggap wanita itu sebagai ibu kandungnya.


"Sama-sama sayang,kalo ada apa-apa bilang sama mamah,,,kalo kamu menghawatirkan nilai ujian kamu,kamu ga perlu cemas nilai kamu pasti bagus seperti biasanya,kamukan peringkat pertama bertahan" ujar bangga Bu Jesi membuat Agnes tersenyum malu.


Sepertinya mereka lupa jika diatas langit masih ada langit.


"Mamah bisa aja,kalo Agnes ga peringkat pertama taun ini mamah sama papah kecewa ga?" tanya Agnes hati-hati.


"Ko kamu bilangnya gitu si?,kamu pasti peringkat satu ko mamah yakin itu,anak mamah kan jenius"


"Misalnya mah" sanggah Agnes.


"Engga sayang,ga akan ada yang rebut peringkat pertama dari kamu,gaada yang lebih pinter dari kamu,dari SD kamukan juara satu bertahan sampai SMP, sekarang pas sma juga pasti sama" yakin Bu Jesi membuat Agnes menunduk.


"Temen sekelas Agnes ada yang pinter mah,kan bisa aja dia yang juara satu bukannya aku" ujar Agnes sendu.


"Jangan merendah gitu dong sayang,gaada yang se pinter kamu,,,gausah bahas itu lagi ga penting, mamah yakin kamu pasti juara satu sampai kapanpun,sekarang kamu mending mandi bau acem" ujar Bu Jesi mencoba menghibur anaknya yang sedang di mood insecure.


Agnes mencium bau badannya sendiri lalu cengengesan,"Hehe iya aku bau asem,aku mandi dulu ya mah"


"Iya sayang nanti langsung turun buat makan"


"Iya mah" setelah melihat Agnes masuk kedalam kamar mandi bu jesi menghela nafas,wanita paruh baya itu mengingat seseorang yang ia rindukan yang sudah ia tinggalkan.


Bu jesi melangkah pergi dari kamar Agnes sebari berguman,"Mamah kangen nak"dengan nada sendu.


Keluarga Agnes baru pindahan kekota bogor dari bali,disana Agnes selalu mendapatkan juara satu dalam academy,,keluarga Agnes asli bogor namun dua bulan setelah ayahnya menikah lagi mereka memutuskan tinggal dibali,dan baru kembali beberapa bulan ini karna pekerjaan sang ayah yang mengharuskan mereka tinggal disini.


Agnes selalu menjadi kebanggaan keluarganya karna selain cantik dia juga cerdas dan mudah bersosial.


Ibu Agnes meninggal saat dirinya berusia lima tahun karna kecelakaan,Agnes tumbuh dalam didikan ayahnya yang lebih memilih keuntungan daripada apapun,walau begitu Agnes tumbuh menjadi anak yang ceria dan cenderung sopan.


.


.


.


Seorang pria tengah termenung dikamarnya,beberapa kali orang itu menghela nafas dan mengacak-acak rambutnya frustasi.

__ADS_1


"Gue kenapa si?" tanyanya dengan nada frustasi,padahal diruangan itu tidak ada disiapa-siapa selain dirinya.


"Kayanya gue harus cek kesehatan deh,hati sama jantung gue Bermasalah kayanya" gumannya sebari menghela nafas yakin dan bergerak pergi dari sana.


Setelah keluar Jastin melihat anak buahnya yaitu geng orion tengah berkumpul santai sebari membicarakan acara balapan nanti malam padahal di pagi hari mereka harus mengikuti ujian,ini contoh anak-anak tidak patut dijadikan panutan.


Dimarkas orion mereka berkumpul setelah pulang sekolah selesai melewati ujian yang hanya satu dua diantara mereka yang serius dengan ujian itu,sisanya asal-asalan.


Menjawab asal-asalan tapi berdoa juara satu terlalu berhalu sih!.


"Mau kemana lo bos? " tanya Tom melihat jastin keluar dari kamar pria itu yang tersedia dimarkas,suara tom dijadikan atensi oleh yang lainnya.


"Mau balik lo bos? " tanya Javas menimpali pertanyaan Tom.


"Engga gue ada urusan diluar,kita ketemu ditempat balapan langsung nanti malam" jawab Jastin melanjutkan langkahnya.


"Oke,Hati-hati lo" ujar Javas di angguki jastin sebari mengacungkan jempol.


Setelah Jastin pergi mereka kembali bergosip.


"Lo liat ga si bos beberapa hari ini aga lain" celetuk Jerry sebari mengupas pisang.


"Bukan aga lain,aga anehh" saut Pedro.


"Bener" timpal Tom.


"Ciri-ciri cowo lagi galau ga sih?" tanya Jerry memastikan.


Keduanya serempak mengangguk,"Kayanya bos kita udah kembali normal, suka cewe gais"heboh Tom sebari cekikikan.


"Bagus lah artinya si bos udah moveon dari mantannya" ujar Javas bergabung di percakapan mereka.


"Hooh"


"Cinta sekaligus mantan pertama" cekikikan Tom menyebut mantan Jastin itu.


"Menurut kalian si bos suka sama siapa?" tanya Pedro menatap mereka bergantian


Mereka mengerikan bahunya,"Gue pernah liat si bos cekikikan sendiri,mesem-mesem sendiri trus kaya cemberut gitu pas liat hp,pasti dia lagi chatan tuh sama gebetannya"ujar Tom.


"Gue juga pernah pergokin si bos ketawa lepas gitu pas pegang hp,gue pikir dia lagi liat vidio lucu eh pas gue pengen liat si bos malah pergi" timpal Jerry.


"Kalian pernah liat si bos jalan sama cewe?" tanya Javas.


Mereka menggelengkan kepala,"Terakhir yang gue liat si pas si bos nganterin murid widd,yang pernah gue ceritain itu loh,yang ngatain gue sama Jerry,kucing sama tikus"ujar Tom menjelaskan.


"Trus pernah lo liat dia jalan berdua gitu selain hari itu?" tanya Javas dijawab gelengan kepala oleh Tom.


"Pertama dan terakhir si gue liat" jawab Tom.


Pedro terdiam ia sedang mengingat ingat sesuatu,beberapa minggu lalu ia pernah melihat jastin di mall bersama gadis dan anak kecil di gendongan gadis itu,tapi ia ragu kalo itu jastin atau bukan sebab wajahnya tidak jelas dari kejauhan.


Pedro menggelengkan kepalanya lirih beberapa kali,jika orang itu beneran Jastin maka siapa gadis disampingnya yang sedang menggendong anak kecil,tidak mungkin istri dan anaknya kan,si bos belum nikah woy!'pikir Pedro.


"Napa lo?" tanya Jerry sebari menepuk pundak Pedro.


"Hah kaga" jawabnya.


Javas memikirkan siapa cewe yang disukai bos nya itu,tidak mungkin target permainan merekakan?,jika iya maka akan menarik,Javas tersenyum smirk tanpa disadari teman-temannya.


"Lebih mudah ngancurin lo" gumannya dalam hati.


.


.


.


Keluarga triplet sampai dikediaman Rangga diwaktu malam sebab mereka mampir ke beberapa tempat seperti masjid untuk menunaikan solat magrib diperjalanan.


"Langsung mandi abis itu solat isya dulu sebelum tidur" ujar Bu Putri memberitahu triplet.


"Siap mih" jawab mereka serempak dan bubar kekamar masing-masing.


Setelah mandi Naya turun ke lantai bawah disana tidak ada siapapun,gadis itu duduk disofa depan TV dan menyalakannya untuk menonton acara.


Naya memakai baju tidur bergambar doraemon, triplet memiliki kartun kesukaan mereka masing-masing jika naya doraemon sama seperti nirbita dan naila lebih menyukai hello kitty.


"Ga jelas banget cuman dijadiin bahan taruhan,lo pikir tuh hati ga sakit apa,gue lempar pake remot baru tau rasa" Naya mercak-mercak menonton film dimana menceritakan kisah remaja yang menjadikan seorang gadis menjadi pacarnya karna bahan taruhan.


"Dikasih hati malah ngelempar ampedu,,,heh bego cewenya baek lo malah jadiin bahan taruhan,gue doain semoga lo nyesel trus mohon-mohon sama cewenya tapi cewenya ogah nerima lo lagi,sakit hati!,mampus lo!"Naya tersungut-sungut.


"Cewenya juga cantik,kurang apa coba?,udah cantik,baik,emang cowo gaada otak gue geprek lo biar jadi ayam geprek,,temen cowonya juga membang*ngkan banget malah bawa pengaruh buruk,tinggalin tuh temen lo biar keluar dari pertemanan toxic"naya terus mercak-mercak hingga kesal sendiri dan mengganti acara TV yang ia tonton kecenel berikutnya.


Kali ini Naya menonton film perseteruan anak sekolah dari dua jurusan berbeda yang sering dikatakan bertolak belaka,pemeran utama wanita dan prianya selalu ribut setiap bertemu seperti kucing dan anjing,mereka juga memiliki julukan untuk saling mengejek satu sama lain,secara berkala mereka jatuh cinta,saat tokoh utama pria menyatakan cintanya dan sang tokoh utama wanita menerimanya belum ada satu menit mereka pacaran,hubungan mereka kandas,karna antagonis yang membocorkan bahwa tokoh utama pria hanya menjadikan tokoh utama wanita untuk balas dendam pada sang kakak wanita itu yang tak lain adalah musuhnya.


Awalnya memang tokoh utama ingin menyakiti hati tokoh utama wanita untuk membalas dendam pada musuhnya yang tak lain kakak dari gadis itu, namun berdekatan dengan gadis itu membuat tokoh utama pria benar-benar jatuh cinta,keinginan balas dendamnya hilang begitu saja mengetahui hal itu teman-temannya hanya bisa mendukung dan mencoba berdamai dengan musuh mereka itu,namun kejadian dimana rekaman suara yang mengatakan tokoh utama hanya ingin balas dendam menggunakan tokoh utama wanita semua menjadi kacau,hubungan mereka menjadi hancur dan semakin memanas juga dikala sang kakak gadis itu tidak terima.


Hubungan pasangan utama itu menjadi seperti semula bermusuhan,bedanya hanya sang wanita yang memusuhi sedangkan sang pria tidak menyerah untuk kembali mendapatkan kepercayaan wanita yang ia cintai.


"Mampus" umpat Naya,"Mohon-mohon sana lo!,jadi cowo so soan mau mainin hati perempuan malah kejebak permainan sendiri,mampus,udah gril gausah dimaafin nanti aja maafinnya kalo mau tamat,,gue ga terima kalo dia bahagia sebelum endingnya,, gue mau liat dia se menderita itu karna udah nyakitin lo!"gerutu Naya memanas dengan wajah memerah menandakan ia benar-benar tidak terima dengan semua yang ia tonton.


Pak Dimas yang kebetulan berdiri dibelakang naya entah sejak kapan mendengus mendengar gerutuan gadis itu,"Nontonnya sesuai usia nay"tegur pria paruh baya itu membuat naya tersentak dan menoleh.


"Papih bikin kaget aja,Naya nonton sesuai umur ko" jawab gadis itu.


Pak Dimas mengambil duduk di samping naya sebari mengambil remot dimeja,"Nih tontonan kamu"ujarnya sebari mengganti cenel pada tayangan kartun dua bocah kembar botak.


"Itumah tontonan Naila!" dengus Naya,"Ganti yang tadi pih"rengek Naya ingin melanjutkan menonton kisah percintaan anak remaja tadi.


Pak Dimas memberikan remotnya pada Naya,"Nontonnya gausah sambil ngedumel!"


"Abisnya sebel jadi cowo ko cupu beraninya taruhan sama balas dendam doang!,,,ga baik balas kejahatan sama kejahatan harusnya balas dengan keburukan"sungut Maya sebari mengganti cenel TV.


Pak Dimana menoyor jidat naya gemas,"Sama aja dodol"


Naya mencebikan bibirnya lalu menatap sang papih,"Pih cowo kalo ngasih perhatian lebih itu bukan berarti suka sama kita?,bisa aja cuma mau berteman atau ngejadiin kita alat buat balas dendam doang"ujarnya terdengar sewot.


"Ga semua cowo kaya didrama Naya,contohnya papih,papih sayang banget sama mamih iklas dunia akhirat,trus abang-abang kalian juga menghargai wanita karna mereka sadar mereka terlahir dari rahim wanita dan mereka juga punya kalian,triplet,adik-adik mereka yang berkelamin wanita,mereka gamau kalian disakiti makanya mereka sebisa mungkin tidak menyakiti"


"Isi hati orang emang ga ada yang tau,tapi kita juga jangan soujon dulu,jikapun ada orang yang kita curigain mau berbuat jahat sama kita, kita minta perlindungan sama allah SWT,ingsa allah kita akan selamat jika allah tidak mengijinkan kita celaka" sambung Pak Dimas menatap serius naya yang juga benunjukan keseriusannya saat mendengarkan ia bicara.


"Kita ga boleh membalas kejahatan sama kejahatan atau keburukan,kita hanya perlu sebisa mungkin berbuat baik walau mendapatkan balasan yang buruk,kita sebagai manusia memang hal lumrah jika marah dan kecewa" Naya manggut-manggut.

__ADS_1


"Ngerti?" tanya Pak Dimas.


"Engga" jawab Naya dengan raut polos membuat Pak Dimas mendengus,sudah capek menjelaskan eh malah si oneng kaga paham.


__ADS_2