DIARY TRIPLET N

DIARY TRIPLET N
Balap liar


__ADS_3

Naya yang baru muncul membuat atensi mereka menatap gadis itu dengan tatapan penuh tanya.


"Pantesan ada yang aneh,triplet kurang satu,dari mana kamu Naya tumben ketinggalan dua saudara kamu?"tanya salah satu warga.


'Habis beli sate kambing pak sama ayah"jawabnya lalu menelisik apa yang dia lihat,"ini ada lomba agustusan?, tapikan bulan Agustus masih lama kalian majuin ya?"tebak gadis itu.


"Engga neng,ini teh maling yang tertangkap sama kami"


''Maling?"beo Naya.


"Iya kak,kedua orang yang lagi didandanin ibu-ibu itu maling,mereka ketangkep terus mau dipukulin sama warga,dari pada dipukulin aku sama naila yang masih punya rasa kemanusiaan "seseorang menyela ucapan Nirbita.


"Intinya aja ta kalo mau cerita gausah mendetai kasian bab nya penuh"


"Iya Pak maaf,nih ita singkat,singkat cerita mereka sekarang didandanin sebagai hukuman padahal pewarna alami lebih bagus dari pada buang-buang makeup kaya gini "ujar Nirbita


"Pewarna alami apa nih ta?" tanya Danis curiga .


"Bekas pukulan lah apalagi"


Doeng


Jawaban Nirbita membuat mereka mendesah kesal katanya memiliki rasa kemanusiaan apanya jika berharap maling itu tetap dipukulin.


"Otaknya tolong waras kembali"ujar Rangga sebari menyembunyikan kepala nirbita kedalam ketiaknya membuat gadis itu memberontak.


"Ayah kamu mana Naya?"tanya bu Kasih yang sedang mendandani wajah maling bersama beberapa ibu-ibu.


"Gatau bu"jawabnya membuat atensi bu Kasih mendelik sang anak.


"Gatau gimana? kamukan perginya sama ayah,emang kamu pulang ga sama ayah juga?"oceh bu kasih.


"Engga bu,tadi Naya dianter mas ojek itu"tunjuk Naya pada pria yang sedang menghampiri mereka.


Mereka langsung menatap remaja yang Naya panggil tukang ojek itu,"trus ayah kemana?"tanya Rangga.


"Pak jeje pusing kali bos makanya nitipin anaknya sama tukang ojek"oceh Danis membuat Rangga memukul kepala asistennya itu.


"Kamu belum bayar kan Naya makanya tukang ojek nyamperin kesini?"sambung Danis.


Jastis yang dipanggil tukang ojek hanya bisa meringis ia juga bingung harus mengatakan apa,tidak mungkin berkata jujur bukan?,bisa-bisa ia digebukin warga.


"Dasar!,bayar dulu ojeknya"cibir Rangga membuat Naya cemberut,"berapa mas? "Sambungnya.


"Eh berapa apanya nih pak?" tanya Jastin kini berdiri disamping Naya.


"Ongkosnya mas,tenang aja dilebihin ko kami mengerti betapa frustasinya anda bersama bocil satu ini"oceh Danis membuat Jastin menyetujui dalam hati.


"Eh tapi saya bukan tukang ojek pak"


Mereka serentak menatap Naya dan Jastin kecuali para ibu-ibu dan Naila yang ikut mendandani dua maling yang bapak-bapak tangkap,sedangkan Nirbita sedang merekam itu semua untuk vlog Naila.


"Kalo bukan tukang ojek,Jangan-jangan kamu komplotan maling ini"selidik warga.


"Eh bukan pak"gelagap jastin,"enak aja!,saya orang baik-baik"


"Trus kenapa kamu bisa sama adik saya hah?"selidik Rangga menatap tajam.


"Tadi"jastin gelagapan untuk menjawab ia hanya bisa meringis sebari menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


Brum-brum


Suara motor bersautan menghampiri mereka disana juga ada satu mobil dari barisan paling akhir,mereka mengenali pemilik mobil itu.


"Naya ayah pikir kamu diculik astagfirullah"teriak pak Jeje sebari berlari kearah kerumunan.


"Siapa yang mau nyulik mereka si pak,yang nyulik gamau gila pak"oceh Danis membuat rangga dan pak jeje menatap tajam pria itu.


"Magsud kamu anak bapak ga waras gitu?"pekik pak jeje membuat mereka saling tatap.


"Ga usah berharap ada pertengkaran adu otot bapak-bapak warga kita plot twist soalnya"ujar pak rt disetujui para warganya.


Danis menjauh dari Rangga,"bukan gitu pak"jawabnya ragu lalu menatap para remaja yang tadi membawa motor.


"Ini bapak bawa calon mantu banyak amat pak,anak cowonya aja belum laku"cibir Danis mengalihkan pembicaraan agar ia tidak digebugin dua pria pendukung triplet.


"Mulutnya minta ditampol!,sekate-kate  abang aku udah mau laku ya!,lagi proses kdrt"ujar Nirbita menatap tajam ke arah Danis.


Mereka serempak menatap nirbita penuh tanya,"kdrt?"beo mereka.


" iya ituloh proses pendekatan"

__ADS_1


"Pdkt"pekik para warga membuat Nirbita mengusap lehernya yang ditempeli nyamuk.


"Salah ya"gumannya membuat para warga mendengus.


"Ini bukan calon mantu bapak sih dan,bapak perlu seleksi dulu kamu bantuin ya dan"oceh pak jeje membuat Rangga uring-uringan.


"Engga ya yah mereka masih kecil,aneh-aneh aja ayah ini,mereka tuh masih bocil"oceh Rangga tidak suka.


"Biarin aja sih Rangga mereka tuh udah sma, udah waktunya kenal sama pacaran,biarin aja"ujar pak jeje,jika orang tua lainnya melarang anak gadis nya mendapat pacar ayah dari dua anak gadis dan paman dari satu gadis lainnya malah menyuruh mereka mencari pacar,lain dari yang lain keluarga triplet ini.


"Kalo ada yang mau pak"cibir Danis. sekenanya.


"Enak aja ade-ade gue itu cantik-cantik pinter-pinter cuman tingkahnya aja buat darah tinggi"ujar Rangga tidak terima dengan mulut sekenanya Danis itu, walau ia belum mengijinkan adiknya adik-adik nya berpacaran.


"Maaf bos,mereka emang cantik tapi tingkahnya kaya anak tk,calon mereka harus punya kesabaran seluas samudera setinggi bagunan bruk kholifah"ujar Danis.


"Gausah ribut udah diem!"ujar pak rt menenggahi mereka,"Farel kamu sama teman-teman kamu dari mana?"


"Mmm"Farel hanya berguman sebari mengusap tangannya.


"Mereka abis balapan liar pak rt,"ujar pak jeje membuat para warga menatap ketujuh remaja itu tak kecuali Jastin.


"Kamu balapan liar Rel?"tanya bapak Tejo selaku ayah dari Farel.


"Mmm itu pak"


"Iya pak,jadi tadi perjalanan saya sama  anak saya terhenti gara-gara balapan liar mereka dijalan raya,pas saya mau bubarin polisi datang saya ikutan panik terus gondol mereka biar ngikutin mobil saya,sampe lupa anak saya ilang"sela pak jeje menjelaskan.


Benar dirinya tadi lupa tentang Naya ia ingat pas melihat naya di kerumunan para warga,ia bersyukur anaknya baik-baik saja.


"Trus ini anak siapa?"tanya pak jeje menunjuk Jastin.


"Tadi dia yang bawa Naya ayah dari balap liar,dia juga ikutan balapan yah"ujar Naya membuat Jastin melotot.


"Ouh jadi kalian semua balapan liar"pekik para warga sebari berkaca pinggang.


Sedangkan para ketujuh remaja itu meringis,mereka sejak tadi hanya saling melempar tatapan tajam kepada Jastin musuh bebuyutan mereka itu tanpa membuka mulut untuk mencegah hal yang tidak diinginkan,sedangkan salah satu dari remaja itu menatap nirbita dengan tersenyum tipis.


"Selesai"teriak Naila sebari loncat dari posronda,"lihat ni seni para ibu-ibu mendandani para rampok menjadi janda eksotis"sambunya mengoceh.


Mereka tercengang dengan wajah para maling yang tadi terlihat maco kini terlihat cantik hasil dari para ibu-ibu.


"Tuh dan,sana kamu pdkt sama mereka kamukan pecinta janda eksotis"ujar Rangga mendorong Danis.


"Enak aja engga ya!,abang udah dijodohin sama kami"ujar Naila.


"Dijodohin sama waria itu kan ila?"tanya Danis mengejek.


"Enak aja,bang Rangga kami jodohin sama cewe cantik manis,baik hati,juga membahana, namanya kak Fricia Anggraini"kini Nirbita yang berbicara membuat Rangga bersorak senang sedangkan Danis melotot tidak setuju dan devan sebagai adik menggaruk rambutnya heran.


"Engga-engga enak aja itu mba Fricia cem-ceman gue"ujar Danis.


"Dia ga akan mau sama tukang gosip kaya lo Dan,dia mau nya sama gue,biar kaya dinovel-novel dapet CEO muda nan tampan dan juga pintar"narsis Rangga sebari membenarkan kerah kaosnya.


"Gausah sombong dong bos!, gue juga asisten lo!,gue bisa bertanggung jawab lahir batin"oceh Danis,"kita harus bersaing dengan adil dan makmur"


"Oke siapa takut!"


"Kami mendukung mu"ujar serempak triplet.


Dev lo harus bersabar kalo nanti jadi sodaraan sama mereka"bisik Farel disamping Devan.


"Gue sih berharapnya salah satu dari mereka jadi calon gue bukan jadi sodara gue"ujar nya membuat para remaja menatap pria itu dengan tatapan berbeda,hanya Farel dengan tatapan tidak percaya.


"Mereka pasti kabur kalo udah kenal deket sama triplet "pikir Farel juga Davri dan Wahyu yang sudah mendekat kearah remaja itu.


"Sebagai hukuman kalian udah balap liar,kalian bapak hukum untuk menemani para security kampung berjaga malam ini" ujar pak rt.


"Gamau pak"ujar Farel,"besok kami harus sekolah"


"Udah ketangkep baru mikirin sekolah, emang dasar nasi udah jadi bubur susah dibalikin jadi nasi paham ga!,lain kali kalo mau berbuat itu pikirin dulu dampaknya,pokonya kalian beranda dikampung kami malam ini atau saya laporin kalian kepolisi"ujar pak rt.


"Kamu ini ya Farel,berani-beraninya nakal kaya gini,ibu ngijinin kamu bergaul sama siapa aja, tapi jangan balapan liar juga,kamu itu harus menjaga harga diri kamu sebagai ketua OSIS hasil capcipcup"sunggut bu lastri ibu dari Farel.


"Gausah disebar juga kali bu kalo aku jadi ketua OSIS hasil cap cipcup"oceh Farel kesal.


"Hasil kaya gitu udah ga punya harga diri kali"cibir Rezaldi berbisik.


"Sama kaya lo"cibir Aril membuat remaja itu mendelik tajam.


"Kalo mau balapan itu kaya Ronaldo bisa bikin negara bangga lah kamu bikin masuk penjara"sambung bu lastri.

__ADS_1


"Ronaldo udah alih profesi ya bu"cibir Naya membuat para warga meringis kecuali bu lastri yang merasa tidak bersalah.


"Udah kalian lakukan aja apa kata pak rt,atau mau bapak sunat ulang burung kalian sampe buntung?"ujar pak tejo membuat kaum pria memegang area masa depan mereka.


"Jangan pak"ujar Farel.


Jastin sejak tadi sedang memantai situasi ia tidak mau harus berjaga dikampung orang padahal niatnya hanya bengantar pulang cewe yang ia asal tarik.


Danis yang mengetahui gelagat pria itu mencibir"Kalo merasa cowo tanggung jawab sama perbuatannya,gausah kabur,disuruh berjaga dikampung aja takut huh cemen"


"Iya cuma berjaga dimalam hari aja takut nih kenalin Danis Mahendra "ujar Rangga sebari merangkul Danis,Danis yang dipanggil begitu berwibawa menjadi senang bagikan terbang ke langit ketujuh," yang takut sama jarum suntik sampe kabur keliling kampung"sambungnya membuat mereka ketawa kecuali Danis yang merasa dihempas dari langit ketujuh setelah diterbangkan.


"Saya mau anter dua maling ini kekantor polisi,ibu-ibu dan para warga sekalian silahkan bubar,dan kalian ronda disini malam ini"ujar pak rt sebari menunjuk ketujuh remaja.


"Siap pak"


"Pak Jeje anter saya bawa mereka kekantor polisi!"ajak pak rt.


"Delapan empat pak"jawab pria paruh baya itu.


"Rangga sekarang giliran kamu sama Danis yang ronda sekalian awasin mereka jangan sampe kabur"ujar pak rt.


"Tenang aja pak!,kalo mereka kabur biar pak security mantan preman yang urus!"ujar Rangga.


Para warga bubar kecuali mereka yang disuruh ronda dan triplet yang sedang duduk anteng dibangunan tempat mereka ronda.


"Kalian ngapain  masih disini sana pulang!"usir Rangga.


" Sana pulang ga baik anak cewe di luar rumah malam hari"ujar Danis,"bikin hantu pusing tujuh keliling liat kalian"sambungnya mencibir.


"Iya deh hantu mah kabur lihat ukhti kaya kita,beda kalo liat om Dan mereka langsung mendekat"cibir Nirbita.


"Kan om dan rajanya gibah jadi para setan langsung mendekat"sambung Naila membuat pria dua puluh lima tahun itu mendengus kesal.


"Bos suruh pulang sana adik-adik nya disini juga gaada guna,mereka malah mau centil sama cowo-cowo"ujar Danis membuat Rangga mendelik tajam.


"Kalian pulang sana atau kakak potong uang jajan kalian!"ancam pria itu langsung membuat tiga gadis itu berlari tunggang langgang membuat mereka cengo.


akhirnya mereka pergi juga,memang rencananya ini selalu tokcer!.


"Disini gaada warung ga bang,saya lapar nih"ujar Jastin yang kini sedang main ponsel, sedangkan Gara main catur bersama Rangga,sedangkan yang lain menonton ada juga yang malah tidur.


"Udah pada tutup!,kalo kalian lapar makan aja yang ada"jawabnya.


"Disini cuma ada biang rusuh"cibir Jastin.


"Yaudah makan aja"


"Gaenak alot"


"Heh Jastin biber lo ngapain ada disini sih?"tanya sinis Rezaldi.


"Suka-suka gue lah"jawabnya ketus.


"Kalian ini satu geng apa musuhan?"tanya Danis.


"Musuhan"jawab mereka serempak kecuali Gara.


"Trus nama geng kalian apa?"


"Gue mah orion ,gue sebagai ketuanya"ujar Jastin bangga sebari menepuk dadanya.


"Nama orson aja bangsa"cibir Rezaldi langsung mendapat tendangan maut dari jastin.


"Gausah berantem!"suara tegas security mantan preman membuat mereka kicep.


" Mmm kalo kita ALGASKAR bang,itu bos kami namanya GARA"ujar Aril menunjuk Gara dengan dagunya.


Danis mengangguk lalu menatap mereka,"bos kalian maaf ya ga bisa ngomong apa?"


"Dia bisu bang"cibir Jastin.


"Jika tidak bisa berbicara baik sebaiknya diam"cibir Gara dengan wajah datar membuat mereka menatap pria itu.


"Emang Gara paling waras diantara kalian,paling baik,baik penyabar"puji Rangga.


"Iya Gara paling baik,udah cocok dong sama Nirbita kalo paling penyabar mah"goda Danis langsung membuat Rangga menatap tajam pria itu.


Danis sudah melihat gelagat Gara menatap adik dari bosnya itu sejak mereka datang,ia bisa menjadikan ini kesempatan bagus untuk menguji kesabaran sang bos.


"Gaada,mau pacarin ade gue lawan dulu gue abangnya"ujar posesif Rangga sebari menepuk dadanya,danis dan Farel bergidig melihat wajah serius pria itu.

__ADS_1


Mereka tau betul Rangga dan triplet memiliki kemampuan bela diri yang sangat bagus menurun dari ibu celin yang dulunya adalah atlet beladiri tingkat nasional.


Ibu Celin meninggal saat Nirbita kelas empat sd sedangkan ayah Candra meninggal tiga tahu lalu.


__ADS_2