DIARY TRIPLET N

DIARY TRIPLET N
MAIN PETAK UMPET?


__ADS_3

Agnes keluar dengan tergesa-gesa,semua perkataan nirbita berhasil mematahkan keberaniannya, saat ini ia harus menyelamatkan diri agar tidak ada yang tahu bahwa dirinya dalang dari semua yang terjadi pada Nirbita.


Jikapun Tara nantinya terbukti tidak bersalah jangan sampai dirinya terbongkar,harus orang lain yang disalahkan!.


Agnes menutup pintu gudang setelah yakin tidak ada yang mengikutinya,Agnes langsung menghubungi seseorang melalui telepon.


"Halo,kenapa lo kaya resah banget gitu?" Tanya seseorang dari sebrang telepon.


"Mereka lagi cari pelakunya,gue takut ketahuan!"


"Santai aja mereka gabakal tau,gue kan udah bilang gue udah siapin orang yang bisa disalahkan untuk kejadian itu,,lo tenang aja" jawab Javas disebrang telepon.


"Gue tau tapi mereka mulai ga percaya sama orang yang kita jadiin kambing hitam,mereka nemuin kejanggalan yang bikin orang itu ga lagi mereka curigain," jawab Agnes resah.


Javas terdiam,"Lo denger ga sih!"sentak Agnes dengan keterdiaman Javas.


"Gue denger elah,gausah teriak-teriak" pintanya sebari mengusap telinganya sakit mendengar nada tinggi dari Agnes,"Gue diem lagi mikirin jalan keluar buat lo"


"Iya lo harus bantuin gue, cari orang lagi buat disalahin,gue ga mau ketahuan!"


"Iya-iya ah bawel banget jadi orang,lo santai aja,bersikap kaya biasa biar gaada yang curiga sama lo,," pinta Javas.


"Iya tapi kalo mereka tetep curiga gimana?,sherli sama Tara itu tau gimana sikap asli gue!"


"Ck mereka punya bukti ga?"


"Kayanya engga,kalo mereka punya buktinya pasti dari kemarin udah koar-koar,bukan cuma nuduh gue doang" jawab Agnes.


Javas mengangguk walaupun Agnes tidak akan bisa melihat gerakan tubuh pria itu,"Kalo gitu lo bersikap biasa aja,walau mereka curiga sama lo,mereka ga bakal dapat buktinya,yang dorong temen lo itukan gue,yang nyimpen hoodie di loker juga gue,,,gaada bukti ngarah ke lo kecuali gue ketangkep,,lo tenang aja gue ga bakal ketangkep jadi lo aman,,,bersikap biasa aja!"


Agnes mengangguk,"Lo ga bohongin gue kan?"tanyanya memastikan jujur saja dirinya masih ketar-ketir jika ketahuan maka permainannya finis.


"Engga!,gue gerak dengan bersih,aman,udahlah gue tutup teleponnya kalo lo butuh gue telepon atau temuin gue di apart,ya lo tau bayarannya apa" ujar Javas tidak tau malu sebari mengedikan bahunya acuh.


Agnes mematikan panggilannya dan berguman,"Gue ga bakal ketahuan,mereka ga akan tau kalo gue yang nyuruh orang buat dorong Nirbita dari lantai empat,,iya"ujarnya menenangkan diri.


"Kamu yakin bau bangkai yang kamu sembunyikan tidak tercium?"


Deg


Suara dari belakang tubuhnya membuat Agnes membeku,sebelum menelepon Javas ia sudah pastikan gudang ini kosong,lalu suara siapa itu? Terdengar familiar,apa jangan-jangan?..


.


.


.


Jika triplet,Vania,Risa,Sherli,Tara Rini sedang membahas kejadian yang terjadi pada Nirbita yang menyeret nama Tara, membicarakannya di UKS yang sepi,maka geng inti Algaskar sedang berada dibelakang bangunan sekolah dimana pohon mangga berada tempat mereka berkumpul selain kantin.


Pembahasan mereka sama!.


"Menurut lo kalo beneran Tara yang lakuin itu dia bakal dihukum apa dari pihak sekolah?" Tanya Rezaldi sebari membuka penutup teh botol ditangannya lalu meminumnya dengan nikmat.


"Gue si lebih mikirin hukuman dari para ortunya Nirbita,kalo nyangkut soal triplet mereka ga pernah main-main,apalagi ini bisa dibilang percobaan pembunuhan" ungkap Farel bergidig membayangkan amarah tiga ayah Nirbita yang masih hidup, sehat wal-afiat.


"Konflik nya bakalan panjang anj*r,si Tara kaya berurusan sama mafia ga tuh kalo gitu" ujar Aril berkomentar.


"Gue lebih cemas kalo kita salah tuduh" celetuk Bintang membuat mereka menatap Bintang dengan lekat.


"Lo curiga sama orang lain bin?" Tanya Devan.


"Kalo kecurigaan bisa kesiapa aja,gue cuma takut kita cuma nangkep kambing hitamnya bukan pelaku asli" jawabnya.


"Magsud nya lo ga yakin kalo Tara pelakunya,lo pikir dia cuma dijadiin kambing hitam gitu? " tanya Devan memastikan magsud yang ia tangkap.


Bintang mengangguk"Kalo bukan Tara pelakunya otomatis pelaku aslinya masih bebas,dia bisa aja nyelakain Nirbita lagi,dia juga bisa nyelakai orang lain yang udah dia targetin kalo bukan cuma Nirbita apalagi kita gatau motif orang itu apa"jawabnya menjelaskan kecemasan nya.


Mereka mengangguk setuju,geng inti Algaskar yang lebih bagus dipanggil topeng monyet dari pada geng motor, suka ngelawak hanya Gara dan bintang yang waras ya kadang bintang terkontaminasi sih berbicara tanpa gurauan.


"Gue setuju,dari CCTV yang gue selidiki pelakunya itu cowo tapi hoodie yang dia pakai ada di loker Tara,jelas dia pengen jadiin Tara sebagai kambing hitam,dia juga tau kalo hubungan Nirbita sama geng Tara pernah berselisih,jadi bikin kita berpikir kalo Tara punya magsud buat nyelakain Nirbita" ujar Gara memberitahu kecurigaan yang ada dikepalanya dari kemarin.


"Kalo yang lo pikir bener bos,pelakunya orang terdekat Nirbita atau bisa dibilang kenal Nirbita dong" ujar Aril diangguki Gara bahkan Bintang juga setuju.


"Kalo pelakunya cowo trus dia deket sama Nirbita antara kita,Davri sama Wahyu doang,kan cuma kita cowo yang dekat sama triplet" celetuk Rezaldi.


"Bisa aja sih" jawab Farel manatap selidik teman-temannya tapi tatapan menuduh lekat kewajah Rezaldi.


"Ck gue emang suka dibuat esmosi sama triplet tapi gue ga sehina itu ya bego sampe mau bunuh anak gadis orang!" Bantah Rezaldi melihat tatapan Farel yang ingin dirinya tonjok.

__ADS_1


Seenaknya aja menuduh.


"Jastin?" Tuduh Bintang tanpa tau yang dituduh masih terbaring di ranjang rumah sakit.


.


.


.


Suara pintu dibuka terdengar jelas disepinya ruangan.


Bukan karena tidak ada orang hanya saja mereka tanpa tidak mau mengeluarkan suara.


"Makan siangnya kenapa ga dimakan Jas?,mau papah suapin?" Tawar Pak Ahmad yang baru saja masuk ke ruang rawat Jastin dirumah sakit dan melihat makan siang yang ia siapkan sebelumnya sama sekali tidak disentuh sang anak.


"Gue bukan anak kecil!" Tolaknya judes.


"Terus?!,kenapa ga dimakan?,suka ada dirumah sakit iya?,kalo kamu makan aja susah gimana mau sembuhnya!" Cibir Pak Ahmad menggerutu.


Jastin tidak menanggapi gerutuan sang ayah.


Pak Ahmad mengambil kursi untuk duduk disamping ranjang rumah sakit,"Kamu masih mikirin Naya yang gamau maafin kamu?"tanyanya menyidik.


"Bukan urusan situ!"judesnya menjawab.


"Ckckcck anak jaman sekarang cemen banget, ditolak sekali aja mentalnya langsung melempem kaya kerupuk kesiram air" cibir Pak Ahmad,"Masa kamu kalah sama papah yang bermental baja ini malu dong bapaknya kuat lah anaknya letoy"narisnya.


"Mental baja" cibir Jastin,"Kalo gatau permasalahan gausah berkomentar!"sambungnya menatap kesal.


"Sotoy,kata siapa papah gatau permasalahan kamu sama Naya?,jangan sotau makanya,papahtuh banyak anak buahnya cuma buat dapetin info tentang kalian mah kecil" ujarnya menyombongkan diri,Pak Ahmad sudah bertekad untuk memperbaiki hubungannya dengan Jastin,"Kamu pikir papah gatau apa kalo kamu cuma mau mainin hati naya doang eh ujungnya kamu makan ludah sendiri,. Suka sama Naya beneran "


Jastin hanya berdecak,ya soal masalah itu pasti ayahnya sudah tau apalagi kejahatan Jastin terungkap dirumahnya sendiri,lebih memudahkan Pak Ahmad mendapatkan informasi.


"Kalo kamu beneran menyesal sama perbuatan kamu,perbaiki diri, masa ditolak Naya sekali dua kali udah nyerah,hidup tuh harus kaya papah pantang menyerah!"


"Naya udah terlanjur kecewa!" Jawab Jastin dengan membuang muka kearah berlawanan dari tempat Pak Ahmad duduk.


"Allah Maha membolak-balikan hati,kalo kamu beneran mau berubah menjadi lebih baik, perbaiki prilaku kamu,dekatkan diri kepada allah,doa dan usaha tidak akan mengecewakan hasil,,,,,kalo kamu cuma usaha tapi ga berdoa percuma, begitupun sebaliknya,,,kalo kamu mau Naya maafin kamu,kamu berusaha dibarengi doa ingsaallah jika Naya jodoh kamu kalian akan dipersatukan dengan cara yang terbaik" ujar Pak Ahmad baru pertama kali berkata sebagai ayah rasanya begitu membahagiakan.


Selama ini mereka hanya berdebat jika bertemu semoga ini awal yang bagus.


Tiba-tiba Jastin mengangguk dengan semangat yang hilang kini membara,"Bener gue bukan orang yang mudah menyerah, masa ditolak gitu aja udah nyerah bukan Jastin baget "gumannya dengan senyum aneh dibibirnya.


"Gue pasti bisa mendapat maaf Naya" tekadnya dalam hati.


"Bagus!,begitu dong selamat empat lima kaya mau nerima gajian!,cewetuh maunya diperjuangin apalagi yang salah itu kamu,kamu harus tanggung jawab!,minta maaf aja ga cukup kami harus nunjukin ketulusan kamu buat Naya,biar Naya tuh tersentuh dan mau maafin kamu!" Ujar Pak Ahmad lalu mengambil piring makanan diatas nakas dan menyodorkan pada anaknya itu.


"Apaan?" Tanya Jastin menatap piring berisi makanan dari ayahnya.


"Makan!" Pintanya.


"Gamau!,mulut gue pait gamau makan" tolaknya jujur karena rasa lidahnya tuh pait dimasukin apapun,air mineral aja pait banget!.


"Gimana mau berjuang coba kalo masih dirumah sakit,kamu mau pas kamu keluar dari rumah sakit nanti Naya udah punya gandengan!"


"Amit-amit" sebut Jastin sebari mengambil alih piring makanan dari tangan Pak Ahmad,dengan ogah-ogahan Jastin memakan makan siangnya itu,walaupun rasa pait menjalar dimulutnya tapi Jastin tetap Memakan makanan itu,tadinya emang ogah tapi demi keluar dari rumah sakit untuk perjuangin naya,,apapun akan Jastin terjang.


Amit-amit kelamaan dirumah sakit pulang-pulang liat Naya sama pacarnya bisa-bisa ia kembali masuk rumah sakit dah,,tapi sakitnya ga terlihat gitu,tersembunyi,kalo dibelek dulu terus lihat hati dalam tubuh Jastin,barutuh sakitnya Jastin bisa dilihat,kan yang sakit hati!.


Pah Ahmad hanya tersenyum tipis banyak perubahan yang terjadi padanya dan Jastin dari kemarin,walaupun Jastin masih bersikap judes tapi sekarang tidak terlalu formal,ya gabisa dibilang sopan juga karena Jastin menyebut dirinya gue pas ngobrol sama Pak Ahmad tapi bagi Pak Ahmad itu lebih baik,,,baginya ia tidak bisa menjadi ayah yang baik untuk Jastin tapi setidaknya bisa menjadi teman anaknya itu kan?.


.


.


.


Agnes membalikan tubuhnya dengan kaku untuk melihat siapa pemilik suara yang baru saja memergokinya ini.


Deg


"Nirbita"


"Hai"sapa Nirbita dengan santai bahkan raut wajahnya pun terlihat seperti biasa," Kenapa ko kaya kaget banget liat aku?, tenang aja aku bukan setanko"ujarnya tersenyum lembut.


"Sejak kapan kamu disini?" Tanya Agnes dengan wajah pias.


Bukannya menjawab nirbita malah mengajukan pertanyaan,"Agnes pernah liat film asahi?,Agnes tauga ada perkataan asahi yang kaya gini,'teruslah melakukan apa yang kamu suka karena terkadang manusia lebih menyeramkan dari pada hantu"Nirbita menjeda ucapannya dan melangkah hingga kedua gadis itu berhadapan dalam jarak satu langkah sebagai pemisah," Tapi kenapa kamu malah berbuat jahat?,kamu tau ga kalo semua perbuatan ada eksekuensinya?"Nirbita menatap lekat-lekat wajah Agnes.

__ADS_1


Deg


"Kenapa kamu berbuat jahat Agnes?,kamu jahatin aku padahal aku temen kamu,,,kamu udah tumpahin sampah dimeja aku,bikin aku sama naila cekcok,kunciin naila dikantin,mau nyakitin kak gara pake obat pencahar buat fitnah aku,terus kamu juga kan yang nyuruh orang buat dorong aku dilantai empat?" Tanya nirbita dengan tatapan kecewa,"Kenapa kamu lakuin itu Agnes?,apa salah aku sama kamu?,aku ga pernah jahatin kamu?,tapi kenapa kamu malah jahatin aku? "Tanya beruntung Nirbita tidak memberikan kesempatan untuk Agnes menyanggah atau mengelak.


"Aku ga pernah jahatin kamu tapi kenapa kamu malah mau bunuh aku?,apa salah aku sama kamu?,apa Agnes?,apa?"


"Stop!" Teriak Agnes kencang,"Aku ga lakuin itu sama kamu nirbita,kenapa kamu bisa nuduh aku sekejam itu?,kamu lebih percaya sama sherli dari pada aku?, kenapa nirbita?,aku ga nyangka kalo ternyata dimata kamu aku sekeji itu"ujarnya mengelak dengan raut wajah kecewa.


Agnes pikir Nirbita belum tentu mendengar percakapannya dengan Javas tadi ia masih bisa mengelak dan menyalahkan Tara dan Sherli dalam masalah ini, dan ia akan cuci tangan dari semua ini.


Mata Agnes berkaca-kaca menyiratkan begitu terlukanya Agnes mendengar tuduhan Nirbita,Nirbita melihat itu menjadi merasa bersalah dan memeluk Agnes,"Maafin aku,maaf"Agnes terisak dipelukan Nirbita.


Melihat respon Nirbita yang seperti ini membuatnya merasa lega ternyata kejahatannya masih tersimpan rapi,"Apa aku sejahat itu dimata kamu Nirbita?,kenapa kamu nuduh aku kaya gitu hiks?"


"Maafin aku,aku udah nuduh kamu dan percaya sama omongan Sherli sama Tara,aku percaya ko kamu ga mungkin sejahat itu sampai mau bunuh aku" jawab Nirbita dengan nada menenangkan Agnes semakin merasa senang.


"Kamu mau kan maafin aku?" Tanya Nirbita setelah melepas pelukan dengan Agnes dan menatap Agnes penuh rasa bersalah dan harapan dimaafkan.


Agnes tersenyum menang didalam hati,ternyata Nirbita tidak mendengarkan pembicaraannya dengan javas,untung saja Agnes tidak berbuat sembrono tadi jika tidak maka rencana akan hancur dan dirinya juga bisa hancur,karena sudah termasuk pencobaan pembunuh pada Nirbita saat meminta bantuan Javas untuk menghabisi Nirbita.


Agnes mengusap matanya yang mengeluarkan cairan bening,"Kamu ga perlu minta maaf ko Ta,aku tau kamu cuma terhasut sama Sherli juga Tara,aku sebenernya tau kalo mereka punya niat jahat sama kamu tapi aku diancam mereka buat tutup mulut kalo engga mereka bakal jahatin aku,,aku takut,tapi saat mereka ketahuan mereka malah nuduh aku,hiks"ujarnya memitat balikan fakta.


Nirbita tersenyum lembut menatap wajah Agnes yang berurai air mata,"Sampai kapan kamu mau bohong Agnes?,"tanyanya merubah raut wajah secepat mungkin menjadi datar dan dingin.


Agnes tersentak lalu menatap wajah Nirbita dengan bingung,"Magsud kamu apa Nirbita?,kamu ga percaya sama aku?"


"Bukannya aku ga percaya,hanya saja kepercayaan aku sama kamu udah ilang" ungkapnya masih mempertahankan wajah datar yang tidak pernah Nirbita tunjukan pada siapapun, "Mau sampai kapan kamu mau bohong Agnes?,mau sampai kapan kamu mau drama jadi baik terus kamu ga lelah?"tanya Nirbita beruntung.


Agnes terkesiap,"Aku ga kaya gitu Nirbita,Nirbita,,"


"Biar aku jelasin biar kita ga berbelit-belit,buang waktu ajakan?!"sela Nirbita aura yang dikeluarkan Nirbita membuat kaki Agnes bergetar tanpa sadar.


"Kamu cukup dengerin aja!,aku tau semua kejahatan kamu,kamu pikir selama ini kamu berbuat jahat selancar mungkin?,jelas engga!,semua rencana kamu berhasil karena bantuan aku,kamu mau tau kenapa?" Nirbita menjeda ucapannya.


Agnes terkesiap wajahnya semakin pias dan ia merasa takut.


"Karena aku biarin kamu buat bermain-main sama aku,sebenarnya aku cuma mau ngasih kamu kesempatan untuk berubah tapi kamu malah semakin menjadi sampe mau bunuh aku,aku biarin kamu berbuat semau kamu bukan karena aku gatau tapi karena aku kasian sama kamu,,,tapi aku heran kenapa kamu jahatin aku?, kenapa kamu naruh dendam sama aku?,apa salah aku sama kamu?"


"Stop" teriak Agnes tidak tahan lagi, "Lo diam Nirbita,diam!,iya gue yang udah lakuin semua yang lo tuduhin sama gue tadi, iya gue yang udah buat semua itu!"Agnes mengaku bukanlah Nirbita juga sudah mengaku kalo dia sudah tau kejahatannya sejak awal tapi membiarkannya karena kasian?.


Agnes ga butuh dikasianin,semua itu membuat Agnes mengeram marah!.


Agnes tidak butuh!.


"Iya gue benci sama lo iya!,lo bilang lo ga bersalah sama gue?,lo salah nirbita,lo punya kesalahan besar sama gue!,hidup lo yang bahagia adalah kesalahan besar bagi gue,gue benci liat lo bahagia!,gue benci liat lo disayang,gue benci semua yang ada dilo tapi kenapa gue ga punya,,,gue juga manusia!"teriak Agnes menggebu dengan lelehan air mata tapi bibirnya tertawa.


"Gue benci sama semua yang ada dilo Nirbita gue benci!"


"Kenapa? " tanya Nirbita acuh.


"Kenapa?,kenapa lo bilang hah?,itu seharusnya pertanyaan gue,kenapa hidup gue menyedihkan kenapa?,kehidupan gue semakin menyedihkan setelah bertemu sama lo,kenapa lo ada didunia ini nirbita kenapa?!" Teriak Agnes semakin menjadi.


Nirbita menatap Agnes dengan datar bukan tidak peduli hanya saja batas kesabaran nirbita sudah dibatasnya.


Ia tahu kehidupan Agnes tidak mudah sejak kecil,tapi setiap orang punya batas kesabaran masing-masing bukan?,dan inilah batas Nirbita.


"Kenapa lo ga mati aja Nirbita?!"tanya Agnes dengan mengusap wajahnya dengan kasar lalu menatap Nirbita dengan smirk.


"Lo fobia gelapkan?,gimana kalo kita main petak umpet?,lo kan suka banget main jadi ayo!," ajaknya menyeringgai segera mendorong Nirbita kearah remari yang terbuka sejak tadi.


Dorongan Agnes  yang kecang juga Nirbita yang tidak sempat bereaksi,Nirbita terdorong masuk kedalam lemari segera Agnes tutup dengan kencang tapi Nirbita tidak menyerah,Nirbita berusaha keluar dengan cara mendorong pintu tapi Agnes juga tidak menyerah.


Agnes berhasil mengunci lemari berisi Nirbita didalamnya dengan senyum menang dia berkata,"Lo yang sembunyi dan gue yang pergi,gue harap lo mati aja disana!"ujarnya tanpa bersalah.


Agnes sengaja membiarkan kunci menggantung dilemari berisi Nirbita yang ia kunci didalamnya,dan pergi dari sana dengan raut wajah senang.


Didalam lemari nirbita histeris terus berteriak tolong juga menggedor pintu lemari dengan harapan Agnes membukanya,"tolong!"


"Agnes buka pintunya!"


Dug


Dug


Satu menit berlalu Nirbita yang memiliki fobia pada kegelapan sudah histeris dari awal,tubuhnya sudah terasa lemah,dadanya sesak,napasnya tersenggal,jantungnya berpompa sangat cepat,suaranya juga sudah melemah.


"Tolong" teriak Nirbita sudah sangat amat lirih bahkan suaranya itu hanya terdengar oleh dirinya sendiri didalam lemari,Nirbita sudah tidak kuat lagi, tubuhnya semakin lemah dan.


Bruk

__ADS_1


Nirbita kehilangan kesadaran didalam lemari yang sempit dan juga gelap.


__ADS_2