
Triplet sudah bersama pak Hendra dan Bu Anggi disawah,kali ini mereka merusuh dengan alibi membantu bersama Agnes yang ogah-ogahan menginjak tanah basah,sedangkan bu Kasih malah bergosip ria dengan bu Anggi disaung tidak jauh dari sawah.
Entah pak Hendra harus bersyukur atau merasa pusing dengan kedatangan para wanita itu selain ada mereka ada juga teman-teman anak bungsunya yaitu geng inti ALGASKAR yang kebanyakan anak orang kaya yang tidak pernah turun kesawah.
Siapa lagi biang keladinya selain Devan,ya pria itu menjadikan keberadaan triplet sebagai tambang emas untuk dirinya sendiri sebab Gara dan Bintang berani membayar untuk mengetahui keberadaan gadis incaran mereka itu dihari libur kali ini.
Untuk Aril dan Rezaldi mereka hanya mengikuti dengan alibi ingin membantu bosnya pdkt hanya Farel yang tidak ikut.
Setelah tubuh mereka dipenuhi lumpur mereka pergi ke tempat irigasi dimana tempat aliran air mengalir untuk membasahi para sawah.
"Kak di irigasi banyak ikannya gasi?" tanya Naila yang berjalan disamping Devan yang menuntun jalan mereka.
"Ada,kenapa kamu mau mancing la?" tanya Devan diangguki Naila.
"Mau!,pasti seru kalo mancing terus ikannya dibakar iyakan kak ita?" tanyanya sebari melirik kebelakang dimana Nirbita tengah mengekori mereka bersama yang lain.
"Iya tapi lebih seru mancingnya di laut" jawabnya
"Emang kamu pernah mancing di laut bi?" tanya Gara.
"Pernah,udah lama banget si dulu sama abang" jawabnya antusias.
"Iya besoknya lo tepar dirumah sakit!" cibir Davri yang sudah menyusul keberadaan mereka bersama pak Jeje dan Wahyu.
"Itu gara-gara masuk angin ya!" dengus Nirbita kesal diingatkan kejadian itu padahal yang sebenarnya dirinya mabuk laut wkwkwk.
"Alesan!,lo mabuk laut juga! "Davri masih mencibir membuat Nirbita menatap tajam temannya yang satu diem.
"Bilang aja iri waktu itukan Davri ga diajak" cibir Naila membela sang kakak sepupu.
"Itukan tempat nya" seru Aril sebari menunjuk isigasi ditepian sawah dan di ujung saja ada sungai,namun mereka memilih irigasi saja agar lebih aman.
"Yoi" jawab Devan membenarkan.
Aril lebih dulu berlari dirinya berjongkok ditepian aliran untuk membersihkan diri dari lumpur ditubuhnya,Aril lebih dulu membasuh tangan dan saat bersamaan di belakangnya ada Rezaldi yang berjalan santai untuk menghampirinya dengan tujuan yang sama yaitu membersihkan diri dari lumpur.
Brug
Tanah yang basah sudah pasti licin karna tidak memperhatikan,Rezaldi berjalan dengan pogah hingga terpeleset menendang bokong aril yang tengah berjongkok hingga terjebur kedalam air,nasib Rezaldi juga tidak jauh dengan aril hanya saja ia terjatuh tidak sampai masuk kedalam air.
"B*ngs*t" pekik Aril sebari mengusap wajahnya dan berdiri didalam air lalu melangkah naik ke sisi lain dari aliran,namun naas karna tanah yang basah membuatnya menjadi licin dan kembali membuat Aril terjatuh bersamaan dengan Rezaldi yang bangkit dari jatuhnya nasib naas menimpa mereka.
Triplet dan inti ALGASKAR lainnya tertawa terbahak-bahak melihat kejadian naas yang diderita teman mereka itu,untuk menolong akan mereka pikirkan setelah puas tertawa.
Dari kejauhan Wahyu berlari menyusul keberadaan mereka,ia tadi tertinggal karna tidak bisa mengerem Wahyu terpeleset dan kejadian tadi kembali terulang.
Bruk
Wahyu terpeleset hingga menendang bokong Rezaldi masuk keair dengan dirinya yang terjungkal dan Aril terus terjatuh sendiri saat berusaha naik kesisi lain irigasi sejak tadi.
"*njir malah atraksi!" bahan Devan sebari memegangi perutnya begitupun yang lain mereka tertawa hingga memegangi perut dan menangis saking terhiburnya.
Sungguh acara atraksi dadakan yang dilakukan tiga pemuda itu sangat menghibur jiwa dan raga mereka.
Tidak menghiraukan teman-temannya yang malah tertawa terbahak-bahak,Rezaldi dan wahyu bahu membahu bangkit dari jatuhnya walau terus menerus gagal dan berakhir terjatuh bersama kembali bersama Aril yang terus asik terjatuh seorang diri didepan mereka.
.
.
.
__ADS_1
Tanggal merah sudah berakhir sekolah kembali berjalan seperti hari biasanya,acara ngajar mengajar kembali diadakan.
Nirbita,Naila dan Davri berjalan beriringan menuju kelasnya.
"Gue denger pak Jeje sama bu Kasih mau pergi ya?" tanya Davri disela langkah mereka.
"Iya ayah mau dinas ke Singapura trus ibu ikut" jawab Naila.
"Kacian anaknya ditinggal"sela Davri terbahak.
"Udah biasa!" jawab Nirbita sebari memutar matanya malas.
Mereka selalu ditinggal jika ada pekerjaan diluar ataupun dalam negri namun jika bertepatan pada hari libur triplet akan merengek untuk ikut.
"Hhhh terus nanti dirumah lo bertiga doang?,gatakut emang?,kan bang Rangga juga dinas"bahak Davri meledek," nanti ada kunjungan dari mba pohon mangga pak Selamet"
"Pohon mangga pak Selamet ga angker ya!" dengus Nirbita pohon mangga yang dimagsud Davri adalah pohon mangga milik pak Selamet yang rumahnya tepat disamping rumah Rangga.
"Masa?,siapa tau gitu setiap malam mba kunkun datang kerumah lo!,lo nya aja yang ga tau,trus ya mba kunkun nya itu melet bang Rangga makanya sampe sekarang abang kalian itu masih jomblo" ujar Davri nyeleneh sebari terkikik melihat ekpresi dua gadis itu yang sepertinya setuju dengan ucapan Davri.
"Bisa jadi gitu kak!" pekik Naila dengan mata membola,"kalo beneran gitu kita harus nebang pohonnya kak,biar mba kunkunnya ngejauhin abang! "Davri menahan tawa dengan respon yang diberikan naila,padahal ia hanya becanda wkwkwk.
"Atur aja waktunya" jawab Nirbita sebari memasuki kelas lebih dulu dan disusul Naila dan Davri.
Deg
Mata Nirbita membola dengan wajah memerah saat melihat meja yang ia tempati bersama Naila menjadi sasaran orang usil.
"Ini kenapa?,meja kaliankan?" tanya Davri heran.
"Kak ko meja kita kotor dan bau gini sih"ujar Naila dengan mata berkaca-kaca sebari menutupi hidungnya.
"Woy siapa yang bikin kaya gini ngaku lo!" teriak Davri dengan rahang mengeras,walaupun ia suka kesel dengan sikap nyeleneh triplet tapi ia akan menjadi gerbang jika ada yang mengganggu mereka.
Nirbita mengepalkan tangannya dan Naila menahan tangis melihat Davri menatap tajam kesemua orang dikelas,tatapan yang tidak pernah mereka lihat.
Brak.
Nirbita menggembrak meja davri membuat mereka disana tersentak,mereka belum pernah melihat gadis itu marah sekalipun sedang dibully,"Kalian ngaku sendiri atau kalian akan dapet akibatnya!"
Nirbita sangat marah ini kali pertaman ia dan Naila dibully sembunyi-sembunyi oleh seseorang, biasanya mereka akan dibully geng Sherli dan berakhir adu jambak,siapa kali ini pelakunya?.
Mereka masih diam membuat Davri dan Nirbita semakin kesal sekaligus marah.
"Woy minggir berat nih!" pekik seseorang yang memasuki kelas sebari menggotong meja bersama dua pria lainnya,"eh neng-neng cantik udah dateng"godanya kearah Naila dan Nirbita,"bentar ya cantik mejanya diganti dulu"sambungnya sebari menaruh meja yang ia gotong dengan dua remaja lainnya.
"Lo pelakunya?!" tuduh Davri menunjuk kearah Rayhan yang tadi berteriak membuat pria itu mendengus.
"Fitnah lo!,gue ini ketua kelas,sikap dan sifat ketua kelas harus terpuji mengingat dia adalah panutan untuk warga kelasnya,ya kali gue buat kaya gitu,sama calon-calon pacar gue lagi" dengus Rayhan,"neng-neng cantik jangan nangis ya aa ganti dulu mejanya"ujarnya menatap kearah Naila dan Nirbita.
"Woy yang piket hari ini coba ambil pel sama sapu,berguna dikit dong jadi manusia jangan bisanya nonton doang!,kesel gue!,kalian gue pecat juga jadi warga gue nih! "cibir nya pada penghuni kelas.
Rayhan terkenal playboy dan sama anehnya dengan triplet,sikap pria itu selalu absurd dan tidak mengenal tempat jangan lupakan mulutnya yang pedas, pria itu mengambil meja dari gudang bersama dua temannya yang sikapnya tidak jauh dari ketua kelas 10C ipa ini.
"Kalian itu netizen tau ga!,yang bisanya cuma menghina tanpa tau kejadiannya,yang cuma jadi penonton tapi mulutnya kaya mercon!,cepet bantu atau gue laporin kalian semua sama guru bk karna udah melakukan pembulian! " ancam Rayhan dengan marah melihat teman sekelasnya hanya menonton saja,saat ia minta tolong untuk mengambilkan meja baru juga begitu tidak ada yang bergerak kecuali dia dan dua temannya tadi.
"Tapi kan bukan kami yang buly!" elak salah satu dari mereka.
"Masa bodo!,mau elo ke mau dia ke mau kalian ke bodo amat!,gue ga peduli siapa yang buly,gue cuma mau kalian itu punya rasa solidaritas sama temen sekelas sendiri,inimah temen dibully kaya gini malah ditonton doang!" cibir Rayhan menggebu,"coba posisi kalian dituker kalian jadi Naila sama Nirbita yang jadi sasaran bulyan kaya gini,gimana perasaan kalian hah?!,gimana kalian malah jadi tontonan setiap dibully gimana perasaan kalian?"saat bersamaan Agnes datang menentang tasnya dipundak,gadis itu menyerutkan keningnya heran melihat ketua kelasnya yang terlihat marah dan teman-temannya terdiam dengan wajah menunduk.
"Ini ada apa?" tanyanya sebari menghampiri naila yang sudah menangis dipelukan nirbita,dan matanya membola saat tidak sengaja melihat meja yang selalu ditempati naila kotor juga bau,"ini meja kalian?,siapa yang ngelakuin ini?!"pekiknya dengan wajah marah sebari mengedarkan pandangan menatap teman sekelasnya.
__ADS_1
Keributan yang terjadi dikelas 10c IPA memancing keramaian,banyak dari kelas lain menyaksikan kejadian,lantai pertama ini memang khusus kelas 10 IPA dan kelas 11 12 ipa berada di lantai atas,sudah pasti banyak yang berhalu lalang dikelas ini.
Salah seorang siswi mendekat kearah nirbita yang sedang memeluk naila yang sesegukan,"Kami minta maaf ya ta,tapi beneran yang ngelakuin ini bukan kami,kami juga gatau,yang pertama datang ke kelas itu ketua kelas"ujarnya membuat Rayhan mendengus dan Davri menatap selidik, "bukan niat kami gamau bantuin kalian,tapi kami takut kalo bantu kalian kami juga kena imbasnya" sambungnya jujur membuat Nirbita memutar matanya malas.
"Kalian ga punya rasa solidaritas jadi orang! "cibir Agnes menatap tajam teman sekelasnya itu sebari tangannya mengusap-usap punggung Naila.
"Lo yang pertama datang!,Jangan-jangan elo yang lakuin ini?!"tuduh Davri menunjuk Rayhan.
"Si k*mprer gue itu murid teladang yang selalu datang paling awal,dari pas gue datang juga meja Naila udah kaya gitu ege!" dengus Rayhan jujur.
"Teladang hotspot sekolah!" cibir Nirbita membuat Rayhan cengengesan karna memang itu tujuannya.
"Seratus buat ayang,hehe yang penting gue termasuk anak teladan yang ga pernah datang telat si!" jawabnya masih cengengesan,"malah ngobrol!,kita beresin nih meja,yang mau bantuin,bantuin yang mau nonton doang mening sana bubar!,sebelum gue tampol lo pada!"
"Gue mau bantu!" seru siswa lain kelas 10C IPA.
"Gue juga"sela yang lain,dan para siswi kelas IPA c 10 menghampiri nirbita yang masih memeluk naila,mereka meminta maaf lalu berpelukan.
Melihat acara pelukan itu Rayhan ikut mengantri untuk mendapat jatah pelukan namun saat bagiannya dari arah belakang Davri menarik kerah seragamnya sebari mencibir," Gausah modus!"
Tentu saja Rayhan berontak kapan lagi bisa dipeluk bidadari pikirnya tapi Davri tidak kehabisan ide ia meminta bantuan teman-teman prianya untuk memegangi Rayhan,hingga pria itu terus mencibir minta dilepaskan.
Digedung yang sama namun ditempat yang berbeda Naya sedang berjalan menuju lokernya berada ia belum tau tentang kejadian yang menimpa dua saudarinya itu,Naya ingin mengambil baju olahraga nya didalam loker secara dadakan guru kelas 11A ips memajukan jadwal olahraga mereka yang seharusnya dilakukan hari saptu.
Naya dengan gerakan malas membuka pintu lokernya seketika matanya membola dengan napas yang terasa tercekat ditenggorokan.
Deg
Tangan Naya gemetar saat mengambil secarik kertas yang sudah kotor dengan cairan merah dengan bau menyengat,Naya membaca tulisan abstrak bertinta hitam bercampur cairan merah dikertas itu 'jangan serakah!'
Naya memasukan kertas tersebut kembali dalam lokernya ia mengubah raut wajahnya kembali normal agar tidak dicurigai dan menutup pintu loker,ia mengusap wajah kasar yang mengeluarkan keringat dingin berlalu dari sana dengan raut datar agar tidak dianggap lemah si peneror.
Seseorang yang bersembunyi dibalik tembok mengepalkan tangannya saat melihat raut wajah Naya yang datar tanpa ketakutan,dirinya mengeram marah saat merasakan tepukan di pundaknya orang itu langsung menormalkan wajahnya dan berbalik.
"Eh Rel kenapa?" tanyanya sebari tersenyum manis menatap sipenepuk yang tak lain adalah Farel si ketua OSIS hasil cap cip cup.
"Gapapa sih gue cuma lagi menyadarkan lo takutnya lo kesurupan gitu" jawabnya sebari menggerakan tangan seolah dia adalah bah dukun.
"Hah?" heran orang yang Farel tepuk tadi.
"Is lo mah ga paham!,nih biar gue kasih tau ya!,lo pernah denger kalo orang dihipnotis harus ditepuk pundaknya biar sadar kan?" gadis itu mengangguk menginyakan.
"Nah gue juga melakukan hal yang sama,biar lo sadar dari kesurupan gue tepuk pundak lo!" sambungnya membuat gadis itu terkekeh.
"Kesurupan sama dihipnotis beda ketua!"
"Sama Van sama-sama dikendalikan!" jawab Farel tak mau kalah.
"Terserah situ ajadah" pasrahnya sebari terkekeh.
"Hhhh sana lo ganti baju!,eh iya jangan lupa jam istirahat ada rapat OSIS lo harus datang" seru Farel.
"Pasti ketua,kan gue wakilnya" dengus gadis itu membuat Farel terbahak lalu mengacak pucuk rambut vania dan berlalu meninggalkan Vania yang terkekeh sebari memegang bekas tangan Farel dirambutnya.
"Gue terkendali dan susah lepas Rel dan itu gara-gara lo" gumannya sebari terkekeh dan berlalu.
____________
***Terimakasih sudah membaca jangan lupa like end komen 🥰 biar tambah semangat nulisnya.
Aku punya vidio pas Aril,Rezaldi sama wahyu jatuh di irigasi ada yang mau liat ga? ,kalo ada komen ya😁***
__ADS_1