
Setelah menghabiskan jajanan mereka duduk sebari kaki menjuntai kebawa di teras rumah pohon sebari mengobrol.
"Kak kalo disana ada ayunan jaring pasti bagus,bisa ayunan kalo datang kesini" ujar Nirbita sebari menunjuk dua pohon yang berjarak cukup untuk membuat ayunan jaring yang ia magsud.
"Nanti aku bikinin" jawab Gara.
"Eh iya ponsel kakak nih" ujar Nirbita sebari memberikan ponsel Gara yang sempat ia simpan dan hampir lupa ia balikan.
"Udah foto-fotonya?" tanya Gara sebari mengambil alih benda pipihnya dari tangan Nirbita.
Nirbita mengangguk,"Lebih puas dipandang dari pada difoto doang,,,nanti kakak kirim ya fotonya!"
"Iya" jawab singkat Gara sebari menyimpan ponselnya kedalam saku jika bersama Nirbita ia akan menjadi banyak bicara,walau tidak biasa banyak bicara tapi entah kenapa jika bersama Nirbita bibirnya bergerak sendiri untuk berkata.
Karna waktu hampir jam pulang sekolah mereka kembali kesekolah sebelum ketahuan bolos oleh abang elesky.
"Kakak"seru Nirbita sesampainya dipekarangan sekolah.
"Heh bocil lo bolos enak banget ga ajak-ajak!" cibir Rezaldi yang berdiri tak jauh dari motornya.
"Aku juga di ajak Rayhan ko,dia kabur dari hukuman guru bk" jawab Nirbita setelah berdiri disamping naya,"kak,ila mana?"tanyanya pada Naya
"Lagi ke toilet,kenapa bolos?" tanyanya sebari menatap tajam pada sangat adik sepupu.
Nirbita tidak menjawab gadis itu hanya cengengesan.
"Tau bolosmah gue ikutan!" dengus Rezaldi.
"Trus kenapa ga ikutan kak?" tanya Nirbita.
"Mau ikutan tapi keburu ketahuan bu susi! " jawab Aril mengingat rencana mereka bolos digagalkan guru bk kiler.
"Bener!,gila banget tuh guru datang di waktu ga tepat,untung kita punya alasan jadi ga ketahuan mau bolos kalo ketahuan alamat dihukum kita" ujar Devan.
"Makanya sekali-kali rajin kaya gue kan bisa!" songong Farel membuat mereka mendengus.
"Kalo kakak bukan OSIS udah pasti boloskan?" cibir Nirbita disetujui mereka.
"Bener tuh! "
"Engga lah,gue mah anak rajin! Ga kaya lo pada" elak Farel
"Rajin nyontek iya!" cibir Naya sebari memutar matanya malas.
"Gausah pelit deh,kalo punya ilmu itu harus dibagi" cibir Farel gamau salah kalo dirinya suka nyontek sama Naya.
Naya mendengus,"Ya di bagi konsepnya ga nyontek juga sosis!"cibirnya.
"Kalian cocok banget tau ga?," celetuk Devan langsung ditatap penuh tanya teman-temannya.
"Cocok apa?" tanya mereka serempak kecuali Gara.
"Pacaran!"disaat bersamaan Naila datang bersama Vania
"Yang ada perang rumah tangga setiap hari!" celetuk mereka serempak kecuali Gara.
.
.
.
"Abang!" teriak triplet melihat sosok pria yang sudah seminggu tidak mereka temui tengah mengobrol bersama bu Putri diruang makan.
"Triplet" seru Rangga berdiri dari duduknya dan merentangkan kedua tangannya untuk memeluk tiga adiknya itu sebari berjongkok.
Triplet berlari bak flm india keruang makan.
Sreet
Suara gesekan kursi ditarik membuat Rangga menganga,bu Putri dan Elesky terbahak melihat itu.
"Kalian itu paham ga sih abang udah rentangan tangan sambil jongkok buat adekan pelukan gitu sama kalian kaya diflm-flm!" sungut Rangga kesal kepada triplet.
Seharusnya triplet berlari kearahnya dan memeluknya eh,ade gaada otak,mereka memang berlari tapi bukan seperti haluan Rangga yang akan membuat adegan kerinduan secara dramatis gituloh,secarakan mereka ga ketemu selama sepekan,triplet malah berlari ke arah meja makan dan duduk disana,setelah itu mengambil ayam goreng untuk mereka lahap.
"Gausah lebay deh bang" cibir Naya sebari menyentong nasi ke piringnya
"Makanya gausah banyak drama!" cibir Elesky.
Rangga bersungut-sungut sebari kembali duduk,"Yang lebay biasanya juga kalian!"cibir Rangga,"gue kaya gini terkontaminasi sama mereka bang"ujarnya pada Elesky.
"Lo gatau kan kalo mereka makin kesini makin kesana tingkahnya" sungut nya.
"Abang kapan pulang?" tanya Nirbita sebelum menyuap makanan dalam mulutnya.
"Tadi pagi" jawabnya ketus.
"Bawa oleh-oleh bang?" tanya Naila antusias.
"Engga!"ketusnya.
"Ih ko gitu?, ilakan udah pesen harus bawa oleh-oleh kalo pulang,abang ga boleh pulang kalo ga bawa oleh-oleh" sentak Naila menatap kesal pada sangat abang yang satu itu.
"Abang udah pulang tuh" jawab Rangga
"Pokonya abang ga boleh pulang kalo ga bawa oleh-oleh!"
"Abang udah dirumah ila" ujar bu Putri membuat Naila bersungut-sungut.
"Kalo gitu abang harus pergi lagi,pokonya pergi!" usir Naila sebari berkaca pinggang di kursinya.
"Kamu usir Rangga la?" tanya Elesky dengan nada terdengar menyebalkan di telinga Rangga,seperti tengah meledek gituloh.
"Engga!,ila cuma mau abang pulang kalo bawa oleh-oleh doang!" jawab Naila.
"Sama aja ngusir kalo gitu!" sentak Rangga kesal bukannya melepas rindu ia malah dibuat esmosi perkara oleh-oleh!.
"Kalian tuh ya pilih kasih banget sama abang!,giliran abang Es yang pulang kalian langsung peluk tanpa nanya oleh-oleh segala,cuma nanya kabar,ada yang luka gitu doang,giliran abang yang pulang tujuan pertanyaan kalian itu oleh-oleh,mana pernah nanya kabar abang gimana,abang tuh juga kerja bukan jalan-jalan,kalian pikir abang ga cape apa cari duit buat jajan kalian!" sungut nya penuh emosi.
"Iya bang Es kerjanya bahaya,mempertaruhkan nyawa tapi abang juga sama,abang juga mempertaruhkan nyawa,kaki jadi tangan,tangan jadi kaki,abang juga kadang ga istirahat,kalian pikir abang ini robot?" triplet menunduk mendengar keluh kesah Rangga.
"Abang yang selalu jagain kalian duapuluh empat jam,abang yang bangunin kalian tidur setiap hari,abang yang anter jemput kalian kemana-mana,tapi apa kalian ga pernah berterimakasih sama abang!, kalian selalu lebih sayang sama abang es,padahal disetiap kalian sakit kakak yang ada disamping kalian bukan bang es!,abang tau ko bang Es emang lebih segalanya dia banding abang rangga,bang es itu superhero dunia lah abang cuma remahan renginang" ujarnya sebari beranjak dari kursi dan juga mengusap wajahnya kasar untuk menghapus air mata yang keluar begitu saja.
Rangga sangat kecewa pada triplet hari ini,padahal tadi pagi ia sangat bahagia dan tak sabar bertemu dengan triplet yang sudah ia rindukan,mereka emang biang onar tapi rangga sangat menyanyangi mereka apapun tingkah mereka.
__ADS_1
Tapi hari ini rangga sangat kecewa,ia kecewa kepala adik-adiknya itu,ia selalu ada untuk adik-adiknya suka maupun duka tapi adik-adiknya gapernah mengerti sama sekali dengan perasaanya.
Ia juga iri dengan Elesky,setiap pria satu tahun lebih tua darinya itu pulang Rangga selalu dilupakan begitu saja oleh triplet,bahkan setiap Elesky pulang yang ditanyakan keadaan pria itu bukan seperti dirinya yang malah diusir gara-gara ga bawa oleh-oleh.
Rangga pergi dari duduknya dengan keadaan marah.
Triplet masih menunduk memikirkan perkataan abang Rangga mereka itu,untuk bu Putri dan Elesky mereka menghembuskan nafas sebari menatap kepergian Rangga.
"Udah-udah lanjut dulu makannya abis itu kalian minta maaf sama abang rangga" ujar bu Putri mengusap punggung Naila yang bergetar hebat.
"Gamau bu mau minta maaf" isak Naila memeluk bu Putri.
"Aku mau minta maaf sama abang" isak Nirbita.
"Kita samperin abang ayo,kita minta maaf" ajak Naya juga menangis.
Mereka mengangguk namun langkah mereka dicegat Elesky.
"Jangan dulu,biarin Rangga menenangkan pikirannya dulu,kalo udah tenang baru kalian samperin trus minta maaf sama dia" cegat pria itu.
"Tapi bang" sanggah naila
"Bener kata bang Es,biarin abang rangga tenang dulu,kalian kalo ga mau lanjutin makannya sebaiknya kalian bersih-bersih gih" sela bu Putri..
"Tapi bu" sanggah Naila yang kekeh ingin menemui Rangga sekarang.
"Udah nanti aja kita minta maafnya,biarin abang tenang dulu,kita juga belum mandi,badan kita pasti bau asem,nanti kalo minta maaf nya kaya gini bakal buat bang rangga makin kesal nyium bau asem tubuh kita" sela Naya sebari merangkul adiknya.
"Tapi abis itu kita temuin abang ya kak" ujar Nirbita.
"Iya"
Bu Putri menatap sang putra setelah triplet menghilang dibalik pintu kamar mereka.
"Kenapa mih?" tanya pria itu.
"Rangga lagi kenapa si Elesky,ga kaya biasanya?" heran bu Putri karna Rangga itu modelan selenggean yang marahnya kadang-kadang.
"Pms kali" jawab Elesky acuh.
.
.
.
Diruangan yang bernuansa wanita,dengan wallpaper tembok bergambar bunga sakura,seseorang tengah menatap dirinya dicermin dengan tatapan tajam.
"Gue bakal mulai permainan kedua,gue pastiin lo gabakal berada di peringkat satu lagi Nirbita!"gumannya sebari tersenyum miring.
Gadis itu pergi dan duduk diujung ranjang king sizenya dengan senyum miring yang terus bertahan,"Gue akan rebut posisi lo!"
"Langkah pertama gue bakal rusak persaudaraan kalian bertiga" gumannya kini sebari menatap ponsel dengan layar menunjukan wajah triplet tengah tersenyum lebar.
"Dengan begitu gue lebih mudah buat hancurin lo Nirbita,,gue bakal menjadi alasan kehancuran lo Nirbita Aster!"
.
.
.
"Bang,abang itu bagaikan alien" ujar Naila membuat Nirbita menyiku saudari bungsungnya itu.
"Ngapain samain sama aliensi?!"delik Nirbita dengan lirih.
"Ih dengerin dulu makanya!,abang tau kenapa abang disamakan sama alien?,mau tau ga?,nih ila kasih tau,abang itu bagaikan alien yang keberadaannya hanya mitos,tapi dipercaya adanya bahkan ditakuti,sama kaya abang,abang itu nyata tapi rasa sayang kita sama abang tuh kaya mitos,,,,"kedua saudarinya mendelik kearah Naila.
Elesky yang memperhatikan dan mendengarkan triplet diruang tengah terbahak dengan ibarat yang Naila sebutkan,bisa-bisanya kasih sayang mereka hanya mitos.
"Tidak memiliki wujud tapi efeknya bisa dirasakan,kami tuh sayang banget sama abang,rasa sayangnya itu melebihi semesta,melebihi rencana alien menghancurkan dunia pokonya abang itu nomor satu mmmm"mulut Naila dibekap kedua saudarinya dan menariknya aga berjarak dari pintu.
"Bisa ga gausah bikin suasana makin kisruk!" sentak Nirbita kesal.
Naila melepas paksa kedua tangan saudaranya dari mulutnya itu lalu manatap tajam kearah keduanya,"Emang kenapa si?,ila tuh lagi berpuisi buat luluhin hati abang,gasalah kan?"
"Engga salah cuman puisinya yang salah,mending ila diem dulu" ujar Naya si paling sok dewasa.
Naila cemberut sebari bersedekap dada"Yaudah deh ila emang selalu salah!"keselnya sebari membuang wajah kearah lain.
Naya mendekat kearah pintu kembali bersama Nirbita dan Naila tentu saja menyusul.
"Abang,maafin kita ya, kita ngaku salah ko,setiap kali abang pulang dinas kerja kita emang ga pernah nanya kesehatan abang tapi kita punya alesan ko,,alesannya karna kita liat sendiri abang itu baik-baik aja,kita juga deket banget sama abang jadi kita tau abang lagi sakit apa engga tanpa nanya sama abang,,,,jadi kita suka langsung ngasih obat kalo liat kondisi abang drop,,kita juga selalu ajak abang olahraga sebagai tanda sayang kita ke abang,,,olahraga kan bisa menguatkan imunitas tapi abang suka males-malesan,,"ujar Naya tanpa sedar mencibir diujung kalimat.
Rangga didalam kamar mendengus saat dirinya dibilang males dalam olahraga,padahalmah,emang iya hehe,Rangga sebenarnya hanya ingin mengerjai adik-adiknya saja,tidak tau respon mereka sangat berlebihan seperti ini sampai menyamai nya dengan alien.
Tapi rangga jadi penasaran dengan adegan selanjutnya apa yang bakal mereka lakukan,,mereka itu drama queen!,rangga harus menguatkan iman agar tidak tergoda ucapan manis setan cilik.
"Diajak olahraga malah gibah saja raja gibah" cibir Nirbita baru saja Elesky diruang keluarga terharu dengan ucapan Naya tapi mendengar perkataan Nirbita membuatnya kembali terbahak,mereka itu membujuk atau mengajak gelut si!..
Naya menyiku tangan Nirbita,"sutt diem"ujarnya pada Nirbita.
Nirbita cengengesan "Keceplosan kak!"
Naila mendelik kearah Nirbita,"Emang kebiasaan Julitin abang sih"cibir nya pada Nirbita.
"Dari pada kamu nyamain abang sama alien" balas Nirbita.
"Itukan ibarat ka,umpama!" dengus Naila tidak terima.
"Yang aku bilang kejujuran!" balas Nirbita menjulurkan lidah kearah Naila.
Naila menatap tajam kakak sepupunya sebari berkaca pinggang,"Ngajak gelut bukan?!"tantangnya.
"Ouh ngajak gelut,siapa takut!" seru Nirbita sebari menyisingkan lengan bajunya sampai siku Naila tidak mau kalah.
"Ayo!"
Elesky menepuk jidatnya,"Mau bujuk malah gelut"frustasinya mendengar percakapan adik-adiknya itu.
"Eh-eh pending dulu gelut nya,,,"
Cek lek
Suara pintu terbukan membuat Naya menghentikan ucapannya untuk melerai kedua saudarinya yang otw gelut itu,sedangkan pelaku malah menatap tajam kearah pintu.
__ADS_1
Jadilah Rangga saling melotot kearah dua adiknya itu membuat Naya menepuk jidatnya.
Rangga tadinya tidak ada niatan untuk membuka pintu ia masih ingin melihat cara bujuk mereka,ehh malah tercium aroma-aroma pergelutan antar sodara.
"Berani sama abang hah!" ujar pria berusia dua puluh tiga tahun itu kiji berkaca pinggang.
Naila dan Nirbita menatap abang mereka sebari mengedip lucu lalu,"Selamat ulang tahun "nyanyi keduanya membuat Rangga dan Naya menganga sedangkan diruang tamu Elesky tertawa terbahak-bahak.
Bu Putri yang dari halaman belakang menatap putranya yang sedang tertawa itu dengan tatapan aneh lalu bergidig meninggalkan sang putra,mungkin kelamaan sendiri Elesky jadi ketempelan mba kunkun'pikir bu Putri.
"Selamat ulang tahun kami ucapkan,semoga panjang umur kami kan doakan" nyanyi kedua gadis itu bersamaan dengan wajah bingung dan sesekali saling tatap.
Rangga menatap keduanya lalu beralih pada Naya yang juga sedang bingung,"Kamu ulang tahun nay?"tanganya.
Naya menggelengkan kepala,"Abang juga engga"guman Rangga lalu kembali menatap kedua adik-adiknya yang sedang bernyanyi lagu ulang tahun.
"Siapa yang ulang tahun?" tanyanya menghentikan keduanya bernyanyi.
"Abang" jawab keduanya.
"Abang masih lima bulan lagi ko"jawab Rangga disetujui Naya.
Naila dan Nirbita kembali saling tatap dan mengangguk,lalu kembali menatap Rangga dengan tatapan tanpa dosa," dipercepat!"
.
.
.
Waktu sudah malam jika dikediaman rangga atau bu kasih triplet memiliki kamar masing-masing berbeda jika dirumah bu Putri,disana kamar triplet memiliki dua ranjang yang satu king size yang satunya ukuran yang hanya muat satu orang,,itu permintaan mereka katanya biar beda.
Ketiganya tengah rebahan diranjang kingsize yang biasanya ditempati untuk naila dan Nirbita tidur sedangkan Naya diranjang satunya lagi.
"Nih liat,banguskan" pamer Nirbita menunjukan foto-foto yang dikirim Gara,yang ia ambil saat dirumah pohon tadi siang.
"Itu dimana?" tanya Naya melirik foto Nirbita dengan latar belakang pemandangan yang indah.
"Di pohon" jawab Naila langsung ditoyor Nirbita..
"Rumah pohon ila!,gitu aja gatau huh, " cibir Nirbita,"tadi siang aku diajak kesana sama kak Gara,tempatnya beuh bagus banget!"
"Ko aku ga diajak?!" tanya kesal Naila.
"Ngapain,kamu aja pergi sama kak Bintang" jawab Nirbita.
"Kalian bolos ga ajak kakak"ujar Naya dengan nada merajuk.
Kedua saudari naya saling tatap," Maaf kak,itu bolos nya dadakan"ujar keduanya.
"Alesan!" cibir Naya ngambek bersedekap dada sebari menatap langit-langit kamar.
"Ini gara-gara kak ita,seharusnya ngasih tau kak naya nya pas belum keluar area sekolah" ujar Naila mengalahkan Nirbita.
"Heh ila ilalang!,enak aja nyalahin seharusnya kamu yang chat kak naya bilang kalo kita bolos,,udah untung aku inget buat ijin coba" dengus Nirbita tidak mau disalahkan.
"Kakak kan tau aku itu orangnya pelupa! " Naila tidak mau kalah.
"Kamu itu masih muda malah pelupa udah cocok jadi nenek-nenek"
"Kakak itu yang Nenek-nenek"ujar Naila.
"Kalian kenapa jadi berantem sih?!" kesel Naya yang berada disamping naila sedangkan Nirbita berada disisi lain naila.
"Kak ita tuh duluan!"
"Enak aja nyalahin!,jelas-jelas kamu duluan" ujar Nirbita tidak mau kalah,gadis itu mengubah rebahannya jadi duduk dan menatap garang Naila.
Melihat Nirbita duduk Naila ikutan duduk dan terjadilah saling menatap tajam,sedangkan Naya yang melihat serbuk-serbuk acara gelut gadis itu menyingkir dari ranjang dan pergi keluar kamar.
"Mana dua lagi?" tanya Rangga yang sedang main ps diruang TV bersama Elesky.
"Lagi lanjutin gelut yang tertunda" jawab naya sebari duduk disamping Elesky.
"Ga kamu pisahin?" tanya Elesky tanpa mengalihkan pandangan dari TV.
"Biarin aja biar pada puas gelut nya"bukan Naya yang menjawab melainkan Rangga.
Naya menganggu,"Bang kiri bang"ujarnya memberi petunjuk pada Elesky yang sedang main ps.
Dikamar seperti yang dikatakan naya tadi,Naila dan Nirbita sedang melanjutkan acara gelut yang tertunda karna merayakan ulang tahun entah siapa tadi sore.
Keduanya gelut dengan cara saling pukul menggunakan bantal hingga kapuk bertebaran dimana-mana,selimut sudah ikut terbang,pokonya sudah terlihat seperti kamar pecah!.
"Kyakkk" teriak Naila sebari melakukan penyerangan.
"Kyaaa"
Suara teriakan dan gedebum dikamar triplet menganggu orang-orang diluar kamar,"Naila sama Nirbita lagi ngapain sih?"tanya bu Putri keluar dari kamarnya.
Tanpa melihat kearah bu Putri mereka serempak menjawab,"Lanjutin gelut yang tertunda mih"
"Pisahin!" titah bu Putri.
Ketiga orang itu menghela nafas lalu bangkin dari duduknya.
Cek lek.
Kamar pecah terbuka naila dan Nirbita masih asik bertengkar,naya memilih kembali ke ruang TV dari pada ikutan yang akan berakhir ia emosi,sebab saat kedua bocah itu bertengkar maka mereka tidak akan berhenti jika belum puas.
Rangga dan Elesky memijat pelipis mereka bersamaan lalu saling tatapan dan mengangguk.
"Kyaaa" naila dan Nirbita berteriak saat merasakan tubuh mereka melayang.
Rangga memanggul Naila seperti karung beras dan ia masukan ke dalam selimut setelah itu ia gulung dan ikat seperti kepongpong dan Elesky melakukan hal yang sama pada Nirbita.
Walaupun kedua gadis itu berontak tapi mereka tetap gagal.
"Woy lepasin kami woy" teriak keduanya namun dihiraukan kedua pria itu.
Elesky meletakan Nirbita diatas ranjang dan Rangga juga melakukan hal yang sama pada Naila setelah kedua gadis itu diikat bak kepongpong didalam selimut.
Keduanya menepuk kedua tangan,"tugas selesai"ujar mereka serempak dan pergi dari kamar triplet.
"Woy bang lepasin aku"teriak Nirbita dan Naila bergantian sebari guling-guling seperti kepongpong.
__ADS_1