
"Selamat pagi anak-anak"
"Pagi pak! "
Jawab para murid serempak.
Pak Tono meletakan buku paket ditangannya"Itu siapa yang tidur?"tanya pak tono memicingkan mata melihat salah satu muridnya tidur dikelas.
"Rayhan pak!" jawab serempak mereka tidak membangunkan tidur pulas Rayhan.
"Bener-bener si Rayhan,bukannya belajar malah tidur" cibir pak Tono sebari menghampiri meja Rayhan.
Tepat didepan meja Rayhan,pak Tono melihat topeng berwarna putih dimeja naila,topeng yang naila bawa dari rumah,pak tono mengambil topeng tersebut dan memakainya.
Pak Tono sudah memakai topeng berjongkok untuk menyamakan tubuhnya tepat didepan wajah Rayhan,para muridnya hanya menyaksikan apa yang akan dilakukan pak Tono selaku guru mereka yang dikenal galak.
Pak Tono menguncang bahu Rayhan untuk membangunkan remaja itu dari tidurnya,sekali tidak berhasil yang kedua kali untungnya berhasil jika tidak pak Tono akan mengambil air untuk membangunkan muridnya ini.
Rayhan terbangun menatap pak Tono dengan tatapan bingung,padahal pak Tono sudah memakai topeng menyeramkan,seharusnya Rayhan kaget bukan diam seperti ini gagal sudah rencana pak Tono.
Pak Tono yang merasa gagal mengerjai Rayhan mendengus lalu membuka topengnya dihadapan Rayhan.
Deg.
Rayhan tersentak kaget hingga membentur kursi belakangnya,reaksi Rayhan membuat seisi kelas bertawa selain pak tono yang menatapnya garang.
"Magsud kamu apa bereaksi kaya gitu?,pas bapak pake topeng kamu ga kaget tapi pas bapak buka topengnya kamu langsung kejengkang kaya gitu!"
"Saya ga salah ya pak!" ujar Rayhan si Ketua kelas.
"Terus saya gitu yang salah?" tanya pak Tono berkaca pinggang.
"Iya!,suruh siapa muka bapak lebih serem dari topengnya"
Doeng
Pak Tono menjitak kepala Rayhan hingga mengaduh kesakitan,"Bapak segini gantengnya mirip taehyung kamu bilang serem!"hardiknya.
Rayhan mengusap bekas jitakan pak Tono,"Kalo yang kaya bapak mirip taehyung saya yakin taehyung milih ga punya muka aja pak"ujarnya membuat seisi kelas terus bising karna suara tawa.
Pak Tono kesal bukan main,memang kelas ini diisi murid-murid berkelakuan absurd yang membuat semua guru kesal sekaligus terhibur,mereka emang bikin emosi namun ketika jam pelajaran mereka akan belajar dengan tertib walau sesekali mereka suka bolos berjamaan!.
"Sudah-sudah diem!,malah ketawa,kamu rayhan sebagai ketua kelas seharusnya menjadi contoh yang baik untuk warganya lah kamu malah tak patut dicontoh,ambil hukuman kamu pas jam istirahat nanti ke guru bk!" ujarnya.
"Eh ko dihukum si pak,apa salah saya coba?,saya ini Ketua kelas yang baik!" sanggah Rayhan.
"Gausah banyak ngeles deh!,kalian buka buku kalian kita lanjut pembelajaran minggu lalu" ujar pak Tono setelah duduk dikursinya.
"Baik Pak" jawab mereka serempak kecuali Rayhan yang misuh-misuh.
Pembelajaran berlangsung dengan khidmat sampai suara bel mengakhiri, menandakan waktunya mereka mengistitahatkan otak setelah dikuras.
"Baiklah anak-anak itulah penjelasan dari pembelajaran kita hari ini,ada yang ingin ditanyakan?"tanya pak Tono.
Davri mengangkat tangan nya,"Iya Davri apa yang mau kamu tanyakan?" tanya pak Tono.
"Bakteri jahat dalam tubuh kalo kita nasehatin bisa menjadi bakteri baik pak?" tanyanya membuat pak Tono memaksakan senyumnya,dan murid lain menatap Davri cengo.
Pertanyaan macam apa itu!.
"Iya!,masalah nya kalo ente nasehatin bakteri,ente lihat bakterinya ngangguk apa geleng" dengus pak Tono untung stok sabarnya masih banyak,jadi ia bisa meladeni tingkah nyeleneh murid-muridnya ini.
"Engga pak" jawab Davri kini Rayhan mengangkat tangannya.
"Apa?,kalo masih nanyain bakteri jahat bisa ingsaf apa engga kamu rukiyah aja sekalian!" sentak pak Tono membuat Rayhan mendengus.
"Emosian amat si pak,engga saya ga nanyain bakteri,,yang mau saya tanyain ini masalah serius!" ujar Rayhan.
"Masalah apa Rayhan? " tanya pak Tono penasaran.
"Begini pak!,seperti yang kita tau pak,kan keong punya rumahyah
KPR nya berapa taun pak?"
Doeng
Pak Tono mengusap dadanya untuk bersabar dan menatap jengah kearah Ketua kelas 10 IPA ini,"ente makan keong,ente sedot,ck,gitu,ada ruang tamu sama dapur kaga?"ujar pak Tono membalikan pertanyaan.
Sesi tanya jawab yang dilakukan pak Tono ,Davri dan Rayhan terhanya membuat siswa terhibur walau terdengar aneh.
"Pak saya mau tanya!" seru Naila ketika pak Tono sedang mengambil buku paketnya untuk segera pergi dari kelas ini,kelas yang dihuni murid astagfirullah,sepertinya pergerakan pak Tono kurang cepat untuk kabur.
Pak Tono menghela nafas laku menatap naila dengan senyum terpaksa,"Iya Naila kamu mau tanya apa?"tanyanya menatap gadis polos yang memiliki pipi caby.
"Apa bener kalo usus buntu makananya bisa puter balik?"
Doeng
Bener-bener kelas 10ipa gaada yang waras satupun'teriak batin pak tono.
"Aku tau kenapa itu disebut usus buntu" seru Nirbita menjadi atensi mereka.
"Kenapa Nirbita?" tanya pak Tono biar keanehan kelas 10 IPA komplit anehnya.
"Karena depannya ada hajatan"
Doeng.
Pak Tono ingin teriak frustasi, sikapnya yang terkenal galak selalu saja kalah dengan tingkah absurd kelas paling muda ini!,jika bisa pak tono ingin waktu berada dijam pelajaran agar murid 10ipa ini tenang-tenang saja sebab jika diluar jam pelajaran tingkah mereka selalu diluar nalar,bikin guru pusing tujuh keliling.
"Terserah kalian,mau kalian rukiah bakteri biar jadi baik,bayarin KPR rumah keong,atau puter arah usus buntu karna depannya ada hajatan!,terserah kalian lakukan apa,bapak gabakalan ikut campur!,tapi bapak ingatkan minggu depan akan ada ujian,jadi kalian harus belajar semaksimal mungkin jangan mengecewakan bapak,dan orang tua kalian,itu saja dari bapak,asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh"
Murid bubar setelah pak Tono meninggalkan kelas sebagai tanda istirahat.
"Kantin I m caming"teriak Davri,Naila,Nirbita dan Agnes setelah itu berlari menuju kantin.
"Woy gue ikut!" teriak Rayhan menyusul berlari.
.
.
.
Disinilah mereka sekarang dikantin triplet dengan tambahan Rayhan dan geng inti Algaskar menjadikan satu meja menjadi sesak.
"Lo ngapain si duduk di sini?" tanya Wahyu mendelik menatap Rayhan.
"Kamu naenya?"ujarnya membuat Wahyu mendengus,"Gue itu lagi bertugas,sebagai ketua kelas yang bertanggung jawab harus menjaga murid-muridnya" ocehnya.
"Gausah ngoceh gajelas deh mulut lo bau!" cibir Rezaldi membuat Rayhan mengkerucutkan bibirnya.
"Abang jahat"drama Rayhan berlaga seperti cabe-cabean.
"Gue rasa geng kita jadi kumpulan mahluk astral dah" bisik Bintang yang duduk disamping gara.
"Rukiyah!" jawab Gara membuat Bintang cengo.
Apa katanya rukiyah?,ide bagus jika bisa ganti temanpun Bintang iklas.
Gara menatap Farel yang terbahak melihat tingkah Rayhan dan Rezaldi,"Kasus teror kemarin gimana?"tanyanya menjadikan meja itu sepi dan tatapan menahan arah Gara.
"Siapa yang diteror?" tanya Nirbita dengan wajah bingung.
__ADS_1
"Heh kutu air!,dirilo sendiri yang diteror lo sendiri yang lupa,bener-bener jadi orang!" cibir Rezaldi membuat Nirbita mencebikan bibirnya.
Namanya juga lupa!.
"Peneroran kemarin udah direncanain dengan matang menurut gue,CCTV udah dihapus pas jam kejadian, trus gaada saksi" jawab Farel menjadikan suasana menjadi serius.
"Pas gue datang juga meja naila udah kotor kaya gitu!,tapi gaada orang karna gue datang jam setengah 6" timpal Rayhan.
"Rajin amat lo datang kesekolah jam set 6" cibir Aril.
"Demi hospot apasi yang engga" saut Nirbita dan naila di angguki Rayhan.
"Benar,gue ini pecinta hospot sekolahan,jadi gue suka sedih banget kalo hari minggu" ujar Rayhan.
"Ga bisa hospot!" sela Naya sebari memutar matanya malas dan Rayhan sendiri terbahak.
"Ternyata masih ada yang lebih miskin dari gue"celetuk Devan padahal dirinya tidak bisa dikatakan miskin karna pak Hendra adalah juragan tanah.
"Lo ga miskin ya cuma perhitungan! " cibir Aril.
"Hidup perlu perhitungansih biar jadi beban keluarga yang rebahan pun uang mengalir" bukan Devan namun Rayhan yang menjawab membuat kedua orang perhitungan itu berbahak.
N*jis!.
"CCTV ga bisa diperbaiki?" tanya Gara tidak memperdulikan teman-temannya yang lain ia pokus dengan pembahasan bersama Farel dan juga bintang yang terbilang waras!.
"Gatau si,gue ga punya kenalan yang bisa benerin CCTV,lo punya ga bos?" tanya Farel.
"Cakra!" Farel dan Gara melirik kearah Bintang yang menyebutkan satu nama,"Diakan bisa ngeretas jadi masalah CCTV ginian pasti bisa"sambungnya.
"Kenapa gue baru inget,gimana menurut lo bos?,kita minta bantuan geng devilsattack atau lo punya orang lain?" tanya Farel.
"Dia aja!,kita undang devilsattack ke markas sekalian kumpul" ujarnya mengiakan.
"Gue setuju kita juga udah lama ga kumpul bareng sama mereka" ujar Bintang setuju.
"Yaudah gue kabarin mereka sekarang" saut Farel.
"Ka Gara tangannya udah gapapa?"suara Nirbita menghentikan obrolan unfaedah antara yang lain kecuali Gara,Bintang dan Farel.
"Emang tangan aku kenapa?" tanya Gara mengerutkan keningnya,seingatnya ia tidak punya luka ditangan.
"Waktu itukan aku gigit tangan kakak,tangan kakak pasti sakitkan?" ujar Nirbita sesal.
"Hayo loh main gigit-gigitan!" goda Rezaldi langsung mendapat tempelengan dikepalanya ulahnya adalah Farel yang duduk terhalang Aril.
"Apaansi Rel main tabok kepala gue aja!,kalo otak gue jatoh gimana!" delik Rezaldi tidak terima.
"Emang punya otak?" teriak mereka serempak kecuali Gara.
"Asu!"
Teriakan dan tawa mereka menjadi atensi penghuni kantin,mereka senang bukan main bisa melihat geng inti algaskar apalagi melihat gara namun sayangnya hanya bisa melihat tanpa bisa memiliki bahkan sekedar bertegus sapapun tidak bisa!.
Sebab Gara tidak suka! Kecuali pada Nirbita wkwkwk.
"Masalah teror meja waktu itu gausah diceritai sama bang Rang sama bang Es ya kak sosis!" pinta Nirbita dengan wajah memelas.
"Bener tuh!,gausah dikasih tau sama siapapun kalo bisa!"timpal Naila dengan wajah sama memelas nya.
"Gausah diperpanjang juga!" timpal Naya.
"Kenapa bukannya seharusnya abang kalian dikasih tau ya?, biar lebih waspada takutnya lama-kelamaan ngancam nyawa kalian terornya" ujar Aril bingung.
"Amit-amit jangan sampe" ujar Naila sebari mengetukan kepalan tangannya kemeja lalu ke kepalanya.
"Ucap itu doa!,gausah ngomong yang aneh-aneh!"dengus naya.
"Makanya biar abang kalian bisa jagaian kalian!" ujar aril.
"Bener!,tumben kak Didi pinter" ujar Naila membuat Rezaldi mendengus,apalagi ia kesal dipanggil Didi namanya sudah bagus Rezaldi malah diganti seenaknya.
"Tapi kata kak Aril juga bener,kalo terornya didiemin terus bisa bahaya kedepannya" ujar Agnes
Mereka mengangguk setuju
"Sekarang kita diemin aja dulu,kita juga gatau siapa dalangnya,yang penting ga sampai ngancam nyawa nirbita dan kedua saudarinya,,,tapi kita juga harus tetep waspada ga ada yang bisa jamin teror itu udah berhenti disini,,,walau gue harap itu pertama kali dan terakhir kalinya" ujar Gara panjang lebar membuat mereka menatap cengo kecuali geng inti algaskar.
Sudah terbiasa dengan panjang lebar gara jika sedang rapat hal penting!,seperti soal teror pada gadisnya ehhh.
Mereka mengangguk mengerti.
"Asal terornya ga main sama cahaya deh,ita tkut gelap soalnya"celetu Nirbita dengan wajah ketakutan.
"Kamu takut gelap bi?" tanya Gara memastikan.
"Iya kak,dulu si engga tapi semenjak ada yang kurung ita di lemari gudang ita jadi takut sampe sekarang" jawab Nirbita masih dengan wajah takut.
"Lo pernah dikunciin digudang cil,sama siapa?,berani banget bocil gue dikunciin di lemari gudang" ujar Rezaldi menggebu,walaupun ia suka di ulti triplet tapi semenjak ia dekat dengan gadis-gadis polos dan absurd itu,Rezaldi menganggap mereka seperti adiknya yang harus dijaga.
Rezaldi harus menjaga triplet dari dirinya sendiri diakan buaya cap kadal.
Gara mendelik tajam kearah Renaldi saat mendengar pria itu mengakui gadisnya sebagai miliknya.
"Temen sekelasnya Nirbita bang" ujar Davri karna nirbita hanya membisu sebari menunduk dan kedua saudarinya juga tidak ada yang mau bersuara,jika biasanya suara mereka kaya petasan suka ngerocos!.
"Kamu dibully?" tanya Gara diangguki nirbita,membuat wajah Gara menahan marah,"Sama siapa?"tanyanya.
"Lupa si namanya"DAVRI yang menjawab,"lo inget ga Wah?"
"Engga yang gue inget cuman yang ngunciin nirbita itu cewe temen sebangukunya juga,tapi namanya sama mukanya gue lupa" jawab Wahyu.
"Lu cuma inget nama mantan doang!" cibir Farel.
"Emang lo inget?,dulukan lo juga kakak kelas kita" tanya Wahyu dengan nada mencibir.
"Kaga" jawab Farel cengengesan.
"Waktu itu kita kelas lima sd,gatausi masalahnya karena apa tapi seiinget gue,nirbita dikunciin di lemari gudang sampe malem,,,hampir satu kampung nyariin dia,,,untung dia punya papi seorang polisi jadi bisa dicari dengan cara bener" ujar Davri mengingat-ingat kejadian yang sudah beberapa tahun lalu itu.
"Papinya nemuin dia di lemari gudang udah kaya mayat!" mendengar kata mayat dari mulut Davri membuat tubuh seseorang merinding,ia trauma dengan itu,"Sampe sekarang dia takut banget sama gelap iyakan ta? "
"Iya,aku juga lupasi dulu masalahnya karena apa,muka yang udah kunciin aku juga lupa" jawab Nirbita sebari berpikir.
"Aku inget" pekik Naila yang sejak tadi diam.
"Tumben baru nyaut?,baru nyasar bu" cibir Wahyu membuat Naila mencebikan bibirnya.
"Akutuh lagi inget-inget cewe ular yang udah kunciin ka ita sampe dirawat dirumah sakit dan bikin ka naya juga ikutan sakit!" ujar Naila membuat Farel,Wahyu dan Davri terbahak mengingat tentang Naya yang ikutan sakit.
Ketiga pria itu menatap kearah naya dengan tatapan mengejek,"Apalo!"hardik Naya sewot
"Sante mba mayat" cibir ketiganya sebari terbahak.
"Gausah bahas beg*,gue merinding!" hardik Naya berkata kasar membuat mereka cengo rasanya baru pertama mendengar kata kasar yang diucapkan kata itu.
Atau mereka hanya tidak sadar jika naya sering mengatakan kata kasar atau mengumpat?,entahlah author juga lupa.
"Namanya ara"
Deg
Seseorang yang menguping pembicaraan mereka menjadi pias
"Tapi ila lupa wajahnya kaya gimana,yang ila inget cuma namanya itu ara dulu kita temenan dari kelas satu sd iyakan kak" sambung Naila melihat Nirbita.
__ADS_1
Nirbita mengangguk.
BUGH
Suara orang bertabrakan dan pecahan barang terdengar tidak jauh dari meja mereka.
"Beg* lo,gapunya mata?!,jalan yang bener b*ngs*t!" teriak seorang gadis dengan rambut digerai dan memakai bandana hijau.
"Tapi bukan aku yang salah,kamu yang nabrak aku" seru gadis didepannya
"Lo nyalahin gue!,berani ya lo hah!" hardik orang itu mengangkat tangannya hendak menampar wajah Risa.
Risa gadis berkaca mata tebal itu hanya pasrah ia memejamkan matanya untuk menerima tamparan ia juga sudah terbiasa dibully,sakit fisik bisa sembuh tapi dihati tidak akan bisa sembuh walau mulut menerima maaf.
Namun beberapa detik memejamkan mata risa tidak merasakan sakit dan panas di pipinya,dengan sisa keberaniannya risa membuka matanya,matanya membola ketika melihat tangan Aleta dicekal tangan seseorang.
"Nirbita" gumannya.
"Gausah kasar dong!,kan bisa di bicarain baik-baik" ujar Nirbita.
Aleta menatap kesal kearah nirbita dan menyentak tangannya,"Gausah sok jadi pahlawan lo! "
"Ita ga bisa jadi pahlawan ko,itakan bukan power rangers yang bisa berubah" jawabnya dengan wajah polos membuat Aleta geram.
Dimeja inti Algaskar mereka terkiki mendengar penuturan Nirbita emang bocah gemblung.
"Lo" geram Aleta menunjuk wajah Nirbita,"gausah ikut campur kalo lo gamau kena imbasnya!"
"Tapikan aku cuma bilang selesai baik-baik bukan mau ikut campur,tadi yang nabrak kamu ko bukan Risa,kamu yang jalannya sambil gibah sama temen-temen kamu terus nabrak risa sampe jus jeruk punya Risa jatuh trus kena baju kamu,baju Risa juga kena" ujar Nirbita,"Seharusnya kamu minta maaf sama Risa"
"Temen lo yang salah ya b*ngs*t!" geram Aleta.
Mendengar pembelaan Nirbita,Risa merasa takut jika nirbita akan menjadi sasaran bully geng aleta setelah ini.
"Udahlah Aleta kasih aja ni cewe pelajaran sosoan mau jadi pahlawan kesiangan" kompor temannya bernama Desi.
"Berani lo sentuh cewe gue,mati lo ditangan gue!" ancam Gara entah sejak kapan sudah berdiri disamping Nirbita.
Melihat ketua geng Algaskar yang terkenal dingin dan cuek membuat aleta dan anteknya mengerjap.
"Dia yang udah mau nyakitin aku Gara" ujar Aleta sok kenal dengan nada merengek.
"Pergi!" ujar gara dingin.
"Tapi Gara dia harus minta maaf dulu sama aku,dia udah ganggu aku" ujar Aleta dengan tatapan manja.
Gara menyorot dingin Aleta,"minta maaf sama cewe gue!"ujarnya membuat Aleta merasa menang sekaligus senang karna diakui sebagai gadisnya.
Huaaa Aleta rasanya sedang terbang ke langit ketujuh saking senangnya.
Ia menatap Nirbita dengan tatapan mengejek,"Lo budeg ya?! Cepet minta maaf sama gue!"titahnya pada Nirbita dan Risa.
Risa menunduk dan meremas jari-jarinya,"Aku m,,,"perkataannya tersela suara dingin Gara
"Aleta Bramasta lo minta maaf sama cewe gue Nirbita atau gue buat lo di drop out dari sekolah!" ujar Gara memperjelas membuat mereka menjerit tertahan,habis sudah harapan mereka menjadi pacar Gara"pikir mereka.
"Udah di klaim dong" ujar Devan dengan wajah berbinar.
"Klaim gimana ka?" tanya Naila tidak mengerti.
"Kamu masih kecil gausah tau"jawab Naya membuat mereka terbahak melihat Naila yang kesal karna tidak mendapat jawaban.
"Main klaim aja dia belum ngadepin gue sama dua abangnya" sinis Naya menatap kearah GARA.
"Biarin aja si Nay,biarin si Nirbita ngerasain gimana pacaran kaya anak remaja kaya umumnya" ujar Farel.
"Engga!" jawab Naya mentah-mentah.
"Udah ditolak satu kakaknya dong tinggal dua abangnya yang pasti juga ga setuju" bahak Rezaldi mendapat pukulan dikepalanya dari Devan.
"Kdrt terus terus!" dengunnya kesal membuat mereka terbahak kecuali Naya dan Bintang.
Jika Naya kesal karna ada yang mengklaim seenak jidat adiknya terbalik dengan Bintang yang sedang memikirkan cara agar naya mengijinkan Naila pacaran,ingat hanya dengannya bukan cowo lain!.
Kembali ke situasi panas Aleta yang kesal juga marah,"Sory"terpaksa nya berlalu sebari menghentakan kakinya kesal disusul kedua temannya.
Aleta tidak mungkin melanjutkan pertengkarannya dengan Nirbita ia baru saja kembali masuk setelah mendapat skor seminggu karna ketahuan membuli seseorang ditoilet,bisa diamuk orang tuanya jika ia kembali diskor bahkan bisa jadi dikeluarkan.
Aleta mengepalkan tangannya, "Gue bakal bikin lo nyesel udah bikin gue malu sekaligus rebut cowo gue!" gumannya.
Disisi Nirbita ia beralih merangkul Risa yang masih saja menunduk,"Kamu gapapa?"tanyanya.
Risa mengangguk menatap Nirbita,"makasih"
"Buat apa? " tanyanya.
"Buat tadi,makasih udah tolongin aku" ujar Risa serius.
Nirbita tersenyum,"Kamu ga usah terimakasih sama aku seharusnya sih sama kak gara kan dia yang nolongin kita,kalo kak Gara ga bantuin kita pasti udah main jambak-jambak sama mereka"ujarnya membuat kedua gadis itu menatap Gara hanya Risa yang menatap takut.
"Makasih kak Gara" ungkap Nirbita mempertahankan senyumnya.
"Makasih" cicit Risa.
"Hmm kamu gapapa?" tanya Gara jika tadi terdengar dingin maka saat berbicara dengan Nirbita, Gara mengusabah nada suaranya selembut mungkin.
"Gapapa kak" jawab Nirbita lalu beralih menatap Risa,"Aku temenin ke toilet mau?"tanyanya.
Risa menggeleng sebagai jawaban,"Gausah ita aku ke toilet sendiri aja,"jawabnya sebari menatap seragamnya uang aga basah karna terguyur jus jeruk miliknya tadi.
"Tapi aku maksa mau ikut" ujar Nirbita sebari menggandeng tangan risa lalu menatap kearah meja diamana kedua saudarinya duduk.
"Kak Naya ita ke toilet dulu ya" teriaknya diangguki Naya.
"Ikut" seru Naila sebari beranjak dari duduknya.
"Heh bocil lo gabisa apa jauh dua puluh senti aja dari Nirbita?" cibir Davri.
"Gabisa!," jawab Naila menghampiri Nirbita.
"Kak Gara aku ke toilet dulu ya dadah" ujar Nirbita di iyakan Gara dengan senyum tipis.
Tidak jauh dari mereka tiga gadis yang selalu bermasalah dengan triplet menatap semua kejadian dari awal bahkan mereka mencuri dengan saat triplet mengobrol.
"Dasar ular"guman salah satu dari mereka masih menatap kearah triplet.
"Lo ngomong apa Sher?" tanya Rini samar-samar mendengar gumanan temannya ini.
Sherli menatap Rini dan Tara bergantian,"Kalian tau ga kalo orang muka dua lebih berbahaya dari pada orang yang terang-terangan nunjukin kebenciannya?"
Tara mengangguk,"Gue tau,biasanya orang kaya gitu polos diluar durjana didalam,orang kaya gitu bisa ga ketebak sih menurut gue"jawabnya sebari menyorot seseorang yang pernah menemui mereka ditoilet.
Rini mengiakan"Hooh,yang kaya gitu kaya si,,"
Sherli menyela ucapan Rini,"Gausah lo sebutin namanya beg*!"cibirnya membuat rini cengengesan.
"Hehe emang kenapa kalo gue sebutin namanya? "
"Beg* dipiara,temen lo nih Tar" ujar Sherli.
"Idih gue kaga kenal ya" saut Tara membuat Rini mendengus.
"Gimana lo setuju ajakan cewe itu?" tanya Tara diangguki sherli.
"Lo serius Sherli?,lo gila ya?" tanya Tara,Rini memilih diam dari pada kembali tidak diakui teman.
__ADS_1
Sherli mengedikan bahunya acuh lalu manatap punggu nirbita yang hendak meninggalkan kantin,"Ular harus diwaspadai sih"ujarnya lalu berguman tanpa didengar kedua temannya,"Permainan lo sempurna ular!"