
Farel,Wahyu dan Davri mendesah kesal mengingat kejadian memalukan itu,emang pada dasarnya triplet itu ga waras!.
Sabar.
"TRIPLET mana woy?"pekik Wahyu celinga-celinguk mencari biang rusuh.
Saking emosinya mengingat kejadian memalukan tadi mereka tidak sadar triplet sudah menghilang dari pandangan mereka.
Ketiganya celinga-celinguk mencari triplet dengan harapan 'semoga mereka ga buat ulah!'
Davri menggeladahkan tangannya keatas dengan kepala menatap langit,"Ya Allah hamba mohon jika mereka beneran hilang semoga mereka menghilang langsung kealamnya ya allah,amin"doa Wahyu diikuti Farel dengan gerakan yang sama.
"Jika kita dipertemukan kembali bantulah kami agar tetap waras ya allah"ujarnya,sedangkan disisi Davri pria itu hanya mengaminkan dalam diam terlihat dari gerakannya yang mengusap wajah setelah mendengar ucapan kedua temannya,pria itu memicingkan matanya.
"Kaya kenal!"monolognya,"itu mereka bukan si?"tanyanya sebari menunjuk kearah depan dekat jalan raya,dimana ada empat sosok wanita dengan dua pria berbadan kekar,dari bentukannya tiga wanita disana mirip triplet.
"Iya,itu preman!"pekik Farel gelisah melihat dua pria berbadan kekar itu adalah preman dipasar ini.
Ketiganya susah payah berlari kearah triplet,mereka menarik triplet kebelakang tubuh mereka setelah menaruh asal belanjaan mereka.
"Kalian mau apa hah!"pekik Wahyu dengan melotot dan berkaca pinggang terlihat seperti tengah menantang.
"Kalian beraninya sama cewe,lawan cowo dong!"kini Davri yang bicara.
Kedua preman itu menaikan halisnya sebari menatap remeh ketiga remaja yang terlihat menantang mereka,"Kalian mau lawan kami?"tanya salah satu preman membuat Wahyu dan Davri saling tatap.
Sedangkan triplet sudah sibuk berbicara dengan wanita paruh baya yang mereka tolong tadi,ya saat para remaja itu melamun mengingat kejadian memalukan,triplet melihat ibu-ibu itu tengah dipalak preman tadi.
Wahyu dan Davri lalu menatap preman dengan tatapan menelisik,"Tubuh para preman itu besar,kekar,juga berotot bisa pengek kalo gelut"guman Wahyu dalam diam.
"Bisa jadi oncom gue kalo lawan mereka!"guman Davri lalu keduanya kembali beradu tatap seolah menyetujui sesuatu,rencana menyelamatkan diri.
"Nih Farel yang nantangin om!"ujar keduanya sebari menarik Farel untuk berdiri didepan mereka,dan mereka bersembunyi dibalik punggung Farel takut.
Kemana wajah sok mereka tadi?,ditelan kenyataan!.
Farel yang ditumbalkan berdecih kesal,padahal sejak tadi ia memilih aman yaitu diam!, "Enak aja,mereka om yang nantangin,dari tadi sayamah diem,om juga lihatkan?dari tadi saya diem"
"Iya om tadi emang dia diem,tapi pas dikejauhan dia nantangin om sampai bilang,badan doang keker kekuatan kaya lemper gitu om"ujar Davri benar-benar berniat menumbalkan Farel.
Farel melotot sempurna baru saja ingin menyanggah suara wahyu malah terdengar.
"Iya om bener kata teman saya ini,tapi mending om mundur aja deh temen saya itu anak geng motor,berantem mah kecil"ujar Wahyu sebari menjentrikan jarinya.
Farel melotot sempurna,"Heh lo gila!"pekiknya menatap kedua temannya lalu beralih pada dua preman,"Engga om mereka tukang tipu gausah didengerin,saya ga bilang gitu ko,saya emang anak geng motor tapi saya cuma ikutan bolos tauran antar pelajar doang ga lebih"jujurnya takut.
Jika bisa Farel iklas jika harus menghilang dibawa aladin saat ini juga dari pada dijadikan lemper sama dua preman ini.
Satu preman maju kearah Farel membuat jantung ketiganya berdetak kencang bukan karna jatuh cinta mungkin radar keselamatan jantung itu sendiri tengah aktif,mereka tau sedang dalam kondisi menegangkan.
Preman itu melayangkan tangannya membuat Davri dan wahyu membulat,begitu juga Farel kini menutup mata seolah iklas saja menerima pukulan.
Pukulan itu didapatkan Farel,Farel pikir wajahnya yang akan jadi korban pukulan,atau tidak di perut tapi ini dipundak bahkan tidak sakit sama sekali,apa jangan-jangan Farel memiliki ilmu Hitam,,ehh salah magsudnya ilmu kanuragan penghilang rasa sakit.
"Jangan jadi berandal,kamu itu anak sekolah harus rajin belajar,jangan suka bolos sama tauran,bergaul sama geng motor itu boleh tapi tau batasan!"ujar prema yang tadi memukul pundak Farel,bukan memukul sebenarnya hanya menepuk saja,tentu tidak membuat Farel kesakitan.
"Masa depan kalian masih panjang,jangan sia-siakan karna rasa penasaran dengan dunia luar,jika sudah terjerumus hal salah kalian akan sulit menemukan jalan keluar"sambungnya kini satu preman lagi berdiri disamping Farel.
"Bener kata Rafael,lihat kami,masa depan kami hancur,dan kami berdua terpaksa jadi preman gara-gara terjerumus dunia luar saat remaja,,jadi kalian jangan sia-siakan masa-masa remaja kalian"ujar preman itu membuat ketiga remaja terkesiap.
"Jadi om-om ini terpaksa jadi preman?"tanya Farel menatap kedua preman itu bergantian.
__ADS_1
I"ya!,siapa juga yang mau jadi preman,Cita-cita saya itu jadi CEO lah "ujar satu preman sebari terkekeh.
"Halunya boleh juga om" ujar Davri membuat kedua temannya melotot,jika preman itu tersinggun beneran bonyok mereka.
"Hahahah"kedua preman itu tertawa.
"Om gamarah?"tanya Wahyu melihat heran kedua preman itu malah ketawa.
"Ngapain marah,orang yang dikatain temen kamu bener ko"jawabnya.
"Trus ini ga jadi gelut gitu?"tanya Davri semakin berani.
Kedua preman itu menjawab dengan gelengan kepala sedangkan kedua teman Davri melototi pria itu.
"Yah ga jadi bawa pulang mayat dong,,ahhh ga jadi hajatan"desah pria itu langsung mendapat pukulan di belakang kepala dari Farel.
"Lo do'ain gue mati?"sengak Farel.
"Bukan do'ain ko cuma berharap doang sih"ujar Davri terkikik,otak anak pak rt ini memang suka terkontaminasi otak triplet yang berbahaya.
"Udahkan gibahnya?,yu pulang!,udah siang nih mereka pasti nungguin"ujar Naya membuat para pria melihat kearahnya,mereka benar-benar melupakan kehadiran mereka.
"Eh iya ayo!"ujar Wahyu yang ingin segera menjauh dari triplet walau terkadang otaknya juga terkontaminasi otak si triplet seperti Davri.
"Eh tante,tante mamanya bos Gara kan?"ujar Farel menatap wanita paruh baya disamping triplet.
"Eh iya,kamu temennya gara,Mmm Farel kan namanya?"jawab wanita itu memastikan sebab teman-teman anaknya suka merusuh dirumahnya.
"Iya tante,tante lagi ngapainĀ disini?"tanya Farel.
"Tadi tante abis belanja,trus dipalakin preman itu"tunjuk wanita itu membuat kedua preman meringis malu,"Pas nungguin jemputan"
"Ga usah,tadi gara udah dijalan ko mau jemput tante"jawabnya.
"Kalo gitu tante ditemenin karel kereta api tututut disini gapapa tante,kita mau pulang duluan udah ditungguin soalnya"ujar Nirbita membuat Farel mendelik tajam gadis itu.
Jika disekolah dipanggil sosis berbeda diluar lingkup sekolah maka panggilannya menjadi seperti tadi jika triplet yang memanggilnya.
"Karel kereta api tututut?"Beo wanita paruh baya itu.
"Iya tante,temen anak tante itu"jawab Naila menunjukan Farel dan wanita itu tertawa kecil.
"Maaf ya tante kita tinggal,kita ribu eh buru-buru magsudnya tante"ujar Naya sebari mengalami wanita paruh baya itu disusul keempat remaja lainnya.
Alhamdulillah
Farel tersenyum senang saat bisa terlepas dari triplet,tidak papa berlama-lama dipasar asal jauh dari triplet.
Farel dan wanita paruh baya itu menatap kelima remaja tadi yang memasuki angkot yang dihentikan para preman, "Mereka teman-teman kamu?"
"Sayangnya gitu tante"jawab pasrah pada kenyataan Farel membuat wanita itu terkekeh.
"Mereka lucu-lucu"guman wanita itu membuat Farel mencibir dalam hati.
Satu hal yang keduanya tidak sadari para preman itu,iya dua preman itu,mereka ikut dengan triplet!.
Apa triplet dalam bahaya?,atau kejiwaan para preman itu yang dalam bahaya?.
Setelah beberapa menit diangkot akhirnya mereka sampai komposisi mereka bertambah dengan kedatangan dua preman yang mengikuti dari pasar kecuali Farel.
"Om-om preman ikutin saya ya buat ketemu sama papah,nanti kalian bicarain baik-baik aja tapi,papah pasti ngasih kerjaannya sama kalian ko dijamin aman!"ujar Davri melangkahkan kaki mencari keberadaan bapak rt sang papah yang pasti sedang ikut bekerja bakti.
__ADS_1
Davri sudah chat sang papah perihal dua preman yang diajak dan ditawari kerjaan oleh triplet jadi security komplek menggantikan security lama yang berhenti bekerja sebab pulang kampung.
Semua itu ide triplet sebelum kedatangan Farel,Wahyu dan Davri mengambil alih para preman,"Dari pada menjadi preman dan memakan uang haram mending om jadi security aja,kebetulan dikomplek kami lagi butuh security saratnya mudah ko,om pasti bisa,cuma jagain komplek agar aman dan damai"karna kedua preman itu memang sangat amat terpaksa menjadi preman pasar di era mencari kerjaan susah,saat ada yang menawari bekerja dengan halal kenapa engga,pikir mereka.
Namun yang jadi pikiran mereka sekarang adalah,apa warga akan terima jika preman menjadi security di komplek mereka?,entah lah namun triplet berkata,"Selama belum mencoba kenapa harus takut,manusia pantas mendapat kesempatan kedua sebab manusia tempatnya salah"ujar mereka dikala otak mereka waras.
Triplet mengantar barang pembelian mereka pada ibu-ibu yang akan memasak,setelah itu hanya naya yang diam disana membantu para ibu-ibu,dua saudaranya sudah ngacir entah kemana.
Jika Davri sedang mencari bapaknya untuk mempertemukan dengan dua preman yang akan melamar jadi security komplek,Wahyu ikut bergabung dengan bapak-bapak yang sedang memotong rumput.
"Wahyu tadi kamu kepasar bareng triplet?"tanya Rangga menyelidik sebab kaya pak rt begitu tapi ia hanya melihat wahyu disini.
"Iya bang,ini baru pulang, triplet lagi nganter belanjaan ke ibu-ibu"jawab Wahyu lemah lesu loyo.
"Kamu kaya abis disiksa aja si wah,lemah lesu loyo!"cibir Danis membuat Wahyu menghela nafas.
"Gitu deh bang,abang kan tau gimana otak astagfirullah nya triplet"jawab Wahyu membuat mereka penasaran hal rusuh apa yang sudah dikerjakan triplet?.
"Kaya kamu punya otak bener aja sih wah"cibir Rangga mendelik.
"Suka terkontaminasi kalo lagi sama triplet jadi saya harus bener-bener jaga diri"jawabnya membuat kedua pria dewasa itu terbahak.
"Bener,mereka beraksi dipasar?"tanya Danish diangguki oleh Wahyu membuat Danis mendekati pria itu untuk lebih lanjut.
"Kalo didripkipsikan si susah bang,lebih dari ngerusuh,ngereo,astagfirullah bikin pengen ilang aja dari muka bumi gituloh"jawab dramatis Wahyu.
"Emang mereka ngapain?,ga bikin orang rugikan?"tanya Rangga sebagai kakak iya menghawatirkan ketiga adiknya itu.
"Gimana ya,dibilang bikin rugi engga bikin untung juga kaga, "akhirnya Wahyu menceritakan kejadian dipasar ketika triplet bertengkar dengan para pedagang hingga membuat mereka mendapat ikan dan ayam secara GRATIS.
"Hhhhhhh" mereka tertawa diatas penderitaan Wahyu,Davri dan Farel.
Yang mendengarkan cerita Wahyu bukan hanya Rangga dan Danis tapi para bapak-bapak yang ikut bekerja bakti ikut menyimak,dan mereka tertawa begitu kencang berbeda dengan Rangga yang menampilkan wajah malunya ituloh.
Adik-adik nya itu emang bener-bener biang rusuh!.
"Astagfirullah triplet emang spesies langka!"ujar salah satu bapak-bapak.
Wahyu juga tidak lupa menceritakan tentang keingsapan dadakan dua preman yang akan melamar kerja jadi security disana pada mereka.
Mereka terdiam setelah mendengar itu dengan raut wajah berbeda-beda,ada yang syok,aneh,kaget,rewas.
Mereka saling pandang beberapa menit lalu kembali melanjutkan pekerjaan mereka setelah berunding untuk mengirim perwakilan pada pak rt untuk membahas tentang dua preman itu.
Sekitar jam sebelas mereka beristirahat makan siang,disana mereka makan nasi liwet dengan alas daun pisang.
Gelak tawa tak terhindarkan disana,kebetulan tali persaudaraan dikomplek itu sangat terjaga,dua preman tadi juga ikut bergabung setelah resmi diterima kerja.
Untuk alasannya kita bahas dibab selanjutnya oke readers.
Rangga dan Danis melirik kearah triplet yang sejak pagi mendiami keduanya gara-gara masalah jemputan delman kemarin,sebab karna itu Rangga tidak tau adiknya pergi pasar.
Ketiganya benar-benar marah karna ga dijemput pakai delman oleh Danis.
Saat direcoki keduanya merasa pusing saat didiami seperti ini semakin membuat mereka pusing!.
"Gue udah terlalu jauh terkontaminasi otak triplet sampe-sampe merasa bersalah pas mereka diam aja"cibir Danis didalam hati.
"Kalo minta maaf mereka bisa ngelunjak,tapi ga enak didiemin "ujar Rangga didalam hati,hatinya terasa sakit ketika melihat biang rusuh yang selali membuatnya pusing tujuh keliling mendiami nya begini.
"Huh sabar bentar lagi juga ngereog,,ahh gue punya ide" sambung Rangga didalam hati sebari tersenyum licik.
__ADS_1