
Pria paruh baya tengah menyetir dengan sesekali melirik kearah samping sang anak gadis nya yang sedang memakan camilan.
"Enak ya jajanannya sampe ayah ga ditawarin"cibir nya membuat sang anak melirik sekilas kearahnya lalu menatap jajanan yang ia pegang.
"Ayah mau?,gak usah ya!,ayah pokus aja nyetir gabaik sambil makan nanti kalo kecelakaan innalillahi,gaada yang setor uang ke ibu berabe"beonya sebari memakan jajanan.
Sebelah tangan pak Jeje mengusap dadanya bersabar dengan tingkah anak sulung,"sabar-sabar-sabar inget dia anak mu,kalo bukan udah ayah sedekahin"gerutunya.
"Ayah mau sedekahin Naya?,boleh tapi sama deddy sugar yang ganteng lebih kaya dari ayah sama abang,gantengnya juga seatero negara gaada yang ngalahin"beo Naya membuat pak Jeje menghela nafas.
"Untung cuma rencana,udah diem makan aja jajan kamu gausah ngebeo,kalian pas ayah sama ibu ga dirumah ga buat masalahkan?"selidik nya sekian detik tidak mendapat jawaban membuat pria beranak dua itu melirik kearah anak sulungnya.
"Ko ga dijawab!,kalian bikin ulahkan?"selidik nya.
"Emang serba salah tadi disuruh diem pas diem malah masuk sesi tanya jawab,astagfirullah "oceh Naya mengusap dadanya.
"Udah ga usah banyak komen kaya netizen,tinggal jawab pertanyaan ayah kalian bertiga buat ulah ga?"
"Engga ayah"jawab Naya membuat pak Jeje menyipitkan matanya menyelidik.
" Ko ayah ga percaya"
Kalo ayah percaya sama Naya namanya musrik,jadi ga boleh"ujar Naya dengan wajah polosnya.
"Kalian ga boongin ayah kan?,kalian ga bikin abang kalian pusing tujuh keliling kan?,kalian ga buat rusuh dikampung kan?"sedikitnya beruntung.
"Itumah setiap hari ayah"jawab Naya.
"Kalian setiap hari bohongin ayah sama ibu iya?"
"Bukan yang itu,tapi bikin abang pusing tujuh keliling sana buat rusuh dikampung"jawab Naya.
Pak jeje baru kembali tadi pagi dari dinas kerjanya,ia diberi tahu menghilangnya triplet setelah mereka pulang agar mereka tidak merasa khawatir oleh Rangga,dan saat malam hari Naya merengek ingin membeli sate kambing,dan mereka kini diperjalanan pulang setelah mendapat sate kambing dibawa pulang beserta jajanan yang dibeli Naya.
Pak Jeje menghela nafas iya baru ingat semua itu,jika mereka tidak membuat ulah maka mereka bukanlah anak-anaknya.
Pak jeje mendengarkan ocehan Naila dan Nirbita dari ponsel Naya yang sedang marah-marah sebab tidak diajak pergi,iya senang dengan keadaan sekarang walau terkadang frustasi dengan tingkah anak-anaknya yang seperti anak tk.
Pak Jeje dan bu Kasih menjadi orang tua pengganti untuk kedua keponakan mereka yaitu nirbita dan rangga setelah tiga tahun lalu sang kakak meninggal,dan istri dari kakaknya sudah meninggal sejak Nirbita kelas empat sd.
Bruk
Mereka terhuyung ke depan saat pak Jeje mengerem mendadak,untung pak jeje memiliki kesikagapan yang harus diancungi jempol,ia menaruh tangannya didasbor agar tidak mengenai dahi sang putri .
"Ayah ko ngerem ga kode dulusih!"gerutu Naya sebari mengambil ponselnya yang terjatuh.
"Iya maaf"ujar pak jeje menghela napas,"kamu gapapakan?"
"Gapapa,kenapa ayah ngerem mendadak? "
"Itu di depan banyak yang ngehalangin jalan kita"
"Apa!,setan apa orang yah?"pekik gadis itu menatap sang ayah.
"Kamu lihat tuh,mereka itu orang,gatau lagi apa,kamu tunggu dimobil biar ayah cek mereka lagi ngapain"ujar nya sebari membuka sletbell, "jangan turun dari mobil!" ujar nya setelah turun dari mobil.
"Kayanya mereka remaja deh,dasar emang remaja-remaja badung!,mereka pasti lagi balapan atau berbuat asusila!,gabisa dibiarin"gumannya sebari mendekati kerumunan yang menghalangi jalan.
Sedangkan disisi Naya gadis itu terlihat sedang mengocok ponselnya kekanan dan kekiri,"ih sinyalnya ilang si udah kaya diambil maling aja,dasar jambret kurang ajar sinyal juga dia embat"ocehnya bikin kita pusing.
Naya masing menggoyangkan ponselnya ia sangat kesal karna tidak ada sinyal di ponselnya,ia bergegas turun dari mobil untuk sekedar mencari sinyal.
Setelah diluar mobil Naya mengangkat ponselnya tinggi-tinggi berharap sinyal nyantol di ponselnya hingga terdengar suara nyaring membuat para kumpulan orang menghambat perjalanan nya tadi kalang kabut.
__ADS_1
Wiu-wiu-wiu
"Mereka kenapa?"monolog Naya sebari melihat mereka yang kalang kabut pergi dari sana hingga Naya sendiri terseok ulah tarikan seseorang yang membawanya.
"Naik!"ujar orang yang membawanya namun Naya waspada memilih diam dan celingak-celinguk mencari keberadaan sang ayah.
Jengkel dengan gadis yang ia tarik,"Naik bego atau gue tinggal,tau rasa lo ditangkep polisi"mendengar kata polisi membuat Naya ketakutan dan mengikuti perintah orang asing itu hingga membawanya pergi dari sana.
Setelah merasa aman pengendara yang membawa Naya berhenti di sebuah taman yang terlihat gelap hanya ada lampu jalan yang menerangi,disana juga sangat sepi dengan angin malam dan suara hewan membuat suasana menjadi mistis,ko serem!.
"Huh selamat juga gue,berengsek beraninya manggil polisi,dasar bisu"umpat nya penuh kekesalan.
"Hmm"Naya berdehem membuat atensi pria itu mendelik kebelakang.
"Kenapa lo?"tanya pria itu.
Naya dengan wajah polosnya menyipitkan mata,"lo mau nyulik gue?,ngaku lo!,dasar ya cowo begajulan beraninya nyulik cewe sini lo biar gue gebukin"oceh nya menatapĀ kearah pria itu yang malah terkesan menggemaskan.
"Gue dari tadi didepan lo,turun lo!gue mau balik"
"Gamau"tolak Naya yang malah bersedekap dada dengan angkuh duduk di jok motor pria itu.
"Heh cewe aneh,lo tadi bilang gue mau culik lo kan?,sekarang malah gamau turun,turun gue mau balik!"
"Gamau,"kekeh Naya masih seperti tadi.
"Heh cewe gatau terimakasih,lo seharusnya bersyukur udah gue bantuin kabur,sekarang lo turun atau lo jangan-jangan lont* hah"pekik pria itu membuat naya melotot dan memukul punggung nya.
"Lo jal*ng yang lagi cari mangsakan!,heh denger ya gue ga minat sama cewe sok polos kaya lo,sana turun sebelum gue beneran culik lo trus gue kasih kebuayan!"ancam nya.
"Heh tukang ojek!,mulutnya dijaga dong sekate-kate bilang gue jal*ng,gue ini cewe terhormat,harga diri lo aja kalah sama hewan peliharaan gue"cibir Naya tidak terima membuat pria itu melotot.
"Tukang ojek lo bilang!,heh gue bukan tukang ojek ya anj*ng, pengen gue pukul nih cewe!"
'Emmm mas nya boleh tanya?"tanpa menunggu jawaban naya kembali bersuara,"jal*ng itu apa?,kerang?,apa yang suka nangkep ikan itu apasi namanya?,, Mmm jaring iyakan?"sambungnya membuat pria itu melongo.
"Denger ya mas nya!,yang seenak jidat narik-narik terus dibawa entah kemana,gue bisa laporin mas nya ke kpk atas kasus penculikan,,, "pria itu menyela ucapan naya.
"KPK tempat laporan korupsi anj*rr"selanya.
"Emang iya?,bukannya tempat laporan penganiaan anak dibawah umur?" tanya Naya membuat pria itu ingin segera pergi meninggalkan nya.
"Terserah lo,sekarang lo turun dari kotor gue!"
"Gamau,sebagai cowo bukan hanya harus punya sopan santun tapi juga punya rasa tanggung jawab,mengingat masnya udah seret dan bawa entah kemana masnya harus nganter aku pulang,ayah sama ibu pasti nyariin belum abang,trus nanti mereka pasti pusing denger Ila sana Ita yang ribut nyariin aku juga"oceh Naya dengan wajah sedih.
Pria itu memijat pelipisnya pusing,salah dirinya pas mendengar sirine polisi di jalan tempat ia balapan dengan musuhnya malah menarik gadis yang tidak ia kenal.
" Lo bisa telepon abang lo atau orangtua lo buat jemput!"
"Ga bisa"
"Kenapa?,jangan bilang itu cuma alesan lo biar lo bisa jebak gue gitu hah"teriak pria itu membuat Naya menutup telinganya.
"Gabisa tuh"Naya menunjukan ponselnya yang mati sebab tidak ada daya.
Dia terlalu lelah menghadapi Naya gaes.
Pria itu mengeram frustasi,cewe yang asal ia tarik begitu cerewet dan menyebalkan.
Belum tau aja dia,sinaya adalah konponen asli dari pembuat rusuh.
"Pokonya mas harus tanggung jawab "kekeh Naya kembali bersedekap dada.
__ADS_1
"Gue belum ngehamilin lo!,lo ga berhak minta pertanggung jawaban dari gue! "
"Ih mulutnya bener-bener ga bisa dijaga ya masnya!,ini tempat sepi mas setan beserta kawanan seperti mas bisa berbisik kapan aja,gue gamau ya dinodai saya itu masih kecil saya masih sekolah,gamau hidup saya ancur gara-gara berzinah"cibir Naya.
"Kata ustazah berzinah itu dosa besar, saya gamau nambah dosa,mas nya ngomong harus difilter,gausah asal ceplos aja pamali"sambungnya membuat pria itu menghela nafas.
"Gue anter lo pulang tunjukin arahnya!"putusan terbaik yang dipilih pria itu dari pada mendengar ocehan gadis cerewet itu walau tidak bisa disebut putusan terbaik,sebab naya malah bercerita membuat pria itu sadar akan tanggung jawabnya mengantarkan pulang gadis yang asal ia tarik itu.
"Nih ya mas nyah"
"Gue bukan tukang ojek nama gue Jastin "setengah teriak pria itu kesal mendengar ia terus dipanggil mas seolah ia seorang penjual.
"Jus,ouhh oke,dengerin ya mas eh magsudnya jus" Jastin menyela ucapan naya.
"Jastin ege bukan jus"
"Terserah gue dong mau panggil situ apa mulut-mulut gue kenapa jadi lu yang sewot,gausah ngelunjak deh jadi cowo dengerin aja!"oceh Naya membuat Jastin ingin melempar gadis itu dalam sumur.
"Seorang gadis pergi bersama ayahnya untuk membeli sate kambing, diperjalanan pulang jalan mereka tercegat dengan kumpulan remaja yang sedang melakukan balap liar di jalan raya,sang ayah dari perempuan turun untuk membubarkan sedangkan sang anak ikut turun sekedar menjadi sinyal yang digondol maling,tiba-tiba terdengar suara sirine"Jastin mendengarkan tanpa minat dan pokus berkendara.
"Wiu-wiu-wiu suara sirine terdengar tiba-tiba si anak ditarik pria asing dan menyuruhnya naik ke motor sebari mengancam!,"sambung Naya membuat Jastin meringis salah ia pikir gadis yang ia tarik adalah gadis yang sedang menonton balap.
Ternyata gadis yang singgah karna jalannya terhalang aktivitas mereka,eh bukan salahnya bukan?suruh siapa dia turun dari mobil bukan nya menunggu sang ayah kembali!,pikir Jastin tidak mau mengaku salah.
"Saat sudah jauh mereka berhenti dan pria itu berbicara banyak juga tidak sopan pada sang gadis"Jastin menyela ucapan Naya.
"Magsud lo apa nyeritain semua itu?"
"Dongeng doang si buat pengantar tidur nanti,sekalian bikin anak orang sadar sama perbuatannya"cibir Naya sebari mengedikan bahunya,sedari tadi naya tidak sejengkal pun menyentuh jastin,gadis itu berpegangan kebelakang,dan dirinya pun duduk di jok paling belakang agar tidak bersentuhan dengan pria itu.
Ia sangat menjaga diri seperti perintah abangnya yang posesif,Rangga tidak mengijinkan adik-adiknya berteman dengan para lelaki bahkan sampai pacaran,mereka bisa dekat dengan Davri, Wahyu dan Farel saja karna ijin sang ayah yang membujuk Rangga untuk mengijinkan mereka sekedar berteman.
Rangga lebih posesif dari pada ayah dari adik-adiknya itu,ia sangat sayang pada tiga curut pembuat onar itu dan tak membiarkan siapapun menyentuh mereka selama adik-adiknya masih hidup!.
"Udah salah bukannya minta maaf malah ngehina,mencibir,memfitnah,emang yah sifat manusia kalo ga bisa menang ya setidaknya ga kalah"cibir Naya membuat Jastin meringis ternyata gadis itu selain cerewet juga bermulut pedas.
Setelah itu hanya ada suara jalanan saja kedua nya terdiam dengan pikiran masing-masing,jika ditanya perasaan naya sekarang jawabannya.
"Huaa gue takut "teriak Naya dalam hati bahkan hatinya terus berdoa dan beristighfar agar bisa pulang dengan selamat,ia takut pria yang membawanya bukan orang baik namun ia harus terlihat santai dan menyembunyikan ketakutannya seperti pelajaran yang pernah diajarkan rangga saat simulasi diculik.
"Stopp!" teriak Naya membuat Jastin tersentak dan segeran menghentikan kendaraan nya alhasil mereka terhuyung kedepan.
"Hati-hati astagfirullah "
"Salah lo ngomong stop mendadak gue kan kaget!"Naya hanya cengegesan sebagai tanggapan.
"Ini rumah lo?"tanya Jastin melihat sekitar ia merasa aneh,didepan sana ada kerumunan dipos satpam tepatnya.
"Bukan lah,gila masa gue tinggal dijalanan,orang tua gue belum bangkrut abang gue juga masih kaya,jangan salah!"songong Naya membuat Jastin berdecih.
"Trus ngapain lo minta berhenti disini?,cepet elah mau gue anter balik apa udah disini aja?"
"Bentar dong rumah gue kan masih aga didepan sana"ujar Naya sebari menunjuk kearah depan,"Emang lu ga kepo di kerumunan itu ada apa?,siapa tau disana ada b*bi ngepet lumayan kan"
"Heh lumayan apanya liat b*bi ngepet?,mending gue anter pulang aja cepet!"cibir Jastin menggelengkan kepalanya.
"Lumayan lah,emang lu pernah liat bentukan b*bi ngebet kaya gimana?,"cowo itu menggelengkan kepala.
"Gatau kan yaudah kita simulasi siapa tau bentukannya sama kaya lo!"cibir gadis itu segera ngibrit kearah keramain.
"Apa?"tanya Jastin pada dirinya sendiri yang tiba-tiba ngeleg saat Naya menyamakannya dengan bentukan b*bi ngepet,"Kalo bukan cewe udah gue ulek tuh cewe seenaknya aja main samain gue sama b*bi,heh cewe cerewet gue ini ganteng bak pahatan dewa yunani"gumannya kesal dengan narsis disatukan sebari menyusul naya yang sudah bersatu dengan kerumunan.
Yang membuatnya aneh kenapa para warga disana menatapnya dengan tatapan aneh,ia jadi takut bukan apa-apa,gadis cerewet tadi tidak mengatakan dia b*bi ng*pet kan?,beneran minta digibeg tuh cewe kalo beneran ngomong kaya gitu'pikirnya sebari melangkah
__ADS_1