DIARY TRIPLET N

DIARY TRIPLET N
Buaya beraksi


__ADS_3

Sudah dua hari sejak resepsi di kediaman Rangga,mereka sudah kembali menjalani keseharian mereka seperti biasa.


Triplet Sudah kembali bersekolah biasanya mereka diantar jemput,


Rangga atau tidak Danis dan Antariksa tapi kali ini ketiga gadis itu diantar pak Smit dan dijemput Bastian.


Dua orang itu bergantian menjadi supir triplet untuk seminggu ke depan sebelum mereka kembali ke Singapura,sebelum kembali mereka ingin menghabiskan waktu dengan anak-anak pembuat rusuh itu.


"Ais ila aku pinjem HP dong,HP aku lobet lupa cas" ujar Nirbita mereka kini sudah di kelas.


"Gamau ila lagi buat vidio,salah kakak sendiri ga cas HP nya"


"Ila pelit ih" dengus Nirbita mencibir baru kali ini ia lupa charger ponselnya,semalam ia melakukan sleep coll dengan Gara akhirnya bangun kesiangan,karna buru-buru Nirbita tidak mengecek ponselnya dulu dan memasukannya saja kedalam tas untuk dibawa dan ternyata mati tidak ada daya.


"Bodo"


"Mau pinjem punya aku aja ga ta?" tanya Agnes menawarkan ponselnya untuk dipinjam Nirbita..


"Ada aplikasi novelnya ga?,ita pinjem cuma mau baca novel doang sih" jawabnya.


"Engga ta,tapi kalo mau bisa download dulu" ujar Agnes.


"***,, "


"Selamat pagi anak-anak" sapa Bu Sarah terdengar setelah masuk kedalam kelas.


"Pagi Bu" jawab mereka serempak.


"Bu ko ga ada pemberitahuan ibu masuk kelas sih bu?" tanya Rayhan seolah perwakilan seisi kelas karna mereka tidak mendengar bel masuk dibunyikan.


"Ibu lupa kasih notifikasi" candanya membuat para murid saling lirik tidak paham,"Bel sekolah sedang diperbaiki seharian ini mungkin tidak akan ada suara bel disekolah"sambungnya menjelaskan.


Mereka mengangguk paham dan pelajaran dimulai.


Setelah pelajaran berakhir seperti biasa mereka akan menghamburan dari dari kelas,seolah mereka baru saja keluar dari penjara,senangnya ituloh.


"Woy ada yang bawa charger ga?ita mau pinjem nih" teriak Nirbita sebelum teman sekelasnya pada bubar.


"Santai aja keles,gausah teriak-teriak lo kira ini hutan!" cibir Davri merasakan telinganya sakit karna Nirbita berteriak tepat di telinganya,emang bocah gemblung.


"Ini ragunan davri monyetnya" ujar Nirbita menyebalkan.


Davri mendorong dahi Nirbita menggunkan kepala tangan dengan kesal,"Lo b*bi!"


"Enak aja,Davri yang jadi b*bi itamah gapapa jaga lilinnya aja,hasilnya kita bagi dua" sesat Nirbita kumat.


"Wah bisa diatur tuh,kapan kita ngep*tnya?" seru Davri antusias emang bocah gemblung kabeh.


"Kita situ aja kali itamah jaga lilinnya doang"


"Terserah lo aja dah" dengus Davri.


"Nih ta gue bawa charger,gatau sih masuk atau engga tapi gue yakin punya gue pasti masuk ditempat lo" ujar Rayhan ambigu membuat Davri segera berjongkok untuk meraih sepatu.


Brak


Davri melempar sepatunya kearah ketua kelas mesum itu dengan kesal tapi rayhan bisa menghindar jadi sepatu davri mendarat ditembok,,,Davri tidak terima jika otak temannya yang polos bikin emosiĀ  ikutan mesuk jika ya maka dirinya akan lebih kewalahan dengan tingkah mereka yang asal nyablak.


"Apasi lo malah lempar sepatu,kalo kena muka gue mau lo tanggung jawab hah" geram Rayhan tidak terima


"Jaga tuh mulut!,jangan menodai otak temen gue yang emang gaada isinya"


"Gue cuma nawarin charger gue ya bego!" tidak terima Rayhan.


"Kata-kata lo tersirat!" dengus Davri membuat Rayhan hanya nyengir.


"Kalo mau berantem sok silahkan baku hantam juga kop,tapi ita pinjem dulu chargernya ketua kelas,,sini ita pinjem" ujar Nirbita menenggahi sebari mendekati Rayhan untuk meminjam charger.


"Kata orang kalo berantem mulu suka jadi jodoh" celetuh Naila membuat Davri dan Rayhan melotot.


"Najis gue masih normal" pekik mereka ketus.


"Tuh kan pasti jodoh,ini aja udah kompak aaa sosweet" oceh naila membuat Davri dan Rayhan mendengus,dari pada emosi meladeni Naila mereka memilih pergi meninggalkan kelas demi menjaga kewarasan.


"Ada ada aja kamu la" guman Agnes menggelengkan kepala emang temannya ini selalu ada saja ulahnya yang bikin orang emosi.


Nirbita mencolokan colokan charger pada sirkuit listrik dimeja guru untuk mengisi daya ponselnya,setelahnya ia mengalihkan pandangan pada teman sekelas yang belum beranjak dari kursi mereka,"Pengumuman pengumuman "teriak Nirbita lansung dijadikan sorotan orang sekelas.


"Ita charger HP dimeja guru kalo ilang ita bakal nuduh kalian" ujarnya membuat mereka menganga.

__ADS_1


"Enak aja main tuduh,kalo bukan kita yang ambil gimana?" tanya salah satu teman sekelasnya.


"Gapapa ita tetep bakal tuduh kalian kalo sampe HP ita ga ketemu, kan dikelas cuma ada kalian kalo bukan salah satu dari kalian yang nantinya curi HP ita artinya kalian kerja sama" tuduh Nirbita,"Nih gini dikelaskan ada CCTV kalo tiba-tiba cctvnya mati bersamaan HP ita ilang maka udah pasti kalian kerja sama curi HP ita,,kan ga mungkin tuh ya CCTV mati kebetulan bareng HP ita ilang kalo bukan direncanain,,gaada namanya kebetulan jadi sebagai orang yang baik ita titip HP ita sama kalian jangan sampe ilang ya!"oceh nya membuat mereka melongo.


"Eje buset halu lo menjalar banget,,emang berapa si harga HP lo itu so banget!" cibir salah satu teman sekelas Nirbita.


Nirbita terdiam mengingat harga ponsel miliknya yang belum diganti selama dua tahun ini,"Dulu pas beli kayanya lima juta deh"jawabnya.


"Lima juta doang nih ponsel gue dua belas juta!"pamer teman sekelas Nirbita sebari menunjukan ponsel miliknya yang seharga dua belas juta itu.


"Mahal amat,sayang duit woy!,dari pada beli barang segitu mahalnya mending ditabung, atau disumbangin gitu,buang-buang duit aja"ujar Nirbita mendengus bukan iri tapi ia kesal temannya itu malah buang-buang duit kan mending ditabung dari pada beli hp satu segitu mahalnya.


"Bener tuh kata kak ita,pemborosan banget mending duitnya kamu tabung buat beli seblak" sait Naila menimpali perkataan Nirbita.


"Gue orang kaya cuy beli seratus seblak aja gue mampu tanpa harus nabung dulu" sombongnya.


"Sombong amat" dengus Nirbita tidak suka.


"Tau tuh baru mampu beli seratus seblak aja bangga,nih Naila mencret makan dua mangkuk seblak"saut Naila membuat mereka kicep,"Kamu mau langsung innalillahi ngabisin seblak seratus mangkuk sendiri?!,,mending bagi-bagi sama kita iya ga gais" ujar Naila kumat pecinta gratisannya.


Teman sekelas bersorak setuju,yang tadinya ada percikan adu mulut dikelas malah berubah menjadi wacana makan seblak traktiran dijam pulang nanti.


Emang dimanapun triplet berada situasi jadi tidak terbaca dah,ampun.


.


.


.


Ditempat sama namun bukan dikelas ipa11b.


Sherli berjalan di Koridor sebari menatap lekat ponselnya sesekali tersenyum melihat tantangan di benda pipih itu.


Bruk.


"Aw"Sherli meringis entah apa yang ia tabrak hingga terpental,eh berlebihan ga sih?,Sherli memang terjatuh tapi yang terpental hanya ponselnya saja,"HP gue!"pekik Sherli melihat ponselnya menggeletak menyedihkan di lantai.


Sherli segera mengambil ponselnya wajahnya syok melihat layar ponselnya retak,dada Sherli naik turun dengan napas menggebu marah,"Lo harus ganti HP gue retak,bego!"peliknya sebari berdiri dan menatap orang yang tadi terbentur dengannya.


"Lo!" tunjuk Sherli semakin kesal melihat siapa yang sudah merusak ponselnya, "Lo buta hah!,jalan pake kaki mata buat liat jalan!,lo udah rusak hp gue!" bentaknya kesal.


Rezaldi terbahak melihat kemarahan Sherli yang bukannya terlihat seram malah lucu,merasa diejek sherli tidak terima,"Ga ada yang lucu bego! Ganti hp gue!"ujar Sherli semakin marah.


Bukannya senang sherli malah melotot kesal semakin terlihat ikut dimata buaya cap kadal dihadapan sherli,"Gombalan lo ga berlaku sama gue!,pokonya gue ga mau tau lo ganti hp gue!"bentaknya.


Rezaldi mengusap telinganya,"Santai dong gausah teriak-teriak gue ga budeg ko cantik"ujarnya dengan wajah menyebalkan dimata Sherli.


"Lo bener-bener,,, " Sherli tidak bisa berkata-kata saking kesalnya.


"Ganteng,iya gue emang ganteng dari dulu banyak ko yang muji gue kaya gitu" narsisnya.


Sherli memejamkan matanya mencoba bersabar,"Gue mau lo ganti hp gue!"tekan Sherli.


"Gue ganti tapi ada syaratnya"jawab Rezaldi sebari menaik turunkan alisnya,"Lo harus jadi pacar gue,gimana?,mau ,ouh jelas gaada yang berani nolak pesona gue selama ini" percaya diri Rezaldi patut diberi tepung tangan.


"Najis!,pede banget!sampe lo ga ganti hp gue,gue laporin lo kekantor polisi!" ancam Sherli dengan mata melotot.


"Cie gengsi,gue kan udah bilang gue ganti kalo lo mau jadi pacar gue"


Nafas Sherli semakin menggebu mengartikan ia tidak sabar lagi sekarang,oke kakak kelasnya ini memang sudah overdosis kepercayaan diri sampe ga punya urat malu.


"Ogah!,najis banget kalo gue harus jadian sama demit kaya lo!,gue masih mampu beli hp sendiri! "Tolak nya tegas memilih pergi dari sana daripada gila menghadapi kakak kelasnya yang overdosis percaya diri


Saat melewati tubuh Rezaldi,sherli menginjak kaki pria itu dengan kencang hingga Rezaldi memekik sakit, " Rasain"cibir Sherli masih tidak terima ponselnya retak gara-gara bertabrakan dengan Rezaldi.


Diminta pertanggung jawaban malah ngajak jadian kayanya sekolah ini perlu didoakan agar penghuninya aga waras dikit.


Rezaldi memegangi kakinya setelah sherli menginjaknya tak berperasaan namun setelah itu Rezaldi mengejar langkah sherli hingga keduanya berjalan beriringan.


Rezaldi terus menggoda Sherli setiap gadis itu mempercepat langkahnya maka Rezaldi ikut mempercepat langkah agar bisa berjalan bersama Sherli,,Sherli bahkan sudah mengatai kakak kelasnya dengan nama-nama yang ada dikebun binatang,memang kurang ajar tapi gimana lagi Rezaldi sendiri minta dihajar.


Sherli enek mendengar gombalan Rezaldi yang terus mengikutinya tanpa aba-aba sherli memilih berlari meninggalkan Rezaldi,,, eits Rezaldi tidak akan menyerah begitu saja sampai keinginannya terwujud,,,Rezaldi mengejar Sherli.


Rezaldi hanya becanda mengajak sherli pacaran ya biasalah buaya cap kadal tapi saat mendengar respon sherli yang menolaknya tegas membuat harga diri seorang Rezaldi Alaska jatuh,,,baru kali ini dirinya ditolak ya kecuali triplet cuma tiga bocah itu yang mulutnya nyablak tidak aneh lagi.


Jika triplet yang mengatakan ia merasa biasa saja tapi saat sherli menolaknya Rezaldi terusik,,Rezaldi buaya yang bersertifikat tidak akan melepaskan mangsanya sebelum dia bosan..


Sudah author bilang sekolah widudarma muridnya kaga ada yang bener perlu dirukiyah semua!.

__ADS_1


Nirbita baru keluar dari kelas bersama Naila dan Agnes tujuan mereka pastilah kantin untuk memberi makan cacing yang sudah meronta minta diisi,,ketiga gadis itu menatap heran pada Sherli yang berlari melewati mereka sebari mengancam yang mengajarnya agar tidak mengejarnya.


"Mereka ngapain?" tanya Agnes bingung melihat Sherli yang dikejar Rezaldi.


"Kaya depkolektor nagih utang sih" jawab Nirbita.


"Sherli ga mungkin ngutang tau" ujar Naila membela Sherli,mereka kan sudah berkawan,"Kayanya mereka lagi main india-indiaan deh"sambungnya menebak.


Agnes menyelipkan rambutnya kebelakang telinga yang tertiup angin sampai menutupi sebagian wajahnya.


"Bukan kayanya,mereka lagi main maling sama polisi kali,trus Sherli jadi malingnya" ujar Nirbita ikut menebak.


Naila mengangguk paham,"Woy tungguin aku,aku mau ikutan main"teriaknya sebari berlari menyusul arah Sherli dan Rezaldi berlari tadi.


Naila juga ingin ikutan main maling-malingan dan polisi,sudah lama dirinya tidak memainkan permainan itu,jika naila bertemu dua orang yang Nirbita tebak sedang bermain maling polisi,Naila akan meminta menjadi polisinya agar bisa mengejar maling,akan Naila bumi hanguskan maling jadi-jadian itu eh engga deh becanda,Naila akan menjadi polisi profesional ko walau hanya permainan tidak akan membawa dendam pribadi.


"Aku juga mau ikut" teriak Nirbita ikut-ikutan berlari menyusul,dirinya juga ingin bermain.


Agnes hanya mampu menghela napas ditempat,dirinya terlalu malas ikut-ikutan berulah seperti dua temannya itu,"Punya temen gini amat dah"keluhnya memilih melanjutkan langkah menuju kantin,dari pada ikutan lari hanya menguras energi mending ke kantin mengisi energi,,energinya hampir habis untuk belajar jika ikut-ikutan berlari seperti si kembar beda orang tua maka Agnes pasti akan pingsan ditempat!.


.


.


.


Sepulang sekolah Gara tidak langsung pulang remaja itu lebih dulu pergi ke kelas Nirbita seperti kesepakatan mereka di chat.


Gara kebingungan padahal Nirbita memintanya menunggu saat jam pulang sekolah untuk bertemu,tapi dikelas gadis itu tidak ada siapa-siapa,,sudah sepi.


"Apa dia nunggu diparkiran ya" tebaknya bermonolog.


Gara memutar haluan segera berjalan menuju parkiran ia tidak mau sampai Nirbita menunggu dirinya disana terlalu lama,,,di chat nirbita meminta diantar gara saat pulang nanti katanya Pak Smit ataupun Bastian sedang tidak bisa menjemput mereka dan mengijinkan mereka pulang dengan siapapun asal selamat,,tentu saja Gara mau kapan lagi coba bisa mengantar Nirbita pulang.


Gadis itu selalu dimonopoli keluarganya menyulitkan siapapun yang ingin mendekati Nirbita,tapi ada rasa senang tersendiri,dengan begitu ia bisa menunjukan usahanya mendapatkan gadis yang dia cintai,, seperti prinsipnya dulu wanita itu dikejar bukan mengejar.


Gara berjalan terburu-buru hingga tak sengaja menbentur orang lain dikoridor,"LO gapapa?"tanya gara tidak ada niatan membantu orang yang ia tabrak untuk berdiri.


Agnes mendongkak,"Eh kak Gara,gapapa ko"jawabnya sebari mencoba berdiri namun kembali terduduk,"Aduh kayanya kaki aku terkilir deh kak,ga bisa berdiri sendiri kakak mau bantuin aku ga?"


Gara hanya menatap dingin.


"Gamau juga gapapa sih"sambung Agnes kecewa melihat tatapan datar Gara padanya,"Ini salah aku juga jalan ga hati-hati,kalo aku hati-hati kak gara ga mungkin nyenggol aku" ujarnya merasa bersalah namun perkataan yang dia ucapkan tersirat niatan lain.


Gara menghela nafas,"LO sini"panggil gara pada orang yang melewati mereka.


"Gue" tunjuk orang itu memastikan soalnya Gara tidak memanggil namanya.


"Hmm" jawab Gara hanya berdehem membuat orang tadi mendengus.


"Kenapa? " tanyanya menghampiri ketua Algaskar itu.


"Gue mau mintol sama lo,,tolong papah dia sampe parkiran kalo bisa anterin pulang sekalian,nih buat beli bensin" ujar Gara langsung ke inti sebari memberikan uang bensin.


Cowo tadi langsung menyerobot duit ditangan gata,"Anggap aja tugas selesai bosqu"sautnya antusias jika menyangkut duit siapapun sulit untuk menolak.


"Sory udah nabrak lo,gue ga sengaja,dia bakal bantuin lo sampe kerumah,gue duluan" ujar Gara pada Agnes dan berlalu meninggkan gadis itu yang masih duduk dilantai.


Agnes menatap dingin kepergian Gara,tangannya mengepal sungguh respon Gara padanya berbeda jika pada Nirbita.


Lelaki yang dimintai tolong gara segera menjalankan tugas tapi Agnes langsung memekik kesal,"Gausah sentu gue b*ngsat"


"Eh kasar amat neng" cibir nya tidak menyangka.


Agnes yang kelepasan langsung menunduk dan mengigit bibir bawahnya,jangan sampai image polosnya selama ini rusak,tidak boleh!,Agnes mendongkak dengan mata berkaca-kaca,"Kaki aku sakit banget "ujarnya mengeluh untuk mengalihkan pria itu agar tidak menilainya buruk.


"Eh sini gue bantu berdiri,gue bawa lo ke UKS dulu ya baru gue anter pulang" ujar lelaki itu dalam hatinya ia merutuki Gara yang malah pergi tak tanggung jawab,jika untuk langsung merutuki Gara maka maaf dia tidak mau, masih sayang kedamaian oke!.


Gara berlari menuju parkiran bodoamat tentang Agnes yang tak sengaja ia tabrak,dirinya tidak merasa bersalah,dirinya juga sudah bertanggung jawab meminta orang lain mengantarnya pulang,uang yang diberikannya juga cukup untuk pergi ke rumah sakit jika perlu,,yang jadi tujuan utama nya hanya nirbita sekarang.


Tapi sesampainya diparkiran disana tidak ada Nirbita sama sekali,Gara mengedarkan pandangan terus mencari gadis itu,"Kamu nunggu dimana sih bi?"monolognya kini sebari mengutak atik ponselnya untuk menelepon gadis itu.


Tidak mungkin Nirbita mengingkari bukan?,entahlah.


Setelah sambungan tersambung gara langsung menanyakan keberadaan Nirbita,"Mau aku jemput ga?"ujarnya menawarkan,"Yaudah tunggu aku disana"teleponpun diputus.


Gara berjalan kearah motornya berada dengan pemikirannya,ya kecewa ternyata Nirbita tidak menunggunya karna mau ditraktir seblak oleh teman sekelasnya,,,ya sekelas Nirbita ditraktir makan seblak oleh gadis yang mengaku membeli ponsel seharga dua belas juta.


Padahal Gara juga bisa menelaktir apapun yang Nirbita inginkan,tapi ya sudahlah,nasi sudah menjadi bubur,,asalkan dirinya masih bisa berduaan dengan Nirbita,,ya dirinya kini akan menjemput Nirbita diwarung seblak dan mengantarnya pulang.

__ADS_1


Huhhh padahal Gara sangat terburu-buru keluar dari kelas,sudahlah tidak papa.


Gara menjalankan motornya menuju tempat Nirbita berada,tidak papa Gara mengerti ko Nirbita memang sulit jika menolak soal makanan gratis,jadi pantas saja Nirbita tidak mau menunggunya.


__ADS_2