
Sepertinya petang ini menjadi awal kembalinya kebahagiaan bagi Aril sebab bisa kembali datang kemarkas Algaskar.
Hari ini peliharaan triplet akan dibawa pulang menggunakan mobil losbak.
"Bos ngapain si dibawa pulang segala?,mending udah titipin aja disini" ujar Danis menggerutu nasibnya baru saja merasakan ketenangan saat tahu peliharaan si triplet dititipkan,,ia jadi tidak perlu repot-repot mencari rumput,ternyata ketenangannya hilang setelah dua hari pulang dari dinas.
Huh dobel lagi nasib sial danis,,selama dinas ia dizholimi kakaknya triplet sekarang kembali dizholimi satu keluarga,,hah nasib sial.
"Gausah misuh-misuh gue kan selalu ngasih bonus" rutuk Rangga.
"Tapi bonusnya ga sebesar emosi saya yang terkuras bos!"
Anggota Algaskar tanpa Aril karna remaja itu trauma dengan namanya kambing! Setelah kejadian dikejar harimau tempo hari,menatap jengan pertengkaran dua pria dewasa itu.
"Bang demen amat si berantem,,nikah-aja nikah!" ujar Rezaldi songong langsung mendapat plototan dari dua pria dewasa itu.
"Gue masih normal doyan lubang surgawi!" sentak serempak dua pria itu.
"Alah berantem mulu!" cibir Rezaldi.
"Diem deh lo!,,gue batalin juga ngundang kalian kerumah" ujar Rangga mendengus.
"Eh-eh abang mau ngundang kita kerumah bang?,,ada apa gerangan nih?" tanya Farel mengerutkan keningnya sebab Rangga itu posesif abis,dirumahnya tidak menerima tamu remaja cowo karna takut modus pada adiknya.
"Engga,gue ga ngundang orang gila kaya lo pada!" ujar Rangga menatap Rezaldi dan Farel bergantian "Heh Gara-Gara sama lo Bintang kelabu sibuk ga lo?,gue mau ngundang lo kerumah sebagai tanda terimakasih udah ngurus nih embe"tanya Rangga menatap Gara dan Bintang.
"Bisa bang" jawabnya datar membuat Rangga mendengus.
"Ehh ga adil dong bang,,masa bos sama si Bintang kelabu doang yang diundang kita kaga,,,,nih gue udah jadi korban tanduk tuh embe ga adil banget,,,gue laporin ke KPK juga lo bang atas tindakan tidak menyenangkan" ujar Rezaldi kesal mengingat kejadian ia dikejar harimau.
"Lo diseruduk si kambing?" tanya Danis .
"Iya bang dia sama bang Aril diseruduk sampe bang Aril trauma,sampe sekarang bang Aril ga pernah datang kemarkas selama ada kambing"ujar Wahyu membuat mereka terbahak.
"Anggap aja kenangan paling menyenangkan seumur hidup" bahak Danis.
"Menyenangkan kaga sakit iya!" dengus Rezaldi.
"Yaudahlah ayo jalan sebelum gue berubah pikiran,,,,kita panggang-panggang" seru Rangga.
"Dari pada rumah lo dibakar bos mending sedekahin sama gue" ujar Danis, "iklas gue nerimanya"
"Gue yang ga iklas sedekahnya"
"Kita cabut duluan ya bang,,nungguan kalian selesai berantem bisa-bisa semut udah lahirin gajah" ujar Farel dan mereka melegang ke motor masing-masing kecuali RAngga dan Danis.
"Woy" pekik kedua pria dewasa itu.
Disisi lain tepatnya dirumah kediaman Rangga,triplet sudah ada disana bersama bu Putri dan Elesky..
"Bisamika allahumma ahya"
"Itu doa tidur kak!,,,kitakan mau usir mba kunkun kenapa jadi baca doa tidur sih?!" rutuk Naila sebari mendengus.
"Kalo gatau apa-apa itu mending diem,,dengerin aja!" ujar Nirbita sinis.
Tadi pagi ia diculik dan diselamatkan sang abang tentara sebenarnya bukan diselamatkan tapi lebih kaya dijemput doang,,orang Nirbita lagi main ludo sama para penjahat itu.
"Semakin didiemin kakak tuh semakin ngelunjak tau ga!" sentak Naila dua kembar beda orang tua itu masih bertengkar walau saling menghawatirkan.
"Apa sih diem deh!"
"Kakak tuh yang diem!,,mending gausah lah ruqiah mandiri segala ilmu kakak itu masih cetek mending panggil pak ustadz aja yang udah pro" ujar Naila.
"Kamu liat aja walau ilmu aku masih cetek tapi cuman ngusir mba kunkun mah lebih cetek" saut Nirbita menjentrikan jarinya didepan wajah Naila.
Kedua kembar berbeda orang tua itu kini sedang berada disamping rumah Rangga,tepatnya di pekarangan rumah pak selamat pemilik pohon mangga yang kata Davri ada penunggunya dan suka ngapel kerumah menemui Rangga ditengah malam.
Tujuan mereka hanya satu mengusir mba kunkun dari pohon mangga agar Rangga tidak menjomblo selalu dan cintanya bisa diterima Fricia,,sudah sebulan tapi hubungan dua orang itu masih belum aja kejelasan.
"Alah palingan gagal" ejek Naila.
"Heh Naila binti bapak Jeje yang terhormat,kalo gamau bantu ya diem!" rutuk Nirbita sebari mendorong tubuh Naila menggunakan telunjuknya.
"Ko kakak dorong-dorong sih"sentak Naila kesal,"Aku ini lagi bantu ya,,kakaknya aja baca doa nya aja ngawur"
"Aku ga ngawur,,aku kasih mba kunkun doa tidur ada alasanya ko" sela Nirbita.
"Apa?" tanya Naila mengejek.
"Alesannya biar mba kunkun nya tidur pas kita pindahin kan ga lucu kalo pas kita pindahin mba kunkun nya malah ngamuk,,,ya jelas kita bakal kalah banyak,,,kita lari mba kunkun terbang,,satsetsatset aja kita pasti ketangkep mba kunkun,,,demi keamanan bersama akutuh mau bikin mba kunkun nya tidur dulu baru pindahin"cerocos Nirbita.
"Kalo dipindahin pas tidur,gimana mindahin mba kunkun nya kak?,digendong?" tanya Naila.
"Emang kamu mau gendong mba kunkun?" tanya Nirbita
"Gamaulah bisa turun bero aku kalo gendong mba kunkun,,tubuh aku tuh kecil sedangkan mba kunkun wujudnya aja aku gatau" jawab Naila
"Iyaya menurut kamu wujud mba kunkun kaya di TV,TV ga si?" tanya Nirbita sebari berpikir.
Keduanya terdiam memikirkan wujud mba kunkun apakah sama dengan di TV,memakai daster warna putih,mata panda,rambut tergerai stopp
Jika dibayang triplet bisa-bisa harga diri mba kunkun sebagai hantu jatuh.
"Kalian lagi ngapain disini?" suara barton membuat kedua gadis kembar berbeda orang tua itu terlonjak.
"Astagfirullah,,Jangan-jangan mba kunkun udah bangun lagi kak"bisik Naila bergidig ngeri sampai bulu kudugnya berdiri.
"Salah kamu!,seharusnya pas aku baca doa kamu diem dulu jangan nyela mulu"
"Khmm" deheman itu kembali membuat mereka terlonjak namun enggan melihat siapa memiliki suara dari arah belakang tubuh mereka itu.
"Asalamualaikum mba kunkun Mmm kita omongin baik-baik ya,,,lanjut kak" ujar Naila menatap pohon mangga di depannya
"Is" dengus Nirbita,"Kita kesini mau merelokasi kan tempat tinggal mba kunkun ketempat yang lebih nyaman,, mba kunkun mau kan?"
"Kalo gamau gimana?,,kalian mau apa?"tanya suara dari belakang mereka yang tadinya barton berubah sedikit cempreng namun masih terdengar barton nya.
Naila menyiku Nirbita pelan,"Jawab kak"
Nirbita lagi-lagi mendengus ia takut dengan hantu tapi demi menghilangkan kejombloan sang abang yang selalu diapeli mba kunkun tengah malam,keduanya harus menyisingkan ketakutan mereka untuk nanti,alias men skip rasa takutnya dulu.
"Mba kunkun mau apa emang?,,kopi,teh atau air putih" tanya Nirbita.
"Pelit amat!"rutuk suara dari belakang.
"Kak jangan bikin mba kunkun marah!" ujar Naila,"Maaf mba kunkun kakak saya emang perhitungan,,tapi kali ini kakak saya bakal kabulin keinginan terakhir mba kunkun ko biar tenang dialam bahzar "
"Ko aku? kamu aja!"sela Nirbita.
"Kakak diem dulu deh ini semua demi abang"bulu kudug kedua gadis itu semakin berdiri saat mendengar suara cekikikan dari arah belakang.
Pak Selamat yang awalnya penasaran dengan apa yang dilakukan anak tetangganya yang dikenal memiliki sikap ajaib dibuat tak habis pikir.
Tadinya ia hanya ingin menanyakan sedang apa dua bocah itu dipekarangan rumahnya,,jika ingin nyolong mangganya tidak mungkin sebab sedang tidak berbuah,,,triplet memang suka nyolong mangga pak Selamat dan meminta ijin sesudah mereka kenyang nyolong mangga begitulah sikap mereka yang sudah dikenal pak Selamat.
Saat mendengar nama mba kunkun disebut-sebut ia tadinya heran tapi terbesit untuk mengerjai mereka,,jarang-jarang buat dua bocah itu ketakutan hehe.
"Iyaiya" pasrah Nirbita,"Mba kunkun mau apa?,,mau dibawain sate seratus tusuk atau mau dibawain remahan renginang"
"Ais sate aja seratus tusuk pake lontong ya"ujar Pak Selamat sebari terkikik,untung bisa makan sate gratis setelah ini.
"Yaudah kita bawain nanti,,tapi setelah itu mba kunkun harus pergi dari sini ketempat baru" ujar Naila.
"Emang tempatnya dimana?" tanya Pak Selamat masih berekting menjadi mba kunkun pohon mangga.
"Di tpu jeruk purut biar ada temennya"ujar Nirbita,"Disana katanya banyak sejenis mba kunkun jadi semoga betah disana,,,kita permisi dulu mau beliin sate buat mba kunkun"
__ADS_1
Keduanya lari terbirit-birit dengan tunggang-langgang tanpa melihat pak selamat mereka hanya ingin segera berjauhan dengan mba kunkun yang banyak tingkah,,segala pengen dibawain sate padahal air putih aja udah bersukur 'pikir Nirbita
Pak Selamat sendiri terbahak melihat mereka seperti itu kapan lagi bisa mengerjai dua kembar beda orang tua itu,selama ini mereka yang selalu mengerjai para warga dengan tingkah ajaib mereka.
"Yuhuuu sate gratis"
Triplet tanpa Naya berlari seperti dikejar set*n,eh memang dikejar set*n ko mba kunkun kan termasuk.
AAAAAAAAAAAAAAAAA
Brug
Kedua gadis itu membanting pintu dengan kencang setelah berhasil masuk kedalam rumah rangga,keduanya saling pandang laku bergidig ngeri.
"Udah aku bilang mba kunkun nya harus tidur dulu biar ga ngamuk"
"Iya kak" jawab Naila,kedua remaja itu terengah-engah didepan pintu.
Dor
AAAAAAAAA
Kedua kembar beda orang tua itu kembali berlari ketika ada yang men dor kan mereka didepan pintu,,mereka berlari menaiki tangga dengan tunggang-langgang.
"Jangan lari-lari woy nanti jatuh" pekik Elesky pelaku pengejutan pada dua remaja yang kembali berlari.
Dengan cemas tingkat akut Elesky mengejar langkah kedua adik ya menuju kamar mereka dilantai atas dengan tergesa-gesa.
Brug
Nirbita membanting pintu kamar membuat Naya yang sedang rebahan diranjang terlonjak.
"Santai dong!" dengus Naya yang sedang galau sejak pagi.
Naila dan Nirbita menyembunyikan diri dibalik selimut tanpa menghiraukan Naya yang sedang misuh-misuh ulah kedua adiknya itu.
"Kak mba kunkun nya ngejar gimana ini?" cemas Maila dengan tubuh bergetar.
"Gatau kayanya mba kunkun nya takut ga dibeliin sate deh" jawab Nirbita tak kalah bergetar nya.
"Sana kakak beli"
"Kita berdua dong yang beli masa aku doang,,mba kunkun kita pasti beliin satenya ko,,,jadi gausah ngikutin kita,kalo mba kunkun ngikutin kita terus kapan kita belinya" ujar Nirbita penuh harap.
"Iya mba kunkun tunggu aja di pohon mangga Pak Selamat yang anteng,nanti kalo udah dapet satenya kita anterin ko,,gaperlu mba kunkun temenin kita bisa beli berdua" timpal Naila
"Kalian ngomong apa si?" tanya Naya bingung dengan pembicaraan kedua saudarinya yang tidak terdengar jelas karna tertutup selimut.
"Kalian ini kenapa sih,woy" Naya menarik selimut yang menutupi kedua adiknya dengan paksa bersamaan dengan itu dua kembar beda orang tua itu mempererat pegangan mereka pada selimut agar tidak terbuka.
"Mba kunkun yang sabar dong"
Tok tok tok
Jelas Naya kalah satu lawan dua,naya mendengus memilih membuka pintu yang sempat nirbita kunci tadi.
"Apa bang?" tanya Naya melihat Elesky di depan pintu.
"Dua adik kamu lari kesini Nay?" tanyanya,Naya tidak menjawab gadis itu melebarkan pintu dan menunjuk kearah gundukan diranjang.
"Mereka kenapa? " tanya Elesky bingung.
"Gatau tiba-tiba udah kaya gitu mana ngomong engga jelas lagi" sungut Naya kesal dengan tingkah dua adiknya tidak tau apa naya sedang mode galau akut.
Elesky menghampiri dua kembar beda orang tua itu bersama Naya,"Woy kalian ini kenapa?"teriak Naya membuat Elesky terlonjak.
"Sabar sabar" ujar Elesky mengusap dadanya.
Naila dan Nirbita didalam selimut ikut terlonjak,"Kaya suara kak Naya bukan sih?"tanya Nirbita.
"Sekarang kita harus gimana? " tanya Nirbita cemas.
"Gatau lah kak,kakak kan ahli stategi harus kakak punya ide lah"
"Kalo lagi takut begini mentok ila" dengus Nirbita.
Elesky jengan dengan tingkah dua adik perempuannya yang memiliki kadar gula darah rendah bikin orang esmosi,,apa hubungannya sih autor.
Pria itu menarik kencang selimut yang membungkus dua gadis itu walaupun melawan tetap saja mereka kalah dengan kekuatan seorang tentara.
AAAAAAAAAAAAAAAAAAA
teriakan menggelegar memekak telinga,Elesky dan Naya menutup telinganya untuk keamanan.
"Woy diem berisik" sentak Naya sudah mood nya sedang anjlok sejak pagi sekarang harus disuguhkan kejadian aneh begini,walau setiap hari tingkah mereka aneh.
Bukannya berhenti berteriak Naila dan Nirbita yang tadi berteriak kencang sebari menutup mata kini teriak lebih kencang lagi bedanya sambil berlari tunggang-langgang meninggalkan kamar naya.
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
BRAK
BRUK
"Pantat ila!"
Naila mengusap-usap b*kongnya mencium marmer dengan estetik
Saat belati kedua kembar beda orang tua itu menuju pintu luar untuk mencari keamanan,siapa tau di luar lebih aman dari mba kunkun pohon mangga pak selamat yang kaga ngotak malah ngejar-ngejar segitu ngefens nya ya sama triplet sampe dikejar-kejar begono.
Saat membuka pintu nirbita terbentur seseorang yang hendak masuk hingga terjengkang jika tubuhnya tidak ditanggap orang yang ia tabrak maka ia akan terjatuh,tapi kejadian itu tidak menguntungkan naila yang sedang berlari dibelakang nirbita.
Naila terbentur punggung Nirbita yang limbung hingga dirinyalah yang terjatuh dengan estetik duduk di marmer dengan rasa ngilu dib*kongnya.
"Makanya gausah main lari-larian segala!,jatuhkan"hardik Rangga pria yang ditabrak Nirbita tadi sebari membantu Naila berdiri.
"Ini salah kak ita ngerem ko ga ngode!" decak Naila tidak terima.
"Yang salah tuh abang yah!,,masuk ko ga ngucap salam"hardik Nirbita juga tidak mau disalahkan.
"Kalian yang salah malah nyalahin abang!,yang salah tuh kalian suruh siapa lari-lari hah!" hardik Rangga tak mau kalah.
"Malah ribut" decak Rezaldi diambang pintu.
"Udah biasa besty" saut Wahyu.
"Abang yang salah malah nyalahin kita! Huh ga bertanggung jawab banget" seloroh Nirbita kesal.
"Eh ngajak ribut,,abang ini bertanggung jawab,pinter,baik"
"Dan pinter menabung"sela Naila.
"Nah pinter"
"Kalian bisa ga sehari aja ga usah bikin pusing!,,tadi teriak sambil lari-larian ga jelas sekarang malah ribut,,kalian bisa ga tenang sehari aja gitu?!" ujar Elesky yang menuruni tangga diekori Maya dengan muka masamnya.
"Engga" jawab mereka serempak.
"Terserah kakak sama adik sama aja!" hardik Elesky kesal
"Berarti abang juga sama kan abang es kakak kita" ujar Naya sebari melanjutkan langkah menghampiri geng Algaskar yang diundang sang abang Rangga.
Elesky dibuat mendelik dengan ucapan Naya.
"Ayo masuk,jangan anggap rumah sendiri " ujar Naya mempersilahkan mereka masuk.
"Dimana-mana tuh bilangnya anggap rumah sendiri!"hardik Rezaldi sebari masuk.
__ADS_1
"Ye itukan dimana-mana,ini mah dirumah kita jadi gaada istilah anggap rumah sendiri nanti ngelunjak kaya tiga wik-wik" cibir Naya.
"Tiga wik-wik siapa?" tanya Rezaldi kepo mendarah daging.
"Noh" tunjuk Naya menggunakan bibi pada wahyu yang langsung melotot.
"Lo bilang gue wik-wik?!" hardik Wahyu tidak terima.
"Bukan lo doang sih,kan gue bilang tiga berarti ada dua lagi" saut Naya.
"Dua lagi siapa?" tanya Devan.
"Davri sama Farel lah,kalo kalian mau ikutan bisa diganti jadi lima,enam,sepuluh "
Davri yang baru datang karna sempat pulang dulu bingung karna mananya dibawa-bawa,"Lo pada gibahin gue ya?!"selidiknya.
"Lo wik-wik" hardik Wahyu dengan kesal sebari nyelonong masuk bersama danis yang ikutan nyelonong setelah mengembalikan kucing,harimau dan anj*ng kehadirannya eh salah kandangnya magsudnya dibantu Bintang dan Gara sekaligu cape wkwkwk.
"Eh kalian udah datang,,kalian bawa tamunya kehalaman belakang udah ibu siapin semuanya disana" ujar bu Putri yang baru datang dari dapur.
"Makasih mamih ku cayang" ujar Rangga sebari memeluk wanita empat puluh lima tahun itu.
"Idih lebay" cibir triplet dan Elesky.
Mendengar itu bukannya kesal Rangga malah memeletkan lidahnya sebari meledek "Iri bilang bos"
"Huuuu" sorakan terdengar dari empat orang penghuni rumah,karna terungan misi tadi Nirbita menarik Naila mengajak berlari.
"Woy mau bawa aku kemana?" tanya Naila.
"Mih aku sama ila keluar dulu bentar" ijin Nirbita disela larinya.
"Heh gausah aneh-aneh bentar lagi magrib!" teriak bu Putri entah didengan Nirbita,Naila atau tidak sebab mereka terus belari.
"Rangga kejar adik-adik kamu jangan sampe pergi ini mau magrib!"
"Gamau bu,biar dikejar bang Es aja akutuh mau istirahat dulu sama tingkah mereka mumpung ada gantinya" jawab Rangga sebari melepas pelukannya dan melegang pergi.
"Woy kejar adik-adik mu woy!" hardik Elesky.
"Ouh gamau ngakuin kami sebagai adik iya?!" tanya Naya dengan tatapan tajam namun terlihat aneh jika Naya yang melakukan itu,,bukan terkesan seram malah ngakak.
"Eh ga gitu" sanggah Elesky gelagapan ia tidak bisa membuat salah satu triplet marah bila terjadi bisa diserang berjamaah oleh mereka.
Walau Elesky seorang tentara tapi ia tidak bisa melawan jika yang menyerang adik-adiknya hanya bisa terima nasib!.
"Abang kejar mereka dulu sebelum jauh"sambung Elesky memilih kabur mengejar dua adiknya.
Geng Algaskar sudah diboyong Danis ke taman belakang dimana tempat yang akan mereka jadikan tempat Baberque,,memang tidak tau diri Danis ini asal nyelonong aja dirumah orang,,,ini alasan kenapa Naya tidak mengijinkan mereka menganggap rumah ini sebagai rumah sendiri karna memang bukan milik mereka, gausah ngelunjak!.
Nirbita yang membawa Naila berlari berpapasan dengan dua pria yang mereka kenal.
" Hai kak"sapa Nirbita tanpa berhenti berlari menyeret Naila.
"Kakakkkkk tolong aku mau diculik wewegombelll" teriak Naila didepan dua pria itu dengan dramatis.
"Hei kalian mau kemana? "Tanya mereka serempak,mereka saling tatap menyadari perkataan mereka yang serempak tadi lalu bergidig ngeri.
Tak lama setelah itu terlihat pria dewasa yang berlari dari dalam rumah dengan tergepoh-gepoh,pria yang menjadi supir triplet beberapa hari ini mengganti Rangga ehhhh.
Elesky celingak-celinguk,"Heh kalian liat dua bocah cewe yang tadi lari ga?"tanyanya jutek.
"Naila sana Nirbita magsud lo bang?" tanya Bintang.
"Bukan wewegombel!" sengak Elesky jika berbicara dengan dua remaja yang menjadi kakak kelas dua adiknya ini,selalu saja membuatnya emosi melebihi saat melihat tingkah absurd triplet walau dua pemuda ini tidak berbuat apapun,,tetap saja ingin membuat elesky menonjok mereka.
Gara memutar matanya malas,"Mereka kesana"
Tanpa berkata lagi Elesky berjalan kearah dimana gara tunjuk tadi disusul Gara dan Bintang.
"Kalian ngapain ngikuti gue?,,sana susul rombongan kalian!" hardik Elesky menyadari dua pemuda yang membuat hatinya ketar-ketir malah mengikutinya
"Gue mau ngejar calon bini bang" ujar Gara sebari berjalan lebih dulu meninggalkan Elesky yang menatapnya tajam.
"Heh siapa yang lo panggil calon bini?!,,,sini lo kalo berani duel sama gue!"
"Ais duelnya nanti aja kakak ipar" sela Bintang menyusul langkah Gara.
"Woy sini gue gorok kalian berdua ya!"pekik Elesky tidak terima sebari mercak-mercak pria dewasa itu mengejar dua pemuda yang membuatnya emosiii.
.
.
.
Dirumah mewah orangtuanya Agnes tengah duduk di balkon makan sebari memikirkan penculikan yang terjadi padanya dan Nirbita tadi siang.
Siapa yang merencanakan ini semua?
Ada satu nama yang patut Sherli curigai dan hanya dia manusia ular berbisa bermuka dua bak nenek sihir.
"Awas aja kalo dia yang rencanain ini gue bales lo bict"guman Sherli dengan nada mengancam.
Gadis itu masuk kedalam kamar untuk mengambil benda pipih yang sempat ia taruh diranjang dan kembali duduk di balkon,sherli mendial nomor yanga beri nama 'Snake' seperti julukan yang ia berikan selama ini.
"Halo" ujar Sherli setelah tersambung.
"Halo Sher lo tadi siang kemana si?,,kitakan mau jalanin rencana kita lo malah ilang,,gajadi kan gue ngerjain si Nirbita mana tuh orang juga hilang lagi!"sewot disebrang sabar begitupula wajah Sherli.
"Gausah sok polos deh lo!" hardik Sherli dengan wajah merah menahan marah jika orang ini yang sudah membayar orang untuk menculiknya maka akan sherli balas!,"Eh iya lo kan muka dua"ejek Sherli,"Temen sendiri aja lu tikung apalagi gue yang bukan siapa-siapa"
"Lo ngomong apa si Sherli gue ga ngerti,,lo kan tau gue temenan sama mereka sebagian dari rencana" jawab orang disebrang sana.
"Gue gamau bertele-tele lo jawab aja pertanyaan gue ini,,lo kan yang udah suruh orang buat nyulik gue?!" hardik Sherli.
"Lo diculik Sher?" bukannya menjawab orang yang menjadi lawan bicara sherli malah bertanya,"Ko lo nyalahin gue,,apa gunanya gue buat suruh orang nyulik lo gada kerjaan aja mending gue suruh mereka culik Nirbita aja "
"Lo ga lagi nipu gue kan?" selidik Sherli sebari perpikir,,,jika dipikir-pikir memang gaada untungnya orang itu untuk menculiknya untuk apa coba mereka kan kerja sama,,tapi jika diingat lebih detail yang tadi diculik hanya Nirbita jika Nirbita tidak menariknya Sherli tidak akan ikut-ikutan diculik,,,orang itu tetap menjadi tersangka untuk kasus ini bagi Sherli.
"Engga!,,gue masih dalam rencana ko,,gue ga kepikiran buat nyulik lo tapi kalo nyulik Nirbita boleh juga sih,,,nanti gue coba"
"Gila" guman sherli tanpa di dengan orang disebrang sana.
"Lo gapapa tapikan sher?" tanya gadis yang menjadi lawan bicara sherli.
"Hmm gue gapapa untungnya tempat gue disekap digerebek polisi jadi gue selamat,,,gue diculik sama Nirbita"jawab sherli ditambahi bumbu kebohongan ia juga tidak mau dijenak lawan bicaranya jika orang itu berhianat padanya dan malah mengkambing hitamkan dirinya.
"Si Nirbita juga diculik?"
"Hmm tapi kita sama-sama selamat,,gue cuma mau tanya itu doang gue tutup telepon nya mau istirahat cape" ujar Sherli walau orang disebrang sana menyela agar percakapan berlanjut,tapi sherli tetap menutup panggilannya sepihak membuat lawan bicaranya mengumpati Sherli ditempatnya.
"Gue ga percaya bukan lo pelakunya,,cuma lo yang punya dendam kesumat sama Nirbita sampe mau hancurin dia,,sebenernya ada masalah apa sih antara mereka,,,gue rasa ada teka-teki dibalik ini semua" guman Sherli.
"Bodo amat gue cape" keluh Sherli mengacak rambutnya frustasi,"Untung gue ga trauma gara-gara penculikan tadi siang"mengingat penculikan tadi siang sherli dibuat kagum dengan tingkah ajaib Nirbita.
"Emang ajaib sih masa ga takut sama sekali gila" decak kagum sherli bersamaan dengan umpatan,"Untung abangnya datang kalo kaga bisa mati ditempat gue"ujar Sherli sebari mengingat kejadian aneh itu,,entah itu bisa dikatakan diculik atau apa bodo amat bukan cuma Sherli yang pusing author juga.
Mereka diselamatkan Elesky saat diculik entah bagaimana pria itu mengetahui keberadaan sang adik sepupu,,tanpa perlawanan pria itu membawa pulang adiknya dan sherli dan berbicara sebentar dengan para penculik,,entah membahas apa tapi bisa dipastikan dalang penculikan ini tidak akan hidup tenang setelah ini.
Elesky termasuk orang pendendam jika menyangkut keluarganya.
........................
Sebentar lagi lebaran udah pada siapin bajunya belum?,ada yang lebaran tanggal 21 ada juga yang tanggal 22 walaupun berbeda tapi tetep sama udah punya baju lebaran hehe,aku sih tinggal sehari lagi dari sekarang jadi aku mau libur dulu buat nulis sampe tanggal 22 kalo ga sibuk tanggal 23 aku update lagi.
Terimakasih teman-teman sudah mampir dinovelku ini jangan lupa like end komennya🥰
__ADS_1