
Triplet berlari keluar dari mobil kecuali Naya yang berjalan kalem-kalem saja di halaman sekolah ini,Naila dan Nirbita berlari memiliki alasan yaitu untuk menemui Risa, mereka ingin bertemu sapa sebagai sahabat lama yang baru bertemu.
Gadis pohon jambu.
Naila dan Nirbita ngos-ngosan didepan kelas Risa,keduanya mengatur napas masing-masing sebari kedua tangan bertumpu ada paha.
Orang-orang disana menatap heran dua gadis itu,salah satu dari mereka menghampiri,"Kalian gapapakan?"tanyanya.
"Eh gapapa" jawab Nirbita sebari menegagkan punggungnya lalu menatap lawan bicara,"Mmm ada Risa ga didalam kak?"tanyanya.
"Risa yang pake kaca mata besar yang penampilannya cupu itu?" tanya siswi itu mendripkipsikan seolah meremehkan.
Tatapan kedua kembar beda orang tau itu seketika menunjukan raut wajah datar,"Emang kenapa kalo Risa cupu?,masalah buat situ?,emang kalo kepangan sama pake kaca mata besar bisa mendeskripsikan sikap seseorang?,engga yah!,situ emang cantik?,oh em ji hellow muka kaya badut aja bangga!"cibir Naila menggebu tidak terima temannya dihina.
"Lebih kaya ondel-ondel si la,malah cantikan Risa dari pada dia yang kaya tante girang!" ejek Nirbita menimpali.
"Magsud lo apa hah?!,kurang ajar lo ngatain gue badut,ondel-ondel sama tante girang hah!" teriak gadis tadi.
"Iya kenapa?,mau adu jambak ayo sini,kami udah terlatih kalo soal begitumah!" tantang Naila sebari menatap tajam gadis didepannya.
"Jangan!" cegah Nirbita sebari memegangi tangan Naila agar tidak menyerang.
"Lepas kak,aku mau nyerang dia biar tau rasa!,enak aja hina Risa!akutuh udah terlatih main jambak-jambakan sama Sherli sekarang waktunya menyalurkan hobi" ujar Naila berontak ingin menyerang gadis yang sudah menghina penampilan Risa tadi.
"Jangan sekarang aku gamau kena masalah yah!" cegah Nirbita kini sebari memeluk Naila agar tidak menyerang.
"Lepas kak lepas,aku mau jambak rambut mienya kak,lepasin aku!" berontak Naila sebari ingin meraih rambut keriting gadis yang ingin menjadi lawannya.
"Lo pikir gue takut hah sini lo!" tantang gadis yang menghina tadi namun secepat kilat ditahan teman sekelasnya agar tidak ada keributan.
"Lepasin gue woy!" berontak gadis itu ingin menyerang Naila.
"Udah la udah,sabar jangan marah!,percuma kamu lawan dia kamu pasti kalah" ujar Nirbita mencoba menenangkan emosi Naila setipis tisu,disini kebanyakan memiliki kesabaran setipis tisu jadi bukan hal aneh lagi jika setiap bab ada saja pertengkarannya.
"Kakak nyeremehin aku?,aku ini udah terlatih,setengah semester sering main jambak-jambakan sama Sherli bikin aku suhu,aku ini udah pro!" jawab Naila tidak terima diremehkan kakak sepupunya itu.
"Iya tau kitakan sering main bareng,magsud aku tuh kamu bakal kalah kalau lawannya anj*ng ngamuk yang cosplay jadi badut,ondel-ondel sama tante girang" ejek Nirbita menjelaskan gadis yang ingin mereka jambak seperti hewan itu.
"Lo ngatain gue anj*ng!,sini lo anj*ng!" teriak gadis itu histeris emosi.
"Kabur la-kabur ada anj*ng ngamuk"ajak Nirbita sebari menarik paksa Naila lari dari kelas itu.
Dua saudara beda orang tua itu tertawa senang bisa membuat orang yang sudah merendahkan gadis pohon jambu teman mereka itu marah.
"Mirip banget sama dogi" ujar Naila terkikik sebari mengubar larinya menjadi jalan santai.
"Yo jelas mereka kan satu spesies"timpal Nirbita melakukan hal yang sama dengan gerakan Naila," Kita cari Risa kemana?"tanyanya menoleh untuk melihat wajah adik sepupunya itu.
"Cari toilet dulu aja kak siapa tau Risa lagi buang hajat,diakan udah kesekolah kata mamahnya" jawab Naila memberi usulan sebari mengingatkan bahwa Risa sudah berangkat sebelum mereka.
Ya sebelum kesekolah triplet minta pada Rangga untuk kerumah Risa terlebih dulu agar bisa pergi bersama namun sayangnya kata mamah Risa,gadis itu sudah pergi kesekolah.
"Oke deh" setuju Nirbita kembali menatap lurus kedepan,tiba-tiba matanya memicing melihat seseorang didepan sana yang ia kenali,sosok yang mereka cari.
"Naila,Nirbita" panggil Risa didepan sana sebari berjalan mendekat kearah dua kembar beda orang tua.
"Risa"pekik girang kedua gadis kembar beda orang tua sebari berlari kearah Risa dengan gerakan slowmosen,sengaja agar seperti diflm-flm.
Sampai-sampai orang-orang disana menatap dua orang itu dengan tatapan heran,bahkan Risa pun begitu kening gadis itu berkerut sebagai tanda ia sedang berpikir," Kalian lagi ngapain?"tanyanya bingung.
Keduanya tidak menjawab sebari semakin mendramakan gerakan mereka semakin pelan membuat Risa hanya bisa kicep dan menggaruk pipinya bingung.
Brug
Hingga akhirnya Naila dan Nirbita memeluk tubuh Risa lebih tepatnya menubruk tubuh Risa hingga ketiganya terjatuh ke lantai sebab Risa tidak bisa menahan dorongan kedua temannya yang banyak drama,"Ssss"Risa meringis merasakan sakit di punggungnya ibarat sudah jatuh tertimpa naila dan Nirbita.
Berat woy!
.
.
.
Naila menatap satu persatu wajah babak belur anggota inti Algaskar begitupun Davri dan Wahyu yang ketinggalan info sebab mereka tidak ditempat kejadian bahkan berita ini sengaja ditutupi.
Dijam istirahat ini naila menilai wajah keenam kakak kelasnya dengan keyakinan,"Fix muka kakak-kakak kaya maling kepergok!"ujarnya membuat Farel mendengus.
Entah sudah berapa kali Naila mengejek wajah mereka yang babak belur sejak pagi,dari dikatain maling kepergok lah,badutlah,dan yang lainnya.
"Ck definisiin yang lebih terhormat dong,kaya mergokin maling bukan kepergok!" elak Farel tidak suka dikatain maling,enak saja begitu-begitu Farel anak baik tukang tauran!.
"Bagus-bagus!,kemarin gaada kabar bikin aku khawatir sekarang nongol babak belur,kenapa ga sekalian meninggal aja hah!" desis Vania dengan tatapan tajam, baru kali ini Farel melihat tatapan tajam sangat kekasih membuatnya bergidig,jika wanita sudah marah masa depannya bisa dalam bahaya!.
"Itu yang kemarin ada urgent lupa ngabarin kamu hehe,maafin aku ya" ujar Farel menyesal sekaligus bergidig ngeri jika kekasihnya itu beneran marah,jangan sampai ia kembali jomblo.
"Kalian beneran habis kepergok jadi maling apa b*bi ngepet kak didi?" tanya Nirbita sebari menatap Rezaldi bergantian dengan Devan dan Aril yang seharian ini menjadi kalem,cukup aneh jika tukang ngereog tiba-tiba kalem,roh mana yang merasuki mereka perlu dipertahankan,eh.
"Gue jaga lilin doang noh si Aril yang jadi babi ngepet" jawab Rezaldi dengan nada datar.
"Tumben banget lo bertiga anteng anyem, pasti ada yang disembunyikan iyakan?!,lo pada pasti abis tauran kan?,makanya muka kalian kaya badut merah-merah mempesona" cecar Naya dengan wajah mengejek.
"Ck mulut lo gue jejelin cape juga dah!" ujar Rezaldi.
"Ck yang bener doang kalian abis maling?,b*bi ngepet?,atau tauran?,yang jelas gituloh kalo ngomong ais" tanya Nirbita kepo.
__ADS_1
"Bukan masalah besar ko bi,ini cuma kesalahpahaman doang" ujar Gara sebari tersenyum tipis.
"Ckckck kesalah pahaman berawal dari fitnah,dan fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan,karna fitnah bisa membunuh tanpa menyentuh hmmm" oceh Nirbita seketika terdiam ketika tangan Naya membekap mulut adik sepupunya itu.
"Ck diem Nirbita cantik,diem!"
"Ita kan lagi ceramah kak,ga baik tau cegah orang menyebar perbuatan baik" jawabnya.
"Kalo mau ceramah ke masjid sana jangan dikantin!" dengus Farel sangat sulit untuk kalem jika dihadapkan dengan triplet.
"Kalian tauran sama geng Orion?" tanya Naya menatap satu persatu wajah bonyok itu.
"Kenapa lo nanya kaya gitu?" tanya Farel.
"Gue cuma nanya doang!" jawab Naya seadanya.
"Ngomong aja lo khawatir ketua Orion kenapa-kenapa iyakan?,lo takut dia cidera parah!."
"Terserah gue dong mau khawatir atau engga toh gue cuma nanya,kalian tauran sama Orion bukan?,jawabanya cuma dua singkat lagi,'ya' dan 'engga' gausah belibet kemana-mana dong!" cibir Naya menatap permusuhan sahabat kecilnya itu.
"Trus salah kalo gue beropini?,lo kayanya makin deket sama dia!" tuduh Farel semakin mematik api.
"Lo ga salah si kalo beropini,salahnya pada siapa lo beropini kalo sama gue jelas lo salah,lo emang sahabat gue tapi lo ga berhak ngatur gue buat ngehawatirin siapa" jelas Naya dengan wajah semakin dingin.
Suasana dimeja mereka semakin memanas dengan tatapan dingin masing-masing,bahkan orang-orang disana merasa bergidig tanpa alasan karna mereka tidak tau perdebatan Naya dan Farel saat ini jika tidak menguping,
"Gue rasa udah peringatin lo biar ga deket-deket sama tuh ketua Orion,lo ga dengerin gue?"
Naya terkekeh,"Udah gue bilang lo ga punya hak untuk kehidupan gue, walaupun lo sahabat gue sekali pun"jawab Naya masih duduk tenang nafas menggebu namun wajah semakin datar membuat ekpresinya tidak terbaca.
"Gue cuma peringatin lo Nay,salah sebagai sahabat gue khawatir sama lo hah?!,salah?,gue udah ngasih tau jastin bukan cowo baik-baik dan lo masih deket sama dia hah!" pekik Farel kesal dengan keras kepala Naya.
"Gue ga buta jadi makasih udah nilai orang lain buat gue,,sayangnya gue ga butuh!gue bisa menilai orang dengan mata gue sendiri ga perlu bantuan mata lo!" tekan Naya.
Suasana semakin tidak kondusif vania juga sejak tadi mencoba menenangkan emosi pacarnya lewat gerakan mengusap-usap tangan pria itu agar sabar nyatanya tidak bisa menahan emosi Farel lebih lama hingga.
Brak
Farel menggebrak meja hingga beberapa kuah di beberapa mangkok jatoh mengotori meja,disana Naya mengedikan bahunya sebari terkekeh lalu bangkit dari duduknya.
Tubuh keduanya memiliki tinggi yang sama hingga saat bediri mereka menjadi sejajar,"Lo ga bisa nentuin hati lo berlabuh dimana bego"ujar Naya sebari mengumpat dan pergi dari sana dengan emosi diubun-ubun.
Naila dan Nirbita tidak berani menemui Naya saat ini,mereka tidak mau menjadi sasaran empuk kemarahn tertahan naya.
Mereka juga hanya menatap kepergian Naya tanpa ditahan,Farel melemahkan tubuhnya hingga kembali duduk dengan tatapan bingung,tak percaya dan khawatiran setelah mendengar ucapan terakhir Naya sebelum beranjak pergi.
"Ga bisa menentukan hati berlabuh pada siapa!" Kata-kata itu terus mengiang dikepala Farel,"Dia udah jatuh cinta gitu?"gumannya terdengar seisi meja,"Sama jastin?"
"Kayanya sih iya soalnya aku pernah liat kak Naya sleep cool sama kak Jastin" ujar Naila membenarkan semakin membuat pandangan inti algaskar pucat,mereka sendang memiliki masalah dan tambah masalah baru.
Inti Algaskar berpikir Jastin ingin menjadi naya sebagai batu loncatan menghancurkan mereka,,,,tidak boleh,,,,triplet maupun gadis mana pun tidak boleh terseret masalah mereka dengan Orion.
"Emang kenapa kalo kak Naya suka sama kak Jastin?,ada masalah?,kak Jastin udah punya istri?tapikan kak Jastin masih sekolah masasi udah nikah kaya dinovel-novel gitu?,,,,tapi bisa jadi sih inikan novel romantis juga komedi jadi wajar aja kalo kak Jastin udah nikah,, tapi sama siapa?kalian tau istrinya kak Jastin siapa?,dia juga seumur kita atau tante-tante,,,kalo tantesih bakal aku buat mereka cerai,,kan kasian kalo kak Jastin yang muda juga ganteng dapet istri tuir keriput,ga bisa dibiarkan" oceh Nirbita panjang lebar membuat mereka meringis,"Kenapa kalian ga jawab?!,ita nanya loh ini"sambungnya menatap teman satu mejanya itu hanya mendegarkan tanpa menjawab ucapannya.
"Pertanyaan kamu kebanyakan ta,jadi mereka bingung mau jawab yang mana dulu" jawab Agnes seadanya.
Nirbita meringis sebari cengengesan,"Hehehe maaf ita terlalu bersemangat tadi"
Risa disana hanya menyimak sesekali menunjukan respon dari gerakan tubuhnya.
"Kalian jawab pertanyaan Nirbita!,Jastin ketua Orion itu udah nikah?" tanya Vania ikut kepo bahkan ia baru tau Naya dekat dengan ketua Orion ia pikir gosip disekolah hanya angin lewat alias hoak,"Yang jawab atau kita end!"ancam Vania menginginkan jawaban tapi yang menjadi sosok penanggung jawaban malah membisu,emang kampret!,saat disuruh ngomong malah membisu dan saat ga dibutuhkan omongan mereka malah menjadi suara musik dangtutan tetangga,berisik,ricuh end riweh.
"Eh ko gitu yang,gamau dong,aku gamau putus sama kamu,enak aja!" cegat Farel sebari merangkul tangan Vania untuk membujuk gadis itu agar tidak memutuskan hubungan mereka.
"Yaudah jawab"
"Jawab bos!" pintanya pada Gara,Farel memilih jalan aman menuju roma.
Gara mendengus padahal sejak tadi ia diam tapi kenapa malah kena juga dasar Farel menumbalkannya maka akan Gara tumbalkan orang lain untuk mengantikannya,"Si Bintang yang bakal jawab"
"Hah" Bintang cengo tidak menyangka dirinya yang kalem menjadi tumbal pengganti,dirinya harus ricuh agar sang penunggu menolak kehadirannya,"Emang pertanyaan apa?"tanyanya malas menunjuk tumbal baru namun jika situasi tidak aman maka ia akan menumbalkan temannya agar diamuk para gadis itu.
"Kak Jastin udah nikah belum?" ujar Naila mengulangi pertanyaan Nirbita dan juga Vania.
"Belum" jawabnya
"Bagus,terus kenapa kalian ngelarang banget Naya jadian sama Jastin kalo dia belum nikah,Jangan-jangan karna Jastin udah punya doi?,,," tanyanya karna tidak ada yang menjawab Vania melanjutkan perkataannya,"Pacaran belum tentu kepelaminan end ingat sebelum janur kuning melengkung siapapun bebas menikung bahkan udah melengkung sekalipun bisa dipatahkan oleh pelakor maupun pembinor"
Mereka menatap Vania dengan tatapan heran,bisa-bisanya Vania mengatakan,dasar emang jodoh cerminan diri namun ada yang mengatakan jodoh itu saling melengkapi,tinggal sesuai kita memilih saja,dan Vania memilih Farel simulut cerewet dengan otak absurd nya dan Vania juga sama,padahal awalnya mereka pikir Vania hilaf.
Sebelum semakin para gadis itu bertanya menjadi-jadi Gara memutuskan kabur saja,bukannya pengecut hanya mencari aman,"Bi kayanya aku harus ke kelas deh"ujarnya membuat Nirbita menaikan sebelah alisnya.
"Kenapa kak? " tanyanya.
"Aku lupa belum ngerjain tugas bi,jadinya harus cepet balik kelas biar ga kena hukuman" jawab Gara sabar.
Nirbita mengangguk paham sebelum pergi Gara mengusap pucuk kepala Nirbita yang sudah menjadi kebiasaan entah sejak kapan,tidak bertemu seharian saja sudah membuatnya merindu,sedangkan teman-temannya yang lain menatap cengo kepergian Gara sedetik kemudian mereka sadar bahwa gara memilih jalan aman dan mereka memutuskan ikut jejak sang ketua yaitu kaburr.
"Malah pada pergi" guman Nirbita.
"Mereka kenapa sih kalo bahas kak Naya sama kak Jastin selalu aja ribut?" tanya Risa namun mereka memilih tidak menjawab bukan kenapa hanya malas saja.
.
.
__ADS_1
.
Sepulang sekolah Risa diminta menunggu terlebih dahulu sebab triplet ingin mengajaknya berjalan-jalan sebagai sahabat yang sudah lama tidak bertemu.
Risa sebenarnya sudah tau triplet adalah teman masa kecilnya sejak pertama bertemu namun ia tidak berani menyapa sebab itulah ia hanya diam saja dan tak niat mengungkapkan bahwa mereka pernah berteman,,,,namun nasib baik memihaknya triplet malah mengajaknya berteman walaupun mereka tidak ingat kenangan masa kecil bersama namun itu sudah membuatnya senang.
Dan kesenangan itu terus berlanjut,ternyata triplet masih mengingatnya walaupun tidak mengenalinya pada awalnya dan sekarang mereka sudah bertemu kembali sebagai teman masa kecil.
Risa memilih menemui mereka dikelas ipa 10b setelah piket harian,sedangkan Naya tidak bisa langsung pulang sebab ada kerja kelompok dirumah salah satu teman sekelasnya,Naila dan Nirbita mereka baru saja keluar dari kelas setelah melakukan piket harian.
"Risa" panggil mereka saat Risa menghampiri mereka.
"Kalian baru selesai piket juga?" tanyanya.
Keduanya mengangguk,"Iya hari ini bagian kami piket,kamu juga piket hari ini sa? "Tanya Naila,Risa mengangguk sebagai jawaban.
"Kita jadi jalannya?" tanya Risa memastikan kedua kembar beda orangtua mengangguk riang.
"Jadi dong,masa udah palak uang abang ga jadi jalan,yo ora iso gitu dong" ujar Naila so-soan berbahasa Jawa.
"Artinya!" seru Nirbita tidak mengerti.
"Arti apa si kak?,akukan ga lagi ngomong ingris!"serunya.
"Ya itu,kalo kamu berbahasa Inggris ga akan aku tanya artinya gini-gini aku juga paham sedikit mah" Jawab Nirbita,"ituloh la arti yo ora iso?"
"Kakak tuh ya anak bangsa yang tidak patut dicontoh masa bahasa asing paham,bahasa dalam negri sendiri kaga!,,sebagai anak Indonesia kita harus melestarikan kebudayaan sendiri sebelum mengenal budidaya orang asing,,anak jaman sekarang tuh ya bisa nya sarangeo,bilang punten aja pada kaga paham" cibir Naila membeli.
"Alah so soan padahal kamu sendiri gitu!,,,kamu sampe ambil les bahasa Korea,padahal mempelajari bahasa berbagai daerah negara sendiri kamu asal-asalan huh!" dengus Nirbita mencibir Naila,,Naila yang kena semprot karna omongannya sendiri hanya mampu cengengesan.
"Gausah mulai deh!,kalian dari kecil ga berubah-rubah ya suka banget debat pilkada!" tegur Risa.
"Iya kan yang berubah cuma kamu doang!liatuh pantes aja kami ga kenalin kamu,kamu aja berubah banyak banget"sarkas Naila sebari menatap Risa dari bawah sampai atas.
Risa cemberut,"Aku bukan ultraman tau yang bisa berubah"
"Udah yu debatnya sambil jalan aja,om tarik tambang nanti ngedumel kalo kita kelamaan" ajak Nirbita,hari ini selain janjian untuk berjalan-jalan bersama Risa juga mengajak Antariksa agar om berondong triplet itu bisa menjadi supir,sekaligus mencuri kesempatan memastikan sesuatu yang triplet curigai.
Mereka berjalan berbaris layaknya paskibra namun mereka tidak sedang upacara,mereka hanya sedang bergosip,,,sesekali berdebat hal nyeleneh.
Disela langkahnya naila berhenti dengan wajah panik,"Kenapa berenti la?,jangan bilang ada yang ketinggalan dikelas?"tebak Nirbita.
Naila cengengesan sebagai jawaban dari tebakan kakak sepupunya itu kebenaran,"Hehe buku pr ila ketinggalan kayanyah"
"Cek dulu ditas coba la" usul Risa diikuti Naila.
"Gaada"
"Dasar teledor sana ambil!,mana besok ada pr yang harus dikumpulin lagi,aku ga mau ya ngasih contekan kalo kamu nyalinnyah disekolah" ujar Nirbita karna memang dia tidak memberikan salinan jika disekolah jika dirumah baru boleh.
Naila cemberut,"Anter!"pintanya dengan pupel eyes hanya ditanggapi rotasi mata dari Nirbita.
"Ambil sendiri lah!aku sama Risa mau nunggu di mobil aja,kalo kamu lama kami tinggal,,dadah Naila" ujar Nirbita sebari menarik Risa berlari meninggalkan Naila yang mendumel.
Nirbita senang bisa mengerjai adik sepupunya itu,suruh siapa teledor,Naila kan bisa sebelum pergi mengecek ulang isi tas nya agar tidak ada yang tertinggal,dasar!.
Sedangkan Naila menghentakkan kakinya kesal disetiap langkahnya sebari berjalan cepat,serem juga sekolah yang mulai sepi ini,Naila bergidig ketika memikirkan ada mahluk halus yang menghampiri nya.
Ituloh mahluk halus yang pengen minum.
"Ketemu" ujarnya senang menemukan bukunya yang terselip dibawah meja,"Kamutuh yah ngapain ngumpet disana jadi ketinggalan kan!,aku jadi repot nyariin kamu seharusnya kami ngumpet nya dalam tas aja ih"gerutu Naila mengomel sebari memasukan buku kedalam tasnya hingga ia terpekik keget.
"Sabar dong kak!,ilakan ambil buku dulu!" tegur Naila sebal karna berpikir orang yang menariknya hingga terpekik tadi adalah Nirbita yang tak sabaran.
"Heh bocah!" tegur orang yang menarik Naila tadi,Naila yang menunduk karna mengambil buku yang terjatuh dari tangannya tadi bel melihat siapa yang menariknya itu,Naila mendongkak.
Deg
Naila tersentak melihat wajah ondel-ondel tepat didepannya bersama dua anteknya,sebelum merespon apapun Naila sudah ditarik paksa dua antek ondel-ondel tadi,eh,magsudnya Aleta dan dua temannya.
Naila tidak tinggal diam dirinya diseret paksa,Naila berontak bahkan untuk menahan tarikan mereka Naila menguatkan tenaganya dibagian kaki agar berat,bahkan Naila juga terduduk tapi tetap saja Naila kalah,Naila terus ditarik paksa dua teman Aleta dengan kasar.
Tidak ada yang menolongnya suasana sekolah sudah mulai sepi,jikapun ada mereka pasti sedang diparkiran bersiap pulang.
"Woy lepasin aku woy" berontak Naila tidak pasrah begitu saja hingga mereka memasukannya kedalam toilet wanita bersama.
Walaupun Naila suka so-soan jago tapi gadis itu juga takut sebenarnya,ia emang suka main jambak-jambakan namun satu lawan satu jika beginikan curang!.
Naila pasti kalah!.
"Lo awasin diluar!" pinta Aleta pada salah satu teman yang memegangi Naila.
Gadis itu keluar dan menempel papan peringatan didepan pintu toilet agar tidak menggangu apa yang akan mereka lakukan,dengan langkah pasti gadis itu kembali masuk dengan smirk dibibirnya.
Naila sudah didorong hingga tubuhnya terpental ketembok,saking kerasnya Naila merasakan punggungnya begitu sakit,"Sakit"keluhnya.
Itu hanya permulaan,Aleta maju mendekati Naila tangannya mencengkram rahang Naila bahkan menekannya hingga gadis itu kesulitan bernapas,"Ini balasan lo udah buat gue malu didepan bumi!"
Mereka melakukan hal diluar tindakan baik didalam toilet itu hingga puas menyiksa mangsanya.
Layak singa yang kelaparan dan baru menemukan makanan.
"Maaf lepasin aku,sakit" permohonan itu terdengar pilu dari gadis yang baru saja disiksa,wajahnya sudah babak belur bahkan ada darah disana, namun gadis yang melakukan penyiksaan itu hanya menatap datar lalu tersenyum smirk merasa sudah menang,ia melepaskannya.
"Pergi!"
__ADS_1
Dengan langkah ngontai tubuh babak belur bahkan bibirnya mengeluarkan darah,bukan cuma bibir tapi juga dahinya gadis itu susah payah keluar dari toilet dengan kondisi mengenaskan.