DIARY TRIPLET N

DIARY TRIPLET N
ADA UNTUK MU


__ADS_3

Seorang gadis tengah menangis dikursi taman yang lumayan sepi hanya ada dirinya dan orang yang membawanya kemari karna waktu sudah sangat sore.


Pria yang hanya membiarkan gadis itu menangis dipelukannya.


Pria itu adalah Antariksa bumi om dari Nibita yang kini sedang memeluk Risa yang terus menangis sejak kejadian tadi,dimana dia dan ayahnya bertengkar hebat.


Jika Antariksa telat datang maka Risa sudah menyayat tangannya dengan pecahan guci karna gadis itu merasa lelah terus disalahkan,untung ia datang tepat waktu dan membawanya pergi dari mereka.


Rumah tempatnya pulang hanya tempat yang membuat ribuan luka yang tidak akan sembuh dalam waktu dekat,luka tanpa wujud.


Sejak tadi Risa menangis tergugu,"Aku ga ngelakuin itu semua tapi kenapa meraka ga pernah percaya sama aku hiks?mereka selalu salahin aku hiks,,aku udah minta papah untuk telepon polisi tapi hiks aleta bertindak sebagai seorang kakak yang menyayangi adiknya padahal dia yang udah bikin aku hancur,kenapa kak kenapa? "Racau Risa dalam tangisannya didalam pelukan Antariksa Bumi yang menghangatkan.


Antariksa mengusap sudut matanya yang ikut menangis,ia tidak tahan mendengar racawan Risa tentang hidupnya,Antariksa Bumi tidak ingin melihat gadis yang ia cintai menangis pilu begini,,,sudah cukup ia diam Antariksa akan segera bertindak.


Walaupun begitu ia tetap membiarkan Risa mengeluarkan semua isi hatinya agar gadis itu tenang dan setelah ini ia tidak akan membiarkan risa menangis kecuali tangisan bahagia.


"Kakak percayakan sama aku kan?,apa kakak juga sama kaya mereka nuduh aku tanpa bukti?"tanya serak Risa kecewa.


Antariksa menggelengkan kepalanya cepas,"Aku percaya sama kamu,aku tau kamu ga pernah nyakitin orang"jawabnya.


"Kakak ga bohong kan kak?" tanya Risa penuh harap.


"Aku ga bohong,lihat mata aku" pinta Antariksa sebari melonggarkan pelukannya agar mereka bisa saling menatap,"Jikapun semua orang didunia ini nyalahin kamu bagi aku kamu ga salah,, apapun yang kamu perbuat ada penyebabnya,kamu berhak menjelaskan,kamu berhak membela diri,kamu berhak bahagia,jika mereka ga bisa ngasih kebahagiaan untuk kamu,kamu bisa mencari kebahagiaan kamu sendiri"ujarnya sebari mengusap wajah Risa penuh kasih.


"Jika kamu ga mau patah hati maka jangan percaya sama apa yang ada didunia ini,percayakan semua hanya kepada allah,,hanya allah yang ga pernah nyakitin kita,hanya allah yang memberikan apa yang kita mau,,kamu tau jika ada pelangi setelah badai,,allah akan memberi kamu kebahagiaan jika kamu bisa melewati hari ini"


"Kak" rengek Risa terisak,"Kenapa kakak percaya sama aku?,kenapa kakak ga nyalahin aku kaya mereka,dari dulu kakak selalu bela aku,saat aku nangis sendiri kakakĀ  selalu meluk aku,,saat aku dihukum papah kakak selalu nemanin aku,saat aku kelaparan karna hukuman papah kakak ngasih aku banyak makanan,kenapa kak?,kenapa?"tanyanya penuh isak.


Antariksa menghela napas pria itu mengecup kecil kening Risa membuat si empunya bergeming,"Karna itu kamu,,,, bentar lagi malem kita pulang yah!"ajaknya setelah menjawab pertanyaan Risa.


Risa menggeleng cepat,"Aku gamau pulang,,aku gamau kembali kerumah itu,aku gamau kak,aku gamau ketemu mereka lagi,aku udah terlalu sakit sama mereka kak"tolaknya.


"Iya,aku ga bakal bawa kamu kerumah itu lagi,,tapi kita harus pulang bentar lagi magrib" jawab Antariksa.


"Kakak mau bawa aku kemana?,anter aku ke rumah nenek aja kak" Pintanya.


"Besok aja ya kerumah nenek kamunya,jarak dari sini kesana lumayan jauh kita bisa sampe disana dua jam,dilihat-lihat bentar lagi juga mau hujan kamu ikut aku aja gapapakan?" ajaknya.


"Kemana kak?,aku gamau"


Antariksa menyela perkataan risa yang memiliki rasa takut,padahal ia tidak akan melakukan hal buruk yang dipikirkan Risa,tapi ia tetap senang setidaknya Risa tidak mudah percaya pada orang sekalipun orang itu adalah orang dekatnya, banyak orang dekat menjadi musuh terkejam.


"Tenang aja aku ga bakal bawa kamu ke tempat aneh-aneh,aku mau bawa kamu kerumah triplet,disana kamu bisa curhat sama triplet,,,bukanya aku gamau dengerin curhatan kamu tapi mungkin kalo sesama wanita kalian bisa saling menyelami satu sama lain,kalo sama aku mungkin kamu sungkan apalagi selama ini kamu selalu jauhin aku,mungkin dengan cerita sama triplet ga bikin masalah kamu hilang tapi seenganya bisa bikin hati kamu tenang,,walaupun mereka bobrok dan banyak tingkah mereka selalu punya cara untuk menyenangkan hati,,mau yah?!" ujar Antariksa jengan jelas.


Risa terdiam ia gamang harus ikut atau tidak,tapi yang antariksa katakan benar adanya,jika kembali ke rumah neneknya kemungkinan ia akan kemalaman bahkan hujan sebelum datang,,dan jika ikut antariksa kerumah triplet ia bisa menceritakan masalahnya pada mereka untuk menenangkan hatinya,,,ia butuh ketenangan,tapi apa mungkin triplet mau mendengar ceritanya?.


Ia ingat jelas ayahnya sudah menghina keluarga triplet tadi pagi,apa triplet tidak benci padanya setelah ini?,,ia takut mereka membenci dirinya,,hanya mereka yang menjadi temannya selama ini,bahkan dari kecilpun sebelum mereka terpisah,hanya triplet.


Apa semua akan terus baik-baik saja?,apa selain kehilangan kasih sayang orang tua risa juga akan kehilangan teman-temannya?, entahlah,ia hanya takut,takut.


"Aku takut kak" cicit Risa menunduk.


"Takut apa hmm?," tanya Antariksa sabar.


Risa mendongkak menatap antariksa,keduanya saling beradu tatap,"Aku takut mereka benci sama aku kak,kakak gatau kan kalo tadi pagi papah udah hina keluarga kalian,mereka pasti benci sama aku kak"jawab Risa lirih.


Antariksa menghela nafas,"Aku udah tau kasus disekolah kalian,triplet ga seperti yang kamu pikirkan,sikap mereka emang bobrok tapi mereka hanya menyakiti orang yang menyakiti mereka,kalo kamu ga berbuat jahat sama mereka maka kamu akan aman,jika kamu ga dukung kejahatan orang jahat itu maka kamu ga akan disakiti,,,kamu tenang aja mereka pasti masih nerima kamu ko"jawabnya memberitahu,"Udah kita pulang aja ini udah gerimis ayo!"sambungnya tanpa menunggu penolakan Risa,sebab ia tidak akan menerima penolakan itu.


Antariksa menarik pergelangan tangan risa dengan pegangan pelan mereka terburu-buru sebab setitik air mulai turun dari langit,mereka harus segera pergi jika tidak mau kehujanan dan kemalaman dijalan.


.


.


.


Sedangkan dirumah Bu Kasih,Triplet sejak tadi sedang diceramahi Pak Jeje,Bu Kasih,Bu Putri dan Rangga,orang kesayangan mereka itu sekaligus terus mengomeli triplet atas tingkah mereka yang sudah menutupi pembulyan yang terjadi pada naila.


Tentu saja mereka tidak terima anak-anak itu disakiti seujung kuku pun,,mereka susah -susah merawat,menjaga,membesarkan dan juga mendidik dan seenak udel orang lain menyakiti mereka,tidak akan dibiarkan!.


Untuk Pak Dimas sendiri komandan polisi itu tengah melakukan tindakan lebih lanjut atas kejadian tadi pagi,pria itu sudah menahan emosi sejak tadi,kini giliran dirinya membalas dengan cara menjebloskan mereka ke penjara karna sudah menghina keluarganya.


"Kami minta maaf, ayah,ibu,mamih,abang,kami cereboh"ujar serempak triplet yang sejak tadi hanya mendengar ceramah mereka.


"Ayah tau kalian dari orok gimana bahkan masih dalam kandungan pun udah bikin ayah pusing tujuh keliling,," bagaimana tidak pusing saat ibu mereka ngidam dulu yang kena imbas bukan cuma suami saja tapi juga satu keluarga kena imbasnya, mereka ingat saat dulu Bu Kasih saat mengandung Naila mengidam meminta satu keluarganya buat nangkap soang dekat sungai,dulu ada soang tanpa pemilik didekat sungai unjung komplek,soang itu sangat galak saking galaknya tidak pernah ada yang mau menganggu bahkan sekedar lewat pun mereka ngirit agar soang itu tidak engeh dengan keberadaan mereka,bisa kalian bayangkan bukan soang galak itu jika diganggu.


"Ayah jaga kalian sejak dari kandungan,saat ibu kalian itu ayah elus perut ibu biar kalian ga rewel,pas lahir ayah gantian sama ibu buat jaga kalian,sampai sekarang ayah jagain kalian,tapi orang lain seenaknya aja nyakitin kalian dan kalian ga ngadu sama ayah!,kalian anggap ayah ini apa sih hah?" ujar Pak Jeje kecewa dirinya sekali ingin menjadi penjaga dirinya juga ingin mendengar keluh kesah anak-anak nya.


"Maaf yah" hanya itu yang mampu mereka keluarkan.


Mereka baru pulang satu jam lalu padahal setelah masalah di sekolah terselesaikan sekolah diliburkan hingga besok dan hari senin kembali masuk,,,triplet tidak langsung pulang mereka mampir dulu ke Perguruan taekwondo yang sudah lama tidak mereka datangi,mereka datang kesana untuk meluapkan emosi yang sejak tadi dipancing oleh pak Aldebaran.


Disana triplet menantang orang untuk bertarung awalnya naila dan ko dalam waktu lima belas menit,berlanjut Nirbita ko dalam waktu tiga puluh lima menit lebih lima belas detik,sedangkan Naya pertarungan berlangsung sengit,,Naya menantang remaja seumurannya yang sedang naik dauh di perguruan itu,ceelah naik daun segala,,,pertarungan seri dalam waktu satu jam tidak ada pemenangnya.


"Ayah tau kalian melakukan itu pasti dengan persiapan,sekarang jelaskan kenapa kalian bisa dibully mereka dan dimana pengawal bayangan punya si demit saat itu sampe-sampe kalian di bully?" tanya Pak Jeje sekaligus mencibir.


"Smit ayah bukan demit" ujar Bu Kasih memperbaiki nama yang sengaja Pak Jeje selewengkan.


"Demit lebih bagus bu buat manggil tuh orang,,dia aja kerjanya dalam bayangan udah cocok banget jadi demit" jawab Pak Jeje mencibir.


Bu Kasih tidak lagi menanggapi ucapan suaminya jika terus berlanjut maka akan menguntungkan untuk triplet,mereka akan memanfaatkan itu untuk kabur.


"Triplet jawab pertanyaan ayah" ujarnya.


"Ini rencana kami lebih tepatnya aku yang rencanain,aku minta maaf, aku gatau kalo masalah ini bakal menjalar dan merusak nama baik keluarga kita,aku minta maaf,,,ayah,ibu,mamih,abang,ita minta maaf,ita bakal ceritain semuanya" sesal Nirbita sebari menunduk,"Soal pengawal bayangan milik DADDY Smit mereka kerja profesional ko,mereka jaga kami dengan baik"


"Aku juga minta maaf bukan cuma kak Ita yang salah kalo ayah,ibu,mamih sama abang mau nyalahin aku juga salah,aku minta maaf" timpal Naila juga menyesal.


"Aku juga minta maaf,aku paling dewasa di antara mereka tapi aku ga cegah mereka dalam bertindak maaf" timpal Naya.


Wajah triplet penuh memar dan sudah diobati sebelum diceramahi tentu saja memar itu didapatkan dalam pertarungan so kuat di perguruan taekwondo untuk meluapkan emosi mereka.


Suara deruman motor terdengar memasuki halaman rumah,mereka menghela nafas mereka tau siapa yang baru saja datang,pasti bocah itu.


"Asalamualaikum"


"Wa'alaikumussalam"


"Wih lagi ada hajatan atau apenih pake kumpul-kumpul segala,Jangan-jangan lagi bagi-bagi ampau,mau dong" ujar Antariksa yang baru saja mengucap salam sebari menghampiri keluarganya yang tengah berkumpul diruang tengah.


Triplet, Rangga dan tiga orang dewasa disana tidak menghiraukan Antariksa yang emang satu spesies dengan triplet,,,mereka malah memiringkan tubuh menatap sosok yang berdiri lebih tepatnya menyembunyikan diri dibelakang antariksa.

__ADS_1


"Woy lo culik anak gadis orang hah?!" tuduh Rangga pada omnya itu yang seumuran dengan adiknya,"Berani-beraninya lo nyulik anak orang!,sini lo biar gue gebukin!,penculik sial*n"umpatnya bukan lagi sebari berdiam kini bangkit dari duduknya dan menghampiri Antariksa dengan marah.


"Woy-woy sabar,gue ga culik anak orang bang,nuduh aja lo mah,lo semakin kesini gue semakin kesana" ujar Antariksa panik ketika Rangga semakin mendekat untuk menghajar.


Rangga mendekat maka Antariksa memilih menjauh,dan jika rangga terus mendekat maka Antariksa akan semakin menjauh,dan terus begitu karna Rangga tidak mendengarkan penjelasan om berondong nya itu,semakin rangga mau maka antariksa semakin mundur dan akhirnya mereka kejar-kejaran.


Antariksa tidak mau kena bogeman keponakan laknat yang umurnya lebih tua darinya,,makanya terus berlari sampai melonpati sofa ataupun meja dan akhirnya melompat kepelulan mamih putri dan bu kasih yang duduk berdampingan.


"Cemen dikejar aja malah sembunyi,jadi cowo tuh harusnya mengejar lah ini dikejar aja malah ngibrit"cibir Rangga tidak lagi bergerak kearah Antariksa,Rangga memilih jalan aman dari pada harus melewati mamih dan ibunya yang cantik jelita,kedua wanita yang menjadi menjadi sosok ibu selama ini.


"Emang om kamu tuh ya kaya cewe lembek banget" ejek Pak JEJE menimpali membuat Antariksa melotot.


Antariksa duduk diantara Bu Kasih dan Mamih Putri,"Eleh gue jaga takut sama lo bang,lonya tuh yang penakut kalo berani sini!"tantang Antariksa songong.


"Risa ko kamu bisa sama om tarik,ayo duduk" ujar naila sebari mengajar Risa duduk disofa.


"Itu aku,," Risa bingung harus menjawab apa ia hanya mengikuti pergerakan Naila yang menariknya untuk duduk.


"Risa mau nginep disini bolehkan bu,mih?,semalam aja,tadinya mau aku antarin kerumah neneknya tapi kejauhan mana sekarang ujan lagi" ujar Antariksa meminta ijin memang bersamaan dengan Antariksa membuka pintu rumah Bu Kasih hujan turun langsung lebat.


"Heh lo ga culik anak orang kan?,so-soan baik padahal lonya penjahat!,,,Risa kalo kamu diancam setan itu buat ikut sama dia ngomong sama abang,biar abang mutilasi tuh bocah" ujar Rangga pada Antariksa beralih pada Risa dan menatap antariksa saat mengatakan setan.


Risa bingung harus apa jika mengangguk maka Antariksa bisa meneran dimutilasi bang Rangga,tapikan dirinya emang dipaksa untuk menginap dirumah triplet.


"Durhakim sekali anda,heh bang gue nih om kalo lo lupa,sopan dikit dong!" cibir Antariksa bangga menjadi om lebih muda dari Rangga ada keuntungannya tersendiri.


"Hormat grak" ujar Rangga sebari berdiri tegak dan menaruh tangan didahi menggerakan tubuh hormat kepada bendera merah putih bedanya rangga melakukan itu menghadap antariksa,"Udah noh"sambungnya sebari kembali duduk disofa membuat mereka terbahak sedangkan antariksa berenggut kesal.


Bahkan Risa pun terkekeh melihat tingkah om dan keponakan itu,banyak yang tidak percaya bahwa antariksa adalah om triplet karna umur mereka yang sama dengan naya,anggap saja antariksa telat lahir.


"Ga gitu konsepnya!" sentak Antariksa kesal.


"Udah-udah gausah berisik,Antariksa sana kamu mandi sebentar lagi mau magrib" usir Bu Kasih sedangkan Bu Putri memilih menyimak saja ia ingin tenang lahir batin.


"Risa kamu memang sebaiknya menginap saja diluar hujan udah mau magrib juga,sekarang mending kamu mandi ya,Naila ajak Risa kekamar kamu sekalian pinjemin baju ganti buat Risa" sambungnya pada Risa teman anak-anak nya ini pernah ke rumahnya maka dari itu ia mengenal Risa.


"Makasih tante maaf jadi merepotkan" ujar Risa tidak enak.


"Keluarga ini sudah biasa direpotin triplet,Risa jadi gausah sungkan,anggap aja rumah sendiri" ujar Bu Putri.


"Baik bu"jawab Risa tidak enak.


"Yu sa,ke kamar aku" ajak Naila.


"Ckckckck Naila gue juga numpang mandi" rengek Antariksa ditabok Bu Kasih dan Bu Putri.


"Huaaa aku di kdrt mamih sama ibu huaaaaaa" ngadat Antariksa padahal tadi ia hanya becanda malah mendapatkan tabokan cinta dari dua wanita dewasa yang diratukan ini dikepalanya.


"Mampus!"ejek triplet sekaligus pak Jeje dan Rangga.


Risa merasakan kehangatan keluarga triplet sampai dirinya menangis dalam sujud,keluarga triplet begitu harmonis, solat berjamaah,mengaji bersama,bercanda,Risa tidak pernah melakukannya bersama keluarganya,saat bersama ayah dan ibunya hanya saat dirinya dimarahi, dikalahkan oleh kesalahan yang tidak pernah dia perbuat,setiap ia menyangkal semakin ia disalahkan,bukan pasrah hanya saja terlalu lelah kedua orang tuanya tidak akan mempercayai perkataannya sekalipun ia berbicara sampai berbusa sekalipun.


Matahari sudah bersinar di luar udara terasa segar dengan basahan hujan semalam.


"Eh kalian lagi apa didapur,jangan recokin dapur ibu ya" peringat Bu Kasih tidak mau dapurnya acak-acakan ulah tripet disana juga ada risa tanpa naila.


"Ibu fitnah banget,kita tuh mau bantuin mami buat sarapan" jawab Naya sebari menyomot roti tawar dimeja dan memakannya.


"Mamih lagi dikamar mandi bu tadi kebelet katanya" jawabnya.


Bu kasih mengangguk,"Risa juga mau bantuin masak?"tanyanya.


Risa menganguk,"iya bu"jawabnya.


"Padahal gausah repot-repot nak"


"Ga repot ko tante saya seneng kalo bisa bantu" jawabnya.


"Syukur kalo kamu seneng nak,eh kurang satu Naila mana?"tanya Bu Kasih baru engeh putri bungsunya belum nongol.


"Tidur lagi bu" jawab Nirbita sebari meminum susu kotak rasa coklat yang di ambil dari kulkas.


"Dasar tuh bocah awas aja ibu siram juga tuh anak,kebiasaan banget kalo bangun subuh suka tidur lagi,,Antariksa tidur dimana?"


"Om dirumah abang bu,palingan juga mereka gadang main ps" jawab Nirbita.


"Yaudah kalian lanjut aja ibu mau beres-beres rumah yang lain,jangan acak-acakin dapur ibu,awas aja,kalo sampe acak-acakan ibu potong uang jajan kalian,awas aja!" ancam BU Kasih sebelum pergi.


"Siap bos" serempak mereka menjawab kecuali Risa yang hanya terkekeh.


Mata Risa membengkak karna semalaman menangis ia juga sudah cerita pada triplet dan hatinya sudah lega ketika triplet mau mendengarkan ceritanya.


Setelah sarapan Risa tadinya hendak pulang diantar Antariksa namun Pak Dimas meminta untuk bicara dengan gadis itu.


"Nak Risa bapak cuma mau ngasih tau kamu kalo bapak melaporkan ayah kamu atas kasus pencemaran nama baik dan juga ujaran kebencian,bapak harap kamu ga benci sama bapak atau marah sama triplet,semoga kamu masih mau berteman sama putri-putri bapak" ujar Pak Dimas memberi tahu bahwa saat hujan semalam pak Aldebaran sudah ditangkap polisi atas laporan pak Dimas.


Risa menunduk sendiri jika ditanya sedih,tentu saja ia sedih ia marah pada ayahnya itu tapi tidak senang jika mendengar ayahnya di penjara seperti ini,tapi mau bagaimana lagi semua ini terjadi karna kesalahan ayahnya sendiri,,risa menghela napas,"Saya mengerti ko om,saya memang sedih papah saya dipenjara tapi saya ga marah ko sama om atau sama triplet,papah saya dipenjara karna memiliki salah saya mengerti itu om cuma menegakkan keadilan dan triplet ga ada sangkut pautnya "jawab Risa membuat Pak Dimas dan Pak Jeje tersenyum.


Mereka senang ternyata risa tidak berpikir pendek malah berpikir dewasa," Terimakasih nak atas pengertiannya,om senang kamu bisa berpikir dewasa"ujar pak Jeje.


Diruangan itu semua keluarga triplet berkumpul bersama namun yang angkat suara hanya Risa,Pak Dimas dan Pak Jeje saja jika yang lain angkat bicara,maka yang dibicarakan yang tadinya serius malah akan berdebat ria.


"Tidak perlu berterima kasih om,sudah seharusnya saya bersikap begitu disini yang salah papah saya sama kakak saya,saya tidak berhak marah sama triplet ataupun om dan keluarga,yang seharusnya marah om dan keluarga terhadap saya" ujar Risa sendu.


"Kenapa kami harus marah sama kamu nak?,kamu ga salah seperti yang kamu bilang tadi yang salah itu papah sama kakak angkat kamu,,ah maaf om sudah tau tentang kamu karna om selalu menyelidiki semua orang yang dekat dengan triplet,,,om gamau sampai mereka terluka,maaf ya nak padahal ini privasi kamu" ujar Pak Dimas jujur.


Keluarga triplet memang selalu menyelidiki semua yang berhubungan dengan triplet saking sayangnya pada mereka agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan kedepannya padahal jika allah sudah memberikan ijin maka orang itu akan mendapatkannya,entah itu bencana atau kebahagiaan.


Mereka hanya berusaha dan berdoa setelahnya hanya berserah diri pada allah.


"Saya tidak tahu harus apa om,tapi saya merasa tidak terganggu sama sekali untuk masalah itu hanya saja saya takut triplet tidak mau berteman lagi sama saya" jawab Risa memang tidak mengerti bagaimana rasanya dikhawatirkan orang tua,sudah lama rasa itu sudah tidak ia rasakan sejak umur tujuh tahun.


Risa tidak terganggu untuk itu karna memang ia anak yang tidak diinginkan hanya saja takut jika triplet menjauh darinya hanya triplet temannya selama ini,jika mereka pergi memang tidak masalah itu artinya mungkin ris akan sendiri selamanya,mungkin.


"Kamu tidak perlu takut,triplet memang pemilih dalam berteman namun jika sudah nyaman dan percaya mereka akan ada buat kamu apapun keadaan kamu kecuali kamu rusak rasa percaya mereka maka kamu ga akan punya kesempatan untuk kembali berteman" ujar Pak Dimas dimengerti Risa.


"Ini yang dibahas hal sedih mulu dah perasaan mending dugeman ga tuh la?" celetuk Antariksa membuyarkan obrolan yang menurutnya mengandung bawang.


"Setuju sih tapi takut dosa,om sih bawaannya kesesatan mulu" cibir Naila membuat antariksa mendengus.


"Heh gue mending cuma ngajak doang kan yang lakuin elo berarti yang dosa elo dong,berarti elo yang bawa kesesatan la!" cibir Antariksa membalas.

__ADS_1


"Yakan om yang ajak berarti om juga terseret dosanya"


"Idih ogah,mending sini gue tranfer dosa gue sama lo la biar dosa gue berkurang"ujar Antariksa," Lo juga ta sini!,gue mau tranfer dosa gue sama lo berdua biar kalo gue innalillahi bisa langsung masuk syurga ga perlu hisan dulu".


Naila dan Nirbita mendengus mau dijadikan tampungan dosa om mereka,enak saja,dosa mereka aja udah bejibum malah mau ditambah,nanti pas waktu penghisaban orang-orang udah di syurga atau neraka,mereka masih dihisab karna dosa om berondong yang ditransfer pada mereka,enak saja!.


Setelah mendengus dua gadis sekilas mirip itu beradu tatap lalu tersenyum culas seolah merencanakan penyerangan lewat tatapan,mereka lalu menganggu dan menatap antariksa dengan senyuman lebar,"Aebelum om tranfer dosa om sama kami,kami tranfer duluan dosa kami sama om"ujarnya sebari berlari kearah Antariksa yang duduk disamping Rangga.


Naila dan Nirbita berlari menubruk tubuh Antariksa tidak berperasaan,"Woy berat woy!"teriaknya terpendam tubuh Nirbita dan Naila yang menindihnya tanpa ampun.


"Mampu!" ejek Rangga dan Naya sedangkan Risa hanya kicep dan para orangtua hanya menghela napas lelah dengan tingkah mereka,pembicaraan serius pun berakhir dengan pertengkaran antara Antariksa,Naila dan Nirbita.


.


.


.


Antariksa kembali dari supermarket, setelah mengobrol dengan keluarga triplet remaja itu membawa kabur Risa dari rumah itu walaupun dikejar Naila dan Nirbita tapi tidak menyerah begitu saja dan berhasil membawa risa pergi menggunakan motornya.


Disinilah mereka sekarang ditaman dekat supermarket,risa tersentak ketika merasakan dingin dipipi sebelah kanannya,Risa melirik disana ada Antariksa yang tengah tersenyum sebari menunjukan eskrim yang ia beli.


"Nih makan dari pada bengong" ujarnya diterima Risa.


"Makasih kak"


"Hmm" tidak ada pembicaraan lagi setelah itu mereka memakan eskrim dalam diam sampai habis barulah Risa menoleh menatap wajah Antariksa.


Antariksa ikut menoleh mereka beradu tatap,"Kenapa liatin kaya gitu terpesona ya?,iya sih kayanya,akukan ganteng"narsisnya kumat.


Risa terkekeh,"Iya kakak emang ganteng "jawabnya membuat Antariksa berdehem.


"Khmm jujur banget sih guekan jadi salting "gumannya lirih.


"Kakak ngomong apa?" tanya Risa mendengar gunakan Antariksa namun tidak jelas entah mengatakan apa.


"Ah engga"


"Boleh tanya ga kak?" tanyanya.


Antariksa mengangguk cepat,"Gausah nanya dulu langsung ungkapin aja,aku pasti jawab jujur ko"


Risa tersenyum mendengarnya,"Aku mau tau kenapa kakak selalu bersikap baik sama aku?,padahal selama ini aku selalu menghindar dari kakak"


Antariksa menghela napas,"Karna itu kamu Risa"jawabnya membuat Risa bingung.


"Aku ga ngerti kak,dari kemarin kakak jawab,karna itu kamu,mulu kalo ditanya kenapa kakak baik sama aku" ujar Risa kurang puas dengan jawaban Antariksa.


Antariksa dan Risa sudah mengenal sejak kejadian gadis pohon jambu waktu usia Risa delapan tahun dan Antariksa sembilan tahun,mereka berteman bersama triplet,walaupun tidak lagi bertemu triplet karna triplet mendapatkan musibah,Risa masih bertemu dengan Antariksa,namun setelah Aleta tau Risa memiliki teman gadis itu semakin mengganggunya,,Aleta terus saja menggagunya dan berakhir risalah yang dihukum ayah mereka.


Dari sana Risa mulai menjauh dari Antariksa karna tidak mau diganggu Aleta dan mendapatkan hukuman dari ayahnya,,,tapi Antariksa selalu ada untuknya,,disaat dirinya merasa sendiri ada Antariksa yang menerimanya,memberikannya sandaran,menerima keluhannya.


Tapi dengan tidak tau dirinya Risa tetap menjauh karna masih berharap mendapatkan kasih sayang sang ayah dengan cara menuruti keinginan Aleta yang malah menyukai Antariksa..


Lantas mengapa Antariksa yang bukan siapa-siapa sebaik ini padanya sedangkan orangtuanya malah membencinya,mengapa?.


Antariksa tersenyum lalu mengalihkan tatapannya pada langit biru padahal semalam hujan deras,"Aku ga punya jawaban lain selain itu sa,mungkin jika itu bukan kamu aku ga bakal repot-repot"ujarnya menatap langit dengan senyum tipis,"Aku gabisa liat kamu sedih,aku ga bisa liat kamu kecewa tapi aku cuma bisa mandang kamu dari jauh demi jaga kamu,,biar kamu ga disakitin aleta terus,,aku tau sa kenapa kamu gamau deket lagi sama aku kaya dulu pas bareng triplet karna kamu gamau diganggu aleta trus dan berakhir dihukum papah kamu,,,makanya aku juga jauhin kamu tapi saat kamu sedih kaki aku melangkah sendiri kehadapan kamu"


"Aku ga kuat liat kamu sedih rasanya ingin memeluk kamu memberikan sandaran" Antariksa menjeda ucapannya untuk menghela nafas.


"Aku suka sama kamu sa,tapi jikapun hanya bisa sebagai teman aku gapapa setidaknya jangan pernah anggap kamu sendirian sa,ada aku,kamu bisa bersandar sama aku tolong sa anggap aku ada dalam hidup kamu setidaknya itu bisa meredakan rasa khawatir aku sama kamu, walau hanya sebatas teman" ujarnya kini menatap Risa penuh sendu.


"Kakak kenapa bisa suka sama aku?" tanya Risa mereka kini beradu tatap untuk mengungkapkan kejujuran dimata yang mereka pancarkan.


Mulut bisa berbohong tapi mata tidak bisa.


Antariksa menggelengkan kepala tak melepas tatapan mata mereka bukan untuk menghipnotis,namun jika bisa akan Antariksa hipnotis Risa agar mencintainya,eh.


"Aku gatau kenapa,yang aku tau cinta tak butuh alasan,katanya cinta datang tanpa diundang kaya jalangkung,cinta juga tidak bisa milih sama siapa kita jatuh cinta,seseorang hanya bisa menyadari cinta itu,jika tidak bisa memiliki dan mengikhlaskan nya asal orang yang dicintai bahagia itu disebut mencintai dengan tulus,,,,jika ingin memiliki bukan cinta namanya tapi obsesi" jawabnya.


"Kalo kakak gimana?,cinta atau obsesi? " tanya Risa memastikan.


"Cinta" jawab Antariksa percaya diri,"Gue iklas kalo kamu ga mau sama gue asal kamu bisa bahagia,,melihat kamu bahagia sudah cukup buat aku"jawabnya penuh yakin walau hatinya terasa sakit memikirkan dirinya tidak bersama risa tapi tidak apa,mereka masih bisa berteman.


Risa mengangguk paham lalu mengalihkan pandangan menatap taman.


Antariksa menjadi bingung dengan respon Risa,"Jadi gimana?"tanyanya memastikan.


Risa menaikan sebelah alisnya,"Gimana apanya kak?"


"Itu ungkapan cinta aku,terima ga?,aku ga nerima gantungan ya kalo nolak langsung jawab aku gapapako,asal jangan digantung aja aku bukan baju soalnya"jawab Antariksa sedikit kesal entah Risa ini paham atau tidak padahal dirinya sudah ngomong panjang lebar sesuai isi hatinya tanpa dipermak dulu.


"Kakak cuma ngungkapin perasaan doang,engga nembak aku jadi aku ga punya alasan buat jawab apapun" ujar Risa penuh arti membuat Antariksa langsung sumringah.


"Ah jadi gitu ngomong dong kalo minta ditembak dengan resmi kan aku jadi degdegan ngomongnya" ujar Antariksa dengan senyum lebar namun hatinya dagdigdug ser jantungnya serasa lagi dugeman mandiri dalam tubuhnya.


Jantung ga tau diri seharusnya kalo mau dugeman tuh tau tempat elah,ini malah dirinya gugup mau nembak Risa, dor,eh bukan nembak gitu magsudnya.


"Gimana ya,aku bingung mau ngomong apa,Kata-kata diotak aku bertebaran dibawah kayanya perlu aku pungut dulu," gugup Antariksa sehingga otaknya ngeleh ga kepikiran satu katapun.


Risa terkekeh melihat tingkah lucu antariksa ternyata pria bobrok itu bisa gugup juga.


"Kalo mau mungut dulu ya silahkan tapi aku mau pulang"


"Eh jangan!,diam disini,aku mau ngomong,,bentar" ujar Antariksa benar-benar gugup bahkan sampai memalingkan wajah untuk menarik napas dan membuangnya agar lebih tenang.


Tenang kaga lebih gugup iya.


"Huaaaa gue jadi gugup banget giniiii" ingin sekali Antariksa berteriak seperti itu tapi untuk menjaga imega ia harus so coll aslinya ketar ketir.


"Khmm" Antariksa berdehem jika menuruti kegugupan nya maka tidak ia tidak akan menembak Risa sekarang juga,jika tidak sekarang maka bisa jadi tidak ada kesempatan lain, dan bisa aja Risa jadian duluan dengan orang lain,setidaknya jikapun ditolak ia sudah berusaha,masalah hasil belakangan saja.


"Risa aku suka sama kamu tanpa alasan,kamu mau ga jadi pacar aku?"ujarnya cepat bahkan tidak sanggup membuka mata untuk menatap Risa.


Antariksa masih memejamkan mata dengan was-was menunggu jawaban Risa,ayolah cepat jawab Antariksa sudah merasa ingin pingsan sekarang juga.


Antariksa tidak mendegar suara Risa entah ya atau tidak,tapi tubuhnya ditubruk sesuatu hingga hampir terjengkang tidak bisa menyeimbangkan diri tapi untungnya tidak sampai jatuh,,,dirinya merasakan rangkulan ditubuhnya entah dari siapa,,tapi dirinya sedang bersama Risa,,apa Risa memelukanya?.


Takut-takut antariksa membuka matanya dan benar tubuh risa tengah memeluknya," Sa ko kamu malah peluk aku si?,ini gimana jawabanya."


Gen keluarga triplet memang bagus,tapi tidak ada yang sempurna begitupun mereka,otak mereka kadang ilang diwaktu penting.

__ADS_1


__ADS_2