DIARY TRIPLET N

DIARY TRIPLET N
Nyolong sendal


__ADS_3

Melihat Rezaldi yang terjungkal hampir terjatuh ulah Devan membuat teman-temannya terbahak kecuali sang ketua.


"Gausah banyak gaya makanya"cibir Aril terbahak.


"Bahkan pantat wajan lebih enak dipandang sih dari pada muka playboy cap kadal itu"cibir Farel menunjuk Rezaldi dengan bibir.


"Anje*g ya kalian!,bangsa*t lo Dev dorong-dorong gue!"dengus kesal Rezaldi sebari menendang kaki Devan yang langsung menghindar.


"Pantat wajah disamain kaya muka gue merasa terhormat tuh pantat wajan disamain sama cowo ganteng seantero negara kaya gue"ujar Rezaldi menggebu.


"Gue yakin pantat wajan merasa jijik disamain sama playboy cap kadal"cibir Bintang dengan wajah datar.


"Anje*g! kalian,dari pada gue gila ngadepin kalian,mending gue cari cewe bohai"desisnya menyeringgai membuat para temannya mendengus.


Rezaldi berjalan lebih dulu meninggalkan para temannya yang selalu menzholimi dirinya.


"Dede gemez "teriak Rezaldi melihat Naila dilain arah dengan berjalan menghentakan kaki dengan wajah cemberut.


"Eh dede gemes kenapa mukanya ko ditekuk gitu?,ada yang jahatin kamu?siapa bilang sama kakak biar kakak kasih pelajaran mana bilang siapa orangnya" oceh Rezaldi didepan Naila sebari menoel hidung gadis itu dengan gemas.


Naila mengusap hidungnya kasar mencoba menghilangkan bekas sentuhan playboy cap kadal itu sebari mendengus,"Gausah sksd"desis Naila tajam lalu meninggalkan Rezaldi.


Hhhhhhh


Suara tawa terdengar dari belakang disana ternyata teman-teman Rezaldi menyaksikan semua itu.


"Mampus!"cibir mereka serempak kecuali sang ketua.


"Ngena gitu kena jantung"ledek Devan.


"Tertusuk bagaikan panah-panah cinta"kini Aril meledek dengan dramatis sebari memegang dadanya.


"Naya salut gue sama ade lo"ujar Farel melihat Naya yang berjalan mendekat.


"Ade gue gituloh"ujar Naya songong sebari mengibaskan rambutnya ke belakang.


"Nyesel gue ngomong gitu!"desis Farel.


Naya melanjutkan langkahnya menyusul naila kekantin,sesampainya disana suasana tengah ramai terlihat naila sedang celingak-celinguk.


"Nyari apa?"tanya Naya membuat Naila terperanjat kaget.


"Astagfirullah,kakak ngagetin ajasih"kesal Naila hanya membuat Naya memutar matanya.


"Kamu pesen makan aja biar kakak yang cari kursi"usul Naya yang menebak sendiri kalo adiknya itu sedang mencari tempat duduk.


"Oke,kakak mau dibeliin apa?"tanya Naila sebari menatap wajah kakaknya.


"Bakso"jawabnya sebari celingak-celinguk mencari meja kosong disana hanya ada satu meja yang kosong,sebab tidak ada yang boleh menepati tempat itu selain geng inti ALGASKAR.


Suara ricuh dikantin tiba-tiba menjadi hening melihat kedatangan geng inti ALGASKAR,serbuk berlian yang begitu diidolakan siswi-siswi.


Mereka melihat serbuk berlian berjalan begitu indah,kericuhan memang terhenti dikala mereka datang namun mereka sendirilah yang membuat kericuhan.


Para siswi-siswi hanya berani mencintai dalam diam untuk ketua geng itu,Gara Gavion sangat tidak suka didekati wanita bukan berarti dia belok hanya saja dia memiliki prinsip,jika dia suka maka dia yang akan mengejar bukan dikejar sebab bukannya suka ia malah terganggu,dan akan menghancurkan penggangu itu.


Mereka lebih suka menggoda Rezaldi yang lemah iman eh magsudnya playboy cap kadal hampir semua siswi disini adalah mantannya.


"Nyari apa lo Nay?"tanya Farel sebari merangkul pundak Naya membuat penghuni kaum wanita dikantin menatap tajam gadis itu.


Dengan kasar Naya menyentak tangan Farel di pundaknya"Meja kosong"ujarnya.


"Lo ga buta kan noh kosong "ujar Farel pedas sebari menunjuk meja kosong milik gengnya dengan bibir.


Warga sekolah sudah mengetahui hubungan Farel dan Naya sebagai sahabat dan sejak Naila dan Nirbita sekolah disini mereka juga baru tau bahwa,Naya yang pendian ternyata bisa bersikap receh jika bersama dua saudaranya,dia paling waras oke!.


Saat dulu sebelum Nirbita dan Naya naik kelas menjadi sma,Naya yang satu tahun lebih dulu sekolah dikenal sosok pendiam,suka berbicara pedas tidak suka bergaul kecuali bersama Farel.


"Gue colok tuh mata" pedas Naya sebari mempragakan tangan untuk mencolok mata Farel,"Biar elo ya buta"


"Colok aja neng matanya biar ga jelalatan"ujar Rezaldi sebari merangkul pundak Naya membuat gadis itu menatap tajam.


"Lo aja yang gue colok sini!"desis Naya sebari mendorong tubuh Rezaldi dari dekatnya.


"Ih abang mah mencolok neng bukan dicolok"ujar nya tersenyum mesum membuat Farel menatap tajam pria itu lalu menutup telinga Naya.


"Gausah mesum loh,nih bocah otaknya koslet makin mereskah denger kemesuman lo"ujarnya.


"Neng naya mending sama abang Aril aja sini sama mereka mah bakal ga waras"ujar Aril sebari menarik kerah belakang baju Naya.


"Gausah sok kenal deh"desis Naya sebari menatap tajam pria itu.


"Hhhhh sok kenal dong"cibir Devan, "neng namanya Naya kan?,kenalkan nama aku Devan GIANIO salam kenal" sambungnya tersenyum.


"Naya Bunga"jawabnya membalas senyuman Devan.


"Aga lain emang nih cewe"guman Aril melihat tingkah Naya yang tiba-tiba tersenyum padahal detik tadi gadis itu marah-marah padanya.


"Bukan aga lain!,emang lain tuh bocah!,gausah ganggu triplet deh demi menjaga kewarasan!"ujar Farel mendengar gumanan Aril.


"Neng Naya duduknya sama aa Devan aja dimeja itu yu"ajak Devan.


" Emang boleh?"tanya Naya.

__ADS_1


"Boleh kan bos?"Devan menatap sang bos yang ternyata sudah duduk dimeja mereka bersama Bintang,"Eh anjiir mereka udah duduk ternyata"


Berakhir mereka duduk bersama dimeja yang suka ditempati anggota inti ALGASKAR, Naya dan Naila disorot tajam penghuni kantin bernama wanita,mereka iri dengki dengan keberuntungan kedua kakak beradik itu yang menjadi wanita pertama yang duduk di kursi anggota ALGASKAR dan duduk bersama mereka.


Naila dan Naya sendiri tidak memperdulikan tatapan tajam itu,mereka bahkan tidak merasa istimewa bisa duduk dengan kumpulan serbuk berlian itu mereka hanya terlihat biasa saja,bahkan Naila terlihat tidak senang dengan wajahnya yang ditekuk.


"Neng Naila kenapa wajahnya dari tadi ditekuk gitu?,kaya lagi mikirin utang aja"tanya Rezaldi tidak kapok namanya juga playboy cap kadal.


"Gue hampir lupa"pekik Farel dijadikan atensi mereka.


*Lo lupa apasi anj*ng ngagetin aja"sentak Rezaldi mendorong kepala Farel dengan kasar.


"Gausah dorong kepala gue!,gue gamau bego kaya lo"desisnya menatap tajam Rezaldi.


"Lo dari dulu bego ya anje*ng!"


"Udah kalian itu sama-sama bego ko"ujar Bintang diangguki setuju Devan dan Aril.


"B*ngs*t lu"umpat keduanya terhadap Bintang yang hanya mengedikan bahu acuh.


"Naila flores !"panggil Farel.


"Apa!"sentak Naila dengan wajah yang sejak tadi ditekuk.


"Gausah ngotot dong jawabnya"


"Kamu,aku jawab aja udah harus bersyukur,ga bersyukur banget sih jadi orang,kamu itu orang ga penting! "Desisnya tajam membuat ar


Aril,Rezaldi,Devan terbahak.


"Eh engga deh kamu itu orang yang penting ko buat hidup kami" ujar Naila meralat ucapannya.


"Penting jadi apanih?"tanya Rezaldi menyelidiki teman dari temannya ini memiliki mulut yang pedas dengan wajah polos.


"Badut"ujar nya membuat Farel uring-uringan dan teman-temannya terbahak kecuali Gara.


"Gue ini agen pinjeman lo ya!,gatau diri banget lo setiap hari minjem duit gue juga,yang kemaren belom lo bayar ya!"sentak nya


" Pelit amat sih cuma dua ribu doang"cibir Naila kembali memakan pesanannya.


''Duit segitu doang lo permasalahin!"cibir Rezaldi.


"Dua ribu pala lo!,hutang lo itu gocap cil,gocap,lima puluh rebu"ujar nya menggebu.


"Ko gede amat,perasaan kemaren pinjem nya dua rebu masa sama temen sendiri pake bunga sih?,gabaik tau pake bunga segala ininih contoh remaja ga pernah kemasjid"oceh Naila tak kalah menggebu.


"Heh Naila Flores gue gini-gini rajin kemasjid,itu hutang lo ga pake bunga,emang segitu!"


"Kalo ga pake bunga kenapa bisa berubah dari dua ribu jadi gocap?"selidik Naila.


"Nambah ila nambah,lo minjem dua ribu itu kemaren,belum seminggu yang lalu,dua hari yang lalu"dengus Farel menggebu bertengkar dengan gadis paling lain diantara yang lain membutuhkan tenaga ekstra,"Totalnya gocap,gue gamau tau pokonya lo harus bayar titik! "


"Gue juga gamau tau gue gabisa bayar titik!"jawab Naila menggebu membuat Farel membola.


"Gabisa bayar?,lo bilang ga bisa bayar,lo itu adik dari seorang ceo masa segitu doang lo ga bisa bayar sih,kakak lo itu kaya"dengus Farel.


"Udah sih ikhlasin aja cuma gocap juga"cibir Aril membuat Farel menatap tajam temannya itu.


"Cuma lo bilang?,heh anj*ng tuh duit gocap bisa buat beli bensin,,"ujar nya menggebu.


"Lo pelit banget si jadi orang,orang pelit kata guru ngaji gue kuburannya sempit"ujar Devan membuat Naila mengangguk.


"Tuh dengerin kak siapa namanya?"tanya gadis itu.


"Devan"


"Iya,tuh dengerin kata kak devan,kalo pelit kuburannya sempit,kak sosis gamau kan kuburannya sempit?,nanti susah gerak!,sesek,pengep,gelap"oceh nya membuat Farel mendengus.


"Heh cil namanya dikubur pasti gelap,sesak gimana sih"


"Ini nih otaknya cuma sepersatu,pergi kemasjid abis solat ngacir nyolong sendal bukannya ngaji,abis subuh orang-orang dengerin tausiah malah tidur dimasjid,kamu itu mau jadi apa kak sosis?,hidup kakak tuh ga bermutu sekali,denger nih!"oceh Naila disetop Farel tidak terima sedangkan teman-temannya kecuali Gara menatap Farel penuh selidik.


"Heh cil fitnah aja jadi orang,yang ngacir nyolong sendal sama tidur dimasjid itu bukan gue ya!,tapi si Davri sama si Wahyu"ujar nya menggebu.


"mengkambing hitamkan orang lain,gue liat ya pas lo nyolong sendal!"cibir Naya menyetujui ucapan sang adik tadi.


"Ouh jangan-jangan sendal gue ilang dimasjid waktu itu lo juga yang nyolong"Aril menatap Farel penuh selidik.


"Kapan anji*r,gue aja baru tau lo pernah kemasjid"


"Sekate-kate mulutnya gue gini-gini rajin kemasjid ya,kalo engga burung pencetak anak gue disunat ulang sama si maya "jawab Aril menggebu.


"Sama ema sendiri lo panggil nama anji*r ga sopan" cibir Devan membuat Aril memukul mulutnya pelan.


"Ulah lo nih"tunjuk nya pada Farel.


"Gue aja terus gue,iya gue salah terus salah terus,terus salah"ujar Farel menggebu kesal.


"Makanya ngaku kalo kakak pernah nyolong sendal dimasjid!"desis Naila membuat Farel terdiam.


"Kapan sih gue nyolong sendal?"tanya Farel frustasi sebab ia tidak merasa pernah melakukan apa yang dituduhkan pembuat rusuh itu.


"Waktu itu kakak pas salam langsung lari pulang ga wirid dulu!"ujar Naila membuat Farel mengingat kejadian itu dan menggaruk rambutnya tidak gatal.

__ADS_1


"Udah inget?"cibir Naya melihat gelagat Farel yang terlihat mengulum bibir.


"Waktu itu gue kebelet pup,gue asal aja pake sendal dimasjid gatau punya siapa"jawabnya cengengesan dan dihadiahi dua pukulan di kepalannya dari Naya dan Rezaldi.


" Itu sendal bapak gue!"sengak Naya membuat mereka terbahak kecuali,kalian pasti ingatlah si paling diam.


Meja yang biasanya dirusuh oleh tim inti geng ALGASKAR kecuali sang ketua yang selalu stay cool kini bertambah rusuh dengan kehadiran triplet tanpa Nirbita,keduanya membuat Farel uring-uringan karna beberapa aibnya dijadikan pembicaraan mereka.


"Stop!,bisa ga lo berdua diem,astagfirullah,iya gue iklasih tuh utang asal lo berdua diem,gue malu anji*r"frustasi Farel yang terus dijadikan bahan pembahasan mereka.


"Dil"jawab Naila sebari membuat gerakan mengunci bibirnya.


"Nirbita kemana?"tanya Gara membuat mereka langsung menatap remaja itu.


"Eh ternyata bos dari tadi sama kita toh gue kira udah digondol janda sebelah"cibir Rezaldi berani karna ia duduk paling jauh dari ketuanya itu,jika tidak bisa di geprek.


"Si bos bisa jaga diri emangnya lo,orang gila aja lo embat"cibir Aril.


"Apalagi janda bohai,montok,aduhai hiaaaaaa"oceh Rezaldi mesum membuat Farel mendengus dan menggeplak kepala pria itu dengan kencang itung-itung balas dendam tadi.


"Sakit anji*g"gerutunya.


"Gue udah bilang mulut lo jaga di depan mereka,otak mereka itu ibarat kabel kusut merocos kemana-mana,sekalinya tersambung langsung meledug"dengus Farel menggebu.


"Nirbita kemana"tanya Gara membuat mereka terdiam.


"Bolos"jawab Naya jujur.


"Hah si ita bolos?"tanya Farel di iyakan naila dan naya dengan anggukan kepala,"tumben kalian ga ikut?"


"Ga di ajak!,kak ita bolos nya ga solidaritas ga ngajak-ngajak"oceh Naila kembali cemberut.


"Ouh jadi muka lo yang ditekuk gara-gara ga di ajak bolos iya?"selidik Farel.


"Iya, kak ita bener-bener emang menjadi sodara ga solidaritas banget,padahal semboyan kita tuh tentang solidaritas"oceh Naila menggebu.


" Emang semboyan kalian apa? "Tanya bintang seolah perwakilan dari teman-temannya.


" Bersatu kita teguh bercerai cari yang baru"


Doeng


Mereka saling tatap lalu menggaruk rambut mereka yang entah gatal atau tidak kecuali Gara yang diam memikirkan seseorang yang tadi ia tanyakan.


"Dia bolos kemana?"guman Gara dalam hati dengan cemas terakhir kali bertemu gadis itu tengah menangis.


Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan seorang pria yang berlari kearah meja geng inti ALGASKAR.


"Bos-bos"ujar nya terengah-engah sebari menumpa tangannya dipaha sebari mengatur nafas.


"Lo kenapa?abis dikejar anjing lo?"tanya Rezaldi menatap pria itu.


"Mana bisa dikejar anjing,orang anjingnya baru nanya tadi"ujar Aril membuat Rezaldi menatap tajam pria itu.


"Dilapangan "ujar nya terengah-engah.


"Dilapangan kenapa?,ada bidadari turun dari langit?" tanya Aril membuat Rezaldi berbinar.


"Emang iya?,wah bidadari mau nyamperin gue pasti"ujar nya.


"Iya bikin lo bonyok,"ujar pria yang menghampiri mereka seumuran dengan mereka,"itu dilapangan ada geng orion nyariin bos"sambungnya membuat deng inti ALGASKAR berdiri dari duduk nya dan melegang pergi.


"Abang pamit sebentar yah neng-neng,kalian gausah nyusul abang pasti balik lagi ko"oceh Rezaldi sebelum pergi.


"Lo ga nyusul?"tanya Naya melihat pria yang tadi memberitahu geng inti ALGASKAR tentang kehadiran musuh mereka malah duduk.


"Bentar mau minum dulu haus abis lari"jawabnya lalu minum minuman yang berjejer dimeja tanpa peduli milik siapa.


"Dah neng kita cansel dulu kenalannya aa mau tugas negara dulu "oceh nya melegang pergi.


Dan ternyata kini kantin menjadi sepi mereka terlalu kepo dengan urusan dua geng bermusuhan  itu hingga ingin melihat langsung.


Kayanya sekolah widudarma penuh dengan manusia sepesies langka!.


"Mau nyusul ga?" tanya Naya melihat kearah naila.


"Engga mau,ngapain palingan nanti mereka tauran,kan kata abang gaboleh liat yang tauran kalo liat harus menjauh"oceh nya.


"Nyusul ita magsud kakak"ujar Naya membuat mata Naila berbinar.


"Beneran?"tanyanya penuh selidik.


"Iya,kakak liat di foto yang ita kirim kayanya dia lagi seru-seruan disawah orang,dia juga udah kirim lokasinya dimana"


'Kalo gitu ayo kak,kita cus bajak sawah orang"seru Naila bersemangat.


Di belakang sekolah Naya dan Naila tengah memanjat dinding untuk bolos sedangkan di lapangan depan perseteruan tengah dimulai.


"Woy ngapain lo datang kemari hah?"teriak Rezaldi sebari menghampiri geng orion yang selama ini menjadi musuh mereka.


"Gue datang kesini mau nantang bos lo yang bisu itu buat balapan!"cibir Jastin sang ketua orion.


"Berani banget lo ngatain bos gue bisu hah!"teriak Rezaldi sebari menarik kerah Jastin.

__ADS_1


"Emang gue salah? "Tanyanya dengan wajah songong," bos lo itu selain pengecut juga bisu"


Bug


__ADS_2