
Tidak tahu malu.
Itulah sifat Gara saat ini,sudah di usir secara terang-terangan maupun sindiran tetap saja remaja itu datang.
Menyebalkan.
Rangga sudah jengan mengusir remaja itu tapi malah dianggap angin lalu emang bocah kurang ajar andai saja jika istrinya tidak menegurnya untuk membiarkan Gara tetap disana sudah Rangga buang itu cowo kelautan!.
Rangga bisa saja kekeh mengusir Gara dari rumahnya tapi kali ini tidak bisa sayang,mengingat istrinya positif hamil kata dokter, katanya kalo keinginan orang hamil tidak diturutin bisa-bisa anaknya nanti ileran,iwueh,tidak boleh!.
Diotak Rangga sedang menyusun cara licik untuk membuang Gara tanpa diketahui siapapun begitupun Antariksa,dua pria itu tengah berpikir sama agar bisa menyingkirkan pria-pria yang dekat dengan sodara mereka itu.
"Enak banget ya,yang ngaso dirumah orang mana nganggap rumah sendiri lagi" sindir Rangga.
"Abang lagi nyindir om Tarik ya?" celetuk Nirbita membuat Antariksa melotot.
"Lah ngap,ngapa gue dibawa-bawa?"ujar Antariksa tidak terima,kan yang disindirtuh Gara ngapa dia yang disebut,keponakan siapa sih ini,perlu banget dipertanyakan!.
"Iyakan om tinggal di rumah abang mana nganggap rumah sendiri padahal numpang" ejek Nirbita.
"Gatau diri emang" cibir Gara menimpal,"Contoh manusia yang harus dihempaskan"lanjutnya menyebalkan.
"Disini yang harus dihempaskan itu elo!,masih mending gue sodaranya abang Rangga lah elo siapanya?,hellow balik sana!"usir Antariksa memekak telinga,gaterima dong dikatain gatau diri ya walau emang begitu sih,tapikan ia lebih berhak berada disini kebanding gara.
"Betul"tentu saja Rangga setuju jika Antariksa mengusir Gara,mereka itu satu tim!," Usir Gara dari rumah ini,usir!"teriak Rangga berkomando.
"CALON IPAR" jawab Gara bikin emosi dua pria itu melonjak dong.
"Usir" teriak Antariksa menimpal sebari mengangkat tangannya ke udara dengan lengan mengepal.
"Usir Gara dari rumah ini!"
"Usir!"
"Usir Antariksa dari rumah ini!"teriak Gara.
"Usir"timpal Antariksa lalu bengong," Bego lo yang diusir ngapa gue"rutuknya.
"Ah elah dua-duanya aja biar sekalian" ujar Rangga lalu kembali berkomando,"Usir Gara Antariksa dari rumah ini"kedua pria yang diteriakan nama mereka memilih diam.
"Usir"malah Nirbita yang menyaut.
"Usir Gara Antariksa dari rumah ini!"
"Usir"
Gara dan Antariksa tiba-tiba saling tatap mereka mengangguk dan berteriak,"Usir bang Rangga dari dunia ini usir!"teriak mereka membuat Rangga tersungut-sungut.
Apa-apaan ngusir dia dari dunia ini,disuruh mati gitu?,seenak udel itu cocok ngomong,minta di hempaskan mereka ini!.
Rangga emosi tentu saja didoakan meninggal siapa yang ga emosi coba,dia tuh baru mau jadi papa baru kalo dia meninggil istrinya jadi jendol dong alias janda behenol ntar anaknya lahir tanpa bapak dong,udah kaya anak haram aja,astagfirullah,dua bocah itu yang harus Rangga bumi hanguskan sekarang juga!.
Rangga menyisingkan lengan bajunya dengan tergesa sebari berdiri dari duduknya dan menatap tajam kedua remaja yang sepakat mengusirnya dari dunia ini,menyadari alarm kebakaran eh alarm berbahaya menyala dikepala mereka,kedua remaja itu bangkit dari duduk mereka sebari memperhatikan gerak-gerik Rangga yang kaya orang kerasukan,siap menumbalkan korbannya.
"Kabur" teriak keduanya berlari menghindari Rangga yang siap membumi hanguskan dua bocah minta dihajar itu, Rangga tidak akan melepaskan mereka oke!.
"Sini lo berdua woy!"teriak Rangga mengejar mereka penuh kekesalan hari ini detik ini pokonya dua bocah itu harus ia dapatkan jika tidak Rangga tidak bisa tidur nyenyak!.
Nirbita mendengus,"Abang yang mulai dia yang emosian,keluarga triplet emang penuh drama"gumannya menilai sebari memakai camilan yang Gara bawa saat datang ke rumahnya.
Ogah jika harus ikut-ikutan main kejar-kejaran kaya mereka,cape besty mending rebahan sambil mandengin tv gitu nonton drakor ditemanin banyak jajanan.
Nirbita beralih ke ruang TV seperti katanya tadi mending nonton drakor aja daripada pusing-pusing mikirin tingkah laku tiga cowo tadi yang kayanya umur mereka perlu dipertanyakan, kekanak-kanakan!.
Tak lama Nirbita rebahan disofa depan TV sebari memegang remote,terdengar suara orang masuk kedalam rumah sengaja menimbulkan suara agar menyadari kedatangan orang itu.
"Asalamualaikum"
"Waalaikumsalam" jawab Nirbita lirih cape besty kalo teriak-teriak kan yang penting salamnya dijawab..
"Sepi gaada orang"ujar Vania minta ditampol ga sih,kalo sepi semua orang juga bisa tau kalo tu tempat gaada orang,,emang ya kebanyakan bergaul sama Farel b*gonya nular.
Naya mendengus,"Ckckck pelet Farel belum juga lepas" ujarnya lantang menatap Vania dengan tatapan mengasihani.
"Lah bener juga,gue juga heran ngapa gue suka sama tuh calon mantan OSIS" ungkap Vania bingung, jujur loh dia kenapa bisa suka gitu sama Farel sampe dedemian neror Naya karena cemburu melihat kedekatan mereka.
"Lah situ aja heran apakabar dengan kami" ujar Sherli.
"Emang kalo suka sama seseorang harus ada sebab ya?"celetuk Rini mengedip bingung disana tidak ada Naila,kenapa?.
Karena tadi mereka berpapasan dengan Rangga yang tengah mengejar Antariksa dan Gara sebari memegang sandal jepit sesekali melempar kearah dua pria itu,dan Naila malah ikutan dong dia pikir mereka lagi main baling sendal,ituloh permainan anak-anak di film si kembar botak.
"Ya iyalah bege masa yaiyadong!,lo pikir bisa ujuk-ujuk suka gitu?,kaga!,nih ya kalo lo tiba-tiba suka pada pandangan pertama karena apa?,pasti kerena mukanya yang ganteng, noh dari sana aja udah ada sebab,paham ga lo?"saut Tara agak kesal nih temennya satu emang beloon dari sononya jadi tolong maafkan ya pemirsah.
Rini nampak termenung lalu mencibir," Tara so banget ngasih tau padahal kamu aja masih jomblo ga ada yang suka,so soan ngasih tau,mending tanya Risa sama kak Vania aja yang jelas udah punya pacar"ujarnya memang minta ditampol tuh bocah dungu.
"Waelah lo ngatain gue!,gue jomblo tapi gue ada yang suka ya bego!"desis Tara tidak terima dong dikatain gada yang suka nanti yang baca ngira dia ga laku lagi,enak aja ga gitu ya!.
Risa hanya terkekeh
"Ko gue kesinggung yah" guman Sherli dengarkan tadi klo Rini bilang mending tanya Risa sama Vania aja yang punya pacar,jelas dong Rini ngatain dirinya,Tara dan Naya jomblo.
"Tolong diam pemirsah adik pemilik rumah lagi bersantai tolong anj*ng peliharaan pada mingkem" teriak Nirbita lantang dari ruang TV mengatai mereka anj*ng,dilain sisi inti Algaskar dan juga Jastin yang ikut datang kerumah Rangga baru saja masuk setelah cengo melihat aksi kejar-kejaran di luar tadi.
Terlalu menyayangkan untuk tidak ditonton soalnya,kapan lagi liat kulkas tujuh pintu lari tunggang langgang mirip maling kepergok begitu,kejadian langka cuy.
Para lelaki termenung mendengar teriakan Nirbita,"Siapa yang dikatain anj*ng?"tanya Wahyu diambang pintu,mereka tuh contoh tamu kurang ajar belum disuruh masuk udah nyelonong aja,tolong dimaklum, tapi kalo Rangga engehmah ia udah minjem pistol Pak Dimas untuk mengusir mereka dari kediamannya.
Dipikir rumahnya tempat penampungan apa?.
"Anj*ng,mana anj*ngnya?,triplet pelihara anj*ng?"ujar Rini emang ga pernah peka sih.
"Lo anj*ngnya!" Maki Tara juga Sherli berjamaan sisanya hanya terbahak melihat wajah Rini yang polos-polos oon,pokonya Naila kedua ini mah.
__ADS_1
Mereka kini duduk berjamaah didepan TV sebari menonton drakor bersama dengan para lelaki juga tanpa pemilik asli rumah ini,ya Fricia sedang entah kemana Nirbita lupa dan Rangga kayanya masih asik main hehe,jadi mereka nganggap rumah sendiri aja,mana semua jajanan udah pada keluar dari penyimpanan dan bungkusnya berserakan apalagi cangkang koaci.
"Minta dibejek tuh pelakor" celetuk Risa tersungut-sungut melihat drakor yang sedang menayangkan pemeran pelakornya tengah menggoda pemeran utama.
"Bukan cuma dibejek harus dibumi hanguskan juga" timpal Vania.
"Wajar kali kalo cowonya tergoda orang pelakornya cantik begonoh,mana bahenol lagi,dadanya juga gede" bahak Rezaldi.
"Kalo manusia pedofil sih gitu,semua jenis usia diembat,emang penjahat kelamin"cibir Sherli.
"Lah gue dikatain pedofil,lo pikir gue embat anak dibawah umur?,kaga keles tante-tante lebih berpengalaman,tapi kalo lo mau gue sih ayo" ujar Rezaldi menggoda.
Dua orang itu sering kali cekcok setiap bertemu selalu menemukan topik pertengkaran pokonya.
"N*jis"jawan Sherli dengan wajah tenang tapi mengejek.
"Gue sih yakin kalian berdua jodoh" celetuk Davri membuat orang yang dimaksud menatapnya.
"Pantes lah ga ada yang bisa nolak pesona gue! " narsis Rezaldi.
"Gue nolak ya!,kaya ga ada cowo lain aja didunia ini,tuh kak Aril aja masih jomblo!,mending gue sama dia aja" ungkap Sherli menggebu hanya pada Rezaldi ia tidak memanggil pake embel-embel kak sejak pertama kali bertemu,baginya Rezaldi termasuk orang dalam daftar hitam.
"Kaya dia mau aja sama lo" cibir Rezaldi tentunya.
"Tinggal Tanya orangnya sih menurut gue" saut Naya sebari masih pokus menatap TV.
"Tumben si Naya ngomong bener,biar gue jadi perwakilan kalian bertiga,kak Aril apakah anda mau menjadi pacar dari seorang Sherli?"ujar Wahyu terdengar menyebalkan ditelinga Rezaldi maupun Sherli anehnya.
Wahyu cosplay jadi pembawa acara eh iyain ajadeh,sebari mengarahkan botol teh kedepan wajah Aril seolah itu adalah mic.
Aril mengambil alih botol yang dijadikan ala mic dan menjawab," Saya menolak dengan berat hati,mau tau alasannya?"ujarnya menjeda melihat Wahyu dan Davri saja yang mengangguk seolah yang lain tidak peduli dengan ocehan mereka.
Dan Sherli dan Rezaldi hanya menatap Aril menunggu jawaban,"Karena saya ga mau dibilang nikung temen,kan ga lucu kalo playboy galau gara-gara gebetannya diembat temen"ujarnya dengan wajah dibuat-buat semenyedihkan mungkin.
Davri mengangguk lalu mengambil botol lain untuk ia jadikan mic dan kembali bertanya,"Benarkah itu jawabannya atau lebih tepatnya anda sudah punya cemceman sendiri?"
Mereka terdengar serius tapi dan menyebalkan.
"Tentu saja jawabanya karena saya sudah punya cemceman" jawab Aril cepat.
Wahyu dan Davri mengangguk kepo jika Naila tidak ikut kejar-kejaran pasti sudah bertiga jadi emsi acara tanya jawab ini.
"Apa anda bisa mengatakan siapa orangnya?"tanya Wahyu.
Aril mengalihkan tatapannya pada salah satu gadis yang berhimpitan duduk disofa berjamaah,sofa panjang itu di penuhi enam gadis untungnya Nirbita rebahan dikarpet jika tidak kasian tuh sofa,Aril tersenyum tipis lalu mendekatkan mic nya ke depan bibir," Tara"jawabnya membuat mereka cengo lalu berjamaah mengalihkan tatapannya pada Aril.
Tak kecuali Tara,mana sesi tanya jawab tadi suara mereka lumayan kenceng lagi jelas kedengeran dong.
"Ini sesi tanya jawab jadi acara pengungkapan perasaan gitu?"celetuk Nirbita mengedip lucu.
Hening
Tara dan Aril mendadak pengen hilang aja gitu,ko rasanya dagdigdug ser lah.
Gila cape kali.
Antariksa,Gara dan juga Naila tak kalah kehausan mereka kecapean ulah mereka sendiri,keempat orang itu merebahkan diri dilantai marmer sengaja untuk meredakan keringan mereka.
"Cape banget kaya lagi lomba marathon"keluh Naila dengan napas tersenggal.
Bintang menatap Naila sedih ia sengaja ikut datang ketika teman-temannya ingin menjenguk Nirbita,alasannya agar bisa melihat Naila lebih lama aja soalnya pas disekolah Naila di monopoli Davri sama Wahyu mulu sejak tadi pagi.
Sengaja banget emang biar mereka ga deket lagi.
"Ayang aku,aku cape banget yang"keluh Antariksa menatap Risa dari tempatnya.
"Lah terus Risa harus ngapain om?,harus nelepon tukang gali kubur biar kalo menghembuskan napas terakhir liang lahatnya udah jadi" celetuk Naila.
"Diem La diem,gue cape beneran cape banget cape raga batin gue ngadapin lo" ungkap Antariksa kesel diakan pengen dimanja sama ayang,eh ayangnya masih marah kayanya dia harus segera melakukan ide dari Nirbita dah buat bujuk ayang.
Devan hanya menghela napas panjang ada rasa tidak rela gitu loh dihatinya ketika Antariksa bersama Risa tapi dia bukan siapa-siapa.
Beberapa menit berlalu naila dan Rangga emang adik kakak walau ga sedarahpun,liat aja mereka kompak bener baru aja rebahan sekarang udah ngorok aja.
Antariksa udah minggat satu menit lalu entah kemana tapi ia akan melancarkan aksinya untuk membujuk my love alias Risa.
"Jrenggg" suara gitar dipetik dengar membuat mereka tersentak dan langsung melihat arah suara.
Mereka serempak menyorot Antariksa yang tadi memegang gitar masih dengan pakaian tadi rambut pun acak-acakan tadi itu malah terlihat lebih ganteng dari biasanya,emang orang ganteng mau berpenampilan kaya gembel sekalipun tetep aja mempesona.
Suara petikan sitar gitar terdengar lagi dengan Antariksa yang berjalan mendekati Risa yang duduk disofa,mereka yang duduk disamping Risa otomatis minggat dari sana dan menatap dalam diam,mereka saling tatap seolah berkode,'dia mau apa?'.
Antariksa menatap Risa penuh sayang dan mulai bernyanyi membuat pendengarnya merasa geli sampai terbahak gila, padahal suara Antariksa merdu loh.
Sebagian dari mereka tertawa sampai berguling-guling memegangi perut asli geli banget dengernya,Rangga sama naila aja sampe kebangun loh dan Naila ikutan ngakak dong.
Antariksa mah lebay lah Risa ko rasanya malu yah!.
Geli cuy dengernya.
"Penat juga aku memujuk
Kau hilang buat aku terduduk
Janganlah marah dan merajuk
Dan kaya orang kena sambuk"
"Yang
Alo-lo-lo-lo-lo sayang
Ting-ting,tang-ting,tang-ting sayang
__ADS_1
Aku rindu sikap manjamu yang dahulu"
"Yang
Alo-lo-lo-lo-lo sayang
Simpanlah dulu rajukmu
Segala salah kuakui I'M sorry"
"Ini soal cinta dari hati
Sayang
I really,really, really, really love you"
"Geli banget n*jos"cibir Rangga nomor wahid ketika Antariksa selesai bernyanyi tanpa disadari Fricia mendengar dari awal dan berteriak.
" Aaaaa mau dinyanyiin gitu juga"pintanya berbinar senang.
Hayoloh Rangga!
Endingnya malah ngadain konser dadakan dah,ga ngadain konser aja rumah Rangga rame banget apalagi ini ngadain konser dadakan beuh untung tetangga ga ngereog ya besty.
Mereka pulang sore banget gila jam tengah enam diusir juga ga minggat-minggat sebelum mereka beneran niat balikmah,yang ga balik cuma Devan katanya mau nginep dirumah kakaknya ini.
Iyalah Devan kan sudah sodaraan sama triplet.
Sesampainya dirumah,Jastin tuh langsung rebahan dikamar sebenernya otaknya lagi maksa banget buat mikir, kusut banget suer,otak yang ga pernah di pake tiba-tiba dipaksa mikir dong kan tuh otak syok.
Jastin lagi mikirin kelanjutan ceritanya sama bapaknya,ia lah,hubungan mereka tuh lagi adem ayem walau kesannya Jastin kaga sopan sih manggil bapaknya lo gue dong,tapi kata bapaknya senyamannya aja gitu asal hubungan mereka membaik.
Otak Jastin tuh lagi kusut banget apalagi pas pertemuan sama emaknya yang udah lama ninggalin dia,ngapa si harus balik lagi,emang istilah dunia ga seluas daun kelor nyata kali ya.
Jujur sih nih perasaan si Jastin ga bisa di deskripsi kan sama kata-kata,campur aduk kaya rujak.
Pas bedug magrib baru tuh si Jastin kekamar mandi buat mandi sama wudhu lanjut solat dong ke masjid.
Pas balik dari masjid ternyata Pak Ahmad ga kemasjid dong dan ketemulah di ruang tengah,dari pada pusing sendiri Jastin milih barter kepusingan sama si bapak,mana ga ada basa basinya lagi langsung aja celetuk gitu dari pada ngiler ngidul.
"Pah tadi Jastin ketemu mantan istri situ" celetuknya kaga ada beban padahal mah ga gitu,cuman bingung aja mau manggil tuh emak apaan,manggil panggilan ibu rasanyatuh ga pantes gitu mana ada seorang ibu ninggalin anaknya demi harta cuy'pikir Jastin kesel.
Byur.
Pak Ahmad yang lagi nyeruput kopi langsung nyembur kaya bah dukun dong untung si Jastin ga duduk deket bapaknya itu jadi ga kena semburan maut,"Hah?"mungkin karena syok kali ya tuh si bapak malah ngang ngong.
"Mantan istri situ ternyata ibu tirinya orang yang kasus sama si Nirbita,adiknya Naya ituloh pah,masa lupa,dasar pikun pantesih kan udah tuir, udah dua kali sih sebenernya ketemu,waktu itu dilapas pas nganter Naya trus kedua tadi,dia mau ngobrol sama gue dong,tadinya ogah sih tapi karena si Naya maksa banget nyuruh ngobrol sama tuh orang jadi terpaksa deh" ujar Jastin entahlah terlalu awkward.
Pak Ahmad mendadak bisu bingung gitu mau gimana,"Lah situ diem bae nyawanya masih nyantol diraga ga sih"celetuk Jastin kaga sopan kayanya kesopanan Jastin dibawa kabur emaknya dah jadi begonoh sekarang sifatnya.
Pak Ahmad mendengus"Ini pembahasan serius ngapa kesannya kaya gimana gitu,ngomongnya serius bisa kan?"pinta Pak Ahmad.
"Lah serius-serius amat,kata si Naya dunia itu cuma lelucon jadi gausah dibawa serius " jawabnya.
"Astagfirullah inimah si Naya ketularan ga waras gara-gara deket sama kamu!"rutuk Pak Ahmad padahal Naya emang udah agak lain sejak orok.
"Skiplah bahas Naya nanti aja,langsung keinti deh gue tuh ngobrol sama mantan istri situ"
"Dia mamah kamu Jastin" tegur Pak Ahmad menyela Jastin hanya mendengus.
"Mana ada seorang ibu ninggalin anaknya demi kekayaan,dia doang palingge,gue udah kaya anak kucing tauga dilahirin doang terus ditelantarin" ujarnya melakonis,
Pak Ahmad meringis,"Iya terus gimana?"
"Pas kita ngobrol privasi dia malah mendadak bisu yaudah Jastin aja yang ngomong,gue bilang gini langsung inti aja deh intinyatuh lo gue end gitu,gue sama tuh orang ga mau ada hubungan lagi,dia sama lo juga jadi ga usah temuin kita lagi, gue juga nambahin dong kalo lo udah moveon dan otw kawin" ungkapnya membuat Pak Ahmad bingung bereaksi beberapa menit hening.
Pak Ahmad tuh ga keberatan ko si Jastin ngomong lo gue end sama mantan istrinya eh emaknya si Jastin,bodo amat malah asal Jastin ga ninggalin dia gitu,dia juga emang udah moveon dari lama tapi nih anak seenak udel ngomong,lah kawin,sama siapa maemunah?,"Kenapa bilang papah otw nikah segala sih?"
"Kenapa emang?,situ keberatan?situ gagal moveon gitu? " tanya Jastin kesannya meledek say.
"Kaga gitu Jastin bin Ahmad" geram Pak Ahmad kesel Woy punya anak kaya gini pengen tuker tambah aja yaelah,"Magsud papah tuh kenapa harus bawa-bawa otw nikah segala buat bukti papah udah moveon?, kan ga gitu juga"
"Yaelah kalo situ geraknya satset mah bulan depan juga nikah ko,jangan pikir gue ga tau ya lo selama sebulan ini lagi deket sama cewe,jandakan?,kalo suka tuh satsetsatset keburu diembat berondong bro" ujar Jastin membuat Pak Ahmad melongo.
Woy anaknya tau dari mana to say?.
Mencurigakan.
"Kamu udah tau papah lagi deketin temen sekolah papah dulu,dari kapan Jas?"mendadak Pak Ahmad tuh antusias dari tonasi Jastin tuh kaya merestui gitu.
"Dari kapan hari,taunya sih dari Naya,kalo mau sama tuh janda satsetsatset gue restuin ko tenang aja asal orangnya baik,simpel gue mah ga neko-neko ada satu syarat aja dari ane" ujar Jastin menaik turunkan halisnya sebagai kongkalikong.
"Apa?"tanya Pak Ahmad antusiaslah inituh jalan menuju melepas duda besty.
"Perjodohan Naya sama gue harus dilaksanakan itu doang sih" pinta Jastin nyengir lebar lah Pak Ahmad yang suntuk.
Dia tuh baru ngasih usulan perjodohan doang sama Pak Jeje mana sampai sekarang belum ada kabar udah pasti kan tuh ya ditolak,mana tuh bocah pernah punya niat jahat deketin naya, lah ini anak malah ngelunjak.
.
.
.
Risa dan Antariksa udah baikan dong berkat ide Nirbita tuh suruh nyanyi alo-lo-lo sayang dan endingnya konser dadakan,tapi kalo Risa ga marah Nirbita juga ga bakal ngasih ide gitu sih.
Pas sampe dirumah kakenya Risa tuh magrib,iya Risa sudah minggat dari rumah orang tuanya yang lebih menyayangi anak angkat dan menirikan anak kandung.
Marah tentu saja!.
Tapi ya gimana lagi udah takdirnya ibarat katamah.
Cape aku diam,lelah aku diam,marah aku diam,sakit aku diam,down aku diam,kecewa aku diam,pokonya serba diam aja,setiap orang tuh punya masalah masing-masing sih jangan nganggap kita paling buruk diantara banyak orang,gitu aja sih.
__ADS_1