DIARY TRIPLET N

DIARY TRIPLET N
ambisi hidup penuh dendam


__ADS_3

Acara lamaran yang membuat Fricia rasanya ingin menghilang karna kesalahpahaman,ia pikir akan dilamar pria tua bangkotan yang sudah keriput dan jalannya bongkok sudah ia siapkan cerulit untuk mencegah jalannya rombongan namun kenyataan begitu memilukan sekaligus membahagiakan,ternyata dirinya dilamar kekasihnya seperti yang dia katakan saat dibandung.


Malu sekaligus bahagia bercampur aduk rasanya Fricia ingin menghilang dari dunia ini saking malunya,saat menyambut rombongan ia memang sudah didandani tapi rambutnya acak-acakan tidak memakai rok kebaya malah memakai celana jeans sebari memegang cerulit,,malunya ituloh,,acara lamaran tertunda selama satu jam untuk me makeover Fricia walaupun malunya ga bakal ilang.


Sudah tiga hari sejak itu Fricia masih sangat malu ketika berpapasan dengan orang-orang yang ada dirumahnya pada malam itu,walaupun tidak ada,berita tetap tersebar dari mulut ke mulut.


Untung lamaran terus berlanjut dan keluarga memutuskan tiga bulan kedepan pernikahan akan digelar berarti Rangga melangkahi Elesky.


Sejak saat itu juga triplet kena sawan deman mereka makin parah,sampai saat ini mereka sedang dijenguk keluarga pak Hendra calon mertua Rangga.


"Semoga cepet sembuh ya nak,nanti ibu ajak lagi kesawah kalo kalian sembuh nanti" ujar Bu Anggi sebari mengusap kening naila karna seingat Bu Anggi mereka selalu senang jika diajak ke sawah miliknya.


"Janji ya bu!" rengek Naila diangguki Bu Anggi.


Triplet tidur disatu kamar yaitu dikamar Nirbita agar mudah menjaganya karna mereka sakit berjamaah.


"Itu Nirbita ko ga bangun-bangun?" tanya Bu Anggi khawatir.


"Nirbita kalo sakit emang begitu bu,tidur terus" jawab Bu Putri.


"Simulasi mati" cibir Antariksa membuat mereka menatap tajam pria itu,"Kenapa liatin?,,aku emang bener ko Nirbita kalo sakit ga nyusahin diamah anteng tidur,bangun-bangun kalo dibangunin,lah si Naila sakit ga sakit bikin orang emosi,cuma dia sakit mulutnya makan terus"cibirnya.


"Om ko ejek ila sih?!,,ila kaya gini bukan kemauan ila yah,efek sakit orang itu beda-beda contohnya ila kalo sakit makan terus jadi pas sembuh ga kurus!" elak Naila.


"Iya lo doang kaya gitu,,mending cepet sembuh aja tuh anak pelangi lo ga keurus!" cibir Antariksa tersungut-sungut mengingat selama tiga hari ini ia harus mengurusi ayam pelangi milik Naila dan juga dipaksa mencari makan si kambing nyeleneh.


Ia malah jadi babu disini,menyebalkan!.


"Ila juga gamau sakit tau,ini gara-gara kak Fricia"


"Lah aku" tunjuk Fricia pada dirinya sendiri.


"Iya gara-gara kakak,kami jadi kena sawan andai aja kakak ga sambut kami pake cerulit kami pasti ga jadi sakit" oceh naila membuat Fricia meringis malu,"Untung cuma kakak kandidat yang kami sukai kalo bukan udah ganti calon ipar"keselnya membuat Rangga melotot.


"Heh anak Pak Jeje kalo ngomong suka asal,,walaupun aku disambut cerulit,pedang,badai,halilintar sekalipun aku tetep bakal lamar cia!" tegas Rangga membuat mereka memutar matanya malas,jika sudah cinta mau Fricia penggal lehernya pun ia terima dengan iklas,eh engga deh.


Naila manyun sebari mencomot kesal jajanan ditangannya,ingat jika Naila sakit jajanan disekitar Naila harus selalu ada walaupun matanya merem mulutnya terus melaju,alias makan teruss.


"Alah bucin" cibir Devan dan Antariksa.


Mereka sedang dikamar Nirbita menjenguk triplet bahkan Antariksa sejak acara lamaran,pria itu tidak lagi menutupi wajahnya karna terlalu riweh.


Kecuali Pak Jeje dan Pak Hendra mereka mengobrol dilantai bawah untuk Pak Dimas kepala Polisi itu sudah tentu sedang bekerja,Bu Putri juga ada dikamar Nirbita dan menginap disana untuk membantu Bu Kasih menjaga triplet yang sakit.


.


.


.


Libur panjang sudah berakhir,hari ini hari senin yang akan dimulai lagi dengan kegiatan para murid untuk mencari ilmu disekolah.


Triplet menjalani liburan panjangnya hanya saat dimall,ke pantai saat acara perpisahan dengan abang Elesky,lalu turing dan berada di bandung selama tiga hari,selepas itu hanya dirumah mereka kena sawan Naya da Naila hanya sakit selama satu minggu sedangkan Nirbita baru sembuh dua hari yang lalu,tubuhnya merasa kaku karna tidur terus badanya lemas,berat badannya juga berkurang berbeda dengan Naila yang malah bertambah tiga kilo.


Nirbita merebahkan kepalanya dimeja,untuk semester dua kelas kembali diatur kini Nirbita duduk bersama Davri si anak rt,"Lo masih sakit ta?"tanya Davri sebari menyentuh jidat Nirbita dengan telapak tangannya,ia sudah tau triplet kena sawan karna gosip menyebar begitu cepat.


"Engga,cuma lemes doang tubuh ita kaya ga punya tulang" jawabnya sebari manyun.


"Yaudah lo banyakin makan biar ga lemes lagi"


"Kamu sakit ta?" tanya Agnes yang baru saja menghampiri kursi Nirbita yang sekarang duduk di barisan depan.


"Udah sembuh ko"


"Dari kapan?" tanyanya memang tidak tau tentang triplet yang sakit.


"Pas pulang dari bandung tapi sekarang udah sembuh ko cuma tinggal lemesnya doang,," jawabnya lalu memiringkan kepalanya untuk menatap Davri,"Davri teraktir makan dong!"pintanya sebari menunjukan pupel eyes.


"Lah kenapa jadi minta teraktir gue?,,engga yah!,kalo mau makan tuh bayar sendiri,kebiasaan banget minta ditraktir"jawabnya tersungut-sungut.


"Kali ini doang pelit banget" cibir Nirbita.


"Lo bilang kali ini doang?!,heh kutu kampret gausah pura-pura lupa ingatan lo!,dari lo lahir sampe segede ini gue selalu traktir lo,gue selalu bayar jajan lo karna lo sengaja ga bawa duit kalo diajak main,udah tau ga bawa duit lo malah nyeleweng ke warung buat jajan yang kelimpungan bayar itu gue,Wahyu sama Farel kalo lo lupa,atau mau gue jedotin tuh pala biar lupa ingatan beneran?!" cibir Davri menggebu mengingat otak licik Nirbita jika soal gratisan.


"Gausah marah-marah nanti cepet tua davri" ujar Nirbita sebari menegakan tubuhnya,"Kan kamu yang ngusulin buat aku banyak makan biar ga lemes,sebagai pemberi usulan kamu harus tanggung jawab dong,,teraktir aku sekarang!"


"Heh gue cuma ngusul ga ada niatan nelaktir!" dengus Davri.


"Kebiasaan banget si kalo ngobrol-ngobrol ujungnya malah berantem,aku aja yang teraktir ayo ke kantin!" ajak Agnes sebari mendengus dengan kebiasaan teman-temannya ini,selalu bertemu dan selalu bertengkar dimanapun ada kesempatan.


"Nah ini namanya bestfriend" puji dua orang itu serempak membuat Agnes membeo.


Nirbita dan Davri bertos ria mendapat apa yang diinginkan yaitu makan gratis.


"Huh gratisan aja kompak," cibir Agnes sebari celingak-celinguk mencari seseorang yang tidak bersama mereka padahal gadis itu selalu menempel dengan Nirbita,apa mereka kembali bertengkar?,"Naila kemana?,ga masuk?,padahal ini hari pertama"


"Ais Naila lagi temuin geng barunya" jawab Nirbita dengan wajah kesal.

__ADS_1


"Geng baru siapa?"


"Itu Sherli endthe geng,kan Naila ikutan geng itu,udah biarin aja!,emang tuh anak satu susah dibilangin,awas aja kalo minta contekan pr ga bakal aku kasih" jawab Nirbita menggebu.


"Eh-eh gausah berantem lagi,,gue ga mau repot nyari lo kaya waktu itu,jadi gausah ada acara berantem lagi demi keamanan nusa dan bangsa" oceh Davri sebari mendengus mengingat minggat palsu yang Nirbita lakukan tempo hari.


"Tergantung situasi!" jawabnya sebari berjalan lesu ke luar kelas menuju kantin.


.


.


.


Kringgg


Bel masuk berbunyi membuat murid-murid yang berada di luar kelas langsung seger masuk untuk mengikuti pelajaran yang baru akan dimulai setelah libur panjang,,di semester dua ini selain berganti teman sebangku biasanya mereka juga berganti wali kelas hal itu yang mereka tunggu-tunggu.


"Semoga gurunya ganti ya allah" doa salah satu murid dikelas sebari menggeladahkan tangannya keatas..


"Amin" doanya diaminkan seisi kelas,mereka juga selain ingin ganti teman sebangku juga ingin berganti wali kelas,mereka sudah cape jika harus diajar Pak Djarot guru fisika kiler yang suka ngasih tugas bikin kejer,mereka ingin ganti titik!.


Serempak seisi kelas menatap pintu dengan harap-harap cemas sebari mengucapkan doa dalam hati agar yang datang bukanlah Pak Djarot,,suara sepatu beradu dengan lantai begitu nyaring semakin membuat mereka deg deg degan "Semoga bukan Pak Djarot aku udah cape banget ngerjain tugas dari beliau,aku do'ain Pak Djarot pensiun sekarang juga" lirih Naila yang kini duduk dengan Agnes.


Suatu pantulan sepatu semakin kencang dengan artian semakin dekat


Deg


Seisi kelas mendesah kesal karna harapan mereka luluh lantah melihat Pak Djarot memasuki ruangan dengan senyum mengejek,"Selamat pagi anak-anak"


"Pagi Pak" jawab seisi kelas tampa ada yang tersenyum sama sekali mereka sama-sama kecewa dengan kenyataan,kenapa wali kelas tidak ganti huaa.


"Kita berjumpa lagi ahh bapak kecewa tidak bisa mengajar kalian" ujarnya sebari menatap seisi kelas dengan tatapan pura-pura kecewa,sedangkan seisi kelas menatap Pak Djarot dengan tatapan bertanya.


"Gimana liburan kalian menyenangkan? " sambungnya bertanya.


"Menyenangkan Pak sebelum saya kena sawan" ujar Naila cepat sebelum ada yang membuka mulut untuk menjawab pertanyaan Pak Djarot.


"Kamu kena sawan Naila?" tanya Pak Djarot terkejut.


"Iya Pak sampai saya sakit" jawabnya.


"Bapak heran sih ko setan bisa merasuki setan ya?" tanyanya Pak Djarot membuat seisi kelas tertawa.


Magsud Pak Djarot mengatakan itu karna mengingat sikap Naila yang absurd tiada obat,ceplas-ceplos bikin orang pengen lakban mulut gadis itu,kesan Pak Djarot pada Naila adalah murid menyebalkan!.


"Sudah-sudah jangan pada ketawa,bapak ga bisa lama disini,bapak kesini buat anterin guru baru buat kalian,,Bu Sarah silahkan masuk" ujar Pak Djarot membuat seisi kelas menatap ke arah pintu dimana seorang wanita berkerudung berusia dua puluhan berdiri disana sebari mengumbar senyum.


"Ini Bu Sarah beliau guru bantu baru disini sekaligus guru baru kalian,kalian jangan buat ulah sampe Bu Sarah pusing!,silahkan Bu perkenalkan diri,saya harus pamit karna harus mengajar dikelas saya" ujarnya.


"Baik Pak terimakasih sudah sudi mengantar saya sampai kedalam kelas" ujar Bu Sarah sopan..


"Saya yang harus berterimakasih sama ibu karna sudah sudi bekerja disini dan menggantikan saya untuk mengajar dikelas ini,,terimakasih banyak Bu kalo begitu saya permisi" ujar Pak Djarot sopan bahkan senyuman yang tidak pernah pria tiga puluhan itu tunjukan kini terlihat.


"Huuuu Pak Djarot mau godain guru baru,sorakin Pak Djarot huuu" ujar rayhan ketua kelas mulai membuat keributan.


"Huuuuuu"


Mendengar dirinya disoraki membuat Pak Djarot menatap seisi kelas dengan tajam membuat seisi kelas terdiam karna takut diberi hukuman guru kiler itu,walaupun takut pada Pak Djarot tapi kelas ini tidak pernah kapok membuat ulah.


Seisi kelas terdiam sebari menunduk,"huuuu"sorak Pak Djarot membuat mereka menatap Pak Djarot yang sedang menatap mereka dengan tatapan mengejek.


"Huuuu" seisi kelas kembali bersorak membalas sorakan Pak Djarot,kekanak-kanakan!.


Bu Sarah yang menjadi guru Bantu baru disekolah ini hanya bisa menatap bingung seisi kelas dengan Pak Djarot yang sedang beradu sorakan,perlu dipertanyakan kewarasan kelas ini!.


Apa dirinya akan gila mengajar kelas ini?.


Melihat wajah Pak Djarot,Sarah yakini pria itu guru kiler yang ditakuti murid-muridnya nyatanya memang tidak boleh menilai buku dari sampulnya,buktinya Pak Djarot yang berwajah galak bisa bertingkah kekanakan bersama muridnya.


Bu Sarah tidak tau saja kalo sebenarnya kekileran Pak Djarot tidak ada harga dirinya dikelas ini,kelas yang berisi murid menyebalkan yang masih memiliki nilai plus dimata para guru karna berisikan murid berprestasi.


.


.


.


Sepulang sekolah triplet seperti biasa dijemput sang abang dari kantor ke sekolahnya lalu kembali ke kantor untuk bekerja,,merepotkan?,sudah tentu tapi demi menjaga adik-adiknya dari godaan buaya jantan yang mulai aktif,Rangga selalu ridho melakukannya.


Walaupun sesekali mengeluh.


Untuk Antariksa pria itu berada disekolah yang berbeda kesehariannya masih seperti biasanya saat disekolah,belajar walau hanya menyimak masuk telinga kanan keluar telinga kiri lalu ikut kumpul anggota Orion digudang yang mereka jadikan markas disekolah,,ya walaupun kini ada perasaan degdegan takut ada yang mengetahui jika dirinya memiliki ikatan darah dengan triplet dan menjadikan mereka batu loncatan.


Tidak akan Antariksa biarkan!.


Dirinya pun tidak bisa keluar dari geng itu sekarang demi memantau mereka untuk menjaga keamanan sodara-sodaranya.

__ADS_1


Permusuhan Algaskar dan Orion sudah terjadi sejak lama tidak seharusnya membawa triplet dalam permusuhan mereka.


"Bos lo makin deket aja sama cewe widd,jangan-jangan lo udah jadian sama tuh cewe?" tanya Javas dengan tatapan selidik kearah Jastin yang sejak tadi hanya memfokuskan diri menatap layar ponsel seolah jika ia melirik arah lain benda itu akan hilang .


"Cewe mana?" tanya Jastin tanpa mengalihkan tatapannya dari ponsel.


"Itu loh Naya,iya seinget gue namanya Naya" ujar Javas mengingat ingat nama cewe-cewe wddm yang tempo hari ikut rombongan Algaskar ke bandung.


"Bukan urusan lo!,dan gue harap lo ga ikut campur!" tekan Jastin mengingatkan wakilnya itu.


"Magsud lo ngomong kaya gitu kenapa nih?,jangan-jangan lo beneran suka sama si Naya,,lo lupa kalo lo deketin dia buat jadiin dia batu loncatan untuk ngancurin Algaskar?" ujar Javas mengingatkan tujuan Jastin sebenarnya dengan tatapan selidik.


"Lo ga perlu ingetin gue soal itu,gue ga bakal jatuh dengan permainan sendiri" jawab Jastin menatap tajam javas sebari meremas ponsel yang ia pegang dengan kencang.


"Bagus deh kalo lo inget,gue kira lo lupa,,,siapa tau aja lo kepincut pesona Naya yang judes-judes gemesin" ujar Javas menggoda sebari mengedikan bahunya.


Jastin mengepalkan tangannya dengan kuat dengan gigi yang bergemelatuk begitupun Antariksa.


"Ahhh gimana ya rasain tuh cewe dibawah kukungan gue"ujar Javas ambigu semakin membuat Antariksa marah,sebagai sodara ia tidak akan membiarkan sodaranya dilecehkan entah secara fisik atau mental.


Bugh


Wajah Javas tertoreh dengan rasa panas yang menjalar pria itu menyeka bibirnya yang ternyata robek mengeluarkan darah," Lo nonjok gue bos?!"tanyanya dengan wajah tidak terima.


Jastin yang memberi bogeman menatap Javas dengan tatapan mengintimidasi sebari mencengkeram kerah temannya itu,"Dengeri ini baik-baik,lo berhak berbuat apapun semaulo!,tapi inget jangan pernah lo sentuh cewe yang ga mau disentuh!"ujarnya memperingati


Dengan wajah marah laku melepaskan cengkraman nya sebari kendorong tubuh Javas hingga terhuyung ke belakang.


Javas terkekeh tidak merasa bersalah sedikitpun,"Gue becanda kali bo,serius banget lo nanggepinnya, jangan-jangan lo suka beneran sama tuh cewe"ujarnya menyelidik..


Jastin menggeratkan lehernya menandakan ia menahan amarah,"Gue cuma ga mau lo sentuh orang yang ga mau disentuh,,jangan sampai lo ngerusak cewe karna nafsu lo,sampe itu terjadi gue sendiri yang bakal nyeret lo ke polisi!"ancam nya penuh penekanan.


"Iya-iya ah ga asik lo,munafik banget jadi cowo,,jaman sekarang udah biasa kali bos masuk sana sini" jawab javas ,"Ini lo terlalu cupu tauga?"ejeknya dengan nada santai,"Making love jaman sekarang udah biasa asal lo tau gausah lugu jadi cowo,,,,"sambungnya dengan wajah tenang dan Antariksa maupun Jastin menahan amarah.


Antariksa ingin memukuli pria yang sudah berimajinasi liar tentang sodaranya tapi jika melakukannya sekarang sama saja membuka lubang kematian,sekarang ia hanya bisa menekan kemarahannya.


Jastin menatap Javas dengan tatapan amarah,melihat situasi yang semakin memanas inti Orion mencoba mencarikan,"Bisa gausah bahas itu kan?,gue rasa bakal jadi pemicu kalian berantem dah"ujar tom menengahi.


"Gue setuju tuh,, Mmm vas lo pernah bilang bakal ada berita mengejutkan tapi sampai sekarang belum ada tuh" ujar Jerry mengalihkan pembicaraan.


"Ah soal itu sayang benget berita menghebohkan nya ga jadi" jawabnya mendengus.


Jastin ingin menenangkan pikirannya pria itu melangkah pergi dari gudang sekolah namun langkahnya terhenti ketika perkataan Javas terdengar di telinganya dengan jelas.


"Padahal gue udah potong rem motornya,tapi si Gara ga mengalami kecelakaan itu,sial!" rutuk Javas mengeram kesal mengingat rencananya tidak sesuai keinginannya.


Padahal ia sudah merencanakan dengan matang,kecelakaan itu bisa membunuh Gara tapi malah tidak terjadi,sial, dan malah dirinya yang terkena masalah saat pulang dari bandung motornya malah mongok dan memperlambat perjalanan.


Jastin memutar kepalanya berduaan dengan tubuhnya menatap Javas dengan tatapan selidik,"Lo mutus rem motor Gara?"


"Iya bos,gue udah rencanain dengan matang tapi gue ga tau kenapa kecelakaan ga terjadi,,padahal gue yakin banget rem motor Gara ga bisa digunain lagi bahkan Gara ga cek kondisi motornya lagi pas mau balik,,tapi herannya semua lancar-lancar aja seolah gue ga pernah mutusin rem motor Gara" jawab Javas menjelaskan sekaligus mengungkapkan kebingungan nya.


"Berani banget lo bertindak tanpa seizin gue!" cibir Jastin,"Lo anggap gue apa hah!,,disini gue bosnya!,,sekali lagi lo bertindak semaunya jangan harap lo masih bisa ada digeng ini!"ancam Jastin barulah melegang pergi untuk menekan kemarahannya sebelum tidak terkendali.


Masalah mencelakai lawan ia tidak keberatan sama sekali,masalahnya disini Javas bertindak sesuka hati tanpa sepengetahuannya secara tidak langsung wakilnya itu sudah lancang dan secara tidak langsung tidak menganggapnya!.


Selepas kepergian Jastin,Antariksa pamit dari sana sebagai kesopanan agar tidak dicurigai sebelum benar-benar pergi ia menatap Javas dengan tatapan kebencian,,,selepasnya inti Orion menatap Javas lalu menghela napas.


"Apa kalian juga ngerasa tindakan gue salah hah?!" tanya Javas menatap tajam Pedro,Tom dan Jerry.


Jerry menghela napas,"Ya gimanapun lo salah,lo udah bertindak tanpa seizin si bos"jawabnya sebari mengedikan bahunya.


"Jastin terlalu lembek untuk bertindak!,lo pikir kita butuh bos kaya gitu hah?!,,menye-menye ga pantes pegang kendali orion!,," cibir Javas dengan nada tinggi.


"Magsud lo apa hah?!" pekik Pedro menatap Javas dengan tatapan tak kalah tajam dari tatapan temannya itu,"Lo bertindak semau lo,disini lo yang salah dan lo nyalahin si bos?,gatau diri banget ya lo,jangan lupa lo cuma sampah yang dipungut si bos dari jalanan!"ejeknya.


Bugh


Semua terperanggah tidak percaya dengan perkataan Pedro tadi,sampah pungut?,tidak ada yang mengerti magsud kata itu selain Pedro dan Javas.


"Magsud lo apa ngatain gue sampah hah?!" teriak Javas tidak terima setelah memukul wajah Pedro.


"Gue ga salah ngomong lo emang sampah,,jangan lupain fakta itu,gue bakal tetep diam selama lo diam dan satu lagi jangan pernah lo berani merusak cewe siapapun itu,kalo sampai itu terjadi maka gue orang pertama yang bakal hancurin lo!" ujar Pedro datar tak melepas tatapan tajamnya,ia sudah marah pada wakilnya itu sejak mengatakan hal ambigu yang membuatnya tidak tahan untuk menahan emosi.


Pedro pergi dari sana dengan emosi sedangkan Tom dan Jerry menahan Javas yang hendak mengejar Pedro dan mungkin akan ada pertarungan jika tersusul.


"Ahhhh" pekik Javas sebari melepas cekalan dua temannya lalu menonjok tembok dengan keras sebari berguman dalam hati,"Gue bakal balas penghinaan ini!"dendam dihati Javas semakin menjadi setelah ini tekadnya semakin kuat untuk mendapatkan Orion dalam genggamannya,hanya dengan cara menguasai Orion dirinya bisa berkuasa dan menghancurkan orang-orang yang dia benci selama ini,termasuk Jastin dan Gara.


Dua pria yang menjadi tujuan pembalasan dendamnya selama ini, hanya dengan mengalahkan mereka ia akan menang dalam kehidupan ini,dihargai dan ditakuti!.


Memiliki kekuasaan adalah ambisi hidup seorang Javas.


Pedro berjalan menuju parkiran dimana motornya berada ia sangat muak dengan pikiran Javas,bukan soal mencelakai Gara namun soal lain.


Ia paling benci pria berengsek walaupun dirinya tidak sebaik itu,Pedro adalah korban pria berengsek yang melecehkan ibunya hingga dirinya tercipta kedunia ini,dirinya mengaku sering menyakiti hati wanita dengan cara mempermainkan mereka namun untuk menyentuh ia sangat menjaga diri agar tidak membuat kesalahan yang menghadirkan Pedro lainnya didunia ini walau tak ayal mungkin orang lain melakukannya,tapi dirinya akan menjauhi hal bejat seperti itu dan sebisa mungkin akan melarang teman-teman terjerumus dosa besar itu walaupun dirinya selalu membuat dosa.


Jika hanya sekedar menyakiti hati contohnya mempermainkan perasaan mereka ia masih mentorir itu tapi jika masuk ranah merusak kehormatan tidak akan ia biarkan.

__ADS_1


__ADS_2