
Perkumpulan remaja tengah berkumpul di markas mereka dengan aktivitas masing-masing.
"Heh ada rencana liburan kemana ga nih?" tanya Devan,"Masa liburan sekolah ga jalan-jalan ga seru!"
"Setuju gue,gimana kalo kita turing aja?" usul Aril.
"Gue ikut bang!,gue belum pernah ikut turing-turing kaya gitu,gue pengen banget" rengek Wahyu yang emang baru masuk dalam geng motor bersama Davri si anak RT.
"Kasian banget lo" ejek Rezaldi,"Kita mah udah berkali-kali turing doang mah"sambungnya menyombongkan diri.
"Gue kan baru ikutan geng motor bang" ujar Wahyu.
"Iya dah,gimana bos setuju ga lo kalo kita turing lagi?" tanya Rezaldi pada gara mengingat taun kemarin mereka sudah melakukan turing ke IBUKOTA.
"Atur aja" jawab Gara.
"Yeh gue ikut turing" teriak heboh Wahyu dan Davri,"Gue bakal manas-manasin Naila kalo kita bakalan turing"ujar Wahyu tersenyum senang membayangkan wajah Naila yang iri ketika dirinya menceritakan tentang rencana turing yang akan Ia ikuti,Naila pasti merengek minta ikut tapi abangnya tidak akan mengijinkan,memikirkannya saja sudah membuatnya bahagia,,triplet selalu membuatnya emosi sekarang gantian hahahaha.
"Gimana kalo kita ajak aja Triplet?" usul Bintang yang tadinya berwajah suram kini sedikit berbinar memikirkan bisa boncengan berdua dengan Naila,mengingat kemarin ia gagal berduaan dengan Naila karna terus direcoki Elesky.
"Gue yakin mereka ga bakal diijinin apalagi perginya sama kumpulan cowo" ujar Farel.
Binar dimata Bintang meredup memikirkan perkataan Farel tadi,benar abang triplet overdosis posesif,,jika begitu terus kapan ia bisa berduaan dengan naya,Bintang harus melakukan sesuatu, andai saja yang kemarin menjaga Naila itu Danis pasti sangat mudah untuk berduaan dengan Naila,tinggal memberi sogokan maka Nanis akan tenang,hah jika kemarin yang menjaga Naila adalah Danis maka Jastin tidak akan bisa mengungkapkan perasaannya pada Naya bukan?,,semua sudah author rencanakan jadi Bintang harus sabar,akan ada waktunya untukmu sayang.
Berbeda dengan Bintang,Gara dan Jastin mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan kemarin menghabiskan waktu berduaan dengan orang terkasih.
"Gimana kalo aja kak Fricia,,kalo kak Fricia ikut gue jamin bang Rangga juga bakalan ikut otomatis triplet bakal ikut juga" usul Gara jika soal ingin berdekatan dengan Nirbita ia akan memikirkan banyak cara.
"Gue setuju" setuju Bintang karna itu bisa saja satu-satunya cara menemui Naila,"Devan lo bisa aturkan?"tanyanya pada adik Fricia.
Devan tersenyum iblis disadari mereka,jika Triplet disebut ppkm maka devan adalah ppks alias polos-polos kesesatan,tidak ada tindakan yang harus merugikannya,Devan itu persatuan dari sifat triplet dan Danis simata duitan,"Semua beres kalo ada pulusnya"ungkapnya membuat mereka memutar mata malas,sudah terbaca!.
.
.
.
Sudah seminggu sejak kejadian dimana Naya ditembak Jastin untung bocah satu itu tidak mati,eh salah,Naya selalu menyimpan semuanya sendiri kecuali ia sudah tidak bisa mencari jalan keluarnya sendiri barulah ia akan cerita pada keluarganya.
Naya sosok acuh untuk dirinya sendiri,ia lebih memilih menjalani dari pada harus memilih,,ibarat jalan Naya lebih baik berjalan lurus kedepan dari pada sen kanan belok kiri,bikin repot!.
Jika Elesky tau tentang kejadian itu maka Jastin yang akan ditembak mati untung pria itu sudah kembali pada tugas negara,,sebelum Elesky kembali bekerja keluarga triplet menghabiskan waktu bersama dipantai dan malamnya mereka melakukan tahlilan untuk rasa syukur yang telah allah berikan.
Malam ini Triplet tengah rebahan di karpet rumah milik Bu Putri,,selama seminggu ini triplet selalu pindah -pindah,ngungsi kanan kiri,malamnya dirumah Bu Putri paginya dirumah Rangga, terserah mereka maunya dimana.
Asal jangan dirumah Danis karna sudah tentu akan Danis usir mereka detik itu juga!..
Selama seminggu juga Naya dilanda galau ia tidak mengerti tentang perasaanya sendiri tapi ada Jastin yang menunggu jawabannya,huaaa Naya pengen nangis aja huaaa.
"Kak Naya kenapa si tuh?,,kebanyakan bengong!"bisik Naila pada Nirbita yang tengah memakan camilan seember bersama Antariksa.
Camilan warna-warni yang mereka taruh bersatu padu di ember kecil khusuh untuk diisi camilan.
"Galau,paham ga lo galau!" jawab Antariksa,siapa yang ditanya siapa yang menjawab.
"Galau kenapa?" tanya dua bocah kembar beda orang tua itu serempak.
Antariksa menatap dua bocah itu,"Kalian itu ppkb tau ga?"ujarnya malah mengalihkan pembicaraan.
"Ppkb emang kita motor apa om ppkb segala" dengus Nirbita.
"Ppkb,polos-polos kaya b*gong" ujar Antariksa membuat kedua kembar itu melotot tidak terima.
"Enak aja!,kita dipanggil b*gong,kita tuh manusia ya om!" dengus naila tidak terima,"Mana ada b*gong cantik-cantik,iya ga ka?"sambungnya meminta dukungan Nirbita.
"Tau ga la?,kalo kita denger *njing menggonggong kita ga bisa negur *njingnya biar diem" ujar Nirbita membuat Naila bingung kenapa menjadi membahas *njing kan mereka sedang membahas b*gong alias b*bi.
"Iya,terus hubungannya sama b*bi apa?" tanya Naila sebari mengambil jajanan dari ember.
"Nah itu,kita gausah usik *njing menggonggong,,,biarin aja mau manggil b*bike,,demit ke,kumpulannya ke,biarin aja kita ga bakal bisa nyuruh *njing diem kalo lagi menggonggong" ujar Nirbita menjelaskan sebari melirik-lirik kearah Antariksa.
Antariksa yang paham bahwa dirinya dikatain *njing mendengus kesal,"Lo ngatain gue *njing?!"tanyanya dengan tatapan horor.
"Engga,om sendiri yang ngaku" jawab Nirbita setelah itu terbahak bersama Naila.
Antariksa tidak terima dikatain *njing padahal sebelumnya mengatai keponakannya itu ppkb alias polos-polos kaya b*gong ,remaja itu mengapit kepala Nirbita masuk kedalam ketiaknya tentu saja Nirbita berontak,dan Naila menertawai nasib sang kakak sepupu.
"Diem bisa ga sih?!" teriak Naya menegur sodara-sodaranya yang sangat amat mengusik ketenangan, membuat mereka bergeming.
__ADS_1
"Engga" jawab ketiga orang itu kembali melanjutkan aksinya dengan naila yang tertawa, Nirbita yang berontak dari cekalan ketiak om berondong nya itu.
Naya mendengus kesal,ia hanya ingin ketenangan untuk menemukan jalan keluar dari masalah yang ia hadapi saat ini,,bagaimana ia bisa berpikir jika terus dijejelin pikiran tak berujung oleh adik-adiknya.
Antariksa selalu mewanti-wanti agar Naya tidak menaruh perasaan pada Jastin karna pria itu memiliki rencana jahat padanya disisi lain Naya merasa entahlah Naya hanya merasa ingin selalu dekat dengan pria itu,,apa seperti itu dikatakan jatuh cinta?,,entahlah Naya saat ini butuh dokter cinta,tapi siapa?.
Naya,Nirbita bocah gemblung itu sama saja seperti dirinya,,jika bertanya pada Rangga maka Naya akan diberondongi berbagai pertanyaan,bukannya mendapatkan jawaban malah yang ada Naya frustasi dengan pertanyaan sang abang nanti dan jangan lupakan petuah pria itu yang pasti akan melarangnya pacaran untuk saat ini,,,hua Naya butuh dokter cinta.
Ahhh Naya ingat kata-kata Vania waktu itu,,katanya jika kita jatuh cinta pada seseorang maka jantung kita akan bereaksi seperti dag dig dug ser tapi bukan jantungan,,,ah sepertinya bertanya pada Vania jalan keluarnya saat ini,,,awas saja jika dia tidak memiliki jawaban atas pertanyaan Naya,akan Naya usik hubungan antara Vania dan Farel 'pikirnya dengan senyum iblis dan berlalu menuju kamar yang ia tempati bersama dua adiknya dirumah Bu Putri ini.
Antariksa melepas kukungannya dan menatap arah Naya tuju tadi,barulah remaja itu menatap dua gadis kematian di sampingnya yang kembali memakan jajanan seolah tidak ada yang terjadi sebelumnya.
"Heh cil"panggilnya pada sikembar beda orang tua.
"Apa si om gausah ganggu deh kita lagi makan jalan" jawab Nirbita sebari mengeluh.
"Ck lo berdua pikirannya cuma jajan doang!" cibir Antariksa diangguki keduanya.
"Ya apalagi coba,,sebagai beban keluarga kita tuh harus ada manfaatnya om,,nih ngabisin jajan juga sesuatu yang bermanfaat,nih dari pada jajannya dianggurin terus kadaluarsa ujungnya dibuang,,mubajir om kan belinya pake duit,mending dimakan kaya gini" oceh Nirbita membuat Antariksa hanya mampu membeo.
"Terserah kalian dah,,suka-suka kalian aja!,,,kalian ga kepo sama kakak kalian si Naya tuh?" tanya Antariksa memancing dua kembar itu untuk masuk kedalam tim yang akan ia buat.
Ada yang mau gabung tim Antariksa yang otw jadi silahkan hubungi 911,eh.
"Emang kak Naya kenapa?" tanya Naila mulai terusik pertanyaan Antariksa tadi.
"Gatau!,maka dari itu kita harus mencari tau,,,kalian tau tugas detektif kan?" tanya Antariksa diangguki kedua gadis itu,"Nah kita harus nyamar jadi detektif buat mencari tahu kenapa dengan Naya"
Kedua kembar beda orang tua itu yang tingkahnya tidak bisa diam,,kepo, tukang gibah dan kebanyakan playing victim mulai terpancing dengan ocehan Antariksa yang cukup menarik,"Bisa ke intinya ga om?,the de poin gitu biar cepet?"pinta Naila.
"Ais kita buat tim detektif untuk menyelidiki kasus Naya,,kalian gamau kan kakak kalian yang satu itu kena kasus trus tiba-tiba kesurupan gara-gara suka bengong?" tanya Antariksa mulai ngawur.
Kedua kembar itu terprovokasi memang mereka selalu mudah diprovokasi,,"Aku ikut om"setuju Naila.
"Aku juga,,,tapi penyelidikan kita harus dikasih judul biar terkesan nyata om" pinta Nirbita disetujui.
"Oke judulnya Naya galau jarang goyang bertindak" usul Antariksa sesat.
Bukan hanya Danis pembawa kesesatan jika sudah ada Antariksa maka otak triplet akan semakin parah dari biasanya!.
"Engga-engga judulnya ga estetik banget"tolak Naila membuat Jastin mendengus.
"Jelek om"
"Bagus"
"Jelek om,masa galau malah jarang goyang om ini memang pembawa kesesatan,,nih ya om,kalo lagi galau tuh harusnya solat dipertiga malam,,ingsaallah allah permudahkan jalanya lewat langit" oceh Naila.
"Iya-iya yang di seper segitiga malam padahal kalo udah tidur kaya simulasi mati susah banget dibangunin" cibir Antariksa.
"Huh kaya situ engga aja" cibir Naila membalas.
"Gimana kalo Naya mendadak galau" usul Nirbita yang baru angkat suara dari perdebatan Antariksa dan Naila ternyata gadis itu sedang memikirkan judul yang cocok untuk penyelidikan ala-ala detektif mereka.
"Udah itu aja yang normal" setuju Antariksa sebelum Naila memberikan usul kaga jelasnya,"Baiklah detektif upin dan ipin siap?"tanyanya dengan nada tegas dan suara kencang,jika yang begini disebut detektif maka para penjahat sudah lebih dulu mengetahui identitas mereka sebelum mereka dimata-matai,dasarnya gemblung.
"Ko upin-ipin sih?" keluh Naila.
"Kenapa emang?,itukan salah satu kartun kesukaan lo cil" ungkap Antariksa.
"Iya si,tapi kan kalo jadi detektif upin-ipin berdua lah kita bertiga"
"Iya tuh om,ganti namanya!" pinta Nirbita setuju dengan perkataan Naila.
"Udahlah upin-ipin aja satu lagi si gendut,,siapa si yang gendut itu cil?" tanya Antariksa menanyakan sosok si kaca mata dengan tubuh besarnya.
"Ehsan om" jawab Naila.
"Nah itu kita jadi detektif upin-ipin dan Ehsan siap menyelidiki kasus Naya mendadak galau" pekik Antariksa seperti bocah SD yang tengah main maling dan polisi,,jika begini triplet yang diisi kericuhan Naya,Nirbita dan Naila berubah formasi menjadi Antariksa,Nirbita dan Naila.
"Upin" teriak Nirbita sebari lencang depan dengan tetap diikuti Naila sebari berteriak.
"Ipin" dan Antariksa mengusul teriak kedua gadis itu sebari melakukan gerakan yang sama.
"Ehsan,,," setelah tangan mereka menyentuh satu sama lain ketiganya saling tatap dengan serius lalu mengangguk dan berteriak bersama-sama.
"Siap bertindak!"
Bu Putri tidak jauh didekat mereka lebih tepatnya sedang duduk disofa belakang mereka sebari menonton drama bocah-bocah aneh itu dari pada menonton TV lebih seru menonton siaran langsung drama diary triplet n ini.
__ADS_1
Bu Putri hanya bisa menghela napas bodoamat sebari geleng-geleng kepala,sudah tidak aneh lagi jika mereka berbuat ulah.
Malam berganti pagi dan detik terus bergerak,Naila dan Nirbita terus mengekori kemanapun Naya pergi secara diam-diam sepengetahuan Naya,bagaimana ga ketahuan jika dua bocah itu mengekori naya dengan jarak yang dekat,,,setiap Naya menatap kedua adiknya itu keduanya selalu beralih pura-pura sedang melakukan sesuatu seperti menyapulah,mengelap meja memakai baju yang mereka pakai pun mereka lakukan asalkan tidak ketahuan bahwa mereka sedang menyamar menjadi dektektif untuk menyelidiki Naya.
Naya jengah dengan tingkah dua bocah itu,ia emang sudah terbiasa diekori dua bocah itu selama ini namun kali ini Naya ingin ketenangan jiwa dan raganya,Naya berkaca pinggang menatap dua adiknya yang terus mengikuti kemanapun dia pergi,sosoan menjadi detektif"Kalian dari pada ngikutin aku,mending main sana!"usir Naya.
Naila dan Nirbita saling tatap,"Siapa yang ngikutin kakak coba?,pede banget"elak keduanya,"Orang kami lagi beres-beres rumah ko bantuin mamih"sambung Naila.
"Kalo bantuin tuh yang bener!,,,bukannya bersih rumah mamih malah berantakan dipenuhi kesesatan kalian,,pegang sapu aja kebalik" ejek Naya bersedekap dada menatap Naila yang memegang sapu kebalik yang dia pegang bukan pegangannya.
Naila menatap sapu yang ia pegang dan benar ia salah memposisikan sapu,Naila tidak akan mau mengaku salah jadi ia akan mengelak sekarang,"Ini cara nyapu jaman now kak,gausah norak deh"ujarnya songong.
Naya memutar matanya malas,"Trus kamu lagi apa Ta?"tanyanya menatap heran pada Nirbita yang tengah memegang sepatula.
"Ita mau masak,iya mau masak" jawabnya sebari menunjukkan spatula yang ia pegang dengan bangga.
"Masak di toilet gitu?,mau masak apa?,masak eek?,,kamu lagi so soan nyapun,kalo mau nyapu,nyapu depan sana!" usir Naya sebari menutup pintu toilet dengan kencang hingga menimbulkan suara.
Naila dan Nirbita saling lirik sebari mengedip lucu lalu mengedikan bahu,Naila menaruh sapu yang ia pegang dipojokan sedangkan Nirbita melegang kedapur untuk menyimpan spatula yang asal ia ambil saat mengekori Naya.
Emang kaga jelas tuh bocah,jika Antariksa,remaja itu si pembuat ide dan ulah malah tidak ingat dengan geng-geng yang semalam ia buat,pria itu sedang main ps bersama Rangga mumpung Rangga libur ngantor,dari pada bersama Triplet yang akan membuat emosinya terkuras lebih baik menguras kantong Rangga,lebih menguntungkan.
"Bosen banget lo ga ada rencana liburan gitu bang?,,masa liburan sekolah diem-diem bae dirumah gaasik banget!" keluh Antariksa.
"Ini nih contoh manusia kalo sekolah tasnya dikelas raganya digerbang jiwanya dikantin,ga punya sopan santun banget sama yang lebih tua!" cibir Rangga tidak peduli dengan gerak-gerik adik dari almarhum ibunya itu untuk mengajak jalan-jalan tanpa keluar duit,alias Rangga yang bayarin.
"Jangan lupa gue itu om lo bang,adik dari almarhum kak Celin jadi lo masih keponakan gue,seharusnya lo yang lebih sopan sama gue,kasta gue masih diatas lo bang walau umur lo lebih tua dari gue" ejek Antariksa.
"Eleh,denger nih orang yang lebih muda harus sopan sama orang tua dan orang tua harus mengayomi anak muda,,,kalo lo mau dihargai lo harus tau cara menghargai,jangan mau dihargain doang tapi ga mau menghargai,,ada langit diatas langit!" ujar Rangga,"Gue emang keponakan lo tapi inget,gue udah makan bangku SD saat lo baru borojol"
"Wi serem amat makan bangku SD segala" ejek Antariksa,"Udahlah bang gausah ngalihin pembicaraan,,gue mau jalan-jalan dan lo harus jadi ambasador gue"sambungnya.
"Lo pikir lo artis?,ambasador segala!" cibir Rangga,"Kalo mau jalan-jalan pergi sendiri bayar sendiri!"ujarnya menggebu.
"Nih bang jadi orang itu ga boleh pelit kalo ga mau kuburan sempit,,baik pada sesama akan menambah kekayaan dan tidak akan menimbulkan kemiskinan bagi yang menyedekahkan sebagian hartanya" oceh Antariksa so bijak.
"Iya emang bener,tapi berbagilah pada orang yang tidak mampu!,,lo merasa ga mampu sampe ngemis sama gue kaya gini?" ejek Rangga.
"Kalo ada yang gratis kenapa engga" ujar Antariksa kekeuh ingin jalan-jalan gratis,"Ayolah bang gue gabut banget dirumah,jalan-jalan aja yu"rengeknya kaya bocah emang triplet ditambah Antariksa mereka berempat sama saja.
"Hah anda siapa?,saya dimana?" ejek Rangga sebari memalingkan wajahnya.
"Abang ihhhh,pengen jalan-jalan masa liburan sekolah dirumah ga asik banget bang,ayo jalan-jalan bang" rengeknya sebari menggoyang-goyangkan lengan Rangga yang menatapnya jengah.
"Jalan-jalan sana sendiri!" Rangga mendorong tubuh Antariksa agar menjauh darinya dan karna dorongan itu Antariksa terjerembab dilantai.
Antariksa cemberut lalu berdiri dengan tegap sebari menatap sang abang dengan tatapan permusuhan,"Ouh gamau?,oke!,gue bakal minta Triplet buat jalan-jalan bareng geng Algaskar!"ancamnya tersenyum iblis lalu melegang pergi sebari menghentakkan kakinya seperti bocah tk yang tidak dituruti keinginan nya.
"Awas aja kalo lo berani gue pengg*l kepala lo!" ancam Rangga tidak Terima segera mengejar Antariksa sebelum hal yang tidak-tidak terjadi,, jangan sampe adik-adiknya kembali jalan dengan Gara maupun Bintang oh no,ataupun Jastin,tidak akan dibiarkan,apalagi sekarang Rangga tidak punya tim setelah Elesky kembali bertugas negara.
.
.
.
Antariksa hanya mengancam tapi malah kejadian,emang bener ucapan adalah do'a,,setelah dia dan Rangga kejar-kejaran geng inti Algaskar datang dan mengajak untuk ikut turing yang mereka adakan hari ini.
Rencana dadakan ini sudah direncanakan seminggu yang lalu inti algaskar menyusun rencana agar triplet bisa ikut mereka liburan bahkan sampai mengajak Fricia,Vania,Agnes dan Risa untung mereka mau,agar Rangga tidak punya alasan menolak jika sang kekasih ada disana bahkan Danis pun ikut,,,Danis sengaja mereka ajak demi kelangsungan rencana mereka,,, apalagi mengingat Rangga sangat sensi jika Danis mendekati Fricia,, cemburu!..
Rangga akan cemburu pada siapapun yang mendekati kekasihnya bahkan pada adiknya sekalipun,,dasar bucin.
Rangga benar-benar diuji pagi ini jika ia tidak ikut kekasihnya bisa digondol pria lain dan jika ia ikut maka akan sulit mengawasi kekasih sekaligus adik-adiknya,,kalo adik-adiknya digondol orang bagaimana?,,walau mereka menyebalkan tapi Rangga sayang,,ahh pusing.
Pada akhirnya pria itu tetap ikut bahkan memaksa Antariksa yang menolak sangat-amat menolak ajakan Rangga untuk ikut turing kekota bandung bersama geng Algaskar kumpulan yang menjadi musuh geng yang ia ikuti,, Antariksa tidak mau menambah masalah,Bisa-bisa ia ketahuan sebagai anggota Orion dan membuat Triplet celaka.
Ayolah tidak boleh ada yang tau identitasnya sebagai om dari triplet adalah salah satu anak buah Jastin alias geng Orion,,permusuhan dua kubu itu sangat jelas tanpa tau titik masalahnya,,,Antariksa tidak mau adiknya menjadi objek balas dendam Orion maupun Algaskar.
Apalagi mengingat ketua geng Orion yang ia ikuti merencanakan menjadikan Naya sebagai batu loncatan menghancurkan geng Algaskar,,ia tidak mau hal itu terjadi,harus menjauhkan Naya dari Jastin!.
Adik-adiknya hanya orang luar digeng Algaskar maupun Orion mereka tidak boleh terkena dampaknya,tapi semakin Antariksa membuat jarak untuk mereka jarak malah mendekat,,,Antariksa pusing,ikut salah tidak ikut juga salah.
Mereka melakukan turing dengan iringan tertata dan terencana agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan saat diperjalanan.
Hanya Rangga yang menggunakan mobil,ia tidak akan mengijinkan adik-adiknya ataupun Fricia dibonceng cowo manapun selama ada dirinya,untuk Antariksa pria itu menggunakan moge milik Elesky yang tersimpan rapi dibagasi,,,jika ada pemiliknya Antariksa mana berani demi menjaga identitasnya ia tidak boleh memakai moge miliknya sendiri takutnya berpapasan dengan geng Orion dan mengenali motornya.
Hal yang tidak diinginkan pun terjadi..
Geng algaskar belum tau bagaimana wajah Antariksa karna setiap pria itu tau ada geng algaskar maka ia kan menutup wajahnya dengan apapun,,pake ember sekalipun akan ia lakukan demi keselamatan triplet dimasa depan,, sesayang itu pada mereka walau triplet selalu menganiaya dirinya.
__ADS_1
Tidak baik bagaimana lagi coba Antariksa ini,orang baik jodohnya cantik.....