DIARY TRIPLET N

DIARY TRIPLET N
Polos sama bego beda tipis


__ADS_3

"Pagi ku cerahku matahari bersinar ku gendong tas eh salah ganti-ganti,,,khmm pagiku cerahku matahari bersinar kupeluk kertas putih dijalan" nyanyi asal Nirbita dipinggir jalan setelah melakukan potocopy disebrang area sekolah.


"Panas-panas kaya gini tuh enaknya makan eskrim" celetuknya sebari mengusap peluh didahi.


Jam pelajaran masih bermulai tapi Nirbita diijinkan keluar karna disuruh memfotocopy di sebarang sekolah seorang diri.


"Eskrim itu sejenis makanan apa minuman sih?" tanya Nirbita entah pada siapa.


"Sinting!"suara itu terdengar tiba-tiba disamping Nirbita hingga gadis imut itu terlonjak.


"Apaansi?!" dengus Nirbita mengusap dadanya.


"Lo sinting ngomong sendiri!" cibir orang disampingnya sama seperti dirinya baru melakukan fotocopy sebab tadi bertemu di tukangnya.


"Yeh yang sinting aku,yang ngomong sendiri aku,kenapa kamu yang sewot" sindir Nirbita tidak mau kalah.


"Ciee peduli nieee"sambungnya dengan wajah terlihat menyebalkan dimata Sherli


"Idih n*jis ogah gue peduli sama lo!"elak Sherli, gadis itu baru melakukan fotocopy ditempat yang sama dari kejauhan ia melihat nirbita mengoceh sendiri membuatnya tak habis pikir,,bego sama polos beda dikit sih!.


"Ngaku aja si,ga rugi ko,emang sesama manusia itu harus saling peduli sih" ujar Nirbita menatap jalanan yang masih ramai untuk mereka sebrangi.


"Ga termasuk sama lo si,lo kan bukan manusia!"cibir Sherli.


"Ita itu manusia calon bidadari tau"narsisnya.


"Idih pede banget!" cibir Sherli.


"Iyalah orang ita itu cantik spik bidadari,,Sherli juga cantikko"celetuknya membuat Sherli tak habis pikir.


Bagaimana dia malah memuji musuh sendiri.


"Tapi sayang wajahnya doang cantik ahlaknya ga ngotak gatau si hatinya ke gimana" ujar Nirbita membuat Sherli ingin menabok gadis itu tapi tidak bisa karna Nirbita sudah berjalan untuk menyebrang lebih dulu.


"Woy kampret ya lo!"dengus Sherli menyusul Nirbita hingga mereka berdampingan.


"Ih Sherli jangan marah-marah nanti cepat tua"sindir nyanyian Nirbita membuat Sherli lagi-lagi mendengus kesal.


"Gelut disini ganggu lalu lintas ga sih?" tanyanya pada Nirbita dengan wajah kesal.


Nirbita menghentikan langkahnya ditengah jalan begitupun Sherli mengikuti langkah gadis itu,nirbita celingak-celinguk untung kali ini jalanan terlihat sepi tapi tetap berbahaya jika berhenti ditengah jalan begini!,"Aman si kenya,orang jalannya pas sepi ko"


"Gelut aja yu!" ajak Sherli sebari menyisingkan lengan bajunya.


Nirbita terdiam memikirkan ajakan sherli,"Nanti aja deh,,aku harus balik kelas sekarang,,,kalo kalah ngomong tuh ya terima gituloh gausah ajak gelut! "Sindir Nirbita.


"Siapa yang kalah?,enak aja,gue cuma menghemat energi kan enak kalo langsung gelut" elak Sherli kesal.


"Ih ga semua urusan itu bisa diselesaikan dengan kekerasan tau"sanggah Nirbita mereka berhadapan dengan raut wajah bertolak belaga.


Sherli dengan kekesalannya sedangkan Nirbita biasa saja,terlihat menyebalkan dimata Sherli,Sherli merasa ditantang gituloh!.


"Kalo"


Brug


Ucapan sherli terpotong saat dirinya merasakan tarikan yang keras di pergelangan tangannya.


Tanpa disadari dua gadis yang tengah beradu argumen itu,sedari tadi sepasang mata tengah memperhatikan mereka dari kejauhan,mereka tak habis pikir bisa-bisanya bocah-bocah itu ngobrol ditengah jalan,tidak takut ditabrak apa?,aneh!.


Mobil berwarna hitam melaju pelan menghampiri kedua gadis itu,tepat disamping mereka pintu mobil belakang terbuka tanpa menghentikan mobil mereka menarik nirbita masuk kedalam mobil secara kilat barulah melaju sangat kencang meninggalkan tempat tadi.


Brugh


"Eh eh ko main tarik-tarik ajasi?,bahaya tau om!" sentak Nirbita didalam mobil setelah sempat terbengong karna keget,sedangkan Sherli baru sadar dari kekagetannya setelah mendengar suara Nirbita.


"Kalo saya kenapa-kenapa om mau tanggung jawab?!" sambungnya dengan mata melotot,ingin menunjukan wajah garangnya Nirbita malah membuat orang-orang yang didalam mobil kecuali dirinya dan Sherli tertawa.


Sherli ditarik Nirbita saat gadis itu ditarik masuk dalam mobil,jadilah mereka berdua berada dimobil yang sama saat ini.


"Yaampun lucu banget si!"gemas orang yang menarik nirbita kedalam mobil sebari mencubit pelan pipi gadis itu.


"Kita mau dibawa kemana om?,om penculik ya?,saya gamau saya mau pulang,lepasin saya om" teriak Sherli.


"Lepasin saya-lepasin saya" teriak Sherli hiateris.


Nirbita menatap Sherli dengan tatapan bingung sedangkan tiga orang pria yang memakai topeng spiderman kelabakan mendengar teriak gadis itu.


"Diam!" bentak pengemudi dengan nada tegas mampu membuat Sherli bungkam seketika dan nirbita mengerjap lucu menatap pengemudi.


"Diam atau saya lempar dijurang!" ancam nya membuat Sherli terisak.


"Jangan om,jangan lempar saya,saya janji diam jangan lempar saya hiks" isak Sherli.


"Malah nangis"guman mereka tak kecuali Nirbita.


Sherli menangis histeris membuat Nirbita menarik gadis itu dalam pelukannya.


Sherli tak menolak dia masih pokus pada tangisannya yang takut pada penculikan dadakan ini,ini semua sudah direncanakan hanya saja mereka tidak tau,jika tau sudah pasti tidak akan berdiri ditengah jalan seperti tadi! dan membuat nasib mereka seperti ini entah apa yang akan terjadi kedepannya.


Nirbita menatap bergantian pada seisi mobil,"Ini ceritanya kami diculik?"tanyanya bingung otak Nirbita masing loading,walaupun ia selalu juara satu tetap saja ia membutuhkan waktu untuk mencerna semua kejadian.


Ketiga penculik itu mengangguk pasti


"Huaaaa"Nirbita menangis tak kalah histeris dari sherli setelah berhasil mencerna apa yang sedang terjadi padanya.

__ADS_1


Para penculik menatap nirbita dengan wajah cengo,"Nangisnya telat"guman mereka.


Mereka pikir Nirbita tidak takut saat diculik membuat mereka tertantang tapi ternyata oh ternyata otak gadis itu hanya seperempat,butuh waktu untuk mencerna semuanya,sunggung memb*gongkan.


.


.


.


Waktu istirahat sudah berbunyi beberapa menit yang lalu,seperti biasa tujuan utama mereka dijam istirahat ini adalah kantin!,makan woy makan!.


"Kak ita manasi?!,disuruh potocopy malah ilang,,,bolos itu ajak-ajak ke" ujar Naila mercak-mercak disela langkahnya menuju kantin bersama Agnes dan Davri.


"Kamu yakin ita bolos ila?" tanya Agnes dengan wajah khawatir.


"Iya tuh ila,gue si ga yakin,segemlungnya lo bertiga kalian itu ga pernah melanggar amanah" saut Davri.


Sebagai sahabat dari kecil Davri sangat mengenal seluk beluk kegilaan triplet,tapi sekonyol nya mereka,ketiga gadis itu selalu bertanggungjawab atas apa yang seharusnya dan dititipkan pada mereka.


"Trus menurut kalian kak ita kenapa?,kemana gitu?,atau jangan-jangan kak ila ditabrak pas nyebrang?"ujar Naila dengan wajah panik.


Plak


Davri menggeplak pelan mulut naila yang asal jika ngomong,"Mulutnya!"


Naila mengelus bibirnya singkat,"Ilakan nanya,tapi semoga kak ita gapapa amin"


"Amin"


"Kamu gausah khawatir ila,mungkin aja Nirbita lagi ditoilet kena diare gitu" ujar Agnes asal.


"Bisa jadi"timpal Davri.


Wajah Naila terlihat biasa saja tapi siapa yang tahu sejak jam pelajaran dan Nirbita tidak ada,hatinya begitu gundah ia merasa ada sesuatu yang membahayakan sedang terjadi,tapi pada siapa dan dimana?.


Sekarang Nirbita tidak ada membuat ia Opertingkhing,"Aku mau cari kak ita!"


"Heh gue tunggu dikantin ya" teriak Davri saat melihat Naila berlari.


"Iya" yang menjawab bukanlah naila melainkan Agnes yang masih mendengar ucapan Davri karna naila berlari begitu kencang menuju toilet.


"Semoga kakak baik-baik aja" harap cemas Naila disela langkahnya.


Hubungan dirinya dengan kakak sepupunya itu sedang renggang sejak kemarin,tadi pagi pun mereka tidak mau diantar bersama,tapi tetap saja berangkat bersama diwarnai percekcokan mereka tentunya,tidak ada yang mau mengalah padahal pertengkaran mereka hal sepele.


Sejak pagi pun mereka selalu melemparkan tatapan permusuhan satu sama lain tapi tak ayal,naila sangat menyayangi kakak sepupunya itu ia tidak ingin terjadi hal buruk pada Nirbita,apalagi mengingat Nirbita selalu membelikan apa yang ia inginkan dan juga selalu membelanya selama ini.


Kakaknya itu selalu baik bahkan dalam memberikan contekan,naila tidak pernah dipaksa melakukan apa yang tidak dia inginkan,semua yang dia inginkan keluarga nya selalu berusaha memenuhi keinginannya jadilah dia menjadi pribadi yang manja dan polos,begitupun dua saudarinya namun Naila adalah bungsu semua kasih sayang berakhir padanya.


Disusul Agnes yang baru saja membuka pintu toilet langsung dikejutkan juga dengan tangis histeris naila.


"Heh si naila nangis!"


"Ko tiba-tiba nangis?"


"Weh *njir Jangan-jangan kesurupan"


"Sekate-kate lo ngomong!"


"Si Naila tiba-tiba nangis kalo bukan kesurupan apa coba?"


"Panggil pak ustad!"


Celoteh mereka yang panik melihat tangis naila tiba-tiba pecah begitu kencengnya,sebagian orang didalam toilet keluar untuk memanggil guru agama untuk meruqiah Naila dan sebagian memberanikan diri menenangkan Naila,bahkan konyolnya salah satu dari mereka terus menanyakan siapa yang ada dalam tubuh Naila sebari membaca huruf hijaiyah dan meniupkannya pada ubun-ubun gadis itu.


"Al-fatihah dong masa alif,ba,ta"


Sekolah digemparkan dengan berita Naila yang kesurupan ditoilet alhamdulillah urusannya sudah diselesaikan para guru.


Namun tidak sampai disana kegemparan masih terjadi saat mendapat laporan dua siswi widudarma menghilang,guru berpikir mereka membolos jadi mereka masih mencari dipekarangan sekolah sebari menghubungi pihak keluarga untuk mengonfirmasi.


.


.


.


Disisi lain Nirbita dan Agnes dibawa ke bangunan kosong entah dimana,bangunan kokoh namun tak terawat terlihat dari kotornya bangunan tersebut.


Agnes masih menangis meraung-raung dipelukan Nirbita,jika  mereka sedang tidak ketakutan sudah pasti bukannya berpelukan mereka akan jambak-jambakan.


Ketiga pria yang menculik mereka menatap dua gadis yang berhasil mereka bawa ini.


"Neng-neng cantik jangan nangis dong,nih ada jajanan ayo dimakan,,,jajanannya ga beracunko,,abang baru beli tadi" ujar salah satu dari ketiga penculik sebari menyodorkan sekantung kresek penuh berisi camilan.


"Jajanannya ga kadaluarsa neng makan aja dari pada nangis gitu bikin cape,,,mending makan,,perut kenyang hati pun senang"timpal satunya lagi.


"Bener tuh neng mending udah cep,,jangan nangis mulu cape abang dengernya,,,kalian mau apa sebutin aja tapi abang ga bisa bebasin kalian"saut yang lain sebari duduk tak tahu dari Nirbita dan Agnes.


Bujukan ketiga penculik itu tidak berhasil membuat Agnes berhenti menangis dan menghentikannya meminta untuk dipulangkan.


"Udah deh Nes diem,,berisik tau ga" sentak Nirbita sebari mendorong pelan tubuh Agnes agar tidak merapat terus pada tubuhnya.


"Huaaaa gue takut" histerisnya kembali memeluk Nirbita walau gadis itu berontak.

__ADS_1


"Heh Agnes!,mana Agnes si tukang bully?,masa diculik kaya gini doang takut sampe nangis kejer,,,padahal om-om penculiknya ga apa-apain kita tuh malah baik ngasih jajanan" ujar Nirbita dengan wajah polosnya berhasil membuat ketiga penculik menganga.


"Bener tuh neng kita ga akan sakitin kalian ko,,kita cuma dibayar buat nyulik kalian doang jadi mending makan aja ini jajanannya dari pada nangis" ujar salah satu penculik kembali menyodorkan plastik isi jajanan.


"Gue takut Nirbita,,paham ga sih!hiks,ngebully sama diculik itu beda!,,polos sama bego beda tipis sih"ujar Agnes mencibir diakhir kalimatnya membuat Nirbita sekencang mungkin mendorong tubuh Agnes.


Agnes yang masih memeluk Nirbita membuat mereka terjungkal bersamaan karna dorongan kencang Nirbita.


"Gausah peluk-peluk aku ga mau kena rabies pas pulang nanti" cibir Nirbita sebari mengusap-usap tubuhnya saking kesalnya dibilang bego.


Apa katanya rabies,mendengar kata itu membuat Agnes yang menangis dibuat terhenti dengan raut marah,"Lo pikir gue anj*ng!"sentak gadis itu menahan marah.


"Situ yang bilang tuh"saut Nirbita sebari menaikan bahunya acuh.


Melihat tingkah Nirbita yang selalu membuatnya kesal,Sherli berdiri dan berkaca pinggang didepan nirbita dengan napas memburu,"Lo anj*ng Nirbita!"


"Bukan dong akutuh manusia spik bidadari kan udah dijelasin tadi" sengak Nirbita dengan wajah menyebalkan dimata Agnes.


Ketiga penculik itu hanya menyimak pertengkaran dua gadis itu,menarik dari pada mendengar suara tangisan mereka lebih baik melihat drama pertengkaran,,,biar kaya acara sinetron gituloh dari pada kaya dengerin mba kunkun paduan suara.


Napas Agnes memburu gadis itu semakin tersulut dengan perkataan yang keluar dari mulut Nirbita,kesabaran setebal sehelai tisu akan mudah sobek jika digerakan sedikit saja apalagi tisu itu basah,,Agnes hendak menyerang rambut Nirbita yang duduk didepannya dengan kedua kaki disilangkan satu sama lain.


"Eit" Nirbita menggoyangkan jari telunjuknya didepan wajah dengan senyum mengejek,"Jangan main kekerasan dong!,,kitakan lagi diculik kan ga lucu masa korban saling serang harusnya sih saling bantu,,,iya dong?"tanyanya.


Agnes mengedarkan pandangan dan melihat tiga pria asing yang wajahnya masih tertutup topeng spiderman disana,,tiba-tiba ia tersadar bahwa ia belum keluar dari penculikan ini tubuh Sherli merinding lalu menunduk.


Sherli menundukan kepala ia takut menatap ketiga penculik itu dengan segera Sherli kembali duduk disamping nirbita dengan merapatkan tubuh mereka walau tidak sampai berpelukan seperti tadi,,sherli menjadi bisu seribu bahasa.


Melihat Sherli ketakutan bukannya iba Nirbita malah terkikik,,biar tau rasa si Sherli siapa tau kejadian ini bisa membuat Sherli tobat!.


Jika ditanya takut tentu saja Nirbita sama takutnya dengan Sherli tapi sebisa mungkin ia bersikap tenang agar aman untuk dirinya sendiri,selain harus bersikap tenang Nirbita juga mencari celah agar bisa kabur dari tempat ini,,entah untuk apa mereka menculiknya ia yakin niatnya pasti buruk.


Memiliki kakak seorang tentara membuat nya banyak belajar menjaga diri dan bersikap jika di keadaan urgent seperti ini,,ia harus setenang mungkin agar bisa berpikir jernih.


Melihat sikap santai para penculik, nirbita yakin jika mereka bukanlah penculik fropesional,karna jika ahli mereka pasti mengikat tangan dan kaki kedua gadis itu bahkan melakban mulut mereka tapi ini apa?,,mereka hanya bersikap santai bahkan memberikan mereka jajanan agar tidak menangis.


Tapi tetap harus waspada siaap tau ini hanya kamuflase para penculik saja.


Ketiga penculik itu juga tidak waspada kepada Nirbita dan Agnes yang bisa saja kabur karna dibiarkan duduk aman dilantai begitu saja tanpa diawasi,kedua penculik sendiri tengah memainkan ponsel masing-masing tanpa takut kedua korban mereka kabur,dan satunya lagi sedang mengajak ngobrol kedua gadis yang mereka culik dengan merebahkan diri tidak jauh dari korban mereka duduk.


Entah karna memandang remeh kedua gadis itu atau mereka memang tidak tau konsep menculik,,jika begitu tentu saja Nirbita akan memanfaatkan kesempatan itu secara baik-baik.


Agnes menjawab jika ditanya penculik itu dengan takut,,untuk nirbita ia seolah tengah mengobrol santai dengan orang dewasa bukan penculik.


Sikap Nirbita patut diacungi jempol,Agnes saja dibuat heran nirbita ini tidak ada takutnya sama sekali'pikirnya.


Tidak tau saja jantung Nirbita serasa ingin lepas dari tempatnya saking takutnya sekarang.


Nirbita bahkan berani bertanya pada penculik itu dan sesekali melemparkan candaan.


"Om punya ponsel ga?" tanya Nirbita sebari memakan camilan yang disodorkan jika masalah makanan perasaan apapun dalam dirinya akan ia lupakan sejenak demi menyantap makanan tersebut.


Mendengar pertanyaan itu sontak membuat ketiga penculik itu menatapnya penuh selidik,menyadari kesalahannya Nirbita segera berkata,"Kalo punya ita mau pinjem,,,ita mau tantang om-om pada buat adu ludo"serunya dengan cepat.


Ketiga pria itu saling tatap tanpa melepas topeng spiderman diwajah mereka,,mereka memang tidak waspada untuk penculikan kali ini,,mereka memang sering melakukan perkerjaan seperti itu jika mendapat perintah,jadi mereka sudah mengenal gerak-gerik korban mereka.


Kedua gadis yang di culik mereka yakini hanya gadis polos yang tidak bisa berbuat apa-apa,namun kepolosan Nirbita berhasil membuat mereka iba dan tidak mau untuk sekedar mengikat mereka seperti korbanya yang lain,,,jika bukan permintaan claen yang meminta untuk menculik gadis itu mereka tidak akan mau menculik gadis imut yang malah ingin mereka jaga.


Jika claen itu meminta untuk menyakiti gadis itu maka mereka tak segan membatalkan kontrak,,sudah dikatakan mereka ingin menjaga sejak pandangan pertama bukan menyakiti!,entah kenapa tapi seolah ada magnet yang membuat mereka ingin melindungi gadis itu.


"Ko malah saling tatap sih?,,itakan cuma mau tantang main ludo diponsel jangan-jangan om-om pada takut ya huh cemen"ujar Nirbita membuat Agnes melotot.


"Mulut lo jaga beg*,kalo mereka marah gimana?" bisik Agnes sebari mencubit paha Nirbita.


Nirbita meringisa,"Sakit ih"sentaknya kesal.


"Apa yang sakit?,,ada yang sakit?,mau dibawa kerumah sakit?" berondong ketiga penculik itu bertanya membuat kedua gadis itu cengo.


"Engga ko om,,aku cuma mau main ludo aja diponsel boleh ya" pinta Nirbita sebari menunjukkan pupel eyesnya.


Agnes menyiku nirbita jika mereka pergi dari tempat ini bukankah ada kesempatan untuk kabur tapi Nirbita malah menolaknya,,ininih polos sama bego beda tipis!.


"Boleh ya om" pinta Nirbita sekali lagi.


"Boleh deh kita juga gaada kerjaan mending main ludo aja,,bentar abang download dulu permainannya" jawab salah satu dari penculik itu.


"Kamu panggil kita abang aja jangan om,,udah kaya om-om aja,kita masih muda loh masih dua puluh limaan"ujar yang lain.


Nirbita mengangguk,"Oke bang"jawabnya dengan gerakan tangan membentu ok,"Abang ga gerah gitu pake topeng spiderman kaya gitu?"tanyanya.


Agnes bingung dengan tingkah polos Nirbita yang kelewat berani ini,,ia saja tidak berani menatap para penculik eh gadis itu malah dengan beraninya menantang main ludo bahkan tak segan untuk bertanya.


"Emang sih,malu bertanya sesat dijalan,tapi ga nanya sama penjahat juga" guman Agnes dalam hati.


"Gerah sih,emang boleh abang buka topengnya?"


Nirbita mengangguk antusias,"Tentu boleh dong bang"


Setelah permainan ter-Download mereka mulai duduk dengan melingkari ponsel yang ditaruh dilantai dengan permainan yang siap dimulai,,Agnes semakin merapatkan tubuhnya pada Nirbita karna takut.


Nirbita ingin sekali memvidiokan sikap Agnes ini untuk ia jadikan bahan ejekan nanti,tapi sayang tidak bisa ia lakukan saat ini.


Permainan ludo empat orang dimulai dengan Agnes yang sebagai penonton.


"Yang menang harus bayar buat yang kalah dan yang kalah harus bayar juga buat yang menang dan uangnya wajib buat Nirbita" seru Nirbita dengan antusias disetujui mereka tanpa menyadari keanehan kesepakatan yang mereka buat.

__ADS_1


Hanya Agnes yang waras disini gadis itu terdiam bingung dengan kesepakatan para pemain ludo ini,"Yang menang ngasih duit buat yang kalah,trus yang kalah juga harus ngasih duit buat yang menang,trus duitnya buat Nirbita,,,yang menang banyak disini Nirbita dong?,,ini konsepnya gimana sih?"monolog Agnes dalam hati demi mempertahankan kewarasan pasrah adalah jalan terbaik saat ini.


__ADS_2