DIARY TRIPLET N

DIARY TRIPLET N
SALING NOSTALGIA


__ADS_3

Alhamdulillah,acara ijab kabul berjalan lancar,saat mengucap ijab tidak ada kesalahan ouh tentu Rangga sudah latihan sejak seminggu sebelum acara,Rangga tidak mau ada kesalahan apapun dalam acaranya,semua harus perfect.


Sekaligus malam pertama nanti,Rangga sudah menbayangkannya sejak tadi,anehnya rangga merasa waktu berhenti sejak tadi masih saja siang,huh lama sekali,,,mana pegel sejak tadi terus menyalami tamu undangan yang memberinya selamat,bisa di skip langsung malam pertama ga sih?, gasabaran!.


"Yang ini tamu kamu banyak amat sih,pengel aku dari tadi duduk berdiri terus"ujar Rangga mengomel lirih sebari menyandarkan pelayanya pada pundak wanita yang baru beberapa jam yang lalu sah menjadi istrinya.


"Kamu pikir kamu doang yang pegel aku juga!,tapi aku bangga pak bisa pamer sama temen-temen sekolah aku dulu,kalo sekarang aku udah nikah sama ceo ganteng!" seru Fricia yang tadinya mendumel kini terkikik senang,"Mereka dulu bilang kalo jodoh aku bakalan jauh sekarang terbukti kalo jodoh aku tuh lagi duduk disamping aku"oceh nya menggebu.


Fricia merasa menang sudah menikah,dulu saat sekolah teman-temannya selalu mengolok-olok bahwa dirinya akan sulit mendapatkan pacar karna terlalu tomboy,galak,sekarang terbukti dirinya sudah punya pacar halal mau digimanain pun,asal jangan dibunuh aja.


Saat mati Rangga pasti memiliki banyak warisan jika dirinya terbukti membunuh suaminya itu yang ada bukan menikmati warisan tapi tidur di jeruji besi,yang benar saja dirinya tidak ada niatan menjadi pembunuh dadakan ko.


"Kamu harus pamer yang banyak yang,sebar luaskan setatus kamu,kalo kamu sudah punya suami ceo,ganteng,mapan,kaya dinovel-novel pasti temen-temen kamu iri" saut Rangga menyulut agar istrinya membeberkan bahwa dirinya sudah menikah untuk memberi kabar pada cowo diluaran sana kalo wanita bernama Fricia Angraini sudah memiliki suami!.


Dan dirinyalah suaminya,,jangan salah walaupun Fricia itu tomboy,mantan guru beladiri di sebuah sanggar,tapi wajahnya yang cantik,imut,dan aga-aga tolol ini banyak yang suka,banyak yang ngejar-ngejar bukan karna banyak hutang,tapi biasanya mereka akan berhenti ketika Fricia memarahi bahkan mengajar mereka duel hanya rangga yang bertahan dan berhasil menaklukan buaya betina itu.


"Pasti,aku bakal bungkam mereka pake foto pernikahan kita" setuju Fricia tersenyum senang membayangkan dirinya melempar amplop berisi foto jika berisi duit mending kantongi aja dari pada dilempar sayang!,,kembali ke topik, Fricia membayangkan melempar amplop berisi foto pernikahannya pada teman-temannya dan mereka akan memberikannya banyak pujian karna sudah menaklukkan hati seorang ceo mapan dan tampan.


Fricia tidak salah selama ini Rangga yang mengejarnya sampe ke lubang semut pun masih dikejar,Rangga begitu tergila-gila dengan gadis tomboy yang menjadi sekretari nya itu.


"Bagus sebagai suami aku dukung,ayo kita foto yang banyak buat pamer!" ajaknya mendukung,Rangga juga tidak terima ada yang mengolok-olok sang istri walau dimasa lampau,ia akan membantu istrinya balas dendam,eh.


Naila yang duduk bersila dikursi khusus orang tua pengantin berdecak mendengarkan bisik-bisik pengantin baru itu,,,"Aku kira bisik-bisik tetangga ternyata memang iya"gumannya sebari memakan kue yang tersedia dinikahan abangnya itu.


Disamping Naila ternyata ada Bastian yang mageran "Jodoh itu saling melengkapi lah ini cerminan diri,kayanya aku harus berubah biar jodoh aku gadis solehah bukan solehot"gumannya.


"Abang bas berubah jadi pangeran tidur aja,kan kalo jodoh abang cerminan diri lumayan bang,jodohnya putri tidur ga perlu beli beras yang penting punya tempat tidur" oceh Naila membuat Bastian mendengus.


"Gak gitu konsepnya!"


Kerjaan Naila sejak tadi hanya makan sambil nge-vlog naila kan punya akun yang lumayan menghasilkan duit,selain itu ia juga turut berfoto entah bersama keluarga atau bersama undangan yang meminta foto dengan pengantin naila akan ikutan,naila tidak akan meninggalkan pelaminan sebelum bosan padahal biasanya ia akan mengekori kemanapun Nirbita pergi.


Untuk Nirbita sendiri gadis itu setelah ikutan acara foto keluarga ia menghamburkan diri mendekati perasmanan untuk makan,dihidup triplet mereka akan anteng jika dikasih makan,ga dikasih pun akan ambil sendiri jika ada,,,disana tentu saja ada inti algaskar yang emang membantu Devan dalam nikahan kakaknya ini.


Karna mereka juga Nirbita tidak bisa bergerak bebas Pak Smit yang kembali dari Singapura untuk menghadiri nikahan keponakannya itu sudah mendapatkan laporan dari anak buahnya bahwa ada buaya jantan yang mendekati Nirbita,tidak bisa dibiarkan.


Nirbita terus diekori Pak Smit kemanapun gadis itu pergi jika Gara mendekati Nirbita maka Pak Smit bertindak menjauhkan Nirbita dari buaya jantan tersebut begitu seterusnya,,Pak Smit lebih posesif dari keluarga lainnya terhadap triplet,,ia sangat menyayangi mereka seolah melihat mereka bisa melepas rasa rindunya pada putrinya yang enam belas tahun lalu meninggal.


Untuk Naya gadis itu tengah berdiri menjaga meja perasmana,jika ada tamu yang ingin makan dan mengambil berlebihan,maka mulut cap bon cabe milik Naya akan mengomel sampai tamu itu mengurangi porsinya,,ini semua hanya inisiatif Naya saja kan sayang kalo makanan yang diambil dari parasmanan jika tidak dihabiskan pasti dibuang lebih baik mengambil secukupnya agar yang lain kebagian.


Antariksa malah pacaran dinikahan abangnya,begitupun Farel yang membawa Vania,dan Danis yang sedang pdkt pada wanita cantik berhijab dan bergamis berwarna coksu,gadis lemah lembut yang ia jumpai sebelum ijab kabul Rangga dilaksanakan.


Saat beberapa detik sampai dirumah mempelai wanita Danis merasa perutnya seperti diputar sakit,pria itu mencari kamar mandi dan saat itulah mereka bertemu,wanita itu bernama Sarah, Sarah menunjukan arah ke toilet hanya dengan begitu saja Danis susah jatuh cinta,emang dasar danis nya saja baperan.


Kasihanilah Bintang dan Gara,jika Gara yang ingin berduaan dengan Nirbita terus diganggu Pak Smit,beda cerita dengan Bintang,gadis yang dia suka malah tidak peka dan stay diatas pelaminan orang,emang Naila menyebalkan.

__ADS_1


Devan sebagai adik dari mempelai juga ikutan sibuk menyambut tamu,sesekali matanya melirik kesal kearah Antariksa yang tengah pacaran dengan pacarnya yang sudah dia pacarin selama hampir dua bulan ini.


"Yang kamu tuh jahat banget tauga!" ujar Antariksa dengan wajah dibuat kesal.


Wanita yang menerima Antariksa menjadi pacarnya menaikan sebelah halisnya mendengar tuduhan pacarnya itu,"Aku emang habis ngapain kak?, perasaan aku ga nyuri,ko disebut jahat?"


"Kata siapa kamu ga nyuri?" tanya Antariksa masih dengan wajah kesal.


"Kata aku kan tadi aku bilang aku ga nyuri" jawab Risa seadanya,walaupun dirinya hidup pas-pasan padahal keluarganya kaya tapi dirinya tidak pernah mencuri seperti yang dituduhkan Antariksa.


"Kamu tuh udah nyuri sesuatu yang sangat amat berharga buat aku" ujar dengan raut serius dan Risa kini hanya mendengarkan tidak tau harus berkata apa sebab dirinya merasa tidak pernah mencuri dari cowo yang hampir dua bulan menjadi kekasihnya,"Kamu tuh udah nyuri separuh hidupku"gombalnya membuat Risa mendengus padahal dirinya sudah serius banget mendengarkan.


Ia pikir dirinya tak sadar sudah membawa barang milik Antariksa makanya dituduh mencuri eh ternyata hanya gombal.


"Alah bulshit!,jangan dengerin babi memekik Risa,bilangnya separuh jiwa lah,ga bisa hidup tanpamu lah,bulshit bener,,liat aje kalo lagi ga sama kamu dia udah godain cewe lain dan bilang hal yang sama" ejek Elesky menarik konflik.


Lumayan hiburan gratis selama di militer tidak ada yang seperti ini.


"Fitnah lo bang!,yang jangan dengerin bang Es,dia tuh contoh manusia iri dengki" ujar Antariksa mencoba menenangkan pacarnya agar tidak tersulit perkataan yang keluar dari mulut Elesky.


"Apa yang gue iri dengkiin sama bocah kaya lo,muka masih gantengan gue,duit kita selevel,gue punya abs lah lo perut aja buncit,yang ada lo tuh yang iri sama gue,guekan termasuk golongan cowo hot" ujar Elesky narsis adalah sifat alamiah keluarga triplet,jadi jangan heran.


"Kita pergi aja" bisik Ayana membawa Risa pergi dari dua cowo itu agar terhindar konflik.


"Woy kak pacar gue ko diculik" pekik Antariksa tidak terima begitupun Elesky yang tidak terima ditinggal kekasihnya,masa dicampakkan padahal ia hanya punya waktu sehari untuk bersenang-senang sebelum kembali ke militer.


Sudah ribuan kali Rangga mengeluh dari pagi sampai malam ingin segera melepas keperjakaan eh..


"Ga bisa dibiarin,semakin malam semakin banyak yang datang aku ga terima ini" ujarnya tersungut-sungut sehari menyisingkan baju layaknya orang mau tauran.


"Eh eh eh bapak mau ngapain pak" cegat Fricia bingung dengan tingkah suaminya yang sejak tadi pagi tidak sabaran.


"Aku bukan bapak mu" dengus Rangga mendengar panggilan istri tercinta,lalu menarik Fricia untuk pergi dari pelaminan.


"Pak,pak,bapak mau bawa saya kemana?"


"Unboxing" jawabnya masih menarik Fricia untuk pergi dari sana,melihat pengantinnya pergi Pak Dimas berteriak memanggil mereka tamu masih banyak tidak mungkin untuk ditinggalkan.


"Woy woy kalian mau kemana?"


"Unboxing pih" jawab Rangga tak kalah berteriak membuat mereka terbahak.


"Dasar bocah tengik gitu doang ga sabaran,woy ini acaranya gimana tamu masih banyak!" omel Pak Dimas.


"Udahlah pak kita urus aja kasian mereka pasti cape butuh istirahat,dari pagi mereka nyambut tamu terus" ujar Bu Putri.

__ADS_1


"Kita kan juga bantu nyambut tamu mih,tapi mereka malah enak-enakan mau iya-iya disaat tamu masih banyak kaya gini" keluh Pak Dimas sama capeknya dan ingin segera beristirahat tapi sepertinya besannya ini mengundang satu negara,dari tadi ga habis-habis,"Kalo para tamu nanyain pengantinnya gimana?masa kita jawab mereka lagi iya-iya sih,apa kata mereka nanti"omelnya terus.


Bu Putri tidak menanggapi wanita cantik yang memakai kebaya Couple keluarga itu menunjuk arah pelaminan berada menggunakan bibirnya,Pak Dimas mengikuti arah tunjuk bibir sang istri.


"Blekedes!" umpatnya melihat adiknya yaitu Pak Jeje dan istrinya tengah duduk di kursi pengantin sebari Bermesra-mesraan layaknya pengantin baru.


Pak Dimas melirik istrinya dengan tatapan kesal,"Kenapa pih?"tanya Bu Putri bingung ditatap seperti itu.


"Ga bisa dibiarkan!"bukannya menjawab Pak Dimas malah berguman lalu menarik sang istri untuk naik keatas pelaminan.


Bu Putri hanya mengikuti langkah suaminya itu malas berdebat apalagi tamu masih berdatangan padahal sebentar lagi jarum jam akan menunjukan pada angka sebelas.


Setelah sampai dipelaminan pak dimas berkaca pinggang melihat adik bungsungnya yang berkelakuan tanpa urat malu,napas pak dimas menggebu dengan dada naik turun.


"Kenapa mas?" tanya Pak Jeje bingung melihat kakaknya yang terlihat emosi.


"Geser!,aku juga mau nostalgia" ujarnya dengan nada kesal.


Pak Jeje bergeser begitu juga Bu Kasih menyisakan tempat dikursi pengantin,Pak Dimas langsung duduk dan menarik istrinya untuk duduk disampingnya.


Mereka terlihat seperti pengantin masal yang baru dinikahkan tadi pagi.


Dibawah sana Elesky,Bastian,Antariksa dan Pak Smit yang menjadi salah satu penonton pengantin masal dadakan itu langsung menutup wajah malu.


Keluarganya ini emang di luar nalar tak sampai disana.


Bahkan Pak Hendra pihak tuan rumah acara ini memicingkan mata menatap pasangan dipelaminan dengan wajah kesal,ini pestanya kenapa menjadi urakan begini.


Pak Hendra tidak terima ayah dari fricia itu menarik istrinya untuk keatas pelaminan dengan wajah kesal.


"Eh Pak sabar Pak biarin aja pak,inget pak mereka besan kita pak!,sabar" ujar Bu Anggi mencoba menenangkan suaminya yang emosi.


"Ga ada salahnya juga pak mereka duduk disana biar ga dibilang pengantinya ilang pak,gausah marah bapak sabar pak" oceh Bu Anggi menenangkan.


Pak Hendra menghentikan langkahnya ketika bu anggi yang ia ajak naik keatas pelaminan menahan langkahnya agar suaminya tidak meledakan emosi pada besan mereka,"Siapa yang mau marah sih bu!,bapak juga mau nostalgia!"dengusnya membuat bu anggi kicep.


"Hah maksud bapak gimana?"


"Bapak juga mau duduk di kursi pengantin bu,bapak mau bernostalgia sama pernikahan kita dulu,kitakan dulu nikahannya juga kaya gini cuma aga sederhana aja,,masa mereka doang yang bernostalgia kita juga harus!"jawab Pak Hendra menggebu.


"Ya allah pak gausah kaya anak kecil deh,itu kursi pengantinya juga udah penuh,kita samperin tamu yang datang aja gausah duduk disana"


"Gamau bu,pokonya bapak mau duduk di kursi itu kalo ga bisa bapak bubarin pestanya!" ancam Pak Hendra.


Acara pernikahan Rangga malah berubah menjadi nostalgia para orang tua sedangkan pemilik acara sedang melakukan unboxing dikamar dengan senang hati,,,pasangan yang baru saja menjadi sepasang suami istri itu tidak merasa bersalah meninggalkan pesta suruh siapa tamunya ga habis-habis.

__ADS_1


Padahal itu bagus tamu yang banyak amplop juga pasti banyak,wah triplet ga sabar bantu bukain amplop.


__ADS_2