
Minggu pagi
Rumah Rangga didatangi tiga orang sekaligus eits bukan depkolektor tentunya,Rangga ga punya hutan kecuali hutang budi mungkin, tapi untungnya dikomplek tidak ada yang bernama budi jadi rangga ga punya hutang pada pak pudi hehehe.
"Eh kalian bertiga datang barengan?,ayo mau duduk dimana di luar apa didalam" ujar Fricia menyambut kedatangan tiga remaja itu yang tengah menatapnya dengan senyum manis.
Mana ganteng lagi uwuw.
"Eh terserah kakak aja asal ga diusir" jawab Jastin terkekeh.
"Tenang aja ga bakal kakak usir ko,tapi kalo mas Rangga yang bukain pintu beda lagi ceritanya" jawab Fricia terkekeh,ia sangat mengetahui suaminya itu posesif.
"Sudah tentu"guman ketiganya serempak.
Fricia hanya terkekeh,"Kakak tebak satu-satu Gara mau ketemu Nirbita,Jastin ketemu Naya,kalo Bintang mau ketemu Naila ya?,bukannya semalam kamu baru aja tunangan kalo ketemu Naila nanti tunangan kamu bisa ngamuk lo kesannya kaya Naila selingkuhan kamu gitu" ujarnya terdengar aga gimana gitu saat bicara pada Bintang.
Bintang tersenyum kikuk,semalam emang dia bakal punya tunangan tapi berhasil digagalkan hehe untuk sementara sih,"Eh gagal kak, kakak belum denger kabar kebakaran di hotel nya ya ka?"jawabnya ragu.
Fricia hanya mengangguk,"Ouh gitu, kakak udah denger sih dari Pak Danis tadi cuma basa-basi doang,maaf ya semalam kakak ga hadir soalnya ada hal penting dirumah kalo acaranya dilangsungkan lagi ingsaallah kakak datang sekeluarga "Bintang hanya tersenyum kaku," Ehh malah ngobrol didepan pintu ayo masuk"Fricia mempersilahkan mereka masuk dengan sopan.
"Mau kakak bikinin minum?"tawarnya.
"Boleh rikques nih kak?" Tanya Jastin mendapat cibiran Bintang.
"Gatau diri" cibir nya lirih hanya didepan dirinya dan juga jastin.
"Lebih gatau dirian gue apa lo?,udah punya tunangan tapi masih deketin cewe lain" ejeknya membalas.
"Boleh" jawab Fricia tersenyum hangat pada remaja yang ingin menemui adik iparnya itu.
"Aku mau jus mangga aja kak" pintanya.
"Gaada" jawab Fricia mempertahankan senyum manisnya.
"Eh kalo gitu,jus jeruk kak"
"Gaada"
"Jus apel"
"Gaada juga"
"Gaada jus-jusan kan?"
"Nama kamu kan jus-jusan mau kakak blenderin?"tanya Fricia.
"Kalo gitu teh manis aja kak"
"Gaada"
"Teh tawar deh kak gapapa" ujarnya frustasi.
"Kakak ga bisa bikinin teh tawar apalagi teh manis soalnya kakak belum beli teh nya" jawab Fricia.
"Yaudah kak air putih aja! " ujar Jastin menahan napas, sabar calon kakak ipar sabar.
"Yaudah kakak bikinin es sirup,kalian berdua juga kakak bikinin es sirup mau?" Ujar Fricia menyebalkan ditelinga Jastin.
Sabar calon kakak ipar sabar,keluarga triplet emang bikin emosi!.
"Boleh kak"jawab mereka serempak.
Jastin memaksakan senyumnya didalam hatinya ia terus mengucapkan kata penyanjung untuk dirinya sendiri,'sabar orang ganteng ga boleh marah sama calon ipar,sabar'
"Kak Nirbita nya lagi di mana ya?" Tanya Gara sebelum Fricia pergi menyiapkan minum.
"Nirbita lagi dibelakang rumah lagi berjemur kalo kamu mau temuin langsung bisa kakak anter" tawarnya sebari menjawab.
"Boleh kak" jawab Gara mengangguk.
"Kalian tunggu sebentar ya kakak anterin Gara ketemu Nirbita dulu"
"Saya boleh ikut kak?" Tanya Bintang berpikir dimana ada Nirbita disana ada Naila.
"Ga perlu Naila ga lagi sama Nirbita" jawab Fricia judes karena menurutnya Bintang tidak seharusnya menemui Naila secara pribadi jika sudah memiliki tunangan, ia tidak mau sampai ada yang berpikir Naila sebagai orang ketiga diantara hubungan Bintang dan tunangannya.
Bintang hanya bisa menghela napas ia sudah mengenal Fricia sebelum mengenal triplet sebagai kakak dari sahabatnya yaitu Devan,sikap Fricia itu barbar dan dia akan mengatakan apapun yang menurutnya wajar bodoamat jika menyinggung perasaan orang lain,jika merasa tersinggung maka jangan menyinggung duluan,Fricia orangnya pendendam ia sudah pernah jadi guru beladiri siapapun yang berani macam-macam akan ia baku hantam,lihat saja.
Fricia mengantar Gara kebelakang rumah untuk menemui Nirbita yang tengah berjemur diteriknya matahari pagi yang menyegarkan,rambut Nirbita basah karena keramas dan sengaja tidak dikeringkan pake alat,setelah semalam kembali bicara Nirbita masih tidak seperti dulu yang banyak omong,Nirbita hanya bicara satu patah kata saja jika ditanya atau menginginkan sesuatu.
Nirbita menolak saat rambutnya hendak dikeringkan pake hairdryer gadis itu hanya menggelengkan kepala sebagai penolakan,keluarga triplet masih bersabar untuk kondisi Nirbita setidaknya sudah ada kemajuan,semua itu harus disyukuri bahkan Rangga sudah berniat membagi nasi kotak pada warga sebagai rasa syukur nya atas apa yang sudah allah berikan.
Nyatanya tadi Fricia berbohong kalo Naila sedang tidak bersama Nirbita,padahal keduanya tengah jongkok berdua disana sebari memainkan tanah.
"Nirbita nih liat siapa yang jengukin kamu" ujar Fricia menghampiri dua adik iparnya yang sedang membuat bulatan dari tanah.
Kedua gadis itu menoleh kearah suara,"Kak Gara datang setiap hari udah ga aneh"cibir Naila sebari melanjutkan mainnya.
Bagi Naila tanah lebih menarik dari pada gara, naila sampai bosan liat muka Gara yang ganteng itu karena terlalu sering mengunjungi sodaranya.
Nirbita hanya tersenyum kearah Gara,melihat itu tentu saja gara senang,sebulan ini Nirbita tidak pernah menunjukan ekpresinya selain datar,"Kak Nirbita senyum"pekiknya senang sampai membuat mereka terlonjak.
Naila mengelus dadanya saking kagetnya sedangkan Nirbita hanya menatap aneh dan Fricia tersenyum saja,"Iya alhamdulillah Nirbita udah ada kemajuan,semalam aja dia udah mau ngomong lagi ko "ujarnya memberi tahu karena Fricia ga punya tempe.
"Beneran kak?" Tanya Gara memastikan dengan binaran dimatanya
"Iya" jawab Fricia senang.
"Alhamdulillah" ucap syukur Gara sampai berlari memeluk Nirbita,bukan saking senengnya sih tapi emang modus.
"Eh-eh-eh gaboleh peluk-peluk" tegur Fricia dan juga Naila sebari memisahkan pelukan mereka padahal Nirbita tidak membalas.
Gara cengengesan seketika kepribadian nya yang terkenal dingin itu luntur begitu saja sekarang,"Maaf kak kelepasan saking seneng nya"
"Alah modus" cibir Naila,"Sekali lagi kakak coba-coba manfaatin kesempatan dalam kesempitan ila bakal laporin kakak sama abang Es biar krek"ancam Naila sebari menggerakan jarinya dileher dengan gerakan memotong.
"Boleh tapi bang es datang nya udah telat" ejek Gara membuat Fricia cengo.
"Bocah pendiam jadi berubah kaya gini,emang ajib triplet,aura panas mereka emang bisa bikin es mencair" gumam Fricia entah memuji atau mengejek.
Ya aura panas dari triplet emang bikin es meleleh saking lelehnya sampai habis tak tersisa.
"Kalian lanjut aja kakak mau masuk dulu buat minum" ujar Fricia.
"Aku titip es sirup boleh kak?"tanya Naila .
__ADS_1
"Boleh dong kakak bikinin es sirup air laut,gimana la?mau ga?"jawab Fricia.
Naila memikirkan es sirup air laut dari namanya saja sudah estetik pasti rasanya pasti enak," Boleh kak"jawabnya berseru senang memikirkan betapa enaknya sirup air laut bikinan iparnya itu.
"Tapi emang ada es sirup air laut kak?"tanya Naila kepo.
"Kalo ga ada kakak ga bakal tawarin naila,es sirup air laut ini sepesial dari kakak,buatan kakak dari racikan sampai nama minumannya"jawab Fricia bangga dengan dirinya sendiri..
Naila manggut-manggut saja sedangkan Nirbita yang mendengar itu menatap iparnya,"Mau"ujarnya.
Mendengar suara Nirbita,Gara tersenyum lebar sudah sebulan lebih ia merindukan suara ini.
Fricia terhenyak mendengar suara Nirbita bukan karena tidak senang mendengar suara Nirbita tapi,itu es sirup air laut yang dimaksud yang jadi masalah sekarang,"Eh Nirbita jangan minum es dulu kalo udah sembuh baru boleh,kakak bikinin coklat panas aja gimana?"tawarnya agar Nirbita tidak minum racikan yang tadi ia banggakan.
Nirbita bergeming beberapa detik kaki mengangguk sebagai jawabab,Fricia bisa bernapas lega karena Nirbita mau dibikinin coklat panas saja dari pada es sirup air laut,jika tidak maka astagfirullah.
Kan tidak mungkin Fricia mengerjai Nirbita seperti yang ia lakukan pada Naila,es sirup air laut yang akan ia racikan adalah sirup yang di campur garam sepuluh sendok,emmm rasanya,eje gile,kaya air laut ga tuh kan namanya es sirup air laut jadi ya begitu.
Fricia pergi kedapur untuk membuatkan minuman untuk dua iparnya dan juga tiga tamu yang datang tak diantar itu dengan senang hati.
Gara ikutan berjongkok disamping Nirbita yang tengah memainkan tanah yang sudah dibasahi air biar lengket,"Kamu lagi buat apa bi?"tanyanya menatap Nirbita penuh harap akan jawaban,ia ingin kembali mendengar suara yang menjadi candunya.
"Pocong" jawab Nirbita sebari membuat bulatan dari tanah menggunakan tangannya lalu ia satukan sampai menyerupai hantu terikat satu itu.
Sepertinya triplet berbakat jika jadi dukun,otak mereka tuh lain dari yang lain apalagi kalo soal dirusuh menyantet orang pasti paling antusias.
"Aku juga buat pocong,namanya Bintang"celetuk Naila sebari mengambil bentuk yang sudah jadi dan menunjukannya didepan Nirbita dan juga gara," Bintang ini bakal Aku bejek"Naila mengikuti apa yang ia katakan seolah perkataannya adalah intruksi untuk pergerakan Naila.
Sekarang Naila tengah membejek tanah liat yang sudah di buat sedemikian rupa agar membentu pocong,saat sudah jadi dan diberi nama Naila membejeknya sampai gepeng,lalu mencubitnya sedikit demi sedikit sebari memaki dengan kesal,"Pocong Bintang b*go,b*doh,t*lol,j*lek,bengek" maki nya menggebu.
Gara menatap Naila,seram jika cewe sudah marah maka habislah,tidak sampai disana Naila melempar tanah yang sempat menjadi bentuk pocong dan kini menjadi bentuk cubitan kecil,Naila lemparnya ketanah lalu menginjaknya sampai dibumi hanguskan bersatu dengan kaumnya ditanah,tanah ketemu tanah.
Nirbita melirik Gara yang masih menatap ngeri kearah naila,"Kakak"ungkap Nirbita sebari menunjukan karya buatanya,bentuk yang sama dengan Naila hanya saja milik Nirbita masih utuh.
"Hah kenapa?,maksud kamu nama benda itu Aku gitu Bi?" Tanya Gara memastikan dan berharap tidak.
Nirbita hanya mengangguk membuat Gara tercengang dan mendesah kesal,"Masa aku disamain sama pocong sih,enak dipocong dong bisa mirip sama manusia ganteng kaya aku"ungkap Gara narsis.
Nirbita hanya tersenyum,"Becanda"ujarnya.
"Ah gaasik,dari pada kalian drama burung pinky mending kita ny*ntet bareng biar s*ntetnya mujarab!" Ajak Naila sesat sebari tersungut-sungut.
Naila membuat satu bentukan pocong dari tanah liat,"Ini namanya kebun raya bogor,biar sehidup semati mereka,Bintang end kebun raya bogor"Naila membejek tanah yang tadi ia bentuk kembali benyek ditangannya.
"Lo suka sama Bintang ila?" Tanya Gara membuat Naila mendelik tajam.
"Engga" jawabnya cepat,"Kemarin mungkin ia tapi semalam rasa cinta ku padanya sudah pupus dibawa angin"ujarnya memdramatis membuat Gara meringis.
"Lebay" cibir Nirbita memutar matanya malas.
Emang bener kalo penyesalan selalu diakhir kalo diawal pendaftaran, iya pendaftaran untuk menyesal hehe.
Naila yang tidak pekaan dan seenak udel pas tau dirinya suka Bintang udah telat,Bintang udah bertunangan Naila hanya mundur jangan alon-alon harus grasak-grusuk biar ga cepet gitu loh? .
Kan ogah jika dikatain PHO alias perusak hubungan orang kaya ga ada laki lain aja,helloww didunia ini masih banyak cogan, kalo ada yang jomblo kenapa harus punya orang coba,,ah cha wook aja deh,oppa Korea ituloh jodohnya Naila,dalam mimpi.
Sudah tentu ya kali nyata!.
Sedangkan diruang tamu Jastin dan Bintang tengah duduk bertamu kaya anak ilang,cuma planga-plongo.
Rangga buru-buru turun saat di depan dua remaja itu rangga berkaca pinggang menatap keduanya dengan garang,"Sejak kapan kalian disini?"desisnya bertanya.
Jastin dan Bintang menyodorkan tangannya sebagai soalnya santun untuk mencium punggung tangan rangga,walaupun kesal Rangga tetap menerima.
"Baru aja bang" jawab Jastin.
Rangga menatap jastin lalu beralih pada bintang seolah bertanya'situ?'.
"Sama bang" jawab Bintang mengerti tatapan Rangga.
Rangga mengangguk tak lepas tatapannya dari bintang,"Mau ngapain kesini?"tanyanya.
"Mau ketemu Naila bang"
"Gue mau ketemu Naya bang ya kali ketemu abang" jawab Jastin minta diusir.
Rangga mendelik pada bocah satu itu,"Ga nanya situ! "Hardiknya.
"Lah mana gue tau kalo abang nanya dia doang kan abang ga nyebut nama"
"Udah diem deh gue mau ngomong sama si Bintang nya malam" ujar rangga mendesis.
"Gue bakal diem kalo udah ketemu Naya bang,panggilin Naya nya dong bang" pinta Jastin merengek.
"Bocah jasuke udah mending ga gue usir malah ngelunjak!"maki Rangga melototkan matanya pada pria itu.
"Jasuke,gue emang pantensih dipanggil jasuke kan gue ganteng,iya kan bang?"pede gile Jastin ini.
"Lo tau arti jasuke apa?"
Jastin mengangguk atas pertanyaan Rangga dan menjawab,
"Jagung,susu, jahe lah bang"
"Salah yang bener,j*ncok,as*,b*ngke!" Jawab Rangga mengejek.
"Lah sejak kapan diubah"
"Sejak nenek moyang lo diciptakan,nyaut lagi gue usir lo dari sini,mau lo?!"ancam Rangga jengan dengan pria menyebalkan satu itu.
Dikasih hati malah minta ginjal.
"Bintang gue ga bakal basa-basi keburu basi,gue mau lo ga deketin ade gue lagi!,magsud gue,lo harus jauhin si Naila karena apa?,karena lo udah tunangan!,gue ga mau ade gue sampe difitnah jadi pelakor apalah itu!,gue ga mau kejadian buruk terjadi sama Naila dan permintaan gue itu final lo ga bisa nawar karena gue bukan penjual dan ini ga dipasar" ujar Rangga sinis dan serius.
Enak saja jika sudah punya tunangan harus setia dong!,masa sasimo alias sana sini mao dipikir adenya apaan coba,ga bakalan Rangga biarin!,Rangga emang udah ijinin dua tuyul itu deketin adiknya tapi masih dalam pengawasan ketat,jika mau menjalin hubungan dengan para adik nya maka harus dapat restu keluarganya dulu.
Dua tuyul tuh Jastin end Gara, dua bocah yang sedang dalam pengawasan ketat mata batin eh mata elang Rangga magsudnya.
"Gue ngerti bang,gue kesini cuma mau ngasih sesuatu sama Naila sebagai tanda perpisahan,gue janji ga bakal ada fitnah tentang Naila,gue juga bakal jauhin Naila seperti yang abang mau sekiranya sampai gue punya cara putusin hubungan pertunangan ini" jawab Bintang pasrah,"Tapi ijinin gue ketemu Naila dulu bang,gue mau ngobrol sebentaran doang kok"pintanya melas.
Rangga menghela napas,"Jangan pikir muka melas lo itu bakal luluhin gue,jelas kaga!,lima menit ga lebih"jawabnya membuat mereka bingung.
"Kagajelas" cibir Jastin berguman.
Jastin pikir Rangga ga bakal ngijinin Bintang ketemu Naila eh ternyata ga begonoh ceritanya.
__ADS_1
"Dilarang mencibir tuan rumah kalo ga mau diusir"ujar Rangga membuat Jastin cengengesan kaya orang gila.
"Abang denger?,wah hebat banget bang,padahal gue mencibirnya pelan banget loh cuma semut yang bisa denger, tapi ternyata pendengaran abang hebat banget tahan banting" puji Jastin dari pada harus diusir dari sana sebelum bertemu Naya mending mencoba menyenangkan calon iparnya itu,kalo jadi!,pake perkataan pujian.
Ouh jelas Rangga senang!.
"Dan lo cari Naya tuh kerumah ibu bukan kesini!"desisnya.
"Tadi emang kerumah Bu Kasih dulu tapi kata camer,Naya lagi ada dirumah abang,jadi ya gue kesini lah bang" jawab Jastin.
"Camer palalo botak" dengus Rangga mencibir.
"Gue tau lo ga buta bang rambut gue masih banyak nih" ujar Jastin sebari menunjukan rambut di kepala atasnya.
"Ck"Rangga hanya berdecak memilih pergi untuk memanggil adik-adiknya agar ia bisa segera mengusir tamu tak di undang itu.
Detik berlalu menit,menit berlalu pake jam,Rangga hanya memberi waktu lima menit tapi para tamu tak diundang itu tidak tau diri malah berlama-lama dirumahnya,diusirpun mereka menulikan pendengaran,emang harus di backlist mereka dari daftar calon ipar.
Kalo mereka beneran jadi iparnya,Rangga bisa stress udah punya adik yang bikin angkat tangan masa dapet ipar juga begonoh,kata orang emang jodoh itu cerminan diri,tapi tolong ya allah semoga tidak untuk triplet,semoga jodoh mereka cowo yang kalem, penyabar dan sabar,pokonya harus punya kesabaran menggunung,amin.
Rangga tersenyum culas ketika memiliki ide memanfaatkan keberadaan tiga laki-laki itu dirumahnya,kalo ga dikasih kerjaan buat apa masih disana mending usir aja untuk menelialisir polusi.
Eh dikiran asap kali ya!.
"Mampus lo pada gue tumb*lin juga digunung merapi baru tau rasa" gumannya tersenyum smirk.
Rangga membawa mereka ke gunung untuk mengambil makan,'kucing','harimau'sama 'anjing' kambingnya triplet,kali ada yang gratis kenapa harus bayar orang coba, kan lumayan biar mereka ada gunanya gitu.
Untung Antariksa sudah kabur sejak pagi entah kemana pria itu pergi beruntung juga dia minggat pagi-pagi jadi ga ikutan ngambil rumput,selamat.
Saat malam tiba sekitar jam sembilan malam triplet sudah dikamar mereka sudah ngorok karena emang,ketiganya tidak suka gadang dan jam tidurnya kaya bocah da emang kelakuan mereka emang kaya bocah ko.
Untuk Antariksa pria itu berada di ruang tamu tengah mencoba menelepon kekasihnya tapi sudah lima kali telepon belum juga diangkat,chatnya juga sudah seratus lebih tapi tidak di bales,ini gara-gara ulat keket tadi siang yang mengganggu kencan mereka.
"Sialan"guman Antariksa kesal bukan main,ia tidak mau kekasihnya marah kaya ini ulah kakak angkatnya yang emang ngejar Antariksa dari dulu,kenapa si tuh ulat keket harus muncul lagi.
Bugh.
"Aaaaa"teriak Antariksa mendapat pukulan dari bantal diwajahnya lemparan dari keponakan tuanya alias Rangga.
"Lebay"cibir Rangga,"C*ngor mu harap dikondisikan kasar banget!,selama ini pasti lo yang ajarin triplet buat ngomong kasar ayo ngaku!"tuduhnya melotot.
"Engga bang bukan gue doang magsudnya,lo kaya ga tau aja si tripet temenan sama geng motor" jawabnya menghasut jika hubungannya dengan Risa sedang rusuh maka sodara-sodara nya itu juga harus merasakan,biar dikatain solid.
Ga gitu juga keles.
"Iya juga,gue harus buka pasukan MTDBR"ujarnya membuat Antariksa mengerutkan keningnya bingung.
" MTDBR apaan tuh bang?"
"MENJAGA TRIPLET DARI BUAYA RAWA" jawabnya.
"Maas" teriakan Fricia dari tangga sebari berlari menghampiri suaminya yang sedang berbicara dengan om berondong,bisa dikatakan berdebat sih.
"Jangan lari-lari sayang, mas ga bakal pergi ko" Ujar Rangga meringis takut saat istrinya berlari menuruni tangga,Fricia emang sebelas dua belas dengan adiknya untung Rangga udah berpengalaman ngurus rakyat bar-bar,jadi stok kesabarannya sudah setinggu gedung brujkjolifah.
Begitupun Antariksa yang menatap ngeri istri Rangga itu,"Jatoh gedebug,babruk,brugh patah tulang tuh"ringisnya berguman.
Fricia menubruk tubuh suaminya diatas sofa,"Kenapa sayang kagen aku ya?"goda Rangga sebari mencium bibir istrinya.
Antariksa terbelalak,"Woy anak dibawah umur ternodai nih"teriaknya heboh tidak ditanggapi pasangan suami istri itu.
"Mas" rengek Fricia.
"Kenapa cayang ku,mau iya-iya?"tanya Rangga membuat Antariksa yang paham tersungut-sungut.
Tadi matanya ternodai ciuman mereka sekarang telinganya ikutan mendengar tawaran iyaiya,heloww!," Ga punya malu!"ejeknya memilih pergi untuk mengganggu tidur tiga gadis yang sekarang sekamar dilantai atas rumah Rangga.
"Woi tarik tambang jangan ganggu mereka tidur b*go!"peringatan Rangga tidak didengar Antariksa suruh siapa coba mesra-mesraan didepan dirinya.
"Mas" panggil Fricia merengek,"Aku mau manggah muda mas"pintanya.
Rangga kicep,"Yaudah aku beliin,cuma mau manggah pasti aku turutin minta pohonnya sekalipun aku cabutit buat kamu"jawabnya drama king.
"Jadi aku boleh minta apapun sama kamu? " Tanya Fricia berbinar diangguki Rangga sebari mencium pelipis istrinya yang masih nemplok kaya cicak didadanya.
"Kalo aku minta nikah lagi boleh dong?,,aku cuma mau nikah sama cha wook,lixian, yangyang"
"Sebutin terus-sebutin semua sampe kamu berbusa sekalian" sela Rangga tersungut-sungut.
"Eh jangan marah mas,tadi kan kamu yang bilang apapun yang aku mau kamu turutin,sekarang itu yang aku mau"bujuk Fricia.
"Ya ga gitu juga dong yang,halu banget" cibir Rangga mendengus.
"Iya deh aku bersyukur punya kamu,sekarang aku cuma mau manggah muda aja" bujuk Fricia sebelum suaminya marah dan malah ga dapat manggah muda lagi.
"Yaudah aku cariin tapi kalo gaada gabakal aku beli" jawab Rangga bikin kesal ga tuh.
Kalo gaada apa yang mau dibeli?,penjualnya!.
"Aku gamau kamu beli mas,aku maunya kamu ngambil dipohon Pak Selamet tetangga kita itu yang pohon mangganya disamping rumah kita mas,aku mau nya itu,aku mau kamu ngambil ga usah bilang Pak Selamet dulu pokonya,aku mau kamu ambilnya rahasiaan dari Pak Selamet" rengek Fricia panjang.
Rangga hanya melongo,"Loh yang itu namanya nyuri,aku tuh nyari uang dengan cara halal masa beliin manggah muda doang ga mampu sampe harus nyolong segala akutuh kaya yang,beli mangga masih mampu ga perlu nyolong segala,aku gamau nafkahin kamu pake yang haram-haram"tolaknya.
Dirinyatuh udah kerja banting tulang,banting buku,banting tenanga,banting emosi masa pas istri mau mangga doang harus nyolong!,engga yah!.
"Aku tau mas,aku juga gamau makan yang haram-haram,tapi itukan bukan n*rkoba cuma manggah lo mas," kekeh Fricia.
"Iya emang cuma manggah tapi hasil nyolong ya haram sayang" jawab Rangga menekan suaranya.
"Terserah kamu deh,terserah,kamu tidur di luar aja kalo ga mau ambilin aku manggah Pak Selamat sembunyi-sembunyi,gausah masuk kamar!" ujar Fricia ngambek.
"Eh ga bisa gitu dong yang,masa aku tidur di luar sih,kalo nyamuk gigit aku trus punya anak,anaknya jadi darah daging aku dong terus kalo anaknya aku tabok berakhir penyet alias mati,sama aja aku bunuh anak aku sendiri dong yang,emang kamu mau punya suami dipenjara?"oceh Rangga menolak tidur di luar.
Masa udah punya istri harus tidur diluar kan ga enak,enaknyatuh diranjang berdua sambil pelukan kalo bisa sekalian bikin adonan anak gitu.
"Aku bakal bantuin ibu nyamuk buat penjarain kamu,selain udah bunuh darah daging sendiri kamu juga udah NKDI sama aku"jawab fricia tersungut-sungut.
"NKRI kali yang" ralat Rangga.
"Bukan mas NKDI NOLAK KEMAUAN ISTRI" jawabnya,"pokonya kamu tidur di luar kalo ga mau ambilin aku manggah muda secara sembunyi-sembunyi!"Fricia kesal bukan main,ia baru kali ini menginginkan sesuatu,sangat ingin malah suaminya tolak.
Emang bener-bener si Rangga ini,Fricia menghentakan kakinya kesal menaiki tangga sebari terisak,sedih gitu loh saat kemauan ga terkabul.
"Eh jangan nangis dong yang" pinta Rangga mengejar istrinya dan memelilnya untuk menenangkan sang istri yang terkesan lebay.
__ADS_1
"Iya aku bakal turutin kemauan kamu,maling mangga doang gampang,triplet aja gurunya aku selama ini" ujar Rangga demi istrinya bahagia akan ia karungi samudra,etdah.