
Jastin bangun sekitar jam sembilan pagi,remaja itu langsung membersihkan diri dengan ogah-ogahan karna pria itu terus terganggu dengan pemikirannya sejak beberapa hari ini,memikirkan rindu tak terbendung.
Sejak Naya tidak membalas chat terakhirnya beberapa hari lalu,Jastin menjadi pria yang gampang marah,sering uring-uringan dan menjadi pemalas,remaja itu menjadi sangat malas dan hanya rebahan di kamar,sebari memainkan ponselnya dengan niatan menunggu chat Naya menscrol instagram sebagai pengalihan,padahal biasanya ia jarang berada dirumah.
Setelah selesai dengan rutinitas paginya,remaja itu pergi menuju dapur untuk mengisi perutnya,makanan sudah siap dimeja namun tidak ada siapapun selain pelayan yang sedang melakukan tugasnya.
Dreet
Suara decitan kursi bergeser terdengar nyaring,setelah jastin duduk seora pelayan menghampiri pria itu,"Selamat pagi den,,aden mau bibi siapkan susu atau teh?"tanya pelayan itu sopan.
"Susu aja bi" jawabnya ramah pada pembantu yang sudah bekerja untuk keluarganya sejak sebelum ia lahir itu.
"Baik den,makanannya sudah dingin den mau bibi panaskan?" tanyanya sopan.
"Ga perlu bi,Jastin makan roti aja" jawabnya dimengerti pelayan tua itu dan segera melakukan tugasnya.
Jastin memilih memakan roti dengan slay kacang didalamnya sebagai pengganjal perut apalagi nafsu makanya hilang karna rasa rindu dipelupuk jiwa,,,untuk ayahnya sudah tentu berada di kantornya jika jam segini,sepertinya pria itu memiliki trauma saat miskin ditinggal sang istri dan kini menjadi gila kerja agar tidak miskin ya walau istrinya sudah pergi demi pria lain,jikapun kembali tidak akan ia terima!,kini di hatinya hanya ada rasa benci untuk ibu dari anak nya itu.
Setelah sarapan Jastin kembali kekamar sekedar mengambil kunci motor dan segera pergi dari rumah yang seharusnya menjadi tempat ia pulang untuk melepas penat,namun baginya rumah itu hanya tempat penyimpan luka yang tidak bisa diobati.
"Gue males kalo ke markas" gumannya sebari duduk dijok motornya yang sedang ia panaskan,setengah berpikir, sejak dijauhi naya jastin jarang menemui anggota gengnya,"Bodoah"lanjutnya setelah berpikir beberapa detik pria itu menjalankan motornya.
Jastin menelusuri jalan dengan pikiran yang melanglang buana,pria itu berpikir banyak hal tentang apa yang akan ia lakukan,senyum miring terpatri dibibirnya.
Diperjalanan tatapannya terpaku pada kendaraan yang sangat ia kenali,awalnya hanya satu seiring menelusuri jalan motor yang lain masih ia kenali datang dan berjalan saling berdampingan dengan motor tadi,jastin lagi-lagi tersenyum smirk pria itu mengencangkan laju motornya dengan gaya sengaja diolengkan ketika berpapasan dengan dua motor yang ia kenali itu baru kembali menurunkan kecepatannya.
Merasa terpancing motor kedua yang tadi jastin salip menyalip motor Jastin dengan gerakan sama dengan Jastin menyalip motornya,dan motor pertama yang Jastin kenali melakukan gerakan yang sama,hingga saling menyalip tidak terelakan antara tiga moge itu saling menantang dengan gerakan mereka.
Adu saling menyalip antara tiga pengendara motor gede itu terjadi selama lima menit perjalanan sehingga motor pertama melaju kencang meninggalkan dua motor gede yang masih saling menyalip,motor gede kedua berdecak lalu menyusul kesecapan motor temannya yang sudah jauh,Jastin hanya mendengus ia berharap mereka bisa adu jotos tapi nyatanya mereka malah kabur,pengencut!.
Jastin tidak menyusul pengendara musuhnya itu,karna ada yang harus ia temui sekarang,,Jastin melanjutkan perjalanannya menuju tujuan yang selalu membuatnya risau,entahlah,bodoamat,ia hanya akan percaya diri!.
Mata Jastin terbelalak ketika lagi-lagi berpapasan dengan dua motor yang adu salip dengannya tadi di depan pagar rumah yang ingin ia temui,"Lo!"
"Bentar den saya buka pagarnya dulu" ujar satpam penjaga rumah.
"Makasih pak" ujar mereka serempak setelah pagar dibukakan,ketiganya berdecih saat tidak sengaja kompak.
Motor mereka satu persatu memasuki halaman rumah,sebenarnya jika tiga sekaligus pun bisa masuk bersamaan karna pak satpam membukakan pegar sangat amat lebar.
"Ngapain lo disini?! " sentak Bintang menatap tajam pada musuhnya itu,Gara membuka helmnya tanpa peduli.
"Bukan urusan lo" jawab Jastin sebari membalas tatapan tajam Bintang.
"Kalo lo cuma mau mempermainkan Naya lebih baik lo pergi!" usir Gara tanpa melirik kearah Jastin.
"Kenapa?,gue rasa iya ataupun tidak bukan urusanlo!" jawab Jastin tersenyum miring.
"Kalo menyangkut triplet lo berurusan sama kita" ujar Bintang.
"Urusanlo sama Algaskar bukan mereka,bermain secara gentle kalo lo berani!,itu juga kalo lo berani" ujar Gara sebari mengedikan bahunya meremehkan musuh bebuyutannya itu.
Ketua dan waketu Algaskar menebak jika kedatangan Jastin dikediaman triplet pastilah untuk menemui Naya,mengingat mereka pernah jalan berdua dan mungkin semakin dekat..
Gara turun dari motornya tanpa menghiraukan Jastin yang sedang menatapnya tajam lalu menyusul bersama Bintang,di sela-sela langkah mereka saling mencibir dengan tatapan tajam hingga saat depan pintu triplet,bintang dan Jastin berebut untuk memencet bel.
Pak satpam yang melihat itu dari posnya hanya geleng-geleng kepala,adik-adik bosnya itu emang cantik-cantik tidak heran jika banyak yang merebutkan mereka,tapi mengingat tingkah absurd mereka kalo pak satpam masih muda ia akan memilih mundur dari pada pusing ngadepin triplet jika menjadi kekasih,,,padahal triplet belum tentu mau sama pak satpam walau balik lagi kemuda sekalipun,ditambah triplet memiliki abang-abang yang Overdosis posesif.
Kedua pria itu saling dorong bahkan saling tendang dan jambak ketika berebut memencet bel pintu,membuat gara memutar matanya malas.
Tiing tong.
Suara bel berbunyi membuat kedua pria yang terlihat berpelukan padahal tengah bertengkar itu bersamaan menatap kearah bel dimana ada Gara yang kembali memencet bel kedua,kedua remaja itu mendengus secepat kilat melepas pertengkaran mereka lalu merapikan pakaian dan rambut yang acak-acakan ulah pertengkaran singkat tadi.
Masa ketemu calon doi acak-acakan nanti dikira gembel!,malah tereliminasi sebelum berjuang!.
Tak lama suara pintu pintu ditarik terdengar.
Deg
"AAAAAAAAA"
Mendengar suara teriakan yang sangat amat mengganggu pendengaran membuat triplet berlarian dari dapur dengan siap siaga.
"Mana malingnya mana?" tanya serempak triplet dengan panik.
Triplet celingak-celinguk mencari sosok maling yang membuat omnya teriak kesetanan,namun yang ia lihat bukan maling tapi sosok yang mereka kenali,tidak mungkin mereka malingnya kan?,,tapi bisa jadi!.
"Woy mana malingnya?!" sentak Naya kencang membuat mereka terkesiap.
Mata keempat pria itu cengo menatap triplet yang sedang memegangi alat dapur,dari naya yang menodong memakai pisau daging,nirbita menggunakan spatula dan naila memegang wajan,yang terlihat malah mereka yang seperti penjahat yang baru menjarah dapur bukan ingin membasmi maling.
Antariksa menatap heran tiga gadis itu dengan tatapan cengo,"Kalian ngapain?"tanyanya.
"Mau basmi maling om," jawab Nirbita.
"Emang ada maling?" tanyanya menatap nirbita lalu beralih menatap tiga tamu yang baru datang sudah membuat keributan.
"Emang gaada?" tanya Naila bingung diangguki empat pria itu sebagai jawaban'gaada'"Terus kenapa teriak-teriak?"
"Gatau,gue ikutan mereka aja" jawab Antariksa jujur,,ia memang merasa kaget saat membuka pintu dan menunjukan ada Gara,Bintang dan Jastin,tiga orang yang harus dia hindari saat ini,dua kubu yang saling bermusuhan sekarang ada disatu tempat jika ia ketahuan maka triplet yang dalam ancaman,bahaya!.
Triplet menatap tiga pria didepan Antariksa dengan tatapan bertanya,"Aku kaget pas liat muka dia,mukanya kaya set*n"jawab bintang monohok membuat Antariksa membulatkan matanya tidak terima.
"Cowo seganteng gue disamain sama set*n,,,ga mikir lo?,mana ada set*n ganteng kaya gue!" ujarnya tidak terima.
"Kan om set*nnya"ujar Naila membuat dia mendengus.
Nirbita menatap lekat pada omnya itu,menyadari sesuatu gadis itu terbahak," Pantes,kak Gara,kak Bintang,sama kak Jastin teriak,masker dimuka om belum dicuci,mukanya hitam kaya pantat wajan ibu"ungkapnya sebari menunjukan pantat wajah yang dipegang Naila.
Antariksa meraba wajahnya ada perasaan kesal sekaligus lega disana,wajahnya tidak dikenali jika begini bukan?,huh untunglah,Algaskar maupun Orion tidak boleh tau siapa dirinya dikeluarga ini,,,huh untung pas kemarin membawa pulang Nirbita dari puncak ia memakai masker kain,jika tidak maka geng Algaskar sudah tau siapa dirinya sekarang,bencana?!.
"Lupa gue,orang belum waktunya juga" ujarnya tenang,dua kali ia diselamatkan yang namanya masker,untung saja,haruskah Antariksa mencarikan jodoh untuk masker-masker ini yang sudah dua kali menyelamatkannya sebagai balas budi?,,,malas dirinya saja jomblo mending cari gebetan buat sendiri"Lo bertiga gausah norak,ini namanya masker,biar wajah makin glowing kaya keramik,kalian juga kayanya harus pake deh biar wajah kalian ga kusam,berpori"sambungnya.
"Kalo mau teriak dipohon sana jangan disini" cibir Naya membuat ocehan Antariksa yang seperti seles makeup menatap gadis itu dengan kesal.
__ADS_1
Emang gadis-gadis pemancing emosi!.
"Lo pikir gue monyet?!" ujar Antariksa tidak terima.
"Gue ga nyebut" jawab Naya sehari tersenyum mengejek terbanding terbalik dengan Antariksa yang mendengus.
Naya beranjak dari sana namun langkahnya terhenti ketika ada yang memanggil namanya.
"Naya gue mau ngomong sama lo!"
Naya membalikan tubuhnya dan menatap Jastin yang memanggil tadi,"Ngomong apa?"tanya dengan wajah dibuat jutek.
Jastin menghela nafas ia lebih senang menatap wajah kesel Naya dari pada kejutekan gadis itu walau sama-sama menggemaskan,"Gue mau ngomong berdua doang sama lo"ungkapnya.
"Bentar-bentar"sela Antariksa dengan kedua tangan ia rentangkan ditengah-tengah triplet dengan wajah menatap tiga pria yang berada dikubu bertolak belaka kini berada ditempat yang sama,biasanya hanya arena balap dan jalanan yang mempertemukan kedua kubu itu untuk berbuat hal negatif,tapi kini,entahlah tidak tau mereka akan melakukan apa dirumah triplet,semoga bukan hal negatif.
Jika iya,tenang ada Elesky yang bisa membasmi!.
Antariksa menunjuk Jastin dengan sebelah tangan lainnya masih terlentang," Lo mau ketemu Naya"lalu tunjukannya beralih pada Bintang,"Lo mau ketemu Naila kan?"tanyanya diangguki pria itu,lalu beralih pada Gara,"Lo mau ketemu nirbita?"setelah absen pertemuan pria itu menyeringgai.
"Hhhhhh ga dipihak manapun enak juga nih" gumannya dalam hati masih menyeringai.
Lalu pria itu menurunkan tangannya yang merentang didepan triplet dan melirik kebelakang menatap mereka,"Tutup telinga leadis"titahnya sebari menaikturunkan halisnya.
Tiga pria itu hanya menyaksikan dengan bingung,tingkah pria yang tidak mereka kenali tapi Triplet memanggilnya om,tapi dilihat-lihat pria itu seumuran dengan mereka,tidak tua untuk dipanggil om,,aah lupa triplet selalu berbuat semaunya,tidak heran lagi jika begitu,namun siapa pria itu?,kenapa terlihat akrab dengan triplet bahkan berada didalam rumah mereka?...
Triplet mendapat komando menutup telinga langsung mengerti dan menuruti ucapan Antariksa,setelah yakin triplet menutup telinga lagi-lagi Antariksa menyeringgai menatap tiga pria didepannya yang datang sebagai tamu alias ngapel pada triplet,,,tidak bisa dibiarkan!.
Triplet bisa dalam bahaya jika mereka tau siapa dirinya,,,mereka harus dijauhkan!,,harus!.
"BANG ADA COWO NYARIIN TRIPLET KATANYA MAU NGAJAK JALAN!" teriak Antariksa seperti memakai toa masjid yang ia pinjam jalan gaib.
Triplet sampai berjongkok sebari menutup telinganya agar tidak sakit ulah teriakan om laknat mereka itu,,,ya walaupun tetap akan sakit karna mereka menutup telinga sekencang mungkin menggunakan tangan,,begitupun gara,bintang,dan jastin,ketiga pria itu replek menutup telinga dengan wajah kesal.
Gedebuk
Prang
Abang-abang triplet yang overdosis posesif sedang berada di belakang rumah,saat mendengar teriakan Antariksa yang mengatakan hal seperti urgent,keduanya berlarian tunggang langgang menuju suara dengan perjuangan, mereka jatuh bangun saat berlarian untuk menabrak eh melabrak cowo-cowo yang mendekati adiknya,keduanya sudah menjatuhkan guci juga menabrak meja.
"Mampus lo pada" ejek Antariksa sebari melegang pergi meninggalkan triplet dan tiga pria itu didepan pintu,biar abang-abang gadis itu yang urus diamah terima beres saja,bos hanya menerima hasil tanpa bekerja bukan? ,sekarang ia hanya perlu kabur menyelamatkan diri dari dua geng motor bermusuhan itu.
Jika ditanya takut Antariksa akan menjawab 'tidak!',ouh jelas dirinya juga bisa bela diri jika diajak baku hantam ia mah ayo-ayo saja,hanya saja ia masih memikirkan perasaan triplet yang semakin dekat dengan para ketua dan wakil geng motor itu,,, huh pusing!.
Antariksa harus menyusun rencana menjauhkan mereka!.
Elesky dan Rangga berlari menuju arah pintu dimana teriakan tadi terdengar ke telinga mereka,wajah keduanya tidak bersahabat dengan tatapan tajam,wajah memerah,hidung kembang kempis terlihat seperti b*bi eh, salah maaf masa pangeran jadi b*bi,tapi sama saja jika menjadi pangeran b*bi sama termasuk hewan,kan mereka pangeran kodok,eh.
Tanpa sadar ketiganya menelan ludahnya susah payah ketika merasakan tiba-tiba tenggorakan merasa kering,,saat diperjalan tidak setakut ini bahkan percaya diri banget.karna sudah beberapa kali bsrtemu,jantung mereka juga berdetak sangat kencang jatuh cinta sudah jelas tapi kali ini antara hidup dan mati,ternyata bertemu keluarga calon lebih dagdigdur ser dari pada ketemu calon mempelainya langsung.
.
.
.
Pria tentara itu tidak menurunkan kewaspadaannya sejak tadi,pria itu menganggap siapapun yang ingin menjadikan adik-adiknya kekasih adalah musuh abadinya,ingat kata Naya'jika ingin memacari triplet maka harus mendapatkan restu dari abangnya ditahap awal,,,karna Elesky maupun Rangga tidak akan memberikan restu dengan percuma 'tidak ada yang gratis didunia ini'.
Disana hanya ada Gara,Bintang,Jastin dan dua abangnya triplet bersama Antariksa begitu?,,,ouh sudah pasti kaga,jika bersama geng Algaskar ataupun Orion sama saja dengan dirinya bunuh diri!.
Masa masuk kandang buaya..
Setelah acara penyambutan didepan pintu tadi,Elesky dan Rangga memberikan syarat untuk tiga pria itu jika ingin membawa jalan adik-adiknya,siapa yang berhasil ia dapat!.
Mereka tidak akan memberikan syarat yang mudah,tidak akan!,bahkan akan membuat mereka menyesal,lihat saja!.
"Lo pada pernah berhasil jalan bareng adek-adek gue tanpa gue ketahui,sekarang lo pada harus dikasih pelajaran" ujar Elesky dengan senyum smirk menghiasi bibirnya.
"Sikat bang,bom juga gapapa biar sekalian membasmi hama negara" ujar Rangga memprovokasi,"Lo bertiga ga bakal lepas hari ini!"sambungnya mengejek.
"Gue siap-siap aja si bang asal bisa ngajak jalan ade lo,gue mah pasti bisa" songong Jastin membuat Bintang ataupun Rangga berdecih.
"Gue juga siap bang nerima tantanganlo,asal ga renggut nyawa gue aja,gue masih pengen hidup soalnya bang" timpal Bintang.
"Diem deh lo berdua,banyak cincong banget jadi cowo!" dengus Rangga jengah melihat tingkah kedua orang itu,setidaknya seperti Gara lah yang anteng-anteng aja,ngomong dan bertindak seperlunya.
"Cowo tuh yang dibanyakin duit bukan b*cot" monohok Gara diangguki Elesky maupun Rangga.
"Nah,ni bocah satu yang waras" ujar Rangga.
"Karna gue doang yang waras,gue boleh ngajak jalan ade lo sekarang bang?" ujar Gara percaya diri.
"Percaya diri banget lo!,gue muji bukan ngasih ijin!" dengus Rangga kesal,"Udahlah gausah banyak cincong,bang kasih mereka pelajaran bang!"pintanya sebari menepi ke pinggir jalan.
"Gue udah punya guru disekolah si,bang, walau gue datang absen doang"ujar Jastin bangga," Tapi kalo lo mau jadi guru gue sih ayo-ayo aja,gue siap belajar jadi pacar yang baik"sambungnya membuat Elesky mengepalkan tangannya.
"Ngarep!" cibir Bintang.
"Gue udah pinter bang ga butuh guru tambahan" ujar Gara membuat bintang mengedip lucu,kenapa dua pria itu malah adu songong,ya walau Jastin emang songong, biasanya Gara bodoamat tapi sekarang malah menyombongkan diri!.
"Gue juga!,gue juara kelas bang,tapi kalo mau ngasih pelajaran hidup gue terima" timpal Bintang tidak mau kalah menyombongkan diri.
"Diem lo pada!,ngarep banget jadi murid gue,ogah!,sebelum gue kasih ijin lo pada harus nyelesain tantangan dari gue dulu,,,pertama kalian bertiga harus lari menyusuri komplek selama dua putaran!" ujar Elesky sebari menatap tajam tiga remaja itu, untuk rangga pria itu sudah duduk diemperan jalan hanya akan menonton urusan tantangan maka kakak tentaranya yang hebat dalam masalah itu,,biarkan mereka tau rasa!.
"Cuma lari doang, kecil" ujar Jastin menjentikkan jarinya meremehkan, "Gue bahkan bisa bakar satu komplek sekaligus eh"sambungnya membuat mereka mendelik.
"Hidup lo cuma buat onar doang!" cibir bintang,"dua putaran doang mah gue juga mampu"
"Eleh palingan tengah jalan lo pingsan" cibir Jastin.
"Itumah elo!"
"Lo pada emang budeg,dibilangin cowo banyakin duitnya malah banyak b*cot doang" ejek Gara lalu menatap elesky,"Bang dalam lima menit gue udah nyelesain tantangan lo"sambungnya sebari melegang pergi.
"Woy" teriak Bintang dan Jastin sebari menyusul berlari untuk menyelesaikan tantangan abang sang pujaan hati,demi cinta mereka bisa mendaki gunung,menguras lautan alah lebay!.
__ADS_1
.
.
.
Disisi lain Farel dan Davri baru saja merebahkan tubuh mereka di karpet bulu dirumah Wahyu.
"Lo pada ngapain sih kerumah gue?,biasanya juga kumpul dirumah Farel atau rumah lo Dav" ujar Wahyu mercak-mercak,sebab mereka sangat jarang kumpul dirumah Wahyu yang selalu sepi kaya kuburan!.
"Kali-kali elah" jawab Davri sebari mengubah rebahannya menjadi duduk,"Tamu itu raja,sebagai tuan rumah lo harus mengangungkan kita sebagai raja"
"Elah tinggal ngomong minta makan gausah belat-belit kaya belut lo" sela Wahyu membuatnya cengengesan.
"Kalo tau,gausah ngomong lagi sana ambilin gue makan,lapernih!" songong Davri.
"Bener tuh sana ambil makan!" timpal Farel masih rebahan.
"Gue disini tuan rumah,lo sebagai tamu ga tau diri banget hah!"
"Maka dari itu kita itu tamu,sebagai tamu ga mungkin dong kita keluyuran ngambil makan sendiri" oceh Farel,"Namanya ga sopan,bener ga Davri"
"Yoi" setuju Davri membuat Wahyu mendengus.
"Lo berdua emang jahannam" rutuk pria itu sebari melegang pergi,"Gue yang punya rumah tapi gue yang jadi pembantu,emang teman gada otak"cibir nya mercak-mercak sebari melangkah dengan langkah kesal.
Brak
"Sabar elah kasian nih termosnya tersakiti,,,udah menampung air panas malah lo banting-banting,lo emang ga berperiketermosan" oceh Davri melihat WAHYU yang meletakan termos dengan emosi sebari membawa tiga mie dalam cup.
"Diem lo!,kalo gue sabar mulu kapan marahnya,,,, gue udah sabar banget ngeladenin tingkah triplet sekarang giliran gue luapin semburan api sama lo berdua!"
"Pms lo marah-marah mulu?!" cibir Farel,"Masa mie doang pelit banget lo"sambungnya sebari bangkit dari rebahannya menjadi duduk lalu mengambil satu cup mie.
"Teman gatau terimakasih!,udah baik gue kasih mie tinggal makan aja tuh"
"Gaada yang lain gitu?" tanya Davri tidak tau diri udah namu bikin susah lagi.
"Gaada!,bibi belum belanja,,,eh iya gue kan punya pembantu ngapain tadi ngambilin kalian mie,kan gue bisa panggil bibi buat ambil" ujar Wahyu berguman,disini siapa yang bodoh sih?.
Keduanya mengedikan bahu tidak peduli sebari bergantian menuangkan air panas kedalam cup.
"Tumben bibi belum belanja biasanya kan dirumah lo siap sedia makanan bergizi,empat sehat lima sempurna" ujar Davri.
"Gataudah,gue malah bersyukur ada mie,,,bagi gue mie makanan teristimewa,,,lo pada taukan emak gue kaya gimana?" ujar Wahyu mengeluh sebari duduk disamping Davri dan membuka mie cup bagiannya.
"Ada nih mie dirumah lo aja gue heran banget!" ujar Farel mengingat ibunya Wahyu seorang ahli gizi setiap yang dikonsumsi anaknya harus empat sehat lima sempurna setiap harinya,ditambah ayahnya Wahyu seorang dokter spesialis jantung.
Keluarga Wahyu seorang dokter dari ibunya yang spesialis gizi dan ayahnya spesialis jantung,kedua orangtuanya menanamkan pentingnya menjaga kesehatan pada anak semata wayang mereka itu,dari makanan dan pola hidup lainnya,terkadang membuat Wahyu tersiksa tidak bisa jajan diluaran sana bukan karna gaada duit,tapi karna larangan orang tuanya yang jajan diluar,ya walau Wahyu setiap dinasehati selalu masuk telinga kanan keluar telinga kiri jika soal makanan,menurutnya akan ia makan apapun asalkan tidak beracun!.
Alasan ini juga yang membuat triplet maupun Farel dan Davri paling anti main dirumah Wahyu, karna tidak mau mendengarkan ocehan tentang kesehatan dari ibu temannya itu,,,suatu yang harus Wahyu syukuri sebenarnya karna triplet tidak merusuh dirumahnya....
"Gue umpetin dikolong kasur" jawabnya jujur,"Tumben banget lo pada mau kerumah gue"sindirnya.
"Mumpung ortu lo gaada" jawab Davri
"Dari mana lo tau ortu gue gaada dirumah?" tanya Wahyu dengan mata memicing.
"Taulah,kalo ada,kita pasti disuguhin ceramah bukan mie,udah kaya pengajian aja rumah lo"
"Iya juga" jawab Wahyu setuju.
"Tadinya kita mau kerumah om dan aja sih sebenernya takut emak lo ada dirumah,,,tapi dipikir-pikir rumah lo lebih aman" ujar Farel sebari menyeruput mie.
"Aman?" beo Wahyu,"Aman dari siapa?"
"Dasar pikun,kalo soal mengancam siapa lagi bukan triplet?," dengus nya.
Wahyu mengangguk paham,"Emang tuh bocah kenapa lagi?,, belum puas pura-pura minggatnya kemaren sampe satu komplek rusuh "
"Mereka ga buat rusuh sih tapi kalo kita ketemu keluarga triplet pasti kena zonk" ungkapnya lalu mengunyah mie dalam mulutnya sebelum melanjutkan perkataannya,"Apalagi disana ada Gara,Bintang sama Jastin,kalo kita ketemu mereka kita pasti kena imbasnya"sambung Farel.
"Ngapain mereka disana?,pake ada Jastin segala lagi,mereka bertiga ga ributkan?" tanya wahyu selidik.
"Kalo ribut pasti ditendang bang es" jawab Davri yang sejak tadi anteng memakan mie cup yang sudah menjadi miliknya sejak diseduh.
"Hooh"
"Kata Naila sih mau ngajak jalan" jawab Davri mengingat chat gadis itu sebelum ia memutuskan ngumpet dirumah Wahyu mengajak Farel karna dirumahnya tidak akan aman.
"Gue ga yakin bang Rang sama bang Es ngijinin"
"Emang engga,kata tuh bocah abang Es nantangin mereka,,, kalo mereka berhasil lewatin tantangannya baru deh,,,menurut kalian tantangan yang dikasih bang Es kaya gimana?" tanya Davri penasaran.
"Pasti ga mudah dan ga akan ngerugiin dia sih,,,gue jadi penasaran" ungkap Wahyu diangguki dua temannya.
"Gue juga penasaran,,,tapi milih kabur aja dari pada harus nyamperin mereka,,,gue ga mau jadi sasaran amarah bang Es" ujar Farel di setuju Davri.
"Bener!,bang Es pasti nambah marah kalo tau lo yang udah bikin mereka deket" ujar Davri menakut-nakuti.
"Kapan anj*ng,,gue ga pernah jadi mba comblang nya mereka gausah ngada-ngada" dengus Farel jika abang triplet mendengar ucapan Davri tadi pasti pria-pria posesif itu menyalahkannya dan bisa jadi dia akan babak belur oleh Elesky,demi keamanan dan ketentraman ia milih ngumpet aja...
Bahkan ia tidak pernah memperkenalkan triplet pada geng Algaskar sama sekali,,ia bahkan tidak engeh sejak kapan mereka sedeket itu,,,bukan salah Farel kan?.
Davri mengedikan bahunya,"Lo emang ga jadi mba comblang tapi karna lo paling pertama kenal Algaskar,bahkan jadi geng inti maka pasti yang disalahkan itu, elo"
"Gue setuju sama Davri" timpal Wahyu.
"Kampret lu berdua,,gue aja ga inget sejak kapan mereka deket,,,,yang gue khawatirin sekarang tuh si Naya" ungkap Farel membuat dua temannya menatap dirinya dengan heran.
"Kenapa?,si Naya nyantet orang?" tanya bocah gemblung itu serempak.
"Kalo itumah bodoamat,mau nyantet ke,racunin anak orang ke,bodoamat,yang penting gue ga keseret kasusnya"dengus Farel kesal dengan pemikiran dua sahabatnya itu.
"Ya terus kenapa?,orang si Naya juga ga mungkin nyantet orang ko,kalo dia marah paling gebugin doang sampe penyok" ungkap Wahyu mengingatkan bahwa Naya juara tekwondo jadi tidak usah khawatir,bocah itu bisa jaga diri sendiri.
__ADS_1
"Ya emang iya sih,,bukan itu yang gue khawatirkan,,ini soal hati!" ungkap Farel membuat keduanya mendelik.
"LO SUKA SAMA NAYA?"