
"Lo suka sama Naya?" tuduh keduanya membuat Farel menjitak jidat kedua teman gaada otaknya itu,jika bisa Farel ingin tukar tambah teman saja.
Petrik lebih pintar daripada mereka!.
"Gue baru inget,mau gue ngomong sampe berbusa sekalipun lo pada gabakal paham,,lo berdua kan ga punya otak!" cibir Farel frustasi dengan tingkah dua temannya itu.
"Enak aja gue punya,tuh si anak RT yang ga punya" elak Wahyu tidak terima.
"Gue punya ya!,cuman gue taruh dikaki makanya ga kepake" dengus Davri membuat dua temannya terbahak,"Gausah berbelit-belit dah,ngomong aja the de poin,gue males naruh otak gue ditempat seharusnya"sambungnya.
"Bocah gemblung,,,magsud gue urusan hati si Naya,,,kalo tuh bocah suka sama si Jastin gue takut kalo tuh bocah cuma dimainin aja perasaannya" ujar Farel menjelaskan.
"Kalian kan tau Algaskar sama Orion itu musuhan udah lama banget,,kalo si Jastin jadiin si Naya jadi batu loncatan buat ngehancurin kita lewat perasaan,kasian si Naya,,,sekuat apapun tuh bocah dia masih labil urusan hati!,,,Naya pasti sakit hati banget kalo ternyata Jastin sebenarnya ga suka sama dia" jelasnya.
Wahyu dan Davri mengangguk paham,"Gue pikir lo mau selingkuhin kak Vania"ujar keduanya membuat Farel mendengus.
"Enak aja,gue setia anj*ng" umpat pria itu tidak terima jika dikatakan akan Menyelingkuhi kekasihnya.
"Terus kita harus gimana?,magsud gue si Naya itu keras kepala,kalo dia bilang iya maka dia akan ngelakuin itu" ujar Wahyu memilih membahas Naya jika mengejek Farel bisa nanti-nanti dulu.
"Nah onoh yang gue pusing,tuh bocah ga suka diatur kecuali sama abang-abangnya,,,kan ga mungkin kalo kita bilang kekhawatiran kita sama bang Rangga sama bang Elesky,,"ujar Farel lalu menatap Davri bersamaan dengan Wahyu
"Gue ga punya masukan jadi gue diem"ujar pria itu mengerti tatapan dua temannya yang menyuruhkan memberikan pendapat.
Kedua orang itu mendengus, "Gaada yang bisa diharapkan dari lo!" cibir wahyu.
"Itu tau"jawab Davri tidak sakit hati malah setuju,karna saat ini ia males mikir,akan ia pikirkan sebelum tidur nanti jika menemukannya akan ia kasih tau teman-temannya ini lewat mimpi wkwkwk.
.
.
.
Setelah berlari mengelilingi komplek sebanyak dua putaran,tiga remaja itu dibawa Rangga dan Elesky kegunung,untuk dijadikan tumbal pesugihan ehhhh bukan-bukan,ketiga remaja itu disuruh nyari rumput untuk makanan sehari-hari kucing,harimau dan anj*ng.
Dan dua pria dewasa itu hanya mengawasi didalam mobil pikap,,,lumayan dapat pencari rumput gratis biasanyakan harus membayar,apalagi jika Danis yang mencari rumput,maka akan lima kali lipat bayarannya,prinsip danis adalah 'jika ada uang masalah kelar!'.
"Ututu berbulu banget si lo cil,,,mana gelayat-geleyot lagi kaya tante girang"guman Jastin sebari terkikik melihat hewan yang ia genggam dapat dari dedaunan.
"Gila!" cibir Bintang melihat tingkah Jastin yang ngomong sendiri.
"Lo yang gila" balas Jastin tidak terima dikatakak gila.
"Lo berdua banyak b*cot banget sih,kerja yang bener!" sentak Gara kesal dengan kedua orang itu sejak tadi bercekcok saja dengan kerja asal-asalan.
"Gue tuh mana pernah ngambil rumput kaya gini,,,lo berdua aja yang ngerjain gue mah jadi mandor" ujar Jastin.
"Kebalik,,lo kan kambing udah biasa dong ngambil rumput beginian,bukan cuma ngambil bahkan ni rumput makanan sehari-hari lo" ejek Gara.
Jastin mendengus tidak terima,"Mulut lo anj*ng banget"cibir pria itu menahan emosi,demi menjaga image didepan calon iparnya.
Jastin tidak peduli lagi dengan dua mahluk musuh bebuyutannya itu,lebih tepatnya manusia yang ia musuhi sih,demi menjaga ketahanan kesabarannya yang sebesar selembar tisu basah yang digerakan maka akan sobek,,hanya segitu kesabarannya jika dipancing terus maka baku hantam tak terelekan lagi!.
"Heh cil gue namain lo tante girang karna lo gelayat-geleyot,,,gue bakal kasih lo sama si naya pasti dia suka" gumannya kembali menatap hewan kecil berukuran panjang dengan bulu disetiap tubuhnya dan bergerak abstrak.
Bintang yang kepo dengan apa yang sedang Jastin ajak bicara apalagi menyebut nama naya,mencoba melihat jika Naya suka otomatis Naila juga akan suka maka bintang akan membawakan hewan yang sama itu,,tapi jastin menghindar,,"Gausah ngintip lo!"
Bintang mendengus,"Pede banget gue ga ngintip cuma pengen liat doang,,,mana sini gue pengen liat"
"Ogah,gabakal gue kasih,seujung kuku pun lo gabakal tau apa yang akan gue kasih ini sama si Naya" ujarnya sebari menyembunyikan hewan kecil ditangannya dengan cara digenggam dan menjauhkannya dari tubuh Bintang yang condong untuk mengambil hewan itu dari tangan Jastin.
"Orang pelit kuburannya sempit,,,mending lo berbaik hati,,,dosa lo tuh udah banyak banget kalo lo berbagi lumayan dosa lo ga pertambah walau ga berkurang!" kekeh Bintang ingin melihat hewan ditangan Jastin yang akan diberikan pada Naya.
"Gue bagi dosa aja sama lo,,biar bisa gelut dineraka,iya ga?"saut Jastin sebari menaik turunkan halisnya.
"Idih lo aja sana masuk neraka,,,nih inget lagu ini,'ku tak pantas disurga namun ku takut pada neraga' nah itu gue" ujar Bintang masih kekeh mencoba melihat hewan yang Jastin genggam.
"Lo berdua masuk neraka bareng aja gimana?,,gue bantu jalur terbang" ujar Gara dengan nada dingin sekaligus jengkel,,sejak tadi hanya ia yang bekerja memangkas rambut eh rumput magsudnya dan dua pria itu malah terus bercekcok ria.
"Emang bisa?" tanya kedua orang itu tiba-tiba kompak dengan wajah polos.
Gara menghentikan gerakannya yang sedang memangkas rumput lalu melirik dua orang itu dengan tatapan licik,,,"Bisa,lo berdua mau coba?"
Kedua pria itu mengangguk serempak membuat gara tersenyum smirk,"Oke,,,gue denger dideket sini ada jurang yang dalem banget"
"Hubungannya apa sama jurang?,kitakan mau coba ujicoba keneraka jalur udara" tanya Bintang bingung.
"Gue tunjukin jurang nya lo berdua terjun bebas dari sana,,,itu namanya apa?" ujar Gara sekaligus bertanya.
Kedua pria itu saling lirik benerapa detik terdiam keduanya sama-sama bergidig dan membuang wajah kearah berlawanan,magsud Gara ingin membantu mereka terjun lewat udara dengan cara bunuh diri.
"Gausah ngomong aneh-aneh lo kalo ada demit denger trus dia dorong beneran gimana?" ujar Jastin bergidig, jika urusannya melawan manusia ia rasa masih bisa membela diridah.
"Asal bukan gue yang mati" jawab Gara enteng sebari melanjutkan pekerjaannya agar cepat selesai.
"Trus kalo dia gapapa?" tanya Jastin menunjuk Bintang yang terbelalak.
"Sekaligus dua juga gapapa yang penting bukan gue" jawab Gara acuh membuat Jastin terbahak.
"Hhhhh gue jadiin lo tumbal biar gue kaya raya!" sadisnya membuat bintang bergidig,dasar ketua-ketua gemblung,"Eh bentar,"sela Jastin sendiri sebari meredakan tawanya,"Berdua juga gapapa,gue termasuk dong,,,eje gila,masa pangeran yang tampan ini jadi tumbal oh no sekali"oceh nya menggebu.
"Pangeran kodok" cibir Bintang,"Sebelum lo numbalin gue,gue lebih dulu numbalin lo!"ancam Bintang tidak terima saat ada yang berniat menumbalkannya.
"Gue gentayangin lo sampe lo mati!" ejek Jastin.
__ADS_1
"Ko jadi serem" guman Bintang sebari mengusap lengannya yang mulai meremang.
"Lo berdua kayanya mau banget dimakan demit,ngelamun aja terus gausah kerja biar gue aduin sama abang Rangga sama bang Es kalo semua ini gue yang kerjain sendiri!,,, gue yakin lo berdua langsung Terileminasi sebelum berjuang" ancam Gara benar-benar jengah dengan tingkah dua orang itu.
Memang sudah biasa mereka cekcok atau bahkan adu hantam jika bertemu mengingat mereka musuhan sejak SMP,,tapi ketiganya harus kalem agar image didepan calon ipar tidak malu-maluin.
"Eh jangan,kita kerja nih" cegat kedua pria itu lalu melakukan tugas mereka agar rumput untuk ketiga pelihara triplet segera terkumpul dan mereka bisa mengajak pujaan hati pergi.
Mereka melakukan hal yang pertama kali mereka lakukan,,,bagi ketiga remaja itu,yang hidup dengan sendok emas ini pertama kali mereka mencari rumput untuk diberikan pada kambing,,, sudah banyak hal baru yang mereka lakukan semenjak bertemu triplet,membuat wawasan mereka tentang sosial bertambah luas.
Dibalik tingkah aneh triplet menyimpan banyak pelajaran dari 'pantang menyerah,baik hati,menunjukan ekpresi entah itu suka ataupun tidak',,memanfaatkan apa yang bisa dimanfaatkan,,tidak semua maasalah bisa diselesaikan dengan uang jika korbannya bukan danis!.
Setelah mobil pikap terisi banyak rumput hasil kerja keras Gara,Bintang dan Jastin,ya karna mereka tidak terbiasa waktu yang terbuang semakin banyak,jika dilakukan oleh profesional dibidangnya hanya memakan waktu satu jam dan mereka dua kali lipat.
Diperjalanan pulang tiga remaja itu duduk diatas rumput dan kedua abang triplet berada di kursi depan,percekcokan antara tiga pria itu tidak berhenti sejak tadi untungnya tanpa diiringi baku hantam,jika sampai terjadi maka Elesky akan memanfaatkan itu untuk membuang mereka digunung.
"Mirip monyet banget si lo!" tuduh Bintang pada Jastin yang terus menggaruk tubuhnya yang terasa gatal parah.
"Tubuh gue gatel bego,,,gue alergi rumput kenya" ungkap Jastin sebari menggaruk tangannya yang mulai dipenuhi bintik kemerahan.
Bintang melihat bentol-bentol merah ditangan Jastin lalu terbahak,"Kena rabies lo!"ejek nya membuat jastin mendengus dan menendang kakinya.
"Iya,gimana gue ga kena coba,anj*ngnya duduk disamping gue" jutek Jastin.
"Gue jorokin juga lo biar jatoh!" dengus Bintang tidak terima.
"Gatel banget cuy tubuh gue!" rengek Jastin pada dirinya sendiri.
"Gue peduli?,ouh sudah tentu kaga!,nikmatin tuh gatel-gatel udah kaya tante girang lo" ejek Bintang sedangkan Gara tidak memperdulikan dua orang itu,dia anteng saja sebari merebahkan tubuhnya di rumput dengan tangan menutup matanya yang terpejam.
"Dari pada lo b*cot mulu mending batu garuk punggung gue,gatel banget nih" rengeknya tidak tahan dengan rasa gatal di iringi rasa panas.
Bintang menatap malas musuh bebuyutan gengnya itu dengan tatapan cemooh,"Ogah,,,garuk aja sendiri!,,,tangan gue ilfil pegang lo!"cibir nya.
"Mony*t,anj*g" umpat Jastin mengabsen isi kebun binatang sebari frustasi menggaruk tubuhnya yang gatal tak karuan.
"Idih mulutnya kotor banget,gue bilangin bang ES biar lo didiskualifikasi dari daftar calonnya naya" ancam Bintang membuat Jastin mendengus dan mengumpat dalam hati saja.
Bintang hanya terbahak,kali ini ia bisa mengancam musuhnya itu jika bertingkah menyebalkan dengan menggunakan nama Elesky,lalu melirik ke Gara yang terbaring disisi lain tubuhnya,"Gar lo tidur?"tanyanya tidak mendapat tanggapan.
Bintang melirik kanan dan kiri sekilas untuk melihat Jastin yang terus menggaruk tubuhnya dan Gara yang tidur ,"Cape juga mending gue tidur"gumannya lirih sebari merebahkan tubuhnya diatas rumput,padahal yang paling banyak bekerja adalah gara sisanya lebih banyak debat pilkada.
Sesampainya dirumah triplet ketiga remaja itu langsung duduk lesehan diteras rumah,keadaan jastin yang paling mengibakan pria itu trus menggaruk tubuhnya yang dipenuhi bentol-bentol merah dan malah ditertawakan karna malah terlihat seperti monyet.
"Digunung lo pegang apa aja si nyuk?" tanya Elesky merasa kasian pada bocah yang ia peralat itu.
"Rumput bang,,,eh iya gue juga pegang hewan kecil banyak bulunya terus gelayat-geleyot kaya tante girang tanpa tulang,tadinya mau kasih ke Naya eh malah ilang" jawabnya membuat mereka yang mendengar saling lirik.
"Lo pegang?" tanya Gara diangguki jastin sebagai jawaban 'iya'
"Pastes aja lo gatel-gatel,itu ulat bulu b*go!" rutuk Gara tak habis pikir.
"B*go ya b*go aja ga usah ngeles,,ini nih contoh manusia absen doang disekolah" cibir Bintang.
"Emang" jawab Jastin mengaku.
"Nih pake,," ujar Rangga sebari memberikan salep yang baru ia ambil.
Jastin mengambilnya,"Bisa langsung nyembuhi ga bang?,,gue mau yang langsung sembuh gatel banget nih"
"Gaada yang instan didunia ini!,,,makan mie yang katanya instan aja butuh proses" cibir Rangga mendengus.
"Ulat bulu aja gatau!" cibir Elesky tak habis pikir.
"Mana gue tau bang,ke gunung aja gue baru pertama kalo ngambil rumput ke gini mah" jujur Jastin sebari mengoleskan salep dilengannya secara menyeluruh.
"Iya bocah jaman sekarang mah diutamain gaya modal kaga ada!" cibir Elesky,"Balik sana!,,bentar lagi zuhur"usirnya.
"Bentaran napa bang masih cape nih" keluh Gara,"tapi kalo dipertemukan Nirbita sekarang tenaga gue balik lagi bang"
"Alah modus lo" cibir Rangga.
.
.
.
Dor-dor-dor
"Woy woyy,,,lontong eh salah tolong-tolong" teriaknya menggebu.
"Tolong"
bukan suara tembakan melainkan suara pintu yang diketuk tak sabaran.
"Sabar elah ini juga mau dibuka,,,jadi cewe tuh harus sabaran,,lo itu calon emak buat anak-anak lo nanti,,,kalo lo bar-bar kaya gini anak-anak lo milih ga lahir" cibir Antariksa sebari membuka kunci pintu rumah bu kasih,seharian ini triplet dikurung disana agar tidak ditemui tiga remaja yang sudah Elesky suruh lari dua putaran mengelilingi komplek dan juga mengambil rumput.
"Ais iya gue berubah nanti" jawab Naya.
"Nanti kapan?,,,jangan bilang kalo anak lo udah lahir ya b*go!
"Iyalah,,masa gue simulasi jadi ema sebelum anaknya lahir,,,gue tuh maunya praktekin langsung"jawab Naya sebari keluar dari rumahnya sendiri yang kadang ia tempati.
"Dasar!" rutuk Antariksa sebari celingak-celinguk kedalam rumah tanpa masuk lalu beralih pada naya yang sedang berjalan menuju rumah disampingnya yaitu rumah rangga,"Dua adik lo mana?"
__ADS_1
"Tidur" jawab naya seadanya,"Mereka udah balik?"tanya Naya sebari menoleh kearah om dari sepupunya itu.
"Siapa?"
"Jastin dan dua lainnya" singkat Naya.
"Udah pas zuhur tadi,,,gue ingetin lo ga boleh deket-deket sama Jastin,lo udah taukan niat dia deketin lo buat apa?" ujar Antariksa mengingatkan.
"Hmm" jawab Naya sebari melanjutkan langkahnya disusul Antariksa yang mengejar langkah Naya setelah menutup pintu rumah bu kasih terlebih dahulu.
"Gue mau nanya serius sama lo!"
"Gue ga mau diseriusin lo!" ejek Naya membuat Antariksa mendengus.
"Gue juga ogah seriusin lo!,,nih ya walau,,, "
"Gausah berlaga bersumpah walau didunia ini tinggal gue doang cewenya lo milih jomblo seumur-umur,,terlalu klasik!" sela Naya mengejek seolah cenayang yang tau dengan apa yang akan dikatakan kawan bicaranya.
Antariksa mendengus,"Lo suka sama ketua Orion itu?"tanyanya membita Naya mendengus.
"Bukan urusan lo!"
"Ya iya sih,,,masalah hati urusan pemilik hatinya sendiri,,,tapikan lo udah tau niat dia deketin lo buat apa,,trus lo mau pertahanin perasaan lo buat dia gitu,,,gausah gila!,,kalo lo kaya gitu sama aja lo nyakitin diri sendiri"oceh Antariksa,"sebelum lo menyesal lebih baik lo usir jauh-jauh perasaan lo sama ketua Orion itu" sambungnya menatap Naya yang tidak bergeming.
"Udah ceramahnya?" tanya Naya membalas tatapan Antariksa.
"Malah dibilang ceramah,,,gue ga ceramah cuma ngasih tau doang,,,gue gamau ya ada yang nyakitin sodara gue,,,,gue selama ini tenang karna kalian bertiga ga deket-deket yang namanya geng motor, ya walau ada si Farel dan gue sendiri anak geng motor sih tapi ga menjerumuskan kalian,,,tapi entah gimana lo malah deket sama geng Algaskar,,,ga habis pikir sih gue,,setelah kalian deket gue sengaja ga banyak nunjukin diri di Orion biar mereka ga tau kalo gue sodara kalian, gue takut mereka manfaatin kalian lewat gue buat hancurin Algaskar,," Antariksa menjeda ucapannya untuk meneguk ludahnya.
"Eh begonya itu semua terjadi,,bener-bener ucapan adalah doa,,,gue harap lo ga gali lubang kuburan lo sendiri" sambungnya.
Naya hanya mendengarkan masuk telinga kanan keluar telinga kiri,"Gue belum niat mati,kalo lo mau mati ya silahkan tapi sory gue ga bakalan bantu gali kuburan buat lo,,,itu bukan ranah gue"ujarnya membuat Antariksa mendengus.
"Dan urusan hati seperti yang lo bilang lo ga bisa ngatur dan gue juga ga bisa ngatur,,gue tau dia niat jahat sama gue tapi ya,,kejahatan ga boleh dibalas dengan kejahatan kan?,,,ya gue terimakasih sama lo ternyata lo masuk geng motor Orion ada gunanya selain ikut merusak negara,," Antariksa berdecih mendengar penuturan Naya yang monohon ini.
"Makasih udah ngasih tau gue soal rencana dia,,,gue sendiri ga tau soal perasaan gue ke Jastin itu kegimana,lo kan tau gue ga pernah jatuh cinta lah apalah-apalah,,,tapi gue bakal berusaha jaga diri sebaik mungkin,,,gimanapun kita ga tau rencana mereka buat hancurin algaskar lewat gue itu gimana!,,dan lo tenang aja kejahatan ga boleh dibalas kejahatan,tapi pake kecerdikan"sambungnya.
"Iya gue juga pasti jaga kalian sebisa gue,,,tapi gue ga terima mereka udah berniat jahatin sodara gue" ujar Antariksa dengan tatapan tajam,"Gue bakal kasih perhitungan sama mereka! "Tekadnya.
"So soan ngasih perhitungan,,,lo sendiri aja suka ngaco kalo ngitung" cibir Naya membuat Antariksa tak tahan untuk tidak menjitak gadis itu.
"Cuma teori b*go!" dengusnya membuat Naya terbahak.
"Mereka yang lo sebut itu temen-temen lo,kalo lo lupa" ujar Naya mengingatkan kembali membuat Antariksa mendengus.
"Gue kan bukan inti jadi terserah gue lah,,,gue juga bakal keluar pada waktunya"
"Lo bukan inti karna lo ga penting" ejek Naya,"Kapan lo mau keluar dari geng Orion?"
"Kapan-kapan" jawab Antariksa sebari berjalan lebih dulu meninggalkan Naya yang malah mercak-mercak dengan jawaban sodaranya itu.
.
.
.
"Ganti!"
"Kekecilan itu dad*nya kebentuk banget,ganti!"
"Jangan pake celana jeans,ganti!"
"Jangan lengan pendek,ganti!"
"Jangan pake rok,,kalo roknya terbang gimana,ganti!"
"Nah kalo pake ini boleh,,cakep pokonya"ujar Elesky dan Rangga serempak sebari bertos ria bangga dengan pilihan yang sama mereka.
Triplet hanya menatap tajam kedua kakaknya itu,sedangkan Bu Putri yang duduk disofa hanya mampu geleng-geleng kepala dengan tingkah mereka,berbeda dengan Danis dan Antariksa yang malah tertawa terbahak-bahak.
"Fesyen ngedate jaman dua ribu dua tiga riba juga" ejek Danis di sela-sela tawanya.
"Hhhhh bukannya ngedate malah disangka pocong lagi nyari talinya yang kabur dari tempatnya" timpal Antariksa ikutan mengejek.
"Mamih huaaaa" teriak dua kembar beda orang tua itu sebari berlari kepelukan Bu Putri,sedangkan Naya menghentak-hentakan kakinya berjalan kearah Antariksa dan duduk disamping pria itu sebari melipat kedua tangannya didada dengan wajah cemberut.
Bagaimana tidak menangis?,hari ini triplet diijinkan jalan-jalan dengan cowo-cowo kemarin yang berhasil kenuruti keinginan Elesky,yang mengijinkan tentu saja Bu Putri jika abang-abangnya tidak setuju,,kedua abang posesif nya itu malah merusak cara berpakaian mereka sebagai cara agar triplet tidak jadi pergi.
Triplet dilarang memakai celana jeans padahal panjang apalagi pendek,baju lengan pendek,rok panjang juga dan tidak boleh mencetak tubuh,,,jika masalah mencetak tubuh oke mereka bisa menuruti itu,,,tapi jika semua tidak diijinkan lalu mereka memakai apa.
Masa seperti yang sedang mereka pakai kali ini,,mukena!,yang benar saja,nanti dikira pocong kabur dari kuburan seperti yang dikatakan Antariksa tadi.
Triplet dengan kesal menggunakan mukena setelah berbagai baju dilarang abang-abangnya dimulai dari yang sopan apalagi yang sexy.
"Kalian ini berlebihan banget sih!,,mamih cape banget ngadepin kalian,pantes aja mba Kasih betah banget di Singapura ga balik-balik sampe sekarang" dengus Bu Putri cape end lelah dengan tingkah absurd anak-anak itu,"Triplet sana ganti baju yang sopan nutup aurat juga"
"Mih" rengek abang-abangnya triplet tidak terima adik-adiknya diijinkan pergi oleh sang mamih.
"Diam kalian!" bentak Bu Putri, jika sudah begini mereka hanya mampu menerima!,hanya perkataan Bu Putri atau Bu Kasih yang tidak bisa mereka tentang.
"Wleee" triplet menjulurkan lidahnya pada abang-abangnya mengejek karna mendapatkan dukungan Bu Putri.
"Ga ada tentangan lagi,,Rangga kamu ga kekantor?" ujar Bu Putri tidak mau ada keributan lagi tentang ijin anak-anak itu pergi bersama cowo.
"Ke kantor mih,,,ini juga mau berangkat,,,heh Danis lo jagain ade gue jangan sampe lepas dari pandangan awas aja lo kalo lalay jaga mereka!" ujar Rangga menatap tajam kearah Danis.
__ADS_1
"Tenang aja bos,semua sesuai bayaran,,dimana ada duit semua selesai" jawab danis songong,sesuai prinsip hidupnya 'dimana ada uang maka masalah akan terselesaikan!.
"Dasar!,,kalian mau ikutin triplet kemana pun?"