
Definisi malam selalu sunyi dipenuhi bintang juga bulan yang menawan,begitulah.
Diwaktu yang seharusnya mengistirahatkan badan setelah beraktifitas beberapa orang masih berada diluaran.
Sekumpulan remaja memenuhi tempat yang disinari sinar rembulan secara langsung,banyak orang disana wanita dan pria yang bisa dikatakan dibawah umur,mereka tidak mempedulikan perasaan orang tua mereka saat melakukan ini demi kesenangan semata.
"Woy gue pikir kalian ga datang" sapa Cakra ketua geng Fir'aun,malam ini ada balapan ditempat biasa mereka melakukannya,hadiahnya juga lumayan,yang mereka kejar bukanlah hadian tapi ketenatan,semakin banyak mereka menang maka semakin disegani kelompok tersebut.
Cakra dan gengnya menghampiri geng Algaskar lalu melakukan salaman ala-ala cowo.
"Masa ga datang udah lama juga ga diadain nih balapan" saut Rezaldi sebari mengedarkan pandangan menatap wanita-wanita yang ada disana namanya juga buaya cap kadal.
"Cuma seminggu woy" ejek salah satu geng Fir'aun menyauti ucapan Rezaldi.
"Seminggu bagi gue lama ogeb" ujarnya.
"Siapa yang bakal turun?" tanya Bintang pada sepupunya yang menjadi ketua di geng Fir'aun.
"Si Juna" jawabnya.
"Juna itu chef sejak kapan jadi pembalap,mending sono lo kedapur masak" ejek Rezaldi sebari menaikan kedua alisnya.
"B*ngsat lo!" umpat orang yang dipanggil Juna itu.
"Dari kalian siapa yang bakal maju?" kini Cakra yang bertanya.
"Gue" jawab Aril sebari bersedekap dada kali ini ia akan cosplay menjadi cowo cool ala-ala novel biar dikatain keren walaupun nantinya tidak menang balapan.
"Enek banget gue sama gaya lo,dari tadi sok cool,cool kaga kaya b*bi iya" cibir Devan gatal tidak mencibir orang, membuat Aril mendorong pria disampingnya itu.
"Semalam ini doang bisa ga lo ga mancing emosi gue hah?!"pekiknya kesal.
"Tukeran!,selama ini lo yang bikin gue emosi sekarang waktunya balas dendam" desis Devan mengingatkan jika selama ini Aril lah orang yang selalu memancing emosi dengan perkataan pedas pria itu.
PADAHAL KEDUANYA SAMA SAJA!.
"Lanjut debat besok aja!,sana lo Ril maju udah mau mulai noh" ujar Bintang tidak ada niat menengahi karna memang yang paling sabar diantara mereka hanya dirinya dan Gara yang lainnya mah tukang emosi.
Peserta yang ikut balapan malam ini mulai berbaris dijalanan yang mereka jadikan sirkuit dadakan disana juga ada Pedro perwakilan dari Orion.
Seorang wanita berpakaian seksi berdiri ditengah sebari memegangi bendera,jika saja wanita itu berpakaian putih rambut digerai dengan punggung yang bolong maka bisa dipastikan mereka akan langsung ngacir tanpa menunggu bendera dijatuhkan tempat itu sudah kosong.
Sayangnya tidak ada!eh,kan jika ada bisa membubarkan tempat ilegal itu,bendera dijatuhkan membuat para peserta balap mulai melakukan motornya secepat mungkin saking menyalip tanpa memikirkan keselamatan dirinya maupun orang lain.
"Arill lo harus menang kalo lo kalah gue jual motor lo buat beli oli" teriak Devan menyemangati dengan caranya sendiri.
"Ril kalo lo menang duitnya bagi sama gue buat cek in,lo harus menang! " teriak Rezaldi contoh teman gada ahlak kalo bisa sudah Aril tukar tambah pasti!.
"Aduh gue kebelet lagi" gunanya Devan sebari menutupi area selangkangannya lalu melirik kearah pria seumurannya,"Anter gue! "ajaknya tanpa menunggu persetujuan Devan sudah menarik orang itu.
"Woy lu mau bawa gue kemana?" teriak orang itu bertanya.
"Toilet"
"Gila!,gue masih normal beg*" teriak orang tadi.
"Gausah berpikiran buruk lo!gue cuma minta ditemenin toilet gue kebelet,males sendiri gue takut!"jelas Devan masih menarik orang itu.
"Cemen banget lo!,cowo bukan hah?! Ke toilet aja minta ditemenin dasar banci" ejek orang itu.
"Sekate-kate kalo ngomong!,gue bukan penakut kalo yang datang manusia gue jabanin,lah kalo yang nyamperin mantan manusia bisa ikutan jadi mantan manusia gue"oceh Devan sebari bergidig jika ia disamperi mantan manusia alias demit,demit kan mantan manusia beliau pernah hidup dan kinipun hidup dialamnya.
"Mantan manusia gimanasi lo ah,seharusnya lo seneng kalo ditemuin mantan pacar" ternyata otak teman Devan yang satu ini bukan termasuk orang ga waras yang bisa mengerti maksud perkataan orang ga waras lainnya dalam sekali berkata.
Walaupun mengeluh tetap saja orang itu mengikuti langkah Devan namun sudah menghempaskan tangan Devan yang memeganginya,ia merasa iuh,jijik saja jika pria berpegangan dengan pria dirinya masih normal.
"Setan Re setan!,yang gue maksud setan!" sentak Devan sebari menghentikan langkahnya sebari menatap temannya yang ia panggil re itu.
"Santai dong!lo bilang setannya ke muka gue anj*rr" umpat orang itu.
"Lo tungguin gue!" pintar Devan memasuki toilet.
Orang yang dipaksa Devan menunggu didepan toilet menatap sekitar,suasana malam yang dingin sebari dengan angin lirih yang menyentuh kulit dan remang-remang sinar bulan membuat menjadi seperti difilm horror,memikirkannya sudah membuat orang itu bergidig ngeri lalu pergi dari sana tanpa pikir dua kali,tiga kali atau seterusnya.
Biarkan saja Devan sendirian jikapun hilang maka bisa saja dimakan mantan manusia yang dimagsudnya,suruh siapa pria itu berkata sembarangan,jika ditempat terbuka jangan pernah berkata sembarangan walau tempatnya sudah pamiliar sekalipun.
Devan cemberut kembali dari toilet.
"Napa lo?" tanya Bintang karna Devan kini berdiri disampingnya.
"Jaket gue hilang" jawabnya setia cemberut jaket yang hilang adalah jaket lambang gengnya yaitu Algaskar,jaket itu memiliki ciri khas tersendiri di bagian punggu ada gambar elang yang sedang mengibarkan sayapnya dan disayap itulah ada isial nama pemilik jaket.
"Ko bisa?,emang lo dari mana?"
"Toilet,gue lupa naro tadi"jawabnya ditambahi bumbu-bumbu kebohongan,"Gara-gara si re ninggalin,jaket gue jadi hilang"gerutunya dalam hati.
Acara balapan berakhir juara pertama dimenangkan Pedro dari geng Orion,kedua Juna dari geng Fir'aun ,diantara geng Algaskar yang minim dalam balapan hanya Aril dan Devan namun meraka selalu ikut jika ada kesempatan untuk melatih kemampuan mereka,bisa jadi beberapa tahun kedepan bisa menjadi pembalap internasional.
Mereka sempat seling cibir antara geng Algaskar dan geng Orion tapi untungnya tidak sampai kedalam masalah serius seperti baku hantam,mereka hanya saling ejek setelah itu pergi membubarkan diri karna waktu pun semakin malam.
Begitupun geng Fir'aun mereka memutuskan untuk menginap di markas mereka,sesampainya disana mata mereka terbelalak.
Markas mereka hanya rumah dua tingkat yang disulap menjadi markas bagi Fir'aun sungguh nyaman dengan fasilitas lumayan bagus,namun sekarang bangunan itu berwarna hitam tidak sesuai cat yang asli seharusnya berwarna oren,selain itu disana juga banyak puing-puing.
"Bos akhirnya lo datang juga bos,markas kebakaran bos"
"Gimana bisa markas kebakaran!" teriak Cakra tidak terima,"Lo yang jaga kan beg* lo jelasin kenapa bisa kebakar!"desak Cakra dikuasa emosi namun masih ia coba tahan agar masalahnya bisa terpecahkan,jika ada yang sengaja membakar markas mereka maka pelakunya harus ditamukan!.
"Gu-gue gatau secara detailnya sebelum kejadian gue masih diteras ngegame gue ke toilet karna sakit perut pas balik lagi udah ada api ngebakar sebagian markas,, gue-gue panik dan manggil warga buat bantuin gue madamin apinya,sory bos gue ga bisa jaga amanat lo,gue juga lupa ngubungin lo saking paniknya" ujar anak geng Fir'aun yang ditugaskan menjaga markas.
Tangan Cakra mengepal dengan gigi bergemelatuk dan rahang mengeras untungnya hanya sebagian saja yang terbakar tapi tetap saja harus merenop nya dan membutuhkan biaya besar,,bukan itu inti masalahnya sekarang'siapa yang berani melakukan ini'jika disengaja maka orang itu menggali kuburannya sendiri.
"Cari bukti yang bisa dijadiin tersangka!" ujarnya membuat semua anak buahnya segera melakukan tugasnya sedangkan dirinya memilih berterimakasih dulu pada warga yang sudah membantu memadamkan api.
Untuk sekarang walaupun ingin marah ia harus berpikir tenang agar bisa mencari jalan keluar,cakra bukan sosok yang berkoar-koar walau sedang marah namun jika sudah mendapatkan bukti maka amarahnya tidak bisa ditebak.
"Bos gue nemu ini" ujar salah satu geng Fir'aun sebari menunjukan jaket yang sebagian dari jaket itu menghitam bekas terbakar.
Jaket bergambar elang dengan sebelah kanan berinisial D.
__ADS_1
Cakra menerimanya kilatan kemarahan tidak bisa dibendung lagi,orang yang ia anggap teman menghianatinya!tidak akan dia lepaskan sebelum semua terbalas,api dibalas dengan api,Cakra bukan sosok pemaaf walaupun dirinya terlihat kalem dan dinobatkan playboy karna banyak mantannya.
Cakra playboy elegan paling lama dan paling cepat berpacaran hanya lima langkah dari tempat jadian setelah itu putus,,,bukan waktunya mengenalkan diri saat ini Cakra dikuasai emosi,pria itu mencengkeram jaket yang ditemukan di TKP dengan kencang,"Siapkan semua orang,kita balas mereka!"ujarnya penuh kekecewaan sekaligus kebencian.
Puluhan kendaraan memenuhi jalanan yang untungnya dijam dua malam ini sepi,hingga membebaskan mereka kebut-kebutan tanpa takut menabrak orang, mungkin bukn orang yang ditabrak tapi dedemit.
Motor yang digendarai geng Fir'aun melaju sangat cepat hingga sampai di bangunan rumah dua lantai bercat hitam biru dan banyak motor yang terparkir,tatapan mereka penuh kebencian pada markas yang sudah menjadi tersangka atas kebakaran yang terjadi di markasnya.
Dengan arogan mereka menciptakan ledakan dari petasan-petasan hingga asap mengepul,"Woy keluar lo pada jangan jadi pengecut anj*g!"teriak Cakra.
Suara ledakan dan teriakan dari luar markas membuat penghuninya terganggu padahal mereka baru saja kembali,,"Ngajak tauran nih orang!,berani-bedaninya datang ke markas kita buat keributan!"ujar seseorang dari dalam dengan tatapan nyalang.
Semua anggota yang ada disana keluar dari markas dengan tatapan marah namun berganti ketika melihat orang yang mereka kenali sebagai kawan malah menyerang seperti lawan.
"Serang!" intruksi cakra pada anak buahnya hingga perkelahian pun tidak terelekan,keadaan semakin kacau.
Geng Algaskar melawan sebagai perlindungan diri mereka saja bingung kenapa geng Fir'aun tiba-tiba menyerang padahal beberapa jam yang lalu mereka masih bercanda bersama.
.
.
.
Jam pulang sekolah sudah berbunyi satu menit yang lalu naila mengkerucutkan bibirnya sebari berjalan ngontai keluar dari kelas.
"Heh cil napa lo?" tanya Rayhan si ketua kelas sebari merangkul pundak naila.
"Ila kesel,kenapa kak Naya sama kak Ita ada eskul coba,ilakan malah pulang sendiri" jawabnya sebari menatap sepatu yang ia pakai.
"Yaelah gitu doang juga manja banget si sampe kemana-mana harus ditemenin" ujar gemes Rayhan,"Lo emang pulang sama siapa?,mau gue anterin ga?"tanyanya beruntun.
"Abang" jawabnya sebari menghentikan langkahnya membuat Rayhan mengikuti langkah bocah itu.
"Napa lo?"
"Gapapa tuh,ila mau ke kelas Sherli aja dah ketua kelas" jawabnya sebari pamit dan memutar haluan.
"Gue ditinggal" guman Rayhan mendengus.
Naila berjalan riang tidak seperti tadi murung dan cemberut,memikirkan mengajak sherli main kerumahnya membuatnya senang padahal pertama kali saat main kerumahnya membuat sebuah keributan dimana Nirbita malah minggat.
"Sherli" teriak Naila saat melihat Sherli,Rini dan Tara berjalan di depannya.
"Lo belum balik?" tanyanya dengan tatapan malas.
"Udah tau nanya,kalo ila udah pulang sekarang ga mungkin ada didepan kalian," jawabnya menyebalkan.
"Terserah" dengus Sherli kesal sedangkan Tara terkikik melihat kekesalan diwajah temannya itu.
Rini beralih merangkul lengan Naila,"La tumben ga bareng sodara kamu?"tanyanya.
"Itu kak Naya sama kak ita lagi ada eskul makanya aku sendiri,kitakan ngambil eskul beda,,kalian mau langsung balik ga?" ujar Naila sebari menatap ketiga gadis disana bergantian.
"Kenapa lo nanya kaya gitu?" tanya Sherli.
"Ila mau ajak kalian kerumah kalo ga mau langsung pulang,gimana mau ga?" tanyanya.
Naila mengangguk paham,"Kalo Sherli sama rini gimana?"tanyanya penuh harap.
"Engga,gue mau langsung balik terus rebahan dikamar" jawab Sherli menolak.
"Kamu rini?" Naila meralih pada Rini.
"Kalo Sherli sama Tara ga ikut gue ga mau la,maaf ya" jawabnya.
"Oke deh gapapa kalo pada gamau" ujar Naila murung,"Padahal Ila berharap banget bisa main sama kalian dirumah sekali biar dikenalin sama ayam pelangi aku"
"Gue pengen sih,tapi weekend aja gimana la?" ujar Rini memberi masukan agar gadis itu tidak sedih.
Naila mengangguk cepat,"Boleh aku tunggu weekend yah!"semangat nya menjawab cepat,jika tidak sekarang masih bisa minggu nanti.
Saking asiknya berbincang yang lebih mendominasi Naila dan Rini mereka tak menyadari sudah berada diparkiran.
"Gu duluan ya gaes supir gue udah jemput tuh!" ujar Tara melihat supir keluarganya yang sudah diparkiran membuat mereka sadar jika sudah sampai diparkiran.
"Eh udah diparkiran aja,saking asiknya ngobrol aku ga engeh loh" ujar Naila beralih pada Tara,"Tara mau pulang hati-hati dijalan"
"Ok"
"Hati-hati lo" ujar Sherli sebagai perpisahan.
"Ok,santei yang nyupir supir gue jadi ga mungkin gue nabrak orang" jawab tara terkekeh,"Yang harusnya hati-hati tuh elo nyupir sendiri!"ujarnya pada Sherli.
"Kalian balik sama siapa?" tanya Sherli pada Naila dan Rini karna Tara sudah pergi bersama supirnya.
"Gue ****** supir, lo la? " jawab Tara
"Abang" jawabnya sebari mencari mobil milik abangnya namun belum ada disana.
"Ok,kayanya abang lo belum datang Naila,lo nunggu sendiri gapapa?" tanya Sherli hubungan mereka sudah selayaknya teman hanya selalu bertengkar jika ada Nirbita saja.
Naila mengangguk saja,"Gue temenin nunggu supir gue juga belum datang"saut Rini.
"Eh gue seharian ga liat inti algaskar,mereka ga masuk apa ya?" ujar Sherli mencari tahu lewat Naila jika bukan dari gadis itu maka ia tidak akan mendapatkan informasi.
Naila menggelengkan kepalanya,"Gatau,mereka bolos berjamaah,kak Bintang juga ga bisa dihubungin,kak Gara sama kak sosis juga sama,gatau mereka kemana"jawab Naila jujur.
"Gue takut Bintang sakit"celetuk Sherli khawatir membuat wajah Naila kembali suram.
"Kemarin kak Bintang baik-baik aja ko"ujarnya tak yakin dan berpikir,"Ga mungkin karna bekel kemarin kan?"gumannya dalam hati.
"Mungkin mereka lagi ada acara keluarga makanya pada bolos!" ujar Rini mengeluarkan kemungkinan terbaik agar kedua temannya itu tidak merasa khawatir tanpa sebab.
"Ga munkin berjamaah kan?,," ujar Sherli heran jika ada urusan keluarga mana mungkin semua inti algaskar ikut membolos.
"bisa jadi kata Rini bener,udahlah mereka pasti baik-baik aja,kita do'ain aja semoga mereka selalu dalam lindungan allah" ujar Naila menengahi.
"Woy Naila" suara teriakan memanggil namanya membuat si empunya menoleh dan melihat seorang remaja tengah berjalan kearahnya dengan gaya coll dan juga memakai masker di wajahnya.
__ADS_1
"Ita sama Naya mana?" tanyanya ketika di hadapan Naila sebari menepuk pelan kepala Naila.
"Anda siapa?,gausah sksd deh,Jangan-jangan kamu penculik ya?" beruntun Naila waspada membuat Sherli dan Rini ikut waspada.
Sherli jadi ingat kejadian dimana ia dan Nirbita diculik membuatnya menjadi gemetar ketakutan.
"Ck ratu drama,,gue tinggal balik mampus lo!" cibir Antariksa mendengus sebari menoyor kepala Naila si ratu drama.
"Ck bukan gitu dong jawabannya,seharusnya gini kaya difilm yang pernah ila tonton,,,hmmm seorang anak SMA dijemput pacarnya disekolah,karna cewenya pernah mergokik pacarnya selingkuh,cewenya marah dan saat cowonya menjemput disekolah cewenya milih pura-pura amnesia,cowonya kekeh ingin mengantar pacarnya pulang dan ga merasa bersalah atas perselingkuhan,,cowonya narik paksa cewenya biar ikut tapi cewenya kekeh ga mau,sampe akhirnya mereka saling tarik-tarikan dan menjadi tontonan hingga cowo spek pangeran datang dan memisahkan kedua pasangan itu membuat cowo sicewe tadi marah,,cowo yang spek pangeran tadi menarik cewenya dibelakangnya untuk dia lindungi,cowonya ga terima akhirnya mereka gelut sampe cowo dari cewe tadi babak belur sampe tulangnya remuk-remuk tamat" cerocos Naila seperti produser film yang senang menceritakan prolog.
Sherli dan Rini hanya kicep tak mampu berkata-kata mereka bahkan tidak tau siapa cowo yang menghampiri Naila ini,bolehkah iri triplet selalu dikelilingi pria tampan.
"Ais bener-bener ratu drama!,buat filmnya dirumah aje panas nih!,dua kakak lo mana?,panggil sana biar kita langsung balik!" dengus Antariksa selalu terpancing emosi jika didepan triplet.
"Kak Ita sama kak Naya ada eskul pulang jam lima nanti,kita pulang duluan aja bang" jawabnya.
"Ceelah kenapa ga ngomong dari tadi sih!,gue udah mesen taxi online padahalmah!" gerutu Antariksa sebab ia datang menggunakan motor miliknya sejak datang kesekolah dan pulang langsung menjemput triplet ditambah taxi karna tidak mungkin bopat alias bonceng empat,bisa-bisa ditilang polisi!sebagai pengemudi taat aturan jadi Antariksa memesan taxi online untuk triplet dan dia akan mengawal dari belakang.
Dirinya diperintah Rangga untuk menjemput karna kebetulan ada meeting mendadak yang harus ia datangi,,mau tidak mau Antariksa datang dengan iming-iming uang,walaupun tanpa iming-iming uang juga akan Antariksa jemput tapi kalo ada duitnya ga bakal ia tolak.
"Khmm" suara deheman mengalihkan perbincangan dua orang itu.
"Eh ternyata ada ade-ade gemez,kalian temennya nih bocah?" tanya Antariksa pada dua gadis disamping Naila.
Mereka mengangguk,"Iya kak,kakak siapanya Naila yah kalo boleh tau?"tanya sopan Sherli menjadi kikuk.
"Gue saudaranya, panggil aja Bumi" ujarnya memperkenalkan diri
"Gue Sherli kak" balas Sherli menerima uluran tangan Antariksa Bumi.
"Lo?" kini Antariksa beralih menatap Rini.
"Aku Rini kak" jawabnya.
Antariksa mengangguk, "Punya temen juga lo cil,gue pikir lu ngintil dua kakak lo doang sama si trio wikw*k"ejeknya pada Naila.
"Engga tuh,ila juga punya temen disekolah ga mereka doang"jawabnya cemberut.
"Iya dah,balik yu panas nih!,,,ade-ade gemez gue sama naila pulang duluan ya,kalian hati-hati dijalan" Sherli dan Rini mengangguk mengiakan saja.
Didepan sana Antariksa menemui taxi online yang sudah ia pesen sebelumnya untuk membatalkan orderan namun tetap melakukan ganti rugi, bagaimana pun supir taxi pake bensin menggerakan mobilnya!, dan bensin perlu dibeli pake duit.
Sherli dan Rini menatap punggung naila dan remaja bernama bumi dengan lekat,"Triplet banyak banget sodaranya!"ujarnya tanpa mengalihkan pandangan.
Rini mengangguk setuju.
.
.
.
Diperjalanan Antariksa membonceng Naila yang mulutnya terus mengoceh layaknya mobil tanpa rem membuat telinga Antariksa panas.
"Suara knalpot lebih indah dari pada suara lo la,la jadi tolong mingkem oke" keluh Antariksa.
"Enak aja, suara ila begini merdunya dibandingin sama suara knalpot,om adalah contoh manusia yang pendengarannya terganggu!" cibir Naila pantang kalah dalam kamus triplet.
"Ck telinga gue emang bakal terganggu denger lu ngoceh mulu,jadi tolong mingkem demi kelangsungan hidup telinga gue!" cibir Antariksa berdecak.
"Om tau ga?,hari ini geng algaskar ga masuk,om tau kenapa ga?,kak Bintang ga bisa dihubungin,karel kereta api juga sama" oceh Naila semakin menjadi banginya larangan adalah perintah.
"Trus gue peduli gitu?,,ouh jelas kaga naila!,gue ga peduli!" jawab Antariksa setengah berteriak,"Dan lo mendingan diem,telinga gue panas denger lo ngoceh mulu!"
"Harusnya om peduli dong,sesama manusia itu harus saling peduli satu sama lain,gaboleh kaya om yang muncul kalo butuh doang" ejek Naila Antariksa memilih diam,meladeni Naila malah akan memperpanjang suara gadis itu.
"Om om tadi yang kenalan sama on yang namanya Sherli sama Rini itu pas semester satu kita berantem mulu,dia suka bully aku sama kak ita"
"Ga percaya" sela Antariksa tadinya tidak akan menanggapi ocehan Naila tapi mendengar gadis itu dibully rasa aga lain sebab triplet susah dihadapi alias ppks'polos-polos kaya setan'.
"Ko om ngomongnya gitu sih,om ga sayang sama ponakan sendiri jahat banget!" Naila tersungut-sungut.
"Aneh aja lo sama Nirbita dibully lo berdua kan bisa bela diri kalo soal ngomong pedes juga ratunya,aga lain aja kalo beneran dibully"
"Emang suka dibully ko tapi pantang kejahatan dibalas kejahatan bagi triplet" ujar Naila so bijak.
"Iya lo balasnya pake kezholiman!" dengus Antariksa mencibir.
Perjalanan terus berlanjut yang awalnya malas menanggapi ocehan naila menjadi mengobrol ria membahas hal absurd sekalipun.
Motor yang Antariksa kendarai berhenti dirumah besar berlantai empat sangat besar dan megah sayangnya rumah itu tidak berpenghuni.
"Ko pulang kesini om?" tanya Naila sebari turun dari boncengan motor.
"Gue mau ambil mobil la,biar dari sini kita healing dulu bentar trus jemput dua sodara lo" jawabnya sebari melepas helm.
"Horee" pekik Naila senang mendengar kata healing bahkan gadis itu meloncat-loncak seperti pocong ehh.
"Eh tuan muda sama nona muda baru datang?" tanya pengurus kebun di mansion besar ini yang hanya diisi pembantu saja.
"Eh pak,iya,baru datang,gimana kabarnya pak" sapa Antariksa sopan.
"Baik tuan muda,bagaimana kabar tuan muda dan keluarga?"
"Alhamdulillah baik pak,mansion gimana pak aman?" tanya Antariksa menanyakan kabar mansion mendiang orang tuanya.
"Aman tuan,Mmm sebenarnya ada yang kangen sama tuan muda,beliau menanyakan tuan muda terus,tapi saya ga ngasih tau keberadaan tuan soalnya kan itu privasi anda" goda tukang kebun itu membuat Antariksa mendengus namun tetap memberikan cap jempol.
"Bagus pak pokonya jangan sampe tuh orang tau keberadaan saya pak,saya serem kalo diintilin set*n pak"ujar Antariksa dengan wajah serius.
"Si tuan ada-ada aja,orang si nona cantik loh,masa disebut set*n"
"Lebih mirip setan pak,eh bocah satu ilang aja,bapak liat ga perginya si naila?" tanya Antariksa celingak-celinguk mencari keberadaan Naila yang entah sejak kapan hilang.
"Nona muda udah masuk tuan,,,nona Nirbita ga ikut datang tuan?"
"Engga pak dia masih disekolah ini saya mau ambil mobil biar gampang jemput dia,,saya permisi ya pak" pamit Antariksa masuk kedalam rumah mendiang orang tuannya yang berlantai empat.
Antariksa masuk kedalam rumahnya dengan senyum tipis dibibirnya,rumah ini memang tidak banyak kenangan dengan keluarga mengingat ibunya meninggal sesaat setelah melahirkan nya dan satu tahun kemudian ayahnya meninggal,dia hanya diurus dua kakaknya,kakak pertama yang kini memilih tinggal di Singapura mengurus perusahaan peninggalan keluarganya disana, dan kakak keduanya yang sudah kembali pada ilahi,,walaupun begitu kebahagian lebih banyak menghampirinya dari pada kesedihan bahkan ia tidak pernah merasakan kesepian.
__ADS_1
Tidak akan kesepian suara triplet saja layaknya dangdut resepsi tetangga!.