
'Bijaklah dalam memilih pergaulan,dimana kau berteman maka disana namamu dipertaruhkan'
Hening
Diruang keluarga triplet semua orang tengah duduk disofa kecuali si dua kembar beda orang tua,keduanya berdiri di tengah-tengah sebari menunduk.
Kruk
Tidak ada pembicaraan selain tatapan selidik dari mereka semua semakin membuat dua kembar beda orang tua itu menunduk bahkan kesulitan menelah ludah dan juga keringat dingin membasahi telapak tangan.
Kruk
"Mau terus diem hmm?,gamau jelasin iya?," tanya Elesky jengah dengan kebisuan tiba-tiba dua bocah pembuat onar itu.
Kruk
"Mau abang yang ngomong atau kalian jelasin versi kalian?" sambungnya menatap selidik dua kembar beda orang tua itu yang terus menunduk sebari memilah jari jemari sendiri.
Kruk
"Kalian ga mau jawab?,abang jengah sama pertengkaran kalian ini,kalian tau ulah kalian udah membuat gempar satu kampung!,menurut kalian sikap kalian ini bagus hmm?" tanyanya lagi mencoba bernada lembut namun dengan tegas.
Kruk
"Dan kamu Naila" ujarnya membuat Naila mendongkak sebentar lalu kembali menunduk,"Jangan pikir abang gatau sama perbuatan kamu kemarin"Naila semakin menunduk bersalah kejadian kemarin memang salahnya dan hubungannya dengan Nirbita semakin renggang,sejak Nirbita pulang gadis itu selalu mengacuhkan Naila yang mencoba meminta maaf dan membututinya seperti biasa namun sikap Nirbita sangat acuh,ia masih kecewa.
"Naila emang buat apa bang?" tanya Bu Putri selidik karna kemarin ia hanya pokus menunggu kepulangan Nirbita saja.
"Dia kan nangis kejer mih gara-gara aku minggat"bukan Elesky yang menjawab melainkan Nirbita yang masih menunduk tak berani menatap keluarganya,ia sengaja mengatakan hal itu agar mamih Putri tidak kecewa pada Naila,Nirbita tidak ingin Naila disalahkan,jikapun salah maka bukan hanya Naila tapi Nirbita juga salah,karna sudah memicu pertengkaran yg lebih dulu.
Bu Putri mengangguk sebenarnya ia curiga jika masalah nangis satu kampung sudah tau kemarin Naila nangis kejer mencari-cari kakak sepupunya yang minggat itu,lalu kenapa nada Elesky bertanya tadi seperti menegaskan bahwa Naila sudah berbuat di luar batas wajar.
Biarlah Bu Putri tidak akan ikut campur dalam masalah ini biarkan anak-anak itu mandiri dan menyelesaikan masalah mereka jika sudah tidak bisa mereka tangani maka Bu Putri akan turun tangan untuk membantu.
Kruk
Kruk
"Semua perbuatan itu ada alasannya!,cepet kalian jelasin atau abang potong uang jajan kalian!" ancam Rangga
Mereka sedang menyidang Naila dan Nirbita diruang keluarga sebagai tersangka,Bu Putri dan Pak Dimas sebagai hakim,Rangga dan Elesky sebagai penyidik,untuk Naya dan Antariksa menjadi pengamat malam ini.
Jika urusannya malah mengancam uang jajan maka dua kembar itu langsung mengangkat dagu tidak akan menutupi apapun itu,masalahnya duit cuy tidak bisa dibiarkan.
"Aku bakal jelasin tapi boleh minta sesuatu dulu ga?"ujar Nirbita sebari cemberut.
Kruk
"Gininih kalo terlalu dimanja malah ngelunjak tinggal jawab juga!" jengah Rangga dengan sikap kekanakan adik-adiknya itu yang semakin hari semakin menjadi.
Kruk
Bibir Nirbita semakin monyong beberapa senti dengan tatapan kesal,"Bang"rengeknya beralih pada Elesky meminta persetujuan.
Kruk
Namun pria itu malah membuang wajah ke arah lain dengan menahan kesal,gadis itu semakin cemberut.
"Pelit banget,ita kan pengen duduk,ita pegel berdiri terus" rengeknya sebari mendengus.
"Yaelah tinggal duduk juga" cibir Antariksa sebari mendengus keluarga iparnya ini terlalu banyak drama,Antariksa seperti nonton live flm burung biru.
"Yang ga berkepentingan mending diem!" tegur Pak Dimas jika dibiarkan maka persidangan malam ini tidak akan berakhir tenang yang ada runyam.
Anak-anak nya ini titisan sent*n semua entah darah siapa yang mengental di daging mereka,membuat onar tidak pernah absen,padahal orang tua mereka kalem-kalem saja.
Antariksa tidak bergeming pria itu melanjutkan tontonannya pada drama keluarga toxic nya ini,sebari memakan cemilan paket komplit bersama Naya,yang tak ambil komentar sama sekali hanya menemani Antariksa memakan camilan.
Kruk
"Pokonya ita mau duduk baru cerita" ujarnya sebari beranjak berdiri karna kakinya keram berdiri terus lalu kepalanya menggeladah menatap Naila,"Duduk"desisnya sebari menarik ujung baju Naila dengan kencang hingga gadis itu terhuyung.
"Astagfirullah jadi kalian beneran berantem?,bukan drama doang hah!,coba kalian jelasin kenapa kalian bisa berantem kaya gini?" tanya Bu Putri dengan nada lemah lembut agar anak-anak nya itu mau bercerita.
Kruk
"Mmm gini mih"
Kruk
"Aku sama Naila sebenarnya,,,"
Kruk
"Diem!" sentak Elesky seketika membuat mereka bungkam dan menatap pria itu dengan tatapan waswas.
Mereka serempak mengedip lucu dengan wajah cengo sekaligus waswas dengan pria tentara itu,jika mengamuk keluar rumah mereka hanya tinggal nama,kan ga lucu!.
Bahkan Pak Dimas selaku kepala Polisi saja bungkam.
Naila semakin menunduk,ia semakin yakin bahwa abang tentaranya itu sangat marah karna keegoisannya kemarin, Naila emang beg*'rutuknya dalam hati.
"Kalian berdua kalo mau berisik mending keluar,ganggu!" sambungnya masih dengan nada kesal.
Nirbita dan Naila terisak takut dengan bentakan abang mereka yang baru pertama kali mereka dengar ketika marah,padahal tingkah mereka emang suka nyusahin dari dulu tapi kenapa sekarang malah bentak-bentakan mereka kan jadi takut.
Dengan langkah cepat sebelum diamuk abang tentara dua kembar beda orang tua itu beranjak dari duduknya untuk keluar seperti usiran Elesky tadi.
"Kalian mau kemana?" tanya pria tentara itu melihat dua adiknya melangkah dengan kepala menunduk.
"Keluar" jawab mereka serempak tanpa berani mengangkat kepala.
"Bagus,bukannya jelasin malah mau kabur!,iya?!" ujar Elesky dingin namun masih dalam nada lembut.
Mereka menatap Elesky dengan tatapan heran,"Kan lo yang nyuruh keluar tadi bang"ujar Antariksa membela dua adiknya, walaupun mereka pembuat ulah nomor satu dikomplek mereka tetap keponakannya jelas akan ia bela ketujuh langit sekalipun,kecuali urusan dengan kriminal maka Antariksa angkat tangan angkat kaki.
"Gue ga nyuruh mereka keluar" ujar Elesky bingung sendiri.
"Tadi abang bentak mereka biar diem terus nyuruh keluar kalo cuma mau berisik,padahal mereka lagi cerita,abang tuh aneh mereka cerita dibilang berisik ga cerita ditanya mulu mau abang apa sih? "ujar Naya membenarkan perkataan omnya tadi dengan kesal,entah apa mau abang tentaranya itu,apa dimata pria itu wanita selalu salah.
"Berani ya bentak-bentak anak mamih"ujar Bu Putri dengan nada mengancam.
"Iya tuh mih,berani banget bentak-bentak adik sendiri,pecat mih jadi anak,keluarin dari kakak!"desis Rangga memprovokasi agar manisnya emosi,enak saja adiknya di bentak-bentak ia yang ngurus saja tidak pernah membentak kecuali dalam ranah becanda.
"Usir bang ES dari kampung ini,usir-usir" Antariksa memprovokasi agar semakin menjadi, lumayan film burung biru ga gitu-gitu aja ada kemajuan dan semakin memanas.
"Usir aja mih,usir,usir dari kk mih,sekaligus burung kakak tuanya potong mih,berani-beraninya udah bentak anak kita" timpal Pak Dimas ikut memprovokasi sangat istri sebagai cara balas dendam,suruh siapa anaknya itu merahasiakan keberadaan Nirbita saat hilang padahal pria itu tau dimana,kemana dan dengan siapa gadis itu pergi,huhh rasain.
"Eh-eh jangan dong ini aset berharga jangan dipotong" gelagapan Elesky sebari menutupi area selangk*ngannya dengan kedua tangan,aset masa depannya ini harus selamat dari acara kroyok masa yang entah karna apa,sudah tentu bukan karna BBM kali ini.
"Aku ga bentak Naila ataupun Nirbita tadi,bahkan ga pernah mih,beneran suer" sambungnya sebari menunjukan jua jarinya sebagai keseriusan dalam ucapannya.
"Tadi abang bentak kami ko,trus ngusir juga" ujar Nirbita sebari cemberut untuk Naila gadis itu belum berani berbicara pada kakak tentaranya itu.
"Engga ta,abang ga bentak kalian,yang mana coba abang bentak kalian?" tanya Elesky agar bisa menyelesaikan kesalahpahaman bentak-bentak ini agar tidak dikeluarkan dari kk bisa ga dapet warisan nanti,terus burungnya dipotong bisa mampus masa depannya ini,ahhh kesalah pahaman ini harus diselesaikan agar tidak mengancam masa depan dan keuangan.
"Tadi abang bentak-bentak pas aku mau cerita,abang bilang gini,diam!,trus,kalo kalian mau berisik mendik keluar,gitu" jawab Nirbita meragakan cara bentakan Elesky yang malah terlihat lucu jika Nirbita yang meragakannya.
Elesky menepuk jidatnya,"Kalian salah paham,abang bukan bentak kalian,tapi bentak dia tuh"ujarnya sebari menunjuk Antariksa dengan kesal.
"Lah gue kenapa?" tanya Antariksa sebari mengunyah berbagai camilan yang dijadikan satu didalam ember.
"Lo berisik tarik!,suara 'kruk kruk'dari mulut bau lo bikin gue emosi!"
"Ouh abang marah sama om tarik toh,bentak nya yang jelas dong biar kami ga salah paham!" ujar Nirbita tersungut-sungut,padahal jika bentakan tadi untuk mereka juga gapapa lumayan akan Nirbita putar balikan fakta agar abang-abang nya itu tidak mengancam uang jajan melulu.
"Iya maaf" ujarnya.
pelajaran penting keluarga triplet ada tiga
__ADS_1
-tolong
-maaf
-terimakasi
Mereka tidak akan sungkan mengatakan tiga hal itu jika diperlukan.
"Lo tarik tambang mending keluar sana! suara kruk dari mulut lo bikin gue pengen robek mulut lo sekarang juga!"ujarnya dengan mata melotot kearah Antariksa seolah mengancam'lo keluar atau gue robek mulut lo!'.
"Serem amat" gumannya sudah biasa diancam oleh abang tentara triplet itu jika sedang berkunjung karna ya tingkahnya sebelah dua belas dengan triplet,"Masa gue doang yang diusir,noh si Naya juga harus diusir dia juga kan makan camilan bareng gue"ungkapnya menunjukan naya tidak terima diusir seorang diri.
"Lah gue,kan gue ga berisik kaya lo om tarik tambang" elak Naya sebari menekan nama Antariksa yang diubah triplet menjadi 'tarik tambang' ingat!,sebagus apapun namamu maka akan rusak jika sudah disebutkan oleh Triplet.
"Eleh yang berisik tadi itu lo,suara kruk-kruk tadi dari mulut lo paling kenceng!" elak Antariksa tidak mau kalah.
"Engga yah,Naya itu orang yang kalem ga barbar kaya lo kalo makan" elak Naya tidak terima.
"Eleh ngeles lo kaya bajai,lo kalo makan kaya orang ga makan setahun! " cibir Antariksa memantik keributan.
"Diam!" bentak Pak Dimas pria paruh baya itu bisa darah tinggi sekaligus jantungan jika terus berkumpul dengan titisan sent*n entah turunan siapa,ia tidak mau mengakui mereka,bisa-bisa ia disambut Malaikat maut jika bertahan,"Papih pusing denger suara kalian mending urus aja sendiri masalah ini kalo udah beres kasih tau papih,,,,,ayo mih kita ngamar"anaknya pada sangat istri sebari menarik tangan wanita cantik ibu dari anak-anak nya ini.
Sayangnya anak-anak nya entah menuruni sikap siapa...
"Urusannya kan belum selesai pih" ujar Bu Putri keberatan.
"Biarin mih,kelamaan kita disini bisa-bisa darah tinggi,jantungan dan endingnya mati, mending kita ngamarĀ ngelakuin iya-iya lebih nikmat" ujarnya frontal membuat tiga pria disana mencibir.
"Ingat ada anak dibawah umur disini" cibir Rangga yang iri ingin melakukan iya-iya tapi ga punya istri.
"Ngomong aja pengen,iri bilang jomblo" ejek Pak Dimas pada anak adiknya itu.
"Awas aja aku bakal lakuin sama Fricia" ujarnya tersungut-sungut.
"Awas aja kalo kamu rusak anak gadis orang bang,mamih sunat sampe abis tuh burung tua!" ancam Bu Putri membuat Rangga cengengesan sebari menutup area terlarang nya.
"Entar mih kalo Cia udah jadi istri aku magsudnya" ujarnya.
"Alah digantung aja banyak halu" cibir Elesky.
"Eits jangan salah aku udah jadian sama dia seminggu yang lalu,kalian aja yang ga tau" bangganya pamer.
"Ouh udah jadian adiknya dilupain,padahal adik-adiknya yang udah jadi mak comblang tapi ga dikasih tau kalo udah jadian awas aja bakal aku ganggu hubungan kalian Hhhhh" ancam Nirbita kesal,ia yang menjadi mak comblang sampe mengeluarkan banyak ide pas jadian malah ga tau,bener-bener abang ga tau diri!.
"Eh-eh jangan dong bukan gitu" ujar Rangga gelagapan.
Pak Dimas tidak mau menghiraukan anak-anak titisan set*n itu dan menarik istrinya pergi kekamar untuk melakukan ritual iya iya,siapa tau bibitnya jadi anak LAGI dan anak itu sikapnya lebih waras dikeluarga ini.
Toh disana juga ga guna,tadi acaranya sidang Naila, Nirbita eh melenceng kearah pengusiran Elesky kini malah ancam-ancaman Rangga,emang keluarga ini gaada yang waras dari yang waras.
"Bener tuh,mulai sekarang kita buat rencana perpisahan buat mereka,dipikir-pikir kasian juga sama kak Cia kalo harus jadi pacar abang" timpal Naya setuju dengan ancaman Nirbita.
"Gue dukung,kak Cia yang tadi siang disini kan?" tanya Antariksa memastikan diangguki Naya.
"Kalo gitu pokonya gue jadi urutan pertama yang dukung lo berdua misahin bang Rangga sama kak Cia,gue kasian sama kak Cia kalo harus jadian sama jelmaan b*bi" sambungnya mencibir membuat Rangga membara api.
"Lo bilang gue b*bi,hah!" sentak pria itu emosi.
Mereka mengangguk bukan hanya Antariksa saja,"Gapapa bang,abang jadi b*bi biar kami yang jaga lilin"ujar Nirbita membuat Rangga tersungut-sungut.
"Kalian pikir gue pesugih*n!" sentak nya tidak terima.
Mereka lagi-lagi mengangguk,"Ga logis aja si bang,lo emang CEO tapi kekayaan lo ituloh melebihi gaji"ujar Antariksa,"Kalo bukan pesugihan b*bi ngepet trus apa coba?"
"Korupsi!"
Astagfirullah
.
.
.
Huwaaaa kenapa dengan dirinya ini,seperti ada yang hilang tapi bukan uang,ada yang kosong tapi bukan dompet,ada yang lepas tapi tak pernah menggenggam,jastin mendengus sebal sebari mengubah posisinya menjadi terbaring menatap langit-langit kamar.
"Gue datang kerumahnya aja kali ya?" monolognya,"Tapikan udah malem,mana bang ELESKY profesinya tentara lagi,bisa pengek gue kalo dia pikir gua ga sopan datang malem-malem mana udah jam sembilan,belum juga jadian entar udah di tendang,mana posesif banget lagi,masih mending bang Rangga ga serem-serem AMAT"
"Ah pusing" fruatasi remaja itu menjambak rambutnya,"Gue kangen lo bocah si*lan mana cantik lagi ahhhh gue gil*a"
"Berada dibumi yang sama,dilangit yang sama namun hati berbeda,masa gue doang yang galau,dia belum tentu,ga,ga,ga bisa gitu,harga diri gue dipertaruhkan kalo gue ngaku,,ga bisa,gua bakal bergaya cool,gabakal peduli sama dia,gabakal chat dia duluan lagi,ga bakal telepon dia lagi,awas aja!,kalo dia ga chat atau telepon gue duluan gue gabakal chat dia duluan,,gue bakal pura-pura ga kenal sama dia kalo ketemu,,,awas aja" gumannya panjang lebar sebari tersungut-sungut,"Rencana gue ga boleh gagal,awas aja lo Naya"sambungnya lalu tengkurab.
"Pusing pala gue,kaya orang gila ngomong sendiri lagi,kelamaan gue beneran edan!" rutuknya pada diri sendiri.
.
.
.
Dilain tempat dijam yang sama dua kembar tengah duduk menghadap dikamar Elesky bersama pemilik kamar.
Setelah sidang gagal tadi kedua kembar dibawa Elesky untuk ia introgasi sendiri,gabakal waras jika di introgasi bersama yang lainnya bukannya menemukan titik terang malah menghitam gelap pekat.
"Sekarang ceritain yang sebenarnya sama abang,kalo ada masalah abang kan bisa bantu" ujar Elesky dengan nada lembut bahkan mengusap kedua wajah adik-adiknya itu dengan sayang bergantian.
"Masalah apa yang bikin kalian berantem hebat kaya gini hmm?" ujarnya berjongkok dihadapan antara dua adiknya sebari tangannya menggenggam tangan kedua adiknya dengan sayang.
Keduanya menggelengkan kepala membuat Elesky menghela nafas,"oke kalo kalian ga mau ngomong biar kalian jadi pendengar, abang yang bakal ngomong,,,kalian tau adik kakak itu harus saling menyayangi,menjaga dan menghormati,,,,,,jika tidak sayang maka setidaknya menjaga jika tidak jalan terakhir adalah menghormati,,,,Kalian harus saling menghormati kalo kasih sayang sudah menghilang dan tidak bisa menjaga,,,kalian ga boleh menyakiti hati satu sama lain sebagai penghormatan,,,abang ga salahin Naila ataupun Nirbita disini,,,,tapi kalian emang salah"Elesky menjeda ucapannya.
"Keduanya salah,kalian tau kesalahan kalian?" tanya Elesky diangguki kedua,"Coba sebutin,dari Nirbita dulu"
"Ita udah mancing emosi Naila terus kita berantem deh" jawabnya
"Sekarang Naila,sebutin kesalahan apa yang kamu buat kalo kamu menyadari kesalahan kamu" ujar Elesky sama lembutnya dalam bicara seperti biasa jika pada triplet.
"Ila udah ngomong yang engga-engga, ila gamau ngomong itu lagi,ila takut bikin kak ita pergi lagi kalo ila ngomong itu,tapi itu emang kesalahan ila,ila minta maaf" jawabnya.
Elesky menghela nafas memang sebaiknya tidak usah dikatakan secara rinci kesalahan Naila di depan Nirbita untuk saat ini,"Kalo kalian udah sadar sekarang kalian harus ngelakuin apa hmm?,,,kitakan selalu diajarin tiga pelajaran penting didalam keluarga,kalian ingat itu apa?"
"Tolong,maaf,terimakasih" jawab keduanya serempak.
"Bagus!" ungkap Elesky senang dan dengan sabar menjelaskan agar hubungan adik dan kakak ini membaik,"Trus cara pungsinya gimana?"tanyanya seolah pada anak kecil,yaelah emang mereka bocah kematian ko.
"Kalo mau meminta bantuan kita harus mengucapkan kata tolong"jawab Nirbita.
"Meminta maaf jika melakukan kesalahan" timpal Naila.
"Berterimakasih untuk mengungkap kebahagiaan" jawab keduanya serempak.
Jawaban terakhir mereka membuat Elesky menghela nafas,SABAR.
"Bagus,trus kemarin kalian berbuat apa dan kata apa yang harus disampaikan?" tanya Elesky lagi.
"Berbuat salah harus minta maaf" jawab keduanya serempak.
"Bagus!" ungkapnya lagi sebari mengusap pucuk rambut kedua adiknya itu tanpa beranjak dari jongkok di antara dua kembar itu yang duduk disofa,"Sekarang kalian harus ngelakuin apa?,ayo lakuin!"
Kedua kembar itu menunduk sebari berhadapan dan mengulurkan tangannya"Aku minta maaf"ujar keduanya serempak.
Tangan mereka saling menggenggam beberapa menit hanya salaman is akan terdengan dari bibir keduanya dan beralih menjadi pelukan bersamaan dengan tangisan mereka yang pecah.
Elesky terkekeh melihat kedua bocah itu,ia yakin sejak bertengkar hebat kedua kembar itu saling menghawatirkan dan merindukan,keduanya selalu menempel dan sulit dipisahkan tapi malah bertengkar hebat,sungguh tidak bisa dipercaya.
Kedua bocah itu menangis hebat dipelukan masing-masing dan Elesky ikut berpelukan sebari mengusap surai kedua adik nakalnya itu,tukang banyak drama!.
"Udah jangan nangis lagi,nanti matanya bengkak,apalagi Naila dari kemarin nangis nanti matanya berubah hitam jadi panda" ejek Elesky menggoda.
"Abang" rengek Naila cemberut.
__ADS_1
"Eh udah bersuara lagi,dari tadi sunyi banget kaya kuburan sampe aku ngeri,kirain udah innalillahi"ujar Nirbita menggoda adiknya itu sebari bergedig ngeri.
Naila cemberut dengan bibirnya dimajukan," Kakak makin nyebelin!"
"Biarin wlee"Nirbita menjulurkan lidahnya meledek Naila.
"Abang tuh kak Ita ledek Ila terus" rajuk Naila mengadu.
"Udah ta jangan ledekin adik kamu terus nanti matanya berubah jadi panda beneran" ujar Elesky malah ikutan menggoda Naila.
"Abang ih nyebelin"rajuk Naila mendengus.
"Udah becandanya skip dulu,abang punya pertanyaan buat kalian dan harus dijawab jujur" ujar Elesky kembali serius diangguki dua kembar beda orang tua itu.
"Kalian beneran berantem?" tanyanya serius,karna terlalu aneh jika kedua adiknya yang selalu menempel satu sama lain tiba-tiba bertengkar,namun jika drama saja tidak mungkin ada acara minggat-minggat segala,bukan?.
Kedua kembar itu saling tatap lalu manatap sang abang tentara tampan dengan tatapan tidak bisa diartikan,
"Menurut abang gimana?"
.
.
.
Pagi harinya mereka Triplet sudah kembali baikan dan kembali ricuh seperti hari-hari sebelumnya.
"Bang pas mereka berantem,pada diem-dieman ga?" tanya Antariksa yang ikutan nimbrung bahkan tidak diijinkan pulang oleh Rangga karna adik ibunya itu sudah membawa kabur adiknya,padahal adiknya yang maksa!.
"Boro-boro makin huru-hara iya!,,,lo gatau aja mereka makin jadi,,,,bangun pagi udah gelut,,,mulutnya pada ga bisa di rem,,"gerutu Rangga lalu menyeruput kopi secara perlahan.
Di pagi hari mereka suka berkumpul di ruang makan memakan camilan,seperti gorengan dan juga kopi,bahkan Triplet juga ngopi susu,kecuali NAILA yang lebih suka susu.
"Untung gue ga kesini kemaren-kemaren" ujar Antariksa senang,"Kalian emang berantem kenapa si?"tanyanya menatap Triplet bergantian.
"Kepo!" jawab mereka serempak membuat yang lain terkekeh dengan wajah kesal Antariksa.
"Manusia itu terbuat dari tanah,orang yang kepo kaya om terbuat dari tanah liat" cibir Naila.
Antariksa menatap Naila dengan tatapan kesal,"Lo terbuat dari tanah longsor makanya suka bikin onar!"cibirnya membalas,"Jenis manusia itu memiliki sikap yang berbeda-beda,artinya dari tanah yang beda juga,,kalo gue yang kepo ini terbuat dari tanah liat,dan lo"tunjuk nya pada naila,"Terbuat dari tanah longsor,ada juga juga dari tanah Tinggi sifatnya sombong"dagu Antariksa menunjuk pada Rangga laku melanjutkan ucapannya.
"Orang yang suka belanja terbuat dari tanah abang" mukanya menatap Naya,"Rajin beribadah dari tanah suci,suka emosi meledak-ledak terbuat dari tanah sengketa"matanya beralih pada Naila dan Nirbita bergantian,dua gadis nyinyir tukang emosi pria itu menjeda untuk menyeruput kopi miliknya.
"Ditakuti banyak orang dibuat dari tanah kuburan" lanjutnya dengan mata memutar dengan lirikan kearah Elesky mana berani jika langsung melirik,"Banyak kan jenis tanah"
Naila mengangguk polos,"Abang pinter deh solat ngomongin tanah kenapa ga jadi tukang jaga kuburan aja?"ujarnya membuat Antariksa menatap heran gadis itu.
"Apa hubungannya?"
"Gaada,,biar digondol demit aja kan lumayan beban negara jadi berkurang"
"Udah ah jangan berantem,mamih udah ketring nasi kotak buat dibagiin sama tetangga dan juga kemasjid sebagai permintaan maaf karna udah buat mereka kerepotan gara-gara ulah kalian" ujar Bu Putri diakhir menatap Naila dan Nirbita yang malah cengengesan.
"Ini kalo mamih terbuat dari tanah wakaf suka beramal soalnya" ujar Antariksa.
"Gausah menjilat,gue tau lo muji karna ada maunya!"sindir Elesky membuat pria itu cengengesan.
"Tau aja abang tentara satu ini,kapan kerja lagi bang?,ga pusing apa deket-deket sama Triplet mending segera minggat bang demi menjaga kewarasan" usirnya secara halus karna jika ada Elesky maka ia tidak bisa seenaknya pada Triplet.
"Diem lo!" hardik Elesky membuat pria itu terbahak,"Bejanda abang"
"Becanda"sarkas mereka kecuali Elesky.
"Eh salah ya,itu magsudnya,Bumi mau pamit mandi badan Bumi udah lengket ga mandi dari kemaren" ujarnya jujur membuat mereka cengo.
"Bumi-eleh nama lo tarik tambang" cibir Naya.
"Nama gue Antariksa Bumi kalo udah disebut-sebut sama kalian nama gue teraniaya!" ujarnya mendengus kesal.
"Pantesan bau,kamu belum mandi dari kemaren?,beneran?" tanya Pak Dimas selidik.
"Bener pih,om tarik belum mandi sejak dari puncak katanya hemat air" jawab Nirbita jujur.
"Eh kamprett lo juga ga mandi pas balik dari puncak,lo bilang dingilah" cibir Antariksa tidak mau kalah.
"Kan pas dirumah langsung mandi ga kaya om,pas nyampe rumah malah gedebug" ejek Nirbita mengingat saat mereka sampai dirumah saking takutnya dimarahi Elesky dan Pak Dimas, Antariksa tersandung kakinya sendiri dan terjatuh membuat mereka cengo ada juga yang tertawa.
Malunya ituloh
"Diem lo!,gue kesandung itu malu banget sumpah gila" rutuknya untuk sendiri.
"Sana lo mandi malu -malu setiap hari lo malu-maluin" cibir Rangga membuat pria itu cengengesan.
"Aaah keponakan gue yang tua ini tebakannya suka bener banget" ujar Antariksa sebari kabur terbirik-birit sebelum diajak debat oleh Rangga dan berujung ia tidak mandi lagi,,,udah dua hari ia hemat air baikan Antariksa bumi membantu bumi menghemat sumber daya.
Emang males aja tuh bocah!.
Siang harinya Triplet dan Antariksa sedang memakai masker wajah berwarna hitam milik Naila yang paling rajin bermain make-up,mereka memakainya bersamaan,bahkan
Nirbita memijat kaki Antariksa sebagai bayaran ajakan ke puncaknya kemarin,om berondongnya itu perhitungan.
"Lebih kenceng ta,pake tenaga" titah pria itu sekenanya.
Naya mana mau memijat om sepupunya itu,dia dan Antariksa tidak memiliki hubungan baik ataupun buruk mereka hanya bekerjasama jika saling menguntungkan saja tidak lebih.dua orang perhitungan!.
Jika Naila gadis itu sedang menebalkan wajah di masker Antariksa dengan telaten.
"Pake palu boleh ga sih?,biar sekalian gitu" tanya Nirbita dengan wajah cemberut.
"Beda lagi niatnya kalo pake palu,ngomong aja lo ga iklas mijit gue!" cibir Antariksa mendengus.
"Itu tau!" jawab Nirbita jujur.
Ting tong
"Ada tamu noh,sana bukain pintu!" ujar Antariksa yang kini menyandarkan tubuhnya pada sofa dengan kaki masih dipijat keponakannya itu.
"Ga mau,om aja sana" jawab Naila sebari melegang pergi kedapur.
"Heh dodol mau kemana? " tanya Antariksa pada Naila.
"Dapur mau cuci tangan" jawabnya tanpa menghentikan langkah.
"Buka sana Nay!"
"Wani piro!"jawab Naya sebari menatap Antariksa.
"Ck itu tamu lo b*go,sana buka!" titah Antariksa so menjadi bos.
"Sotoy banget,kata siapa tamu gue huhh? " cibir Naya tidak mau disuruh-suruh remaja yang seumuran dengannya itu,sayangnya menjadi om dari sepupunya.
"Kata gue lah,kan ini rumah Triplet udah pasti bukan tamu gue"
"Iya juga" ujar Naya membenarkan,"Tapi ga harus gue juga yang buka pintu,lo aja sana!"kekeh Naya tidak mau.
"Ogah,lo aja sana ta!" titahnya kini pada Nirbita.
"Gamau,pokonya kalo om nyuruh-nyuruh Ita lagi,Ita bakal laporin om sama abang Es biar digantung di pohon toge!" ancam nya sebari melegang pergi ke area yang sama dengan Naila disusul Naya
"Woy" Antariksa tersungut-sungut dengan tingkah tuan rumah ini,dasar triplet,Antariksa juga tamu disini,masa tamu nyambut tamu,ed*n!.
Dia terus tersungut-sungut sebari mendekati pintu utama dengan terpaksa remaja itu membuka pintu dengan lebar.
"AAAAAAAA"
................................................................................
**Halo teman-teman terimakasih sudah mampir hari ini up kaya biasanya,maaf ya jarang sapa soalnya aku ga suka basa-basi kalo kata triplet mah'nanti terlalu basi' hehe.
__ADS_1
Do'ain ya semoga penyuka novel aku makin banyak yang baca,komen end likeš„°**