DIARY TRIPLET N

DIARY TRIPLET N
MIMPI BURUK


__ADS_3

Gara berhenti diwarung seblak dimana Nirbita dan teman sekelasnya berada kecuali Agnes yang katanya tidak bisa ikut karena ada harus langsung pulang.


"Pantesan gue ajak bareng kaga mau dijemput ayang toh" ujar Davri.


"Apasi,aku titip ila noh awas aja kalo lecet aku aduin sama dady biar Davri digorok lehernya,dan akhirnya pak rt pun ngadain pengajian,lumayan tuh dapat makanan gratis"ujar Nirbita antusias membuat Davri mendengus.


"Lo aduin gue,gue aduin balik,bakal gue bilang sama om Smit kalo lo balik bareng cowo" balas Davri tidak mau dalam masalah seorang diri.


"Udah ijin wlee" Nirbita memeletkan lidahnya mengejek Davri,jika belum ijin mana mungkin Nirbita belum dijemput sampai sekarang,ya walaupun ijinnya dibumbui kebohongan sih,Nirbita bilangnya mau ditraktir makan teman sekelasnya yang ulang tahun terus pas pulangnya baru akan memberi tahu dichat,tadinya gitu,tapi setelah dichat Gara,Nirbita mengurungkan niatnya untuk minta dijemput.


Sekali bohong teruskan saja nanti tinggal cari alasan kenapa tidak meminta jemput,hehe.


"Gausah recokin orang mending ayo pergi" ujar Naila sebari menarik Davri kearahnya.


"Mau langsung balik lo?" tanya Davri pada Naila.


Naila terdiam beberapa detik kemudian tersenyum lebar,"Main dulu yuk tenang ila yang traktir kapan lagi coba ila baik"ujarnya songong.


Ya memang triplet ini pecinta gratisan dan suka ngutang padahal duitnya banyak.


"Lo ga tipu-tipu kan?" tuduh Davri jaga-jaga,dirinya tidak mau ditipu lagi,dulu pernah Naila mengajaknya makan ngomongnya gadis itu yang membayar nyatanya dirinya bayar sendiri-sendiri,"Gue ogah ya nanti malah kaya waktu itu bayar sendiri ogah gue"


"Kapan coba?,ila ga pernah nipu tau!" elak naila.


"Manusia itu tak lepas dari salah dan lupa" ujar Nirbita menyaut,"Udah ah aku mau pergi duluan sama kak Gara,Davri titip Naila ya kalo nakal dorong aja dari motor"


"Jahat banget" guman Naila tidak terima.


"Ide bagus" setuju Davri untuk mendorong Naila dari motornya jika gadis itu membuatnya malu didepan publik.


Nirbita meninggalkan Naila biarlah pulang bersama Davri,tentu saja mereka tidak dijemput seperti ini karna bekerja sama jika tidak mana bisa, untung saja Naila selalu setuju dengan ide Nirbita.


Ya walaupun Pak Smit pasti sudah tau jika dua bocah kembar beda orang tua itu berbohong mengingat banyak mata yang ia miliki,magsudnya buka mata seperti itu hanya secara harfiah saja,magsudnya tuh banyak anak buah miliknya yang sengaja ia sebar untuk mengawasi triplet selama ini,,,yang Pak Smit tidak ketahuilah hanya hati,tidak ada yang mengetahui isi hati seseorang kecuali sang pemilik hati itu sendiri dan allah SWT.


"Mau langsung pulang apa jalan-jalan dulu bi?" tanya Gara sedikit berteriak sebab suaranya terendam suara bising kendaraan lain.


"Emang kalo jalan dulu kita mau kemana kak?" ujar Nirbita bukannya menjawab malah bertanya.


"Terserah kamu" jawabnya.


Nirbita menyandarkan kepalanya dibahu Gara membuat jantung Gara dangdutan,Gara memiringkan lehernya agar Nirbita leluasa menyandar dibahunya.


Dengan kurang ajarnya Nirbita memiringkan wajahnya menatap Gara yang memakai helm jadi wajahnya tidak terlihat,gimana ga kurang ajar coba,jantungnya bukan lagi dangdutan tapi malah dugeman,ya allah jangan sampe dirinya mati tengah mengendarai motor begini,bisa mati bersama Nirbita jika begitu,wah dirinya jadi sehidup semati dengan Nirbita,ya ga gitu juga!,Gara ogah jika harus mati sekarang walaupun bersama orang dicinta,orang dirinya belum menyatakan perasaanya pada Nirbita,belum menikah bersama Nirbita,belum punya anak kesebelasan bersama Nirbita.


Wah kini Gara pintar menghalu,,eh jangan sampai haluannya malah membawanya kedalam kematian,oh no,ya allah semoga dirinya masih punya waktu jangan panggil dirinya untuk kembali sekarang ya allah,Gara masih banyak dosa,masih suka tauran,belum membuat orang tuanya bangga,belum mengungkapkan cintanya pada Nirbita,belum nikah dengan Nirbita,belum punya anak,,,ah gara jadi banyak nawar sekarang.


Walaupun dirinya merasa dag dig dug ser tak karuan tapi Gara tidak menegur Nirbita yang masih menyandar dibahu nya dan menatap wajahnya dengan lekat,padahal wajahnya terhalang helm.


"Gatau,ita gatau mau kemana" keluhnya sebari cemberut masih menatap Gara dari samping.


"Mau ke timezone?" tanya Gara mengusulkan.


"Gamau,kesana mulu ita tuh bosen tauga" tolak Nirbita masih cemberut membuat Gara gemas melihatnya dari spion,"Ke taman kota aja gimana ka"ajak Nirbita seketika ceria.


"Yaudah kita kesana" setuju Gara membuat Nirbita tersenyum senang dan senyuman itu menular pada Gara.


Nirbita masih setia bersandar pada bahu Gara sebari menatap Gara dengan tatapan satu,,ya Nirbita mengantuk sekarang bahkan sesekali gadis itu menguap.


Melihat ekpresi Nirbita dari spion membuat Gara tidak tegak,"Langsung pulang aja gimana?"ajaknya.


"Aduh" Nirbita meringis sakit saat dirinya replek menegakan kepalanya hingga membentuk helm yang dipakai Gara.


Gara langsung menghentikan laju motornya segera membuka helm dan meniup dahi Nirbita penuh kecemasan,"Sakit?,kenapa kamu ceroboh banget sih"omel Gara membuat Nirbita merenggut kesal.


"Ini gara-gara kak Gara,kalo kakak ga ngomong langsung pulang ita ga bakal kejedot helm,ita pengen ke taman dulu" rengeknya mengeluh.


Gara masih meniup dahi Nirbita yang memerah benturan itu cukup kencangĀ  untungnya hanya menimbulkan ruam merah saja.


"Kalo kak Gara gamau ajak ke taman yaudah ita bisa sendiri,ita bisa pesen taxi online" ujar Nirbita merenggut kesal hendak turun dari motor tapi Gara menahannya.


Nirbita menatap Gara dengan tatapan kesal.


"Aku anter kamu ke taman baru setelah itu kita pulang,oke,jangan marah ya" pinta Gara lembut.


Melihat Nirbita masih cemberut Gara merasa tidak enak hati,"Kamu marah sama aku?"tanyanya memastikan.


"Engga, kesel doang!,kak Gara plin-plan,tadi ngajak jalan pas udah nentuin tempatnya malah langsung diajak pulang,," Nirbita menjawab masih dengan wajah ditekuk kesal.


"Maaf ya,kita jadi ko ke tamannya,aku lanjut bawa motornya sebelum kesorean,ini kamu pake" ujar Gara sebari memberi helm yang tadi ia pakai untuk dipakai Nirbita.


Gara tidak menunggu jawaban Nirbita,pria itu langsung memakaikan helm dikepala Nirbita agar gadis itu anteng tidak menyandar di bahunya, bukan tidak mau memberikan sandaran hanya saja bahaya!,jika saja Nirbita tidak menyandar diatas motor yang sedang melaju dirinya senang banget,saking senangnya bisa-bisa meninggal kecelakaan kalo Nirbita terus bersandar di bahunya ketika dirinya mengemudi motor.


Motor kembali melaju menuju tujuan dengan tenang sesekali Nirbita berbicara tapi karna memakai helm suaranya tidak terdengar jadilah dirinya ngoceh sendiri untung tidak ada yang liat jika ia nirbita bisa dipanggil gila!.


Mengoceh sendiri.


Sesampainya disana Nirbita langsung ngibrit saat melihat tukang eskrim gerobak terlihat dimatanya.


"Bi jangan jauh-jauh"pinta Gara layaknya seorang bapak pada anaknya,Nirbita tuh harus selalu diawasi agar tidak hilang,Gara sendiri sedang memarkirkan motornya maka dari itu ia meminta Nirbita agar tidak jauh-jauh darinya,tapi bukan anggota triplet jika tidak membuat orang pusing.

__ADS_1


Gara mengedarkan pandangan ia mencari Nirbita disana tapi tidak ada,,, ditaman cukup sepi tapi masih ada sebagian manusia disana dari remaja atau anak-anak,,Gara mencari nirbita sebari melangkah.


Tidak ada?.


Jangan bilang Nirbita hilang?!


Baru ditinggal dua menitan saja gadis itu sudah hilang,pergi kemana gadis itu,tadi Gara melihat Nirbita berlari kearah penjual jajanan yang berbaris diujung sana,mungkin saja Nirbita masih disana gadis itukan tukang jajan.


Gara masih mencoba optimis, Gara mengedarkan pandangan mencari Nirbita yang entah pergi ke mana,tidak mungkin diculik bukan?,bisa jadi,tapi siapa yang menculiknya,manusia?,kalo manusia sih kayanya mereka akan mikir tujuh hari tujuh malam deh,tapi bisa aja manusia yang sudah kelewat kesel pada nirbita hingga memilih menculiknya dan menumbalkannya pada bah dukun,eh.


Sedangkan Nirbita gadis itu terkikik sebari kesusahan memegang tiga cup eskrim yang baru ia beli,,Nirbita sengaja bersembunyi dari Gara untuk mengerjai nya,,kita lihat apa Gara akan mencarinya atau meninggalkannya.


Kalo dikondisi ini Farel sudah pasti Farel tinggalkan!,lumayan beban pertemanannya berkurang hehehe.


Gara terus mencari Nirbita disetiap pedagang asongan yang ada disana ia hampiri untuk mencari Nirbita,siapa tau Nirbita masih jajan disalah satu penjual,,tapi nihil,"Bi kamu dimana sih!"gumannya mulai panik.


Seharusnya Gara mencari digot saja siapa tau Nirbita ada disana,eh,becanda.


Melihat dari kejauhan Nirbita merasa kasian pada Gara,dengan berbaik hati Nirbita keluar dari persembunyian nya berjalan perlahan mendekati gara,saking baiknya Nirbita membuat gara pusing saat ini.


Dor


Gara terlonjak kaget mendengar suara dari belakang,secara replek gara terlonjak hingga menyenggol orang dibelakangnya.


"Ahhh basah"keluh Nirbita melihat bajunya yang sudah berubah menjadi coklat dibagian saku seragam sekolahnya dan dari sana terasa dingin.


Gara langsung bernapas lega saat melihat Nirbita didepannya," Bi kamu dari mana ajasi aku nyariin kamu dari tadi loh"


"Tolong bantu pegang dulu kak" pinta Nirbita sebari memberikan eskrim yang ia pegang satu sedangkan dua lagi ia pegang dengan cara ditahan dibagian dada.


Makanya saat Gara menyiku Nirbita sepelan apapun eskrim yang Nirbita bawa dengan cara diapit itu tumpah sedikit.


Gara mengambil es yang disodorkan satu persatu diberikan Nirbita pada Gara,Nirbita mengibaskan eskrim yang masih menempel dibagian saku luarnya,"Ko basah bi?"tanya Gara baru engeh.


"Tadi kak Gara nyiku tangan ita jadi eskrimnya tumpah" jawab Nirbita masih menatap sakunya yang kini kotor,"Tapi gapapa ko cuma kotor doang nanti bisa dicuci"


"Maaf ya aku kaget tadi baju kamu jadi kotor" ujar Gara merasa bersalah.


"Gapapa kak,tadi salah ita juga udah iseng,heheh maaf ya kak tadi ita sengaja ngumpet biar kak Gara cari,tapi kak Gara cemen ga bisa nemuin ita,padahal ita tadi ngumpet dibelakang gerobak itu" oceh Nirbita sebari menunjuk tempat dirinya bersembunyi tadi.


Gara hanya kicep,tempat yang Nirbita tunjuk tadi sudah ia cek dan tidak ada Nirbita disana,mungkin bener dirinya emang emen jika masalah cari mencari.


"Aku pikir kamu hilang jangan kaya gitu lagi ya aku khawatir banget sama kamu" omel Gara sudah di bilang kaya bapak yang ngomelin anaknya,jika Gara menikah dengan Nirbita,mungkin Gara akan tua lebih dini,bininya macam Nirbita bikin uban tuh mencuat saking pusingnya,,apa author carikan jodoh baru ya?.


Setuju ga sih kalo Gara ganti jodoh aja biar ga tua lebih dini gitu?.


"Ga janji kak,kita duduk disana yu kak" ajak Nirbita menunjuk salah satu kursi panjang ditaman.


Emang Nirbita kurang ajar ngapain coba beli eksrim sampe tiga,kan jadi susah bawanya.


Mereka duduk di kursi panjang ditaman yang menghadap kearah lapangan,dilapangan sana banyak anak kecil bersama orang tuanya tengah bermain ada juga para remaja disana.


"Itu buat kak Gara satu"celetuk Nirbita setelah mendaratkan bokongnya di kursi.


"Satu lagi?" tanya Gara menunjukkan eskrim rasa coklat lainnya disebelah tangan kanan ya Nirbita membeli eskrim satu rasa yaitu rasa coklat.


"Buat ita" jawabnya sebari menjilati sendok eskrim.


"Hah?,kamu mau makan dua eskrim bi?" Nirbita mengangguk atas pertanyaan Gara,"Ga boleh makan eskrim banyak-banyak bi nanti kamu sakit"


"Ada rumah sakit" jawab Nirbita enteng sebari melanjutkan makan eskrim ditangannya.


"Pokonya kamu cuma makan satu cup eskrimnya aja,satu lagi aku buang"celetuk Gara membuat Nirbita mendelik kesal,Nirbita merebut cup eskrim dari tangan Gara lalu mencoba menyembunyikannya disamping tubuh dirinya.


"Ga boleh,ga boleh buang makanan kak,gaboleh mubajir makanan dibeli buat di makan bukan dibuang,nanti makanannya nangis kalo kita buang" ujar Nirbita tidak mau eskrimnya sampai di buang.


"Satu cukup bi,ga boleh makan eskrim banyak-banyak,satu aja ya" bujuk Gara.


"Gamau" kekeh Nirbita masih menyembunyikan dua eskrim miliknya kesamping tubuhnya yang lumayan ramping tapi pas untuk dipeluk,eh.


"Kalo kakak kekeh buang eskrimnya aku bakal nangis kejer disini,trus marah sama kak Gara sampe ga mau ngomong lagi sama kakak" rajuk Nirbita dengan mata berkaca-kaca,jika Nirbita berkedip maka cairan bening itu akan meluncur bebas dari kelopak mata Nirbita.


Gara menghela nafas sabar,"Yaudah"pasrahnya,percuma saja Gara kekeh membuang eskrimnya Nirbita tidak akan mengalah lebih baik dirinya saja yang mengalah.


Nirbita tersenyum girang,"Gitu dong kak"serunya senang kini mulai memakan eskrimnya kembali dengan senang hati.


Gara hanya tersenyum tipis melihat Nirbita yang menikmati dua eskrim sekaligus,jika difilm kartu si pencuci piring nirbita sedang merasakan otak beku sekarang.


.


.


.


Disisi lain Naya baru saja pulang setelah melaksanakan eskul taekwondo di sekolah,,,ingat triplet jika yang satu senang maka yang lain akan ikutan senang jika salah satu dari mereka sedih yang lain juga sedih.


Karna kebohongan Nirbita,triplet hari jni tidak dijemput mereka bebas pulang dengan siapapun yang mereka inginkan,begitupun Naya,,jika Naila ngajak jalan Davri,Nirbita pergi bersama Gara dan Naya dijemput jastin.


Sudah pasti Jastin memanfaatkan waktu bersama Naya,Naya tidak mau diajak jalan sekarang ia ingin langsung pulang,dirinya sudah lelah dan segera ingin merebahkan tubuhnya diranjang empuk miliknya..

__ADS_1


Naya baru saja melakukan eskul taekwondo disekolah tubuhnya dipenuhi keringat untungnya jastin tidak mengeluh atau merasa jijik melihat keringat berkucur ditubuh Naya,Jastin malah mengajaknya jalan-jalan dulu.


Sudah dikatakan Naya sudah lelah dan kasur dirumahnya sudah memanggil sejak tadi,tapi Jastin malah minta dihajar,Jastin memang tidak mampir-mampir dulu saat mengantar naya pulang tapi pria itu malah melewati jalan yang lebih jauh menuju rumah Naya.


Jastin emang sengaja memilih jalan yang jauh dari rumah Naya agar bisa berduaan dulu diatas motor,,emang Jastin gemblung tidak tau apa Naya sudah sangat lelah dan segera ingin rebahan dikasur.


Huaaa Naya pengen rebahan dikasur.


Naya tidak merespon ocehan Jastin,gadis itu sudah beberapa kali menabrak punggung Jastin dengan dahinya saking tidak kuatnya pengen tidur,,Naya terus mencoba untuk tidak tidur dibocengan Jastin dengan cara melototkan matanya tapi tidak berhasil,huaaa pengen tidur.


Cape.


Jastin kasian sekaligus ingin tertawa melihat ekpresi Naya yang baginya lucu saat menahan ngatuk,"Jas bawa motornya ngebut aja dah gue ga kuat pengen tidur"celetuk Naya lirih entah di dengar Jastin atau tidak,Naya hanya ingin segera rebahan dikasur,,Jastin si*alan awas aja bakal Naya gebukin ni bocah nanti,,kalo Naya udah ga ngantuk.


Kalo sekarang tenaga Naya saja sudah habis!.


Sesampainya didepan pagar rumah Naya turun dengan wajah cemberut,dahinya mengerut melihat rumah Rangga banyak orang disana dengan kerudung hitam dan dihalaman rumah ada tenda yang sudah dibangun,Naya menggosok kedua matanya memastikan warna bendera diujung pagar rumah yang baru saja ia lihat.


Naya pasti salah liat bukan,saking ngantuknya bendera merah putih berubah warna menjadi kuning,lucu sekali,beberapa kali Naya menggosok matanya dan melihat kearah bendera tapi tidak ujung berubah ke warna aslinya.


Warna bendera kebanggaan Indonesia kan merah putih,ini kenapa mata Naya jadi buta warna sih,ga lucu tau.


Tapi sejak kapan dipojokan pagar rumah bang Rangga dipasang bendera perasaan tadi pagi gaada,padahal agustusan juga beberapa bulan lagi kenapa udah persiapan aja.


Jastin turun dari motornya menepuk pundak Naya hingga gadis itu terlonjak,Naya melirik Jastin dengan perasaan tak was-was.


"Jas itu bendera merah putihkan?" tanyanya penuh harapan.


Jastin melihat kearah bendera yang membuatnya turun dari motor tadinya ia ingin langsung pulang tapi saat melihat bendera dipojokan rumah Rangga,Jastin mengurungkan niatnya,Jastin melihat bendera itu berwarna kuning artinya ada yang meninggal bukan?,tapi siapa?.


Jangan,,,


"Itu warna kuning nay" jawab Jastin hati-hati.


"Lo bohong ya!,ga lucu tau!,itu merah putih lo buta warna kan!" pekik Naya tidak mau menerima jawaban Jastin.


Jastin pasti buta warna!.


"Naya itu bendera kuning lo harus tenang dulu" ujar Jastin mencoba menenangkan Naya yang terguncang.


"Engga!,lo pasti buta warna bendera itu bukan warna kuning,lo mau nipu gue hah!"geram Naya kekeh bendera disana merah putih bukan berwarna kuning,emosi Naya memuncak bahkan rasa kantuk dalam dirinya hilang begitu saja diganti amarah yang menggebu.


"Gue udah kesel sama lo dari tadi jangan bikin gue makin kesel Jastin,lo bener-bener minta gue gebukin" ujar Naya menggebu dengan napas naik turun lalu melayangkan pukulan di lengan Jastin.


Jastin meringis merasakan pukulan ditangannya dari Naya sangat kencang rasanya tulang tangan jastin serasa retak inimah,"Naya sabar dulu nay,siapa tau bendera ini salah pasang seharusnya bukan dirumah abang lo,,,"


"Lo bener pasti salah pasang" sela Naya setuju bahwa bendera kuning dipojokan rumah abangnya salah pasang seharusnya tidak dipasang disana,tidak ada keluarganya yang meninggal!.


"Lo tenangin diri dulu baru masuk,gue temenin" pinta Jastin sebari menarik Naya kedalam pelukannya.


Jastin mengatakan salah pasang hanya untuk memenangkan Naya saja saat ini,Naya pasti syok,dirinya juga syok,entah siapa yang meninggal,setiap kehidupan pasti ada kematian,jastin memeluk Naya agar gadis itu tidak mengamuk mengingat Naya sumbu pendek.


Naya mendorong Jastin setelah satu menit berpelukan,"Ga usah ngambil kesempatan dalam kesempitan lo,bendera itu salah pasang dirumah gue ga ada yang meninggal"kekeh Naya meyakinkan diri.


Jastin memegang kedua bahu Naya dengan sorot mata sedih dan serius,"Nay lo harus inget setiap kehidupan ada kematian,ada penyakit yang tidak ada obatnya yaitu kematian,jikapun salah satu keluarga lo meninggal,tugas lo hanya sabar dan mendoakan,lo ga bisa kaya gini,lo ga bisa menolak kenyataan,,nay itu bendera kuning mau lo ubah warna benderanya sekalipun ga bisa mengubah kenyataan "ujar Jastin memberi pengertian pada Naya.


Jastin hanya ingin menyadarkan Naya saja,ia tidak mau Naya terus menyangkal jikapun salah satu anggota keluarga gadis itu meninggal.


Naya menggelengkan kepalanya cepat bersamaan dengan air mata yang merembes keluar.


"Lo harus sabar nay" Jastin sekali lagi mengatakan hal itu agar Naya menerima kenyataan.


"Lo bohong kan!,lo bohong, lo nipu gue jas,gue benci sama lo" tuduh Naya sebari menunduk dan menangis.


"Gue takut Jas" ungkap Naya kini masih menunduk dan menangis bersamaan.


Jastin lagi-lagi memeluk Naya lalu pengusap punggungnya membuat Naya semakin menangis.


Naya ingin menyangkal tapi benar kata jastin mau menyangkal bagaimana pun kenyataan tidak akan bisa berubah,tugasnya hanya menerima,sabar dan mendoakan,tapi naya takut,naya tidak mau kehilangan salah satu anggota keluarganya,Naya menyayangi mereka.


"Kita masuk ya,keluarga lo pasti udah nunggu lo di dalem" ajak Jastin melonggarkan pelukan mereka.


Naya tidak bisa menghentikan tangisnya dia tidak kuat dengan keadaan ini.


Jastin menggenggam tangan naya seolah memberi kekuatan agar Naya kuat menerima kenyataan,tubuh Naya gemetar untuk digerakan rasanya tidak bisa,kakinya terasa seperti jelly,tapi Naya menguatkan hatinya agar menerima apapun yang akan ia ketahui didalam rumah sana,kehilangan salah satu anggota keluarganya.


Naya berjalan perlahan karna kakinya bener-bener gemetar untuk melangkah,Jastin setia menemani langkah Naya,didepan pintu banyak pelayat yang sudah berdatangan,sejak tadipun memang sudah banyak orang hanya saja Naya syok dan tidak memperhatikan sekitar.


Naya berjalan penuh dengan perasaan takut dan sedih,tubuh Naya membeku ketika membaca secarik kertas diseogok tubuh didepan sana,tubuh yang seluruhnya tertutup kain NIRBITA ASTER BINT BAPAK CANDRA'.


Tidak mungkin,,,,


Tubuh Naya ambruk jika Jastin tidak menangkapnya,Naya kembali menegakan tubuhnya walaupun hanya bisa berdiri condong dan langsung berlari dimana tubuh yang terbaring ditutup kain itu.


Naya meraung sedih,adik sepupunya?, Nirbita?,kilatan-kilatan bersama Nirbita teringat seperti cahaya didalam kepalanya.


Semalam juga Nirbita meminjam ponselnya untuk mengirim foto pernikahan abang mereka,tadi pagi juga mereka sarapan bersama,berangkat sekolah bersama,makan dikantin sekolah bersama sambil bercanda seperti biasa,siapa yang sangka ternyata semua itu akhir dari kenangan bersama Nirbita,bahkan sebelumnya Nirbita masih mengiriminya pesan.


Hiks

__ADS_1


"Naya"siempunya nama tersentak, matanya yang terpejam terbuka lebar dengar tatapan ketakutan dan juga kesedihan sekaligus.


"Naya lo gapapa? " tanya Jastin menoleh kearah belakang mereka sudah sampai dihalaman rumah Rangga,sudah lima kali Jastin memanggil Naya sebagai cara membangunkan gadis itu yang tertidur diboncengannya,Naya tertidur sejak tadi dan saat dibangunkan Naya malah terisak,menangis,jelas membuat Jastin khawatir.


__ADS_2