DIARY TRIPLET N

DIARY TRIPLET N
Jalangkung


__ADS_3

Tepat jam delapan malam suara ketukan dipintu terdengar membuat orang didalamnya tersentak kaget hingga mengusap dadanya.


"Siapasi ngagetin aja!,mungkin petugas hotelnya" monolog gadis itu sebari beranjak dari duduknya.


"Iya sebentar" ujarnya sebari membuka pintu,"eh bapak ada apa pak?"tanyanya setelah melihat siapa yang menggangu istirahatnya ini.


"Saya mau ajak kamu buat jalan,kamu mau kan Cia?" tanya Rangga sebari menunjukan senyum manisnya.


"Sekarang pak?"tanya Fricia dengan wajah polosnya.


"Sekarang!,kalo bulan depan bukan saya ajak jalan tapi saya ajak ke KUA" godanya, "kamu ajak bulan madu aja saya mah ayo!"


"Yaudah pak saya ambil tas dulu sebentar" ujar Fricia sebelum bos nya terus melanjutkan acara menggombalnya dan membuat hatinya dagdigdug.


Fricia kembali kedalam kamar sebari menghela nafas ia harus menyiapkan mental lagi untuk menghadapi dua pria absurd yang terus mencari perhatiannya.


Seperti tadi siang saat mereka baru saja sampai disalah satu hotel dibandung,kedua pria itu sudah menyulut emosinya dengan bertengkar merebutkan kamar.


Kamar yang dipesan kebetulan hanya dua dari perusahaan,rangga dan danis merebutkan untuk sekamar denganya,tentu saja Fricia menolak mereka pikir dia gadis murahan apah!.


Dan alasan mereka untuk menemani Fricia dikamar hotel dengan pria itu tidur disofa sedangkan Fricia tidur diranjang dan mereka tanpa melakukan apapun,tetap saja Fricia menolak untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,Fricia menyerobot salah satu kunci yang dipegang rangga dan segera menempati kamar sebari menguncinya dari dalam agar kedua pria itu tidak menganggunya lagi.


Jika begini terus ia bisa tua lebih dini untung stok sabarnya sebesar karung goni jadi sampai saat ini ia masih aman dengan kemudaanya walau selalu tersulut emosi.


Fricia keluar dari kamarnya setelah dua menit menyiapkan mental dan itu semua membuat Rangga yang menunggu menjadi cemas,"kamu gapapa kan Cia?"tanyanya sebari memutar tubuh Fricia untuk mengecek pujaan hatinya itu.


"Saya bisa kenapa-napa pak kalo bapak muter-muterin tubuh saya kaya gini terus!" hardik Fricia membuat Rangga meringis.


"Maaf-maaf saya cuma khawatir sama kamu,abisnya kamu ngambil tas aja sampe dua menit segala,ngambil tas atau make-up dulu sih?,kamu tuh walau ga make-up dulu juga udah cantik ko gaada duanya" cerocos Rangga.


"Saya ga make-up dulu pak!,cuman lagi mempersiapkan mental"dengus Fricia sebari melangkah pergi bersama Rangga.


"Kita kan belum mau malam pertama Cia ga perlu mempersiapkan mental segala" ujar Rangga membuat wajah Fricia memerah karna malu.


"Bapak apaansi jadi bahas malam pertama!" hardik Fricia membuat Rangga terkekeh.


"Abisnya kamu ada-ada aja cuma jalan berdua juga harus mempersiapkan mental segala,kalo malam pertama baru persiapkan mental kamu" ujar Rangga sebari mengedipkan sebelah matanya menggoda Fricia.


Dan Fricia melihat kearah lain untuk menutupi merona di pipinya,"saya kan mempersiapkan mental buat jaga-jaga bapak sama pak Danis ribut kaya tadi siang!,saya tuh cape pak!,saya berharap bisa jalan-jalan dengan damai tanpa keributan "hardik Fricia dengan nada kesal.


"Saya juga malu diliatin orang-orang pas bapak sama pak Danis berantem!" sambungnya membuat Rangga meringis


"Maaf itu semua gara-gara Danis yang biang onar"sungut Rangga tidak mau disalahkan," kamu tenang aja kali ini perjalanan kita ga akan ada gangguan,kita bisa berduaan dengan tenang"sambungnya dengan berbinar.


"Ga mungkin!,pasti bapak sama pak Danis berantem lagi kaya tadi siang!" hardik Fricia tidak percaya.


"Kali ini ga akan ada yang namanya Danis,Danisan,Cia cuma ada aku kamu dan masa depan kita berdua"gombal Rangga.


"Ga percaya!" sela Fricia kesal.


"Kali ini kamu percayakan aja sama aku,aku udah antisipasi buat menjauhkan Danis dari kehidupan kita"Rangga memang semakin mendekati Fricia sejak ia menyatakan perasaannya pada wanita itu walau Fricia sendiri belum menjawabnya hingga saat ini.


"Kamu pengen banget ya berduaan sama aku" goda Rangga membuat Fricia memerah.


"Engga ya pak,saya cuma gamau ada keributan aja saya malu pak!" elak Fricia sebari berjalan lebih dulu dari bos nya itu.


"Padahal bilang iya juga gapapa cia gausah ngelak,kalo jujur kan saya seneng" goda Rangga sebari terkekeh melihat tingkah Fricia yang salting.


Fricia kesal terus digoda ia menghentikan langkahnya sebari berkaca pinggang menatap rangga,"kalo bapak goda saya terus saya gamau jalan sama bapak!"ancam nya membuat Rangga kelabakan.


"Eh-eh jangan gitu doang,iya nih saya diem" serunya sebari membuat pergerakan mengunci bibir dengan tangannya,jika gagal jalan berdua, bisa mubajir obat tidur yang dicekoki rangga pada danis tanpa sepengetahuan Danis sendiri.


Rangga meraih tangan Fricia dan menggenggamnya penuh kelembutan sebari melanjutkan langkah mereka untuk jalan-jalan di kota bandung yang penuh dengan wisata dan kuliner yang terkenal.

__ADS_1


Hanya berdua tanpa gangguan setan danis,karna rangga benar-benar menjalankan ide adiknya mengingat itu membuat rangga terkikik,"selamat tidur nyenyak!"cibirnya dalam hati pada danis yang dengan teganya ia beri obat tidur sesuai ide Nirbita.


.


.


.


Sinar mentari malu-malu menunjukan pesonanya di pagi hari.


Di pagi hari triplet bersama Agnes yang menginap semalam kini berada dibelakanh rumah bersama pak Jeje.


Embee


Embee


Suara kambing bersuatan saat diberi makan oleh pemiliknya,"makan yang banyak ya mau,biar cepet gede kalo udah gede nanti cepet mati!"ujar Naila sebari memberikan beberapa rumput didepan mulut kambingnya yang diberi nama harimau.


Seolah tau dengan perkataan pemiliknya itu si kambing bersuara lebih kencang dari biasanya dengan wajah sebal seolah sedang merajuk pada naila yang asal ceplos jika bicara.


"Mulutnya!,kalo udah gede ya jangan mati lah ila,kamu dapet apanya kalo udah gede tuh kambing endingnya mati!" hardik pak Jeje sebari mendengus kesal,sudah cape-cape ia mencari rumput untuk si kambing selama ia libur ngantor eh udah gede kambingnya malah meninggal kan dia rugi.


"Dapet pahala" jawab Naila sebari terkikik membuat pak Jeje mendengus.


Agnes hanya terkekeh mendengar obrolan mereka,ia sempat syok terapi ketika melihat peliharaan triplet,ia pikir peliharaan triplet itu adalah kambing,harimau dan anjing ia sudah sangat kagum pada Naila yang bisa memelihara hewan buas seperti harimau itu,eh ternyata ia hanya diprank mereka hanya nama dan berbeda dengan bentukan aslinya.


Agnes sendiri sedang menatap takut kearah kambing-kambing yang lumayan gemuk itu.


"Ila bener ko pak,kalo udah gede nanti mereka pada mati" sambung Naila membuat pak Jeje melotot tidak setuju.


"Jangan!"


"Mati pak"


"Mati"


Agnes,Nirbita dan Naya menatap silih berganti pada dua manusia beda generasi itu yang sedang bersitegang.


"Mati ya mati pak!,akutuh mau korbanin si harimau suatu hari nanti!"


Doeng


Pak Jeje mengerjapkan matanya mendengar penuturan naila,ternyata ia salah paham ia pikir kambing-kambing itu akan mati tidak berguna ternyata dikorbankan toh,"ngomong dong dari tadi!"


"Bapaknya aja keburu emosi!"sela naila kesal membuat pak Jeje meringis.


"Aku juga mau korbanin kucing pas nikahan abang suatu hari nanti!" seru Nirbita.


"Aku juga mau!"sela Naila.


"Do'ain aja abang kalian cepet dapet kak Fricia biar cepet nikah!" hardik pak Jeje


"Amin" seru mereka begitu juga Agnes yang hanya ikut-ikutan saja.


Setelah aga siangan ke empat gadis itu beranjak dari rumah dengan berjalan kaki dan bercanda ria,mereka sesekali berhenti untuk menyapa tetangga yang sedang beraktifitas di tanggal merah ini.


Agnes yang belum ada niatan pulang hanya mengikuti saja kemanapun tuan rumah membawanya ya kita doakan saja semoga Agnes tidak terkontaminasi otak triplet yang rada-rada.


"Asalamualaikum pak rete"sapa mereka kecuali Agnes.


"Waalaikumsalam eh ada biang rusuh"jawabnya sebari menerima uluran tangan untuk salim.


"Bapak tuh ya kalo ngomong suka bener!" seru Naya membuat pak memutar matanya malas.

__ADS_1


"Ngapain kalian kesini?" tanyanya tidak mau basa-basi.


"Bapak the de poin bangetsi!,basa-basi dulu ke,tawarin minum gitu" ujar Naila sebari cemberut.


"Kalo basa-basi sama kalian saya gamau kalian suka ngelunjak sih" jawab pak rt sebari terbahak.


"Souzon banget sih pak,gabaik tau nanti cepet tua,eh salah bapakan udah tua nanti kalo kebanyakan souzon bapak bisa cepet innalillahi" seru Nirbita membuat pak rt mendengus kesal.


"Huh mulutnya harus bapak jait itu"ujar pak rt membuat triplet bersamaan menutup mulut mereka dengan tangan,"Kalian the de poin aja,ada perlu apa kerumah bapak?"


"Mau cari Davri pak" jawab mereka serempak kecuali Agnes.


"Ouh Davri toh,dia didalem lagi main ps sama Wahyu masuk aja sana,seret mereka biar berguna buat nusa dan bangsa jadi cowoko jadi kaum rebahan!" hardik pak rt.


"Siap laksanakan komandan" seru triplet sebari menggerakan tangannya hormat kearah pak rt yang malah terbahak melihat tingkah absurd anak salah satu warganya itu.


"Neng awas ketularan mereka" ujar pak rt ke Agnes hanya direspon senyum kaku gadis itu.


Dua remaja yang sedang bermain ps dikamar belum menyadari kedatangan triplet dan masih asik bermain.


"Lo jadi nemenin triplet?" tanya Wahyu sebari fokus dengan permainan psnya.


"Ga jadi juga mereka bakalan seret gue,lo kaya ga tau aja tabiat mereka" cibir Davri menjawab membuat wahyu terbahak.


"Gue harus cepet balik ini sebelum mereka datang! " ujar Wahyu namun masih pokus dengan permainannya,"emang kapan si mereka datang?,gue mau antisipasi cari alesan kalo mereka sampe nemuin gue"


"Mana gue tau!,merekakan kaya jalangkung datang tak diundang pulang tak diantar!" cibir Davri sedang mereka yang tengah digosipkan sedari tadi sudah berdiri diambang pintu kamar Davri sebari berkaca pinggang.


Ya mereka memang sudah terbiasa masuk rumah Davri,Wahyu ataupun Farel jika sudah diberi ijin pemiliknya.


"Ouh gitu!" mendengar suara melengking membuat dua remaja itu langsung menatap arah suara dengan mata membola.


"Sama temen sendiri gamau bantu!,iya?,gitu banget si jadi temen,ga berperiketeman,ga bertanggung jawab banget" hardik Naila dengan suara melengking membuat mereka meringis.


"Gausa teriak dong" cibir Nirbita sebari mengusap telinganya yang berdengung.


"Kebawa emosi kak!"


Setelah mendapat ceramahan Naila yang memekak telinga,Davri dan Wahyu ogah-ogahan mengikuti langkah triplet kemanapun mereka melangkah.


Melihat anaknya dan Wahyu berjalan ogah-ogahan membuat pak rt yang masih diteras rumah terbahak,ia yakin anaknya akan diuji kesabarannya setiap bersama triplet sebab ada saja yang bikin emosi.


Kelima orang itu pergi menggunakan mobil losbak yang disupiri langsung oleh pak Jeje dan bu Kasih disamping suaminya sedangkan para remaja itu duduk dibelakang sebari bercanda ria.


Mereka akhirnya sampai di pegunungan tujuannya tak lain dan tak bukan untuk mencari rumput untuk makan si kambing,anj*ng dan harimau.


Pak jeje,Davri dan Wahyu pergi mencari rumput sedangkan triplet beserta bu kasih dan Agnes memiliki tujuan lain untuk masa depan mereka dan juga mempersiapkan kematian para kambing kesayangan,ingat Agnes hanya ikut-ikutan saja!.


"Bapak ibu" teriak triplet ketika melihat sosok yang mereka kenali disalah satu petakan sawah.


Kedua orang paruh baya itu seolah saling tatap saat mendengar suara yang terasa mereka kenal,"pak bapak denger ga sih?"tanyanya.


"Iya bapak denger,kaya suara triplet kan bu?"


"Iya!,apa mereka beneran datang?,kan kata Davri hari ini mereka mau nyusulin kesawah pak" ujar bu Anggi diangguki pak Hendra.


"Iya bu bener itu mereka" tunjuk pak Hendra kearah triplet dan dua wanita lain yang sedang berjalan dengan hati-hati kearah mereka agar tidak terjatuh kedalam kubangan sawah.


Berbeda dengan triplet yang sedang berjalan hati-hati kearah bu Anggi dan pak Hendra,Davri dan Wahyu malah bergosip ria dengan pak Jeje sebari mencari rumput.


Untuk kesayangan triplet yaitu kucing harimau dan anjing,siapa yang sayang siapa yang susah!.


___________

__ADS_1


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA CERITA INI MAAF JIKA MASIH BANYAK KESALAHAN DALAM MENULIS


__ADS_2