DIARY TRIPLET N

DIARY TRIPLET N
Malmingan


__ADS_3

Setelah membuat Fricia frustasi dengan nama peliharaan triplet,mereka mengajak Fricia kepasar malam.


Disinilah mereka sekarang.


"Kak kami mau main kesana sama om dan kakak bebas kemana aja sama kak Fricia"ujar Nirbita sebari menarik Danis menjauh.


"Heh bocah akutuh mau malmingan sama Fricia!,lepas aku mau sama Fricia! "dengus Danis mencoba lepas dari cekalan ketiga adik bosnya.


"Gaboleh"jawab mereka serempak sebari menarik pria itu,"Om Dan sama kami aja!"


"Mereka aman pak dibiarin sama pak Danis? "Tanya Fricia melihat kepergian mereka.


"Aman Danis bisa dipercaya kalo tentang urus mengurus anak,tinggal kita aja yang proses membuat anak" ujar Rangga membuat Fricia bergeser.


"Saya becanda Cia,ayo kita main mumpung adik-adik saya ada yang urus!"ajak Rangga sebari menggandengeng tangan Fricia tanpa ijin.


"Nama saya Fricia pak"


"Iya cia"


"Ko Cia si pak?"komen Fricia disela-sela langkah mereka.


"Itu panggilan sayang saya sama kamu"jawab Rangga entah kenapa membuat wajah Fricia bersemu.


Mereka memutuskan menaiki bianglala sesuai keinginan Fricia,diatas sana mereka bisa melihat keindahan langit dan kota bogor,Rangga merasa ini adalah komen romantis.


"Saya boleh bicara serius sama kamu?"tanyanya membuat Fricia menatap takut pria itu.


"Saya bukan cowo seperti Danis yang suka puitis,saya juga bukan tipe seperti triplet yang seenaknya kalo bicara,saya gatau mau ngomong gimana,tapi saya rasa saya mau bicara"ujarnya membuat Fricia heran.


"Sebenarnya pak Rangga mau ngomong apasi?"guman Fricia.


"Saya suka sama kamu cia"pernyataan itu membuat Fricia membola dan membisu.


"Mungkin menurut kamu ini terlalu cepet mengingat kita baru kenal selama seminggu ini,tapi kamu sudah berhasil mencuri hati saya,kamu ga perlu jawab sekarang ko tapi ijinin saya untuk tunjukin keseriusan saya sama kamu"sambungnya.


"Jika kamu pikir saya nembak kamu karna Nirbita yang ingin kamu jadi kakak ipar dia,mungkin itu benar"


Deg


"Hati saya sama adik saya itu punya ikatan,kami selalu memilih yang terbaik satu sama lain,awalnya saya cuma penasaran sama kamu yang sudah memukuli saya waktu itu tapi semakin hari perasaan penasaran itu berubah menjadi cinta,saya gatau lebih tepatnya kapan saya mencintai kamu"sambungnya sebari menggenggam tangan Fricia mencoba meyakinkan gadis itu.


"Yang saya tau sekarang saya suka sama kamu murni karna hati saya bukan hanya karna adik-adik saya mau kamu jadi ipar mereka,ga perlu jawab sekarang ko pikirin aja dulu"ujarnya tersenyum manis pada Fricia yang masih tak percaya dengan pernyataan pria didepannya.


Tring


Ponsel Rangga berdering membuat pria itu mengecek ponselnya,saat melihat itu semua raut wajahnya berubah.


Melihat itu semua f6ricia jadi khawatir,"Pak ada apa?,semua baik-baik aja kan pak?"


"Bentar lagi kita turun kan?"Rangga malah bertanya dan Fricia mengangguk.


"Emang ada apa pak?"


"Nih"Rangga menunjukan layar ponselnya pada Fricia dengan wajah murung,disana terlihat pesan dari Danis menunjukan foto ketiga adiknya sedang tertawa dengan kerumunan remaja difoto itu juga ada Devan adiknya.


"Kenapa pak?"heran Fricia.


"Mereka main sama cowo Cia,kamu ga liat!"


"Saya liat pak,ko bapak malah kesel sama saya sih"cibir fricia.


"Eh maaf Cia saya kebawa emosi,saya gasuka adik saya dideketin para cowo"


"Pantes dong pak mereka dideketin cowo,apalagi mereka cewe cantik imut manis lagi,komplit pasti banyak yang ngantri dapetin hati mereka"ujar Fricia menatap heran Rangga


"Engga!,saya ga suka cia,mereka itu masih kecil belum saatnya suka-sukaan mereka harus pokus sama sekolah mereka terus kuliah trus gapai cita-cita"oceh Rangga dengan wajah tidak suka melihat itu Fricia tersenyum dengan ke posesif pria itu pada adik-adiknya.


"Pokonya pas turun nanti kita langsung pulang!"


"Iyaiya pak,sabar mereka cuma berteman biarin aja"ujar Fricia menenangkan pria yang baru saja mengutarakan perasaannya beberapa saat lalu.


"Ko dibiarin si,ga boleh Cia,mereka itu gaboleh sembarangan berteman kalo salah pergaulan gimana?"


"Ouh jadi magsud bapak bergaul sama adik saya itu salah?"pekik fricia kesal,baru saja ia terharu dengan sikap posesif Rangga pada triplet namun malah dibuat kesal dengan respon Rangga yang mengatakan secara tidak langsung adiknya tidak benar.


"Ehh bukan gitu"Rangga gelagapan,"Magsud saya gaada pertemanan murni antara cewe dan cowo Cia,salah satu dari mereka pasti akan jatuh cinta kita ga bisa pungkiri itu,dan saya gamau adik-adik saya pacaran mereka masih kecil"ujar Rangga dengan wajah sedih membuat Fricia bingung.


"Yaudah kita temuin mereka pak"ujar Fricia bingung.


Sedangkan biang kerok atau perusak momen pernyataan cinta Rangga pada Fricia,sedang senang dengan poto yang ia kirim pada bos nya.


Dia yakin bosnya yang posesif pada ketiga adik-adiknya itu akan kebakaran jenggot dan sedang menuju tempat mereka kini,jika begitu ia bisa membawa kabur fricia untuk malmingan berdua dipasar malam,memikirkan itu membuatnya terkikik.


"M*mpus lo bos"gumannya mencibir.


Ia Sedang bersama asuhannya yaitu triplet mereka sedang mengelilingi pasar malam bersama geng inti ALGASKAR yang datang setelah tidak lama mereka disana.


Itu semua ulah Farel memberitahu keberadaan triplet dan meminta mereka menyusul untuk mendekatkan bos kulkas mereka dengan pujaan hati,sedangkan Farel sendiri sedang dirumahnya menangisi giginya yang sakit sebari mendengarkan ocehan ibunya.


Sudah komplit penderitaannya ini.


Di pagi harinya mereka kembali tidur setelah solat subuh semalam mereka pulang jam sebelas malam,dengan Rangga yang bekerja ekstra menjaga tiga adiknya dari godaan para pria dan calon pacarnya yang digoda setan Danis.

__ADS_1


Naya yang sudah bangun langsung pulang kerumah sang ibu untuk meminta makan,dirinya dan naila tinggal dirumah Rangga disana maupun dirumah ibunya memiliki kamar pribadi.


"Bu Naya ijin mau ke Grenmedia ya"ujarnya.


"Sama ayah?"tanyanya


"Boleh tapi belum bilang sama ayah"


"Nanti ibu yang bilangin,adik-adik sama abang kamu belum bangun?"tanya bu kasih sebari menatap menata mengambil makanan kepiring Naya


"Belum bu,gausah dibangunin biarin aja"jawab Naya sebari mengambil tempe goreng


"Kamu ini,ngomong aja gamau adik-adik kamu ngintilin kamu kan!"cibir bu kasih pada sang anak.


"Bukan gitu bu,semalam kami habis menjalankan misi mereka pasti kecapean"elaknya


"Kami apa mereka sih Naya?"tanya sang ibu bingung.


"Kami bu,tapi Naya cansel dulu capenya sampai pulang dari Grenmedia"jawab Naya melanjutkan makannya.


Bu kasih hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang anak yang makan dengan sebelah kaki dinaikan keatas kursi,"kakinya turunin Naya! "


"Eh iya bu"ujar Naya meringis sebari mengikuti perintah sang ibu.


"Misi yang kamu magsud itu apa memangnya?"


"Misi Penyatuan cinta Friga bu"jawab Naya membuat bu kasih mengerutkan dahinya.


"Friga?"beonya.


"Singkatan nama ka Fricia sama bang Rangga bu,Friga"ujar Naya menjelaskan membuat bu kasih beroh ria.


"Ibu boleh ikutan? "


"Boleh dong bu,kami baru aja mau ajak ibu,soalnya tugas ibu ini yang lebih penting jika gagal maka masa depan kami harus dimulai dari nol"oceh Naya membuat bu kasih heran,"ibu juga harus ajak ayah untuk kelancaran rencana kita bu"


"Iya nanti ibu ajak ayah"jawab bu kasih,"ibu ke ayah dulu buat ngasih tau buat nganter kamu ke Grenmedia "


"Oke"


Setelah makan Naya barulah mandi dan bersiap ke Grenmedia untuk membeli buku novel yang ia incar,namun sang ayah pergi setelah mengantarkan anaknya disana karna ia ada urusan penting dan menyuruh anaknya meminta sang kakak untuk menjemput nanti.


"Ini nih kebiasaan,lupa truss"oceh Naya mengeram kesal saat ponselnya mati sebab kebiasaannya yang jarang mencarger ponsel.


Naya mencarger ponsel bisa diitung jari sebab dari pertama ia pegang,hpnya itu selalu dicas kan Nirbita atau tidak Naila.


"Mana uang habis"gerutunya ketiban sial,sudah ponselnya mati uangnya habis beli buku.


Naya berjalan sebari menghentakan kakinya,"Lainkali bakal bawa Naila sama Nirbita,biar ga jalan sendiri udah kaya orang gila,jalan sendiri ngoceh sendiri sial banget si,mana laper"gumannya.


Naya berjalan beberapa menit sampai keringat membasahi tubuhnya,saking capenya kakinya begitu pegal,ia memutuskan duduk di halte bus.


"Huh haredang-haredang-haredang panas-panas-panas"gerutunya sebari bernyanyi untung disana sedang sepi.


"Haus"gumannya sebari memegangi perut,"ini sampai kapan aku harus jalan"rengeknya sendiri.


Motor sport berwarna hitam berhenti didepan halte masih dengan naya yang menggerutu,gadis itu tidak menghiraukan sekitar.


"Orang gila" ujar pria yang mengemudi motor sport masih duduk dimotor.


Naya celingak-celinguk mencari orang gila yang pria itu katakan,ia sedikit bergidig,"ada orang gila?"gumannya.


Naya masih celingak-celinguk membuat pemuda itu terkekeh lalu membuka helm,"lo nyari siapa?"


Naya menatap heran pria dimotor itu dengan dahi berkerut,"dia gomong sama gue"pikirnya sebari menunjuk dirinya sendiri sebab disana hanya ada dirinya dan pemuda didepan.


"Orang gila"ujar Naya membuat pria yang hanya membuka helm tanpa turun dari motor itu terkekeh.


"Lo orang gilanya"ujar pria itu sebari terkekeh


"Sekate-kate gue bukan orang gila ya!"


"Iya bukan,setres doang" cibir pria itu membuat Naya mendekat kearahnya.


"Lo yang setres!"sengaknya.


"Ngapain disini?"tanya pria itu.


"Kamu nanya kamu bertanya-tanya"jawab Naya membuat pria itu mendengus.


Saking kesalnya pria itu menghidupkan motornya kembali lalu hendak memakai helm tapi Naya mencekal tangan pria itu.


"Mau kemana?"


"Balik kesel gue sama lo!"


"Jangan ngambek dong jus gue kan cuma becanda"


"Ngambek gue" dengus Jastin.


"Baperan"ujar Naya sebari menaiki motor Jastin.


"Ngapain lo?"sentak Jastin melihat pergerakan Naya yang menaiki motornya tanpa izin.

__ADS_1


"Mau numpang balik"


"Engga turun lo!"


"Gamau,lo kan udah berenti didepan gue itu artinya lo mau nganterin gue pulang "ujar Naya sebari bersedekap dada.


"Gue berenti cuma iseng,gaada niatan nganter lo balik! "ujar pria itu.


"Itu si bukan urusan gue,mau iseng ke sengaja ke terserah yang penting gue nebeng balik"kekeh Naya.


"Gue gamau,gabakal gue nyalain ni motor sampe lo turun"


"Huaaa lo jahat" teriak Naya membuat Jastin meringis malu.


"Ngapain lo teriak si!"


"Gue mau pulang hiks" Naya mulai terisak.


"Ya lo balik lah!,lo hubungin abang lo atau naik angkutan umum"


"Ga bisa,HP gue mati duit gue habis huaaa gue cape dari tadi jalan kaki,kaki gue sakit,perut gue haus,tenggorakan gue laper"teriak Naya sebari terisak membuat Jastin celingak-celinguk takut dilihat orang lain.


Mana ocehan naya kebalik lagi


Dan benar saja mereka menjadi sorotan orang-orang yang tengah berlalu lalang,jastin meringis malu.


"Diem,diem,malu gue,iyaiya gue anter balik"


"Beneran?"Naya memastikan


"Iya,udah jangan nangis, pegangan,gue anter lo balik"putus Jastin mendengus kesal padahal niatnya tadi hanya ingin mengejek gadis yang pernah ia asal tarik diacara balap liarnya,gadis itu juga yang sudah menyebabkan ia ronda dikampung orang bersama musuhnya.


Naya mengusap matanya yang mengeluarkan cairan bening sebari tersenyum penuh kemenangan,"Kita makan dulu ya gue laper"


"Iya" jawab Jastin pasrah dari pada malu sebari menjalankan motornya.


"Tapi lo yang bayar ya,gue ga punya duit"


"Iya"


"Jus dari mana?" tanya Naya.


"Nama gue Jastin kalo lo lupa!"


"Inget ko itu gue panggil lo jus,itu nama panggilan sayang gue sama lo" jawab gadis itu membuat Jastin berhenti dadakan membuat Naya memukul helm yang dipakai jastin


"Apa lo bilang tadi?" tanyanya sedikit melirik kearah Naya.


"Sakit,bego kepala gue kepentog helm" oceh naya tidak memperdulikan pertanyaan pria itu.


"Sory,ya elo kalo ngomong suka asal,pake panggilan sayang segala gue aja ga tau nama lo!"


"Nama gue Naya,udah tau kan,yu lanjut cari makan gue laper "rengek Naya terlihat menggemaskan.


"Dasar makan aja yang lo pikirin!"oceh jastin sebari melanjukan motornya.


"Lo gatakut gue culik? "


"Engga"


Kenapa?,gue bisa aja orang jahat yang mau culik lo"


"Gue bakal bersyukur sih kalo lo culik gue" Jastin menaikan sebelah halisnya, "lumayan diculik cogan"sambungnya sebari terkikik


"Otaklo,gue berpikir seribu kali si kalo mau culik lo" ujar Jastin.


"Kenapa?,lo pasti kasian ya sama gue,kan gue cewe cantik"


Jastin menghela nafas gusar,"demi menjaga kewarasan sih"


Jastin menghentikan motornya dicafe membuat naya tersenyum lebar,gadis itu turun dan langsung berlari memasuki kafe membuat jastin mendengus.


"Lo gausah lari bisa ga sih?"tanya Jastin dengan lesu.


"Gue lagi duduk jus engga lari"jawab Naya yang memang sudah duduk disalah satu kurus cafe.


Jastin menghela nafas lalu mereka memesan makanan.


"Lo ngajak makan di cafe bawa duit kan?,gaakan ada drama dompet ketinggalan kan?, trus gue gaakan disuruh cuci piring kan?"tanya naya beruntun membuat jastin memijat pelipisnya, " Jus jawab,lo bawa duit kan?"


Jastin memilih mengeluarkan dompet dari saku celananya dari pada menjawab dengan perkataan,"Lo cek tuh"


Naya mengambil dompet yang ditaruh jastin dimeja,"Boleh gue buka?"


"Hmm kenapa tanya lagi sih?"


"Gue kan ijin,kata ibu gue ga boleh buka dompet orang tanpa ijin " ujar naya sebari membuka dompet Jastin didalamnya ada beberapa lembar uang berwarna merah,"wih duit lo banyak juga"


"Iyalah,gue ini anak tunggal kaya raya" sombong Jastin.


"Cih sombong,jadi orang itu jangan sombong pamali diatas gunung masih ada langit"oceh Naya.


"Iya deh iya gimana lo aja udah diem,gue cape denger ocehan lo"cibir Jastin frustasi.

__ADS_1


__ADS_2