
"Naya cepet minta maaf" pinta Bu Kasih sebari mengancam lewat tatapannya,sejak tadi Naya hanya mampu menunduk menatap sandal jepit yang lebih aman untuk ditatap sekarang ini.
Naya mengatur nafasnya untuk mencoba tenang,susah payah suara dari tenggorokan nya terdengar,"Maaf,,,maafin saya om duda saya ga segaja"ujarnya mesesal disela Bu Kasih penuh peringatan.
"Naya!" anaknya ini emang kurang ajar,kan bisa manggil om doang gausah bawa setatus orang yang dipanggil segala,gimana kalo pria paruh baya itu tersinggung kan malah memperpanjang masalah,belum lagi masalah naya sudah memukuli Jastin hingga sekarang terbaring diranjang rumah sakit.
Setelah melihat kondisi Jastin tergeletak ditanah Bu Kasih langsung berteriak pada suaminya untuk membawa pria itu kerumah sakit dan disinilah mereka sekarang bersama Pak Ahmad Abraham.
Naya menyadari kenyataan tentang memukuli Jastin adalah kenyataan ia pikir itu hanya halusinasinya saja,dirinya juga syok.
Naya melirik pada ibu dengan tatapan bingung,"Kenapa bu?,Naya kan mau minta maaf sama om duda,Naya beneran ga sengaja mukul Jastin sampe babak belur"ujarnya bernada polos.
"Minta maaf yang bener Naya manggilnya om aja!" peringat Bu Kasih sedangkan Pak Jeje hanya menonton saja dirinya sudah meminta maaf secara pribadi tadi.
"Iya bu" jawabnya pasrah,"Om maafin Naya ya,Naya beneran ga sengaja,beneran kalo ga percaya itu urusan om sih,tapi naya beneran ga sengaja,Naya pikir yang didepan Naya itu cuma halusinasi Naya doang,Naya tuh kesel banget sama Jastin,gara-gara dia aku jadi mimpi buruk jiwa-jiwa membumi hanguskan Jastin menggebu gitu aja pas liat orangnya"ujar Naya menjelaskan dengan raut sedih bukan karena merasa bersalah karena sudah memukuli Jastin tapi takut jika bapaknya Jastin ini melapor polisi,kan ga lucu kalo nginep di jeruji besi gara-gara halusinasi yang nyata!.
Pak Ahmad Abraham hanya menatap gadis yang pernah dibawa kerumahnya dengan ramah,tidak ada jejak kemarahan dimatanya seperti orang tua lainnya jika menemukan anaknya dipukuli orang pasti akan marah, tapi Pak Ahmad?,no,pria itu malah tersenyum tipis mendengarkan permintaan maaf dari Naya yang terkesan tidak mau disalahkan.
"Om maafin Naya kan om?,allah aja maha Pemaaf masa om sebagai hambanya tidak mau memberikan maaf kepada sesama manusia sih om,,maafin ya om"ujar Naya dengan ceramahan memaksa.
Kedua orang tua Naya mendengus," Kamu mau minta maaf apa lagi nawar baju sih Naya?,maksa amat!"cibir Pak Jeje sebari ongkang kaki disofa rumah sakit.
"Minta maaf ayah,kan kalo minta maaf harus dibarengi usaha nah Naya lagi lakuin itu biar dimaafin om duda bapaknya Jastin" jawabnya.
"Usaha kamu maksa!" cibir Pak Jeje.
"Gapapa yang penting usaha!"
.
.
.
Disisi lain Nirbita,Naila dan Bu Putri belum mengetahui berita tentang Naya memukuli Jastin,ketiga wanita berbeda usia itu tengah berkunjung kerumah Bu Renata seperti ajakan Bu Putri.
Disana mereka menyicipi kue yang dibuat sendiri bu renata dengan resep dari Bu putri,setelah itu mereka mengobrol ria bertiga hanya Nirbita yang tidak!,,,sebab Nirbita di ajak pergi oleh Gara yang tadinya hendak ke markas algaskar tapi ia urungkan saat melihat mereka datang.
Nirbita tidak pergi jauh masih dirumah Bu Renata hanya saja berbeda ruangan,jika mereka diruang tengah maka Nirbita dan Gara duduk ditaman belakang.
"Kenapa kak?" tanya Nirbita ynag merasa diperhatikan oleh Gara sejak tadi.
Gara tersenyum tipis,"Cantik"gumannya.
"Dari orok sih" narsis Nirbita,triplet bukan sepesies pemalu kalian ingatkan jika triplet itu tipe manusia malu-maluin,jika orang lain dipuji orang itu akan terlihat malu-malu dan triplet malah akan semakin membanggakan diri,sungguh meng astagfirullah!.
Gara hanya terkekeh sebari mengusap pucuk rambut nirbita yang sudah menjadi kebiasaan untuknya.
"Kak Gara ga pergi gitu?" tanya Nirbita sebari memiringkan cara duduknya agar bisa meluasa menatap Gara.
"Pergi kemana? "
"Mana ita tau,ko Nanya ita sih kan kak Gara yang pergi"
Gara hanya mampu mengusap belakang lehernya bingung,"Magsud nya gimana nih Bi?,aku ga paham"ujarnya memilih bertanya Gara tuh bukannya sosok ga peka hanya saja kalo yang dihadapannya itu nirbita kepekaan dalam diri Gara hilang begitu saja.
Nirbita tuh otaknya di luar nalar.
Jadi ya sulit dipahami!.
__ADS_1
"Magsudnya tuh kak Gara ga ngegembel gitu kaya orang-orang inikan malam minggu" jawabnya.
"Ngapain aku ngegembel Bi terus hubungannya apa sama malam minggu?" Gara masih bingung dengan jawaban Nirbita.
"Itu mamih bilang malam minggu itu banyak orang ngegembel di jalan,pasangan cowo cewe,terus kenapa kakak ga ikutan ngegembel kaya mereka?" ujar Nirbita menjelaskan lebih rinci malah semakin membingungkan.
"pacaran kan Bi?" tanya Gara memastikan kalo perkataan Nirbita yang masuk otaknya kesimpulannya begitu.
Nirbita mengangguk lirih hanya ditanggapi senyuman manis Gara lalu mengatakan,"Emang kamu mau aku ajak ngegembel?"
.
.
.
Pagi harinya Naya tengah mondar-mandir dikamarnya dengan perasaan waswas,,dua alasan untuk perasaannya ini.
Pertama:takut Jastin meninggal gara-gara dirinya gebugin semalam dan kedua:dirinya takut dilaporkan ke polisi.
Salahnya sendiri tidak bisa membedakan mana halusinasi dan kenyataan!.
Naya semalam ikut kerumah sakit namun karna fobia yang dirinya alami Naya hanya menunggu dimobil,saat meminta maaf pada Pak Ahmad juga mereka mengobrol di dalam mobil.
Naya sudah tau keadaan Jastin di sana sudah membaik seperti kata Pak Jeje yang berada disana menjaga pria itu bersama Pak Ahmad,Pak Jeje melakukan itu semua sebagai bentuk tanggung jawab atas perbuatan brutal Naya.
Naya merasa bersalah juga sih sekarang,dia juga ingin menjenguk Jastin dan meminta maaf secara langsung tapi masalahnya Naya ogah jika harus masuk rumah sakit.
Brak
"Astagfirullah!" sentak Naya terlonjak mendengar suara dobrakan.
"Kamu tanya kamu bertanyea-tanyea,,,gue gebugin juga lo!" dengus Naya kesal sampai menggerakan tangannya untuk memukul Antariksa.
"Uuu takutt" ujarnya bergidig namun dengan nada meledek,"Lo tuh ya emosian banget!,sebagai cewe tuh harus anggun,lemah lembut,lah lo kaya preman pasar gebugin orang sampai masuk rumah sakit,,mana ga tanggung jawab lagi"cibir nya mengejek Naya.
"Gue bantu bawa dia kerumah sakit ya itu dinamakan tanggung jawab!" dengus Naya tidak terima dikatain tidak tanggung jawab,,ya emang kenyataan kaya gitu sih Naya ga tanggung jawab,emang ga mau ngaku aja dia!.
"Penonton juga bisa bawa kerumah sakit doang mah,seharusnya lo tuh jagain dia dirumah sakit ke gitu baru namanya tanggung jawab"
"Gausah ngeledek gue ah,gue beneran ga sengaja mukulin bos geng lo itu" dengus Naya.
Antariksa duduk dipinggiran ranjang dengan kedua kaki dilipat satu sama lain diatas pahanya,"Sengaja juga gapapa kali,emang pantes tuh orang digebugin kaya gitu"ujarnya dengan nada santai.
"Lo aneh ya!,tadi kaya bela bos geng lo banget sekarang malah dukung gue,jadi cowo tuh yang setia gituloh!" cibir Naya mendengus.
"Kapan gue bela si Jastin?,,engga yah,respect gue sama tuh orang udah hilang sejak mau jadiin lo batu loncatan hancurin geng Algaskar,padahal lo ga ada sangkut pautnya,,," jawabnya jujur bahkan saat mendengar cerita Bu Iasih saat sarapan tadi tentang kejadian semalam Antariksa terpekik senang dan bangga pada Naya ya walau tetep mengejek Naya sebagai cewe kasar nan bar-bat bisa polos diwaktu tertentu.
"Masa?,tapi tadi kayanya lo ga terima banget pas gue ga nemenin dia dirumah sakit" goda Naya sengaja agar Antariksa kesal baginya kekesalan Antariksa adalah sebuah kesenangan begitupun sebaliknya,,makanya mereka suka adu b*cot.
"Gue cuma ledek lo doang!" jawabnya mengubah posisi menjadi terlentang dengan kedua kaki menjuntai kebawah.
Naya teringat sesuatu yang mengganggu pikirannya sejak pertama kali mengetahui niat jahat Jastin dari Antariksa,mungkin ini waktunya Naya menanyakannya mumpung ia ingat,"Lo kenapa masih setia di orion?"tanyanya.
"Gue cuma setia sama Risa seorang" ujarnya penuh bangga hanya direspon dengusan dari Naya tanpa niatan berkata selain menunggu kata selanjutnya yang dikeluarkan Antariksa dari mulutnya yang pedas itu,"Kalo udah waktunya gue keluar dari geng bi*dab itu,,tapi selama mereka masih ngincar lo sebagai batu loncatan gue ga bakal keluar gue bakal awasin mereka dari dekat,,,seperti yang pernah gue bilang tempat paling aman itu dimana tempat paling dekat dengan ancaman itu sendiri "sambungnya tidak ada lagi nada candaan hanya terdengar nada serius.
"Gue tau"ujar Naya.
"Lo kenapa gebugin si Jastin semalam?" tanyanya,walau tau Naya itu si sumbu pendek,,tapi tidak mungkin memukuli orang tanpa alasan,apa karena dijadikan batu loncatan?.
__ADS_1
Entahlah hanya Naya yang memiliki jawaban pertanyaan ini.
"Gue ga sengaja,,,beneran!,gue pikir Jastin dirumah cuma halu gue doang,, gue lagi kesel banget sama tuh orang rasanya tuh pengen gebugin aja trus pas gue pikir halu yaudah gue luapin aja emosi gue,gue gebugin tuh si Jastin yang gue pikir cuma halusinasi gue ternyata asli"jawabnya meringis malu.
"Halu lo lebih serem banget dah!"cibir Antariksa bergidig disana cewe-cewe suka halu jadi pacar oppa-oppa Korea lah si Naya malah halu gebugin anak orang,sadis!.
Naya hanya berdecak," Lo ga mau jenguk dia gitu?,kan dia udah tau siapa lo dikeluarga ini,,,dia masih bos geng lo!"tanya Naya dengan nada mengejek.
Antariksa mendengus sebal gara-gara Jastin datang kenikahan bang Rangga identitas Antariksa bocor,sejak saat itu Jastin selalu mencoba menjaga sikap saat didekat dirinya,terasa menggelikan memang.
"Ck emang harus ya gue jenguk?" ujarnya malah balik bertanya.
Naya mengangguk cepat tanpa merasa pegal sejak tadi berdiri padahal bisa saja dirinya duduk dimanapun ia mau,tapi Naya malah nyaman berdiri begini saja,"Haruslah lo harus nunjukin kalo sebagai anak buah lo itu peduli sama bos nya,siapa tau besok lo diangkat jadi geng inti"jawabnya terdengar mengejek.
"Gue mau keluar dari geng Orion kalo lu pikun Naya Bunga!,makanya lo mulai jauhin si Jastin biar gue tenang! " ujarnya dengan nada rendah menekan.
"Kayanya gue ga bisa jauhin Jastin deh Tarik" ungkap Naya sebari menghela napas.
Halis Antariksa terangkat sebelah remaja itu memiringkan tubuhnya dengan tangan dijadikan bantal untuk kepalanya,Antariksa menatap Naya lekat,"Kenapa?,jangan bilang lo suka sama tuh orang?"tebaknya asal.
Naya tidak langsung menjawab gadis itu berjalan dan bicara setelah berada diambang pintu kamarnya,,,sedangkan mata Antariksa mengikuti pergerakan Naya.
Naya mengangguk,"Iya kayanya gue suka sama Jastin"ungkapnya membuat Antariksa memekik.
.
.
.
Sedangkan dirumah Bu Putri semua berjalan lancar-lancar saja,Bu Putri sudah mengetahui kabar keganasan Naya dari Bu Kasih tapi tidak memberitahukan pada Naila maupun Nirbita.
Biar saja mereka tidak tau dan tetap dirumah Bu Putri agar tidak merusuh kerumah sakit dengan alasan menjenguk Jastin nantinya.
Kedua bocah itu sedang malas-malasan di karpet dengan TV menyala menayangkan kartun berbentuk beruang coklat dan anak manusia yang suka buat ulah,mirip triplet tuh anak manusia.
"Aku lupa" guman Nirbita lalu mengalihkan tatapannya kearah naila dengan penuh selidik,"Ila udah ambil boneka mini Ita kan?"tuduhnya.
Naila yang dipanggil namanya melirik Nirbita dengan dahi mengerut,"Boneka yang mana kak?"tanyanya bingung Naila akui memang suka pinjem barang kakak-kakaknya tanpa ijin.
Naila cuma minjem ko kalo udah selesai dipake dikembalikan lagi sebari berkata,'kak aku pinjem itu tadi'.
"Yang boneka mini bentuk manusia itu loh la,yang paling ita jaga" jawab Nirbita memberikan ciri-ciri boneka yang dirinya magsud.
Naila terdiam mengingat apa dirinya meminjam boneka yang dimaksud nirbita,"Yang boneka santet kak?"tanyanya dengan nada malas.
Nirbita mendengus kesal boneka kesayangannya yang seberan kepalan tangan miliknya disebut boneka santet,padahal bukan,hanya boneka mini biasa!,"Bukan boneka santet ya la!"tegur nya kesal.
"Engga,ila ga pinjem boneka santet kecil kesayangan kakak itu" ejek Naila,"Mentang-mentang dari sahabat masa kecil sampe dijaga banget bonekanya padahal ga ada untungnya juga"
"Iri aja si jadi orang!,gausah bohong deh kamu ambilkan?!" tuduh Nirbita kekeh.
"Enak aja engga!,ila aja gatau kakak nyimpen boneka santet itu dimana gimana mau pinjem nya coba,kan kakak simpen rahasia banget soal boneka satu itu" jawab Naila mendengus karena dituduh padahal untuk boneka satu itu sudah lama Naila tidak lihat,Nirbita menyimpannya sangat rahasia mengingat Naila yang suka minjem tanpa ijin.
Nirbita mengikat rambutnya yang tadinya digerai,"Iya juga sih, tapi kenapa ada dirumah kak Gara semalam?, ga mungkin bonekanya jalan sendirikan?"ujar Nirbita bingung.
"Beneran ka?,bonekanya jalan sendiri serem banget, tuh kan kata ila bener boneka itu boneka santet kayanya temen kecil kakak itu jahat deh sampe ngasih kakak boneka santet segala sebagai kenangan"ujar Naila menilai.
"Gausah souzun temen ita ga mungkin jahat! "Dengus Nirbita tidak suka temen masa kecilnya yang sedang mereka bicara dituduh berbuat jahat.
__ADS_1
"Temen masa kecilnya aja dibela,woy aku adik sepupumu,lahir aja aku nungguin kakak selama sebulan biar kakak keluar duluan,eh udah lahir malah dituduh mulu,nyebelin banget" gerutu Naila.