DIARY TRIPLET N

DIARY TRIPLET N
BUKAN AKHIR BAHAGIA?.


__ADS_3

Dadanya terasa sesak,ia sudah kesulitan bernapas sejak tadi,suaranya juga tersendak,tubuhnya gemetar hebat.


Keringat dingin bercucuran dari tubuhnya sambil terus mempertahankan kesadarannya Nirbita terus menggedor pintu lemari yang dikunci Agnes dari luar sebari berteriak.


Nirbita ketakutan


Tubuhnya lemas,ruang lemari yang sempit membuat tubuh Nirbita yang tidak kuat berdiri sudah terduduk dengan memprihatinkan,sekuat apapun Nirbita berjuang untuk tetap sadar,ketakutan akan gelap tetap mengalahkan perjuangan Nirbita.


Nirbita tidak sadarkan diri.


Diwaktu yang sama rangga sedang melakukan rapat taunan dengan para karyawannya dikantor,tiba-tiba dadanya merasa sesak bersamaan dengan jantungnya terpompa sangat kencang.


Rangga memegang dadanya dengan cemas.


"Bos kenapa?" Tanya Danis melihat wajah bosnya yang tiba-tiba pias.


"Gatau Dan,dada gue rasanya sesak banget" jawabnya mengeluh.


"Mau gue anter kerumah sakit bos?"


Rangga menggelengkan kepalanya lirih.


"Bos harus kerumah sakit kayanya lagi ga enak badan muka bos aja sampe pias banget begitu"usul Pak Joko karyawan Rangga bagian keuangan.


Rangga dikantor terkenal ramah dan bersahabat kecuali jika mereka melakukan kesalahan.


"Benar bos gue anter kerumah sakit deh,masalah meeting bisa nanti kesehatan lo lebih penting,emang lo ga kasian kalo Bu Fricia jadi janda muda" ujar Danis kurang ajar.


Semenjak bosnya menikah Danis memanggil istri Rangga dengan embel-embel bu,biar uang bonusnya nambah siapatau aja gitu.


"Lambemu minta dihajar"hardik Rangga.


Sedangkan di sekolah widudarma tidak ada yang merasa aneh sekolah masih berlanjut seperti biasanya.


"Lak ita kemana si dari tadi ga nongol-nongol?"guman Naila dikelas hampir semua teman sekelas Naila sudah ada dikelas,mengingat sebentar lagi jam istirahat berakhir tapi Nirbita dan Agnes tidak ada disana.


Perasaan Naila sejak tadi resah tapi ia mencoba menutupinya mungkin Nirbita masih menasehati Agnes,ya mereka sudah tau sejak awal tentang kejahatan Agnes,dari sampah di meja mereka awal kejahatan Agnes dan berlanjut.


Triplet tau semua itu bahkan mereka bekerja sama dengan Sherli untuk mengetahui rencana Agnes sebenarnya.


Hubungan triplet dan geng Sherli tidak saling mengganggu setelah kejadian dimana orang tua dipanggil pihak sekolah karena mereka bertengkar,,karena suatu alasan Sherli dan gengnya tidak lagi mengganggu Triplet.


Saat mendengar obrolan Agnes yang mengajak Sherli bekerja sama ditoilet waktu itu,sorenya Nirbita menghubungi Sherli untuk bekerja sama.


Beberapa kejahatan Agnes bisa triplet hindari atas bantuan Sherli tapi sebagian kejahatan sengaja triplet tidak hindari untuk mengetahui reaksi Agnes,satu hal yang tidak mereka sangka Agnes begitu jahat sampai mau membunuh Nirbita.


Walaupun mereka belum mendapatkan bukti tentang kejahatan satu itu tapi mereka yakin Agnes lah pelakunya.


Naila berdiri dari duduknya dan melangkah keluar,"Naila mau kemana lo?"teriak Davri melihat Naila pergi.


Naila tidak menjawab dan malah berlari keluar semakin cepat bahkan melewati Bu Sarah yang hendak masuk kekelas.


"Naila kamu mau kemana? kelas udah mau dimulai" Naila juga menghiraukan pertanyaan Bu Sarah dan terus melanjutkan langkahnya.


Naila resah ia takut terjadi hal buruk pada kakak sepupunya.


Seharusnya mereka tidak setuju pada Nirbita yang ingin berbicara berdua saja dengan Agnes, Nirbita pasti bersamanya saat ini.


Kemana kakak sepupunya itu?.


Naila cemas keringat dingin mencucur didahinya.


Brug.


Naila menendang pintu membuat mereka yang ada didalam kelas tersentak untungnya belum ada guru yang masuk,naila berteriak,"Kak,kak ita hilang"teriaknya membuat Naya langsung berdiri.


Naila tidak tau harus mencari Nirbita kemana jadi ia menemui Naya,Naila menumpu tanganya diatas lutut dengan napas tersenggal,Naila berlari cukup jauh mengingat jarak kelas IPA dan IPS yang terpisah gedung.

__ADS_1


Naya langsung tersentak lantas berdiri menghampiri Naila diikuti Farel,Vania dan Bintang.


"Kak kita harus cari kak ita, dari tadi kak ita belum balik-balik!,Agnes juga sama!"ujar Naila masih mengatur napasnya.


Tanpa mengatakan apapun Naya melewati tubuh Naila didepan pintu dan pergi begitu sana dengan raut wajah dingin dan marah.


"Heh Naila lo lebay banget sih,kali aja si Nirbita lagi sama Agnes gibah ditoilet" ujar Farel mendengus mengingat reaksi Triplet selalu berlebihan.


"Gausah cemas Naila, mungkin aja Nirbita lagi dikantin gitu" ujar Bintang.


"Itu lebih bahaya!"hardik Naila sebari menegaskan tubuhnya dan mengejar langkah naya.


"Hah?"Bintang dan Farel hanya bisa bengong tidak mengerti.


"Yang kita harus bantu cari Nirbita" ujar Vania cemas tanpa menunggu jawaban dari kekasihnya itu vania bergegas berlari mengejar Naya dan Naila untuk membantu mencari Nirbita.


Kedua pria itu saling pandang lalu mengedikan bahu mereka bersamaan,"Naila berlebihan amat sih,ga berengan semenit aja udah heboh banget"cibir Farel.


"Gue ko merasa ada yang janggal ya"celetuk bintang langsung menjadi sorotan Farel," Tatapan Naila tuh cemas banget gue rasa ada yang ga beres"sambungnya.


"Masalah Nirbita kemaren belum ada titik terang,gue takut pelakunya berbuat nekat lagi" ujar Bintang berspekulasi.


Farel tersentak,"Kalo gitu kita cari Nirbita!"


Bintang mengangguk setuju,"Kita kekelas Tara"ajaknya mereka pergi tergesa tanpa peduli guru sebentar lagi datang mengajar.


Jika Naya, Naila dan Vania mencari Nirbita disetiap sudut sekolah dan Farel dan bintang pergi ke kelas Tara karena mereka masih yakin pelaku kejahatan kemarin adalah Tara.


Dan bisa saja taralah pelaku hilangnya Nirbita sekarang tanpa mereka tahu Agnes lah pelaku aslinya dan gadis itu sudah tidak berada di area sekolah sejak melakukan kejahatannya.


Agnes merasa ketakutan dan pergi dari sekolah tanpa meresa bersalah sudah berbuat jahat,Agnes hanya takut dimasukan kepenjara dan ayahnya pasti akan mengamui jika semua itu terjadi,Agnes memutuskan pergi ke apartemen Javas tempat laknat yang sudah membuatnya merelakan mahkotanya demi balas dendam.


"Gue sembunyi disini aja dulu,gue harap Nirbita ditemukan udah mati di lemari!" Ujarnya penuh dendam sebari menekan sandi agar bisa masuk kedalam arpatemen.


Agnes tau sandinya karena javas memberitahunya beberapa menit lalu saat dirinya diperjalanan,Agnes tidak menceritakan kalo kejahatan mereka sudah diketahui,gadis licik itu berdalih ingin bolos saja walaupun Javas menyarankan agar Agnes tetap sekolah agar lepas dari kecurigaan,tapi Agnes kekeh ingin pergi ke arpatemennya dan sekarang Javas sedang diperjalanan untuk kembali ke arpatemennya,,,ada ikan yang datang dihadapan kucing garong apa yang akan dilakukan kucing garong itu?.


Agnes hanya menggali kuburan yang lebih dalam untuk dirinya sendiri.


Agnes merebahkan dirinya disofa setelah melempar tasnya diatas meja,gadis itu termenung,"Gue benci sama lo Nirbita!,gue benci!,gue harap gaada yang nemuin lo sampe besok lebih lama lebih bagus!"gumannya penuh dendam.


"Dulu gue juga yang udah ngunci lo didalam lemari,lo ketemu malam hari setelah itu gue dikeluarkan dari sekolah" Agnes terus berguman sebagai mengepalkan tangan,"Gue dipukuli ayah gue karena lo,gue mau lo menderita lebih dari apa yang gue derita tapi lo terlalu beruntung,mungkin kematian adalah kejadian terbaik untuk penderitaan lo Nirbita,makanya lo harus mati!"


"Lo ga punya salah sama gue selain lo selalu lebih beruntung dari gue!" Agnes terus berguman mengatakan kebenciannya pada Nirbita tanpa sadar pintu arpatemen dibuka seorang pria.


Posisi Agnes terlentang diatas sofa dengan rok yang tersingkap sedikit memperlihatkan paha gadis itu yang mulus,melihat itu Javas susah payah menahan salivannya,hanya melihat pahanya saja sudah membuat nafsu Javas menggebu,Javas langsung mendekat.


Agnes tersentak ketika Javas tiba-tiba menyerangnya dengan ciuman,Agnes mendorong bahkan memukul pundak Javas untuk menghentikan pria itu,membuat Javas mengambil kedua tangan Agnes dan menaruhnya keatas kepala tanpa melepas ciuman mereka.


"Berengs*k"umpat Agnes mencoba lepas tapi Javas lebih pintar semakin lama Agnes terbawa suasana dan mulai menikmati.


Kejadian yang seharusnya hanya dilakukan suami istri malah mereka lakukan tanpa mengingat dosa dan hanya mementingkan nafsu.


Contoh buruk!,tak pantas ditiru!.


.


.


.


Disekolah widudarma Triplet,Vania dan Risa dan geng Sherli beserta geng inti Algaskar sedang mencari Nirbita dan Agnes yang menghilang entah kemana.


Mereka berpencar mencari keberadaan dua gadis itu,Naya mengecek ruang CCTV.


" Agnes udah hapus rekamannya,ko bisa?"guman Naya langsung mengabari teman-temannya kalo rekaman CCTV hilang,setelah memberi kabar langsung kembali untuk mencari keberadaan Nirbita.


Naya merogoh sakunya kembali mengeluarkan ponsel sebari berjalan Naya mengutak-atik ponselnya,"Halo Dedd bisa tolong cek keberadaan Nirbita,soalnya aku gatau keberadaan dia sekarang "pinta Naya dengan cemas.

__ADS_1


"Nirbita hilang?,ko bisa,tunggu sebentar Deddy cari" jawab Pak Smit bergerak cepat.


Disisi Gara pria itu dengan cemas mengutak atik ponselnya untuk mengecek keberadaan Nirbita lewat GPS ponsel Nirbita.


"Gudang" guman gara langsung bergegas pergi menuju gudang,sebari berlari Gara berdoa agar Nirbita baik-baik saja di manapun gadis itu berada.


"Bi semoga kamu baik-baik aja" Gara terus berlari setelah didepan pintu gudang, pria itu menendang pintu agar terbuka.


Deg


"Nirbita" teriak Gara memanggil Nirbita tapi nyatanya disana kosong tidak ada orang.


Gara bingung harus mencari Nirbita kemana lagi,ia hanya bisa berharap dalam doa.


Karena Nirbita tidak ada digudang Gara bergegas untuk keluar dan melanjutkan mencari Nirbita ketempat lain,tapi saat melangkah Gara menginjak benda pipih,Gara mengambil benda itu dan mengamatinya.


"HP Nirbita" gumamnya,dengan begitu artinya Nirbita beberapa jam yang lalu ada digudang.


Gara mengedarkan pandangannya kepenjuru arah,jantung nya berdetak dengan kencang saat matanya melihat lemari disamping pintu.


Gara jadi mengingat cerita Nirbita waktu itu yang mengatakan bahwa dirinya fobia dengan gelap karena saat sekolah dasar pernah dikunci dilemari gudang oleh teman sekolahnya.


Dengan langkah tidak pasti Gara berjalan mendekati lemari,didalam hatinya ia berharap semoga semua yang dia pikirkan tidak terjadi,semoga Nirbita tidak ada didalam lemari itu.


Gara menyentuh kunci lemari yang menggantung,dengan perasaan takut Gara memutar kuncinya,tangannya menyentuh gagang pintu,street


Deg


Gara menghela nafas saat melihat lemari kosong ,tapi ia belum bisa tenang ,lemari itu memiliki dua pintu dan sebelahnya belum Gara buka.


Jantungnya berpompa sangat kencang, dengan tangan gemetar Gara membuka pintu, street.


Deg


Rasanya jantung Gara berhenti berdetak ketika melihat seogok tubuh tak sadarkan diri didalamnya,tanpa menunggu Gara langsung membopong tubuh Nirbita sebari memanggil-manggil namanya berharap Nirbita mendengar suaranya dan terbangun.


Gara berlari membawa tubuh Nirbita digendongan depan dengan panik untuk membawa kerumah sakit tanpa memikirkan apapun selain keselamatan Nirbita!.


Saat sampai diparkiran bersamaan dengan kedatangan pak smit dan beberapa orang,"Apa yang terjadi dengan putri saya!"teriaknya sebari mengambil alih tubuh Nirbita.


Pak Smit berbalik untuk membawa Nirbita pergi dari sana dengan mobilnya tanpa diajak Gara naik mobil yang sama.


"Sedang apa kau disini hah?!" Teriak Pak Smit melihat Gara duduk di kursi depan samping supirnya.


"Bukan saatnya bertanya kita harus segera bawa Nirbita kerumah sakit,pak jalankan mobilnya!" Pinta Gara pada supir.


Pak Smit tidak bisa berpikir jernih sekarang jadi supir Pak Smit menjalankan mobilnya tanpa menunggu perintah sang bos,jika tidak urgent maka supir itu tidak akan bertindak lancang,karena seluruh anak buah Pak Smit hanya harus mengikuti perintah Pak Smit.


Setelah perjalanan hanya menghabiskan waktu sembilan menit yang terasa bagaikan dua puluh empat jam,Pak Smit membopong tubuh Nirbita masuk kerumah sakit diikiti Gara.


Dengan cepat Gara memanggil suster ataupun dokter agar Nirbita bisa cepat ditangani.


Pergerakan Gara dan Pak Smit terhenti ketika suster melarang mereka untuk masuk ke ruang unit darurat dan meminta menunggu diluar.


Pak Smit menghubungi anak buahnya,"Cari pelakunya jika dapat bawa ke polisi!"pintanya dengan tegas


Gara maupun Pak Smit tidak bisa tenang saat ini melihat gadis yang mereka cintai tidak sadarkan diri!.


Didalam ruang UGD dokter tengah melakukan tindakan pertama untuk menyelamatkan Nirbita.


Entah untuk apa tapi beberapa kabel terpasang di tubuh Nirbita,"Ambilkan Defibrillator "


Defibrillator adalah perangkat yang memberikan kejutan listrik kejantung,untuk mengatasi irama jantung abnormal yang berpotensi fatal, (aritmia), atau disebut alat kejutan jantung.


Maaf jika author salah.


Alat itu ditekan pada dada Nirbita menimbulkan gerakan kejut sampai akhirnya suara deringan dan garis panjang terpapang dilayar.

__ADS_1


__ADS_2