
"Abang inget dikantor harus siap siaga menjaga ka Fricia dari setan om Danis penggoda janda"oceh Naila didalam mobil.
"Tapikan Fricia bukan janda ila"sanggah Rangga menghela nafas.
"Iya ya,tapikan om danis itu predator segala jenis,jadi harus diwaspadai"
"Iya,tenang aja abang juga udah siap siaga menjauhkan Danis dari calon ibu dari anak-anak abang"ujar Rangga sebari menepuk dadanya.
"Harus! "teriak serempak triplet membuat Rangga menutup telinganya.
"Gausah teriak-teriak dong!"
"Maaf"
"Sana turun,jangan bolos kalo kalian ketahuan bolos abang sita fasilitas kalian"ujar Rangga setelah mereka sampai digerbang sma widudarma.
"Kalo main jambak-jambakan boleh bang?"tanya Naila membuat Rangga mendelik tajam kearah adik bungsu sepupunya itu.
"Ya ga boleh dodol"cibir Rangga mendengus kesal.
"Tadi katanya gaboleh bolos jadi kalo main jambak-jambakan boleh dong bang"ujar Nirbita membuat Rangga menghela nafas memberi wejangan pada ketiga adiknya ini harus komplit juga lengkap.
"Ga gitu juga dodol! ,intinya kalian ga boleh buat abang dipanggil ke sekolahan "ujar Rangga mendengus kesal," sana turun! "
"Iya asalamualaikum "ujar ketiganya sebari silih berganti mencium punggung tangan sang abang.
"Waalaikumsalam"
Triplet turun dari mobil, sejak mereka dekat dengan geng inti ALGASKAR mereka selalu menjadi sorotan dan beberapa kali ada yang ingin berteman dengan mereka.
Memang triplet gadis yang terlihat,lugu,baik,aga aneh tapi satu hal yang harus diketahui triplet tidak suka berteman dengan sembarang orang,karna suatu tragedi yang membuat mereka sulit mempercayai seorang teman.
"Kak kami langsung ke kelas ya"ujar Nirbita sebari menarik Naila bergegas meninggalkan Naya.
"Heh dasar gue ditinggal" oceh Naya.
"Hai Nirbita,Naila "sapa Rezaldi yang masing nongkrong diparkiran bersama anggota inti lainnya.
Kedua gadis itu tidak menghiraukan sapaan Rezaldi keduanya malah berlari membuat mereka terbahak.
"Dikacangin dong" ledek Devan,"Naya adik-adik lo buru-buru amat kenapa?"
Naya yang melintas hanya mengedikan bahunya acuh sebari melanjutkan langkah.
"Bos lo ga kejar Nirbita?"tanya Aril melirik Gara.
Gara tidak menjawab pria kulkas itu hanya melangkahkan kakinya meninggalkan parkiran.
"Ck ditanya malah ngeloyor,si Farel juga mana sih?"
"Dia ga masuk masih sakit gigi katanya"jawab Devan sebari menyusul Gara.
Langkah triplet sesekali terhenti kala ada yang menyapa,mereka membalas sapaan dengan acuh tapi masih dalam katagori sopan.
"Kak katanya bakal ada murid baru"ujar Naila sebari duduk di kursinya.
"Biarin aja si"
Naila mendengus sebal mendengar respon sang kakak,"Kakak nyebelin deh"
"Aku tuh lagi mikir ila jangan ganggu!"
"Mikir apa si kak?" tanya Naila sebari menggeser tubuhnya mendekat kearah sang kakak sepupu.
"Aku lagi mikir buat rencana selanjutnya misi kita ila,,ide aku tuh lagi buntung" jawab Nirbita sebari meletakan kepalanya dimeja.
"Aku bantuin mikir deh" ujar Naila sebari mengetuk dahinya,"Aku ga nemu ka!"
"Cari lagi"
"Gamau ah cape mau tidur aja" ujar Naila sebari meletakan kepalanya dimeja dengan tangannya dijadikan bantal.
"Jangan tidur guru bentar lagi datang!"
"Bentar doang k"kekeh Naila sebari memejamkan matanya.
Gara yang berada di pintu kelas 10 IPA membuat kelas menjadi semakin ricuh dengan celotehan murid yang menebak hubungan Gara dan Nirbita atau geng ALGASKAR dan triplet.
Orang yang dibicarakan sama sekali tidak terusik keduanya malah beradu tatap sebari saling tersenyum,nirbita berdiri dari duduknya,"Kak GG ngapain kesini?"tanya Nirbita setelah Gara berdiri disamping mejanya.
Gara menunjukan minuman ditangannya masih mempertahankan senyumnya yang membuat kaum hawa menjerit tertahan,melihat gara tersenyum hanya bisa dilihat ketika bersama nirbita saja selebihnya jangan harap,mendengar gara berbicara lebih dari satu kata saja sangat sulit.
"Buat aku?"tanya Nirbita sebari mengambil susu kotak rasa coklat dari tangan Gara.
" Iya diminum ya bi"ujar Gara sebari mengusap rambut Nirbita.
__ADS_1
Mereka semakin yakin dua pasangan itu memiliki hubungan setelah mendengar panggilan satu sama lain diantara mereka.
Mereka semakin menatap Nirbita dengan tatapan iri dengki.
"Dilarang pacaran "ujar Naila masih memejamkan matanya.
"Siapa yang pacaran sih!" dengus Nirbita.
"Aku balik ke kelas dulu ya"ujar Gara masih mempertahankan senyumnya.
"Iya,makasih susunya"ujar Nirbita tersenyum.
Sebelum pergi Gara kembali mengusap pucuk rambut Nirbita membuat kaum hawa menjerit tertahan.
"Cie yang disamperin pacar"goda Davri sebari melangkah ke kursinya yang berada di depan meja Nirbita.
"Siapa yang pacaran sih gausah fitnah deh"ujar Nirbita sebari kembali duduk.
"Gausah boong deh,panggilan nya aja udah huby kalo ga pacaran apa namanya"cibir Davri memutar tubuhnya menghadap Nirbita.
"Kak GG ga panggil aku huby ko"ujar Nirbita.
"Ck masih aja mau ngelak,,,"ucapan Davri terhenti kala guru datang pria itu mendengus kesal sebab belum puas dengan Nirbita.
Benar kata Naila dikelas 10 IPA ada murid baru bernama Agnes murid pindahan,gadis itu terlihat cantik, juga ramah bahkan saat memperkenalkan diri banyak yang menggoda gadis itu dari kaum pria.
Mereka belajar dengan tenang walau beberapa kali mengeluh ingin segera beristirahat,setelah bel istirahat berbunyi mereka langsung bubar dari kelas.
"Kantin ga woy?"tanya Davri sebari menatap dua wajah sepupuan itu.
"Tumben ngajak?"tanya Naila dengan mata menyipit penuh selidik.
"Bau-bau minta traktiran "cibir Nirbita sebari menyimpan bukunya dalam laci meja.
"Fitnah,tapi kalo kalian mau nelaktir sih ga bakal nolak" ujar Davri sebari terkikik.
"Gaada!,bayar sendiri!"cibir kedua gadis itu membuat Davri mendengus.
"Hai"sapa seorang gadis disamping meja Naila dan Nirbita,gadis itu tersenyum menatap keduanya.
"Hai"jawab Davri membuat gadis itu menatapnya,"Lo murid tadi kan?"
"Iya nama gue Agnes"ujar Agnes sebari tersenyum dan menjulurkan tangannya.
"Davri"sambut Davri antusias.
Melihat respon Nirbita dan Naila membuat Davri mendengus,"Dia Naila trus yang itu Nirbita "jawab Davrin menunjuk kedua arah.
"Ouh hai nama gue Agnes, gue boleh temenan ga sama kalian?" tanya gadis itu penuh harap.
Melihat Agnes ingin berteman dengan pembuat rusuh membuat Davri mendengus,bisa-bisanya pengen temenan sama buat rusuh bin malu"pikir Davri.
"Gausah mau temenan sama mereka"ujar Davri membuat kedua sepupuan itu menatap Davri.
"Hah kenapa? ,gue kan cuma mau berteman,kalo kalian gamau juga gapapa ko"ujar Agnes sedih.
"Gausah dengerin dia mending kita kekantin"ujar Nirbita sebari menarik Naila dan Agnes menjauh dari Davri.
"Heh oncom gue ikut!"pekik Davri mengusul sebari mencibir.
Saat menuju kantin mereka berpapasan dengan Naya.
"Dia siapa?"tanya Naya menatap Agnes yang tersenyum padanya.
"Ouh dia murid baru kak,namanya Agnes"jawab Naila.
"Hai nama gue Agnes"ujar Agnes sebari menjulurkan tangannya.
"Naya"jawab naya memperkenalkan diri tanpa menyambut ukuran tangan Agnes.
Dengan malu Agnes menarik tangannya.
"Mereka emang gitu gausah dipikirin"ujar Davri kenepuk pundak Agnes agar gadis itu tidak sedih.
"Gapapa ko"jawabnya sebari tersenyum.
Emang triplet gaada otak,setiap ada cewe yang mau temenan sama mereka,mereka malah jutek"cibir Davri dalam hati.
"Mau kekantin?"tanya Naya menatap kedua saudarinya.
"Iya ka"jawab mereka.
"Ila ga jadi deh,mau beli cilok aja"ujar Naila sebari berlalu pergi.
"Heh maen pergi aja "cibir Nirbita.
__ADS_1
Naila berlari menyusuri koridor ia tidak peduli dengan tatapan mereka yang menyorotnya penuh kebencian atau kekaguman tujuannya hanya ingin cepat sampai digerbang sekolah,dan membeli cilok yang dijual di luar gerbang sekolah.
Bruk
Naila terjatuh dan terjerembab dilantai,ulah seseorang yang mencekal kakinya.
"Jalan yang bener dong" cibir orang yang sudah mencekal kakinya.
Naila berdiri lalu menepuk roknya yang kotor tanpa memperdulikan Sherli yang terus mencibir nya.
"Budeg ya lo!"kesal Sherli karna perkataannya tidak ditanggapi Naila.
"Hah apa? siapa? ,dimana? ,kapan? "ujar Naila dengan tatapan polos dan kaget.
"Lo!"Sherli mengeram kesal dengan respon yang diberikan Naila.
"Naila"panggil Bintang yang tiba-tiba menghampiri mereka.
"Hai Ka Bintang"ujar kedua gadis itu lalu saling tatap dengan tatapan tajam.
Sherli beralih menatap kearah bintang dengan malu-malu juga tatapan kagum,gadis itu juga menunjukan wajah dibuat imut.
"Mmm ka Bintang habis darimana ka?"tanya Sherli dengan nada lembut.
"Kamu mau kemana naila? "Tanya Bintang tanpa menghiraukan keberadaan Sherli.
"Kak Bintang aku nanya loh masa ga dijawab" ujar Sherli terdengar dengan nada merengek padahal hatinya begitu panas melihat crush nya tidak menganggap keberadaannya.
"Ila mau kedepan gerbang ka"jawab Naila lalu menatap Sherli dengan tatapan mengejek.
"Yaudah aku anter ayo!"ajak Bintang sebari menggandeng tangan Naila dan bergegas pergi.
"Kak Bintang ko aku ditinggal sih"ujar Sherli kesal namun masih dengan nada lembut.
Naila dan Bintang tidak menghiraukan Sherli bahkan sepertinya Bintang tidak menganggap keberadaan Sherli tadi,dan Naila melirik kebelakang sebari menjulurkan lidahnya mengejek Sherli yang langsung mengeram marah dengan tangan mengepal.
"Awas aja lo Naila bakal gue bales!,lo ga akan bisa hidup tenang udah rebut perhatian crush gue!"dengus Sherli lalu pergi dari tempatnya dengan menghentakkan kaki.
Bintang masih menggandeng tangan naila membuat sorotan pengagum bintang menatap benci pada naila walau tak ayal banyak juga yang memuji jika mereka memiliki hubungan.
"Kamu ngapain kedepan gerbang Nai?"tanya Bintang disela langkah mereka.
"Mau beli cilok kak,didepan gerbang suka ada yang jualan cilok jam segini,aku sama kak ita suka beli ciloknya enak loh,kak Bintang juga mau beli?"oceh Naila sebari melirik kearah bintang saat tatapan mereka bertemu keduanya saling melempar senyum.
Bintang tidak menjawab,dia hanya mendengarkan ocehan Naila yang membahas segala hal dengan sesekali menjawab jika naila bertanya,bintang tidak menunjukan wajah tertekan seperti mereka yang meladeni naila si gadis paling tidak waras di anggota triplet itu.
Malahan tatapan Bintang penuh dengan binar keceriaan,setelah membeli cilok didepan gerbang mereka pergi kekantin menemui geng ALGASKAR dan sisa anggota triplet.
Naila memberikan dua bungkus cilok pada dua saudarinya dikantin.
" Lo cuma beli dua ila?"tanya Wahyu menatap Naila yang baru duduk diantara Agnes dan Wahyu.
"Engga,aku beli empat"
"Itu dua yah k*mprett "cibir Wahyu menunjuk dua bungkus cilok ditangan Nirbita dan Naya.
"Dua lagi udah habis"
"Dasar pelit,rakus,"cibir Wahyu sebari menarik bungkus cilok dari tangan Nirbita membuat gadis itu memekik.
"Wahyuuuuuu itu punya ita ihh"pekiknya membuat mereka menutup telinga.
"Minta dikit elah"ujar Wahyu sebari menjauhkan cilok dari tangan Nirbita yang ingin mengambilnya kembali.
"Beli aja Wahyu,lo ga liat pawangnya nataplo kaya pedang"bisik Davri yang duduk disamping Wahyu,Wahyu yang tengah memakan dua butir cilok melirik kearah Gara yang sedang menatap tajam kearahnya,pria itu meringis sebari mengembalikan cilok ketangan Nirbita yang sudah cemberut,"nih gue balikin"
Nirbita merebutnya dengan kasar masih dengan bibinya cemberut,"udah dimakan !"
"Dua doang ta,gausah pelit pamali nanti kuburannya sempit"ujar Wahyu sebari mencari aman sebelum ketua geng ALGASKAR turun tangan.
Dia bahkan bisa duduk bersama geng inti ALGASKAR karna berteman dengan triplet begitu juga Davri dan Agnes.
"Iya deh pak ustad wahyudin" jawab Nirbita sebari menyantap ciloknya.
"Wahyu doang ege ga pake din"
"Terserah eke lah"jawab Nirbita membuat Wahyu mendengus.
"Mmm ini kak Rezaldi kemana ko ga ada?"tanya Naila menatap sekitar sebab hanya playboy itu yang tidak ada.
"Palingan lagi caper sana sini ila"jawab Devan,"diakan buaya cap kadal,kalo belum kena karma gabakal ingsaf"
"Bener,dia ga kapok apa denger ceramahan kak ita?" oceh Naila membuat mereka menatap Nirbita dan mengingat kejadian dimana gadis itu marah-marah(16),mereka tidak bisa melupakan kejadian itu.
Kecuali Agnes ia menatap bergantian nirbita dan naila dengan tatapan bingung.
__ADS_1
Agnes juga merasa beruntung bisa duduk sebangku dengan most warted sekolah ini ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
Agnes sudah berjanji akan melakukan apapun agar bisa dekat dengan mereka