
Tiga remaja tengah gotong royong menarik hewan bersuara mbee susah payah dari kandangnya untuk dimasukan kedalam mobil losbak untuk mengunggsikan mereka sementara,selama pemiliknya juga mengungsi di tempat lagi.
"Ni kambing kalo dijadiin kambing guling pasti enak!" ujar Farel sebari menarik tali yang melilit leher si kambing dan membuatnya bersuara.
Mbeee
"Yoi mana gemuk-gemuk triplet hebat juga jaga mereka bertiga" ujar Wahyu juga menarik tali yang melilit salah satu kambing.
Mbee
"Hebat hebat!,lo lupa gimana mereka maksa kita buat nyari rumput buat ni kambing-kambing tiga?!" cibir Davri melakukan hal yang sama dengan Farel dan Wahyu.
Mbee
"Gabakal gue lupa!,kemarin adalah kejadian tersial yang bakal susah gue lupain seumur hidup" hardik Wahyu mengingat kejadian kemarin saat dirinya jatuh bangun di irigasi air bersama Rezaldi dan Aril.
Mengingat hal itu membuat Davri tertawa,"gue baru pertama nyasel ga ikut,pengen gitu gue liat lo bertiga reka adekan jatuh kaya gitu!"ujar Farel terbahak ia sudah tau kejadian terjatuh nya para pria itu dari Naila yang mengirimi vidionya.
"Pala lo!,lo gatau aja sakit ples malunya itu bikin gue maunya tuh ilang aja sekalian ke mars ga usah balik lagi gapapa gue iklas" dengannya dengan kesal.
"Astronot nganggur *** kalo lo ada dimars" cibir Farel terbahak.
"Definisi cinta itu buta memang ada ya,saking cintanya mereka mau ngurus ni kambing-kambing" cibir Davri heran.
"Mereka belum atau aja persi kucing,anjing dan harimau sesungguhnya sobat" bahak Farel sebari memberikan menarik kambing untuk naik dalam bak mobil.
"Gue yakin sih,bang Rezaldi bakal frustasi liat mereka" ujar Wahyu terkekeh menatap satu-persatu kambing milik triplet yang akan diungsikan ketempat markas geng algaskar sesuai ijin ketuanya.
Sebenarnya yang mereka tau peliharaan triplet itu kucing,anjing dan harimau,bukannya kambing!.
"Bukan Rezaldi doang semua orang bakal frustasi sama ni kambing!" seru Farel.
"Ekspektasi tak sesuai realita" bahak Davri sok bijak.
Diperjalanan ketiganya terus membayangkan ekpresi inti algaskar saat melihat peliharaan triplet yang diluar ekspektasi,pastilah sangat menghibur.
Mereka berhenti di gedung dua tinggat dengan pagar warna hitam,dihalaman banyak motor yang berjejer membuat mobil losbak berisi Davri,Wahyu dan Farel berhenti diluar gerbang, dan dengan keterpaksaan yang haqiqi,ketiganya menyeret paksa kambing-kambing untuk masuk membuat mereka menjadikan tempat itu seketika berisik dengan kambing yang terasa sedang melakukan paduan suara.
Mbee-mbeee-mbeee-mbeee-mbee.
Inti algaskar kecuali Farel didalam markas tengah rebahan santai mereka dikagetkan dengan suara ribut dari arah luar.
"Suara apaan situh berisik amat!"Rezaldi sebari mendengus kesal karna tidur sorenya terganggu.
"Kaya suara kembaran Rezaldi bener ga Ril?"cibir Devan terbahak bersama Aril.
"Bener banget!"
"Kembaran mata lo!,itu kambing ya anj*ng" sentak Rezaldi sebari menendang kaki Devan yang tengah rebahan.
"Yang bener napa,kambing apa anj*ng" ledek Devan.
"Gue si Rezaldi" ejek Aril.
"Gue si yes"jawab Devan dan Bintang bersamaan sebari terbahak.
"Terserah,cape gue ngurusin orang kaga jelas kaya kalian"dengus Rezaldi berdiri untuk mengecek suara berisik itu dengan lagi-lagi menendang kaki Devan hingga pria itu memekik sakit.
Karna suara kambing yang semakin menjadi dan semakin jelas membuat mereka keluar dari markas dan menatap heran tiga pemuda yang tengah menarik kambing-kambing yang tidak bisa diajak kerja sama.
"Woy anj*ng ya ni kambing,lo ga nurut sama gue gue sate lo cing!" cibir Farel mendengus kesal karna kambing itu menurut,ia menarik kedepan sedangkan si kambing ingin puter arah.
"Gue jadiin kambing guling mampus lo!" sambung Farel menghardik kambing itu,"woy Rezaldi bantuin gue sini malah nonton!"
"Enakan nonton sih,kapan lagi liat ketua OSIS kita yang hasil capcipcup debat sama kambing!" ledek Rezaldi membuat Farel mendengus.
"Mau adain hajatan lo bawa-bawa kambing segala?" tanya Aril menghampiri membantu Davri menarik kambing nakal itu.
"Kalo mau di geprek triplet sih gue mah silahkan aja" ujar Davri membuat Aril mengerutkan keningnya heran,berbeda dengan Devan yang terbahak mendengar ucapan Davri tadi.
__ADS_1
Bintang melangkah membantu Wahyu,"kalo mau kurban bawa kemasjin!"cibirnya membuat Wahyu mendengus.
Sedangkan Gara hanya menonton tanpa ada niatan membantu bersama Rezaldi yang terbahak melihat tarik tambang antara Farel dan si kambing.
"Mending bantuin aja bang gausah sambil komen demi masa depan hati abang" ejek Wahyu kesal.
Setelah perjuangan singkat mereka berhasil membawa kambing-kambing itu ke pekarangan markas dan kini sedang diurus anggota algaskar lainnya,sedangkan Wahyu,Davri dan Farel sedang mengistirahatkan tubuh sebelu dicecar inti algaskar.
"Ngapain bawa kambing?" tanya Gara seolah sebagai perwakilan dari yang lainnya.
"Mereka pesenan lo bos" jawab Farel sebari rebahan sebari mengatur napasnya cape meladeni para kambing yang sama seperti pemiliknya,pembuat rusuh!.
Gara menaikan sebelah halisnya seingat dia tidak membeli kambing,kenapa jadi pesanannya.
"Lo mesen kambing bos?,lo mau adain pesta ya?" tanya Rezaldi "ngapain susah-susah beli kambing hidup si bos!,kan lebih praktis beli dagingnya langsung,bisa langsung kita sate!"
"Seingat gue bukan cuma pesenan bos doang si,tapi pesenan lo" ujar Devan menunjuk Rezaldi yang malah menaikan halisnya heran,"Bintang sama Aril juga"sambungnya sebari terbahak.
"Pesenan kita?" tanya mereka serempak.
"Kalian inget ga hari ini akan ada yang datang? ,dan kalian sendiri yang bilang bakal jaga mereka baik-baik" tanya Devan menahan tawa.
Mereka terdiam seolah mengingat-ingat,"gue inget hari ini peliharaan triplet bakal dititipin ke kita"ujar Aril yang lebih dulu mengingat janjinya pada triplet.
Aril menatap heran kearah Farel,Davri dan Wahyu yang tengah merebahkan diri di marmer tanpa alas,"woy lo bertiga malah bawa kambing peliharaan si triplet mana?,gue ga sabar liat kucing kalo kucing si Nirbita cantik atau ganteng bakal gue jodohin sama punya gue dirumah"seru Aril berbinar membuat Devan yang menahan tawa terbahak juga.
"Iya tuh!,hari ini peliharaan triplet bakal datang,katanya kalian yang bakal anter ini malah bawa kambing,gue ga sabar liat harimau ***!" seru Rezaldi membuat bintang mendengus saat melihat keinginan Rezaldi untuk menjaga peliharaan Naila.
"Si anj*ng Naya juga mana?" ujar Aril.
"Ga jadi?" tanya Gara sebari mengerutkan keningnya,ia tidak mendapat konfirmasi dari Nirbita bahwa peliharaan mereka tidak jadi dititipkan.
Ketiga remaja yang dicecar pertanyaan perihal peliharaan triplet menghela nafas jengah lalu saling pandang dan mengangguk seolah bicara lewat tatapan mata.
"Mau liat peliharaan triplet kan?" tanya Farel sebari mendengus mereka yang ditanya mengangguk,"oke gue tunjukin!"
Mereka mengerutkan kening sebagai tanda heran saat melihat Farel menuntun mereka kearah dimana kambing yang dibawa tadi diikat di sebuah pohon.
"Noh peliharaan triplet" tunjuk nya pada ketiga kambing membuat mereka menaikan sebelah halisnya.
Farel,Wahyu,Davri juga Devan menahan tawa saat melihat raut bingung mereka.
"Ini kambing ya anj*rr" pekik Rezaldi.
"Iya ini kambing,mata kalian buta ya?,peliharaan triplet itu kucing,harimau sama anj*ng dan itu kambing" cibir Aril dengan wajah bingung menunjuk para kambing.
"Bisa jelasin ga sih gue ga paham!" kini Bintang yang berkata sedangkan Gara hanya menunggu mereka kembali bersuara dengan raut bingungnya tidak jauh beda dengan ketiga temannya.
"Gue peringatin kalian harus siap mental" ujar Devan mengatur diri agar tidak tertawa melihat wajah teman-temannya.
"Tinggal bilang doang ya anj*ng gausah banyak drama!" pekik Rezaldi.
"Weh selow dong,Wahyu Davri silahkan jelaskan nak"ujar Devan.
Wahyu menghela nafas agar tidak tertawa dulu,remaja itu mendekat kearah kambing bersama Davri disisi kambing lain.
"Ini adalah kucing" tunjuk wahyu pada kambing milik Nirbita.
"Ini harimau" kini Davri yang menunjuk kearah kambing peliharaan Naila dan beralih pada kambing terakhir milik Naya,"ini anj*ng"
Mereka cengo kecuali Farel dan Devan yang sudah tertawa terbahak melihat ekpresi bingung mereka.
Keempatnya menatap tiga kambing itu tak percaya,dan Rezaldi yang kesabarannya setebal sehelai tisu terkena air sekali gerakan langsung sobek,sudah menatap Wahyu dan Davri dengan tatapan tajam dan siap menyerang.
Playboy cap kadal itu menggulung kedua tangan kaosnya yang hanya seperempat sampai kepundak dengan tatapan campur aduk,"itu kambing anj*ng kambing"geramnya sebari bersiap menyerang Wahyu dan Davri untungnya Farel dan Devan sudah siaga dan bisa memegangi pria itu agar tidak mengamuk.
Peliharaan dan pemiliknya bagaikan pinang dibelah dua sama-sama bikin orang pusing!.
.
__ADS_1
.
.
Para pemilik kambing dengan nama bikin salah paham,mereka tengah rebahan di karpet bulu depan TV bukan dirumah Rangga maupun dirumah bu Kasih selaku orang tua kandung Naya dan Naila,sudah dua hari triplet mengungsi kerumah seseorang yang mereka panggil papi.
Dia adalah Dimas kakak pertama dari Candra dan Jeje orang tua triplet,dengan artian pak Dimas adalah paman mereka.
"Makasih mami,mami udah lama ya kita ga ketemu makin cantik aja si"puji Naila sebari mencomot gorengan yang dibawa perempuan paruh baya berusia diatas tiga puluhan yang ia panggil mami.
"Kamu bisa aja ila padahal kita ga ketemu cuma seminggu dan setiap hari kamu vidio call mami!" ujarnya dengan terkekeh membuat Naila terbahak sedangkan yang lain hanya geleng-geleng kepala saja.
"Itu artinya gambar diponsel bisa menipu mam,buktinya setiap hari kita vidio call wajah mami cantik banget kalo diliat langsung"
"Ini anak si Jeje paling bisa ngerayu orang,padahal karna kamu dikasih gorengankan sama mami?"delik pak Dimas membuat Naila menutup mulutnya pura-pura terkejut.
"Ko papi tau!"
"Dasar! "
"Emang kalo diponsel mami ga kelihatan cantik gitu? ,kan biasanya foto diponsel suka lebih bagus dari aslinya" tanya mami putri istri papi dimas
"Engga mam labih cantik aslinya!" jawab Naila setelah menelan gorengan yang nyangkut ditenggorokannya,"mami kaya mak Lampir kalo dilayar"sambungnya sebari mencomot gorengan di piring.
JDEEER
Mami putri tersungut-sungut sebari mendengus pada keponakan bungsungnya itu yang sangat menyebalkan,untung sayang kalo tidak udah dia tumbalkan!.
"Gaada yang mau cerita gitu?!" tanya Elesky anak pertama dari pak dimas yang berprofesi sebagai TNI angkatan darat yang kini sedang cuti.
Triplet memilih Pura-pura tidak mendengar,Naya masih asik dengan ponselnya padahal selama ini ia paling tidak suka memainkan benda pipih itu dan hanya memakai jika sedang urgent saja,Naila mengajak sang mami ngobrol entah apa yang gadis itu katakan mami putri tidak mengerti sebab Naila hanya berkata 'iyakan mi'saja,dan Nirbita gadis itu pokus pada TV yang sedang menayangkan kartun tikus dan kucing sebari memakan gorengan.
Pak Dimas terkekeh melihat tiga gadis keponakannya itu yang sengaja sejak tadi mengabaikan anak sulungnya,padahal setiap Elesky pulang triplet tidak pernah lepas dari pria itu untuk melepas rindu,jika kata Naila Elesky bagaikan bang Toyib yang tak pulang-pulang.
Pak Dimas yakin triplet pasti membuat ulah hingga membuat mereka mencoba mengabaikan abang tetua mereka itu agar tidak diomeli.
Elesky yang diabaikan memicingkan mata menatap satu-persatu adik sepupunya itu dengan penuh kekesalan,"Oke "gumannya lalu bangkit dari sofa.
Triplet mencuri tatap abang yang satu tahun lebih tua dari Rangga itu,melihat pria itu pergi kedalam kamar membuat mereka menghembuskan napas lega" aman!"guman mereka langsung ditatap pak Dimas dan bu Putri dengan curiga.
"Kalian kenapa ngabaikan abang sejak tadi sore?,trus abang juga kelihatan kesel banget pas pulang jemput kalian?" tanya bu Putri beruntun.
"Tanya satu-satu mih kita pusing mau jawab yang mana dulu" ujar serempak triplet membuat pak Dimas terkikik.
"Terserah mau jawab yang mana!,yang penting nyambung sama pertanyaan mami!" desak Bu Putri.
"Mami kaya ga tau aja anak sulung mami yang satu itu posesif nya kaya maling ketemu jemuran" ujar Naya membuat bu Kasih mendelik.
"Gausah bahas maling jemuran!" sanggah bu Kasih saat melihat gerak-gerik Naya yang akan kembali bersuara dan ia yakin keponakannya itu akan mencoba mengalihkan pembicaraan.
Naya mengkerucutkan bibirnya karna diketahui akan mengalihkan pembicaraan,"abang kaya gitu sejak jemput kami disekolah,dijalan juga dia ngomel-ngomel terus kaya cewe pms emosian banget gajelas!"cibir Naya.
Sudah dua hari triplet mengungsi sebab Rangga belum pulang dari dinasnya dan orang tua Naya dan Naila juga berangkat ke Singapura untuk urusan pekerjaan juga,dan sudah dua hari juga Elesky menjadi supir kemanapun triplet pergi,Elesky ini lebih posesif dari Rangga pada triplet ini.
Elesky keluar dari kamarnya dengan menenteng tas besar juga memakai seragam TNInya,dengan wajah kesal pria itu melangkah mengabaikan tatapan triplet dan orangtuanya yang menatap heran padanya.
"Mau kemana bang?" tanya bu Putri menatap heran pada anaknya.
"Kerja!" jawabnya dingin sebari melanjutkan langkah.
"Abang mau kerja lagi?,abang kan baru pulang masa udah pergi lagi sih! " rengek Naila dengan wajah sedih.
"Kata abang,abang cuti selama sebulan bang?,masa ini baru dua hari udah mau kerja lagi?" sela Nirbita dengan mata berkaca-kaca.
"Tau tuh,abang kitakan masih kangen jangan pergi! "rengek Naya dengan mata berkaca-kaca.
Elesky tidak menghiraukan adik-adik nya itu yang sudah sesegukan ia tetap melangkahkan langkahnya,dan langkahnya terhenti sebab triplet yang berlari kearahnya lalu memeluk pria itu dengan kencang agar tidak pergi.
Triplet menangis sebari memeluk Elesky dan memohon pada pria itu agar tidak pergi setidaknya sampai sebulan kedepan sampai cutinya selesai!.
__ADS_1