
Hari ini hari yang kutunggu eh,eh,eh salah,malah nyanyi.
Hari ini hari yang ditunggu-tunggu Rangga setelah dua puluh empat tahun menjomblo akhirnya ia akan merubah statusnya menjadi suami orang,senengnya kaya mau kayang aja gitu saking senengnya.
Keluarga triplet mondar-mandir untuk melakukan persiapan agar saat pergi kerumah Fricia untuk melakukan akad tidak ada yang ketinggalan,kan ga lucu kalo calon pengantin prianya tertinggal dirumah,bisa gagal ijab nanti.
"Senangnya dalam hati,hey"saking senengnya Rangga terus bernyanyi alias untuk menghilangkan rasa gugupnya.
Selain seneng Rangga juga sangat amat gugup rasanya ingin bagaimana gitu, tidak mau menghilang jika menghilang ijabnya bisa gagal,mendapatkan Fricia itu bagai dikejar soang,jika Rangga mengejar Fricia karna cinta gadis itu malah mengejar Rangga karna enek dan ingin membumi hanguskan pria yang ia anggap selalu mengganggunya,,tapi ujungnya kecantol juga.
Bisa dipastikan Rangga pasti memakai jampi-jampi hingga Fricia meleleh kaya eskrim.
"Udah seneng-seneng,nyanyi-nyanyi,nyiapin resepsi eh ijabnya gagal" goda Antariksa yang tengah duduk bersila dikamar Rangga menjadi saksi kegilaan Rangga sejak tadi,benar selain bernyanyi Rangga juga melakukan kayang dan melakukan salto beberapa kali,
Syukur-syukur tidak encok.
"Lambe mu!" desis Rangga kesal bukan main,enak saja berkata buruk begitu kan dia tau kalo ucapan itu doa,emang dasar Antariksa kalo ikut ngaji cuma jajan dan pas pengajian dimulai pria itu malah tidur,jadi begitu bodohnya nurun ke Naila,ehh.
"Apa?,aku cuma semisalnya ko,makanya gausah sampe kayang,salto kaya gitu kalo pinggang abang patah kan pasti gagal tuh ijab kabul,mending aku jomblo ikhlas aku wakilkan" songong Antariksa seolah memberi tahu pada keponakan tuanya itu bahwa dirinya sudah tidak jomblo lagi.
"Dari pada mewakilkan ijab kabul mending lo tuh wakilkan patah pinggang aja!" desis Rangga sewot,enak saja mu diwakilkan dipikir pengambilan beras pemerintah kali ah.
"Ogah!,makanya inget umur,seneng sih seneng ya ga perlu kayang juga!,kenapa ga sekalian loncat aja dari gedung perusahaan,kan lumayan tuh ya cepet dapet uang waris dari abang"
"Lambe mu bisa dikondisikan ga sih,astagfirullah,omongan itu doa tarik tambang,ini nih kalo pas ngaji datang cuma buat jajan pentol pas pengajian dimulai malah tidur dipojokan!" sewot Rangga sebari melemparkan kaos yang ia lepas dari tubuhnya pada Antariksa.
"Lah itu tau,abang emang keponakan terperhatian sama omnya,sampe tau kalo aku selain cuma jajan dan tidur dimasjid akutuh juga suka ngumpetin sandal orang-orang" pengakuan Antariksa tidak ada malu-malunya yang ada malu-maluin.
"Bocah gemblung!"umpat Rangga tak kaget lagi karna memang tingkah sodara-sodaranya gaada yang waras.
Sreet
Suara pintu dibuka membuat kedua orang beda usia didalam kamar segera menatap pintu,bisa dipastikan pasti manusia yang akan nongol jika setan maka tidak perlu repot-repot buka pintu,tinggal tembus dan baaaa sudah berada didalam kamar,sad ending karna yang liat langsung ikutan jadi set*n, dan happy ending untuk set*n karna memiliki teman baru.
"Ckckck aura yang mau kawin tuh ya emang beda"ujar orang yang melangkah masuk menghampiri Rangga dan menatap Rangga dengan tatapan menilai.
"Bercahaya iyekan!" songong Rangga sebari menaik turunkan alisnya.
"Lebih suram!" jawab orang tadi sebari terbahak begipun Antariksa.
Salahkan saja Rangga yang sudah berharap,memang dasarnya hanya harus berharap kepada yang maha kuasa,allahu akbar,memang keluarganya gaada yang beres satupun kecuali tiga orang kayanya,tentu saja dirinya,Elesky dan juga kakak dari mendiang ibunya,itu artinya kakak dari Antariksa.
Antariksa sendiri emang bias kesesatan.
"Ck ngemeng aja iri,huuu,jomblo,tinggal di Singapura sudah hampir tiga taun tapi pulang masih aja jomblo,,di Singapura itu pasti banyak cewe cantik gaada gitu yang nyantol satu aja?" ejek Rangga membuat b
Bastian mendengus.
Bastian putra anak bungsu dari Bu Putri dan Pak Dimas yang sedang malangsungkan study nya di Singapura,yang kembali pulang untuk menghadiri pernikahan kakak sepupunya.
Dirinya tidak pulang sendiri ia kembali bersama kakak Antariksa sudah tau bukan siapanya Nirbita tidak perlu dijelaskan lagi,bernama Smit Harison duda tanpa anak karna anak dan istrinya sudah meninggal dan memilih tinggal di Singapura setelah kepergian mereka sekaligus mengelola bisnis disana,,pria itu pemilik perusahaan perhiasan yang sudah memiliki cabang di mana-mana.
Antariksa sombong baginya tidak perlu bekerja untuk kaya cukup tunggu warisan saja,jika kakaknya itu tidak mati-mati tinggal ia bawa ke gunung Kawi untuk dijadikan pesugihan,astagfirullah,becanda.
"Semua gadis liat aku langsung klepek-klepek bang kaya ikan didaratan,akunya aja yang males sama mereka akutuh tipe pemilihan,cewe yang jadi istri akutuh harus spesial" ujar Bastian.
"Alah tukang nyoblos sana sini aja so iye banget lo bang" cibir Antariksa ambigu.
"Mulut lo gue gadein juga dah,dari dulu sampe segede ini masih aja nyinyirnya ngalahin pedesnya cabe!,gue ga pernah asal coblos gue masih perjaka!" desis Bastian mematahkan tuduhan Antariksa.
"Gaada jaminan bang lo masih perjaka,gue sih ga percaya,iya ga bang Rang?" ujar Antariksa meminta pembelalaan apda Rangga.
"Yoi,percaya sama lo musrik" kedua pria itu terbahak bisa menggoda Bastian setelah tiga tahun tidak bertemu, keluarga mereka memang se harmonis itu dan mereka selalu berdoa agar selalu begitu.
Dada Bastian naik turun dengan hidung kembang kempis, "Kalian butuh bukti hah?!,nih buktiin sendiri!"sewot nya sebari menggerakan tangan membuka seleting celananya.
"Wah mata gue otw ternodai nih" celetuk Antariksa mulutnya berkata begitu tapi matanya melotot menunggu Bastian membuka seleting dan menunjukan benda pusaka nya,Antariksa hanya ingin liat dia akan mengukur siapa yang lebih bagus dan besar,ehh bocah gemblung.
"Kalian kalo ga buat ulah bisulan hah?!" pekik seseorang pria paruh baya yang terlihat hot dengan kemeja yang ia pakai mencetak tubuhnya,walaupun tertutup kotak-kotak didalam sana terlihat menggoda kaum hawa,eh.
"Eh Dad,dari kapan disana?!" tanya mereka serempak menatap Pak slSmit harison yang mereka panggil Daddy,memang duda satu itu sangat cocok dijadikan sugar Daddy,ganteng,maco,hot,kaya lagi.
__ADS_1
Emang keluarga triplet ini bibit unggul mapan dan tampang, sayangnya pas keturunan kesekian yang menjadikan Nirbita dan sekumpulannya entah kutukan dari mana yang membuat mereka aga-aga gila.
"Dari kalian belum dibuat,kalo mau demo dikamar tuh sama istri! Ini malah sesama terong!" cibir Pak Smit ambigu.
"Eh ini ga seperti yang Dady pikirkan" elak Rangga,enak saja dibilang main terong-terongan,iakan lebih enak masuk goa yang mungkin akan ia dapat malam ini,jika ijabnya jadi,ya harus jadi dong,kalo kaga bakal ia demo kua dimana tempat penghulunya bekerja.
"Masa?" ejek Pak Smit dengan wajah datarnya,lalu matanya melihat kearah tangan bastian yang masih bertengger bersiap membuka seleting.
Mereka mengikuti arah pandang pak smit,bastian langsung angkat tangan"Ini kesalahan teknis Dad"elaknya.
"Terserah,Dady ga peduli tapi mamih kamu bakalan kejer tujuh hari tujuh malem kalo tau kelakuan anaknya,pantes aja selama ini jomblo trus ternyata-oh ternyata" ejek Pak Smit menggoda mereka dengan wajah datar lalu melegang pergi dari sana.
"Wah bakal ada fitnah dazal yang terkutuk ga bisa dibiarin"celetuk Antariksa yang akan terseret masalah ini jika Pak Smit ngomong yang iya-iya eh salah yang enggak-engga magsudnya.
"kejar"pekik mereka mengejar langkah Pak Smit.
Pak Smit dijuluki orang waras dikeluarga ini karna kalem,dingin-dingin pengertian,namun karna sudah kenal triplet dari bocah-bocah itu orok kepala Pak Smit yang tadinya waras sedikit oleng kadang-kadang.
Sedangkan dikamar triplet mereka tengah menunggu giliran untuk di makeover menjadi cinderela ya jadi princess gitu,masa di pernikahan abang tersayang mereka terlihat kaya gembel apa kata dunia,oh no!.
Perias yang dipanggil untuk mendandani hanya tiga orang,Rangga ga tau diri udah tau wanita di keluarganya banyak malah mendatangkan perias tiga orang setidaknya satu orang satu gituloh biar cepet.
"Mba kalo pas aku yang diruang aku ga mau tebel-tebel kaya ondel-ondel ya!,awas aja kalo sampe keliatan tebel aku sleding mbanya!" ujar Naya mengancam dirinya tidak pernah makeup dirinya percaya diri kalo wajahnya cantik tanpa polesan sedikitpun,ya begitulah namanya juga narsis,ya walau emang triplet cantik bak pahatan sempurna.
Pola hidup Naya aja bangun tidur ku terus tidur lagi,abis tidur lagi baru makan,abis makan gosok gigi gaperlu basuh muka ilernya sudah terbasmi pake sikat gigi.
Ya begini kalo terintegrasi paling waras triplet,masih untung sikapnya lebih banyak normal dari pada seperti dua saudarinya yang bikin malu.
"Iya de nanti aku polesnya ga tebel seperti permintaan adenya" jawab salah satu perias.
"Ade-ade kapan kamu nikah sama abang gue!,inget ya mba abang gue tuh baru mau nikah jadi jangan otw jadi bibit pelakor dong!!" rutuk Naya membuat perias itu kesal.
"Saya ga niat jadi pelakor kok"bantah nya.
"Bagus kalo gaada niatan kalo ada aku bakal membumi hanguskan mbanya sampai keakar-akar"timpal Naila yang sedang dipoles.
"Udah deh kalian diem aja apalagi kamu ila,kamu tuh lagi didandani,kalo ngoceh mulu perias nya ga pokus" ujar Bu Putri menenggahi.
Perias itu cuma mampu menghela napas untuk mencoba sabar jika saja belum dibayar mereka pasti akan kabur,Triplet ini klain pertama yang banyak mau,banyak nuntut dan bnyak fitnah!.
Hanya Naya dan Nirbita yang masih menunggu giliran didandani.
Nirbita melirik kakak sepupunya dengan malas,jujur saja ia senang dengan pernikahan abangnya ini tapi ada sesuatu yang mengganggunya,"Gapapa ko,ita cuma lagi punya pikiran aja,,,tapi ngomongin pelakorkan?,,kalo ada pelakor yang gangguin rumah tangga abang,aku bakal minta peledak sama bang Es biar dibumi hanguskan "ujarnya menggebu namun berwajah datar.
"Aku dukung"setuju Naila.
Bukan hanya Bastian dan Pak Smit yang kembali tapi Elesky juga mendapat cuti sehari untuk menemani di situasi bersejarah ini bagi Rangga dan Fricia.
"Ga perlu minta peledak kalo masih ada aku,bakal aku patah-patahin tulang pelakor kalo berani ganggu rumah tangga abang" timpal Naya seperti psico
"Aku lupa kalo dirumah selain penghuninya aga lain dari yang lain juga ada psiko nya" cibir Naila yang masih dirias,Bu Putri dan Bu Kasih tidak mau kenimpali atau menenggahi perkataan anak-anak gadisnya,biarlah bercekcok sampai berbusa sekalipun,kedua wanita dewasa itu hanya diam menikmati sentuhan perias yang tengah mendandani mereka,sebagai ibu dari calon pengantin.
"Mba ini acara dandan mendandani masih lama ga sih?,aku tuh juga udah ga sabar didandani kaya princess gituloh"keluh Nirbita kembali berwajah seperti biasanya tidak datar seperti tadi,entah apa yang membuatnya berubah.
"Sebentar lagi selesai ko" jawab perias itu ogah menyematkan panggilan untuk tiga remaja itu sebab selalu salah,dari mba katanya mereka bukan tukang jamu,dipanggil tante malah ngamuk mereka belum tua woy,terakhir tadi dipanggil de malah di fitnah mau jadi bibit pelakor,
emang bocah gemblung!.
Setelah beberapa kali dicek untuk memastikan tidak ada yang tertinggal rombongan iring-iringan pengantin dari pihak rangga siap meluncur,banyak orang yang ikut untuk menjadi saksi cinta.
Satu mobil berisi empat sampai lima orang dan barang bawaan dibagian mobil yang disiapkan khusus untuk mengangkut barang-barang kerumah Fricia.
Rangga berangkat di satu mobil dengan kedua omnya dari pihak ibu yaitu Smit dan Antariksa dan juga adiknya yaitu Nirbita,,mobil khusus pengantin ini sudah dihias dari bagian depan,samping sampai belakang sudah terlihat indah layaknya kamar pengantin,eh salah magsudnya udah kaya pelaminan berjalan saking indahnya.
Sedangkan Naila dan Naya kakak beradik itu satu mobil dengan orang tuanya.
Mobil-mobil bergantian keluar dari parkiran untuk mulai melaju kerumah Fricia dengan perasaan bahagia semoga ijab kabulnya lancar sentosa agar pulangpun keceriaan mereka tidak pudar.
"Kamu ga seneng abang nikah ta?" tanya Rangga sendu menatap adiknya yang sejak tadi pagi mendadak kalem membuat mereka khawatir.
Emang menjadi Nirbita ataupun Naila selalu salah,buat ulah diminta kalem,saat sudah kalem malah dipertanyakan!.
__ADS_1
Naya sih masih untung sebab sikapnya emang ada kalem-kalemnya walau satu persen.
Nirbita yang ditanya langsung menoleh menatap abangnya,Antariksa yang tidak dipanggil atau ditanya saja menoleh dan Pak Smit hanya melirik lewat kaca spion,,,Pak Smit sengaja meminta mereka satu mobil untuk berbicara dari hati kehati.
Nirbita menggeleng cepat,"Engga!ita seneng abang bisa nikah apalagi sama kak Fricia,,kenapa abang malah nanya gitu?"
Rangga mengehela napas,"Abang pikir kamu ga ikutan seneng dihari bahagia abang ini,wajah kamu tuh suram banget kaya lagi mikirin cicilan"
Rangga ini emang pria selenggean pembicaraan ubah tadinya mengarah serius malah jadi candaan.
"Alhamdulillah hidup ita makmur dibagian finansial,raga jiwa dan batin,aman damai tanpa gangguan Depcoleptor" jawab Nirbita.
"Yang ada die yang jadi Depcoleptor nya" cibir Antariksa.
Nirbita menunjuk,"Bang kalo ita ngomong sesuatu boleh ga?"tanyanya takut-takut.
"Gausah nanya dulu langsung aja nanya" jawab Rangga.
"Heran gue,gausah nanya tapi langsung aja nanya" beo Antariksa sendiri bingung magsud perkataan Rangga.
Magsudnya tuh gausah ijin dulu!.
"Ita seneng banget abang nikah hari ini,mulai besok abang bukan cuma abangnya ita tapi udah jadi suami orang,,,abang harus bisa menjadi tulang punggung keluarga yang baik buat kak Fricia bukan cuma buat ita,tanggung jawab abang bertambah,,,,kalo abang sampe jahatin kak Fricia atau bahkan duain kak Fricia sama pelakor ita bakal membumi hanguskan pelakor sama abang-abangnya,,,,ita sayang banget sama abang tapi kalo abang buat salah maaf ita ga akan ada disamping abang,,,tapi ita tetep bakal mensuport dari jauh,,,ita sayang abang"Nirbita bukan bertanya tapi mengungkapkan isi hatinya.
Rangga memeluk adiknya itu beberapa kali mengecup pucuk kepala adiknya dengan penuh kasih,"Abang ga bisa janji ta tapi abang usahain,manusia tidak luput dari kesalahan jadi kalo abang melakukan hal diluar batas wajar kamu selalu abang ijinkan untuk menegur,,,abang juga sayang banget sama ita,,ita kebahagiaan abang selama ini,hari ini kebahagiaan abang bertambah dengan bertambahnya anggota keluarga kita"Rangga menjeda kalimatnya untuk mengecup dahi Nirbita.
"Jangan pernah berpikir kalo abang nikah bakal bikin kasih sayang abang sama kamu berkurang,engga ta,abang ga akan pernah lakuin itu,bagi abang kami bagian terpenting hidup abang,kalo kamu ga nemenin abang maka abang pun ga mungkin ada disini,,,kalo otak kecil kamu terus berpikir abang bakal acuhin kamu setelah nikah kamu salah sayang,,,jadi abang minta jangan banyak pikiran abang gamau setelah acara kamu malah sakit,,,,abang sedih dong kalo kamu ga nemenin abang sampai acara resepsi besok,,," Rangga tersenyum.
"Abang mau liat ade abang yang semakin beranjak dewasa ini didandani kaya princess kaya gini lagi,,,oke" pinta Rangga,"Eit satu lagi jangan nangis kamukan udah didandani masa pas diperjalanan kaya princess pas nyampe di tujuan kaya badut"goda Rangga pada Nirbita yang sejak tadi menahan tangis.
"Salah abang lah,Abang kan yang udah ngomong bahasa mutiara kaya gitu trus abang juga yang udah sewa perias yang ga Bersertifikat,makanya riasannya jadi jelek kalo dilewati jalus air dari mata" ujar Nirbita tidak mau disalahkan atas rusaknya riasan di wajahnya jika dirinya jadi menangis.
"Enak aja itu perias artis ya!"ujar Rangga mengerucutkan bibirnya,enak saja tidak bersertifikat,perias yang dia sewa tukang makeup artis yang sudah banyak endors nya.
Pak Smit tersenyum tipis melihat interaksi adik dan kakak dikursi belakang itu,ia senang kedua ke ponakannya hidup bahagia walaupun tanpa orang tua kandung tapi masih banyak yang menyayangi.
Pak Smit juga melirik kearah Antariksa yang tengah mendumel sendiri karna tidak diajak pelukan dua orang kursi belakanh,diakan juga ingin ikutan adegan melow begitu,hidupnya tuh monoton antariksa kan bosen hidup mulus kaya aspal jalan baru pengen kali hidupnya tuh berkelak-kelok...
Emang manusia satu itu tidak bersyukur sudah untung hidupnya diberikan kebahagiaan mulu malah nawar agar berkelok,ada yang mau tukeran nasib sama remaja bernama antariksa bumi ini hubungan 911,eh.
Pria dewasa itu juga senang adiknya bisa menjalani hidup dengan bahagia tanpa orang tua dan beberapa tau terakhir dirinya juga tinggal di Singapura karna keegoisannya,disini terlalu banyak kenangan indah yang tidak bisa dilupakan dan terasa sakit jika diingat,,,,merasa bersalah?,tentu saja antariksa bumi harus menjadi korban keegoisannya.
Setelah perjalanan cukup lama jika sedang ditunggu triplet dan mobil rombongan mulai terlihat penyambut keluarga Fricia dan diarahkan ke parkiran yang sudah disewa keluarga mempelai wanita untuk dijadikan tempat menyimpan kendaraan para tamu.
Kedatangan mereka diiringi suara petasan ribut dar der dor seolah perang,tubuh Naila sudah gatal untuk santai gadis itu melagak-legok seperti berjalan di karpet merah dengan wajah songong yang kini ia tunjukan,untuk beberapa detik ke depan naila yang sudah didandani cantik seperti princess dan memakai baju kebaya couple satu keluarga kecuali rangga yang kemakai baju khusus pengantin,Niala bakal cosplay jadi wanita anggun,ramah lingkungan.
Baru saja lima langkah berjalan so iye,Naila sudah tergelincir dua kali tapi tidak kapok dan terus melakukannya,,tidak ada kata kapok dikamus hidup triplet,,,ini salah sendal jangkung alias healhill yang Naila kenalan tidak membuatnya nyaman,Naila tidak terbiasa dengan sandal begituan akan Naila lempar sendal ini jika acaranya sudah selesai, awas aja bakal Naila buat perhitungan dengan benda mati itu yang sudah membuat dirinya sakit.
Jika Naila memilih merusuhkan dan menyakiti diri untuk terlihat keren berbeda dengan dua saudarinya yang adem ayem,aman dan damai,kedua saudari itu memakai sepatu yang berpaduan dengan rok kebaya terlihat tidak mencolok yang lebih penting nyaman,untuk apa terlihat keren jika endingnya dibawa kang urut.
Setelah mengikuti beberapa acara adat keluarga mempelai wanita inilah saatnya ijab kabul diucapkan,Rangga gugup bukan main.
Saking gugupnya ia sampai mencubit paha Pak Dimas yang menjadi wali dirinya menganti mendiang ayahnya yang sudah pulang kerahmatullah.
"Kalo mau main cubit tuh sabar dulu ke nanti malam juga bisa bareng istri mu,kalo jadi ijab gitu juga" goda Pak Dimas sebari meringis merasakan cubitan Rangga tidak main-main.
Ucapan Pak Dimas hanya di anggap angin lewan oleh Rangga karna rasa gugupnya menguasai diri,raga dan jiwa.
"Bawa santai aja gausah gugup" ujar Pak Dimas menasehati selain itu tangga pak dimas juga tidak tinggal diam,Rangga semakin didiemin selain ngelunjak,tadi ia masih sabar ketika Rangga mencubit paha nya tapi untuk yang kedua dan ketiga kalinya tidak!,sakit tau!.
"Kalo gugup yo gugup Rang gausah cubit paha papih,sakit!,papih ngambek ga jadi papi nikahin kamu!" ancam Pak Dimas sebari melepas cubitan tangan Rangga dipahanya.
"Eh-eh ga bisa gitu doang!" pekik Rangga menjadi atensi tamu,pria itu tersadar hanya mampu tersenyum malu dengan tingkahnya yang emang selenggean sejak triplet lahir.
Tidak tua lebih dini saja Rangga sudah senang.
"Papih gausah ngancem gitu dong maklumin aja,akutuh lagi gugup banget papi juga pasti begini kan waktu mau ijab kabul dulu" bisik Rangga meringis malu dengan tingkahnya tadi.
"Engga lah papih mah gentle,gitu doang ga bikin papih gugup cuma bilang saya Terima nikah dan kawinnya doang,kecil" songong Pak Dimas sebari menjentrikan jarinya terlihat menyebalkan.
"Itu kak Fricia" saut Naila melihat calon pengantin wanita keluar dari tempat persembunyiannya,eh ga gitu.
__ADS_1
Fricia sudah didandani dan terlihat sangat cantik emang bener kata orang kalo aura orang mau nikah itu penuh cahaya.
"Aku kira pas sampe sini bakal disambut pake golok lagi,kalo iya aku bubarin ini nikahan, mampus-mampu ga jadi nikah" dumel Naila mengeluh membuat Rangga dan Fricia meringis malu sedangkan para tamu yang mengetahui magsud Naila menahan tawa.