DIARY TRIPLET N

DIARY TRIPLET N
Kucing, Anjing,Harimau


__ADS_3

"Kak Friciaaaa"teriak triplet saat melihat Fricia didepan pintu rumah mereka.


Ketiganya berlari kearah Fricia dan memeluk gadis itu bersama membuat Fricia terhimpit susah bernapas.


"Kalian mau jadi pembunuh apa gimana sih?"cibir Rangga sebari menarik satu-persatu adiknya dari pelukan Fricia.


"Abang ganggu ih"dengus ketiganya sebari menghentakan kaki kembali mendekati Fricia.


"Kak Fricia ko baru main kesini sih?"


"Iya kakak baru punya waktu"


"Ketemu kalian harus menguatkan keimanan dulu"cibir Danis sebari tidak tahu malu menyelonong masuk kerumah bosnya.


"Heh sopan dikit ini rumah bos lo!"cibir Rangga menyusul langkah Danis.


" Sopan pak bos"ledek Danis membuat Rangga mendengus.


"Kak mending kita ngungsi dari sini demi menjaga kewarasan"ujar Naila sebari menarik Fricia kearah luar.


Melihat itu Rangga dan Danis segera mendelik,"heh kamu mau bawa calon masa depan ku kemana?"tanya keduanya serempak lalu keduanya saling tatap dengan tatapan tajam.


"Enak aja ini calon kakak iparku tau!"dengus Nirbita menatap tajam kearah Danis.


"Sebelum janur kuning melengkung babang Danis bebas menikung"ujarnya songong.


"Hadapi mayat ku dulu!"ujar Rangga sebari berkaca pinggang.


"Ouh siapa takut!,bapak cepet mati sana! "


"Lo aja yang mati sana! "


Tolong dimaklum kak mereka kalo ketemu tiada hari tanpa berantem"ujar Naya sebari menatap kedua pria berusia dua puluh lima tahun itu.


"Kakak tau ko"jawab Fricia mengingat kedua pria dewasa itu selalu bertengkar walau dikantor sekalipun.


"Demi kewarasan bersama mari kita mengungsi "ujar Nirbita sebari menarik Fricia keluar rumah bersama Naya dan Naila meninggalkan dua pria dewasa yang sedang bercekcok itu.


Kedua pria dewasa itu terus beradu argumen,"Cewe itu sukanya sama tiga T"


"Tiga T apaan bos,gausah mengada-ada"cibir Danis.


"Tiga T ,terpandang,tahta, tampan,semua itu ada di gue semua!"


"Ck narsis banget lo bos,gue emang ga sekaya lo tapi urusan memuaskan gue paling bisa,lo apaan burung lo itu kecil"cibir Danis sebari menunduk melihat masa depan Rangga yang tertutup kain.


Rangga tidak terima,matanya mencibir melihat masa depan Danis, "Punya lo itu yang kecil kaya burung pipit!"


"Ouh bos mau adu siapa yang paling besar !"


"Siapa takut!"


"Ayo"keduanya serempak memegang resleting celana masing-masing.


"Khmmm"mendengar deheman mereka langsung tersadar dan menatap arah suara.


"Gausa aneh-aneh kalian,untung triplet ga liat!"cibir pak Jeje yang entah sejak kapan melihat kejadian itu dan entah sejak kapan juga triplet dan Fricia tidak ada disana.


" Percuma punya kalian mau besar atau kecil kalo masih belum punya istri belum bisa dicoba"cibir pak jeje mengena keulu hati kedua pria dewasa itu.


Sedangkan disisi triplet mereka mengungsikan Fricia kerumah ibu Kasih.


Saat dirumah bu Kasih Fricia berpapasan dengan pak jeje dan bu kasih,jika pak jeje pergi kerumah rangga maka para wanita pergi kedapur sesuai kesepakatan mereka.


"Ita bisa buat cake?"tanya Fricia sebari mengaduk terigu diwadah.


" Bisa,Ita itu suka makan jadi harus bisa masak"jawabnya.


"Ibu denger kamu kerja sama Rangga ya nak Fricia? "Tanya bu kasih mereka kini sedang membuat kue.


"Iya bu,aku jadi asisten kedua buat pak Rangga" jawabnya sopan.


"Ouh gitu,kamu harus banyak sabar ya,Rangga itu banyak tingkah pasti kamu kesusahan urus dia"


"Engga ko bu pak Rangga baik ga nyusahin,nyebelin doang "cibiran untuk Rangga hanya diucapkan dalam hati.


"Hhhh kamu bisa aja,dia pasti suka berantem sama danis kan?"


"Iya bu mereka suka cekcok"


"Mereka emang gitu selain antara atasan dan bawahan,mereka itu udah temenan dari waktu SMA,jadi tolong dimaklum ya nak"


"Iya bu,saya malah kagum sama pak Rangga dia ga menyalah gunakan kekuasaan,pak ran6gga juga sopan sama yang lebih tua walau dia seorang atasan"jawabnya membuat triplet dan bu kasih tersenyum senang.


"Dia emang selenggean tapi punya sopan santun, baik hati juga ganteng ehhh"sambungnya dalam hati.


"Kakak Fricia mau ga jadi kakak iparnya kami?"tanya Nirbita membuat pergerakan Fricia terhenti.


"Hah?"


"Kakak Fricia mau ga jadi kakak ipar kami?,jadi istrinya abang?"tanyanya ulang.


Fricia mengedipkan matanya lucu,"Mmm"


"Nirbita gausah terlalu terburu-buru sayang, kak Fricia sama abang kan baru kenal mereka butuh waktu buat saling kenal"ujar bu Kasih sebari mengusap rambut Nirbita yang terlihat sedih.


"Padahal aku udah suka sama kak Fricia,walaupun ini pertemuan kedua tapi kami suka chatan,aku nyaman ngobrol sama kak Fricia,aku harap kakak mau jadi kakak ipar aku"ujar Nirbita sebari menundukan kepala.


"Mereka butuh waktu Ita"ujar Naya.


"Iya kak,abang sama kak Fricia masih butuh waktu,kan kita juga belum mulai tim aksi kita buat menyatukan mereka"oceh Naila,"kalo mereka bersatu lebih cepet tim aksi kita gagal dong"


Naya memukul pelan lengan Naila yang mengoceh hingga gadis itu cemberut,kedua saudarinya itu mencoba menghibur Nirbita yang sedih.


Mendengar ocehan mereka Fricia merasa bersalah juga sedih entahlah ia tidak tahu tentang perasaannya terhadap bosnya itu,yang ia tahu jantungnya selalu berdegup lebih kencang jika mereka bertemu tapi Fricia juga sadar diri,bos nya itu tidak mungkin serius ingin menjalin hubungan dengannya mengingat setatus mereka hanya atasan dan bawahan.


Ia tidak ingin terlalu berharap pada sesuatu yang tidak pasti,fricia tersentak mendapat tepukan dipundaknya,"Maaf ya nak Fricia,Nirbita memang selalu mengatakan apa yang dia mau,dia udah terlalu lama kehilangan ibunya jadi saat menemukan sosok wanita yang ia rasa nyaman dia tidak mau kehilangan wanita itu untuk kedua kalinya"


"Ini pertama kali Nirbita meminta seseorang menjadi kakak iparnya,itu artinya ia sudah sangat nyaman sama kamu,tidak perlu dipikirkan"sambungnya sebari tersenyum paksa.

__ADS_1


"mangsud itu kehilangan ibu gimana ya,memang ibu bukan ibu kandungnya mereka?"tanya Fricia sungkan ia tidak enak menanyakan hal privasi tapi pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulutnya.


"Eh maaf Bu saya lancang"sambungnya ketika tersadar.


Bu kasih menghela napas sebari melihat tiga sosok gadis sma yang sedang bercekcok memilih warna makanan untuk kue mereka nanti,"Sebenarnya ibu kandung Nirbita sama Rangga udah meninggal"


Deg


"Mba Celin meninggal saat Nirbita kelas empat sd dan kak Candra tiga tahun lalu,mereka baru lepas dari kesedihan mereka,ibu sayang sama mereka seperti anak sendiri bagi ibu mereka bukan hanya keponakan tapi anak-anak ibu,ibu hanya melahirkan dua gadis nakal itu saja tapi bagi ibu,ibu memiliki empat anak"sambungnya lalu menjeda untuk menghela nafas.


" Ibu harap kamu tidak mengecewakan kami nak,ibu memiliki harapan besar sama kamu untuk kebahagiaan mereka"ibu kasih mengusap sudut matanya yang mengeluarkan airmata,"Sudah tidak perlu dipikirkan ayo lanjut buat kuenya"Fricia mengangguk lirih.


Dalam hati Fricia begitu tidak enak hati mendengar cerita bu kasih ,tapi ia sendiri tidak tau dengan perasaannya ia tidak mau gegabah,ia juga tidak mau dipermainkan,jika hanya menjaga perasaan nirbita dia harus berkorban sepertinya ia akan kembali memikirkan itu agar tidak ada yang tersakiti dalam keputusannya.


Sedangkan bu kasih terkikik dalam hati,"semoga Fricia merasa bersalah dengar cerita ku dan mau sama anak begundal itu"gumannya dalam hati sebari melirik kearah Fricia, ibu dua anak itu sengaja menceritakan kisah sedihnya agar membuat Fricia merasa bersalah dan menerima keinginan mereka.


.


.


.


Di markah ALGASKAR mereka tengah berkumpul di sore saptu ini,sebari berbincang memakan camilan.


"Bos lo ga malmingan?"tanya Rezaldi.


"Ga"jawabnya simpel.


"Ck bos lo itu harus berubah lah dikit"cibir nya.


" Lo pikir bos power rangers bisa berubah "cibir Devan membuat Rezaldi menendang kaki pria itu dengan kesal.


"Bukan gitu magsud gue bege!,magsud gue bos harus suka senyum,banyak omong"


"Bos bukan lo yang banyak bacot!"cibir Bintang menyela ucapan Rezaldi.


'Si B*ngs*t diem dulu gue mau ngasih masukan biar kita cepet dapet bu bos bege!"


"Gausah dengerin dia bos,diamah bawa kesesatan"cibir Aril membuat Rezaldi meradang.


"Terserah lo bertiga anj*ng,gue ini niatnya baik,mau bantu bos buat dapetin si bocil Nirbita yang polosnya astagfirullah menguras iman"


"Emang lo punya iman?"tanya Aril dengan wajah menyebalkan.


Doeng


Pertanyaan Aril membuat mereka terbahak.


"Terserah"dengus Rezaldi kesal.


"Gausah dengerin playboy cap kadal bos,lo kan tau triplet suka ulti Rezaldi kalo ketemu"


"Kaya punya dendam pribadi "Devan menyela ucapan Aril.


"Noh bener,mending lo dengerin kita-kita aja selain playboy cap kadal itu tentunya bos" sambung Aril membuat Rezaldi mendengus.


"Gausah so,soan mengurui lo pada itu jomblo ga berpengalaman!"cibir Rezaldi kesal.


"Lo diem deh Rez,lo belum mau tobat juga setelah disekak Nirbita waktu itu!"ujar Bintang.


Mereka tiba-tiba mengingat kejadian saat nirbita mengomeli mereka di bab(16) mereka meringis mengingat wajah kesal gadis imut itu.


"Tobat gue cuma dihadapan mereka doang"jawabnya,Rezaldi memang memutuskan hengkang menjadi calon dari salah satu triplet,ucapan tiga gadis itu selalu membuatnya bungkam.


"Emang dasarnya buaya cap kadal mah gini"cibir Aril,"kalo belum kena karma gabakal ingsaf"


"Gue do'ain sih semoga lo dapet yang lebih mengulti dari triplet "ujar Devan sebari mengangkat tangannya untuk mengaminkan dan semua serempak mengaminkan membuat Rezaldi mencibir mereka.


"Kayanya bubuk-bubuk cinta bukan cuma dirasakan bos deh"celetuk Aril membuat mereka menatap pria itu.


" Trus siapa?,si Rezaldi? " tanya Devan.


"Diamah liat janda aja matanya langsung mengeluarkan tanda lope-lope"cibir Aril membuat Devan terbahak.


"Lo betul sekali,gue apapun embat selama mereka kaum wanita"ujar Rezaldi songong membuat mereka mendengus dengan sikap playboy cap kadal itu.


"Noh waketu kita juga lagi kesemsem sama anggota triplet "ujar Aril menunjuk Bintang dengan mulutnya,sedangkan yang ditunjuk sedang senyum-senyum sendiri melihat ke layar ponsel.


"Merinding gue liat dia senyum-senyum sendiri" ujar Devan.


Rezaldi yang dari sononya menyebalkan merebut ponsel dari tangan Bintang membuat sang empunya tersentak,"HP gue balikin anj*ng"


"Sabar dong gue pinjem bentar"ujar Rezaldi dengan wajah menyebalkan.


Namun Bintang tidak tinggal diam,ia mengambil ponselnya dari tangan Rezaldi dengan kasar,"selow dong anj*ng tangan gue kecakarnih, kdrt banget jadi cowo"cibir Rezaldi mendengus kasar dan menjauh dari pria itu.


Devan dan Aril mendekat kearah bintang namun pria itu melototi keduanya,membuat keduanya cengengesan dan menjauh,"rez si Bintang kelabu tadi lagi liat apa?"tanya Devan.


"Vlog si Naila waktu mendandani maling"jawabnya sebari meledek Bintang.


"Cieee,,,,lo beneran suka sama Naila Bin? "Tanya Aril menelisik pria itu.


"B*cot" jawabnya.


"Ouh jadi lo gasuka sama Naila,yaudah kalo gue embat jangan salahin gue,diantuh ya cewe manis,imut,polos banget-banget-banget gue jadi kesemsem gitu,pas inget wajahnya gue kaya orang gila senyum-senyum sendiri"ujar Rezaldi sebari membayangkan namun ekor matanya mengejek kearah Bintang.


Bruk


Rezaldi mendapat lemparan bantal dari bintang dengan wajah kesal,"Diem lo b*ngs*t!"mereka terbahak melihat wajah Bintang


"Ko kesel katanya ga suka,jadi bebas dong kalo gue suka sama dia"


"Emang bebas tapi ga sama lo!"ujar Bintang menahan gengsi.


"Gue setuju sih,gue bakal jadi garda terdepan kalo lo deketin si Naila,gue gamau gadis imut itu jadi orang gila kaya lo"cibir Aril membuat mereka terbahak selain Rezaldi yang selalu dizholimi.


"Kalo Naila nya yang mau sama gue lo pada bisa apa?"ujar Rezaldi pogah membuat mereka terdiam.


.

__ADS_1


.


.


Setelah memakan kue mereka berbincang-bincang sebentar dengan keributan yang dibuat triplet dan Danis.


"Kalian itu cewe bisa-bisanya pelihara kambing"cibir Danis didepan kambing bersama triplet.


"Padahal ia ingin caper didepan Fricia tapi ia malah diseret triplet ke kandang kambing dan membiarkan gadis itu dengan bosnya.


Ingin sekali Danis berteriak.


"Emang harus pelihara apasi om?"tanya Naila membuat Danis menatap tajam pria.


"Bisa ga sih gausah panggil om,kakak ini masih muda seumuran sama abang kalian!"


"Gabisa!"jawab triplet serempak membuat Danis mendengus.


"Ck"Danis hanya bisa berdecak dan demi kewarasan ia harus bisa bersabar,"Kalian harusnya pelihara kucing"


"Aku emang pelihara kucing ko"jawab Nirbita sebari mengelus kepala kambing.


"Iya namanya kucing bentukannya kambing! "Cibir Danis kesal.


"Tauga kenapa kita manggil om dengan sebutan om Danis?" tanya Naya membuat danis mengkerutkan dahinya.


"Emang kenapa?"tanyanya penasaran


"Karna om Danis suka marah-marah jadi keliatan tua"jawabnya membuat Danis meraba wajahnya.


"Emang iya?"tanyanya diangguki triplet.


"Gabisa dibiarin ini,gue harus menjauh dari kalian kalo gitu untuk mencegah penuwaan dini"oceh nya lalu pergi terbirit-birit membuat triplet terbahak.


Ketiganya menunpa tangan satu sama lain,"rencana pertama menjauhkan om Dan dari kak Fricia beres,tinggal rencana kedua"ujar Naya.


"Iya ka sekarang kita bersorak untuk keberhasilan kita"ujar Naila diangguki kedua saudaranya.


"Nama timnya apa?"pertanyaan naya membuat mereka terdiam.


"Penyatuan cinta Friga"ujar Nirbita membuat saudaranya mengkerutkan dahi mereka heran.


"Friga apaan kak?"


"Nama singkatan kak Fricia sama abang jadi Friga,gimana baguskan?"


"Mmm bagus"jawab Naila setuju.


"Yaudah kita bersorak bareng"ujar Naya lalu mereka berhitung bersamaan.


Satu-dua-tiga


"Penyatuan cinta Friga"sorak mereka sebari mengguncangkan tangan mereka keatas setinggi mungkin dibalik tembok Fricia melihat itu semua dengan rasa bersalah.


Ia tidak mau mengecewakan gadis remaja itu tapi ia juga tidak tau dengan perasaannya,rangga berdiri disamping gadis itu menghela napas,"Ayo kita samperin"


Keduanya melangkah mendekati triplet dengan tatapan berbeda.


"Kalian lagi ngapain disini?"tanya Rangga membuat mereka tersentak.


"Kakak ngagetin!"


"Maaf"ujar Rangga sebari mengusap pucuk rambut Naila.


"Danis mana?"


"Kabur,dia bilang gamau deket-deket sama kami untuk mencegah penuaan dini,padahal deket kita yang bisa mencegah penuaan dini"jawab Naila,"kitakan pembawa kebahagiaan "sambungnya membuat Rangga terkekeh.


"Kak Fricia sini aku kenalin sama kucing" ujar Nirbita menarik Fricia kearah kandang kambing.


"Aku juga mau kenalin anjing sama kakak"ujar Naya menghampiri Fricia.


"Aku juga mau kenalin harimau"seru Naila ikut menghampiri Fricia dibuntuti rangga yang sudah memijat pelipisnya,ia jadi takut pujaan hatinya akan kabur mengetahui sifat unik adik-adiknya.


Fricia didepan kandang kambing dengan kening berkerut,"Katanya mau kenalin kucing ko kesini?"


"Iya kak ini rumah kucing,emang kakak ga lihat kucing didalam kandangnya "jawab Nirbita membuat Fricia celingak-celinguk mencari kucing didalam kandang kambing.


Ia hanya melihat tiga ekor kambing disana,Fricia menggelengkan kepala menjawab pertanyaan adik bosnya itu.


" Itu ka yang warna putih namanya kucing" ujar Nirbita menunjuk arah dan Fricia mengikuti arah tunjukan Nirbita.


"Itu kambing ita"ujarnya heran saat melihat arah tunjukan Nirbita mengarah pada kambing berwarna putih bersih.


"Iya kucing!"


"Itu kambing"


"Kucing kak"kekeh Nirbita membuat Fricia menggaruk lehernya bingung.


"Pak saya salah liat apa gimana sih?"bisik Fricia pada bosnya.


Rangga memijat pelipisnya dengan tingkah sang adik ini,"Gaada yang salah,itu memang kambing tapi dinamain kucing sama dia"jawab Rangga membuat Fricia melongo.


"Jadi kucing itu kambing dan kambing itu kucing?"gumannya heran,lalu mengalihkan pandangan kearah naya,mungkin gadis ini tidak unik seperti saudarinya, pikir Fricia.


"Kamu Naya pelihara apa tadi?"


"Anjing kak"jawabnya


"Anjing kan najis dipelihara umat islam Naya"


"Engga ka,anjing aku ga najis malah bisa disembelih kalo mau,yang najis itu anjing"jawab Naya membuat Fricia frustasi.


"Magsud nya gimana sih ini pak?"tanya Fricia menatap frustasi kearah bosnya.


Rangga lagi-lagi menghela napas sebelum menjelaskan,"Mambing putih tadi namanya kucing milik Nirbita,trus kambing hitam namanya anjing milik Naya dan kambing coklat itu namanya harimau milik Naila"jawabnya menjelaskan membuat Fricia melongo dan bergantian menatap para kambing dan pemiliknya.


"Kambing itu kucing,kambing itu anjing,dan kambing itu harimau gitu pak?"tanyanya memastikan dengan wajah cengo hanya diangguki frustasi oleh Rangga.

__ADS_1


Fricia tertawa kaku sebari mengusap wajahnya kasar adik bosnya ini memang super duper ajaib.


__ADS_2