DIARY TRIPLET N

DIARY TRIPLET N
DIBALIK LAYAR


__ADS_3

Suara helaan nafas terdengar,seorang pria dengan penampilan rapih juga menawan berdiri diujung balkon dengan kedua tangan memegang pembatas,"Jaman Nurbayan"gumannya sebari terkekeh.


Wajahnya suram menunjukkan berapa putus asanya dirinya malam ini.


"Ngapain lo disana?" Suara dari belakangnya membuat pria itu kembali menghela nafas dan berbalik menatap temannya.


"Kapan kalian datang?"ujarnya bertanya.


"Baru" jawab Gara sebari melangkah duduk disofa yang ada dibalkon itu sedangkan yang sebelumnya bersuara adalah Aril.


"Ngapain kekamar gue tunggu aja dibalroom" ujarnya mengusir.


"Kitatuh mau liat muka lo yang mau melepas lajang"jawab Rezaldi menggoda.


"Lo pikir gue mau nikah,gue cuma tunangan ya anj*g" ujar Bintang tidak terima.


"Emosian amat calon pengantin kita satu ini,harusnya kan bahagia ya kalo mau melepas lajang" goda Farel mengejek.


"Bener banget udah kaya onoh patah hati" setuju Aril sebari melirik Devan yang disebut mereka patah hati.


"Gue ga patah hati ya" elaknya.


"Gaada yang nyebut nama lo" ungkap Farel mengejek membuat Devan bungkam.


Setelah Agnes dipenjara Devan merasa kecewa tapi anehnya ia tidak merasa patah hati karena sudah menyukai wanita yang salah,untungnya dia belum menyatakan perasaannya pada Agnes, Devan hanya kecewa kenapa Agnes sejahat itu,tapi Devan tidak merasa patah hati atau apapun seperti putus cinta ia merasa biasa saja, tapi ia merasa sakit ketika melihat Risa dan Antariksa pacaran,ia akui kalo ternyata dirinya menyukai Risa bukan Agnes, tapi semua sudah telanjur,Risa sudah punya pacar,tapi tidak salah kan menjalin pertemanan, ya walau jujur dirinya cemburu melihat mereka.


Haruskah Devan bernyanyi 'harusnya aku yang disana dan bukan dia'.


"Geser bos gue mau duduk juga" pinta Farel pada Gara yang duduk disofa.


"Heh Bintang kelabu kenapa lo tiba-tiba tunangan kaya gini si?,lo nyuri star gue!" hardik Rezaldi kesal.


"Mau tukeran sama gue?"tanya Bintang.


"Emang boleh?"ujar Rezaldi antusias.


"Mau di elo itumah" cibir Aril mendengus.


"Udah berapa lama?"celetuk Gara membuat mereka kicep.


"Udah lama apaan nih bos?," tanya Aril bingung,"Heh Devan si bos magsudnya apaansi?"yang ditanya sedang bengong.


"Woy Devan! " teriak Rezaldi ditelinga Devan sampai pria itu terlonjak.


"Telinga gue sakit bego" cibirnya sebari mengusap-usap telinganya.


"Suruh siapa lo bengong"


"Yang bengong gue kenapa lo yang rese!,gue bengong ga minta lo bayar" desis Devan kesal memilih pergi dari sana.


"Dih minggat,baperan banget!"cibir Rezaldi.


"Putus cintamah begonoh" saut Aril.


"Sejak kapan lo kenal sama cewe lo?" Celetuk Gara kembali bersuara.


"Gue" tunjuk Bintang pada dirinya sendiri,"Gue ga punya cewe"jawabnya.


"Lah jangan bilang lo tunangan sama,,, " tebak Rezaldi kaget.


"Cewelah gila!,keluarga gue masih waras ga mungkin tunangan gue cowo,gila dah lo"sanggah Bintang menggebu.


"Ya elo jawabnya ga punya cewe,pantes dong gue mikirnya gitu" sanggah Rezaldi.


"Lo gosting Naila?" Celetuk Farel dengan wajahnya menjadi datar.


Mereka terdiam dan menatap Bintang ,beberapa bulan terakhir Bintang selalu mendekati Naila siapapun yang melihat mereka layaknya pasangan,tapi sekarang Bintang tunangan sama cewe lain.


Bintang menghela napas,"Gue suka sama Naila gue juga cinta sama dia,tapi gue ga berjodoh kali ya"jawabnya sedih membuat mereka kicep.


"Magsudnya gimana si ini,otak gue tiba-tiba ngeleg dah" ujar Aril bingung.


"Otaklo emang ga pernah berguna" ejek Rezaldi.


"Lo dijodohin? " ujar Gara yang paling pinter dan juga waras diantara anggotanya.


Bintang mengangguk kaku,"Rezaldi mau tuker posisi gue iklasnih"tawarnya.


"Ogah lo pikir ini jaman siti nurjaenab"


"Nurbayan!"hardik Aril dan Farel meralat.


"Itu magsud gue,kalo calon doang mah gue banyak ga perlu ngambil punya lo,tapi kalo calon istri gue mau seleksi dengan teliti ga pake ugal-ugalan" ujar Rezaldi menjawab so bijaksana.


"Bantu temen elah,sekali-kali gitu hidup lo berguna"


"Tinggal minggat dari sini si apa susahnya!"ujar Aril memberi ide.


"Ngomong ngampang!,kalo gue kabur harga diri keluarga gue dipertaruhkan!,lo taukan ortu gue ngundang banyak orang apa kata mereka kalo gue kabur,,,nama baik keluarga gue bisa buruk!"dengus Bintang.


"Kasian banget jadi korban jaman situ Nurbayan, ortu lu pikirannya kolot banget,tapi bukan itu si ortu lo takut lo jomblo seumur hidup makanya cariin calon" ejek Cakra yang baru saja datang, "Lo kan ga pernah deket sama cewe"


"Diem lo b*ngsat!"umpat Bintang pada sepupunya itu.

__ADS_1


"Mulut nya kotor banget,keluarga lo si drama banget hidupnya mentang-mentang punya utang budi sama keluarga jalan Raya malah jodohin lo sama dia"Cakra terus saja mengejek ,"Lo jadi bayaran dong".


"Wah ceritanya seru nih" pekik Rezaldi tertarik,"Ceritain Cak kenapa si Bintang pake dijodohin segala"pintanya antusias.


"Gue turutin biar pembaca ga kepo aja si"ujar sebari duduk dilantai dan melambaikan tangannya agar Rezaldi mendekat kearahnya.


Bukan cuma Rezaldi yang mendekat kearah Cakra tapi Aril juga Farel ynag ikutan kepo,keempat pria itu duduk melingkar.


"Singkat cerita jadi begini sebulan lalu emaknya si jalan tol nolongin emaknya si Bintang pas kecelakaan dijalan,emaknya si bintang merasa beritang budi,dan endingnya begini si Bintang malah dijodohin sama si jalan tol" ujar Cakra menjelaskan sesingkat mungkin dan saat menyebutkan nama calon tunangan Bintang selalu saja dibuat salah.


Mereka manggut-manggut lalu menatap bintang,"Kacian"serempak mereka mengasiani Bintang dan pria itu seketika memdengus dan perasaan pengen lempar mereka dari lantai lima ini menggebu-gebu.


Cakra menatap satu persatu dan berkata dengan nada mencibir,"Udah tiga bulan lebih yang bakar markas gue belum tanggung jawab"celetuknya mengingatkan kejadian dimana hampir saja hubungan mereka renggang.


"Javas pelakunya tapi lo ga boleh gegabah sama dia" ujar Gara menjawab.


"Gue tau pelakunya dia makanya gue bebasin si Devan,pertanyaan gue,kapan gue bisa ngasih pelajaran sama tuh orang?!,kenapa kalian larang-larang mulu,gue mau nyerang orion!" Ujar Cakra menggebu.


"Karena temen gue lagi deket sama ketua geng orion,gue takut dia kena imbasnya" jawab Farel.


"Hubungan apa sama gue?!"


"Gaada,tapi gue minta kerja samanya,Kira-kira sampe gue nemuin dua kejahatan jastin menyangkut temen gue,biar dia bisa melepas tuh cowo,temen gue satu itu kepalanya kerasa kaya batu maling kundang,kalo dia suka bakal dia perjuangin tapi kalo orang itu buat dua kesalahan maka temen gue ga bakal ngasih kesempatan lagi,,"jawab Farel menjelaskan.


"Tau banyak lo tentang sahabat lo itu,sahabat apa demen lo" goda Cakra membuat Farel mendengus.


"Gue udah punya pacar" jawabnya kesal enak saja dibilang demen sama manusia seperti Naya,ogah tua lebih dini.


Triplet kan pembuat emosi!.


"Yaelah bisa aja kali,antara cowo sama cewe gaada yang bisa murni sekedar teman,salah satu dari kalian selalu ada yang suka" cibir nya.


"Kali ini gue ga setuju sama lo Cak,Naya suka sama si Farel ga mungkin" ujar Aril terdengar mengejek Farel.


"Tuh dengerin kata si Aril,gue ga mungkin suka sama si Naya" timpal Farel.


"Kalo lo pake susuk baru tuh si Naya suka sama lo" ejek Rezaldi terbahak.


"B*ngsat lo!"umpat Farel.


Mereka terus saling cibir dan berdebat Gara tidak menanggapi,dia memilih bercakap dengan Bintang yang kadar kewarasannya masih diatas rata-rata.


"Lo mau pertunangan malam ini gagal?" Tanyanya dengan wajah seperti biasa datar tapi ia peduli terhadap teman-temannya.


"Maulah tapi gue ga mau nama keluarga gue tercoreng" jawab nya mendesah kesal.


"Lo pada tau dipasang dimana letak alarm kebakaran dihotel ini" celetuk Gara membuat mereka tergeming beberapa saat.


Diwaktu yang sama namun ditempat berbeda,triplet tengah berada dikamar Nirbita bersama Antariksa sebari mengajak Nirbita bicara berharap ada respon,walau sampai saat ini belum ada.


Sejak kapan Naila bisa diam?.


Tidak pernah!.


Tidur saja sudah kaya sapi disembelih.


Naila tidak menanggapi dan terus berjalan maju mundur di depan Naya,Nirbita dan Antariksa.


"Naya kalo gue posting foto tuh bocah di online shop pasti laku" ujar Antariksa dengan niat jahatnya menatap Naila dengan kesal,ia sudah pusing melihat tingkah Naila kaya setrikaan,jika setrika membuat baju rapih namun jika Naila yang jadi setrikaan bukannya rapih malah semraut.


Naya menatap Antariksa dengan lekat dan berkata,"Ide bagus"setujunya jika laku dijual kenapa harus dipelihara coba,eh.


Antariksa dan Naya saling tatap sebari tersenyum miring dengan ide jahat di otak mereka,keduanya benar-benar berpikir untuk menjual naila,sekarang tengah membuat kesepakatan tarif lewat bahasa isyarat.


"Huaaa Naila pusing" teriak Naila dengan dramatis.


Padahal ulahnya sendiri!.


"Makanya diam!"teriak Naya dan Antariksa bersamaan.


Ini malam minggu seharusnya Antariksa malmingan ke rumah Risa tapi pacarnya itu sedang tidak mau bertemu,sungguh teganya-teganya.


Naila tersungut-sungut,"Kakak sama om ga pengertian banget sama ila,ila tuh lagi bingung,ngasih solusi ke jangan teriak-teriak doang kaya orang utan!"


"Lo tuh babi utan,gimana mau ngasih solusi lo aja ga minta pendapat" dengus Antariksa pusing dengan tingkah sibungsu tapi jika Naila berubah sikap seperti Nirbita maka ia akan merasa hancur.


"Ya seharusnya om sama kakak berinisiatif gitu" seloroh Naila.


"Terserah!" Cibir Naya dan Antariksa pusing.


Naila mengkerucutkan bibirnya dengan kesal menarik Antariksa dengan kasar agar bergeser dari duduknya menjauh dari Nirbita yang hanya menatap dengan diam,"Emang cuma kak ita yang paling pengertian"


"Ck lo bingung mau datang apa engga ke pertunangannya si Bintang?"celetuk Naya bertanya dengan nada mencibir.


Naila mengangguk sebagai tanda iya," Harus datang ga kak?,"


"Ngapain lo kesana buang-buang waktu,buang tenaga,buang bensin,buang duit mending udah diem di rumah aja"ujar Antariksa mendengus ia kesal sekali dengan pria yang sodara tak sedarahnya tadi sebutkan karena sudah menggosting Naila.


Deketnya sama Naila, tunagannya sama orang lain,definisi dekat belum tentu jadian,jadian belum tentu tunangan,tunangan belum tentu sampai kepelaminan,ehhh buset jagain jodoh orang wkwkwk.


"Lo bego banget Tarik" cibir Naya membuat Antariksa melotot,"Seharusnya si Naila datang dong,buat tunjukin sama tuh kang gosting kalo Naila biasa aja digituin,kalo Naila lebih cantik,pokonya lebih dari tunangannya sekarang dan sekalian nunjukin kalo bintang ga berharga buat naila sampe bisa phpin dia"ujar Naya menjelaskan secara menggebu.


Sudah Naya tegaskan!ia belum mengijinkan kedua adiknya pacaran titik,lihatkan sekarang malah di php in.

__ADS_1


"Iya juga gue setuju sama lo,mata harus di bayar mata" jawab benci Antariksa.


"Lah kalo ila donorin mata ila mau dibayar pake duit lah ngapain pake mata lagi,kalo pake mata lagi gausah donorin sekalian" celetuk Naila pengen Antariksa ulek jadi Naila geprek.


"Bahasa kiasan Naila sayang" geram Antariksa dengan kepolosan sodara tak sedarahnya itu.


"Berisik" suara itu bukan dari Naya,naila maupun Antariksa,sesaat mereka saling tatap lalu mengalihkan tatapannya pada arah suara.


"Nirbita bersuara!" Pekik mereka serempak dengan bahagia sampe Naya lompat dari kasur untuk memanggil keluarganya,Naila dan Antariksa malah jingkrak-jingkrak kaya bocah diatas ranjang sampai tubuh ketiganya bersama Nirbita memantul.


Bagi mereka ini adalah awal baru untuk kembalinya kebahagiaan mereka.


Apa benar tadi suara Nirbita?atau Jangan-jangan.


Beberapa detik berlalu kamar Nirbita sudah dikerumuni semut,eh gula kali ah,magsudnya keluarganya mereka ada disana kecuali beberapa orang yang disibukan dengan pekerjaan mereka.


"Nirbita kamu beneran ngomong sayang?coba sekali lagi!,panggil nama abang,abang Rangga"bujuk Rangga seperti tengah mengajarkan bayi bicara.


"Ta coba sekali lagi ngomong ayo nak"bujuk Bu kasih berharap.


Nirbita yang ditatap penuh harap oleh keluarganya hanya mengedip beberapa kali tanpa respon lain,mereka mengalihkan tatapan kearah Naya,Naila dan Antariksa.


"Beneran tadi kak ita ngomong,kak ita ngomong berisik gitu,kak Naya sama om juga dengarkan? " ujar Naila membela diri saat ditatap keluarganya.


"Kami ga bohong ko, tadi Nirbita emang ngomong gitu" timpal Naya.


"Laper" celetuk Nirbita membuat mereka senang bukan main, mereka memekik senang dan memeluk Nirbita saking senangnya lupa kalo mereka bukan kaya memeluk tapi kaya mencekik.


"Sesek" pinta Nirbita lirih sebari menepuk entah tangan siapa yang ia gapai.


"Maaf-maaf saking senengnya jadi berjamaah peluk kamu,kamu udah sembuh sayang" ujar Bu Putri senang.


Mata Nirbita berkaca-kaca,"Mih laper"ungkapnya menyedihkan seolah ga dikasih makan selama setahun.


"Ya allah,anak mamih laper,bentar mamih ambilin makan buat kamu,kamu mau makan apa?"


"Sate" jawabnya.


"Bentar-bentar" cegat Naila menarik abangnya agar tidak berdiri didepan Nirbita,Maila berkaca pinggang menatap Nirbita dengan tatapan penuh selidik,"Kamu bukan kak itakan?kamu pasti mba suzana yang minta sate seratus tusukkan?!"tuduhnya.


.


.


.


Di hotel bintang lima dikota bogor digemparkan dengan kebakaran hebat,semua pengunjung pontang-panting menyelamatkan diri.


Suara alarm kebakaran memekak telinga tapi anehnya saat mereka sudah diluar gedung tidak ada asap maupun api,mereka terheran-heran.


"Ini beneran kebakaran atau cuma prank sih ko gaada apinya"celetuk Danis salah satu tamu disana yang sedang hadir dalam acara yang diadakan di hotel itu menggantikan Rangga karena undangan itu dari mitra bisnis perusahaan.


"Kayanya ada yang iseng deh pak"saut Bu Sarah selaku pendamping Danis dipesta ini.


Sekaligus Danis pengen pdkt sama Bu Sarah biar ga jomblo terus.


"Gamungkin bu,ga mungkin ada yang iseng di hotel segede ini,keamanan nya pasti terjamin" ungkap Danis menilai.


"Iya sih pak,mungkin aja apinya udah berhasil dipadamin kali ya"


"Tapi ko gaada asapnya ya bu,kan kalo api padam pasti asapnya menggepul tuh" Danis masih heran dengan semua ini.


"Kesalahan teknis kali pak"ungkap Bu Sarah ikutan bingung tapi tidak kau ambil pusing yang penting dirinya selamat dan tidak ada korban jiwa di sana.


Disisi lain ditempat yang sama beberapa kumpulan remaja tengah duduk tenang disalah satu kamar sebari terkikik geli.


"Gila ide si bos manjur juga,bukan cuma bubarin acara dong seisi hotel pada bubar" ungkap Rezaldi terbahak.


"Gue kasian sama pengurus hotelnya" ungkap Aril merasa kasian.


"Lo pada harus bayar gue titik!,gue udah bobol keamanan ni hotel susah-susah,gaada yang gratis didunia ini" ungkap Cakra yang sedang memangku laptopnya.


"Pelit banget lo sama sepupu sendiri hah! " cibir Bintang.


"Ouh sory duit ga kenal sodara" jawab Cakra songong,"Gue tunggu tranferan lo,awas aja kalo lo ga bayar gue bakal kasih tau ortu lo"ancamnya sebari bangkit dari duduknya.


"Cabut" ujar Gara mengintruksi sebelum cakra menyelesaikan omongannya.


"Ais asal nyaut aja lo" sindirnya kesal tapi bukan Gara jika menanggapi.


Keesokan paginya triplet digemparkan dengan kematian Agnes yang baru saja dibebaskan,penyelidikan mengatakan kalo Agnes meninggal karena bunuh diri.


Gadis malang itu meminum obat tidur kadaluarsa dengan kadar over dosis,Agnes frustasi karena dirinya hamil satu bulan di luar nikah dan ayah dari bayinya tidak bisa ia ungkap walaupun dirinya tau.


Javas


Ya pria itu yang sudah mengambil kesuciannya tapi semua itu atas kebodohannya sendiri.


Javas juga membantunya untuk menyelakai Nirbita tapi dirinya tidak ingin terseret jika ketahuan,bagaimana Agnes bisa mengatakan itu semua sedangkan javas sering mengancamnya saat menjenguk kekantor polisi agar namanya tetap bersih.


Jika sudah basah kenapa tidak sekalian mandi saja,Agnes depresi apalagi ayahnya terus memarahi bahkan memukulinya apalagi tau dirinya tengah hamil di luar nikah, ayah Agnes semakin tidak terkendali.


Agnes depresi memilih mati padahal kematian bukan lah akhir dari sebuah masalah.

__ADS_1


Mungkin masalah didunia selesai tapi masalah diakhirat semakin besar,jika didunia orang lain akan membantu disaat kesusahan tapi diakhirat hanya amal baik yang bisa melepasmu dari belenggu penyiksaan.


Jika memiliki penyakit hati berusahalah untuk membuangnya karena setiap tindakan selalu ada balasan jika tidak hari ini maka bisa jadi besok,jika bukan diri sendiri yang terluka maka orang yang kita kasihi yang menderita.


__ADS_2