DIARY TRIPLET N

DIARY TRIPLET N
Perusuh!


__ADS_3

Setiap seminggu sekali Pak rt komplek selalu mengadakan acara gotong royong yang diwajibkan untuk para warganya,sekaligus menjalin silaturahmi.


Begitu juga dengan Rangga dan Danis keduanya tengah membantu warga sekitar membersihkan komplek,bersama para bapak-bapak,ibu-ibu juga anak-anak,segala kalangan ikut serta jika anak-anak mendominasi membuat ricuh saja.


Untuk para wanita ditugaskan membuat makanan agar mereka bisa makan setelah bekerja,sebagai bayaran!.


Rangga sedang memangkas rumput liar memakai cerulit sebari celinga-celinguk,entah apa yang ia cari.


"Dan kaya ada yang aneh ga sih?"tanyanya menatap Danis yang sedang melakukan hal sama dengannya.


"Iya gue juga mikir kitu,tapi apa ya bos?"tanya balik Danis.


Keduanya terdiam memikirkan ada yang aneh,tapi apa?,ada yang hilang tapi bukan pasangan!.


"Kalian bukannya kerja malah pada diem,,ngelamunin apasi?,serius amat"tanya Pak rt kebetulan melewati keduanya.


"Ini pak,kita ngerasa ada yang aneh,tapi gatau apa,kaya tenang gitu!"oceh Danis disetujui Rangga.


"Iya tuh pak,kaya beban hidup melayang gitu"sambung Rangga.


Pak rt menepuk lengannya yang dihinggapi nyamuk,"Lah gitu?"tanya Pak rt lalu wajahnya terkekeh,"Bapak tau apa yang hilang!"sambungnya membuat kedua pria didepannya menelisik meminta jawaban.


"Gaada Triplet N!,,adik-adik kamu gaada Rangga jadi kampung kita kaya kehilangan separuh hidupnya"jawabnya membuat Rangga dan danis mengangguk mengerti sebari berguman.


"Oh mereka hilang toh"


Satu,dua, tiga


"Apa!,hilang?,,Bapak ga becanda kan?,, adik-adik saya hilang kemana Pak?"pekik Rangga membuat Pak rt dan Danis terperanjat dan beberapa warga menghampiri mereka dengan panik.


"Ya allah,pak adik saya hilang Pak!,mereka hilang kemana?,,Pak adik-adik saya emang biang rusuh tapi kalo mereka hilang saya hancur pak!,balikin adik saya pak!"panik Rangga sebari mondar-mandir didepan para warga.


"Bapak kalo marah sama mereka pukulin saya ajak pak,tapi jangan umpetin adik-adik saya pak!,mereka memang biar rusuh itu sifat mereka pak,kembaliin mereka pak!"sambung Rangga kini memegang kedua pundak Pak rt sebari mengguncangnya.


"Bos sabar bos sabar"ujar Danis memegang pundak Rangga agar menjauh dari pak rt yang terlihat kepusingan dengan ulah Rangga ini.


"Kita cari Triplet N bos,kalo perlu lapor polisi sekalian,,cari juga ke lubang semut juga bos!"oceh Danis


"Iya polisi lapor polisi,cepet dan lapor polisi!,kamu lelet banget dan cepet!"pekik Rangga membuat Danis berdecih.


"Lepas dulu bos!gue pusing"kesal Danis dengan bosnya itu,setelah melepaskan Pak rt,Rangga melakukan hal yang sama pada tubuh Danis kepada Pak rt hingga kepalanya merasa terguncang.


Setelah lepas dari guncangan tangan bosnya,danis memegangi kepalanya yang pusing.


"Ga adeknya ga kakaknya biang rusuh!"kesal Pak rt lalu menatap garang kearah Rangga yang sedang mondar-mandir ditempat.


"Emng bener pak triplet ilang?"tanya salah satu warga dengan wajah panik.


"Kesalahpahaman!"jawab pak rt penuh penekanan,"Rangga bisa diem dulu?"


"Engga Pak!,saya ga bisa diem,gimana saya bisa diem saat adik-adik saya ilang,mereka bertiga ilang berjamaah pak,saya takut mereka kenapa-kenapa,saya tau saya kadang ga nurutin kemauan mereka kaya kemarin,itu gara-gara lo Dan!"pekik Rangga menatap garang kearah danis,keduanya beradu tatap.


"Bakal ada adu otot ga ni Pak?"bisik warga.


"mereka itu satu komplotan sama Triplet N,,endingnya pasti plot twist "jawab warga yang ditanya.


"Iya si,tapi ini infonya bener ga sih si triplet ilang?"


"Kata pak rt kesalahpahaman jadi gausah panik, tapi kesalahpahaman kaya gimana sih?"sebenarnya warga juga ikut panik mendengar triplet pembuat rusuh dimanapun keberadaan mereka itu hilang,walaupun mereka selalu membuat ulah tapi ketiga gadis cantik itu berhati baik dan dermawan,walau kebanyakan erorr.


"Ko gue si bos?,,yang salah tuh mereka masa nyuruh gue jemput pake delman segala!"jawab Danis tidak terima.


"Hanya delman Dan!,delman!,pake helikopter aja gue mampu"sentak Rangga.


"Bukan soal mampu ga mampunya bos,tapi maluu gue maluu bawa delman kesekolah,ini jaman moderen bos orang-orang pengen dianter jemput sama mobil mewah,lah adik-adik bos malah minta dijemput sama delman!"sanggah Danis sinis.

__ADS_1


"Itu artinya mereka ga termakan jaman Dan!"jawab kesal Rangga.


"Iya emang!,tapi kenapa ga bos aja yang jemput mereka bos! "tekan Danis.


"Kalo gue yang jemput mereka lo kerja apa dan!"tekan Rangga berkaca pinggang.


"Gue itu asisten bos bukan supir adik-adik bos!"jawab sengak Danis membuat Rangga terdiam setengah berpikir.


" Intinya gue gaji lo dan!,gue kerja buat adik-adik gue,pagi pulang pagi,kepala jadi kaki,kaki jadi kepala cuma buat mereka dan,lo kerja sama gue itu artinya lo kerja sama mereka juga!"ujar Rangga tidak mau kalah.


"Khmm"deheman Pak rt menghentikan debat keduanya dan semua menatap pak rt begitupun warga yang tengah menyaksikan debat pilkada itu,ehh salah debat apa ya?,gatau deh.


"Bisa diam dulu warga-warga ku sekalian!"ujarnya penuh penekanan membuat para warganya mengangguk mempersilahkan,"Saya luruskan kepada para warga yang saya hormati,gadis remaja kesayangan warga kampung ini yang dijuluki Triplet n tidak hilang!"sambungnya membuat mereka menatap Pak rt meminta penjelasan.


"Mereka gaada disini"sambung Pak rt dipotong suara Rangga.


"Itu artinya hilang Pak gimana sih!,adik-adik saya hilang tiga kita malah ngobrol disini,gaada perikemanusiaan sekali kalian?"bentak Rangga membuat Pak rt mendesah.


"Mereka ga ada disini karna mereka lagi dipasar!"sengak Pak rt kesal,"Saya yang minta mereka kepasar beli keperluan memasak ibu-ibu buat makan siang kita!,jadi mereka ga hilang,mereka ditemenin Davri,Farel sama wahyu!"sengak Pak rt membuat Rangga meringis malu dan menatap semua warga disana yang juga menatapnya.


Malu sekali ia sudah membuat keributan dan mengatai para warga tidak berkemanusiaan,rangga menggaruk belakang kepalanya yang tiba-tiba gatal,ahh lupa Rangga belum juga keramas!,ingatkan dia untuk keramas saat pulang nanti pemirsah.


"Eh ngomong dong pak,bapak ngomongnya sih setengah-setengah saya kan jadi panik"ringis Rangga.


"Udah salah nyalahin lagi!siapa yang nyela ucapan bapak tadi hah!"pekik Pak rt membuat Rangga terperanjak lalu mengusap dada.


"Saya pak,maaf lain kali Bapak kalo mau ngomong jangan dijeda gitu dong"ujar Rangga tak mau disalahkan.


"Minta maaf yang bener dong bos!ga sopan banget"cibir Danis membuat Rangga mendelik pria itu.


"Khmm"Rangga berdehem untuk menghilangkan rasa malunya,rasanya ia ingin menghilang detik ini juga,"Bapak-bapak khususnya Pak rt saya minta maaf sudah membuat keributan"


"Gue ga disebut bos?"tanya Danis membuat rangga mendelik pria itu.


"Ya ahli kubur"sebutnya membuat Danis mendengus,"gue masih idup bos"


"Benar tuh Rangga,kamu ga usah takut kamu ga sendiri disini,kami pasti bahu membahu sesama manusia"ujar warga membuat Rangga terharu,sebuah mujizat ternyata ketiga biang rusuh yang sayangnya adik-adik nya itu disayang para warga.


"Makasih bapak-bapak tadi saya panik makanya asal ceplos"ujar Rangga tidak enak.


"Iya kami ngerti ko"saut warga.


"Ini ko malah rumpi?,bukannya kerja ini pasti ulah kamu kan Danis?"pekik ibu-ibu yang berjalan kearah kerumunan para pria.


"Ko saya?,engga ko bu saya ga ajak mereka gibah soalnya lebih enak gibah bareng ibu-ibu"ujar Danis terkikik.


"Yaudah kalian balik kerja sana!"usir ibu-ibu menatap garang kumpulan bapak-bapak itu,"Kecuali kamu Danis"tunjuk nya pada Danis,membuat pria itu menjadi sorotan kaum Bapak-bapak.


"Ikut ibu sini!"ajaknya.


"Ibu mau bawa dia kemana bu?,"tanya Rangga"kalo kejurang kita iklas yakan bapak-bapak?"sambungnya menyeru bapak-bapak seolah berdemo.


Kaum bapak-bapak tau kenapa ibu-ibu itu memanggil Danis,memang seperti itu setiap mereka berkumpul pastilah Danis yang jadi sorotan para ema-ema biang gosip sebab Danis adalah rajanya.


"Bener kata Rangga,jorokin aja kejurang kami iklas biar ditelen buaya sekalian!"jawab perwakilan kaum bapak-bapak.


"Jahat amat sih pak!"desah Danis.


"Biar kamu beramal sama buaya Dan,biar dosa kamu berkurang,kamukan rajanya gosip komplek"tekan bapak-bapak.


"Ih bapak-bapak bilang aja iri,nanti saya disana cuma duduk sambil makan suguhan"ledek Danis,"Kalo bapak-bapakan harus bekerja dulu baru disuguhin"


"Lelaki sejati itu bekerja keras Dan,gaada hasil tanpa usaha!"ujar Rangga membuat Danis berdecih.


.

__ADS_1


.


.


Sedangkan mereka yang menjadi penyebab kericuhan tadi kini sedang diperjalanan pulang dari pasar.


Gaada bentuknya aja bikin rusuh apalagi bentukannya terlihat astagfirullah,warga harus memiliki kesabaran setebal buku matematika,eh atau buku penerjemah bahasa ingris?.


Seperti yang dikatakan Pak rt,mereka tidak pergi bertiga namun berenam dengan tiga anak laki-laki dikampung.


"Enak banget yang jalan sambil jajan,lah kita teraniaya "cibir Wahyu disetujui dua laki-laki di sampingnya.


"Terzholimi banget pokonya,gue nyesel ikut!" cibir Davri.


"Gausah ngerocos,bersyukur aja mereka udah berenti bikin malu!"ujar Farel


Ketiga remaja itu merasa dianianya,tangan ketiganya penuh dengan kresek warna-warni berisi sayur mayur dan lainnya hasil dari acara berbelanja yang sungguh memalukan bagi mereka,sudah tau suka bikin malu ketiganya setuju-setuju saja ketika disuruh pak rt menemani triplet kepasar.


"Ini terakhir kali gue ikut kepasar sama triplet!"sumpah serapah Wahyu.


"Gausah ngomel kalian!,kalian itu bersyukur aja bisa jalan sama bidadari walau hanya kepasar"cibir Naya sipaling waras astagfirullah,mereka beristihfar mendengar Naya dipridikatkan sebagai paling waras.


"Kalo bidadarinya waras mah gue sih alhamdulillah,tapi ini innalillahi "jawab ketiga pria itu mendramatis.


"Kalian itu aneh!" ketiga pria itu menatap Naila penuh tanya.


"Dimana-mana bidadari itu udah innalillahi bukan alhamdulillah" sambungnya membuat mereka menghela nafas,demi kewarasan mereka akan tetap diam.


"Tukang ayam tadi aneh ya kak?"tanya Naila sebari memakan jajannya.


"Bukan tukang ayamnya yang aneh,lo bertiga yang kaga waras!"bisik Wahyu.


"Tapi gue juga penasaransi Wah"ujar Davri.


"Penasaran gimanasi magsud lo?"tanya Wahyu.


" Itu yang ditanyain Naya ke tukang ayam,telur dulu atau ayam dulu yang lahir"ujar Davri membuat Farel berdecih.


"Gausah ikutan ga waras lo!"tekannya pada anak Pak rt itu.


Seperti yang autor katakan ga ada wujudnya aja bisa ngerusuh apalagi ada wujudnya,saat didalam pasar triplet benar-benar membuat keributan hingga bertengkar dengan beberapa pedangang,bukan bertengkar masalah harga seperti ibu-ibu biasanya,wajar saja mereka belum menjadi ibu-ibu.


Triplet hampir diusir pedagang-pedagang yang mereka rusuhi kiosnya saking emosinya,triplet bertengkar dengan tukang ayam,tukang ikan,tukang keong.


Permasalahan dengan tukang ayam adalah pertanyaan Naya yang membuat tukang ayam frustasi,gadis paling waras itu menanyakan siapa yang terlahir lebih dulu telur atau ayamnya dulu.


Saat dijawab telur sebab ayam menetas dari telur,Naya bertanya lagi,jika ayam menetas dari telur maka ayam yang melahirkan telur dari mana?,mereka terus mendebatkan perihal telur dan ayam,hingga pedagang emosi dan mengusir mereka sebari memberikan dua kilo gram ayam sebagai imbalan jika mereka pergi dari kiosnya.


Untuk tukang ikan Nirbitalah pelakunya,setelah diusir penjual ayam Nirbita menghentikan langkah mereka didepan kios penjual ikan,disana ada bak besar tertutup trepal,berisi air dan ikan,disana nirbita memarahi tukang ikan sebab katanya tidak berperikanan sudah membiarkan ikan tenggelam diair.


Penjual ikan mengusir mereka persis yang dilakukan penjual ayam sebelumnya dengan imbalan dua kilo gram ikan sebagai bayaran asal mereka pergi dari kiosnya.


Tiga pria yang mengikuti mereka sangat malu dengan semua kejadian itu,sebelum kejadian memalukan bertambah ketiganya bersekongkol untuk meninggalkan triplet n dipasar,namun karna tidak ingin berujung triplet hilang dan mereka disalah kan,Farel mengusulkan agar hanya dirinya yang berbelanja dan sisanya hanya menunggu.


Dan begitulah keputusan akhirnya,Farel bersyukur bisa mencegah kejadian memalukan selanjutnya namun tidak dengan kedua laki-laki yang bersama triplet,keduanya kembali merasakan hal memalukan.


Kini dari komponen akhir yaitu Naila si bungsu,gadis paling astagfirullah itu membuat rusuh dengan penjual keong yang menjajahkan dagangannya diemperan dengan ruma-rumahan untuk keong itu sendiri.


Naila kekeh hingga memarahi tukangĀ  keong lebih galak dari dua kakak dan kakak sepupunya,dan lebih gila!,Naila ingin membeli keong yang bercangkang warna kuning dan disana tidak ada,hanya ada warna hitam dan coklat,naila terus merengek ingin keong bercangkang kuning hingga akan menginjak-ijak dagangan orang,karna gemas ingin mencekik pelanggannya itulah perasaan sang penjual.


Penjual keong mengusulkan akan mewarnai cangkang keong nya dengan warna kuning,seperti permintaan Naila,tapi Naila itu depinisi dikasih hati minta jantung!,setelah mendapat keong bercangkang kuning,Naila kembali marah-marah hingga mengajak penjual itu gelut.


Jika bisa Wahyu dan Davri ingin hilang detik itu juga,keduanya menyeret Naila yang kekeh ingin gelut dengan penjual keong,sebab penjual keong itu tidak menjual apa yang dia inginkan,padahal ia juga pengen keong.


Keong bercangkang warna kuning yang bisa berubah wujud menjadi gadis cantik yang baik hati,rencananya Naila akan menjodohkan jelmaan keong itu dengan abang sepupunya yaitu Rangga jika abangnya tidak mau masih ada om Danis.

__ADS_1


Autor angkat kaki aja gimana?pusing pala autor liat tingkah Triplet,yang dipengen Naila keong mas!,astagfirullah.


__ADS_2