
Jastin dan kedua temannya melaju kesekolah binus 'bimbingan nusantara' yang jaraknya tidak terlalu jauh dari widudarma.
Sesampainya disana Jastin diteriaki heboh para fansnya.
"Jastin lo ganteng banget sumpah"
"Jastin gue mau jadi pacar lo"hampir semua teriakan itu memuji ketampanan Jastin si badboy sekolah yang masih jomblo, salah satu most warted di sekolahnya.
Jastin,Tom end Jerry bukannya melangkah ke kelas mereka malah melaju ke gudang sekolah tempat utama kebolosan mereka,disana sudah ada geng inti orion lainnya.
Jastin duduk lesehan tidak jauh dari teman-temannya "Baru datang lo bos?" tanya salah satu geng orion.
"Tau nanya!"cibir Jastin yang memang dikenal mulut cabenya.
"Yaelah bos gue kan cuma basa-basi emosian amat si lo"cibir Pedro si penanya tadi.
"Gausah basa-basi muka lo udah buluk dari awal"cibir Tom sebari menyambar kacang panggang bukan digoreng,ko malah iklan.
"Heh bangsul,muka lo kaya lemper"cibir Pedro tidak Terima.
"Diem lo pada!"bentak Javas waketu orion.
Javas beralih menatap Jastin si ketua yang kini memejamkan mata dengan bersandar ditembok,"Lo dari mana dulu bos?"tanyanya.
"Nganter temen"jawabnya tanpa membuka mata.
"Ouh cewe-cewe cantik nan imut menggemaskan tadi temen lo bos?"tanya Jerry membuta geng inti orion menatap Jastin selidik.
"Lo sama cewe tadi bos"tanya Pedro selidik.
"Iya tadi,bos tiba-tiba berenti ditengah jalan eh pas gitu dititipin cewe beh cantiknya menggemoykan"jawab Jerry memekik penuh binar membayangkan wajah imut Naila yang jadi penumpang dadakannya,"Cerewet doang si"gumannya.
"Bener bos?"tanya Javas menyelidik.
"Hmm"Jastin menjawab dengan deheman.
'Tumben lo mau nganterin cewe dititipin kaya gitu lagi,pacar lo bos?"tanya Javas membuat geng inti orion lainnya mendekat kearah ketua dan waketu mereka untuk mengetahui lebih lanjut.
Setau mereka ketuanya itu tidak suka berurusan dengan wanita setelah diselingkuhi pacarnya dua tahun lalu.
"Bukan,mereka anak wddm"jawab Jastin acuh.
"Wddm"beo mereka,"Widudarma magsud lo bos? "Tanya Pedro.
" Iya bener tadi kita nganterin mereka ke wddm kita juga papasan sama geng bisu" ujar Tom membuat mereka menatap pria itu kecuali Jastin yang masih asik memejamkan mata.
"ALGASKAR magsudlo?"tanya Pedro memastikan.
"Siapa lagi kalo bukan ALGASKAR yang ketuanya bisu!"cibir Tom diangguki mereka.
"Lo deket sama siswi wddm bos?"tanya Javas.
" Ketemu beberapa kali doang"jawabnya.
"Menurut gue cewe tadi bisa jadi kunci kita ngancurin ALGASKAR deh"ujar Jerry membuat mereka beralih menatap pria itu dengan heran.
"Magsud lo?,kita gangguin siswi wddm trus ALGASKAR bakal marah gitu,ga mungkin mereka itu bodo amat selama ga ngusik ketenangan geng mereka"ujar Javas mengingat sikap ALGASKAR yang memang tidak peduli dengan siapapun kecuali anak geng mereka yang diganggu maka mereka akan bertindak.
"Kali ini mereka pasti marah ko!,soalnya cewe-cewe tadi kelihatan deket banget sama geng inti ALGASKAR "kini Tom yang bicara mendengar pembicaraan mereka jastin menegakan tubuhnya bahkan matanya tidak lagi memejam,ia terlihat tertarik dengan percakapan mereka.
"Beneran?"
"Bener!,tadi pas kita sampe disana,Gara bahkan narik cewe yang dibenceng si Tom,trus wakilnya narik boncengan gue"ujar Jerry mendengus.
"Bener bos? "Tanya Javas melirik sang ketua.
" Iya,kayanya mereka emang deket,lo kan pada tau si bisu ga pernah deket sama cewe,mereka ga mungkin se peduli itu kalo dia ga punya perasaan sama tuh cewe" jawab Jastin membuat Javas tersenyum tipis.
"Bener!,si Bintang juga susah deket sama cewe setelah cewenya selingkuh sama gue dua tahu lalu"ujar Pedro tersenyum menang ketika mengingat ia berhasil merebut pacar rivalnya itu.
Mereka memang sudah bermusuhan sejak tiga tahun lalu,sejak kedua kumpulan itu berdiri.
__ADS_1
"Gue punya ide bagus"ujar Javas tersenyum miring,"Bos lo deketin aja cewe yang gara suka,lo buat gara patah sepatah-patahnya dengan cara lo pacaran sama crus dia,gue yakin dia akan hancur nangis darah malah pas tau cewe yang dia suka jadian sama musuhnya"
"Kita kan tau si Gara baru pertama kali deket sama cewe gue yakin kali ini ide gue bisa ngancurin ALGASKAR sekali tepuk"sambungnya membuat mereka mengangguk setuju lalu beralih menatap sang ketua menunggu keputusan pria itu.
"Ide si Javas bagus tuh bos"ujar Pedro.
Jastin berdiri dari duduknya dan melegang pergi tanpa menjawab pertanyaan anak buahnya,di sela-sela langkahnya ponselnya berdering singkat menandakan ada pesan masuk.
Saat dilihat ternyata pesan chat dari Naya yang mengatakan kalo pria itu tidak boleh bolos,ya mereka bertukar pesan sejak acara pertemuan kedua mereka di halte bus.
Jastin tersenyum miring masih menatap layar ponselnya lalu membalas chat, 'gue udah dikelas'bohongnya membalas chat padahal ia masih di Koridor.
"Lo masuk dalam pertemanan yang salah" gumannya sangat pelan hanya didengar dirinya saja.
Disisi triplet sejak kejadian tadi pagi,dimana mereka diantar oleh geng orion mereka terus dicecar dengan pertanyaan dan juga larangan oleh geng inti ALGASKAR.
"Kalian bisa diem ga sih?,ngerocos mulu dari tadi!" sentak Naya kesal.
"Kita ngomong artinya peduli sama kalian,kalian bisa ga sih ga usah buat rusuh mulu!"cibir Farel dengan tatapan tajam.
"Siapa yang buat rusuh?"tanya Naila sebari mengerutkan dahinya,"Perasaan kita dari tadi cuma dengerin ceramahan kalian doang"
"Kalian ga boleh deketĀ sama anak orion walaupun itu pertemuan tidak sengaja,kalian menghindar pas ketemu mereka!"kini Bintang yang berbicara,sungguh saat ini Naya ingin sekali memukul satu-persatu kepala pria-pria itu jika dua saudarinya tidak mengapit nya sejak tadi.
Naya mengepalkan tangannya dengan mata memerah,gadis paling waras diantara triplet itu mudah tersulit emosi jika tidak cepat-ceoat ditenangkan maka akan ada keributan.
"Mereka itu bukan manusia baik-baik!,kalian harus jauhin mereka! "kini Rezaldi juga ikut bicara sedangkan Gara sejak tadi pria itu tidak kelihatan entah kemana.
"Bener tuh,mereka pasti cuma mau manfaatin kalian doang! " cibir Devan disetujui teman-temannya.
"Mereka itu brengsek"suara gebrakan menghentikan suara Aril.
Brak.
Naya menggebrak meja kantin lalu berdiri dengan wajah garang,"Kalian siapa hah? " bentak Naya berang membuat kedua saudarinya menghela nafas,sudah dipastikan akan ada masalah setelah ini.
"Ayah?,abang?,adik?,sepupu kami?,bukankan?, kalian ga berhak nuntut kami buat melakukan apa yang kalian mau,kalian bukan siapa-siapa kami!"sentak gadis itu membuat mereka terkesiap.
Deg
Naya menyela ucapan Farel,"Cuma sahabat kan?,lo ga berhak mutusin hidup kami! "
Damm
Farel terkesiap dengan gadis paling waras diantara dua saudarinya itu,gadis itu memang menyebalkan,keras kepala,dan emosian, tapi anehnya gadis itu juga bisa menjadi pendiam di situasi tertentu.
"Gue ga magsud mutusin hidup kalian,kalian bebas berteman sama siapa aja,berhubungan sama siapa aja terserah kalian,tapi gue gamau kalian kenapa-napa,kalian belum tau gimana brengseknya geng orion"ujar Farel menggebu sebari mencoba sabar terlihat dari dirinya menghela nafas beberapa kali saat berbicara.
"Emangnya kalian ga bresngsek?"tanya Nirbita dengan wajah polos.
"Kita ga seberengsek itu ita,ya kita akui kita emang sering tauran sering balap liar,tapi itu juga karna ada yang nantangin kami,kami ga pernah ada niatan buat masalah sama siapapun itu,kami hanya menjaga harga diri kami aja"ujar Bintang disetujui teman-temannya.
Nirbita menganggukan kepala mendengar perkataan bintang,"kakak bisa jelasin keberengsekan apa yang mereka buat dan ga kalian lakuin?"tanya Nirbita kini menjadi atensi.
"Menurut kalian balap liar,tauran bukan hal yang brengsek,terus apa yang kalian magsud brengsek?"sela Naya dengan wajah marah.
Deg
"Menurut kalian brengsek itu kaya gimana?, hah jawab!"bentak Naya dikantin suasana menjadi sepi sejak naya menggebrak meja,"Brengsek itu saat mereka mempacari seluruh murid sekolah,merebut kekasih orang lain, atau mencibir teman sendiri,atau saling meledek?,menurut kalian bresngsek itu kaya gimana?,hah jawab!"Naya semakin menggebu.
Deg
Rezaldi terbungkam dengan perkataan Naya sepertinya ia harus mempercepat pensiun dari keplayboyan nya nanti.
"Nay,lo ga bakal paham yang kami magsud, lo turutin aja apa kata kami,demi keamanan kalian!"ujar Farel.
Farel ingin menjelaskan magsud dari kemarahan mereka, saat triplet bersama geng orion tapi mengingat mereka bertiga adalah triplet maka akan sangat sulit memperjelasnya,triplet itu biar rusuh yang masih polos.
"Keamanan? "Beo naya sebari terkekeh,"Lo bisa menjabarkan magsud dari keamanan itu Rel?,,lo tau bukan musuh lebih bisa dipercaya dari pada teman!,,lo ga bisa cegat takdir Rel!,jika allah sudah berkehendak maka itu akan terjadi,,gue ngerti ko magsud kalian,makasih udah menghawatirkan kami" ujar Naya sebari menghela nafas mengatur emosinya yang sudah diubun-ubun.
"Makasih udah ingetin gue Rel,kalian ga perlu menghawatirkan kami lagi,gue udah dapet pencerahan dari dia"Naya menunjuk Farel dengan dagunya lalu menarik kedua saudarinya pergi.
__ADS_1
Mereka menghela nafas bersama tanpa disadari siapapun seseorang tengah mendengarkan pertengkaran mereka sejak tadi,tangannya mengepal hingga kuku tangannya menancap dikulit.
Farel berdiri dari duduknya sebari menghela nafas,"Mau kemana lo?"tanya Aril.
"Cari angin!"jawabnya berlalu.
"Cih angin dicari pas masuk angin minta dikerokin!"cibir pria itu lalu mendengus sebab ditinggal seorang dikantin.
Setelah kejadian dikantin wajah Naya terus menekuk,gadis itu hanya keluar kelas untuk menemui dua adiknya dikelas mereka,setelah itu mereka diam disana tanpa ada niatan ke kantin untuk makan siang.
"Kita ke kantin yu"ajak Agnes dengan senyum manisnya
Nirbita menghela nafas barulah menjawab"Duluan aja nanti kita nyusul"
"Oke,kalian beneran nyusul kan?"tanya Agnes setelah dua langkah bergerak.
"Hmm"
"Yaudah gue duluan ya,gue tunggu dikantin"ujarnya berlalu.
Nirbita dan Naila beradu tatap saling berkomunikasi lewat batin yang hanya diketahui masing-masing saja,serempak mereka melihat naya yang sedang menyandarkan punggungnya digembok dikursi Davri sebari memainkan ponselnya,tidak seperti biasanya.
"Kakak gapapa?"tanya Naila sebari memegang dahi naya.
"Gapapa"jawab Naya.
"Beneran?"tanya Nirbita memastikan bahkan ikut menyentuh dahi naya.
"Iya,kalian kenapasi?"heran Naya sebari menyingkirkan tangan kedua adiknya di dahi.
" Aneh aja,tadi pas kakak nyamperin kita muka kakak kaya cucian kehujanan,terus pas natap hp kakak senyum sendiri aneh!"cibir Naila membuat Naya menggaruk lehernya.
"Kesurupan!"cibir Nirbita membuat Naya menatap kesal gadis itu.
"Enak aja,kakak ga kesurupan ya!,kakak tadi liat vidio lucu dihp"elaknya sebari mendengus.
"Vidio apa kak?,mau liat!"rengek Naila sebari mencondongkan wajahnya ke arah Naya dan langsung ditahan gadis itu.
"Udah ga ada!"ujarnya sebari menjauhkan ponsel dari wajah Naila.
Naila cemberut tidak bisa melihat vidio yang dimagsud Naya padahal gadis itu hanya mengelak jelas-jelas ia sedang bertukar pesan dengan seseorang,Nirbita menatap curiga pada sang kakak sepupu lalu beralih menatap Naila.
"Ila ga laper?"tanyanya membuat Naila menatap langit-langit.
"Laper sih"gumannya sebari memegang perut, "Tapi kakak ga mau ke kantin,kalian takut ada kak sosis ya?,terus ngomel lagi kaya tadi pagi!"
"Iya kak sosis kalo udah ngoceh kaya kereta panjaaaaaang" jawab Nirbita sebari memanjangkan kata panjang yang ia sebutkan.
"Kan karel kereta api tu tut tut" cibir Naila membuat kedua saudarinya terbahak.
"Bener"
"Mending kamu belum cilok yang biasa aja!,nih aku nitip" Nirbita merogoh saku seragamnya dan mengeluarkan uang dua puluh ribu.
Naila mengambil uang dengan semangat,"Ongkirnya lima belas ribu,kak Naya mau nitip? "
Nirbita mencibir mendengar ongkir yang Naila ucapkan sungguh perhitungan sekali.
"Mau,pake uang itu tapi"jawab Naya sebari menunjuk uang ditangan Naila dari Nirbita tadi dengan dagu.
"Huh ga modal"cibir nya sebari melegang pergi dikelas kini hanya ada Naya dan Nirbita.
"Kakak boleh tanya?"tanya Nirbita hati-hati membuat Naya menatap heran adik sepupunya ini.
Naya mengangguk sebari menjawab"Iya,mau tanya apa?"
Nirbita menghela napas,"Kenapa tadi kak sosis sama temen-temennya ngomelin kita pas liat kita datang sama kak jus?"tanya Nirbita sebab ia tidak tau apa alasan mereka marah apa benar hanya karna melihat mengantar,tapi itu hal yang wajar bukan jika hanya mengantar?.
Naya menaruh ponselnya diatas meja lalu mengusap rambut sang adik sepupu sebari tersenyum,"Farel cuma khawatir sama kita"
"Kenapa?"
__ADS_1
"Farel itu termasuk geng inti algaskar ita taukan?"tanya Naya dianggukin kepala sebagai jawaban'iya dari Nirbita,"dan geng ALGASKAR itu punya musuh bebuyutan,yang kakak tau mereka musuhan sama geng orion,nah maka dari itu Farel sama temen-temennya ngomelin kita,mereka takut geng orion jadiin kita sebagai alat kejahatan mereka sama geng ALGASKAR,apalagi mereka tau kita deket sama geng inti ALGASKAR"jelas Naya dengan nada lembut.
Satu sekolah sudah tau bahwa geng ALGASKAR dan orion bermusuhan semua itu sudah tersebar sejak Naya kelas satu sma,itu artinya sejak mereka disekolah ini,mungkin hanya Naila dan Nirbita saja yang tidak tau sebab mereka tidak suka melihat hal yang berbau tauran,takut sang kakak akan mengomel!.