DIARY TRIPLET N

DIARY TRIPLET N
Cupang tapi bukan ikan


__ADS_3

"Sini kamu pak!"


"Jangan lari!,kamu harus tanggung jawab!"


"Aku pasti tanggung jawab ko sayang pulang dari sini aku langsung kerumah buat lamar kamu"


"Bapak udah berani *****-***** saya,sebelum saya buat babak belum jangan harap bisa lepas!" teriak Fricia menggelegar sebari memegang sapu mengejar Rangga yang berlari tunggang langgang menghindari kemarahan kekasih tercinta.


"Aaaa sabar yang sabar,,aku janji bakal tanggung jawab,sabar yang,


Tahan jangan emosi!" pinta pria itu sebari terus menghindari ******n manja dari sapu nenek sihir andai ******n bibir Fricia akan ia terima dengan suka cita.


"Sabar mulu kapan marahnya,,kejar aja kak,kasih paham biar tau rasa" saut Naya memanasi keadaan.


Rangga dan Fricia sedang kejar-kejaran ditonton geng Algaskar juga Triplet dan Antariksa,,, kedua orang dewasa itu bak flm india tinggal dipasangi lagu kuc-kuc khotahe maka komplit sudah seperti kajol dan salman khan,   Romantis.


Ups lupa bahkan disana ada geng Orion,,Jastin melihat status wa Naya yang otw turing tanpa berlama-lama Jastin menyusul bersama gengnya,, yang kini jantungan adalah Antariksa,kanan kiri depan belakang adalah jurang,kemana-mana ia memakai penutup wajah agar tidak ada mengenalinya,,sungguh nelangsa menjadi Antariksa.


Sudah kaya narapidana yang kabur saja!.


Dari pertengkaran dua orang itu mereka yakin Rangga sudah melakukan kesalahan hingga membuat Fricia dilanda kemarahan di pagi yang cerah ini.


Soal *****-*****?.


Perjalanan turing kemarin alhamdulillah berjalan lancar pagi ini mereka masih dibandung menginap divila yang sudah Gara siapkan sebelumnya.


"Om pinjem HP om" pinta Nirbita sebari menggeladahkan tangannya.


"Lo kebiasaan banget sih,kan lo punya HP sendiri kenapa minjem mulu si heran gue!"gerutu Antariksa dengan kebiasaan keponakannya yang suka sekali meminjam ponsel miliknya,padahal gadia itu juga memiliki dengan logo yang sama hanya beda warna saja.


"Pake punya aku aja nih Bi" ujar Gara ikut dalam percakapan dua saudara itu membuat Antariksa mendengus.


"Gausah,nih pakek punya om tercinta lo aja" sinis Antariksa sebari mendorong ponsel yang disodorkan Gara pada keponakannya dan memberikan miliknya.


"Pake HP kak Gara aja,hp om gaada kuotanya" tolak Nirbita kesal dengan mercakan om berondong nya diawal,gadis itu mengambil ponsel Gara,"Ita pinjem sebentar ya kak"ijinya diangguki Gara sebari tangannya hendak mengelus rambut Nirbita.


Hap


Sebelum tangan Gara mengenai rambut Nirbita tangan Antariksa lebih dulu sampai di rambut keponakannya itu,,,jadilah kini tangan Gara berada diatas tangan Antariksa dikepala Nirbita,kedua orang itu bertatapan tajam seolah saling menembak leser,hingga suara nyanyian membuat mereka menatap Nirbita dengan helaan napas panjang.


Nirbita menyetel soundtrack india untuk mengiringi adegan lari-larian Rangga dan Fricia membuat mereka seketika menatap kearah suara dengan tatapan cengo.


"Kenapa larinya berenti?,padahal ita udah setel lagu india biar kaya film"


.


.


.


Kemarin mereka sampai dibandung sudah sangat amat lelah dan memilih langsung mengistirahatkan badan divila tanpa sempat ber jalan-jalan dulu dan hari ini mereka akan memuaskan ber jalan-jalan di kota kembang yang penuh sejarah ini.


Hanya saja kondisi tidak konduktif terus terjadi diantar geng Algaskar dan geng Orion,dua geng itu terus bersitegang walaupun sudah menjaga emosi.


Mereka dipaksa bersama walau tak ingin,alah lebay.


Geng Orion sengaja mengikuti geng Algaskar untuk mencari celah menghancurkan mereka,perkumpulan remaja itu sudah diselimuti dendam aneh sekali bukan!,,,, Jastin tidak peduli dengan kericuhan geng nya ia hanya pokus mencuri waktu dengan Naya ketika hanya ada Rangga yang mengawasi,,,Rangga harus menjaga empat gadis sekaligus nyatanya Fricia yang sudah dewasa malah semakin jelalatan ketika melihan cowo ganteng,,dipikir Rangga tidak ganteng apa?!.


Rangga tidak seutuhnya menjaga triplet ia sudah membagi tugas sepertin waktu itu,jika dulu Naila dijaga Elesky maka sekarang Rangga yang jaga,dan Naya dijaga Danis karna Antariksa meminta tukar dan memilih menjaga Naya,,gadis itu yang perlu penjagaan ekstra kali ini ya walaupun Antariksa dagdigdug ser takut ketahuan bos geng nya itu,,,bisa kacau,tapi bagaimana lagi hanya Naya yang dalam bahaya sekarang.


Orion ingin menjadikan Naya batu loncatan menghancurkan Algaskar dan Antariksa salah satu anak Orion walaupun begitu tidak akan ia biarkan ada yang menyakiti para sodaranya itu!.


"Lo siapasi? ngintil mulu dari tadi,,sana lo pergi nih gue bayar!" usir Jastin menyogok agar bisa berduaan dengan Naya.


Uang merah lima lembar,karna yang Jastin sogok tidak bergeming,Jastin menambah uangnya menjadi lima belas uang merah.


"Duit-duit-duit" oceh Antariksa dalam hati tergoda,"Tahan-tahan nyawa Naya ga bisa ditukar sama duit tahan"gumannya menguatkan diri walaupun beberapa kali meronta ingin mengambil uang itu.


"Alah duit segitu gue juga punya" cibir Antariksa berbeda dengan bisikan setan yang meminta mengambilnya.


"Ouh kurang ngomong dong,,sini gue tranfer nih tulis norek lo!" ujar Jastin menyodorkan ponselnya.


"Gaya lo,padahal masih beban keluarga so-soan mau nyogok ahli waris orang kaya" cibir Antariksa merasa direndahkan tentang uang.


"Suka-suka gue lah,,orang tua kerja buat anaknya bebas kan kalo gue pake duitnya"


Antariksa menatap kesal kearah bosnya itu yang tidak tau sosok yang ia sogok adalah salah satu anak buahnya,"Iya emang orang tua kerja buat anaknya,,orang tua kerja sampe kaki jadi tangan,tangan jadi kaki, tapi anaknya malah menghambur-hanburkan uang tanpa memikirkan rasa lelah orang tua,,,bapak lo kerja buat mencukupi makan sama pendidikan lo bukan mencukupi lo buat poya-poya,,kalo punya duit bayak tuh sedekahin!"oceh Antariksa ceramah,"Bukan malah jadi ajang sombong!"

__ADS_1


"Gue ga sombong lo aja yang iri!" dengus Jastin terpancing emosi.


Antariksa siap menyanggah ucapan Jastin"Diam!,sama-sama beban keluarga itu yang akur gitu loh"sela Naya mencibir sebari menarik kedua tangan dua remaja yang terus saja cekcok itu untuk ketempat yang ingin Naya kunjungi,jika membiarkan mereka berdebat tidak akan ada habisnya,bisa-bisa Naya menghabiskan waktu dibandung hanya untuk mendengar perdebatan tidak bermutu mereka,,,enak saja Naya tidak mau!.


Disisi Bintang sepertinya hari ini dewi fortuna mendukungnya karna keberuntungan menghampiri,Rangga tidak pokus pada Naila membuatnya memiliki kesempatan untuk membawa kabur gadis itu,sudah author bilang akan ada waktunya untuk Bintang dan Naila..


Rangga lebih pokus pada Fricia yang masih marah padanya masalah pagi tadi,soal *****-*****,,Fricia masih marah padanya jika terus dibiarkan hubungan yang seumur jagung ini bisa dalam bahaya, tidak boleh!.


Ya Rangga Menyelinap masuk kekamar triplet dimana aja Fricia juga disana..


Rangga tidur disisi Fricia iseng-iseng Rangga mencium seluruh wajah Fricia dari dahi,pipi bahkan bibir gadis itu,,iseng-iseng menjadi bablas karna Fricia tidur seperti adik-adiknya simulasi mati! Untung bablas nya ga sampe buka-bukaan hanya membuat kissmark dileher saja.


Lima warna ungun dileher Fricia,Rangga lah pelakunya!,Fricia menaruh dendam pada kekasihnya itu.


Untuk Gara lebih mudah karna simata duitan yang menjaga kesayangannya,,tinggal kasih duit masalah pun kelar,,Danis bisa menikmati kota bandung dengan tenang sekaligus dapat duit,dan Gara bisa berduaan dengan Nirbita,mutualisme.


Dikota bandung yang tidak bisa berduaan selain jomblo juga Jastin yang setatusnya masih digantung Naya,untung ga mati,Jastin tidak dibiarkan berduaan oleh Antariksa,tidak akan!.


Mereka kini berada disalah satu wisata yang terkenal dikota bandung dan memisahkan diri untuk menikmati wisata ini.


Agnes berduaan dengan Devan walau matanya sesekali melirik kearah seseorang yang ia sukai selama ini,tapi hanya bisa menyukai dalam diam.


Vania tentu saja dengan pacarnya siapa lagi bukan Farel,,,sepertinya Vania belum sadar-sadar dari khilafnya,eh.


Risa bersama Aril dan Rezaldi jika tidak bersama mereka maka Risa tidak tau akan bersama siapa,mengingat Risa hanya punya Triplet sebagai teman,ia setuju ikut juga karna mereka bilang Triplet akan ikut jadi dari pada dirumah sendiri mending ikut saja,rencananya saat dibandung ia akan mengekori Triplet saja,tapi sekarang Triplet digondol cemceman mereka alias gebetan.


Huh Risa ditinggal oleh keluarganya untuk berjalan-jalan di Paris sungguh nelangsa nasibnya,anak kandung dirawat layaknya anak angkat dan anak angkat dirawat seperti anak kandung,,,huh nasib!.


"Kak aku heran deh kata kak Fricia abang bikin ****** dileher kak Fricia,,,ko bisa ya?,aneh kan?,abang kan bukan duyung yang bisa lahirin ******,ko abang bisa bikin ****** dileher kak Fricia" aneh Naila bertanya pada Bintang,,apapun yang ada diotak Naila tidak akan pernah bisa dipendam.


Bintang celingak-celinguk meringis malu ketika ucapan Naila yang absur dengan suara lumayan terdengar orang disekitar,,"Kita gausah bahas itu ya Naila,,kamu mau beli itu ga buat oleh-oleh"ujarnya mengalihkan pembicaraan agar Naila tidak bertanya hal frontal seperti tadi,,otak suci Naila ternodai perkataan Fricia tadi tentang ****** dileher.


****** tapi bukan ikan


Naila emang ppkm polos-polos kaya mony*t,ia suka nonton drakor ataupun dracin delapan belas plus tapi kalo masalah adegan delapan belas plus suka ia skip karna takut,,Naila takut otaknya yang suci ini ternodai lebih rinci lagi, sayangnya malah punya abang yang ga sabaran belum sah aja udah nyosor layaknya soang.


Naila yang emang mudah dialihkan mengangguk antusias mereka langsung mampir ke pedagang asongan pernak-pernik,"Wah ayam pelangi"pekik Naila antusias ketika matanya tak sengaja melihat penjual anak ayam warna-warni.


"Kak Ila mau beli ayam pelangi,selama di bogor aku udah nyari kanan kiri tapi ga ketemu penjualnya,,,Ila kan pengen beli tapi penjualnya malah musuhin Ila sampe ga mau ketemu" oceh nya sebari menarik Bintang kearah penjual ayam pelangi alias ayam yang diwarnai berbagai macam warna.


"Yaudah kita beli,,kamu pilih mau warna apa?" ujar Bintang.


"Ko jadi induk ayam si pak Ila kan maunya berubah jadi sapi"ujar Naila tidak terima jika anak ayam itu tumbuh menjadi induk ayam.


Penjual ayam pelangi alias warna-warni tergelak,"Aya-aya wae ai neng,mana aya hayam gedena jadi sapi,atuh hayamah tetep jadi hayam, neng mah ngalawak,(ada-ada aja neng,mana ada ayam besarnya jadi sapi,kalo ayam tetep jadi ayam,neng ngalucu).


"Ih kata ka Ita anak ayam pelangi besarnya bisa jadi sapi pak" kekeh Naila.


"Hente atuh neng mana aya hayam gedena jadi sapi nyiluman sugan,(engga neng mana ada ayam besarnya jadi sapi emang siluman)"


"Ko nyuliman sih pak?,itu anak ayam bukan siluman"


"Saha nu ngomong eta siluman neng eta emang hayam,,atuh si neng aya-aya bae hayang miara hayam nu gedena jadi sapi,moal aya neng,(siapa yang bicara itu siluman neng,itu memang ayam,,atuh neng ada-ada aja mau pelihara ayam besarnya jadi sapi,ga ada neng)"


Perdebatan antara Naila dan penjual ayam pelangi tidak terelakan membuat Bintang memijat pelipisnya,"Naila yang cantik jadi ga beli ayam nya?"tanyanya menengahi perdebatan antara Naila dan penjual yang tidak ada yang mau mengalah.


"Jadi,tapi mau yang besarnya jadi sapi bukan induk ayam kak" rengek Naila kekeh ingin anak ayam pelangi yang besarnya menjadi sapi.


Mana ada!,,kalopun ada pertenak ayam akan kaya mendadak karna memelihara ayam yang besarnya berubah wujud menjadi sapi.


"Yaudah beli aja dulu kita liat nanti besarnya jadi apa" ujar Bintang seadanya ia hanya ingin segera pergi dari sana sejak tadi mereka menjadi tontonan pengunjung lain karna perdebatan Naila dan penjual.


Rasanya Bintang ingin menghilang berdua dengan Naila sekarang juga,,lumayan bisa berduaan terus hehe.


Naila mengangguk setuju,"Awas aja kalo besarnya ga jadi sapi Ila balikin sama bapak nya!"ancamnya di iyakan saja pak penjual.


Lumayan juga jika Naila mengembalikan ayam yang ia jual dari anak sudah menjadi induk.


"Nya neng bapak tungguan didie,(iya neng bapak tunggu disini)" jawab pak penjual baru kali ini ia melayani pembeli aneh kaya Naila,biasanya ia hanya akan memperdebatkan soal harga,lah anak remaja satu ini malah meributkan hal aneh yang tidak terlintas dikepalanya.


"Satunya berapa pak?" tanya Bintang guna untuk membayar ayam pelangi yang naila inginkan dan segera pergi dari sana.


"Lima belas ribu A" jawab pak penjual.


"Engga!" tolak Naila membuat kedua pria beda usia itu menatap naila,"Harganya ga oke,,Ila mau tiga puluh dua ekor"sambungnya membuat Bintang dan pak penjual saking tatap.


"Sama aja!" ujar mereka hanya diucapkan dalam hati agar tidak memperpanjang ocehan tak bermakna Naila.

__ADS_1


"Kamu mau beli berapa Naila? " tanya Bintang sudah sejak tadi menebalkan wajah untuk menemani Naila.


"Ila mau enam aja warnanya mau merah,kuning, hijau,biru,ungu dan pink" jawabnya.


"Ini cuma ada warna merah,pink,kuning, sama hijau neng" ujar pak penjual menunjuk ayam yang sudah ia warnai sesuai warna yang biasa sebutkan tadi.


Naila mencebik,"yaudah itu aja gapapa asal harus enam ekor trus gedenya jadi sapi!"kekehnya membuat pak penjual membeo.


"Jangankan jadi sapi jadi dinosaurus aja bisa neng" ujar jengah pak penjual sebari memasukan enak ekor ayam ke kandang khusus untuk pembeli yang sudah ia siapkan.


Naila terbengong tadi anak ayam berubah menjadi induk ayam karna Naila ingin menjadi sapi dan pak penjual bilang lagi katanya bisa berubah jadi dinosaurus,hebat juga ternyata anak ayam bisa berubah menjadi apa saja.


"Ini uangnya pak" ujar Bintang memberikan uang berwarna merah pada bapak penjual,"Sisanya ambil aja pak,permisi"sambungnya sebari memegang tangan Naila dan tangan kirinya memegang kandang ayam mini.


"Terimakasih A semoga perjalanannya aman dan nyaman juga selamat dan juga adeknya diberi kesehatan,dan juga semoga anak ayamnya berubah jadi sapi kalo udah gede" ujar pak penjual mendoakan sekaligus menyindir Naila yang ia pikir adik dari Bintang.


"Bocah gemblung!" cibir penjual merutuki kehebohan naila yang membuatnya pusing,baru kali ini ia dihadapkan pembeli kaya Naila, semoga kedepannya tidak ada Naila-Naila lainnya yang menjadi pembeli dagangannya ini.


.


.


.


Dikota kelahiran Rangga maupun triplet, Bu Kasih dan Pak Jeje baru kebali dari Singapura atas perjalanan bisnis mereka kemarin,padahal jika bisa lebih enak tinggal disana tanpa pusing-pusing mendengar keributan yang dibuat Triplet,,anak mereka sendiri!.


Sayangnya mereka sangat menyayangi bocah-bocah kematian itu hingga tidak sanggup jika harus meninggalkan mereka,jika bisa bahkan para orang tua selalu ingin menemani anak-anaknya disetiap keadaan.


"Mereka emang gaada habisnya bikin kehebohan,,terus kenapa mba ga ngasih tau aku soal Nirbita minggat dari rumah?"ujar Bu Kasih kini tengah mendengarkan kelakuan Triplet ketika ia tinggal ke Singapura menemani sangat suami bekerja.


"Aku mana inget soal begituan mba,,jantung aku rasanya udah copot detik itu juga" curhat Bu Putri


"Iya juga sih,,syukur deh kalo mereka udah baikan aneh juga sih Naila sama Nirbita bisa berantem selama itu" ungkap Bu Kasih selaku orang yang hampir dua puluh empat jam bersama triplet,,ia mengetahui semua kebiasaan anak-anak itu begitupun Bu Putri.


"Aku juga bingung mba,,kayanya mereka nyembunyiin sesuatu dari kita deh mba" ujar Bu Putri mengungkapkan kecurigaan pada triplet beberapa hari ini.


"Nyembunyiin sesuatu?" beo Bu Kasih sebari termenung,"Kayanya mereka merencanakan sesuatu sih mba lebih tepatnya"sambungnya disetujui Bu Putri.


"Eh iya mba aku hampir lupa ngasih tau ini sama kamu,,,Rangga udah jadian sama Fricia" ujar Bu Putri heboh.


"Beneran mba?" tanya Bu Kasih berbinar melihat kakak iparnya itu mengangguk membuat bu kasih girang bukan main,,layaknya mendapat lotre satu M,"Aaaaa kita bakalan punya mantu"teriak mereka heboh.


"Mba kalo gitu kita harus segera lamar Fricia buat Rangga hari ini juga" usul Bu Kasih dengan semangat menggebu-gebu,memikirkan ia akan segera mendapatkan menantu lalu cucu kebahagiaannya memuncak,bagi seorang ibu melihat anaknya menikah adalah suatu keberuntungan,,walaupun Rangga tidak terlahir dari rahimnya pria itu tetep anaknya begitupun pemikiran Bu Putri.


"Aku si yes mba,tapi emang gapapa ngelamar tanpa bawa calonnya?" tanya Bu Putri setuju.


"Gapapa mba ini acara lamaran orang tua,magsudnya hanya pembicaraan antara orang tua doang,,kalo orang tuanya Fricia setuju baru kita adain acara lamaran resminya"


Bu Putri mengangguk,"Kalo orang tua Fricia ga setuju gimana?"tanyanya khawatir karna belum mengenal orang tua Fricia tapi bu Putri yakin Fricia bebet,bobotnya dari keluarga baik-baik walaupun jika bukan dari keluarga baik-baik,,akan Bu Putri terima jika Rangga sudah memantapkan hati untuk gadis itu,,yang menikahkan Rangga jadi ia tidak akan terlalu mengekang pria itu.


Berbeda dengan Bu Putri yang merasa khawatir lamaran putranya ditolak maka bu kasih kebalikannya,,"Tenang aja mba,, usaha tidak akan mengecewakan hasil,,,kita pake perhiasan yang banyak sekalian!"usulnya.


"Buat apa mba?,nanti kita disangka pamer"


"Buat bukti mba!,,kalo orang tua Fricia liat kita pake banyak perhiasan itu artinya kita makmur dalam segi ekonomi,jadi mereka ga akan menghawatirkan anaknya yang tidak akan ternafkahi karna nikah sama Rangga"


.


.


.


Waktu sudah malam acara hari ini berjalan lurus dengan banyak batu krikil yang menghalangi langkah..


Waktu bukan hanya malam tapi sudah tengah malam,untuk mengembalikan stamina yang terbuang hari ini mereka sengaja tidur lebih awal dari jam biasanya agar besok pagi tubuh sudah kembali bugar dan siap pulang.


Ya Algaskar dan rombongan berencana untuk pulang besok pagi,semoga selamat sampai tujuan.


Angin sepoy-sepoy membuat suasana malam yang dingin semakin mencekam,lampu-lampu yang menyinari malah terkesan menyorot satu titik dan membiarkan yang lainnya dalam kegelapan.


Seseorang dalam gelap berjalan tergesa-gesa menghampiri motor-motor yang terparkir rapih dihalaman vila,orang tersebut berjalan cepat kearah moge yang sudah ia incar,tanpa berlama-lama orang yang memakai upluk dikepalanya celingak-celinguk untuk menilai situasi setelah merasa aman,pria itu berjongkok disamping moge itu dan mengutak-atik nya hingga suara klik-klik terdengar begitu nyaring dimalam yang sunyi ini.


Srett


Suara benda tergunting begitu lirih membuat pria yang melakukan  itu tersenyum miring sebari berguman,"Lo bakal pulang!,,jiwa lo bakal benar-benar pulang hingga mereka hanya mengingat nama lo doang,,,selamat tinggal Gara Gavion"gumannya tersenyum miring


Pria itu bangkit dari jongkoknya setelah menyembunyikan gunting kedalam saku hodie yang ia pake untuk memutus rem motor milik Gara ketua dari Algaskar itu,lalu menepuk kedua tangannya untuk menghilangkan debu yang menempel,,tanpa bersalah pria itu kembali masuk kedalam villa dengan tenang agar tidak ada yang mencurigainya,villa yang sudah disiapkan ketuanya Orion.

__ADS_1


"Satu persatu anak Algaskar bakal mati!"


__ADS_2