DIARY TRIPLET N

DIARY TRIPLET N
Awal baru


__ADS_3

Triplet menelaktir geng inti ALGASKAR makan,mereka bahkan membawa makanan itu kebelakang taman sekolah sesuai keberadaan mereka.


Disana juga ada Davri dan Wahyu yang ikut diajak triplet.


"Hmm ada apa gerangan kalian berbaik hati para putri-putri-putri?"tanya Davri mendrama.


"Ouh rakyat jelataku kami ini tengah senang, dan ingin membaginya dengan kalian"jawab Naila ikut mendalami peran,seolah putri dan rakyat nya.


"Hayo kalian seneng kenapa?,uang jajan kalian ditambah?"tanya Wahyu antusias mereka kini sudah menyelesaikan acara makan mereka.


"Mmm"Naila hanya berdehem lalu menatap Wahyu,"Hayo nungguin yah"


Doeng.


"Ingin ku tampol sekali"oceh Wahyu sebari mendengus kesal.


Mereka yang lain terbahak kecuali Gara yang hanya memperhatikan Nirbita.


"Makanya gausah kepo!"cibir Aril.


"Gue undur diri deh"celetuk Rezaldi membuat mereka menatap heran playboy cap kadal itu.


"Sana gaada yang mengharapkan kehadiran anda ko"ujar Naila membuat mereka terbahak kecuali Rezaldi yang mendengus dan Gara yang minim ekpresi.


"Ck setiap gue deket kalian di ulti mulu perasaan,gue punya salah apasih sama kalian cantik?"tanya Rezaldi menekan kata cantik didalamnya.


"Gatau tapi setiap liat muka kakak tuh rasanya pengen bejek kaya ngulek cabe gitu"jawab Naila sebari menirukan gaya mengulak ditangannya membuat pria itu meringis.


"Ulek aja biar wajahnya jadi bagusan dikit"cibir Bintang.


"Muka gue udah ganteng!"sinis Rezaldi.


"karna lo playboy rez,jadi setiap liat muka lo bawaannya emosi bener ga gaes?"ujar Aril membuat mereka mengangguk setuju kecuali Rezaldi.


"Iya so-so an jadi playboy padahal masih lahir dari rahim wanita"ujar Nirbita membuat mereka menatap gadis itu penuh tanya.


"Gimana nih magsudnya?"tanya Farel.


"Kita semuakan lahir dari rahim wanita tapi kalian sebagai cowo malah suka nyakitin hati wanita,ga punya rasa terimakasih sekali"cibir Nirbita menjelaskan,"Kalian tuh kalo mau jadi playboy seharusnya kalo udah terlahir dari rahim pria baru terserah mau nyakitin wanita juga,tapi ini kalian masih lahir dari rahim wanita udah diperjuangin wanita buat merasakan kehidupan dunia tapi pas udah gede malah suka nyakitin hati wanita"sambungnya menggebu.


"Pria mana bisa melahirkan Nirbita!"ujar Rezaldi.


"Udah tau tapi kalian ga sadar!,


Kalian para kaum pria malah suka ga setia ada yang menduakan istrinya ada juga yang merusak wanita,padahal kalian itu dilahirkan dan dididik sama wanita,kaum pria cuma membiayai jika wanita sudah bertindak kalian ga ada apa-apanya,wanita belum bertindak karna merasa kaum pria adalah penjaga kami kaum wanita tapi apa yang mereka lakukan,malah merekalah yang merusak kami,dan saat sudah rusak siapa yang disalahkan wanita itu sendiri"ujar Nirbita sebari berdiri dari duduknya dengan dada naik turun,mereka yang disana menatap ngeri gadis itu.


"Kami cuma bagaikan habis manis sepah dibuang,setiap kesalahan selalu wanita dijadikan kambing hitam,dan mereka yang salah malah bersenang-senang tanpa peduli mereka yang sudah dia rusak masih hidup atau mati,walaupun pria itu disalahkan sekalipun,tapi tetap saja masyarakat menjadikan wanita tempat kesalahan utama sebab tidak bisa menjaga diri,padahal pria lah yang terlalu mementingkan nafsu"sambungnya dengan emosi.


"Sabar kak sabar,tarik napas panjang"ujar Naila menenangkan sang kakak sepupu.


"Jangan lupa hembuskan!"ujar Naya mengingatkan sebab naila selalu seperti itu hanya memerintahkan menarik nafas panjang tanpa dihenbuskan.


Kaum pria disana masih menatap Nirbita dengan tatapan ngeri,gadis imut itu ternyata saat mengomel dengan wajah marah sangat menyeramkan walau tetap mendominasi kegemasananya.


Tanpa disadari siapapun ada seseorang yang menatap nanar kumpulan itu dengan tangan mengepal dibalik tembok,"Gabakal gue biarin!,jika gue ga bisa dapatin lo maka siapapun ga akan bisa!"gumannya penuh penekanan lalu berlalu pergi dengan tatapan marah.


"Ini nih kebanyakan nonton flm pelakor kakak jadi esmosisan"guman Naila.


.


.


.


Setelah menandantangani kontrak kemarin hari ini Fricia bersiap untuk memulai bekerja,ia begitu gugup ia tidak tau menau pekerjaan menjadi asisten ceo.


Fricia berjalan dengan anggun keluar dari lift,gadis itu bersiap mengetuk pintu sang atasan,namun sebelum itu ia lebih dulu mengatur nafas agar ia merasa tenang,dirasa cukup barulah ia mengetuk pintu.


Pintu dibuka memperlihatkan wajah seseorang yang beberapa hari lalu berjumpa,"Eh mba-mba ini yang waktu itu salah mukul sasaran kan?"tanya pria didepannya membuat ia meringis malu.


"Eh mmm bapak salah inget kali"kilah Fricia berbohong ia tidak mau mengingat kejadian memalukan itu,untung pihak yang ia pukuli masih berbaik hati tidak membawa ke jalur hukum.


"Gausah ngobrol didepan pintu bisa?"cibir Rangga yang duduk di kursi kebesarannya.


Fricia memiringkan kepalanya melihat siapa yang berbicara,matanya melotot sempurna saat melihat pria itu.


"Iya Pak"jawab danis lalu mempersilahkan Fricia masuk.


Setelah Fricia duduk didepan Rangga yang terhalan meja,pria itu menjelaskan perihal pekerjaan yang membuat Danis senang bukan main.


Pria itu senang ada yang membantunya dalam bekerja tanpa membagi gaji tentunya,dan orang yang membantunya adalah gadis cantik yang akan ia kejar,ia akan bersaing dengan bosnya itu,jika menang alhamdulillah jika gagal masih banyak wanita diluaran sana.

__ADS_1


Itulah prinsip seorang danis tidak ada kata galau dalam kamusnya.


.


.


.


Disisi triplet mereka semakin dekat dengan tim inti geng ALGASKAR namun hubungan mereka hanya sebatas teman entah suatu hari nanti ada kemajuan atau tidak diantara salah satu dari mereka,yang pasti triplet semakin dibenci kaum hawa yang mengidolakan inti ALGASKAR serbuk berlian.


Mereka iri dengan kedekatan mereka dengan geng inti ALGASKAR yang notabenya geng motor yang cukup bergengsi,banyak yang sudah mencoba mendekati namun gagal sekalipun pacar Rezaldi,pria playboy cap kadal itu juga memisahkan perkara pacar dan geng nya.


Ia tidak mau memperkenalkan pacarnya kepada teman-temannya sebab pacarnya terlalu banyak,dan hampir semua siswi sekolah adalah mantanya.


"Makasih "ujar Nirbita setelah gara memberinya susu coklat kesukaannya.


"Hmm" jawab pria itu berdehem sebari tersenyum tipis.


"Beneran ini mah si bos suka sama Nirbita "bisik Devan ke Aril yang duduk di sampingnya.


"Iya gue juga yakin"


"Dari penyelidikan gue selama ini,si bos emang beneran suka sama nirbita,tapi"ujar Rezaldi menjeda ucapannya.


"Tapi kenapa? "Tanya Aril heran.


"Susah bro,pawang dia ada dua yang satu terlalu cerewet" sambungnya diangguki mereka lalu menatap Naya yang sedang menatap gara dengan tajam.


"Ck gampang gue tau gimana luluhin si naya"ujar Farel ikut nimbrung pembahasan mereka.


"Gimana?"tanya mereka serempak hanya dijawaban senyum pogah pria itu.


"Khmmm"dehem Farel dengan kencang hingga mereka menatap pria itu.


"Keselek sendal ya kak sosis"tanya Naila.


"Sabar gausah diladenin"guman Farel didengar mereka hingga terkekeh.


"Is kak sosis keselek sendal ayah yang dicolong dimasjid"cibir gadis itu membuat Farel mendengus dan lainnya terbahak mengingat cerita colong menyolong sendal di masjid itu.


Farel mendelik tajam kearah Naila lalu melalingkan wajahnya dengan kasar hingga suara krek terdengar dari lehernya membuat mereka yang mendengar merasa ngilu.


"Keseleo nih leher"gumannya.


"Lepas sekalian"cibir Bintang membuat Farel menatap tajam pria itu.


"Lepas-lepas lo pikir kepala gue punya ensel bisa dilepas pasang!"cibir nya kesal lalu menatap Naya sebagai tujuan utamanya.


"Naya"panggilnya hanya dijawab deheman gadis itu yang masih saja menatap permusuhan pada Gara.


"Ck lo tau ga?"Naya menyela ucapan Farel membuat pria itu mendengus.


"Engga"


"Makanya dengerin dulu elah!,nanti bakal ada liga satu yang digelar di pekan sari,dukungan lo main disana nanti lo mau liat langsung?"


"Hari apa?"tanya Naya tertarik terlihat dari wajahnya yang berbinar menatap Farel.


"Senin"


"Yah ga nonton gue,abang pasti sibuk gamungkin bisa diajak pergi"jawabnya mendesah kecewa.


"Santai lo bisa pergi bareng kita ya ga gaes?"tanyanya pada teman-temannya yang hanya menatap dia dengan diam.


"Jawab iya bege!"bisiknya.


"Iya"jawab mereka serempak.


"Ga mungkin diijinin lo tau sendiri gimana abang gue"


"Iya,kita izin sama bapak lo aja dia pasti ijinin,lo juga pergi ga sendiri ko sama kita semua si bege Davri sama Wahyu juga pasti ikut ya ga?"tanyanya pada dua remaja itu.


"Sudah pasti kalo gratis mah,kalo engga mah mau nonton dirumah aja"jawab Davri.


"Iyoi gratis,si bos yang sponsorin iya ga bos?"ujar nya hanya membuat Gara menaikan kebelah halisnya seolah bertanya'gue'.


"Iya si bos yang bayarin tapi lo harus ijinin Nirbita jalan sama si bos setuju ga lo"ujar Rezaldi menatap Naya.


"Kalo ga bayar masing-masing "sambungnya.


"Naya suka gratisan dia pasti setuju" guman Farel dalam hati.

__ADS_1


"Engga gue masih mampu ga butuh sponsor"jawabnya membuat mereka mendesah.


"Ila mau kekamar mandi"ujar Naila sebari ngibrit pergi membuat mereka melongo.


"Itu ginjal"guman Wahyu.


"Tumben gamau lo kan pecinta gratisan nay?"tanya Davri.


"Emang gue pecinta gratisan tapi ga numbalin adik gue juga,gue bakal jadi garda kedua buat siapapun yang mau deketin ade gue!"jawabnya membuat mereka meringis.


"Kalian kan ngomongin liga satu kenapa bawa-bawa aku sih?"heran Nirbita hanya membuat mereka menghela napas,"aku kan bukan pemain bola aneh"


"Polosnya kebangetan"guman mereka.


"Mmm aku mau ke toilet kak"ujar Nirbita sebari bangkit dari kursinya.


"Langsung ke kelas dari toilet"ujar Naya membuat mereka semakin merasakan ke posesif antar saudara ini.


"Siap bos"jawabnya lalu berlari namun bukan ke toilet melainkan ke koprasi membeli dua seragam.


"Barulah ia pergi ke toilet sesuai tujuan awalnya,"sepada"teriaknya sebari memasuki toilet.


Nirbita membola melihat dua siswi berdiri didalam toilet dengan badan yang basah kuyup juga penampilan yang memprihatinkan.


Wajah nirbita memerah dengan dada naik turun,"Siapa yang ngelakuin ini bilang!"


"Kak"rengek salah satu gadis itu.


"Bersih-bersih dulu sana biar ga masuk angin!"ujar Nirbita menggebu dengan dada naik turun dan tangannya mengepal.


Nirbita mengatur nafas nya ia sangat marah ketika melihat tubuh adik sepupu nya itu basah kuyup rambutnya acak-acakan,ada ada bekas cakaran dileher saudarinya itu.


Nirbita mengepalkan tangannya ia tidak akan membiarkan siapapun yang sudah menyakiti adiknya bisa tenang,jika naya mengetahui ini semua ia yakin akan ada kegaduhan yang besar diperbuat kakak mereka itu.


Nirbita memejamkan matanya untuk mengatur kemarahannya ia belum tau siapa yang sudah membuly adik sepupunya itu ditoilet,tadi saat ia dikantin naila memberinya pesan untuk membelikannya seragam baru di koperasi,nirbita tidak berpikir adik sepupunya dibully ia pikir baju adiknya itu kotor saja dan harus diganti ia juga merasa aneh sebab harus membeli dua seragam.


Naila dan risa keluar dari bilik toilet setelah mengganti seragam.


"Sekarang ceritain siapa yang udah buly kalian!"ujar Nirbita tegas membuat kedua orang itu menunduk takut.


Mereka terus diam membuat kesabaran nirbita diuji,"Punya mulut dipake jangan cuma bisa ngomel doang!,mau aku kasih tau sama kak naya?"ancam nya membuat Naila mendongkak.


"Jangan nanti kak Naya ngamuk!"


"Ini gara-gara aku"ujar Risa sebari menunduk,"Kalo kamu ga nolongin aku,kamu ga mungkin dibully mereka juga"


"Engga papa ini emang kemauan aku ko buat nolong kakak,walau aku ga nolongin kakak,Sherli juga pasti bully aku kaya kakak"ujar Naila sebari mengusap punggu Risa yang mulai menangis.


"Ouh jadi yang bully kalian sherli emang gaada otak tu cewe mau gue gibeg awas aja bakal aku ulek tuh wajah tepung nya"cibir Nirbita menggebu membuat risa bergidik.


"Iya kak,tadi aku liat Sherli sama anteknya bully kakak ini pas mau pipis ditoilet,aku niatnya mau nolong tapi dia malah guyur aku pake air bekas pel,aku gaterima dong aku jambak rambutnya eh anteknya juga ngebales,jadi kami berdua jambak-jambakan sama cakar-cakaran "ujar Naila menjelaskan sebari meringis saat merasakan perih di lehernya.


"Maafin aku ya ini semua gara-gara aku" ujar sesal Risa sebari menunduk dan air matanya tidak berhenti menetes.


"Bukan salah kakak,kita juga emang musuhan ko sama sherli itu,iya kan ka ita?"


"Iya,kita bales mereka nanti!,sekarang kita ke UKS obatin luka kalian biar ga infeksi "ujar Nirbita.


"Iya harus aku gamau leher aku kena rabies" ujar Naila sebari mendengus kesal.


"Emang kamu dicakar anjing?"tanya Risa sesegukan.


"Iyakan mereka emang anjing,udah kakak gausah nangis nanti dikira kita yang bully kakak"


"Tapi aku ngerasa bersalah,gara-gara aku kamu jadi ikutan dibully "ujar Risa.


"Ck gapapa tapi kamu harus bantuin kita bales dendam sama mereka!" ujar Nirbita sebari menyeringgai melihat itu keduanya bergidig ngeri.


"Aku bantu ko"jawabnya.


"Yaudah yu ke UKS sebelum rabies nya menyebar aku gamau ketularan"cibir Nirbita sebari meranggul pundak adik sepupunya.


"Kak jangan kasih tau kak Naya ya"pinta Naila memohon.


"Ck iya tapi kita harus bales dendam si sherlokkkk,kakak ga iklas kalo mereka ngelakuin hal buruk sama kamu"


"Iya,tapi kalo nanti ka naya nanyain luka dileher aku gimana?"


"Jawab aja dicakar anjing!"


"Eh iyaya aku kan dicakar anjing,aku harus mandi tujuh sumur kalo gitu kena najis besar"ujar naila membuat Risa terkekeh mendengar percakapan dua saudara itu.

__ADS_1


__ADS_2