
Mereka bubar setelah kelas terakhir dibubarkan begitupun geng anti algaskar yang beberapa satu sekelas.
"Markas ga nih?"tanya Aril.
"Sikatlah"jawab Rezaldi sebari menyelempangkan ransenya dipundak,"markas ga lo bos?"
"Hmm"jawab Gara berdehem membuat Rezaldi mendengus.
"Gue ga ditanya gitu?"cibir Devan dengan wajah kesal.
"Pengen banget lo gue tanya!" cibir Rezaldi membuatnya terbahak bersama Aril.
"Iww sekali!" dengus Devan sebari menendang kaki Rezaldi dengan kesal.
"Sante dong!,si Bintang ikut ga nih?"tanya Rezaldi sebari mereka bergerak pergi.
"Engga,dia bilang ada tugas kelompok" jawab Aril yang sudah membaca chat grup di ponselnya,"makanya tuh HP lo gunain yang bermanfaat sedikit,isinya cuma vidio bok*p doang!"sambungnya mencibirnya.
"Alah lo juga sama ya nj*ir" dengus Rezaldi.
"Lo yang kirim ke gue ya!"
"Lo yang minta,gausah so muna deh setiap gue punya vidio terbaru lo ngebet banget minta" cibir Rezaldi.
"Prinsip gue itu cuman menjalani,lo kirim gue tonton" jawab Aril tak ingin disalahkan sebari terkikik dan ketiga temannya hanya memutar matanya malas.
Rezaldi memukul kepala belakang Aril ,membuat pria itu meringis,"gausah sentuh aku mas aku jiji sama kamu"ujarnya mendrama sebari membuat wajah tak suka dan memegang kepalanya yang dipukul Rezaldi.
"Gausah drama deh lo bedua,geli gue liatnya" cibir Devan yang berjalan disamping Gara dibarisan depan.
"Ngomong aja iri,yang disamping lo kan gabisa diajak drama" ujar Rezaldi sebari menghentikan langkah agar berjarak dengan Gara,ayolah Rezaldi takut dijadikan empe-empe palembang oleh Gara.
"Bos si Rezaldi nantang lo tuh" kompor Devan membuat Rezaldi melotot.
"Heh k*mpret gausah kompor lo!" sentak Rezaldi membuat Aril terbahak.
"Nyali tempe sosoan mau cibirin orang lo!" cibir Aril.
"Diem ya lo!,nyali gue tuh sekuat baja kalo bukan dia lawannya" jawab Rezaldi dengan suara semakin lemah diujung kalimatnya.
"Aril gue punya link terbaru" seru Devan menjeda langkahnya dan menghadap aril yang berjalan di belakangnya seorang diri sebab Rezaldi masih berjalan dengan jarak.
Mendengar link terbaru disebutkan Rezaldi yang otaknya memang kotor bergegas mendekat dengan berbinar,"wih raja haram kita punya link baru kirim nyet"
"Astagfirullah" serunya mengusap dada,"akutuh cowo polos yang kalian nodai mas"sambungnya mendrama membuat kedua temannya memukulnya namun Devan berhasil menghindar,"gausah pukul-pukul dong!,nih gue kirim tapi ga gratis!"
"Perhitungan banget lo sama temen!"
"Ga ada yang gratis didunia ini mas,gue kasih diskon temen ko sante cuma lima juta aja" ujarnya membuat keduanya berdecih.
"Diskon temen palalo!,biasanya juga sejuta ya lo!" sentak Rezaldi disetujui aril sedangkan gara tidak memperdulikan celotehan tidak paedah tiga temannya itu.
"Naik ege,semua nya pada naik dari sembako,BBM,ikan dan segalanya termasuk link haram yang kalian tunggu-tunggu ini" jawab devan,"gue jamin link kali ini beuhhhh pokonya"sambung Devan sebari menunjukan dua jempol tangannya.
"Lo ga tipu kan? " selidik Aril mengingat otak Devan ini licik dan selalu perhitungan kalo soal duit dan parahnya lagi bisa menjadi alim dan zolim diwaktu bersamaan.
"Menipu itu dosa gaes" jawabnya.
"Gue tranfer" seru Rezaldi membuat Devan tersenyum sumringah.
"Gitu dong,gue langsung kirim pas duitnya masuk,tapi bukanya nanti pas dikamar dengan suasana gelap biar hot"oceh nya sebari tersenyum miring," lo ga mau liat Ril?"
"Gue nebeng aja sama nih kunyuk"jawab Aril menunjuk Rezaldi dengan dagunya.
"Ga modal!" cibir keduanya.
"Ga bakal gue bagi!kalo lo mau noh bayar,gue juga gamau rugi ya!" ogah Rezaldi menolak rugi.
"Medit jadi orang!" cibir Aril.
"Bodo,medit itu cara utama buat jadi kaya! "
__ADS_1
"Berisik!"sentak Gara membuat ketiga temannya terkesiap dan langsung berjalan dengan sunyi namun masih berbisik-bisik.
"Kirim nyet,udah gue tranfer" bisik Rezaldi pada Devan.
"Iya" jawab Devan lalu mengutak atik ponselnya,"udah tapi harus lo buka dikamar dengan suasana gelap biar hot"sambungnya.
"Gue juga udah transfer" seru Aril setengah berbisik.
"Ok gue kirim,lo juga harus buka vidionya di kamar nanti malam!" ujar Devan.
Rezaldi dan Aril termasuk anak horang kaya yang bisa menghamburkan uang orang tua dan menyombongkannya.
Meninggalkan ocehan ketiga pria itu yang otaknya sedang diisi link haram.
Setelah kelas bubar Nirbita bersama Agnes berdiri tidak jauh dari naila yang sedang latihan cilider dihari pertamanya.
Nirbita sudah beberapakali mengubah posisi dari berdiri,jongkok bahkan duduk diaspal saking gabutnya menunggu sibungsu padahal mereka disana belum ada dua menit.
"Kenapa si ta?" tanya Agnes jengah melihat tingkah Nirbita yang mengubah posisinya setiap detik.
"Pengen pulang!,perut haus tenggorokan laper" jawab Nirbita membuat Agnes memutar matanya malas.
"Kebalik ta!,perut laper tenggorokan haus" ujar Agnes membenarkan.
"Bener tau,kan setiap makan sama minum melewati tenggorokan dulu baru turun ke perut dan dicerna keluar di toilet" oceh Nirbita tidak mau salah.
"Terserah"demi menjaga kewarasan lebih baik mengalah,Agnes menunggu bersama Nirbita sebab mereka ada tugas kelompok bersama dan akan dikerjakan dirumah Nirbita.
Untuk Naya gadis itu sudah pergi dari area sekolah sejak dua menit lalu karna mau mengerjakan soal kelompok dirumah teman sekelasnya.
"Ini masih lama ga sih?"
"Mereka baru aja mulai pasti masih lama lah" jawab Agnes sebari berjongkok.
"Kamu belum pulang bi?"suara barton dari arah belakang mereka mengagetkan dua gadis yang sedang berjongkok itu.
"Astagfirullah ka Gara ngagetin ih" ujar Nirbita sebari mengelus dadanya.
"Gausah b*cot!"
"Tumben belum pulang?" tanya Devan sebari mengambil jarak disamping Agnes namun langsung ditarik Rezaldi,keduanya bereput untuk berdiri disamping Agnes membuat Aril memutar matanya malas.
"Kenapa belum pulang hmm?" tanya Gara sebari mengusap dahi Nirbita yang berkeringat karna sengatan matahari.
Sedangkan Rezaldi dan Devan sedang berebut untuk mengobrol dengan Agnes yang sudah berteman dengan triplet setelah bersekolah di SMA widudarma ini,untuk Rezaldi dia memang playboy cap kadal sedangkan Devan hanya sedang belajar jatuh cinta hehe.
Aril berdiri disamping gara sebari mencibir dalam hati,"kambing conge"
"Lagi nungguin Naila dulu ka,dia lagi latihan cilider" jawabnya.
"Si ila ikutan cilider sejak kapan?" tanya Aril
"Sejak tadi" jawab Nirbita membuat Aril mendengus.
"Satu lagi mana?" tanya Devan yang sudah jengah berebut tempat dengan Rezaldi.
"Apanya?" tanya Agnes tidak mengerti.
"Itu si Naya?"
"Ouh kak Naya udah pulang duluan,mau kerja kelompok dirumah temen dia iyakan ta?" jawab Agnes sebari memastikan ke Nirbita.
"Hmm" jawabnya.
"Gausah so hmm,hmm lo mau so soan jadi sabyan apa sakit gigi lo!" cibir Rezaldi.
"Akukan terkontaminasi kak Gara jadi hmm hmm hmm" jawabnya membuat mereka menahan tawa kecuali Gara yang hanya menampilkan wajah datar,seingat dia tidak pernah dingin saat bicara dengan Nirbita.
"Ada yang liat kak sosis ga sih?" tanya Nirbita sebari cekingak-celinguk kearah belakang dimana bangunan sekolah berdiri.
"Kenapa nanyain Farel?" tanya Gara membuat tiga temannya terkekeh.
__ADS_1
"Ada yang cembukou"cibir Rezaldi sebari terbahak kapan lagi ia bisa meledek bos tujuh pintunya itu tanpa babak belur.
"Aku mau titip Naila sama dia kak,aku mau pulang udah ga tahan" jawabnya sebari cemberut.
"Gatahan kenapalo?mau berak?" tanya beruntun Rezaldi.
"Lapar" jawab Nirbita sebari cemberut membuat mereka terbahak sedangkan gara terkekeh,"akutuh mau pulang"rengek Nirbita sebari menunjukan wajah meringis.
"Yaudah aku anter pulang yu" ajak Gara sebari menggenggam tangan Nirbita.
"Tapi Naila gimana?" tanyanya sebari menatap naila yanga sedang melakukan gerakan cilider seperti arahan pelatihnya.
"Nanti dianter Devan" jawabnya sebari melangkah membawa Nirbita dengan pelan sedangkan Agnes yang melihat temannya dibawa hanya menatap cengo.
"Ita pergi lah gue sama siapa?" monolognya sebari menunjuk diri sendiri dengan wajah cengo,tadi mereka sepakat memesan taxi untuk pulang maka dari itu Agnes mengabari supirnya untuk tidak menjemput jika seperti ini dia pergi bersama siapa?.
"Tenang masih ada gue yang bisa nganter ko,mau dianter kemana?,kepluto ke mars sekalipun gue anter"ujar Devan membuat Rezaldi si cap kadal merasa tersaingi.
"Bareng gue aja biar aman!" sanggah Rezaldi membuat Devan mendengus sebal.
"Diem bisa ga si lo!,ikutan aja dari tadi gue tuh lagi pdkt dukung temen dong jangan nikung kesel gue" oceh Devan menatap tajam kearah Rezaldi yang malah mendengus.
"Sabar aje keles,iye gue mundur noh sono kejar tuh pdktan lo,noh diembat temen lo!"ujar Rezaldi sebari menunjuk Agnes yang sudah digondol aril ke parkiran.
Walaupun Rezaldi playboy cap kadal tapi ia punya prinsip untuk tidak menikung pacar teman atau pdktan temen,jika ia hanya ingin mempermainkan maka ia akan lepaskan untuk temannya itu.
"Woy si anj*r main embat aja woy!" teriak Devan sebari mengejar aril dan Agnes.
"Lah si Naila pulang sama siapa? " monolog Rezaldi bingung namun sebari melangkah menuju parkiran.
Nirbita dibonceng Gara untuk pulang di antara keduanya banyak hal yang mereka bahas sampai Nirbita bingung,dengan perkataan orang jika gara adalah orang yang dingin tidak suka bicara,sedangkan setiap ia dengan gara pria itu selalu berbicara dan terkesan cerewet.
"Kak boleh tanya ga?" ujar Nirbita setengah berteriak sebab ia masih dalam perjalanan.
"Boleh"
"Yang disekolah banyak rumorin kakak loh"
"Rumor apa?" tanya Gara menaikan sebelah halisnya,ia takut mereka merumorkan hal buruk tentangnya dan membuat Nirbita takut padanya,selama ini ia memang tidak peduli dengan rumor apapun itu tapi kali ini ia tidak mau Nirbita salah paham padanya,ia harus segera mengklarifikasi rumor apapun itu agar tidak menjauhkan darinya dengan Nirbita.
"Mereka bilang kalo kakak tuh dingin,kaku,pokonya kulkas tujuh pintu,tapi menurut aku kakak engga gitu deh,mereka aneh ya ka suka rumorin yang engga -engga" ujar Nirbita membuat Gara menghela nafas lega sebari terkekeh.
"Itu fakta bi bukan rumor"
"Hah fakta?,masa sih?,kakak bohong ya?" tanya Nirbita beruntun membuat Gara terkekeh gemas melihat ekpresi Nirbita dispion motornya.
"Aku ga bohong ko,aku emang ga suka banyak omong,ya kecuali sama orang yang sepesial" jawabnya membuat Nirbita mengangguk.
"Ouh gitu jadi kakak cerewet kalo sama orang yang sepesial aja?" tanya Nirbita memastikan dan dijawab anggukan kepala saja.
"Udah kaya martabak aja sepesial" guman Nirbita sebari terkekeh,"jadi aku sepesial dong buat kak GG?"tanyanya dijawab anggukan kepala oleh Gara.
"Wih keren" sorak Nirbita membuat Gara salting,"makasih kak"
"Makasih buat apa bi?"
"Makasih udah buat aku jadi orang yang sepesial buat kakak,aku bisa pamer sama kak Naya sama ila kalo ada yang sepesialin aku kaya martabak"jawabnya sebari terkikik memikirkan dirinya bergosip dengan kedua saudarinya tentang hal ini.
Kedua saudarinya itu pasti tidak akan percaya dan itu membuat Nirbita semangat untuk bergosip wkwkwk.
Gara hanya bisa menghela nafas gusar anggap saja ia diterbangkan lalu dihempaskan dari langit ketujuh sungguh menyebalkan gadis imut di belakangnya ini.
"Mau beli eskrim dulu atau mau langsung pulang?" tanya Gara mengalihkan pembicaraan agar tidak merasa kesal sendiri.
"Beli eskrim dulu kak,lumayan buat ganjel perut ita udah laper banget"
"Kalo gitu kita ke kafe sekalian makan" ajak Gara namun Nirbita terdiam seolah memikirkan.
"Ita gamau kak,kalo kakak laper bisa turunin ita di minimarket deket sini aja,ita mau beli eskrim disana kakak langsung ke kafe aja buat makan,ita bisa pulang pake taxi abis beli eskrim" jawabnya membuat Gara mengangguk setelah itu masih banyak lagi pembahasan yang mereka bicarakan walau gara merasa mulutnya lelah menanggapi ucapan Nirbita.
Namun demi membuat gadis itu senang apapun akan Gara lakukan,menyebrangi samudra saja akan ia jabani,astagfirullah autor ini lebay sekali sih!.
__ADS_1