
Semua kelas kosong karna semua muridnya berada di lapangan menyaksikan pertandingan persahabatan antara dua sekolah,kecuali kelas 10b IPA.
Disana ada gadis cantik yang anteng dalam tidurnya tanpa terusik sama sekali dengan teriakan menggema diluar tepatnya dilapangan sana.
"Euhhh" gadis itu meleguh ketika merasa kepalanya keram saking lamanya merebahkan kepalanya dimeja dengan posisi memiring, masih memejamkan mata gadis itu memutar kepalanya kearah lain dan melanjutkan tidurnya.
"Kangen ibu sama ayah" guman Nirbita sebari tersenyum,entah banyangan seperti apa yang terlintas dimimpi gadis cantik itu hingga membuatnya tersenyum manis.
Nirbita belum terbangun dari tidurnya sejak ia memasukin kelas sebenarnya Naya sempat ingin membangunkannya untuk mengajak menemui Naila dan menonton pertandingan basket bersama,tapi melihat adik sepupunya yang tertidur pulas membuatnya tidak tega dan membiarkan gadis itu tidur dengan nyenyak.
Setelah menemui Nirbita yang ternyata tertidur dikelasnya Naya mulai mencari Naila,namun ia kecewa saat mendengar perkataan Naila saat ingin bergabung dengan geng Sherli yang selalu menjadikan Naila dan Nirbita bulyan,apa adiknya itu tidak punya otak,polos sama b*go emang beda tipis naya akui itu buktinya sekarang adiknya malah bergabung dengan musuh,,huhh apa sia-sia perjuangan naya dulu ketika membela mereka diruang bk ketika ketahuan ribut dengan geng Sherli?,tidak juga sih,kemarin dan hari ini beda apalagi dulu dan sekarang.
Huhh Naya tidak menyangka keharmonisan saudaranya yang terbentuk bertahun-tahun rusak begitu saja,apa tidak bisa diperbaiki lagi?,entahlah Naya hanya ingin menenangkan diri setelah ini.
Rusak karna masalah sepele huhh emang masalah sepele inilah yang selalu menjadi bom waktu dalam suatu hubungan.
Namun ketenangan yang Naya inginkan tidak didapatkan karna Vania menyeretnya pergi kelapangan untuk menonton pertandingan basket.
"Van,gue ke kelas aja ya males banget berdiri disini kaya ga punya kerjaan tau ga,panas-panasan sambil teriak-teriak udah kaya orang gila tau!" oceh Naya di lapangan bersama vania yang berteriak menyemangati kekasihnya ditengah lapangan.
"Disini aja Naya ini tuh namanya memberi semangat,lo tuh ya monoton banget jadi orang,kerjaan lo cuma dikelas atauga dikantin ga bosen apa?" ujar Vania masih menatap kelapangan sana.
"Dikelas maupun dikantin ada manfaatnya gausah ngejek gitu dong,nih ya dikelas gue tuh belajar sekaligus tidur kalo dikantin gue nyiapin nutrisi dengan mengisi perut" ujar Naya tidak terima disebut monoton.
"Alesan!,udah disini aja dikelas lo palingan juga tidur" ejek Vania.
"Itu tau,gue tuh termasuk pengacara" ungkap Naya membuat Vania menatap gadis itu.
"Pengacara apaan?" tanyanya dengan nada mengejek.
"Pengangguran banyak acara" ungkapnya terbahak membuat Vania mendengus.
"Banyak gaya lo" cibir Vania,"Udah diem-diem disini bae kan lumayan cuci mata,liat cogan"ujar Vania mengangkat kedua alisnya menggoda.
"Duit segepok warna merah lebih menggoda dari pada cogan" ujar Naya sebari melegang pergi.
"Woy"teriak Vania memanggil Naya yang melegang pergi dijadikan atensi mereka,menyadari itu semua Vania hanya cengengesan ditempat.
"Kelas Nirbita aja deh bareng tuh bocah tidur" guman Naya disela langkahnya.
Di sela-sela langkahnya Naya menyipitkan mata melihat siluet yang ia kenali,Naya melangkah ragu mengikuti orang itu.
Deg
Matanya melotot dengan apa yang ia lihat didepan sana,kecurigaannya kini mendapatkan bukti nyata dengan apa yang ia lihat ini,Naya bersembunyi sebari mengeluarkan ponselnya dan mengarahkan kearah tiga orang didepan sana yang sedang membicarakan sesuatu.
"Selama ini lo cuma ekting,hebat juga,ck dasar rubah!" gumannya sangat pelan agar tidak ketahuan siapapun ia membututi tiga orang didepan sana,Naya tersenyum smirk masih merekam kejadian didepan sana.
"Ngapain si lo tarik-tarik gue?" sentak Sherli saat tangannya dicekal seseorang dikoridor.
"Kenapa ga angkat telepon gue?" bukannya menjawab orang itu malah bertanya.
"Penting?,gue rasa engga deh!" ujar Sherli dengan nada kesal,dirinya selalu kesal jika berinteraksi dengan wanita yang ia juluki ular itu.
Tara hanya menyimak ia bingung harus melakukan apa,toh Sherli tidak menceritakan rencana mereka.
"Ck" gadis itu berdecak,"Si Naila ngapain sama lo?"sambungnya bertanya.
"Dia minta gabung sama gue" jawab Sherli malas.
"Bagus" ungkapnya membuat Tara maupun Sherli menaikan sebelah halisnya.
"Magsud lo?"
"Ya bagus kalo si Naila gabung sama lo,lo bisa manfaatin dia buat deketin kak Bintang sekaligus rusakin hubungan persaudaraan triplet" smirk gadis itu dengan rencana liciknya.
Sherli manggut-manggut,"Gue emang mau ngelakuin itu si,,gue bakal ngomporin Naila biar tambah marah sama sodara-sodaranya,gue juga bakal deketin kak Bintang pake dia"
"Jangan sampe lepas,,,,biar Nirbita sama Naya jadi bagian gue" ujarnya,"Gue cabut dulu takut ada yang liat"pamitnya melegang pergi.
"Idih siapa juga yang mau lama-lama deket cewe ular" ujar Sherli ketiga gadis yang ia juluki ular itu tak terlihat lagi,sherli melirik kearah tara yang masih diam,"Ngapa lo diem?"
Tara tersentak,"Eh gue kaget aja si dia berani bener ngehianatin temennya sendiri,,dia kaya punya dendam gitu ga si sama triplet?"ungkap Tara melihat tatapan gadis tadi seperti penuh dendam dan ambisi tidak seperti biasanya dengan tatapan polos.
Ini kedua kalinya Tara bertemu dengan gadis itu setelah kejadian ditoilet waktu itu,ia pikir gadis ular itu tidak akan berani mengajak sherli membicarakan hal itu jika disekolah,ternyata gadis itu sungguh berani!.
Sherli sendiri sudah beberapa kali berhubungan dengan gadis itu untuk membicarakan rencana mereka,namun sama seperti Tara jika disekolah ini kali keduanya mereka bertemu sebagai orang yang memiliki tujuan yang sama,jika diluar gadis ular itu akan memakai kaca mata minus dan saat disekolah gadis itu tidak memakainya,sepertinya memakai soflen.
Sherli mengangguk mengiakan,"Gada asap kalo gada api"lalu mengedikan bahu,"Bukan urusan gue si selama ga ngerugiin gue"sambunya sebari melanjutkan langkah.
Tara mendengus,"Lo beneran mau lanjut kerja sama sama dia?"tanyanya memastikan.
"Nanti gue ceritain deh rencana gue sebenarnya sama lo,tapi lo harus janji ga bakal ngehianatin gue kaya si ular tadi" ujar Sherli serius.
"Gue sih ga ada niatan mau hianatin lo sekarang gatau deh nanti"jawab Tara membuat Sherli melotot kesal.
"Berani lo hah!"pekik Sherli kesel membuat Tara terbahak dan berlari takut-takut Sherli menggebuginya.
Naya yang sudah melihat mereka pergi barulah keluar dari persembunyiannya dengan senyum kemenangan menatap ponselnya yang berisi bukti vidio,"Gue emang hebat" puji nya bangga sebari melanjutkan langkah menuju kelas IPA 10b.
.
.
.
__ADS_1
Bug
Naila terhuyung kebelakang dengan minuman ditangannya tumpah kebaju,bukan cuma bajunya saja yang basah namun juga baju yang sudah kenabraknya.
"Gimana si lo!,jalan pake mata dong!" hardiknya terpekik sebari mengecek bajunya yang sudah basah tanpa tau siapa yang sudah ia tabrak hingga bajunya basah tersiram minuman.
"Bukan salah ila ko kan Sherli yang tabrak ila duluan,jadi Sherli yang salah ko malah marah sama ila kebiasaan deh" jawab Naila mengerucutkan bibirnya.
Sherli terperangkap mendengar suara Naila mulai sekarang ia harus membaik-baiki Naila demi rencananya tapi belum apa-apa emosinya sudah meledak.
Huhh sabar.
"Eh Naila,gue pikir siapa,iya gue yang salah jalan ga hati-hati" ujar Sherli membuat dua temannya cengo padahal kedua temannya sudah siap menahan kemarahan Sherli jika-jika ngamuk,kan Sherli sudah menerima Naila di gengnya jadi tidak boleh ada keributan antar geng pikir mereka.
"Iya Sherli emang salah jalan ga hati-hati kan minuman ila jadi tumpah kebaju Sherli,padahal ila udah lama nungguin es itu dibikinin bu kantin" ungkap Naila dengan nada kesal.
"Gue ganti,pesen lagi aja,gue mau ke toilet dulu ganti baju"ujar Sherli ingin segera pergi untuk mengganti bajunya yang sudah basah sekaligus ingin meredakan kekesalan,jika terus dihadapkan dengan wajah polos Naila yang menyebalkan Sherli pasti segera ngamuk dan berujung adu otot dengan Naila walau hanya saling jambak sih.
"Nah gitu dong bertanggung-jawab minuman ila" ungkap Naila menjadi senang,"Kalo mau tanggung jawab ga boleh setengah-setengah tau Sherli "ujar nya membuat Sherli menatap Naila dengan tatapan kesal.
Ia ingin mencakar wajah Naila saat ini juga jika tidak mengingat rencananya,jika bukan karna rencananya juga ogah Sherli mengaku salah pada gadis itu!.
"Setengah gimana Naila?,Sherli kan udah mau ganti minuman kamu" tanya Tara tau dengan perasaan Sherli yang menahan kesal.
"Itu Sherli tanggung jawabnya ga penuh,malah setengah gabaik tau,,,nih kalo berbuat salah kita harus gimana?" tanya Naila.
"Minta maaf" jawab Rini enteng membuat Sherli dan Tara melotot kan matanya.
Minta maaf,,cih tidak akan!.
Dasar dikasih hati minta ampedu!.
Tara tidak ingin membuat Sherli mengamuk sekarang juga, karna Sherli pasti tidak akan mau meminta maaf,gadis itu segera menariknya pergi.
"Eh malah pergi ga sopan banget,padahal belum minta maaf" ujar Naila melihat tara menarik sherli pergi.
"Biarin ajalah ila,mending kita pesen minum lagi buat gantiin minuman kamu yang tumpah tadi nanti sherli yang bayar"
"Iyadeh soal minta maafnya Sherli nanti aku tagih lagi kalo Sherli udah balik dari toilet" setuju Naila kembali masuk kedalam kantin.
Tara menarik paksa Sherli yang memekik kecil sebari menggerutu ingin mencakar-cakar wajah naila,wajah gadis polos itu sangat menyebalkan.
Minta maaf katanya,kata sakral yang tidak akan Sherli ucapkan,iuhhh.
"Lepasin gue b*go!" sentak Sherli menghempaskan tangan Tara yang memegang tangannya.
"Sabar Sher sabar inget rencana lo,kalo lo ribut sama Naila rencana lo bisa rusak"
"Gue juga tau b*go,kalo ga mikirin rencana gue itu udah gue cakar-cakar tuh muka so polosnya,anj*g" umpat Sherli diakhir kalimatnya.
"Dikasih hati minta jantung!,anj*ng banget tuh bocah,minta maaf katanya ga sudi gue,,,,bangsa*t" Sherli mercak-mercak menuju toilet sebari mengumpati Naila,Tara hanya mampu meringis saja.
Tidak mungkin,,karna Sherli memusuhi triplet sebelum triplet dekat dengan Algaskar,Bintang hanya menjadi alasan kedua mungkin.
.
.
.
"Lah kosong" bingung Naya didepan pintu kelas Nirbita,niatnya tadi ingin menemani Nirbita tidur dikelasnya sekaligus ikut tidur sih,tapi kelas ini kosong lantas nirbita kemana?.
Bocah gemblung itu kemana?,tidak mungkin digondol wewegombelkan?,atau dicuri tuyul,tidak mungkin tuyul mencuri Nirbita diakan manusia bukan uang,dibawa terbang mba kunkun mah bisa jadi tapi apa untungnya membawa Nirbita,malah mengusahkan iya.
Atau jangan-jangan diseret suster ngesot tapikan ini bukan rumah sakit,yang Naya tau suster ngesot cuma ada dirumah sakit kan suster,ahhh Naya mulai ngawur jika Nirbita digondol setan untuk apa resah mereka kan sodaraan,pikirnya sebari terkikik.
Eh sodara?,jika begitu berarti ia termasuk setan juga dong?,kan naya sodaraan dengan Nirbita,auah Naya harus manggil ustadz jika benar digondol setan,tapi kenapa digondol sama tas-tasnya.
Ahh pusing!,Naya butuh tidur masalah hilangnya Nirbita nanti saja,Naya berjalan ke kursi yang menjadi tempat duduk dua adiknya dan merebahkan tubuh dikursi itu dengan nyaman disusul matanya mulai memejam.
Orang yang dicari malah sedang celingak-celinguk seperti maling lalu.
Hap
Tubuh mungil itu berhasil duduk diujung tembok pembatas antara sekolah dan jalan,Hhhhh bebas.
Nirbita kembali melompat kearah luar dengan senang, "Huh ngapain kesekolah kalo gaada pelajaran ngabisin waktu,mending tidur dirumah dikasur empuk sambil makan,eh salah dirumah mending rebahan sambil nonton dracin trus ngemil, Aaaaa cha wook,eh diakan artis Korea berarti salah seharusnya liu te" ocehnya lalu senyuman gadis itu luntur ketika melihat jalanan yang lumayan sepi tapi tidak terlalu sepi.
"Enak marathon flm,lah ini masa harus marathon kerumah juga,kan cape" keluhnya pada diri sendiri.
"Aaaaa seharusnya ngajak bolos Davri,kan ga cape-cape jalan" ocehnya tersengut-sungut,"Gini nih kalo lagi kesel otak suka kosong,Nirbita bego banget sih"Nirbita terus merutuki dirinya sendiri.
"Huh tapi kok pas dikelas sepi banget pada kemana ya?,jangan-jangan udah pada ninggalin ita pulang,,ehh tapi di lapangan kaya rame banget,kayanya disana ada acara,gini nih seharusnya liat dulu disana ada apa,siapa tau banyak cogan dari luar sekolah,kan lumayan cuci mata,,ahh ita malah jadi penasaran!,kalo ita mati terus penasarannya belum ilang ita jadi hantu gentayangan dong,Aaaaa gamau" ocehnya sebari melanjutkan langkahnya.
"Ita gamau jadi hantu gentayangan,balik lagi ga ya?" tanyanya pada diri sendiri,orang-orang disekitar jalan hanya menatap aneh gadis itu yang sedari tadi berbicara sendiri.
Nirbita terdiam ditempatnya sejenak,"Ah lanjut bolos aja,gapapa kalo beneran banyak cogan dilapangan,dikorea masih banyak"imbunya sebari melanjutkan langkah.
"Aku ingin begini,aku ingin begitu,ingin ini ingin itu banyak sekali" nyanyi Nirbita sebari melomoat kecil kekanan kekiri.
"SpongeBob SquarePants,SpongeBob SquarePants,SpongeBobbbbbbbbb SquarePantssssssssssssss" nyanyi gadis itu tidak nyambung sampai-sampai kehabisan nafas saat bernyanyi sosok pencuci piring berwarna kuning yang hidup dilaut.
"Hah-hah" gadisnya mengatur nafasnya sebari menghentikan langkah dan kembali berjalan,"Cuma diflm SpongeBob,keong suaranya meong,trus bukan cuma manusia yang pecinta uang tapi kepiting juga,eh kepiting beranak paus,palangton juga beristri komputer,,,aneh ya komputer bisa idup di air aliran sesat kalo dipikir-pikir,,,yaelah ngapain mikir orang tinggal tonton juga ngapain repot sendiri si ta"ocehnya sendiri seperti orang gila saja,sudah berjalan sendiri bicara pun sendiri,pik orang gila.
"Enak aja Nirbita masih waras ya thor,sekate-kate banget ngatain ita gila,kan ita walaupun sendiri tetap bahagia ga kesepian bweee" ocehnya menjulurkan lidah pada author.
__ADS_1
Terserah!.
Jangan lupa cuma disini kambing bernama kucing,harimau dan anj*ng!.
"Ini yang bego author nih,jaman makin maju tapi ita masih jalan kaki huh dasar!,pesen taxi online kan bisa,kaya orang susah aja!"
Woy author emang orang susah ya kenapa mau ledek?!.
"Becanda thor elah jangan ngambek,,,ita mau pesen taxi online dulu"
.
.
.
Sorak-sorak beransur sepi bersamaan dengan permainan selesai yang dimenangkan Bima sakti,walaupun mereka kalah tetap saja menerima hasil itu artinya mereka harus rajin berlatih lagi setelah ini,disetiap pertandingan ada menang ada kalah.
Dan pemenang aslinya adalah sosok yang menerima kekalahan dengan lapang dada.
Para penonton ricuh turun kelapangan sebari membawa botol minum untuk diberikan pada orang yang mereka inginkan,jika Rezaldi menerima dengan senang hati sebari tebar pesona membuat teman-temannya berdecih.
Sorry bukannya iri mereka juga dapet!.
Dua sosok yang banyak dikagumi disekolah ini yang menjadi most warted celingak-celinguk mencari sosok yang sejak tadi mengusik.
Entah kemana gadis itu,sejak tadi gara tidak bisa fokus dengan pikiran melanglang buana dengan keberadaan Nirbita yang entah dimana,terakhir dilihat tidur dikelas,apa mungkin masih tidur?.
Sedangkan Bintang khawatir dengan keadaan Naila yang terlihat bersama Sherli,semua penghuni sekolah ini tahu jika Sherli musuh bagi triplet,Bintang khawatir jika Naila dibully mereka tanpa melawan.
Jika dikatakan tidak bisa melawan maka Bintang salah besar,walau badan Naila kecil,pendek nan menyebalkan gadis itu bisa membuat emosi orang berada diubun-ubun,bahkan sejak tadi Sherli dan Tara dibuat emosi mendarah daging dengan tingkah polos Naila yang mendominasi dengan Rini.
Ahhh Rini jadi punya temen polos juga,seperti penyiksaan bagi Sherli dan Rini.
Bagaimana tidak!.
Sherli yang arogan,sombong,songong,sotoi,soto,
harus meminta maaf atas kejadian tidak sengaja menumpahkan minuman tadi,padahal Sherli sudah menggantinya,mengganti minuman saja Sherli merasa harga dirinya jatuh lah ini minta maaf,harga diri Sherli hancur berkeping-keping.
Sherli menahan emosi demi kelancaran rencananya,sejak tadi ia menyumpah serapah Naila dalam hati,ahhh ingin sekali Sherli mencabik-cabik wajah Naila,hancur berkeping-keping harga dirinya huaaa.
Sabar!,demi dekat dengan Bintang semua bisa Sherli perjuangkan,contohnya menahan emosi yang terus diuji tingkah Naila.
Empat gadis yang salah satunya berada di pikiran Bintang berjalan mendekat dengan senyum lebar tak lepas dari salah satunya.
"Nih buat kak Bintang" ujar Sherli menyodorkan air mineral untuk remaja itu,pesona mereka bertambah seratus persen dengan keringat bercucuran dibutuh.
"Kamu gapapa kan Nai?" tanya Bintang menghiraukan Sherli bahkan tangan gadis itu masih menggantung diudara sebari memegang sebotol air mineral.
Naila mengangguk,"Ila gapapa ko kak emang kenapa?"tanyanya bingung.
Sherli yang dianggap kambing conge mengepalkan tangan satunya lagi sebari menurunkan tanganya yang diudara.
"Ko kamu bisa sama mereka?" tanya Bintang melirik sekolah kearah Sherli.
Sherli mendengus apa salahnya jika bersamanya,apa dipikir dia kuman yang bisa mendatangkan penyakit....
Tau diri lah!,emang iyakan pergaulan lo sesat Rini aja yang polos jadi nambah bego.
"Mulai hari ini ila satu geng sama mereka,bagus kan kak?" jawab Naila semangat.
Bintang hanya mengusap pucuk rambut Naila tindakan kecil itu berhasil membuat fans Bintang memekik hiateris,bahkan Sherli disamping mereka mengatupkan bibir dalamnya kesal dengan kedua tangan terkepal,bahkan botol berisi air mineral yang memegang sedikit penyok.
"Kamu yakin mau satu geng sama mereka?" tanya Bintang memastikan ia takut gadis kesayangannya ini diancam Sherli untuk bergabung bersama mereka,mengingat Naila tengah bertengkar dengan saudari-saudarinya jadi tidak ada yang melindungi.
Naila mengangguk pasti,"Iya dong,ila masih masa pencobaan sih,do'ain ya semoga ila bisa permanen sama Sherli"jawabnya sebari merangkul tangan Sherli,untuk Tara gadis itu sudah melesat mendekati Cakra.
Rini hanya menyimak saja disana sebari mengemil jajanan yang ia beli dari kantin.
Bintang tidak menjawab pria itu hanya memandang Sherli dengan tajam seolah berkata,'nyakitin dia lo abis sama gue'
Sherli gugup ditatap pria yang sudah menjadi incarannya selama hampir enam bulan ini,apalagi tatapan tajam itu membuatnya bergidik,Sherli hanya bisa menunduk sebari mengumpat dalam hati,'sial'
"Eh kak Bintang tadi Sherli beliin kakak minum loh,iyakan Sher?" tanya Naila diakhir kalimat.
Sherli hanya mengangguk lirih.
"Ko ga dikasih Sher,ga jadi buat kak Bintangnya?" tanya Naila sekali lagi.
"Jadi ko,ni kak buat kakak" jawab Sherli sebari menyodorkan kembali botol air mineral yang sedikit penyok karna genggamannya.
Bintang hanya menatap botol itu tanpa minat.
Karna tidak ada pergerakan Naila mengambil botol minum itu dari tangan Sherli dan memberikannya pada Bintang dengan paksa.
Naila menarik tangan Bintang lalu menaruh botol itu ditelapak tangannya sebari berkata, "Rezeki ga boleh ditolak kak,,itu artinya hari ini rezeki kakak cuma dapet air,besok-besok siapa tau dapet bakso,
walaupun hanya sekedar air tapikan lumayan bisa ngilangin haus" ocehnya membuat Bintang tersenyum.
Ia senang gadis cerewet itu kembali lagi setelah drama pertengkaran antar sodara kemarin hingga drama minggat singkat yang dilakukan gadis itu,walaupun hubungan Naila dan saudari-saudarinya belum membaik setidaknya mood gadis itu lebih baik hari ini.
Matahari panah membuat orang kepanasan hingga membuat tubuh mengeluarkan keringan,contohnya Sherli gadis itu bukan hanya kepanasan luar tapi juga dalam,hatinya terasa tercabik-cabik melihat kedekatan bintang dan Naila,salah hati Sherli merutuki Naila.
Bukannya dekat dengan Bintang ia malah dibuat kepanasan dengan kedekatan Bintang dan Naila,pokonya Bintang harus menjadi miliknya,semua perhatian pria itu hanya untuknya Sherli akan menyingkirkan Naila dari hati,hari,bahkan kehidupan.
__ADS_1
"Sabar,semua harus dibuat dari nol,,,gue harus ngerubah diri dulu,,membersihkan nama baik gue yang udah tercoreng karna jadi tukang bully,,,gue harus yakinin mereka kalo gue udah berubah jadi baik lewat Naila,,,gue harus bermain cantik buat dapetin kak Bintang,,,gue bakal nyingkirin Naila dengan cara elegan,bahkan orang-orang gabakal tau kalo gue ngelakuin itu,,,gue pastiin mereka akan anggap gue malaikat setelah ini" monolog Sherli dalam hati dengan penuh penyemangat untuk dirinya sendiri akan berhasil menghilangkan Naila dari kehidupan seorang Bintang ysky.
Tapi tetap saja hatinya sakit melihat interaksi Bintang dan Naila sekarang,"Huhhh sabar semua butuh perjuangan"