Dunia Asmara

Dunia Asmara
Dunia Asmara 13


__ADS_3

Miguel menjadi diam, ia memandangi wanitanya. Sementara Nauora, melihat suaminya tak bersuara, ia pun hendak pergi. Namun suara berat sang suami menahan langkahnya.


“ Kidshan.. “


“ Kidshan adalah nama yang sudah kupilih untuk bayi... bayi kita.” tutur Miguel dengan nada yang terdengar ragu saat menyelesaikan kata diakhir kalimatnya.


“ Pulanglah bersamaku, Kidshan pasti menunggumu.” tambah Miguel, berharap kali ini istrinya mau mendengarkan ucapannya.


Dan benar saja, dibalik diamnya Nauora, rupanya hati wanita cantik itu tersentuh setelah mengetahui bahwa suaminya telah menentukan nama yang unik untuk bayi kecilnya dirumah.


Melihat istrinya tak bergeming, Miguel meraih tangan istrinya. Ia menuntun wanitanya itu masuk kedalam mobilnya.


Sebelum mengemudikan mobilnya, Miguel juga menghubungi asistennya untuk mengurus mobil Nauora yang ditinggal begitu saja.


****


Sepanjang perjalanan pulang, sepasang suami istri itu tampak diam saja. Tak ada lagi percakapan setelah perdebatan beberapa saat lalu. Nauora terlihat sibuk dengan pikirannya sendiri, sementara Miguel fokus pada kemudinya.


Selang beberapa saat, tak lama Miguel menghentikan laju kendaraannya didepan sebuah toko perhiasan yang sangat terkenal se-ibu kota.


“ Kenapa kita berhenti disini?” Nauora mengajukan tanya saat tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


“ Tunggulah disini.”


Alih-alih menjawab pertanyaan sang istri, Miguel memilih mengalihkan dan segera keluar dari mobilnya, meninggalkan Nauora begitu saja.


Nauora yang merasa letih memilih tuk diam saja. Ia hanya mengamati suaminya dari dalam mobil. Entah apa yang akan dilakukan suaminya itu, namun Nauora saat ini cukup bahagia mengingat bahwa bayinya sudah memiliki nama.


Sembari menunggu Miguel kembali, Nauora beristirahat sejenak, memejamkan kedua matanya.


****


Disatu sisi, ada Miguel yang baru masuk kedalam toko perhiasan. Pria matang itu langsung disambut hangat oleh pegawai wanita ditoko itu. Melihat ketampanan Miguel yang begitu sempurna dimata para wanita, membuat semua pegawai didalam toko menampilkan senyum terbaiknya.


“ Kami memiliki beberapa perhiasan edisi terbatas, Tuan bisa melihatnya disini.” sahut salah satu dari mereka lagi, menunjukkan deretan perhiasan didalam etalase kaca.


“ Aku hanya ingin mengukir sebuah nama.” ucap Miguel tanpa basa-basi, menampilkan raut wajah datarnya.


“ Baik, Tuan. Anda ingin mengukir nama pada kalung atau cincin?.” ujar sang pegawai toko dengan sangat ramah, menampilkan senyum manisnya pada pria matang didepannya yang hanya memasang tampang datar.


“ Aku ingin gelang untuk anak-anak.” ucap Miguel, memberi kode pada sang pegawai untuk mencarikannya yang cocok karena ia sendiri tak pandai memilih gelang.


“ Untuk anak-anak.. anda bisa memilih yang ini. Ini adalah edisi terbatas ditoko kami.”

__ADS_1


Pegawai cantik itu menunjukkan sebuah gelang yang terlihat sederhana namun memiliki nilai harga yang tinggi.


Miguel meraih gelang kecil itu, dan tiba-tiba ia menyunggingkan senyum saat terbayang bagaimana bayi mungilnya nanti akan mengenakan gelang yang dibelinya.


“ Baiklah, aku pilih ini. Tolong ukir namanya.” ujar Miguel menyerahkan kembali gelang itu pada pegawai cantik didepannya.


“ Kidshan Arrawda.” tambah Miguel yang tampak bahagia saat menyebutkan nama lengkap yang akan diukir pada gelang itu.


“ Baik, Tuan.” ucap sang pegawai toko segera mengerjakan pesanan Miguel.


Selang beberapa menit, tak membutuhkan waktu lama, pesanan Miguel sudah selesai. Pria gagah itu segera melakukan pembayaran.


“ Tuan, apakah ini untuk keponakan anda?” tanya salah satu pegawai wanita yang sejak tadi sangat penasaran untuk siapa gelang itu akan diberikan.


“ Bukan, itu untuk putraku.” jawab Miguel dengan santai. Sontak semua pegawai wanita terkejut mendengar perkataan pria tampan itu. Mereka masih tak menyangka bahwa pria muda yang tengah berada didalam toko perhiasan itu, ternyata sudah memiliki seorang anak.


****


Menenteng paperbag kecil, Miguel keluar dari toko perhiasan itu. Berjalan dibawah terik matahari siang, membuat Miguel semakin terlihat tampan. Kulit putihnya yang sensitif, seketika berubah kemerahan. Kulit wajahnya yang mulus, tampak glowing saat terkena paparan sinar matahari.


Pria matang itu segera masuk kedalam mobil, namun rupanya sang istri sudah terlelap dengan tenang. Ia lalu segera menyalakan mobil, dan mengemudi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2