Dunia Asmara

Dunia Asmara
Sebuah penyesalan.


__ADS_3

Selang beberapa menit, Miguel yang masih berdiri kaku didepan ruang IGD tampak begitu cemas. Dirinya tak berhenti memanjatkan doa agar sang istri baik-baik saja. Tak lama dokter muda yang memeriksa Nauora keluar dari dalam ruang IGD.


Wajah tanpa ekspresi yang ditampilkan sang dokter membuat Miguel semakin cemas.


" Bagaimana dengan istriku? Dia baik-baik saja kan?" tanya Miguel lirih, melemah dihadapan sang dokter muda.


Melihat keterpurukan pria didepannya, Dokter muda itu ikut bersedih. Dirinya jelas mengenal sosok pria matang dihadapannya yang merupakan menantu sulung dari presiden.


" Istri anda mengalami pendarahan otak, cara cepat mengatasi pendarahan hanya dengan operasi. Jika lambat, mungkin nyawanya tidak tertolong." jelas sang Dokter seadanya.


Sontak, Miguel mengangguk sebab yang ada didalam pikirannya adalah keselamatan istrinya.


"Tolong selamatkan istriku." pinta Miguel kemudian yang dibalas anggukan oleh sang dokter.


⚘️


⚘️

__ADS_1


⚘️


Hari sudah memasuki waktu sore, matahari tampak mulai bersiap tuk terbenam dibawah cakrawala. Masih dirumah sakit, terlihat Miguel yang kini tengah berada didepan ruang ICU sebab setelah operasi Nauora langsung dipindahkan. Operasi beberapa jam lalu berjalan lancar, membuat rasa cemasnya sedikit berkurang.


Kali ini Miguel tak sendiri, semua keluarga dan para asisten sudah hadir menemani, namun minus Ishal karena asisten tampan itu masih berjaga diruangan Nixeelin yang juga masih tak sadarkan diri.


Tak hanya Miguel, Tuan Dave dan Davis pun terlihat cemas meski beberapa saat lalu dokter sudah mengatakan operasi berjalan dengan baik.


Tak berlangsung lama, tampak Dokter yang baru keluar dari dalam ruang rawat Nauora. Miguel dan Tuan Dave sontak menghampiri sang dokter dengan cepat.


" Nyonya Nauora masih dalam kondisi kritis, jadi kalian belum bisa menemuinya." tutur sang dokter dengan sopan.


" Kenapa kau ingin melihatnya, dokter sudah mengatakan tidak boleh menemui Nauora dulu." sahut Tuan Dave berusaha menyembunyikan ketidaksukaannya pada sang menantu.


Meski putri kesayangannya telah menikahi Miguel, namun tetap saja Tuan Dave tak pernah senang dengan keberadaan Miguel dalam keluarganya, bahkan pernikahan Miguel dan Nauora sebenarnya belum sepenuhnya ia terima, tapi kehadiran baby Kidshan seakan memaksanya tuk menerima pria tampan itu.


" Maaf Tuan Dave, menurutku sebaiknya Tuan Miguel saat ini menemani istrinya karena tadi Nyonya Nauora sempat menyebut nama suaminya. Mungkin Nyonya Nauora butuh suaminya saat ini." tutur sang dokter dengan jujur.

__ADS_1


Mendengar ucapan dokter muda didepannya, Tuan Dave tak menanggapi dan memilih diam. Sementara Miguel segera berlalu, masuk kedalam ruang rawat istrinya.


****


Berada didalam ruang perawatan sang istri, Miguel yang berdiri diujung brankar kini terdiam seraya mengamati Nauora.


Perlahan mendekat lalu duduk dikursi, Miguel kemudian meraih salah satu tangan istrinya. Air matanya pun seketika luruh, saat merasa telapak tangan istrinya tak sehangat biasanya.


Dengan wajah yang seharian terlihat sendu, Miguel menatap nanar pada istrinya.


Tangan sang istri yang biasanya bebas, kini dipasangi selang infus. Wajahnya yang biasa cantik berseri, kini terlihat pucat dengan selang Konsentrator oksigen dilubang hidung. Rambut cokelat yang biasa terurai tak lagi seindah biasanya dengan perban yang melilit dikepala.


Menitikkan air matanya, rasa sesal pun bermunculan. Pria matang itu lalu mengangkat pandangan, tatapanya terarah pada monitor ICU yang memantau kondisi fisiologis sang istri.


Suara dari layar monitor ICU itu terdengar menyerupai detak jantung, hingga sukses mengundang rasa takut Miguel. Dia lalu mengalihkan tatapannya pada wajah pucat sang istri. Tak lama kecupan lembut berlabuh dipunggung tangan Nauora.


" Maafkan aku..." lirih Miguel yang kembali meneteskan air mata.

__ADS_1


" Ini salahku.. dari awal semua memang salahku. Andai sekali saja aku melihatmu.. kau pasti tidak akan berakhir seperti ini." ucap Miguel mulai terisak tanpa melepas tangan Nauora.


__ADS_2