
Ucapan Michel seketika menghentikan langkah kaki Davis. Adik tirinya itu mematung ditempat setelah mendengar perkataannya.
" Nauora pernah menghilang beberapa waktu, lalu dia datang membawa kabar kehamilannya. Dan tidak lama Miguel datang dan mengatakan akan bertanggung jawab sebagai ayah sibayi. Bukankah itu aneh?" tutur Michel panjang lebar. Ia seolah memiliki rencana dibalik setiap penuturannya.
" Aku bilang berhenti bicara omong kosong." bentak Davis memilih mengabaikan apa yang didengarnya, dan segera berlalu, masuk kedalam mobilnya.
Seringai licik Michel semakin terlihat jelas saat ia merasakan Davis yang mulai terpengaruh pada ucapannya.
⚘️
⚘️
⚘️
Mansion Kwans.
Diruang tengah hunian mewah Kwans, tampak Nauora yang terlihat resah sedari tadi. Ditemani oleh asistennya— Ciko sejak tadi hanya mengamati dalam diam pergerakan majikannya.
" Kenapa Davis belum pulang?" gerutu Nauora seorang diri berusaha menghubungi adiknya, namun tak ada balasan dari sang adik.
" Nyonya, duduklah dulu. Tuan Davis pasti akan pulang sebentar lagi." ucap Ciko setelah lama terdiam.
" Aku tidak akan gelisah seperti ini jika dia tidak membawa bayiku. Kau tau kan.. kelahiran Kidshan itu dirahasiakan." ujar Nauora mengingatkan asistennya.
" Tapi Nyonya.. "
" Aku pulang!"
Ditengah perbincangan Nauora dan asisten Ciko, tiba-tiba suara berat dari seorang Davis terdengar.
Pria gagah yang tengah menggendong bayi mungil itu berjalan gontai memasuki rumah, melewati ruang tamu hingga tiba diruang tengah dimana Nauora berada.
__ADS_1
" Kau darimana saja?"
" Apa kau tidak berfikir sebelum membawa Kidshan keluar dari rumah?"
" Kau bisa saja membuat masalah baru untukku."
Nauora menyosor serentetan kalimat, ia terlihat begitu kesal pada adiknya, segera meraih putra kecilnya dalam gendongan Davis.
" Kenapa kau berlebihan sekali? Dia bukan anak haram yang harus kau sembunyikan, dia adalah anakmu bersama Miguel." tutur Davis dengan santai.
Mendengar penuturan sang adik, Nauora tak menyahut. Ia memilih mengabaikan dan hendak berlalu namun Davis tiba-tiba menahannya.
" Siapa ayah kandung bayimu?" tanya Davis dengan tegas. Tak ada keraguan pada nada bicaranya.
Diam termangu, Nauora seketika bungkam. Wanita dewasa itu tak tau harus mengatakan apa karena pertanyaan sang adik seolah mencekat lehernya.
" Apa maksudmu?" Nauora sedikit gugup, ia tak ingin menatap wajah adiknya.
" Tuan Davis.. maaf, tapi sepertinya Nyonya Nauora ingin istirahat."
" Cih, kalian berdua selalu saja kompak!" sinis Davis dengan wajah masamnya, segera berlalu begitu saja. Tak lama Nauora menyusul, berlalu menuju kamarnya.
Sepeninggalan Davis dan Nauora, kini Ciko tinggal seorang diri saja. Ia tercenung, mengingat ucapan adik majikannya tadi. Seketika itu juga Ciko teringat pada peristiwa setahun lalu.
***
Flassback~ Satu Tahun Yang Lalu
Dikediaman Kwans, saat ini suasana begitu hening. Hunian mewah keluarga konglomerat ini yang memang hanya ditinggali oleh dua majikan saja selebihnya hanya ada beberapa pelayan, membuat rumah megah itu sangat tenang . Ditambah lagi putri sulung Tuan Dave Kwans— Nauora Kwans yang menghilang sejak beberapa minggu yang lalu.
Nauora menghilang tidak begitu saja, wanita cantik itu sebelumnya sudah menitip pesan pada orang kepercayaannya— Ciko, bahwa dirinya tidak akan pulang beberapa waktu karena sebuah urusan.
__ADS_1
Tuan Dave Kwans yang notabene adalah ayah Nauora, ia baru mengetahui hal itu setelah dua hari perginya sang putri, namun ia tak dapat berkomentar apapun karena Nauora adalah putri kesayangannya.
Sementara disatu sisi, Ciko— asisten kesayangan Nauora, saat ini tengah berada di ruangan majikannya. Ia duduk termenung disofa, memikirkan Nauora yang menghilang begitu saja.
" Nara.. kau ada dimana?" lirihnya beralih menatap pada kursi kebesaran Nauora.
Lama berdiam diri didalam ruangan itu, Ciko akhirnya hengkang, meninggalkan ruangan dengan langkah gontai. Namun samar-samar indra pendengarannya menangkap suara yang tak asing, suara yang sangat dirindukannya sejak beberapa minggu ini.
Jika tadinya langkah kaki Ciko terarah pada pintu utama, kini tidak lagi karena pria tampan itu memutar arah menuju ruang makan dimana suara familiar itu terdengar jelas.
Disaat langkah kakinya semakin dekat pada pintu ruang makan, suara itu semakin jelas pula hingga tak lama saat dirinya berdiri diambang pintu, dengan sangat jelas ia melihat seorang wanita cantik yang tengah duduk disalah satu kursi meja makan sembari menikmati hidangan disore hari.
" Nauora.. " lirihnya dengan mata membeliak sempurna. Senyum seketika mengembang, Ciko segera menghampiri Nauora.
" Nona, kapan anda kembali?" tanya Ciko bersemangat.
" Mungkin tiga puluh menit yang lalu." jawab Nauora dengan santai tanpa menatap pada lawan bicaranya.
Setelah mendengar ucapan majikannya, Ciko terdiam sesaat. Pria muda itu mengernyit dengan pandangan terarah pada hidangan diatas meja makan yang rupanya hanya buah-buahan.
" Tidak biasanya anda memakan buah sebanyak ini." ujar Ciko menarik diri dari keterdiamannya.
" Humm, aku harus sering mengonsumsi buah sekarang karena ada bayiku yang harus aku jaga." tutur Nauora dengan santai.
Ciko terkejut, ia menatap tak percaya pada wanita cantik didepannya. "Apa maksud, Nona?"
" Aku hamil, sekarang ada bayi didalam perutku." terang Nauora dengan enteng.
Ciko dibuat terkesiap, ia benar-benar tak menduga bahwa dirinya akan mendengar kabar kehamilan majikannya yang bahkan belum memiliki seorang suami.
" Nona, bagaimana bisa. Siapa ayah bayi anda, dan bagaimana dengan Tuan Dave jika beliau tau?" serentetan tanya dilontarkan Ciko, kedua matanya tak berkedip menatap Nauora.
__ADS_1
" Kau tenang saja, aku akan menyuruh ayah bayiku untuk bertanggung jawab." seru Nauora santai.
Flassback Off.